Disclaimer : Bleach belong to Kubo Tite.

Warning : Segala teori yang ada dalam cerita ini kurang lebih mungkin agak menyimpang dari story aslinya.

Unexpected Mate

Chapter 3

Setelah beberapa saat tertegun, akhirnya Orihime Inoue terbelalak saat menyadari Grimmjow sudah tidak ada lagi di apartemennya, pergi keluar meninggalkannya. Orihime mereka ulang kata-kata terakhir yang diucapkan Grimmjow sebelum ia pergi. Bukankah, kaulah yang pertama berharap agar bisa bicara denganku? Benar. Orihime teringat pada malam-malam saat ia selalu berdoa agar diberikan seseorang untuk menemaninya. Dan hanya beberapa hari lalu Orihime berharap agar ia bisa bertukar kata dengan kucing yang digendongnya, meski ia tidak pernah menyangka bahwa hal itu akan benar-benar terjadi. Lalu sekarang saat keinginan dan harapannya itu terwujud, apa yang malah ia lakukan?

Mengucek kedua mata dengan satu punggung lengannya, Orihime berlari keluar apartemennya untuk mencoba mengejar Grimmjow. Namun apa daya, jejak pemuda berambut biru itu sudah lenyap. Dengan panik, Orihime mondar-mandir mencari pemuda itu, khawatir karena semenjak menjelma menjadi manusia Grimmjow belum pernah keluar dari rumahnya. Setidaknya itu yang diyakini Orihime.

Rambut merah orange gadis itu beriyak senada dengan gerak tubuhnya saat ia berlari kecil, pandangannya waspada dengan sekelilingnya. Saking fokusnya pikiran Orihime terhadap penampakan mantan kucingnya, sampai-sampai Orihime tidak mendengar saat seseoang memanggil namanya sedari tadi. Ia baru menyadarinya ketika seseorang menarik satu tangannya sambil memanggil, "Inoue-san?" Orihime lalu menolehkan wajahnya pada sumber suara dan menemukan Urahara Kisuke sedang berdiri dibelakangnya. Panik dan bingung nampak jelas di wajah gadis itu. Sambil melepaskan tangan Orihime, Kisuke berkata "Maaf. Aku daritadi memanggilmu tapi sepertinya kau sedang sibuk. Sesuatu terjadi?"

Seakan baru tersadar terhadap keberadaan di depannya, Orihime menjerit, "Kisuke-san! Maaf aku tidak mendengarmu." Orihime lalu menimbang-nimbang apakah baik atau tidak untuk menceritakan permasalahnya dan fenomena yang terjadi dalam kehidupannya sekarang. Namun kemudian ia menyadari bahwa hal yang terjadi padanya tidak ada hubungannya dengan Kisuke sehingga Orihime merasa tidak perlu merepotkannya.

"Ano, aku hanya sedang mencari... mmm, seseorang." Kata gadis itu, masih sedikit terengah.

"Perlu bantuan?"

"Ah, tidak! Terima kasih, tapi ada apa Anda memanggilku?"

Kisuke menceritakan kejadian tempo hari, saat Orihime dan Ururu sepertinya tidak sengaja menukar isi barang bawaan masing-masing. Sehingga saat pria bertopi itu kehilangan sekotak minuman miliknya dan alih-alih menemukan sekotak susu UHT yang seharusnya tak ada disana maka ia berasumsi bahwa benda itu terselip dalam barang bawaan Orihime. Lalu Kisuke pun menjelaskan bahwa sebenarnya minuman yang dibawa Ururu tempo hari itu adalah susu ciptaannya, yang berguna untuk mengeluarkan jiwa seseorang. Namun karena susu tersebut masih dalam tahap penelitian dan ada kemungkinan membahayakan bila diminum oleh manusia, maka pria itu harus memastikan bahwa susu ciptaannya masih tersimpan aman dalam kotaknya.

Orihime membenamkan kedua telapak tangannya menutupi mulutnya, pemahaman menghampirinya. Berita yang diceritakan pria di depannya itu menjelaskan segala hal tentang fenomena yang dialami kucingnya. Susu dengan kemasan aneh itu, ingat Orihime.

Melihat reaksi yang ditunjukan Orihime, Kisuke bertanya "Kuharap Inoue-san belum mengkonsumsinya, dan melihatmu disini sekarang, kurasa kau memang belum meminum susu itu, apa benar dugaanku?"

Orihime menjilati bibir luarnya, "Mmm, anu.. aku memang tidak meminumnya. Tapi bisakah susu itu membuat seekor kucing berubah menjadi manusia?"

Mendengarnya Kisuke tertawa kecil, "Hmm? Tentu saja tidak."

Orihime bingung, lalu mengapa Grimm-chan bisa berubah menjadi manusia? Melihat ekspresi Orihime, Kisuke meneruskan "Jika seekor kucing meminumnya, maka jiwa kucing itu akan keluar, sebagai kucing. Minuman itu bekerja seperti Gokkon Tekkō atau soul candy pada shinigami."

"Apa yang akan terjadi pada jasad kucing yang jiwanya dikeluarkan?"

"Sama halnya seperti yang terjadi pada tubuh Kurosaki-san saat dirinya berubah menjadi shinigami."

Kini Orihime menggigit bibir bawahnya, lalu kembali bertanya, "Bagaimana jika setelah kucing tersebut meminum minuman yang Anda buat, yang terjadi adalah kucing itu menjelma menjadi manusia, sedang tubuh kucing itu sendiri masih bisa berjalan dan mengeong dan... hidup?"

Kali ini Kisuke menaikan sebelah alisnya, "Apa,, sesuatu terjadi pada kucingmu, Inoue-san?"

"Ya, aku yakin bahwa kucingku menjelma menjadi orang ini, tapi kemudian Grimm-chan dalam bentuk kucingnya juga muncul beberapa waktu lalu. Aku tidak mengerti." Orihime menatap Kisuke penuh tanya.

"Hmmm, itu bisa saja terjadi. Kemungkinan kucingmu selama ini telah dirasuki oleh jiwa seseorang yang tersesat dan terkurung di dalamnya. Maka saat akhirnya jiwa itu mampu keluar, kucing tersebut akan kembali dikendalikan oleh jiwa aslinya. Dengan kata lain, kucing itu hanya semacam... inang." Kisuke memprediksi.

Mata Orihime melebar, ia mengingat saat Grimmjow berkata sesuatu tentang 'inang'.

"Jadi sebenarnya Grimm-chanku yang sekarang sedang menjelma menjadi manusia, dia memanglah manusia?"

"Ya. Itu menjelaskan segalanya."

Wajah Orihime kini berseri cerah dengan senyuman lebarnya. "Oh Tuhan, Grimm-chan ternyata memanglah manusia!" syukurnya. "Jadi, aku tak perlu khawatir dia akan menghilang kan, Kisuke-san?"

"Kurasa tidak begitu. Sebuah jiwa tersesat tidak boleh terlalu lama berada di dunia ini, jika memaksa maka jiwa tersebut lama-lama bisa dikonsumsi hollow."

Kengerian sontak menerpa Orihime. Gadis itu tentu tidak menginginkan hal buruk terjadi pada Grimmjow. Kengerian akan Hollow mengkonsumsi Grimmjow dengan cara yang sama seperti saat hollow mengkonsumsi jiwa kakaknya dulu. Dan bahkan Orihime pun hampir mati jika rantai takdir yang menghubungkan jiwanya terputus, karena hampir dimakan sang hollow. Tunggu dulu, rantai takdir? Sebuah rantai dengan mata rantainya terputus yang menempel di dada seseorang, menandakan bahwa jiwa tersebut telah mati dan tersesat di dunia ini. Namun, Orihime yakin Grimmjow tidak memiliki satu ditubuhnya.

"Tapi, Kisuke-san, aku yakin Grimm-chan bukanlah sebuah jiwa seperti yang Anda bicarakan, karena dia memiliki tubuh layaknya manusia.. apakah tubuhnya semacam gigai buatan Anda?"

Kini giliran Kisuke yang tertegun, ia mengernyitkan dahi, "Apa kau yakin Inoue-san?"

Orihime mengangguk yakin, lalu Kisuke menjelaskan bahwa seharusnya sebuah jiwa tidak memiliki tubuh nyata, begitu pula dalam kasus jiwa yang terkurung dalam kucing gadis itu. Sedangkan ia yakin bahwa tidak ada orang lain selain dirinya yang mampu membuat gigai. Maka dugaan Kisuke menjadi waspada, ia menduga bahwa Grimm-chan yang disebutkan oleh Orihime bukanlah jiwa tersesat biasa. Sebuah jiwa yang sudah tidak terikat rantai dan memiliki wujud sempurna bisa jadi berada di level atas. Dan bisa berbahaya. Kemudian Orihime langsung menyangkal dugaan itu. Grimm-channya bukanlah sebuah ancaman.

"Aku tidak memprediksikan sesuatu seperti ini akan terjadi. Namun jika hal buruk seperti akan berlangsung, kau bisa datang padaku."

"Apa yang akan Anda lakukan?"

"Yang paling buruk adalah melenyapkannya.."

"Tidak mungkin." Desah Orihime tidak percaya.

"Namun jika bisa, akan lebih baik bila jiwanya kembali disegel dalam tubuh kucingmu. Jika Inoue-san masih ingin bersama denga-"

"Tentu saja!" jerit Orihime sedikit marah sekarang. Pikiran untuk mengurung Grimmjow setelah ia akhirnya terbebas, membuat hati gadis itu sakit.

"Baik, baik. Aku tidak bermaksud buruk, hanya saja.." satu tangan Kisuke menyelusup ke dalam yukatanya, lalu ia mengeluarkan sebotol penuh fluida, "Jika suatu saat Inoue-san berubah pikiran dan menginginkan kucingmu kembali, minumkan ini padanya."

"Terima kasih, tapi aku tidak akan menggunakannya." Yakin Orihime, tegas.

"Ya, ya, ini hanya untuk berjaga-jaga." Ucap Urahara tertawa kecil sambil meraih satu tangan Orihime untuk menyerahkan botol tersebut.

Sementara Grimmjow sedang terduduk di bawah jembatan sambil mengacak rambut biru terangnya, lalu dengan tangan yang sama ia menutupi wajahnya menunjukan ekspresi frustasi.

"Sial!" pekiknya sambil melempar batu yang digenggamnya oleh tangan yang lain, jauh ke dalam sungai di depannya.

Grimmjow kesal lebih pada dirinya karena ia tau seharusnya dirinya tidak meninggalkan Orihime sendirian begitu saja, mengenal sifat Orihime yang pasti akan panik. Namun apa daya, Grimmjow harus menenangkan dirinya, ia bersumpah akan kembali kesisi gadis itu saat ia telah mendinginkan kepala. Grimmjow memandangi telapak tangannya, Dia tak pernah terasa sehalus itu saat seluruh bulu masih menutupi tangan dan tubuhku, pikirnya. Lalu sambil meremas dahinya, Grimmjow membatin, dan kulitnya terasa sangat berbeda di lidahku. Rasanya seperti, seluruh indraku bekerja berbeda dengan wujud ini. Cih. Ada apa dengan tubuh ini? aku bahkan sudah lupa bagaimana rasanya jadi manusia. Kini Grimmjow menutup mata dan menyandarkan kepalanya ke dinding penyangga jembatan, pikirannya fokus pada citra seorang wanita. Sedangkan wanita itu, seperti ekstasi, membuatku tidak bisa berhenti.

Setelah beberapa saat, Grimmjow memutuskan untuk kembali ke apartemen Orihime. Aku akan bicara pada wanita itu nanti. Suruhnya pada diri sendiri. Grimmjow menyusuri jalanan untuk kembali menuju sisi Orihime namun ia dikejutkan saat melihat Onna yang dimaksud kini sedang berdiri dengan seorang pria tak dikenal di ujung jalan sana. Meski dari kejauhan, instingnya mengatakan bahwa Onnanya sedang terganggu dengan apapun yang sedang dicoba dilakukan oleh pria bertopi itu. Terlebih lagi saat ini manik biru pemuda itu melihat pria yang dimaksud sedang meraih tangan Orihime. Maka, secepat kilat Grimmjow berlari ke arah gadis itu dan meraih badan Orihime dengan satu tangannya, menjauhkannya dari Kisuke.

"Apa yang kau lakukan pada Onnaku?!" bentak Grimmjow.

Bersambung...