Title : one heart one love

Disclaimer : kamichama karin © koge donbo

Rated : T

Genre : romance & drama

Pairing : kazusa, karin, kazune , jin, michi,

himeka,

Warning : ABAL, GAJE, TYPO, dLL

Misamy Ray present

•••One heart One Love•••

Karin POV

"Karin, aku akan pergi,"

"Untuk apa?"

"Ada suatu hal yang akan aku kerjakan ."

"Hmm, terserah lah aku akan menunggumu pulang."

.

.

.

"Berita hari ini, telah terjadi kecelakaan maut pesawat terbang di sekitar pegunungan. Diperkirakan semua penumpangnya termasuk pilotnya hilang dan meninggal dunia karena melihat keadaan pesawat yang sudah hancur lebur, kini tim evakuasi masih mencari korban yang hilang,"

"Onii-chan, hiks hiks."

"Kazune - kun."

"Ahg.." jerit pelan ku terbangun dari tidur. Segera aku melihat kiri dan kanan untuk memastikan Himeka dan Kazusa tidak bangun karena jeritan ku. Badan ku mulai bercucuran oleh keringat dingin. Aku bangun dan meninggalkan tempat tidurku dan berjalan kekamar mandi untuk mencuci muka.

Aku membasuh wajahku dengan air dingin. Aku mengangkat kepalaku keatas tampak lah wajahku yang murung di sana. Air mataku mulai menetes di pipiku ketika sekilas kenangan terakhir bertemu Kazune. Ya.. aku yakini kalau kazune itu selamat dari kecelakaan maut itu. Tapi, melihat keadaan pesawat itu yang telah menjadi berkeping-keping keyakinanku menjadi sedikit pudar.

" Karin," suara bariton memanggil nama ku.

"Kazune, apakah itu kau?" Seruku melihat kekiri dan kanan hanya untuk menceri sosok Kazune. Namun hasilnya nihil tidak ada siapa-siaa didalam ruangan ini kecuali aku.

"Sial, halusinasi lagi," ucapku. Berbalik badan kebelakang. Emerlad-ku membelalak besar ketika melihat sosok Kazune di depanku. Air mataku yang tadi sempat kujeda kini mengalir deras di pelupuk mataku. " Karin," panggilnya padaku.

Aku segera melangkah besar kearahnya, saat tubuhku sudah sejajar dengan nya tangan ku mengelus pelan kepipinya namun tidak bisa kurasakan sedikitpun pipinya di telapak tanganku. Ia Tersenyum padaku, " Karin, percayalah aku akan kembali padamu dan jangan pernah kau pudarkan keyakinanmu padaku. Berdoalah semoga aku bisa cepat kembali," ucapan terkhirnya berhasil membuat bibirku mencibir. Kini tubuh Kazune mulai memudar dan akhirnya menghilang. Aku berusaha memeluk nya tapi tetap tak bisa.

•••Pagi Harinya"

"Kring! Kring!" Bunyi jam weker di sampinku. Dengan malas aku mematikan nya dan melihat nya, disana sudah menunjukan angka 07.00 emerlad ku pun membelalak besar dan Tanpa berpikir panjang aku segera meloncat(?) Dari tempat tidurku. Membersihkan tubuhku, memakai seragam dan segera mengendarai spedaku menuju kesekolah. Di perjalanan aku sempat berpikir kenapa Kazusa dan Himeka tak membangunkanku ahh sudah lah yang harus kupikirkan adalah bagaimana aku bisa cepat kesekolah.

Sesampai di sekolah aku segera memarkirkan spedaku di tempat parkiran setelah itu berlari kedalam koridor dan menuju kekelasku. Di depan pintu kelas aku melihat kedalam kelas ku untuk memastikan tidak ada sensei yang sedang mengajar.

Dengan pelan-pelan aku memasuki kelas dan ternyata keberuntungan sedang berada di pihaku, dengan santai aku memasuki kelasku. Tak lama lemudian sensei masuk kekelas dengan membawa seorang murid baru. Dan memperkenalkan kepada kami. "Pagi murid² hari ini kalian mendapatkan teman baru namanya Renna. "Asa no yoi, watashi wa anata to shiriai

shiawase watashi no namae Renna Ozawa o go

shōkai^^," ucap nya memperkenalkan diri.

"Renna kau bisa duduk di belakang Miyon," ucap sensei menunjuk Miyon.

Renna pun berjalan menuju kebangku di belakang Miyon tepatnya di sampingku. Di meletakkan tasnya di meja dan melihat kearahku dan tersenyum manis. Aku sempat iri karena melihat tingkahnya layak seorang putri. Pelajaran dimulai.

Karin end POV

ketempat Kazune

Normal POV

"Ahh, di mana aku," ujar seorang pemuda blonde memegang kepalanya.

Pemuda itu segera bangun dari tempat tidurnya dan melihat kekiri dan kekanan, tak lama kemudian seorang pria paruh baya memasuki pintu kamar inap pemuda blonde tersebut. "Hei, kau sudah bangun ya?" Tanya seorang paruh baya memakai jas hitam. "Tak perlu cemas kau sudah berada di rumah sakit," sambung nya seraya meletakkan plasti kresek di atas meja yang berisi obat. "Oh, lalu siapa kau pak tua?" Tanya pemuda blonde itu.

"Hei, ayolah apakah aku terlihat sangat tua bagimu!" Protes pria paruh baya itu. "Haha maaf aku cuma bercanda paman,"ucap nya tertawa kecil. "Kau ini, sudah sakit tapi masih bisa bercanda. Perkenalkan aku Kazuto," ucap Kazuto memperkenalkan diri.

"Oh.. lalu siapa aku? Apa yang terjadi?" Ucapnya berkepo-kepo(?).

"Kau? Aku tidak tau kau itu siapa namun aku mendapat kan ini dari saku celanamu," ucap Kazuto mengacungkan kartu pelajar. Pemuda itu pun mengambil kartu pelajar, ia melihat ada poto dia dan identitasnya.

"Aku menemukan mu sudah pinsan di dekat pergunungan, sepertinya kau korban yang selamat dari tabrakan maut itu," ujarr Kazuto menjelaskan namun Kazune tetap memandangi kartu pelajarnya itu

"Ka..zu..ne kujyou, namaku Kazune kujyou.. ahgg," jeritnya ketika membaca dan mengingat namanya.

"Hei apa kau tidak apa-apa nak," ucap Kazuto dengan raut cemas. "Ahh.. kepalaku sangat sakit bila mengingat sesuatu," ujar Kazune memegang kepalanya dengan kedua tangan nya. "Sudah lah kau harus istirahat." Kazuto merebahkan tubuh Kazune. "Kalau ada apa² aku ada di luar," sambung Kazuto meninggalkan Kazune. Kazune pun memejamkan matanya hingga akhirnya ia terlelap dan tidur.

Back to Karin

Teng!Teng!Teng

Lonceng istirahat berbunyi, "Ahg.. akhirnya selesai juga," ujar Karin sambil meregangkan otot tangan nya. "Emm.. hai," sapa Renna gugup. "Ehh .. hai juga Renna," sahut Karin tersenyum pada Renna. "Boleh aku tau nama mu siapa?" Tanya Renna.

"Ohya aku belum memperkenalkan diriku, perkenalakan namaku Hanazono Karin," ucap Karin memperkenalkan diri. "Owmm. Karin," panggil Renna. "Iyaa," Sahut Karin. "Mau tidak temani aku jalan-jalan keliling sekolah ini," tawar Renna pada Karin. "Hmm.. baiklah," ujar Karin menerima tawaran Renna.

Di dalam perjalanan mereka berdua sangat asyik menceritakan riwayat hidup mereka. Karin yang menceritakan segala hall yang pernah di alaminya. Bercanda tertawa membuat mereka semakin akrab. "Wahhh hutan yang sangat bagus, pohon pohon yang rindang membuat tempat ini tampak sejuk," puji Renna melihat hutan di belakang sekolah. "Hehe.. ini tempat favorit ku karena aku sering membaca novel disini," ujar Karin.

Brakkk! Byuurr(?)

"Ahh.. bunyi apa itu?" Tanya Karin terkejut. Karin pun menggeret(?) Renna ke sumber suara tersebut. "Aduhh sakit," eluh seseorang dari semak². Karin pun sedikit demi sedikit memanjangkan lehernya untuk melihat kebalik semak². "Ahh Jin apa yang kau lakukan di situ," tanya Karin melihat Jin yang terduduk kesakitan di tanah. "Aku lagi belajar memanjat," jawab Jin seteah itu ia berdiri. "Hahaha kau ini bisa saja." Ujar akin tertawa mendengar jawaban Jin.

"Hei.. siapa dia Karin? Sepertinya dia baru disini," tanya Jin melihat keberadaan Renna. "Ohya aku lupa memperkenalkan, ini Renna murid baru di kelas kami." Karin memperkenalkan Renna. "Hai Renna aku Kuga Jin," ujar Jin menyodorkan tangan nya. Bukan nya malah merespon, Renna malah bengong melihat wajah Jin. "Hai.. kau tidak apa² kan?" Tanya Jin menggrakkan tangan nya kekiri dan kekanan.

"Ehh.. anu.. em perkenalkan aku Ozawa Renna," respon Renna gugup dan menjabatkan tangan. "Oh ya Karin, aku harus pergi dulu ya ada sesuatu yang harus aku kerjakan," ujar Jin lalu meninggalkan Karin dan Renna yang masih berdiri di sana. Renna tak lepas mata melihat kearah Jin, "Hoy," kejut Karin membuyarkan lamunan Renna. "Ah.. apa-apaan sih Karin," protes Renna. "Kamu ituloh lihatnya tidak pake kedip, kamu suka ya sama Jin," Goda Karin dengan seringai jahilnya. "Emhh anu ehh gimana ya?" ujar Renna dengan pipi yang merona. "Haha iya kan," goda Karin makin jadi. "Emh iya," jawab Renna dengan malu.

"Haha kan jujur juga," ujar Karin tertawa. Renna pun memasang muka malu. "Dia lagi lajang loh," goda Karin. "Benarkah," tanya Renna yang antusias. "Ho'oh" jawab Karin beserta anggukannya. "Ayo kita kembali kekelas " ajak Renna. "Ayo," respon Karin.

"Nati sore Karin ada Jadwal gak?" Tanya Renna sambil berjalan menuju kelas. "Hem.. sepertinya tidak, kenapa Renna-chan?" Tanya Karin menoleh kearah Renna. "Em .. anu.. mau tidak Karin menemani aku jalan² soalnya aku baru di kota ini," pinta Renna + puppy eye nya. "Baik lah, jam berapa?"ujar Karin menerima permintaan Renna. "Yee.. terimakasih Karin-chan, sekitar jam 4." Renna tersenyum senang.

Normal POV end

Jin POV

Tap!tap!tap.. bunyi langkah kecilku menggema di koridor. Aku melihat kejendela-jendela kelas yang kulewati sedari tadi. Kring.. Kring bunyi Smartphone dari saku celanaku. Aku meraihnya dan melihat ternyata menegerku memanggil.

Aku menyentuh tombol yang berwarna hijau muda untuk mengangkat nya, "Ada apa?" Tanyaku singkat pada orang yang memanggiku. "Baru saja seorang produser datang ke kantor mu, ia mau mengkontrakmu di acara ulang tahun anaknya," sahut orang tersebut. "Terus kau terima?" Tanyaku. "Iya sudh aku terima," jawabnya enteng. "Apa! Seharus nya kau Jangan langsung menerima begitu saja! Aku kan sudah bilang kalo aku mau pensiun,"Ucap ku dengan nada kesal.

"Tapi mereka mengontrakmu dengan gaji yang sangat besar!' Protes orang yang bebicara di telepon.

"Argg.. tetap saja aku mau pensiun, aku mau memfokuskan pikiran ku ke sekolah!" Ucapku kesal.

"Mau bagaimana lagi? Kontrak sudahku tanda tangani, ayolah sekali ini saja," ucapnya membujukku.

"Baik lahh.. sekali ini saja! Kapan jadwal ku?" Tanyaku pasrah.

"Ahh benarkah," ujarnya dengan nada bahagia. "Jadwal mu satu minggu dari sekarang," sambung nya lagi.

"Baik lah." Setelah itu aku langsung menyentuh tombol merah untuk mengakhiri panggilan.

"Hufft,"

T

B

C

Review please #puppyeyes#

Balasan Review.

mionamichan :

Sipp lah udah lanjut ceritanya.

kujyo

Iya udah di lanjutin. Terakasih bilang ceritanya bagus Review lagi ya.

shadow

Haha iya soswet banget. Udah di lanjutin ceritanya.

Kyaa.. makasih bilang seru. Review lagi ya.

cie

Iya Kazune-kun hilang ingatan. Review lagi ya

anaracchi

Amin, semoga Karin tak menyukai Jin .

Wah iya sidah saya kurangkan . Arigatou udah review ^^

Ahh akhirnya selesai juga meskipun pendek dan gak nyambung, author kehabisan ide. Maaf kalo gak memuaskan. Kalo ada Typo lapor aja ya di kontak Review.. sampai jumpa di chap berikutnya bye-bye