Cerita ini kayaknya bakal jadi berchapter

tapi bisa dibaca satu-satu tampa harus ngikutin dari pertama

intinya cerita lepas

'

'

STOP IT

Lumin/Xiuhan Sligh Yadong/Dongya

'

'

'

"Xiumin-ssi bisa peluk pinggang Dongwoo-ssi dari belakang. "

'

"Dongwoo-ssi Xiumin-ssi bisa lebih mendekat lagi."

'

"Coba kalian berekspresi seperti kencan sambil bergandengan tangan."

'

Kepala Luhan sudah mulai mengeluarkan asap, sebaiknya aku mengambilkannya beberapa bongkah es agar kepala Luhan segera dingin atau kalian bisa menelfon pemadam kebakaran atau pihak kepolisian karena Luhan sepertinya siap membunuh namja yang benama Dongwoo itu.

'

Kepala berasap, muka merah, tangannya terkepal, matanya menatap tajam seperti singa yang ingin menerkam mangsa melihat pada 2 orang yang sedang melakukan sesi pemotretan tepat dihadapannya.

Karena aku sedang berbaik hati jadi aku mau menceritakan bagaimana Luhan bisa berakhir dibelakang para kru pemotretan dengan Xiumin sebagai modelnya.

'

'

'

Tadi sekitar jam 2 siang Minseok atau Xiumin mengatakan pada Luhan bahwa dia memiliki pemotretan untuk rancangan terbarunya untuk musim panas dan sebagai desainer yang bertanggung jawab tentu saja Minseok harus mengawasi pemotretan karena ini menyangkut dengan nama besarnya. Dan tentu saja disetujui oleh Luhan.

"Luhanie nanti jam 4 aku harus mengawasi pemotretan untuk edisi musim panas,,,"

"Lalu..."

"Aku mungkin akan terlambat pulang, , ," Xiumin menunggu reaksi Luhan.

"Kalau begitu aku akan menyusulmu dilokasi."

"baiklah."

Dan yang dibayangkan Luhan adalah melihat jalannya pemotretan dengan memeluk Minseok didepannya, itu pasti sangat menyenangkan.

'

'

'

Tapi ternyata bayangan indah impian Luhan berubah menjadi bencana saat wanita yang menjadi model mengalami kecelakaan dan kru pemotretan tak memiliki model pengganti, jadilah semua kru merengek pada Minseok untuk menggantikan sang model yeoja dengan alasan mereka tidak ingin mengulang pemotretan karena mereka juga ingin mendapatkan waktu luang, yahhh dengan berat hati Minseok aka disainer Xiumin menyetujuinya yang pastinya tampa persetujuan Luhan.

Dan disinilah Luhan berakhir berdiri dibelakang beberapa kru dan menyaksikan babyxiunya bermesraan dengan orang lain, dan jangan lupakan pakaian yeoja yang sedikit kebesaran menampakan bahu mulus Minseok, celana pendek yang memamerkan paha putih Minseok dan dan rambut palsu yang diikat secara acah oleh... pokoknya Luhan ingin mencekik orang yang sudah membuat babynya terlihat sangat manis, cute sekaligus seksi dan itu berhasil membuat kepala Luhan berasap...

'

'

'

Penderitaan Luhan akhirnya selesai setelah 2 jam milihat Minseok berpose acak dengan seorang namja. Tapi tunggu dulu,

'

'

"Seokie tak menyangka bisa bertemu seperti ini.." Luhan menajamkan pendengarannya saat namja bernama Dongwoo tadi memulai pembicaraan dengan Xiumin, sebagai langkah antisipasi Luhan segera mendekat pada Xiumin dan memeluknya dari belakang yang membuat yang dipeluk sedikit memekik karena terkejut.

Luhan berusaha memberikan tatapan paling mematikannya pada Dongwoo, sedang yang ditatap senyum-senyum tak jelas, #menurut Luhan.

'

"Luhan kenalkan ini Dongwoo, dia salah satu temanku di high school dulu," Minseok mencoba mencairkan atau sepertinya lebih tepat memadamkan asap dikepala Luhan.

"Heyy aku Jang Dongwoo," Dongwoo mengulurkan tangan

"Aku Luhan dan aku SUAMI MINSEOK," Luhan menjawab dengan nada sinis dan penekanan pada kata-kata terakhirnya, jangan lupakan jabatan tangan kasar Luhan pada Dongwoo seperti peringatan 'aku suaminya dan jangan pernah mendekatinya kalau kau masih sayang pada nyawamu'.

'

'

"Kalian bercakaplah dulu aku ingin mengganti pakaian," setelah itu Xiumin berlalu meninggalkan Luhan dan Dongwoo berdua.

'

'

'

'

'

Minseok sudah kembali dengan baju yang biasa, dia menghampiri Dongwoo dan Luhan yang sepertinya masih bertahan dengan posisi seperti saat Minseok meninggalkan dua orang itu tadi.

"Yakk… apa saja yang kalian bicarakan," Minseok menggoyangkan tangan kanan Luhan

"hehehe... hanya perbincangan ringan antar pria, Seokie," Dongwoo menjawab dengan cengiran khasnya yang dihadiahi tatapan mata laser oleh Luhan.

"kenapa kau dan Hoya tak datang di acara pernikahanku."

"Bukannya kami tak ingin datang, tapi waktu itu kami sudah ada jadwal untuk pemotretan di Jepang, dan kau kenapa memberikan undangan seminggu sebelum acara,"Dongwoo menjawab dengan nada sangat kesal.

"Jangan salahkan aku, omma yang mengaturnya, bagaimana sebagai permintaan maaf karena tidak memberi tahu kalian lebih cepat kita makan malam besok dirumahku, dan jangan lupa ajak Hoya oke." Ohhh.. Minseok sepertinya sudah mengambil keputusan, dan lihat wajah berlipat Luhan yang tidak setuju yang dihiraukan Minseok.

"Wahh…. itu penawaran yang sangat menarik Minseok, dan ku harap aku mendapatkan sesuatu yang menyenangkan besok," Dongwoo menyeringai yang dibalas acungan jempol oleh Minseok.

Dan Luhan sebagai pendengar setia benar-benar merasa diabaikan oleh nyonya Xi Minseok yang sibuk bercakap dengan teman lamanya.

'

'

'

'

Selama perjalanan pulang menuju aparment mereka Luhan mencoba mencari informasi tentang Dongwoo dan satu lagi tadi bernama Hoya, tapi apa yang didapatkan Luhan,

"lihat saja besok jangan terlalu banyak bertanya karena itu hanya akan membuatmu pusing Lulu."

Saat minseok menjawab seperti itu Luhan seperti mendapat firasat buruk terutama dengan satu nama HOYA, Luhan takut kata-kata Dongwoo benar-benar terjadi.

'

'

'

Flashback on

Saat Minseok meninggalkan Luhan dan Dongwoo, Luhan langsung mencoba mengintrogasi Dongwoo tentang hubungannya dengan Minseok.

"Jadi kalian teman saat di high school ?" Luhan menatap tajam Dongwoo.

"Yah begitulah, bahkan aku sempat 2 kali sekelas dengannya, dan kami cukup dekat," Dongwoo masih dan sepertinya akan tetap menjawab dengan ramah petanyaan-pertanyaan Luhan.

"Dia itu istriku jadi berhenti tersenyum seperti orang bodoh didepan istriku," Dongwoo sedikit terkikik mendengar kata-kata Luhan 'ya ampun benar apa yang dikatakan Minseok suaminya sangat possessive.'

'

'

"Tenang saja Luhan-ssi, aku dan Minseok hanya berteman, dia sudah punya suami dan lagipula kalau aku memang mengincarnya aku sudah mendekatinya saat high school," Dongwoo mencoba mencairkan suasana dan sepertinya itu sedikit manjur karena Luhan tidak lagi memandangnya dengan pandangan siap perang.

'

'

"Bukan aku yang harusnya kau takutkan tapi sesorang yang nantinya akan muncul Luhan-ssi, aku sudah pernah merasakannya dan kuharap kau tak terkejut saat itu datang Luhan-ssi," Luhan sebenarnya ingin bertanya lebih jauh tentang maksud Dongwoo, tapi entah kenapa rasanya tak ada yang bisa keluar dari mulutnya, semua pikirannya tertuju pada kata-kata terakhir Dongwoo.

Dan Luhan maupun Dongwoo memilih diam sampai Minseok kembali.

Flashback off

'

'

'

'

Dinner

Sejak jam 4 sore Minseok sudah mulai mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk acara makan malam mereka.

Setelah berkutat dengan dapur sekitar dua setengah jam Minseok akhirnya menyelesaikan semua masakannya, dan menatanya dengan rapi dimeja makan. Waktu yang tersisa Minseok gunakan untuk sedikit memperbaiki penampilannya setelah berperang dengan peralatan dapur.

'

'

'

Jam 7

Bel apartment keluarga Xi berbunyi pertanda bahwa tamu yang tuan dan nyonya Xi tunggu sudah datang.

Luhan dan Minseok berjalan menuju pintu untuk menyambut tamu mereka, Luhan dan Minseok sudah berdiri di depan pintu siap untuk membukanya dengan senyum manis sedang Luhan dengan wajah masam karena sejak tadi babyxiunya tak mengabaikannya dan firasatnya semakin bertambah buruk.

'

'

"Wahhh Dongwoo silahkan masuk," Minseok mempersilahkan tamunya untuk masuk tapi...

'

"Kau pasti menanyakan dimana Hoya, betulkan ?" Minseok mengangguk menjawab pertanyaan Dongwoo.

"Dia kembali ke mobil karena handphonenya tertinggal," Minseok kembali mengangguk.

'

'

"Bagaimana kalau kita langsung duduk saja di meja makan sambil menunggu Hoya," Minseok memberi saran dan disetujui oleh Luhan maupun Dongwoo.

'

'

'

Luhan duduk disebelah Minseok sedang Dongwoo duduk dihadapan Minseok dengan bangku kosong disampingnya. Sekitar 5 menit mereka bertiga berbincang, atau lebih tepatnya Dongwoo dan Minseok berbincang dan Luhan yang menjadi kacang, bell kembali berbunyi pertanda satu orang tamu yang mereka tunggu sudah datang.

Minseok bangkit tapi gerakannya ditahan oleh Luhan.

"Biar aku yang membukakan pintu," Minseok mengangguk dengan senyum manis dibibirnya sebagai pengganti kata terimakasih.

'

'

'

Luhan berusaha berjalan sepelan mungkin menuju pintu depan, entah kenapa Luhan menjadi takut untuk membuka pintu, tamunya tidak mungkin wolf, drakula, vampir, apalagi pocong tapi sungguh Luhan saat ini benar-benar tidak merasa baik.

'

'

Setelah membuka pintu Luhan menemukan seorang pemuda berwajah tampan dengan rambut coklat gelap memakai kemeja biru, jaket leopard, celana hitam, (bayangin pakaian Hoya oppa di This Is Infinite ep 1) Luhan memandang pemuda yang berada didepannya dengan sangat teliti, seperti mesin pemindai yang tidak ingin melewatkan diteil sekecil apapun.

"Apa benar ini kamar Minseok hyung ?" pemuda yang baru saja dipindai Luhan bersuara yang hanya dijawab anggukan lemah oleh Luhan.

Setelah melihat Luhan menggangguk Hoya segera masuk kedalam sebelum dipersilahkan Luhan membuat Luhan sedikit terhuyung kebelakang, sebelum melewati Luhan Hoya berbisik,

"Semoga malam ini menjadi malam yang menyenangkan," dengan seringaian Hoya meninggalkan Luhan yang masih mencoba mencerna kata-kata yang baru didengarnya didepan pintu dengan mulut yang masih menganga.

'

'

'

Luhan tersadar dari lamunannya saat suara melengking Minseok memanggilnya untuk segera kembali ke meja makan. Luhan hanya berjalan gontai menuju meja makan dan pandangan pertama yang dilihatnya adalah Hoya yang sedang bermanja pada Xiumin yang berada disebelahnya. Kursi terakhir yang tersisa adalah disebelah Dongwoo, dengan sangat terpaksa Luhan duduk disana.

Sebenarnya Luhan ingin sekali menarik namja bernama Hoya itu menjauh dari Minseoknya dan melemparkannya dari beranda apartment tapi Luhan sudah terlanjur berjanji pada Minseok bahwa dia akan memperlakukan tamu mereka dengan baik, dan Luhan harus mencari alasan untuk menjauhkan Hoya dari Minseok. Kalian ingin membantu Luhan ?

'

'

Keempat orang yang berada di meja makan makan keluarga kecil Xi itu sedang menikmati makan malam mereka dengan diam, mereka mencoba menikmati makan malam yang sudah disiapkan oleh nyonya rumah Xi Minseok. Setelah mereka menyelesaikan acara makan malam, empat orang itu memilih duduk di ruang tamu untuk berbincang.

'

'

'

Luhan dan Dongwoo duduk terlebih dahulu diruang tamu sedang Hoya dan Minseok memilih membereskan meja makan. Luhan sebenarnya sangat tidak rela membiarkan Minseok berdua dengan Hoya, tapi Minseok berkata ia ingin berbicara berdua dengan Hoya, Luhan hanya bisa menganggukan kepala dan berjalan gontai menuju ruang tamu dan disana Dongwoo sudah duduk dengan manis.

'

'

"Ya ampun wajahmu suram sekali Luhan ?" Dongwoo bertanya saat Luhan baru saja menyentuhkan pantatnya pada kursi.

"Diamlah... siapa sebenarnya namja bernama Hoya itu, kenapa dia selalu bermanja-manja pada MINSEOKKU."

"Jangan tanya padaku, kau tanyakan saja sendiri pada mereka," Dongwoo membalas dengan senyum dan dimata Luhan itu adalah senyum mengejek.

"Apa mereka sudah dekat saat high school ?" Luhan kembali mencoba mengintrogasi Dongwoo lagi.

"Entahlah, , , tapi saat pesta perpisahan kelulusan Minseok dari senior high school Hoya memberikan Minseok karangan bunga serta ciuman dipipi dan banyak gosip yang mengatakan bahwa mereka sudah pacaran saat Minseok kelas dua junior high school," Luhan hampir saja kehilangan nyawanya saat mendengar cerita Dongwoo.

"Kenapa kau tak mengatakannya padaku saat itu," Luhan menuding Dongwoo.

"Aku sudah memperingatkanmu Luhan, kau saja kurang persiapan dan membiarkan Hoya mendekati istrimu," Dongwoo menyeringai.

"Sebaiknya kau tutup mulutmu itu, sebelum aku membuatmu tak bisa membuka bibirmu lagi," Luhan mengerang mencoba menenangkan dirinya sendiri.

"Kau tau Luhan aku pernah mengalami hal yang sama dengan apa yang kau alami saat ini, dan aku menyesal karena menyambut orang itu dengan senyum ramah tapi setelah itu dia merebut perhatian kekasihku begitu saja dan membuatku hampir kehilangannya."

Luhan mengalihkan perhatiannya pada Dongwoo, mencoba memperhatikan setiap kata yang diucapkan Dongwoo dan senyum pahit Dongwoo membuktikan kalau apa yang diceritakan memang benar.

'

'

Setelah Dongwoo menyelesaikan cerita singkatnya Xiumin dan Hoya memasuki ruang tamu dengan Hoya yang memeluk Minseok dari belakang dan mereka berjalan dengan posisi itu dengan ceria.

Minseok dan Hoya duduk di kursi panjang yang tepat berada di depan Dongwoo dan Luhan, Luhan menyesal karena mimilih duduk disebelah Dongwoo. Kenapa dia tadi tak duduk dikursi yang diduduki Minseok dan Hoya agar Luhan tidak melihat adegan yang membuat jantungnya terbakar. Luhan ingat kata-kata Dongwoo dan perasaan takut itu semakin menguasai Luhan.

Minseok baru bertemu hari ini dengan Hoya tapi mereka sudah saling mengenal semenjak junior high school atau bahkan lebih awal dari itu dan bagaimana mereka berinteraksi membuat Luhan menyimpulkan bahwa Hoya dan Minseok pasti sangat dekat. Sedang dia dan Minseok walau mereka sudah menikah tapi mereka baru berinteraksi kurang lebih 5 bulan saja dan Luhan merasa kalah jauh.

Minseok duduk tepat didepan Luhan dan Hoya yang menjadikan paha Minseok sebagai bantal. Luhan sudah mengepalkan tangannya, wajahnya sudah memerah tapi Luhan seperti tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka menikah karena perjodohan mungkin saja Minseok sebenarnya sudah memiliki seseorang dan Luhan memilih mengalah untuk sesaat.

'

'

"Hyungie... masakanmu enak, perutku sangat merindukan masakanmu hyung," Hoya bersuara dengan nada manja, bagaimana kekasih memuji masakan kekasihnya. Luhan yang berada didepan Hoya dan Minseok sekarang sudah sampai dipuncak emosinya dan siap meledak dengan sedikit pemicu.

'

"Benarkah.. kau saja yang terlalu sibuk dan sering melupakanku," Minseok menjawab dengan nada tak terima, seperti kekasih yang menuntut perhatian kekasihnya. Dan Luhan..

"Seharusnya kau menikah denganku.. bukan dengan..., " Hoya menggantung kata-katanya dan melirik Luhan.

'

'

'

'

'

'

"STOP IT..." Luhan akhirnya tidak bisa menahan amarahnya lagi terlebih mendengar kata-kata terahir Hoya barusan membuat 3 orang diruangan itu diam.

Luhan menarik Minseok berdiri dan mengenggam tangan Minseok kuat.

"Dengar bocah... Minseok itu sudah mengganti marganya menjadi XI jadi berarti dia adalah istriku,." Luhan menggantung kata-katanya untuk sejenak mengambil nafas dan sedikit meredakan emosinya.

"... jangan pernah memperlakukan istriku seperti kekasihmu bocah," Luhan akhirnya menyelesaikan kata-katanya.

'

'

'

'

'

'

'

Setelah kata-kata luhan ruang tamu mendadak sunyi dan setelah itu

"Ahh hyunggg... kau keren... Dongwoo hyung kau harus belajar dari Luhan hyung," Hoya memekik girang dan mengacungkan dua jempolnya pada Luhan, sedang Luhan orang dipuji hanya bisa menganga mendapatkan respon yang diberikan Hoya pada kata-katanya. 'apa yang salah disini' Luhan membatin.

'

"Dengan begini MISSION COMPLETE..." kali Dongwoo yang bersuara sambil memberikan senyum lega.

Dan luhan makin menganga tidak mengerti, apa yang dilewatkannya ?

'

'

Hoya beranjak kedepan Dongwoo dan langsung didekap Dongwoo dari belakang.

"Tak kusangka Luhan hyung bisa bertahan hampir dua jam, dan mengatakan kepemilikannya dengan lantang," Dongwoo hanya mengangguk dibahu Hoya untuk membenarkan kata-kata Hoya.

Luhan yang melihat Dongwoo memeluk Hoya dengan mesra merasa janggal, pasalnya saat dua orang ini sampai di apartmentnya mereka seperti tidak mengenal dekat. Dan sekarang dua orang itu seperti sepasang kekasih yang sangat mesra. Luhan tersadar dari lamunannya saat Minseok menyeretnya untuk kembali duduk tapi, dengan posisi yang berdeda dali posisi semula. Hoya yang duduk disamping Dongwoo dan Minseok yang tidur dengan berbantal paha Luhan.

"Hannie pasti bingung.., baiklah aku akan bercerita..," Minseok menggenggam tangan kanan Lluhan.

'

'

Dan Minseok menceritakan semuanya pada Luhan, sedang Luhan hanya bisa mendengarkan cerita Minseok dengan sesekali mengalihkan perhatiannya pada Hoya dan Dongwoo didepannya yang juga ikut bercerita . Apartment Luhan yang awalnya yang beraura kelam langsung menjadi hangat saat Minseok selesai dengan ceritanya. Dan makan malam dua pasangan ini berakhir dengan mereka yang tidur didepan televisi sambil mendekap pasangan masing-masing, mencoba melindungi orang yang mereka cintai dari jahatnya angin malam.

'

"Kau lebih sedikit lebih beruntung dariku Luhan," Dongwoo memulai percakapan dengan tetap memeluk Hoya.

"Apa ?" Luhan menanggapi.

"Kau mendapatkan setting dirumah jadi kau bisa berekasi sesuka hatimu, dan setidaknya aku sudah memperingatkanmu, sedang aku, aku mendapat setting caffe dan yang lebih menyebalkan tampa peringatan, Hoya hanya mengatakan kalau dia ingin mengenalkanku pada temannya tapi saat temannya datang mereka langsung berpelukan, makan sambil menyuapi satu sama lain dan aku hanya dijadikan penonton," Dongwoo menyudahi ceritanya.

"Wah… ternyata nasibku hanya sedikit lebih beruntung, intinya kita sama-sama dikerjai oleh mereka kita tampa bisa memberikan pembalasan."

"Tunggu... kata siapa kita tak bisa mambalas mereka, jadikan saja mereka tahanan kamar selama seminggu," Luhan menyeringai mendengar ide brilian dari Dongwoo.

"Itu ide yang bagus, bagaimana kalau minggu depan kita ke pulau Jeju berempat, doubledate man.., atau bisa disebut honeymoon kedua," Dongwoo hanya bisa menbalasnya dengan seringaian.

Dan Luhan dan Dongwoo hanya tidak tau kalau orang terkasih yang berada dalam dekapan mereka masih bangun, dan ku pastikan rencana dua pervert ini gagal total.

'

'

'

END


'

'

'

Kenapa ?

'

'

'

'

Flashback on

"Sebenarnya Hoya itu sepupuku...," Minseok memulai ceritanya.

"Hwoo... dan aku cemburu pada sepupumu, " reaksi Luhan membuat Minseok, Hoya dan Dongwoo tertawa.

"Aku dan Hoya membuat suatu kesepakatan yang intinya kami ingin mengetahui keseriusan dan kepercayaan kalian pada kami," Minseok melanjutkan ceritanya, Luhan hanya mengangguk.

"Jadi hubungan kalian ?" Luhan menunjuk Hoya dan Dongwoo.

"Kami.. Dia ini istriku dari satu tahun yang lalu," Dongwoo menjawab sambil membelai lembut rambut Hoya.

"Tunggu Dongwoo, cerita yang kau katakan padaku tentang mereka yang digosipkan pacaran ?" Luhan mendelik.

"Heehee.. itu hanya ceritaku sendiri, aku juga ingin sedikit berpartisipasi," Dongwoo tersenyum leber lebih tepatnya tersenyum senang karena bisa melihat seseorang yang memiliki nasib yang sama dengannya.

'

'

"Tapi tunggu dulu yang ku tau sepupumu bernama Lee Howon bukan Hoya," Luhan menghentikan belaian tangannya pada kepala Minseok dipahanya.

"Itu panggilan sayangku untuknya,"Minseok menjawab dengan santai.

"WHOOOO KAU MEMBERIKAN PANGGILAN SAYANG PADA ORANG LAIN BABY"

"Reaksi Dongwoo hyung dan Luhan hyung sama," Hoya dan Minseok sudah mulai tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut mereka, bagaimana Dongwoo dan Luhan meberikan reaksi dengan kata-kata yang persis sama disaat yang berdeda dengan kasus yang sama yaitu panggilan sayang.

Sedang para istri mereka tertawa Luhan sudah mengirimkan sinyal lewat tatapan mata untuk menghentikan tawa istri mereka kepada Dongwoo yang sudah berhasil menjahili mereka walaupun pada waktu dan setting yang berbeda.

'

Setelah itu hanya ada suara tawa yang memenuhi apartmet keluarga kecil Xi karena Luhan dan Dongwoo sedang menggelitiki istri mereka untuk menghentikan suara tawa mengejek istri tercinta mereka itu. Dan karena kelelahan MInseok dan Hoya hanya bisa berbaring di karpet sedang Dongwoo dan Luhan sudah menyeringai melihat istri mereka yang kelelahan.

'

'

"Bagaimana baby,, siap untuk hukuman selanjutnya," Luhan dan Dongwoo sudah berdiri didepan Minseok dan Hoya yang sudah duduk dikarpet dengan tenang setelah merasa lebih baik setelah acara tertawa lepas mereka.

Minseok dan Hoya melemparkan pandangan pada Luhan dan Dongwoo yang berada di depan mereka, menyeringai lalu mereka hanya mengangguk.

'

'

'

'

'

'

'

"Auu... baby ini sakit..." Luhan memohon.

"Ya... hentikan Hobaby... " dan Dongwoo mengiba .

Sedang Minseok dan hoya hanya bisa tersenyum, UKE ON THE TOP NOW.

'

'

'

'

'

Kalian tau apa yang terjadi Minseok dan Hoya sudah duduk di punggung suami mereka dengan satu tangan suami mereka yang mereka piting.

'

'


'

'

'

Hee... buat yang gak suka liat hoya jadi uke Fee minta maaf,
semenjak nonton repley 1997 Fee gak bisa lagi bayangin si Hoya jadi seme.

Ini hanya pendapat Fee yaa...

Hoya sama Minseok itu punya sedikit kemiripan bukan soal muka

Mereka sama-sama punya karisma saat sedang bernyanyi menari dan diam

Tapi tingkah imut Xiumin saat bersama Luhan dan panggilan cordie noona Infinite yang memanggil Hoya 'Hobaby' membuat Fee ngambil kesimpulan, karisma mereka akan luntur saat mereka bersama dengan orang-orang terdekat mereka. Mereka juga sama-sama bisa bela diri sama-sama baik di dance, vokal dan rap.

Jadi Fee ingin mereka menjadi saudara sepupu yang akrab dengan hobi yang sama yaitu ngerjain seme mereka...

Oke segitu aja deh cuap gak penting dari Fee

Review oce...