"Maaf Kushina, Minato—tetapi anak kalian tidak akan bisa bertahan lama, tubuhnya terlalu lemah…"

"Te—tetapi," Kushina menatap tidak percaya pada Biwako saat mendengar kalau anak laki-lakinya—anak pertamanya akan meninggal bahkan saat usianya belum mencapai 1 hari. Minato sendiri tampak hanya mengeratkan giginya dan tidak mengatakan apapun selama beberapa saat serta mencoba untuk menenangkan istrinya, "M—Minato…"

"Kau lemah manusia," Kushina sedikit tersentak saat mendengar suara yang berasal dari tubuhnya itu. Ia tahu pasti suara apa dan siapa itu. Dan saat ia sadar, ia sudah berada dibawah alam bawah sadarnya, berhadapan dengan sebuah penjara besar yang ada disana, "kau ingin anakmu hidup? Bagaimana kalau kuberitahu satu cara yang bisa kau lakukan…"

"Apa maksudmu…"

"Kunci sebagian chakraku di dalam tubuh anak laki-lakimu Uzumaki Kushina, dan ia akan hidup selama aku hidup…"

.

Hidden Tears

Rated : T

Genre : Family/Angst

Pairing : NaruxFem!Sasu | Fem!NaruxUndecided

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning : Cool!Naru, Strong!Naru, OOC!Naru, SemiDark!Naru, Alive!Minato

.

Note :

Usia Naruto lebih tua dari Rookie 12 sebanyak 2 tahun

Cerita ini, Sasuke punya kembaran cewe Fem!Sasu namanya Satsuki

Fem!Naru atau Naruko yang seumur sama Rookie 12.

.

Summary :

Naruto adalah anak dari Uzumaki Kushina dan Namikaze Minato. Tidak ada yang aneh dengan kelahirannya, tidak ada sama sekali penyerangan Kyuubi yang terjadi. Namun, dua tahu kemudian saat ayahnya sedang tidak ada dan adiknya akan lahir, seorang pria bertopeng menculik ibunya, dan mengeluarkan Kyuubi dari dalam tubuhnya. Naruto kecil harus melihat ibunya dan 'kakek'nya tewas di depan matanya sementara Kyuubi dikunci di dalam tubuh adiknya.

.

Dengan Hakke Fuin yang dibuat oleh ayahnya saat Naruto lahir—karena saat itu ia mendapatkan sebagian chakra Kyuubi dalam tubuhnya agar ia tetap bisa hidup, tidak ada seseorangpun yang tidak percaya kalau seorang Namikaze Narutolah yang malam itu menjadi Jinchuuriki Kyuubi.

Lagipula, pemberian chakra Kyuubi pada Naruto 2 tahun yang lalu tidak pernah diketahui oleh warga desa selain Minato, Jiraiya, dan juga Sandaime yang saat itu membantu persalinan Kushina.

Namun dampak yang didapatkan oleh Naruto cukup besar—kabar tidak benar yang tersiar kalau sebenarnya sejak dulu Naruto adalah Kyuubi yang pada akhirnya membunuh Sandaime-sama malam itu tersiar. Terlebih karena saat itu, dimana Kyuubi ada di tempat dimana Naruto berada, semuanya tewas kecuali Naruto dan juga Naruko.

Dan tentu saja karena saat itu Minato datang dan menyelamatkan Naruko yang membuat bayi itu selamat.

Tentu karena cerita-cerita seperti itu, penduduk desa sangat membenci Naruto. Orang tua yang pada awalnya tersenyum pada Naruto tampak membencinya, dan tidak jarang beberapa orang melemparinya ataupun menghajarnya.

Naruto sendiri semenjak kejadian itu sifatnya berubah sangat drastis. Senyuman yang selalu ditunjukkan dan juga sifat cerianya seolah tidak pernah ada di wajahnya. Dan jangankan berbicara pada ayahnya, bahkan menyapapun sangat jarang ia lakukan.

Ia menjadi seseorang yang tertutup, dan tampak pendiam—seolah sama sekali tidak memiliki emosi. Ia juga lebih sering menghabiskan waktu untuk berlatih dan terus berlatih seolah tidak ada yang bisa ia lakukan selain itu.

Ia tidak pernah menangis bahkan saat pemakaman Kushina. Di dalam dirinya, seolah tidak ada apapun yang mengisi—hanya kosong dan juga hampa.


2 Bulan Kemudian


"Tadaima…"

Naruto yang entah kemana hari itu tampak kembali ke rumahnya. Entah karena shock atau apa, beberapa minggu setelah kematian Kushina ia seolah tidak pernah berbicara cadel lagi dan tampak berbicara seolah ia adalah orang dewasa yang berbicara lancar. Dan sekarang, sudah 2 bulan lamanya semenjak peristiwa itu.

Suara tangis bayi sepertinya membuatnya teralihkan pandangannya dan menemukan sosok seorang ANBU dengan topeng anjing disana sedang meniduri adik perempuannya yang tampak tidak berhenti menangis. Sang ANBU menoleh saat mendengar dan merasakan keberadaan Naruto.

"Kakashi-nii, otou-san belum kembali?"

"Ia sedikit sibuk dengan pekerjaannya," sungguh—bahkan Kakashi yang mengenal Naruto sejak kecil seolah melihat seseorang yang berbeda saat ini. Ia terus bertanya pada dirinya, kemana Naruto yang dikenalnya sejak kecil, namun pada akhirnya tidak pernah ia bisa menemukan jawaban itu dari raut wajah datar yang diberikan Naruto.

"Biar aku yang menjaga Naruko…"

Itu adalah permintaannya yang pertama mengenai Naruko. Naruto selalu menatap Naruko dengan tatapan dingin dan tidak pernah sekalipun ia ingin menyentuh adiknya satu-satunya itu seolah ia menyalahkan bayi tidak bersalah itu atas apa yang terjadi pada ibunya.

"Tidak apa-apa?"

Naruto mengangguk dan tampak berjalan kearah Kakashi sambil menatap Naruko. Ia tidak mengatakan apapun, bahkan mencoba untuk menenangkannya untuk berapa saat. Sang anak laki-laki menatap Kakashi yang hanya diam mematung saja di sampingnya.

"Tidak apa-apa Kakashi-nii, masih ada Yamato-san dan juga ANBU lainnya bukan," Kakashi hanya tersentak. Naruto berbicara seolah ia tahu kalau ada ANBU lainnya yang seharusnya tidak diketahui oleh mereka, "otou-san yang harusnya kau jaga…"

"Kalau ada apa-apa, kau bisa mengatakannya pada Tenzou…"

"Ya," Naruto tampak tersenyum samar dan kembali menatap adiknya yang masih menangis. Kakashi bergerak sebelum menghampiri Tenzou yang ada di dekat sana.

"Awasi mereka berdua…"


Naruto bukan tidak berusaha untuk menenangkan Naruko—namun ia tidak mengerti bagaimana caranya. Ia panik namun entah bagaimana ia tidak bisa menunjukkannya begitu saja pada orang lain. Saat ini sudah 30 menit lamanya setelah Kakashi meninggalkannya bersama Naruko, dan ternyata Naruko sama sekali tidak ada tanda-tanda akan berhenti menangis.

"Sshh…" Naruto tampak menggoyangkan tubuh adiknya itu.

"Satu-satunya yang aku sesali adalah, aku tidak bisa melihat Naruto dan Naruko tumbuh besar…"

Satu hal yang membuatnya tidak ingin melihat adiknya adalah, semua memori malam itu yang kembali berputar saat melihat adiknya. Rasa takut dan juga sedih—

"Kyuubi tersegel di tubuh Naruko…"

—dan rasa benci dan marah. Pada desa yang tidak bisa berbuat apapun dan hanya menyalahkannya, pada para shinobi lemah yang tidak bisa melindungi ibu dan kakeknya, pada ayahnya yang tidak datang untuk melindungi ibunya, dan—

"GAKI!"

Suara itu, yang muncul entah darimana membuatnya terlepas dari lamunannya dan tangannya seolah tidak memiliki tenaga untuk menggendong adiknya, yang segera terlepas dari pegangannya. Namun, sebelum terhempas ke lantai yang keras, dengan segera Yamato yang melakukan shunshin menangkapnya begitu saja.

"Hati-hatilah Naruto-san, Naruko-san akan terluka kalau kau menjatuhkan—" bahkan Yamato sendiri tampak sedikit tersentak saat melihat mata Naruto yang berubah menjadi merah darah dan membulat dengan tatapan kosong.

Dan Naruto sadar, satu hal utama yang membuatnya tidak bisa bertemu dengan adiknya adalah—karena ia membenci sesuatu yang ada di dalam tubuh adiknya. Yang sudah membunuh Kushina dan juga Sarutobi.


"Naruto yang menjaga Naruko?"

Minato yang lembur di tempatnya bekerja—kantor Hokage tampak menatap Kakashi yang baru saja datang setelah berada di rumahnya untuk menjaga Naruko. Minato menugaskan Kakashi dan juga Yamato yang menjadi pengawal dari Naruto dan juga Naruko—karena mereka berdua yang bisa ia percayai.

"Sepertinya Naruto sudah bisa membuka hatinya perlahan pada Naruko…"

Minato tampak tersenyum dan menghela nafas lega. Melihat sifat Naruto yang berubah drastis selama beberapa bulan ini membuatnya tidak habis fikir, dan terus berfikir kalau Naruto membenci Naruko karena Kyuubi yang membunuh Kushina ada di dalam tubuh Naruko.

"Kuharap Naruto kembali seperti dulu…"

Namun, saat ia akan mengerjakan pekerjaannya lagi, tiba-tiba saja Tenzou tampak muncul—dan yang mengagetkan adalah ia menggendong Naruko dengan sangat erat seolah melindunginya dari sesuatu.

"Yamato, ada apa? Kenapa kau membawa Naruko, dan dimana Naruto?"

"M—Maaf Hokage-sama," Kakashi mengenal Tenzou dengan baik, dan sangat jarang melihatnya yang menggunakan topeng ANBU sampai terlihat gugup dan ketakutan seperti itu, "aku harus melindungi Naruko-san…"

"Melindungi, dari apa?"

Tenzou benar-benar tidak habis fikir dengan apa yang dilihat olehnya tadi. Tatapan itu, sama sekali bukan tatapan dari anak berusia 3 tahun—bukan tatapan dari seorang kakak yang menyayangi adiknya.

Tatapan itu adalah tatapan seseorang yang bersiap untuk membunuh apapun yang ada di depannya.

"Dari—Naruto-san…"


Minato benar-benar tidak habis fikir dengan apa yang dikatakan oleh Tenzou. Tidak mungkin kalau Naruto mencoba untuk membunuh Naruko adiknya sendiri. Sangat tidak mungkin dan tidak masuk akal menurutnya.

Dan kalau memang benar apa yang dikatakan oleh Tenzou, satu buah alasan yang bisa dia fikirkan adalah—Kyuubi yang mengendalikan Naruto saat itu.

"Naruto," Minato mengusap kepala Naruto yang tampak tertidur saat itu. Sebuah sentakan sebelum mata itu terbuka dan tampak menatap Minato dengan tatapan kosong yang seolah menusuk Minato langsung pada dadanya, "kau tidak apa-apa?"

Naruto mengangguk. Saat Minato akan menanyakan hal lainnya, ia sadar kalau tangan dan tubuh Naruto tampak memiliki banyak luka yang mengeluarkan darah. Minato tidak pernah melihatnya karena ia selalu pulang terlambat dan Naruto terus berusaha menutupinya. Namun itu adalah luka yang disebabkan oleh orang-orang desa.

Dan tanpa diketahui oleh Minato—Naruto selalu mendapatkannya setiap hari.

"Aku akan mengobatimu perlahan oke," Minato tersenyum dan akan mengeluarkan chakra medis dari dalam tubuhnya sebelum Naruto menepis tangan Minato, "Naruto?"

"Tidak apa-apa, aku bisa menahan ini…"

Kembali Minato hanya diam mendengar itu.

"Kudengar kau tidak sengaja akan menjatuhkan Naruko," Naruto terdiam namun gestur tubuhnya mengatakan kalau itu memang benar, "apa yang kau fikirkan?"

"Rasa benci," Minato menyerengit mendengar itu. Tentu apa yang dilihat oleh Naruto beberapa bulan yang lalu benar-benar menjadi penyebab Naruto sampai menjadi seperti ini, "pada desa, pada para shinobi… dan pada kalian…"

Minato merasakan kukunya yang menghujam pada telapak tangannya saat ia mengepalkan tangannya mendengar perkataan Naruto.

"Aku hanya ingin menjadi kuat—mengubah semua hal yang salah, dan melindungi apapun yang berharga untukku," Minato bahkan yakin kalau Itachi tidak akan berfikir seperti itu saat usianya sama dengan Naruto, "aku akan menjadi Hokage untuk mewujudkan hal itu—dengan cara apapun…"


2 Tahun kemudian


Di usianya yang ke empat tahun, Naruto sudah dimasukkan ke sekolah akademi atas keinginannya. Minato tidak bisa menolak, karena ia tahu kalau Naruto sangat menginginkannya. Dan memang kemampuannya yang sudah terlihat sejak kecil dan membuatnya menjadi seorang anak 'prodigy' dan juga otaknya yang cerdas sudah cukup untuk menjadikannya seorang murid akademi di usia yang sama mudanya dengan Hatake Kakashi dulu.

Selain Naruto, tentu saja tahun itu ada Uchiha Itachi yang baru menginjak usia 6 tahun, dan menjadi salah satu orang yang dekat dengan Naruto. Sifat mereka yang sama-sama dingin meskipun lebih dingin Naruto yang tampak terlihat selalu serius dan usia mereka yang berdekatan daripada yang lainnya sepertinya sudah cukup untuk membuat mereka menjadi seorang rival.

"Mau berlatih hari ini?" Naruto yang baru saja pulang dari sekolahnya bersama dengan Itachi tampak menatap pemuda Uchiha itu yang hanya mengangguk, "di tempat biasa—" Naruto tampak akan berbicara lebih jauh saat menyadari sesuatu dan segera berbalik.

Disana tampak seorang anak perempuan berambut kuning panjang yang tampak bersembunyi di belakang pohon saat melihat Naruto sepertinya menyadari keberadaannya.

"Adikmu?" Itachi tampak menoleh pada Naruto yang hanya menghela nafas dan tampak berjalan kearah Naruko.

"Bukankah sudah kukatakan untuk tidak mengikutiku?"

"L—Luko ingin belcama nii-can," Naruko selalu aneh melihat bagaimana kakaknya itu tidak pernah mau bermain dengannya. Walaupun kakaknya sangat dingin dengannya, namun Naruko selalu mengidolakan kakaknya yang menurutnya sangat keren dan mirip dengan ayahnya itu, "tou-chan dan Kaka-nii dan Yama-nii cedang tidak ada di lumah…"

Naruto menghela nafas dan menatap Naruko di depannya yang sedikit tersentak dengan tatapan kosong kakaknya itu.

"Ada ANBU yang lainnya bukan? Dan kukira otou-san tidak akan keberatan kalau kau berada di ruangannya," Itachi benar-benar tidak habis fikir kenapa Naruto bisa bersikap sangat dingin dengan adiknya. Mereka sedang tidak sibuk, dan kalaupun mereka akan berlatih—Itachi tidak akan menolak jika Sasuke dan Satsuki ingin ikut dengan mereka.

Dan ia tidak pernah keberatan saat kedua adik kembar Itachi itu ikut berlatih dengan mereka.

"Tetapi Luko ingin—"

"Tidak apa-apa bukan Naruto, lagipula adikmu bisa bermain dengan Sasuke dan juga Satsuki kalau kau takut ia akan mengganggumu," Naruto menoleh pada Itachi sebelum menghela nafas. Sasuke dan juga Satsuki yang merupakan adik kembar Itachi—ia tidak masalah kalau mereka berdua. Rasa bencinya pada Kyuubi membuat ia tidak bisa terlalu lama bersama dengan Naruko—ia sadar kalau itu membuatnya sama dengan para penduduk desa.

Namun ia tidak bisa menghilangkan kebencian itu begitu saja, dan selalu menghindar untuk keselamatan adiknya sendiri.

"Baiklah, tetapi jangan menggangguku…"


"Nii-san!"

Dua anak laki-laki dan perempuan tampak segera menghampiri Naruto dan juga Itachi saat mereka sampai di perumahan klan Uchiha. Tentu yang didekati adalah Itachi dan Naruto hanya menatap kedua kembar itu dengan tatapan datar seperti biasa.

"Ah, Dobe-nii-san juga ada disini rupanya," Sasuke, anak laki-laki yang berambut raven tampak menatap dengan tatapan kesal kearah Naruto yang tampak muncul empat persimpangan di atas kepalanya. Dan dengan segera ia menarik telinga Sasuke dengan kuat.

"Sudah kukatakan untuk tidak memanggilku dobe dasar bocah tengik," tidak perduli saat Sasuke mengaduh, Naruko yang berjalan sendiri tanpa memegang tangan kakaknya tampak terkejut. Naruto memang terlihat dingin dan juga pendiam, namun saat Sasuke mengatainya seperti itu, ia tahu kalau Naruto tampak cukup perhatian dengan Sasuke.

Dan tidak bisa dipungkiri ia merasa sangat iri dengan Sasuke…

"Lepaskan aku dobe-nii-san!"

"Sasuke, Naruto-nii…" Satsuki hanya menghela nafas—anak perempuan yang berambut panjang hitam seperti ibunya itu tampak hanya diam menatap kedua orang itu dan memegang tangan Itachi yang ada di sampingnya. Ia menyadari kalau ada seseorang yang terlupakan tadi.

"Hn…"

"Ah," Itachi yang menyadari apa yang ingin ditanyakan oleh Satsuki tampak menyuruh Naruko mendekat, namun Naruko tidak berjalan mendekati mereka sama sekali, "dia adalah Namikaze Naruko, adik dari Naruto. Ia seumuran dengan kalian berdua…"

"Namaku Namikaze Naluko, salam kenal—dattebane!" Naruko tampak menutup mulutnya, entah kenapa kata-kata 'dattebane' selalu saja keluar setiap ia terlalu bersemangat. Dan ia tahu bahkan ayahnya sendiri akan terlihat aneh kalau mendengar ia mengatakan hal itu.

"Kubilang lepaskan a—" Sasuke yang masih dijewer oleh Naruto tampak menoleh dan sedikit tersentak melihat tatapan dari Naruto. Saat pegangan itu terlepas, Sasuke tampak mencoba untuk tidak terlihat ketakutan namun segera berlari kearah kakaknya yang menyadari hal itu.

Dan sepertinya Naruko juga begitu—dan ia tampak cukup takut melihat ekspresi dari Naruto saat itu. Itachi segera mendekati Naruko dan menepuk pundak Naruto.

"Oi…"

"A—ah," Naruto tampak sedikit tersentak dan tersadar saat Itachi menepuk pundaknya. Sasuke dan Satsuki yang terlihat ketakutan begitu juga dengan Naruko membuatnya sedikit tidak enak. Bagaimanapun ia membenci Naruko, ia tidak pernah menganggap adiknya sebagai Kyuubi. Ia hanya membenci apa yang ada di dalam tubuh adiknya, namun bukan adiknya.

"Bisakah… kita berlatih saja?"


Karena sepertinya latihan yang disebut oleh Naruto sedikit lebih berbahaya daripada sebelumnya, pada akhirnya Itachi menyuruh Sasuke dan Satsuki mengajak Naruko untuk menonton mereka saja dari jarak aman. Dan sepertinya mereka bertiga cukup tenang dan hanya duduk diam menatap kedua kakak mereka yang sedang berlatih.

"Benci mengatakannya, tetapi dobe-nii-san memang benar-benar hebat," Sasuke menaruh wajahnya dan menompangnya dengan kedua tangannya, "kau beruntung karena tidak perlu berbagi waktu dengan 'seseorang' untuk bersama dengan kakakmu," dan saat Sasuke mengatakan hal itu, Satsuki menatap tajam pemuda itu.

"Tetapi—Luko ingin sepelti saat Nalu-nii sedang belsama Sasu," Sasuke dan Satsuki menatap anak perempuan di sampingnya, "bahkan, Nalu-nii tidak mau belsama dengan Luko saat di lumah…"

"Kalau begitu, kenapa tidak bermain dengan kami kalau Naruto-nii berlatih bersama dengan nii-san?"

"Bolehkah?" Naruko menoleh pada Satsuki yang tampak mengangguk saja. Ia ingin lebih dekat dengan Naruto walaupun ia tahu kalau kakaknya menghindar darinya dengan beribu alasan, "tetapi apakah tidak apa-apa? Bukankah kalian sudah belbagi Itachi-nii untuk kalian beldua?"

"Jangan dengarkan Sasuke, dia hanya iri saja padamu."

"Jadi, teman?" Naruko tampak cukup ragu mengatakan hal itu dan mengulurkan tangannya. Terdiam sejenak, Sasuke dan Satsuki tampak saling bertatapan sebelum tersenyum tipis dan mengulurkan tangan mereka juga.

"Teman."


Latihan selesai, dan setelah menolak Mikoto yang mengajaknya untuk makan malam bersama mereka, Naruto segera pergi dari rumah itu. Menggandeng tangan adiknya, namun Naruko merasa kalau kakaknya tidak ingin melakukan itu dan hanya takut jika ia sampai hilang dan ayahnya akan cemas.

"Nii-can…"

"Apakah Luko membuat nii-can malah lagi?" Naruko tampak menatap kakaknya yang tampak hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya. Naruko menggigit bibirnya dan memutuskan untuk tidak mengatakan apapun lagi. Ia sebenarnya sudah sangat senang karena ini kali pertama Naruto membiarkannya ikut dengannya dan yang lebih baik membiarkannya menggandeng tangan kakaknya itu.

"Aku tidak marah…" suara itu pelan, namun Naruko mendengarnya. Menatap kearah kakaknya yang tidak merubah ekspresinya dan hanya diam saja. Naruto memang tidak marah, ia tidak pernah membenci Naruko—bagaimana ia bisa membenci adik yang sudah ia tunggu selama 2 tahun bukan.

"Luko sayang nii-san, otou-san juga…"

Naruko hanya bisa tersenyum sedih karena kakaknya tidak menanggapi hal itu. Ia segera berjalan, dan saat melewati pertokoan yang cukup ramai malam itu, mulai terdengar bisikan dari beberapa orang yang tampak menatap benci pada Naruto.

"Kenapa Yondaime-sama membiarkan Naruko-chan bersama dengan monster itu?"

"Bisa-bisa monster itu akan membunuh Naruko-chan seperti yang dilakukannya pada sandaime-sama dan juga Kushina-sama…"

"Seharusnya Yondaime-sama membunuhnya saja…"

Naruto yang mendengar itu—ia sudah biasa mendapatkan itu selama 2 tahun ini namun ia tidak ingin sampai Naruko mendengarnya. Tanpa sadar, tangannya tampak menggenggam lebih erat tangan kecil Naruko dan membuat yang bersangkutan menyerengit.

"N—Nii-can, sakit…"

Naruto hanya bisa diam dan melepaskan pegangan tangan Naruko. Ia berusaha untuk menjaga jarak, dan Naruko tampak kecewa karena kakaknya tidak lagi menggenggam tangannya. Saat baru saja meninggalkan Naruko dalam jarak lebih dari lima meter, seember air tampak membasahi tubuh Naruto.

Seseorang tampak membasahi tubuh Naruto dengan ember. Bukan hanya itu, namun beberapa batu tampak dilemparkan dari beberapa kerumunan dimana orang-orang tampak menyembunyikan orang-orang yang melempar batu itu.

Naruto mencoba untuk melindungi diri, dan tidak mengatakan apapun—namun Naruko yang baru kali itu melihat apa yang terjadi pada kakaknya secara langsung tampak terkejut dengan apa yang terjadi. Dengan segera ia berlari untuk membantu kakaknya bertahan.

"Ja—jangan pukul nii-can!"

Naruto yang mendengar suara Naruko tampak sedikit terkejut dan baru saja akan menghentikannya saat sebuah kunai malah tampaknya salah sasaran dan membuat target yang akan terkena kunai itu adalah Naruko.

"NARUKO!"

Hanya teriakan kakaknya yang untuk pertama kalinya didengar olehnyalah yang ia lihat sebelum sesuatu yang berkilau menuju kearahnya.


"Naruko!"

Minato yang mendengar tentang kejadian itu segera bergegas menuju ke rumahnya dimana Naruto dan Naruko berada. Dan saat membuka pintu ruang tamu, yang dilihatnya adalah Kakashi yang sedang mengobati luka yang ada di tangan Naruko sementara anak perempuannya itu tampak terisak sehabis menangis.

"Naruko kau tidak apa-apa?"

"Sensei, lukanya sudah sembuh—" Kakashi menepuk pundak Minato yang menghela nafas mendengar itu. Namun ia masih khawatir karena Naruko yang menangis saat itu. Ia sengaja tidak membuat Kakashi dan yang lainnya muncul karena ia ingin Naruto menghabiskan waktu bersama dengan Naruko.

Dan sepertinya itu berhasil, sampai saat mereka pulang dan beberapa orang menyerang mereka. Beruntung sepertinya sebelum kunai melukai Naruko lebih jauh—Naruto sudah melindunginya walaupun itu membuat Naruto terluka—

"Sssh… apakah masih sakit Naruko?"

Naruko menggeleng.

"N—Nii-can pasti sakit. Olang-olang itu jahat pada nii-can," Naruko tampak mengusap air matanya dan menundukkan kepalanya saja, "ka—kalena Luko, nii-can sakit…"

"Dimana dia Kakashi?"

"Ia menolak untuk diobati dan pergi keluar sensei—ia tampak kacau hingga kami sedikit shock dan kehilangan jejaknya. Tetapi Tenzou dan yang lainnya sedang mencarinya," Minato tampak hanya diam dan berdecak kesal, "sensei…"

"Tenang saja Kakashi," Minato tampak menoleh pada Naruko yang masih terisak samar, "tenang saja Naruko-chan, kakakmu tidak akan apa-apa…"


Naruto berada diatas patung ayahnya yang terukir besar di bukit yang ada di Konohagakure. Entah bagaimana ia bisa berada disana, namun anak berusia 4 tahun itu hanya diam dan memeluk lututnya sambil membenamkan kepalanya.

'Ini semua tidak adil—sejak 2 tahun yang lalu, semuanya berubah…'

Ia mengeratkan tangannya dan ia kepalkan dengan kuat hingga memutih. Sifat dinginnya bukan hanya karena ia mendendam—ini lebih seperti sebuah pertahanan diri yang ia ciptakan dari sifat benci yang ditunjukkan warga Konoha padanya. Memang 60% penyebab Naruto menjadi seperti ini adalah karena kejadian 2 tahun yang lalu, tetapi 40%nya adalah karena lingkungannya yang benar-benar berubah.

"Namikaze Naruto…"

Suara itu tampak membuatnya tersentak dan menoleh, menemukan seseorang yang berdiri disana. Tampak mengenakan jubah dan juga topi jerami dengan beberapa untaian tali putih yang hampir memenuhi topi itu. Jubah yang dikenakan berwarna hitam dengan motif awan merah.

"Kau—"


To be Continue


Kalau ga salah di review ada yang bilang kalau Naru jadiin punya half chakranya Kyuubi kan? Selamat, tebakan anda benar! Tapi alasannya? Karena Naru itu pas lahir tubuhnya lemah dan hampir mati—Kushina sama Minato ga punya pilihan lain pas Kyuubi kasih pilihan buat kasih chakranya sama Naruto biar dia hidup.

Alasannya? Masih rahasia~

Dan saya ganti sedikit, kalau Sasuke ada yang versi Fem! Ada yang versi biasa, jadi Satsuki sama Sasuke itu kembar :3

Maaf ya yang ga mau Naru benci sama Minato—tapi ini SEMIDark!Naru, jadi ga selamanya atau ga sepenuhnya dia benci sama Minato dan semuanya kok. Di chap sebelumnya sudah dibilang kalau Naruto bakal OOC kan, jadi jangan protes kalau Naruto jadi bener-bener dingin begini ya.

Naruto masuk akademi itu umur 4 mau ke-5—dan Naruko itu lahir pas umur Naruto 2 mau ke-3. Jadi bisa dibilang selisih umur Naruto sama Naruko itu masih 2 tahun lebih.

Naruto ga kemudaan kok karena Kakashi jadi Gennin juga umur 5 tahun kan?

Ngomong-ngomong ada yang bisa tebak siapa yang pake jubah akatsuki dan ada di belakang Naruto~?

Plis RnR~


Q & A


Q : Naruto jangan dibuat benci Minato?

A : Maaf ya, karena ini SemiDark!Naru, untuk awal Naru bakal benci sama Minato. Tapi nanti balik normal kok ;)

.

Q : Naruto berbohong supaya Naruko ga dibenci penduduk?

A : Bisa dibilang gitu walaupun sebenarnya Naruto ga bohong karena chakra Kyuubi memang ada di badan dia.

.

Q : Sebaiknya Naruto jadi Pseudo Jinchuuriki.

A : Memang seperti itu kenyataannya ;) Tapi Hiruzen masih ada di badannya Naruko sama-sama Kushina.

.

Q : Sebaiknya jangan Fem!Sasu

A : Nah yang ini susah—karena saya suka Fem!Sasu ataupun Fem!Naru. Tapi ada perubahan, dengan bikin Sasu sama Fem!Sasu itu kembaran ;)

.

Q : apakah sifat Naru nanti sama kaya Itachi?

A : Dinginnya? Sama. Cara nunjukin kasih sayang sama adiknya? Beda.


Ngomong-ngomong perlu ga saya ubah pairingnya? Tapi NO NaruHina atau SasuSaku bukannya ga suka, tapi saya sudah bosan lihat ffic dengan pairing itu :/

.

Thanks For : Uzumaki 21, Guest, dikdik717, anggraxl, heztynha uzumaki, munawirucyiha, vicestering, koga-san, Namikaze Sholkhan, Yamigakure no Ryukage, uzumaki reverend, m . sidiq . 58, uzumakiseptian, ahmadbima27, Bagus A. namikaze, uchiha . izami, robby . feadsback.