The Hard Love, Me or My Friend?

Disclaimer : Masashi Kisimoto

Pairing : SakuraXSasukeXFemNaruto, dan beberapa Pair lain untuk mendukung cerita ini.

Rate : T, Straight, OCC, Agst

Summary : Apa yang terjadi jika Naruto dan Sakura sahabat sejak kecil bertemu dengan seorang pria yang membuat kedua gadis ini menyukai pria itu. dan siapakah yang dipilih oleh pria itu?

Note : cerita ini hanya fiksi belaka, bila ada kesamaan alur atau latar tempat, itu hanya kebetulan belaka. Dan ini bukanlah cerita jiplakan.

-ooo-

-ooo-

Chapy 1

'Si dobe itu! Lihat saja saat istirahat! Aku akan membalasmu!'batin Sasuke menyeringai jahat. Senang rasanya punya mainan baru.

-ooo-

Chapy 2

-ooo-

Dengan bell istirahat mengalun indah. #halah.

Sakura yang sejak tadi menemani Naruto berjemur. Eits, jangan salah sangka dulu. Sakura hanya duduk di pinggir lapangan di bawah pohon sakura sambil membaca buku pelajaran Asuma-sensei. Apa lagi kalau bukan menemani si Namikaze itu. Naruto. Namikaze Naruto.

Sakura pun berdiri dan membersihkan roknya dari debu. Dengan tersenyum ia melihat Naruto yang melipat kedua tangannya di dadanya. Ia terlihat bosan saat di mana semua murid yang berjalan di koridor taman sambil menatapnya kasihan.

"Chk! APA LIAT-LIAT?"gertak Naruto kesal dan semakin memanyunkan bibirnya yang sexy itu. para lelaki bukannya mengalihkan perhatian mereka, mereka malah semakin bernafsu menatap wanita yang wah itu.

Sakura terkikik geli dan berjalan menuju tengah lapangan. Ia pun berkacak pinggang di hadapan Naruto.

"Mau ku belikan sesuatu? Naru-chan?"tawar Sakura. Dan Naruto hanya nyengir yang kemudian kembali bergaya coolnya.

"Tidak perlu Sakura-chan! Aku masih dalam masa hukuman! Baa-chan pasti akan menghukummu juga!"Naruto pun masih teguh pendirian. Sampai seseorang datang dengan wajah angkuhnya di hadapan Naruto.

'Sa-Sasuke-kun!'batin Sakura yang langsung merona. Berbeda dengan Naruto, ia malah memberikan senyuman lima jarinya yang menyilaukan itu.

"Yoo! Uchiha, mau balas dendam?"Tanya Naruto dengan wajah innocent-nya. Sakura mengernyitkan alis. Dan ia segera menepuk jidatnya.

'Si bodoh Naruto kan habis memukul Sasuke tadi! Chk, dasar bodoh!'batin Sakura.

Sasuke hanya mentapa malas Naruto. Tapi dengan tiba-tiba Sasuke melayangkan sebuah bogeman ke arah perut Naruto.

Sraatt

Sasuke tercengang.

"Heh~tunggu seribu tahun dulu, sebelum pukulanmu bisa menyentuhku, Uchiha!"kata Naruto yang kemudian menghempaskan tangan Sasuke keras.

"Na-Naruto! Sebaiknya, kau jangan seperti itu! Bertemanlah dengan Sasuke-kun! Kau selalu membuat masalah jika ada siswa baru!"omel Sakura. Sedangkan Naruto hanya berawajah acuh seakan tak peduli dengan omelan Sakura.

Sasuke yang memang sudah dendam kesumat dengan Naruto menyerang Naruto lagi. Namun sayang, semua serangannya mudah di atasi Naruto. Ia selalu menghindar dengan mudah dari semua tinju dari Sasuke.

"Huh~aku heran, kenapa wanita jelek sepertimu, selalu berbuat masalah? Aku baru saja masuk ke sekolah ini, tapi sudah di sambut oleh wanita jejadian dan jelek sepertimu! Dobe!"kata Sasuke pedas. Naruto mengap-mangap tak karuan. Sakura hendak tertawa tapi di tahan olehnya karena tidak tega melihat Naruto yang sudah mau meledak emosinya.

"Teme…"desis Naruto.

Hening~

"TEMEEEEEEEE!"

Naruto pun menerjang Sasuke, ia hendak melayangkan tinju mautnya ke arah wajah Sasuke.

"BIARPUN AKU WANITA JELEK, TAPI AKU MASIH PUNYA HARGA DIRI, BRENGSEEEEEKK!"

Buugh

Sasuke terhempas sejauh 5 meter dari tempatnya berdiri. Naruto berlari kearah Sasuke. tidak peduli bahwa Sasuke meringis kesakitan sambil memegangi pipinya dengan sudut bibir yang pecah. Naruto tak peduli. Naruto benar-benar kalap kali ini.

Sialan, wanita mana yang tidak sakit hati jika di hina seperti itu? Brengsek kau Uchiha!

"Benarkan? Wanita jejadian, jelek, tidak punya malu sepertimu apa bisa menjadi kebanggaan orang tua? Lihatlah nenekmu, bahkan ia seperti putus asa dengan cucu jejadiannya, sepertimu dobe!"kata Sasuke tidak takut sama sekali. Padahal berdiri tegak saja, Sasuke masih susah.

Kepalanya benar-benar pening. Tinju Naruto yang tadi benar-benar hampir membuat otak Sasuke berpindah tempat. Sungguh, bahkan mata Sasuke sempat berkunang-kunang saat itu.

"Na-Naruto…"Naruto hendak melayangkan tendangan legendaris Namikaze itu terhenti saat ia mendengar suara Sakura.

'Ohh iya! Hampir aku lupa! Sakura-chan menyukai begundal satu ini! Cih~'

Dengan sangat terpaksa Naruto menghentikan amukannya dan berdiri tepat di hadapan Sasuke. Mereka berpandangan sejenak.

"Dengar yaa, teme! Kau mau menghinaku seperti apa pun tak masalah bagiku! Tapi jangan pernah kau membawa nama keluargaku! Memangnya kau tau apa tentang keluargaku?"Sasuke terdiam. Benar juga, ia kan baru saja sekolah di sekolah yang 'wow' ini baru hari ini. Sasuke pun terdiam.

"Dan satu lagi… kau tidak perlu repot-repot menilai keluargaku, bahkan aku sendiri tidak pernah menilai seseorang walaupun serendah apa pun orang itu!"Naruto pun berjalan menuju tengah lapangan. Malanjutkan hukumannya.

Sasuke masih terdiam. Ia sadar. Ia sudah mencampuri urusan orang lain. Astaga! Baru kali ini Sasuke mengurusi urusan orang lain. Di sekolah lamanya di Suna saja ia tidak pernah begini. Jalankan urusan sekolahnya, Anikinya saja yang belum menikah walaupun umurnya hampir kepala tiga pun tidak ia urusi.

Tapi sekarang?

'Huh~sialan! Mainan baruku yang satu ini benar-benar berani!'batin Sasuke yang berjalan ke arah Naruto.

Naruto hanya melirik Sasuke malas dan kemudian buang muka. Masih ngambek dengan Sasuke. Sedangkan Sasuke masih punya nyali mendekati Naruto itu tersenyum mengejek. Ia menyodorkan tangannya.

"Heh~aku tidak butuh maafmu, teme! Pergi sana! Jauh-jauh dariku!"Sasuke malah menyeringai.

"Uchiha Sasuke!"

"Huh~ Namikaze Naruto!"Naruto pun langsung buang muka. Seakan tak peduli dengan Sasuke lagi. Ia lupa bahwa ia dan Sasuke sedang bermusuhan. Sialan juga brengsek ini.

'Chk! Si teme bakalan keGRan dan mengira aku sudah memaafkannya! Sial!'batin Naruto kesal. Dan tanpa sengaja, mata Naruto melirik Sakura yang tersenyum kepadanya.

Ting!

"Nee, teme! Kenalkan, dia sahabatku! Namanya Haruno Sakura! Sakura-chan, kemari!"dan Naruto tertawa jahanam dalam hati. Hahaha…

'Aku ingin lihat, seperti apa wajah Sakura saat sedang jatuh cinta! Selama ini, aku belum pernah melihatnya jatuh cinta sih!'batin Naruto edan.

"Na-Naruto! Aku malu!"desis Sakura saat ia sudah ada di samping Sakura.

Deg deg deg

Sakura mati-matian mengatur detak jantungnya yang tak karuan detakkannya itu.

"Ha-Haruno Sakura desu! Yo-yoroshiku!"kata Sakura gugup. Sedangkan Naruto menyenggol pundak Sakura hendak meledeknya.

"Uchiha Sasuke, Yoroshiku! Sakura-chan!"Sasuke pun tersenyum saat melihat Sakura. Sepertinya ia tertarik dengan kecantikan yang seorang Haruno Sakura.

'Cantik juga! Pantas banyak yang mengimpikan ingin masuk ke sekolah ini! Ternyata-'Sasuke pun tersenyum dalam hati. Banyak wanita cantik di sekolah ini. Tapi lebih banyak orang-orang bodohnya walaupun sebenarnya mereka pintar.

Semua orang yang melihat kejadian langka tersebut menganga lebar. Setelah perkelahian antara Uchiha Sasuke dengan Namikaze Naruto berakhir. Ia di kejutkan dengan pemandangan dimana Haruno Sakura yang merona saat berkenalan dengan Sasuke.

Chk, mereka saja susah membuat seorang Sakura merona. Jalankan merona, membuatnya tertarik pada mereka saja susah. Tapi, Sasuke? sekali pandang saja, Sakura sudah merona seperti itu. Chk, para lelaki telah di langkahi banyak oleh Uchiha Sasuke.

Dan tak jarang pula para Naruto FC bersyukur dalam-dalam. Ia tidak tersepona, ehh salah-salah! Terpesona oleh ketampanan Uchiha Sasuke. Mungkin setelah pulang sekolah nanti, mereka akan lebih memuja-muja Naruto lebih dari biasanya. Mungkin…

Dan tak terasa, bell tanda istirahat berakhir pun berbunyi. Sakura menatap Naruto khawatir.

"Naru-chan! Mau ku belikan sesuatu? Kau belum makan!"Naruto tersenyum lima jari. Wajahnya terlihat segar. Bahkan seperti orang habis makan 5kg nasi karena terlalu segar.

"Daijobu, Sakura-chan! Apa aku terlihat seperti orang yang belum makan?"Tanya balik Naruto dengan wajah tanpa dosanya seperti biasa. Sasuke yang melihat kelakuan Naruto hanya menggelengkan kepala.

"Dasar dobe! Ayo Sakura-chan!"ajak Sasuke sambil menarik tangan Sakura. Dan Sakura hanya bisa menahan nafas kaget. Tangannya di sentuh Sasuke? Sakura nyaris pingsan jika suara teriakan Naruto tak menyadarkannya.

"BRENGSEK KAU TEMEEEE!"teriak Naruto kesal kembali.

Sakura pun berbalik untuk menatap Naruto yang malah memberinya kedipan mata dan tak lupa dengan senyuman bahagia.

'Sialan! Jadi dia sengaja melakukannya? Dasar! Awas saja kau Naruto!'batin Sakura yang memanyunkan bibirnya. Sasuke yang tak sengaja melihatnya hanya tersenyum kecil.

Saat di jam pelajaran. Sakura tak henti-hentinya mencoba mengatur nafasnya yang sudah seperti berada di luar angkasa. Susah bernafas. Dan Sakura tak henti-hentinya mengutuk Naruto yang mengerjainya. Lihat saja nanti. Chk, sialan kau Naruto.

"Kau kenapa, Sakura-chan? Kau asma?"Tanya Sasuke yang menatap Sakura di sebelahnya alias teman sebangku Sakura yang baru. Tentu saja Sasuke sudah membuang tas Naruto ke belakang di sebelah Shikamaru yang masih teguh pendirian. Apa lagi kalo bukan bobo sepanjang hari. Tapi syukur bukan bobo selamanya. #digeplak.

-skip time-

"Selamat sore anak-anak! Sampai jumpa minggu depan!"

"Hai, sensei!"

"Wooooo! LELAHNYAAAAA!"

"Huft, banyak PR lagi!"

Dan banyak lagi keluhan-keluhan yang tak bermutu lainnya yang keluar dari mulut para penghuni kelas XI IPA 1. Bahkan Sasuke yang sejak tadi masih sibuk menyimpun barangnya terhenti saat sang ketua kelas berdiri di depan kelas.

"Yosh! Minna! Seminggu lagi hari Anniversary KSHS! Mungkin ada yang punya usul untuk memeriahkan acara sekolah?"kata Sai yang sibuk dengan kertas-kertas dari ruang rapat pembahasan Anniversary ini.

Tsunade sang kepala sekolah yang menyeramkan itu membuat pesta ulang tahun sekolah? Waaaahh~

"Adakan lomba makan saja! Nyemm… nyeemm…"

"Urusai Chouji! Yang kau pikirkan hanya makan saja!"

"Banyak makan itu sehat! Tidak sepertimu yang seperti orang kurang makan, Ino jelek!"

"Brengsek! Ini body proporsional tauk!"

"Chk! Ada yang lain?"kata Sai yang malas menanggapi Chouji dan Ino.

"Adakan Bazar!"usul salah satu wanita bercepol dua bernama Tenten.

"Emm… itu ide yang biasa! Mungkin ada ide yang lain?"

"Lomba Foto Genic?"usul Tenten lagi.

"Chk! Memangnya berapa hari pesta sekolah?"Tanya Sasuke yang jengah. Sungguh, ia sangat lelah. Ingin cepat-cepat pulang. Bahkan tak ia pedulikan lagi tatapan mematikan para pria di kelasnya karena kesal. Sasuke bisa duduk dengan nyaman di samping Sakura-chan. Si kurang ajar satu itu. Batin para Sakura FC.

"Sekitar 5 hari berturut-turut! Kepala sekolah bilang, pesta kali ini akan di buat semeriah mungkin! Para murid di persilahkan membawa keluarganya untuk menikmati pesta minggu depan!"kata Sai yang membuat semua pasang mata berbinar. Kecuali Shika, Sasuke, Sakura dan Sai tentunya.

Sraakk

Suara pintu terbuka. Menampilkan sosok Naruto yang masuk ke dalam kelasnya yang ributnya bukan main itu.

"Eng? Kenapa belum ada yang pulang?"Naruto yang baru saja datang langsung berdiri di depan kelas menatap satu persatu teman-teman sekelasnya yang bersorak bahagia.

"Sai? Bisa kau jelaskan padaku?"Sai menghela nafas. Sebenarnya, tugasnya adalah membuat beberapa planning untuk kelasnya dalam memeriahkan Pesta sekolah minggu depan.

"Minggu depan Anniversary KSHS! Kau punya usul? Kelas kita belum punya planning! Setiap kelas harus berpartisipasi dalam acara ini!"jelas Sai sambil tersenyum pada Naruto. Memang, yang paling cantik adalah Naruto. Batin Sai masih tersenyum walaupun senyumannya itu membuat Naruto bergidik dan sedikit menjauh dari Sai.

"Emm… bagaimana membuat Drama saja?"kelas pun langsung hening.

"Acaranya di buat 5 hari berturut-turut Naru-chan!"sahut Ino. Wanita berambut pirang di ikat tinggi di belakang kepala seperti ekor kuda.

"Yaa, kita buat saja ber-season!"Sakura yang mendengarnya tersenyum. Sejak tadi menjadi pendengar setia akhirnya merasa tertarik juga dengan usul Naruto.

Naruto yang kini penuh keringat itu berdiri dengan tampang polosnya di depan kelas. Tidak peduli dengan kulitnya yang mulai menggelap. Mungkin Naruto akan mati-matian berlulur.

"Lalu, kau akan jadi pemeran pria, Naruto?"Tanya Sakura menebak pemeran apa yang akan di ambil Naruto. Sasuke yang mendengarkan dengan baik apa yang di bicarakan oleh penghuni kelas barunya itu, hanya menatap Sakura dengan wajah seolah berkata 'apa maksudmu Sakura-chan?'.

"Chk! Tentu saja! …Hinata-chan! Aku rasa kau paling jago membuat naskah drama! Bisa membuatkannya ber-season dalam waktu tercepit ini?"Tanya Naruto. Hinata, seorang gadis berambut indigo sebahu itu terlihat berpikir.

"Tema yang pas, apa?"semua pun terlihat berpikir.

"Bagaimana dengan kerajaan? Kebetulan, kaa-sanku punya beberapa gaun dengan tema kerajaan terbaru! Mungkin para pemeran wanita bisa menggunakannya!"usul Tenten semangat.

Naruto terlihat berpikir.

"Kau benar juga! Mungkin dengan cerita perebutan putri kerajaan?"usul Ino.

"Kerajaan, yaa? Eemmm… bagaimana jika seorang putri kerajaan yang sedang mencari pasangan hidupnya?"kata Hinata.

"Emmm… boleh juga! Tapi siapa yang menjadi Putri kerajaannya?"Tanya Sai. Dan dengan semangat Naruto berteriak.

"SAKURA-CHAAAAAAAAAAAN!"kata Naruto sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Sakura syok. Lagi-lagi seperti ini. di susul sorakan meriah dari Sakura FC yang ikut beruforia bersama Naruto. Dan karena terlalu banyak yang mendukung Sakura menjadi Putri kerajaannya membuat Naruto tersenyum penuh kemenangan.

Kau tau? Jadi seorang putri itu merepotkan!

Batin Naruto yang benar-benar malas menjadi Putri kerajaan.

"AKU MAU JADI PENGAWAL SAKURA-CHAN!"teriak Naruto dan membuat kelas hening.

"Tidak boleh! Aku punya ide menarik! Bagaimana jika seorang putri kerajaan yang sedang mencari jodoh! Tapi harus sesuai dengan keinginan sang ratu! Tapi sang ratu malah jatuh cinta dengan pangeran itu! bagaimana? dan karena terlalu sayang dengan anaknya, sang ratu pun mengubur cintanya dalam-dalam! tapi di sang pangeran malah ragu. Ia menyukai putri kerajaan tapi, hati kecilnya merasa nyaman jika bersama sang ratu!"Tenten pun memberi jeda pada ceritanya yang di dengar dengan sangat antusias oleh para penghuni kelasnya.

"Memangnya sang Raja tidak tau jika Ratunya jatuh cinta pada orang lain?"Tanya Sakura.

"Bagaimana jika kita buat sang Raja telah meninggal dan menyisakan Ratu dan putrinya yang belum menikah? Dan Ratu pun menjadi pemimpin kerajaan itu! pada saat endingnya, kita buat saja sang putri yang mengetahui jalinan cinta yang kasat mata itu dan memilih untuk merelakan sang pangeran untuk ibunya! Walaupun sang putri mencintai pangeran itu! Ia akan bahagia jika ibunya bahagia!"

Prok prok prok prok

"Idemu bagus sekali Tenten! Yosh! Tinggal tentukan pemerannya saja!"Sai pun menatap teman-teman sekelas satu persatu.

"Sakura-chan menjadi Ratunya!"usul Naruto lagi. Tentu saja. kelas pun ricuh kembali.

"Dan pangerannya Sasuke!"

Hening~

"Aku rasa Sasuke cocok menjadi pangerannya!"Sai pun mengangguk-anggukan kepala.

"Tapi-"

"Hanya si Teme yang cocok!"titah Naruto yang langsung membuat semua murid mingkem. Tapi hanya Sakura yang mengap-mangap gaje. Sialan, lagi-lagi di permainkan lagi.

"La-lalu, Naru-chan jadi apa?"Tanya Hinata.

"Tentu saja pengawal Sakura-chan!"kata Naruto masih teguh pendirian. Menjadi pengawal itu jauh lebih baik. Tinggal perang, mainin pedang bentar, lalu mati. Simple bukan? Dan Naruto bisa memanfaatkan waktu untuk berjalan-jalan, melihat-lihat kemeriahan pesta sekolah sambil membeli semua jajanan. Hahh… yang ada di otakmu hanya yang enak-enak saja, Naruto.

"Emm… bagaimana jika Naru-chan saja yang menjadi Ratu? Dan Sakura-chan menjadi Putrinya! Kau harus menjadi sesuatu yang layak, Naru-chan! Kau bintang kelas Naru-chan! Jika kau yang jadi Ratunya, pasti akan banyak menarik perhatian!"kata Ino. Dan mendapat anggukan setuju dari semua murid kelas Naruto.

"E-eehh? KENAPA AKU? AKU TIDAK MAU!"

"HARUS MAU!"bentak Sakura yang langsung membuat Naruto merinding. Haha… sekarang rasakan! Batin Sakura balas dendam. Tidak peduli bahwa Sasuke orang yang dia suka. Tidak peduli. Yang terpenting sekarang adalah balas dendam.

"Hufftt~aku tidak akan datang!"Naruto pun melipat tangannya di dadanya dan tentu saja memanyunkan bibirnya. Ia kesal. Sakura-chan jahaaaaatt…

Rengek Naruto dalam hati.

"Aku akan menyeretmu ke sekolah jika kau tidak akan datang!"ancam Sakura yang langsung mendapatkan respon yang mengerikan dari seluruh siswa. Seperti apa Sakura-chan mengamuk yaa?

Sasuke yang sejak tadi terdiam. Di jadikan kambing conge' di kelas itu. seakan-akan ia orang tuna rungu. Sasuke pun berdiri.

"Chotto matte! Kenapa harus aku yang jadi pangerannya?"Naruto tersadar dari kegilaannya. Kelas pun hening.

"Ganti saja!"

"Benar! Pangerannya ganti saja!"

"Itu benar!"

Protes para Fans. Naruto benar-benar gak sadar. Chk, senjata makan tuan dong.

"BENAR! AKU TIDAK SUDI BERPASANGAN DENGAN TEME!"teriak Naruto yang membuat Sai mungkin harus ke klinik sepulang sekolah untuk meringankan bebannya. Sabar Sai.

"Huh~seperti aku mau saja! Aku lebih baik berpasangan dengan gurita di bandingkan denganmu!"kata Sasuke yang mulutnya benar-benar pedas itu. Naruto merengut.

Chk, brengsek! Dasar ayam kampung.

Batin Naruto. Namun, sebuah bisikan dari malaiakat jahatnya pun membuahkan sebuah ide yang beracun dan berbisa. Naruto pun menyeringai senang.

"Uchiha! Seberapa nyalimu, jika kau berani menjadi pasanganku, saat pentas drama nanti?"tantang Naruto sinting. Sasuke menyeringai. Wanita yang agresif seperti Naruto memang tipe wanita yang menyukai tantangan.

'Mudah di tebak! Kita lihat! Seperti apa dirimu itu? Apakah kau mampu mengatasi anak Uchiha Fugaku ini?'

"Kita lihat saja nanti!"

"Chk! Orang-orang gila ini!"gumam Sai pasrah.

"Pasangannya sudah di tentukan! Besok kita adakan rapat lagi! Sekalian pembagian kelompok untuk mengatur rencana kita!"

'Senang rasanya punya boneka sepertimu, Uchiha!'

'Senang punya mainan sepertimu, Namikaze!'

-ooo-

-ooo-

Semuanya jadi gila. Bahkan author pun jadi gila juga. Dan dengan sangat Yakin bahwa Fic ini akan sangat panjang.

Honto Arigatou Gozaimasu! Tunggu Chapy selanjutnya!

Review?