Title : One heart, one love

Disclaimer : Kamichama Karin © Koge donbo

Warning : AR, ABAL, GAJE, ANEH, OOC, BANYAK TYPO , alur kenceng DLL


Karin POV

Tok!

Tok!

"Iya tunggu sebentar," seru suara sang pemilik rumah.

Aku menunggu dengan sabar di depan pintu rumah bercat biru laut ini hingga akhirnya sang pemilik rumah membuka pintu untukku.

"Ah Karin-chan, ayo masuk," ujar Renna yang semula berada depan pintu kini meralihkan badan nya kepinggir.

"Iya." Aku pun memasuki rumahnya yang tergolong elit ini,

"Silahkan duduk dulu Karin-chan aku mau mengganti pakaian ku dulu," ujarnya, setelah itu Renna berlari kecil memasuki kamar nya.

Sedangkan aku duduk manis di sofa berwarna coklat yang empuk ini. "Mau minum apa nona?" tanya seorang pelayan dengan sopan.

"Air putih saja sudah cukup," jawabku dengan sopan juga.

"Baik nona." Pelayan itu berjan menuju dapur dan tak lama kemudian ia membawakan secangkir air putih di atas talam bercat perak.


One heart, one love


"Ini nona, silahkan diminum." Suguh nya menaruh air itu diatas meja kaca di depan ku.

"Arigatou ne," ujarku. Lalu pelayan itu pergi lagi menuju dapur.

Tak lama aku menunggu di ruang tamu, Renna pun keluar dengan berpakaian celana jins putih selutut baju kaos dberwarna putih juga.

"Apa kau sudah siap?" tanyaku pada Renna yang berdiri di depanku.

Ia hanya menganggu iya saja. "Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang kalo kesorean nanti pulangnya terlarut malam," pintaku sedikit menyarankan.

"Oke dehh," jawabnya tersenyum.

-Skip Time-

"Kita mau kemana dulu," ujarku membuka pembicaraan.

"Sebelumnya aku mau minta di antarkan ke toko buah-buahan. Aku mau menjenguk seseorang, apa Karin-chan mau?" Tanya Renna menoleh kearahku.

"Oh ketoko buah-buahan kata harus kekanan disana ada toko buah," ujarku mulai melangkah kekanan diikuti oleh Renna.

*ditoko buah*

"Ngomong-ngomong mau jenguk siapa?" tanyaku sembari memilih-milih buah jeruk di samping Renna.

"Itu, dua hari yang lalu tou-san-ku mencoba jalan-jalan kesekitar pegunungan, tou-san-ku melihat seorang pemuda yang terdampar dengan keadaan yang sedikit memprihatin kan, jadi tou-san-ku membawanya kerumah sakit terdekat disana." jelas Renna padaku yang masih terdiam mencerna perkataanya.

"Oh begitu," jawab ku enteng.

"Oji-sama, tolong hitung ini semua," ujar Renna menyodorkan seasoy yang berisikan buah-buahan.

"Ini nona,"

"Arigatou,"

Renna dan aku keluar dari toko buah itu dan berjalan ke tepi jalan.

"TAXI." Renna menggerakkan tangan nya ketepi jalan untuk memanggil taxi.

Sebuah mobil kuning bergerak kearah kami. Kami memasuki mobil ini.

"Antarkan kami ke Hospital Hokkaido," ujar Renna pada pak sopir.

"Baik nona," jawabnya setelah itu ia menjalankan mobilnya ketempat yang dimaksud Renna.


One heart, one love


"Tunggu sebentar ya Karin-chan aku mau menelepon tou-san dulu." Renna langsung menagmbil smartphone nya dari saku celananya.

"Moshi-moshi tou-san lagi dimana?" ujar Renna pada orang yang di telepon nya.

"Moshi-moshi Renna-chan. Tou-san lagi di ruang VIP no 23 mawar."

"Baiklah kami kesana," ujar Renna setelah itu ia mesukanya ke saku nya lagi.

"Ayo Karin-chan kita kesana," ajak Renna padaku yang sedari tadi diam mendengar percakapnya.

Karin POV end

Kazune POV

Aku tebangun dari tidurku dan melihat kearah jam yang terpampang di dinding yang ada di depanku, disana tertera angka 15.23 setelah itu ku alihkan pandangan ku kearah pintu yang sedikit terbuka. Aku turun dari kasurku dan membawa tiang infus yang menyusuk tangan ku.

Aku berjalan kedekat pintu densedikit mengintip keluar. Aku melihat paman Kazuto dan dua orang gadis yang sedang bebicara dengan nya, yang atunya berambut gray dan yang satuny kagu berambut brunette.

"Hei gadis brunette itu sepertinya aku mengenalnya tapi siapa?" batinku berkata.

Kualihkan pandanganku pada gadis yang saat ini berbicara dengan paman Kazuto-sama, apa dia anak nya paman Kazuto-sama?

'Manis' itulah kata yang meluncur di otakku ketika melihat gadis berambut gray itu. Tapi ada perasaan yang mengajal di benakku entah apa itu aku tidak tau. Gadis brunette itu tiba-tiba pergi, ntah perasaan apa ini aku merasa tak rela jika ia hilang dari pandangan ku.

"Ahg," erangku memegang kepalaku ketika menelusuri apa yang menganjal di benakku. Sekilas kulihat paman Kazuto-sama terkejut mendengar erangan ku sehingga ia berlari kearahku dan setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi semuanya menjadi gela seketika.

Kazune POV end


One heart, one love


Karin POV

Kring.. kring

Aku melihat ke ponsel ku ternyata Himeka sedang memanggilku.

"Maaf aku permisi sebentar ya," ujarku setelah itu berjalan menjauh dari keberadaanku semula. Aku mengambil ponselku lagi dan mencari nama Himeka di kontakku setelah itu aku menelepon nya. Saat ponselku berada di telingaku.

"Moshi-moshi Karin-chan, Kau dimana?" Tanya Himeka sedikit membuatku terkejut.

"Ah.. M-moshi-moshi Himeka-chan aku sedang menemani Renna keremah sakit," jawab ku sedikit terkejut.

"Souka, siapa yang sakit?"

"Aku juga kurang tau-" ujarku terpotong ketika mendengar sayat-sayat bunyi suara paman Kazuto-san ayahnya Renna menyebut nama seseorang.

"K_NE!" seru paman Kazuto berlari kearah kamar pasien aku tak bisa mendengar lebih jelas karena keberadaanku sekarang sedikit jauh dari mereka. Melihat itu aku berlari kecil kearah mereka.

"Himeka-chan nanti kita sambung lagi." Setelah itu aku mematikan telpon ku dan melihat kedalam kamar . ternyata disana telah ada medis yang menanganinya.

Ku jinjitkan kakiku untuk melihat siapa itu. Namun yang dapatku lihat hanyalah gerayan rambut pendek berwarna kuning pucat itu. Eh tunggu dulu! Rambut itu seperti nya aku kenal atau jangan-jangan. Aku jinjitkan lagi kakiku untuk melihat siapa dia itu, dengar rasa penasaran yang sangat berlebihan aku meloncat tak jelas di depan pintu itu dan akhirnya.

BRAKK

Aku terjatuh di depan pintu. Pandangan semua orang tertuju padaku. Akupun langsung memasang wajah luguku Renna tekejut dan berlari merangkulku dari bawah.

"Karin-chan apa kau tidak apa-apa?" Tanya Renna cemas padaku.

"Ehehehe.. aku tidak apa-apa kok," ujarku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal ini.

"Oh ayo kita pergi," ujar Renna mengajakku.

"Ayo," terimaku dan setelah itu aku meninggalkan RS.


One heart, one love


"Karin-chan kenapa wajahmu sedikit murung," Tanya Renna sedikit cemas.

"Ah gak apa-apa kok," ujarku mengelak.

Tik.. Tik..

Bunyi hujan diatas genting #plakk

"Eh mau hujan," ujarku menadahkan telapak tangan.

"Eh iya, ayo kita segera pulang," ujar Renna mengajakku.

Kami berlari ke halted an menaiki bus.

"Karin-chan, arigatou atas hari ini," ujar Renna tersenyum.

"Eh aku kan tidak berbuat apa-apa?" ujarku Heran.

"Tapi kau sudah mengajakku pergi keluar rumah tanpa pengawal Yang disuruh oleh tou-san. Aku merasa hari ini sangat bebas," ujar Renna.

"Ah begitu." Ujarku singkat lalu tersenyum.

*satu minggu kemudian*

Normal POV

"Hoamm." Karin terbangun dari tidurku dan membuka kelopak mataku.

Karin bangun dan berjalan keluar kamarku menuju kekamar mandi.

Selesai mebereskan badan nya Karin melangkah ke dapur, terlihat di sana Himeka dan Kazusa yang sedang memakan sarapanya.

"Ohayou Himeka-chan, Kazusa-chan." Sapa ku pada mereka.

"Ohayou mo Karin-chan," ujar mereka serempak.

Karin duduk dan memakan sarapan nya.

"Hn.. hei kalian taukan kalau hari ini Renna ulang tahun," ujar Himeka membuka permbicaraan.

"Ohya aku lupa, aku mau ngasih apa ya?" pikir Karin.

"Kalian mau ngasih apa?" tanay Himeka.

"Kalau aku belum tau mau ngasih apa," ujar Karin

"Hm aku juga. Bagaimana nanti sore kita ke tokoh sofenir sambil cari kado buat Renna," solusi Kazusa.

"Hm ide yang bagus," ujar Karin.

"Yasudah lah cepat kita abiskan makananya," ujar Himeka.

*Disekolah*

"Datang ya nanti malam di rumahku," ucap Renna sembari memberikan selembar kertas yang bertuliskan undangan ultah nya itu.

"Iya kami akan datang," ujar orang itu.

"Ne Karin-chan, Kazusa-chan, Himeka-chan nanti malam datang ya kerumahku," pinta Renna pada mereka bertiga.

"Iya kami akan datang," ujar Kazusa

Ditempat lain

"Kazune ini rumah ku, kuharap kau bisa betah disini," ujar Kazuto membawa Kazune kerumah nya.

"Ah iya paman, kalau boleh tau kamarku di mana," tanay Kazune.

"Kamarmu di sana," ujar Kazuto menunjuk tempat yang ia maksud.

Kazune pun berjalan kekamarnya ia memasukinya lalu merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk itu.

.

.

TBC

Review please


Balasan review:

Shadow

Wohoho ini shadow atau sinterclaus #plakk ah sudah lah tak penting,, yah anda penasaran? Ikutin terus ceritanyaa #plakkk

Guest

Sip sip udah lanjut..

Ryukutari

Oke oke udah di next in review lagi ya..

Dci

Udah next

Yumi Tiffani

yap udah lanjut, review lagi.^^

Yukina Yume

Ohya gomennasai, yang ini semoga lebih baik

Hayashi Hana-chan

Yap dah lanjut

Marizkaa

Ceritanya udah lanjut. Ray tunggu review nya lagii ^^

Huahh akhirnya selesai juga. Gomen jika banyak typo soalnya Ray lagi malas ngecek. Tinggalkan review di kotak di bawah ini minna - san ^^