"Ta-tapi kan… Itu kenyataan, Sakura-chan,"
"Pagi…"
Naruto dan Sakura menoleh ke samping.
Ah, kenapa sapaan barusan terdengar…lirih?
Apa ini hanya perasaan Sakura saja?
Sakura langsung menepis pemikiran barusan dan kini senyuman hadir diwajah cantiknya.
"Pagi, Hinata-chan.."
.
.
…
Fire and Water
Naruto Masashi Kishimoto-Sensei
Naruto Namikaze
Sakura Haruno
Sasuke Uchiha
Hinata Hyuuga
Rate : T
Genre : Friendship/Romance/Hurt/Comfort/Terselip Genre lainnya
Warning : OOC, typo(s), Garing & sederet kesalahan lainnya
.
.
Yosh! Happy reading!
XxX
Hinata mengulas senyum kemudian mendapati tatapan Naruto yang –mungkin- setelah ia datang, sudah memandang curiga ke telapak tangan kanannya menggenggam sebuah sapu tangan.
Tentu saja, wajah Hinata sedikit merona akibat perlakuan Naruto secara diam-diam.
"Ehem,"
Naruto langsung tersentak kemudian menyandarkan diri pada kursi dengan kedua tangan dilipat ke belakang kepalanya.
"Hum, bukankah itu sapu tangan milikmu, Teme?" Tanya Naruto menyelidik ala Detective Conan. Sasuke menghela nafas sejenak.
"Apakah aku harus menjawab?"
Kedua pipi sang pemuda kucing*?* menggembung kembali. Ah Author jadi ingin mencubitnya sekarang!
Tatapan gadis pink tersebut berubah cemas ketika mendapati telapak kiri Hinata sedikit terluka.
"Astaga Hinata! Kenapa telapakmu seperti ini?!" Sakura langsung meraih telapak kiri tersebut dan memandang cemas wajah ayu sang gadis.
"A-aku…ba—"
"Hinata terjatuh."
Sakura langsung menatap tak percaya pada Sasuke.
Hinata terjatuh?
Jika Hinata terjatuh, itu artinya Sasuke berada disana!
Tunggu. Sasuke?
Jika ada Sasuke, pasti disana ada fansgirl'nya!
Pasti Hinata terjatuh diantara fansgirl disana!
Lho? Apa Hinata termasuk fans'nya Sasuke?
Aduh! Kenapa pemikiran Sakura makin lama makin ngelantur sih!?
Sedikit cemburu sih, kalau Hinata diselamatkan Sasuke.
Tapi, sekarang tidak boleh waktunya untuk cemburu pada sahabat sendiri!
Lagipula, tidak mungkin kan Hinata menyukai Sasuke?
Well, ini pengakuan. Sakura menyukai Sasuke.
Jadi, jika Hinata juga menyukai Sasuke, pantas dong jika Sakura cemburu!
Tapi…lebih menyakitkan jika Sasuke telah menyukai gadis lain—tentu bukan dirinya.
Tuh kan, makin ngelantur!
Sakura secepatnya menyingkirkan pemikiran negative tentang Hinata dan Sasuke. Sekarang waktunya serius!
"Telapakmu harus diobati, Hinata! Jika tidak, akan menjadi penyakit walau ini termasuk luka ringan!" Tegas sang gadis Haruno langsung melepas tali tas dari bahu kanan Hinata dan melemparnya tepat mengenai tubuh Naruto. Yeah! 2-0!
"Ijinkan aku dan Hinata pada Kakashi-sensei, jika aku belum masuk kelas!"
Naruto mengangguk kecil, sementara Sasuke terdiam dengan tatapan datar.
Hum kalau boleh jujur, sebenarnya Sasuke mencemaskan keadaan Hinata. Bodohnya dia. Kenapa tadi tidak langsung membawa sang gadis ke UKS terlebih dahulu?
"Teme…kau menyukai Hinata?"
XxX
Sakura segera duduk ditepi ranjang—tepat disamping Hinata, dan mengambil tangan gadis itu dengan hati-hati.
"U-ukh,"
"Tahan ya, Hinata-chan?" Pinta Sakura lembut kemudian mengoles sedikit obat luka pada 4 goresan luka telapak kiri Hinata.
"Pe-pelan-pelan, Sakura-chan.."
Setelah mengobati luka pada telapak kiri, kini beralih pada telapak kanan yang sedari tadi menggenggam sebuah sapu tangan.
Sakura mengernyit sejenak memandang sapu tangan tersebut."Itu…milik Sasuke-kun?"
Blush
Tiba-tiba Sakura mendapati wajah putih bak porselen sahabatnya, berubah semerah tomat.
"I-iya, Sakura-chan."
DEG
Kemudian Sakura hanya terdiam sesaat dengan pandangannya yang belum lepas dari sapu tangan biru muda tersebut. Dengan hati-hati, tangan sang gadis mengambil sapu tangan dari tangan Hinata.
"Dari tadi..aku perhatikan. Sepertinya kau tidak ingin melepas sapu tangan ini—satu detikpun"
DEG
Benar apa yang dikatakan Sakura.
Kenapa Hinata selalu menggenggam sapu tangan tersebut?
Bukankah jika diberi oleh seseorang, pasti akan menaruhnya didalam saku ataupun didalam tas, tapi—kenapa hanya Hinata yang berbeda?
Buktinya, sebulan yang lalu, Hinata dihadiahkan sebuah sapu tangan dengan corak ungu pada pinggirannya dari sang kakak sepupu, Neji.
Setelah menerima langsung dari Neji, gadis itu langsung menaruhnya diatas meja.
Perlakuan Hinata terhadap sapu tangan dari Neji, sangat berbeda dengan sapu tangan dari Sasuke.
Readers : Author! Kenapa jadi ngomongin Sapu Tangan sih?!
Author : Oh iya! Back to story!
"Eng, me-memangnya…ada yang salah? Hum, maksudku—"
"Tidak apa-apa, Hinata-chan. Kau sangat benar ketika membawa sapu tangan itu. Yeah.. Sebenarnya aku iri sih, hahaha" Gadis pink itu tertawa renyah sejenak sembari mengobati luka pada telapak tangan kanan sahabatnya.
"Sakura…menyukai Sasuke?"
XxX
"Memang—" Setelah mendaratkan pantat diatas meja tempat dirinya dan Naruto, pemuda tersebut menatap datar ke Naruto dengan kedua tangan dilipat didada."Jika aku menyukai Hinata, kau juga menyukainya?"
Naruto terkekeh pelan. "Ya, aku menyukai Hinata. Tapi—aku mencintai Sakura."
"Hn," Sasuke menyeringai tipis kemudian beranjak dari tempat dan berhenti memunggungi sahabat karibnya sejak Taman Kanak-kanak. "Akan ku pastikan…" Sasuke melirik ke belakang. "Sakura menjadi milikmu, Dobe."
Pemuda Namikaze tersebut menampilkan senyuman lebar terbaiknya.
"Akan ku pegang pernyataanmu itu, Teme."
Hening.
Kemudian Sasuke melangkah meninggalkan Naruto yang sedari tadi duduk manis dan menatap kepergiannya yang kini menghilang di ambang pintu.
Sejenak, sang pemuda melipat kedua tangan dan menaruhnya dibelakang kepala, kemudian memandang langit-langit diruang kelas.
'Apakah…aku dapat mendapatkanmu, Sakura?'
XxX
"Begitulah, Hinata…" Sakura menaruh kembali obat luka pada tempatnya. "Namun, lebih menyakitkan jika Sasuke menyukai gadis lain dan—itu bukanlah aku."
Gadis bermata bulan itu berjalan mendekat dan mengelus lembut kedua bahu sahabatnya.
"Aku yakin dan sangat yakin. Jika Sakura-chan bisa menyampaikan perasaan yang sebenarnya kepada Sasuke…pasti Sasuke akan memahami perasaan Sakura.."
Gadis itu tertegun sejenak dan menoleh untuk menatap wajah Hinata yang kini dihiasi sebuah senyuman hangat untuknya.
Ah entah kenapa, senyuman yang diberikan Hinata…dapat membuat jiwanya ceria kembali.
"Hum Hinata-chan, nanti sore…aku akan menyampaikan perasaanku kepada Sasuke-kun!" Ucap sang gadis dengan bersemangat dan merona tipis pada wajah cantiknya. Kemudian meraih kedua tangan sahabatnya. "Do'akan aku ya, Hinata-chan?"
Hinata langsung mengangguk satu kali dan tersenyum lembut.
"Semoga berhasil, Sakura-chan."
XxX
KRING KRING
"Baiklah, sampai disini pelajaran Matematika hari ini. Jangan lupa untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah kalian." Ucap Kurenai-sensei sebelum menghilang dari ruang kelas XI-A, tanpa menunggu respon dari seluruh siswa disana.
"Baik sensei!" Teriak Naruto lantang lalu menenteng tas miliknya. "Haaa pelajarannya sangat membosankan!"
"Hn."
Sejenak, pemuda Matahari itu melirik sahabat karibnya.
"Teme—"
"Aku harus latihan Basket, Dobe." Sahut Sasuke cepat, membuat Putra Bungsu Namikze tersebut langsung menggembungkan kedua pipinya.
"Ya, ya, ya.. Justru aku—"
"Sasuke-kun?"
Refleks Naruto menoleh dan mendapati Sakura berdiri disamping Sasuke. Ah kalau gadis itu mencoba mendekati Sasuke, pasti ada maunya.
Sasuke tidak merespon, hanya mengalihkan pandangannya ke Sakura. Itu saja sudah memberi tanda bahwa pemuda itu akan mendengar perkataan dari gadis disampingnya.
"Hum, kau akan latihan Basket sampai sore bukan?"
"Hn."
"Maukah kau…menemuiku sebentar ditaman belakang sekolah?"
Bingo! Benar kan?
"Hn."
Tidak ada penolakan. Tidak ada pertanyaan 'untuk apa' dari mulut Uchiha Bungsu itu.
Langsung menerima ajakan sang gadis.
'Apa maksudmu, Teme? Kau—'
Tidak ingin lebih lama berada didalam kelas karena tiba-tiba saja—hawa terasa sangat panas. Naruto langsung menenteng tasnya dan melangkah meninggalkan Sasuke dan Sakura.
Marah, kecewa, takut—bercampur menjadi satu.
'Kenapa? KENAPA?!'
BUK
Pemuda itu langsung meninju dinding ketika sudah berada diluar kelas.
Tidak memperdulikan sakitnya pada kepalan tangan ketika meninju dinding cukup keras dan…menyakitkan.
Rasanya ingin sekali marah, namun kepada siapa?
Tanpa sepengetahuan Naruto, seseorang dari balik dinding telah mengawasinya.
"Naruto-kun…"
~TBC~
Akhirnya selesai juga chap 2! ^o^
Gimana? Kurang panjang? Gaje? Atau lainnya?
Sekedar Info :
Adegan NaruHina, NaruSaku, SasuSaku dan SasuHina memang selalu ada di cerita ini.
Ingat, belum tentu selalu ada adegan NaruHina/NaruSaku/SasuSaku/SasuHina akan menjadi pasangan pada akhir cerita nantinya.
Daripada ada penyesalan di akhir :
Bagi pecinta NaruHina yang tidak menyukai NaruSaku, pecinta SasuSaku yang juga tidak menyukai SasuHina, pecinta NaruSaku tidak menyukai NaruHina & pecinta SasuSaku tidak menyukai SasuHina. Harap klik 'Back'.
Tapi disini, kita semua adalah Saudara oke? ^.~/
Hum, bagi yang penasaran dengan cerita hingga habis…
Silakan DIBACA tidak masalah! XD
.
.
Nata tunggu Review dari para Readers! :D
