"Jadi, ini adalah Amegakure?"
Minato tampak menatap kearah desa yang tampak dibasahi oleh air hujan itu. Di sampingnya tampak Jiraiya yang mengangguk, dan Naruto yang berada di gendongannya. Usia Naruto saat itu adalah satu tahun, dan mereka baru saja selesai menghadiri pertemuan di Sunagakure dimana Naruto diperkenalkan dengan anak sulung dari Kazekage—Temari.
Mereka sedikit melenceng dari tujuan pulang, dan pergi ke kota yang dipenuhi oleh air hujan itu.
"'Pa, hujan?"
"Ya Naruto, disini hujan," Minato tersenyum pada anaknya yang tampak aneh dengan hujan yang seolah tidak berhenti itu, "sepertinya kita harus beristirahat disini sensei, asalkan aku tidak memakai jubbah Hokageku dan melakukan henge tidak akan ada yang tahu…"
"Ya, lagipula anakmu sudah terlihat lelah seperti ini…"
Naruto tampak menguap dan tertidur dalam gendongan ayahnya. Minato tersenyum dan menepuk kepala Naruto sebelum pergi ke penginapan. Selain Jiraiya, Amegakure tidak berarti apapun saat itu—dan Minato yakin kalau tidak akan ada yang terjadi pada Naruto.
.
Hidden Tears
Rated : T
Genre : Family/Angst
Pairing : NaruxFem!Sasu | Fem!NaruxUndecided
Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : Cool!Naru, Strong!Naru, OOC!Naru, SemiDark!Naru, Alive!Minato
.
Note :
Usia Naruto lebih tua dari Rookie 12 sebanyak 2 tahun
Cerita ini, Sasuke punya kembaran cewe Fem!Sasu namanya Satsuki
Fem!Naru atau Naruko yang seumur sama Rookie 12.
.
Summary :
Naruto adalah anak dari Uzumaki Kushina dan Namikaze Minato. Tidak ada yang aneh dengan kelahirannya, tidak ada sama sekali penyerangan Kyuubi yang terjadi. Namun, dua tahu kemudian saat ayahnya sedang tidak ada dan adiknya akan lahir, seorang pria bertopeng menculik ibunya, dan mengeluarkan Kyuubi dari dalam tubuhnya. Naruto kecil harus melihat ibunya dan 'kakek'nya tewas di depan matanya sementara Kyuubi dikunci di dalam tubuh adiknya.
.
Chapter 3, Angel of Rain
.
"Yahiko-nii-san, Konan-nee-san?"
Naruto menatap pemuda berambut orange pendek dengan banyak piercing di wajahnya dan seorang gadis berambut biru pendek. Hujan tampak tiba-tiba saja turun disana seolah menandakan kalau ada pemimpin Amegakure itu saat ini. Pemuda yang ia kenal saat itu—saat ia berada di Amegakure bersama dengan ayahnya dan juga guru ayahnya.
Flash Back
Mata kecil itu membuka saat mendengar suara tetesan air dan juga lonceng yang tertiup oleh angin dingin. Hujan masih belum berhenti, dan Naruto terbangun saat malam sudah sangat larut. Di sampingnya tampak ayahnya yang tertidur dengan pulas dan juga Jiraiya yang tampak juga tertidur pulas.
Saat Naruto akan bangkit, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu—sebuah kupu-kupu yang melintas. Namun bukan kupu-kupu biasa, kupu-kupu itu terbuat dari kertas dan berwarna putih. Kagum dengan apa yang ia lihat, Naruto kecil berdiri dengan susah payah. Ia berjalan tanpa membangunkan Minato dan juga Jiraiya.
Dan kupu-kupu itu seolah mengantarkannya pada sebuah tempat—dan saat Naruto sadar ia sudah berada di depan sebuah bangunan yang menjulang tinggi di Amegakure itu. Saat itu, kupu-kupu yang 'menuntunnya' tampak hinggap di bahu seseorang yang tampak turun perlahan menggunakan sayap lebar yang terbuat dari kertas.
"Waaa…" Naruto tampak sangat kagum dengan apa yang dilihatnya, "kau—malaikat?"
Perempuan berambut biru pendek itu tampak menatap Naruto dengan tatapan terkejut sebelum ia tertawa sendiri. Kertas-kertas itu tampak berterbangan dan menyelimuti mereka berdua. Naruto yang belum mengerti bahaya tampak menatapnya dengan pandangan berbinar.
"Ingin ikut denganku?"
"Um!" Naruto mengangguk, dan gadis itu tampak membungkuk dan menggendong Naruto, sebelum membawanya terbang menuju ke salah satu lantai dari bangunan tinggi itu.
"Siapa namamu?"
…
"'uto!" Tentu saja perempuan itu tidak mengerti apa yang dikatakan oleh anak berusia 1 tahun lebih itu. Naruto yang tampaknya mengerti kalau perempuan ini tidak bisa mengartikan apa yang ia katakan tampak mencari sesuatu dan mengeluarkannya. Sebuah kartu yang bertuliskan namanya, yang digunakan oleh ayahnya agar Naruto bisa berkenalan dengan anak-anak lainnya.
'Uzumaki Naruto'
Ya, ia memberikan nama Uzumaki saat berada diluar Konoha agar tidak ada orang yang tahu kalau Naruto adalah anaknya. Hanya ia satu-satunya Namikaze yang tersisa selain Naruto dan itu bisa membuat orang lain tahu tentang siapa orang tua Naruto.
"Naruto, nama yang lucu—namaku adalah Konan…"
"'nan-nee?" Konan tampak tertawa dan mendarat di salah satu lantai yang ada di bangunan itu. Disana ruangannya sangat gelap dan juga tidak ada cahaya sama sekali. Saat Naruto melihat itu, ia tidak bisa tidak merasa takut dan menggenggam tangan Konan.
"Konan, siapa yang kau bawa itu?"
"Ia mengikuti kupu-kupu yang kubawa untuk mengintai Yondaime Hokage dan juga Jiraiya-sensei," sosok yang berbicara pada Konan itu tampak berjalan hingga cahaya alami dari luar menerangi sosoknya. Pria berambut orange pendek itu menatap dengan mata anehnya kearah Naruto, "namanya adalah Naruto."
"Jiraiya-sensei, dan Namikaze Minato—siapa anak ini?"
"Ah! Tou-chan!" Konan dan pemuda itu tampak menatap kearah pemuda itu saat mendengar nama ayahnya dipanggil. Sekali lagi, sebagai anak yang baru berusia 1 tahun tentu saja ia tidak tahu kalau ia tidak boleh mengatakan jika Minato adalah ayahnya.
…
"Anak Yondaime Hokage…" pria berambut orange itu tampak hanya diam sebelum berjalan dan berhenti di depan Naruto. Naruto yang tampak tidak merespon apapun memiringkan kepalanya bingung kenapa orang itu menatapnya dengan mata yang aneh, "namaku adalah Yahiko…"
"Senang kau masih mengingat kami Naruto-kun," Konan tampak tersenyum tipis dan anak berusia 5 tahun itu tampak menggigit bibir bawahnya dan berlari memeluk perempuan berambut biru itu. Tidak apa-apa bukan, ia tahu kalau Konan dan Yahiko—dua orang yang ia kenal saat menghilang dari Amegakure selama satu bulan itu adalah orang yang baik.
"Nee-chan…"
"Ada apa Naruto-kun?" Konan tampak menatap kearah Yahiko (atau sebenarnya Nagato yang mengendalikan mayat Yahiko tentu saja). Ia melihat perbedaan dari wajah polos seorang Uzumaki Naruto berubah menjadi wajah datar yang tampak seolah tidak bernyawa itu, "kau tidak apa-apa?"
"Biarkan seperti ini—" Naruto hanya diam dan menenggelamkan wajahnya di tubuh Konan. Konan menatap kearah Yahiko yang hanya mengangguk saja dan membiarkan Naruto tetap berada di dekapannya selama beberapa hari.
Flash Back
Sudah beberapa minggu Naruto berada di bangunan yang tinggi itu, dan Yahiko atau bisa disebut Nagato menyembunyikan keberadaannya dengan menggunakan jutsunya. Ia tahu kalau Minato dan juga Jiraiya mencarinya, namun tidak akan mudah dengan hujan yang ia kendalikan untuk bisa menghilangkan keberadaan anak itu.
Sementara Naruto yang tampak senang bermain dengan Konan tampaknya walaupun beberapa kali bertanya tentang ayahnya termakan oleh alasan Konan dan Yahiko yang mengatakan kalau ayahnya menitipkan dia pada mereka berdua selama bekerja.
"Mau sampai kapan kau menyandera anak ini Nagato?"
"Tidak lama lagi—sampai ia bisa mempercayai kita sepenuhnya…"
"Jadi itu yang terjadi selama kau kembali ke Konoha?"
Sungguh, walaupun Naruto hanya menghabiskan waktu selama 1 bulan bersama mereka, Yahiko atau bisa disebut Nagato, dan juga Konan sepertinya sudah sangat menyukai anak hiperaktif itu. Ia seolah sudah bisa menangkap hati mereka berdua dengan sifat dan juga ekspresinya dulu yang tidak pernah terlepas dari senyumannya.
"Aku tidak suka—kenapa orang itu datang? Dan kenapa kaa-san dan jiji terbunuh sementara otou-san tidak datang? Kenapa Naruko harus menahan monster itu dalam tubuhnya," Naruto tampak sudah cukup tenang namun tampak duduk sambil menyender pada Konan yang duduk di sampingnya dan Yahiko yang berdiri sambil menyenderkan tubuhnya di dinding tanah yang ada di belakangnya.
"Jadi, kau akan menjadi Hokage dan mengubah semua itu?" Konan tampak menggerakkan wajah Naruto dan menatapnya, tidak menemukan sedikitpun senyuman yang diberikan oleh Naruto saat bersama mereka dulu. Bahkan air matanya seolah tidak pernah ada saat menceritakan tentang kejadian itu.
"Ya, aku ingin mengubah semuanya. Tetapi aku tidak tahu—bagaimana cara untuk melakukan itu," Naruto menundukkan kepalanya dan tampak sangat bingung. Nagato yang melihat itu tampak menatapnya dengan mata rinengannya.
"Jadilah kuat, dan suatu saat kau akan tahu bagaimana caranya Naruto…"
Naruto menatap kearah Yahiko yang membalas tatapannya. Naruto tidak mengerti, namun menjadi kuat memang itu yang ingin ia lakukan—untuk melindungi dan juga untuk membalaskan dendam.
"Aku—tidak, kami akan membantumu kapanpun kau membutuhkannya," Konan menatap Yahiko tidak percaya sebelum pria itu kembali melanjutkannya, "kau bisa memberitahu semua tentang Konohagakure, dan Akatsuki akan membantumu Naruto…"
"Hujan," Minato menatap jendela yang menunjukkan hujan yang sangat lebat. Kakashi masih berada disana menunggu Yamato yang sedang mencari Naruto. Sudah dua jam lamanya Naruto menghilang dan tidak ada yang tahu kemana ia pergi, "aku tidak bisa merasakan chakranya entah kenapa…"
…
"Aku harus mencarinya Kakashi…"
"Sensei, tenanglah—kau tidak bisa begitu saja pergi tanpa memastikan dimana Naruto berada," Kakashi tampak menghentikan Minato yang akan pergi dari sana, "percayakan pada Tenzo dan juga yang lainnya…"
"Tetapi—" Minato tampak menatap mantan muridnya itu sebelum menghela nafas, "aku pernah merasakan hal ini—saat hujan, Naruto menghilang, dan aku tidak bisa melacak keberadaannya. Aku yakin itu…"
Dan kembali diam, saat Minato berfikir kembali kapan ia mengalami hal itu sebelum matanya membulat dan ia membuka jendela yang ada di depannya.
"Sensei?"
"Kau ingat saat Naruto menghilang di Amegakure selama 1 bulan Kakashi?"
"Tentu, kau sangat panik dan menyuruh beberapa ANBU untuk menelusuri Amegakure dan sekelilingnya. Tetapi, satu bulan setelah itu Naruto kembali sendiri dan tampak baik-baik saja seolah ia berada di salah satu tempat disana selama 1 bulan atas kemauannya sendiri," dan yang membuat Kakashi mengingatnya adalah karena Minato saat itu benar-benar panik dengan keadaan sekitarnya.
…
"Kau tidak mengira kalau—"
"Aku akan benar-benar mencarinya," dan Minato akan melakukan Hiraishin saat ia muncul di depan pintu rumah namun terhenti saat melihat Naruto yang berdiri di tengah hujan, "Naruto?"
"Ada apa tou-san?"
"Naruto," Kakashi yang mencoba untuk menyusul Minato terkejut melihat Naruto yang ada di depan rumah mereka dalam keadaan basah kuyup. Namun lebih dari itu, Naruto tampak tersenyum—senyuman yang tidak pernah terlihat di wajahnya selama 2 tahun ini.
Walaupun senyuman itu tampak kosong, namun itu merupakan satu langkah lebih maju untuk membuat Naruto menjadi seperti dulu lagi.
"Ayo masuk, kau basah kuyup," Minato menghela nafas lega dan tampak menghampiri Naruto sambil membawanya masuk ke dalam rumah mereka. Naruto yang hanya menundukkan kepalanya tampak mengangguk namun menahan tubuh Minato, "Naruto?"
…
"Maaf, karena sifatku selama 2 tahun ini… otou-san," Minato menatap Naruto—walaupun suaranya tampak datar, namun kata-kata yang keluar dari mulutnyabenar-benar seolah membuat beban di pundaknya menghilang begitu saja, "otou-san masih mau membantuku menjadi seorang hokage seperti dulu bukan…?"
Minato terdiam sebelum tersenyum dan menggendong Naruto yang ada di depannya.
"Kapanpun, dan aku benar-benar yakin kalau kau akan bisa melakukannya," entah apa yang terjadi pada Naruto, namun apa yang terjadi sudah cukup membuat Minato senang dengan apa yang terjadi pada anak sulungnya itu. Naruto tampak hanya tersenyum, dan saat Minato membawanya masuk, Minato melihat sesuatu di tangannya.
Sebuah origami berbentuk seperti malaikat (ingat di anime pas Jiraiya datang ke Amegakure yang digantung di setiap rumah di Amegakure) dan digenggam erat oleh Naruto.
"Apa itu Naruto?"
"Eh? Ini adalah origami, diberikan malaikat yang membantuku tadi," jawab Naruto sambil menatap ayahnya yang tampak bingung.
"Rasanya kau pernah mengatakannya juga bukan? Ingat saat kau berusia 1 tahun dan kau berada di kota yang penuh dengan hujan itu?" Minato tampak mengeringkan tubuh Naruto yang basah kuyup, "kau juga mengatakan kalau kau bersama dengan malaikat…"
…
"Ya—malaikat hujan…"
Yang tidak diketahui oleh Minato dan juga Kakashi adalah arti dibalik senyuman dingin Naruto saat itu.
Yahiko dan juga Konan tampak berdiri di tempat mereka bertemu dengan Naruto. Mereka memang ke Konoha untuk bertemu dengan Naruto—dan ternyata rencana Yahiko untuk membuat Naruto percaya pada mereka tiga tahun yang lalu cukup berhasil dan sekarang, Naruto secara tidak langsung menjadi mata-mata Konoha untuk Akatsuki.
"Apakah tidak apa-apa menyuruh anak sekecil itu untuk membantu kita Nagato? Lagipula yang menjadi incaran kita adalah Namikaze Naruko—Jinchuuriki Kyuubi yang baru…"
"Apakah kau tidak merasakannya Konan?" Konan menatap kearah Nagato yang tampak tidak menatapnya, "aku tahu ada sesuatu di dalam tubuh anak itu. Dan mungkin—Naruto adalah 'anak prodigy' yang dikatakan oleh Jiraiya-sensei dulu…"
…
"Lalu, bagaimana sekarang?"
"Lakukan sesuai dengan rencana terdahulu. Madara menyuruh kita untuk melakukannya sesuai dengan apa yang ia rencanakan…"
"Baiklah."
7 Tahun Kemudian
"Namikaze Naruko, turunlah dari sana!"
Suara-suara itu tampak terdengar dari dekat patung monument Hokage dengan nada cemas dan juga khawatir. Sementara di atas kepala patung hokage ketiga, tampak dua orang—yang satu adalah anak laki-laki dan yang satu adalah anak perempuan. Anak perempuan berambut kuning panjang yang diikat twin tail itu menoleh pada beberapa Chuunin yang ada disana.
"Kenapa hanya aku saja yang dimarahi?! Apakah mereka tidak melihat ada Naruto-nii-chan disini?!" Naruko yang bergelantungan di tali dan sedang mencorat-coret patung Hokage menunjuk ke atas dimana seorang pemuda berambut kuning pendek tampak duduk sambil memangku sebelah kakinya. Ia memakan jaket Chuunin dan tersenyum datar menatap Naruko dan yang lainnya.
"Itu karena kau menunjukkan keberadaanmu dengan jelas seperti itu Naruko…"
Dan Naruko mengerucutkan bibirnya mendengar apa yang dikatakan oleh kakaknya itu.
Saat usia Naruto 5 tahun hendak menuju ke 6 tahun ia lulus sekolah akademi bersama dengan sahabatnya Uchiha Itachi. Berada di satu tim yang sama dengan Itachi, ia lulus ujian Chuunin satu tahun setelah Itachi lulus yakni saat usianya 9 tahun dan Itachi 11 tahun.
Dan selama 2 tahun itu ia menjadi Chuunin dan entah kenapa menolak untuk ikut dalam ujian promosi Jouunin ataupun menjadi seorang ANBU. Minato sama sekali tidak keberatan dan ia cukup senang karena Naruto bisa menahan diri selama itu untuk tidak mengincar kekuatan saja.
Di usianya yang menjelang 14 tahun kini, ia menjadi asisten guru akademi bernama Umino Iruka.
"Narutoooo," Naruto tampak menoleh untuk menemukan Iruka yang entah sejak kapan sudah berada di depannya, "guru mana yang mengajak muridnya untuk membolos terlebih mencorat-coret patung Hokage?!"
"Ayolah Iruka-sensei, Naruko bosan karena pelajaran akademi sudah diajarkan oleh otou-san dan aku hanya ingin mengajaknya bermain," Naruto tampak tersenyum tanpa adanya rasa bersalah. Iruka tampak benar-benar menahan emosi kalau sedang berhadapan dengan seorang Namikaze Naruto.
"Walaupun begitu kau tidak boleh mengajaknya membolos Naruto," Naruto dan Iruka tampak menoleh untuk menemukan Minato yang sudah berdiri di belakang mereka dan tampak tersenyum, "ngomong-ngomong kumis yang kau buat di patungku bagus juga Naruko—kutebak itu adalah ide kakakmu?"
"Kau yang paling tahu otou-san!"
"Kembali ke kelas sekarang, aku tidak ingin laporanku bertambah hanya karena dua anakku yang mencorat coret patung Hokage," menggunakan shunshin biasa, Minato membawa Naruko yang masih bergelantungan itu ke tempat mereka, "maaf sudah merepotkanmu Iruka-sensei."
"Tidak apa-apa Hokage-sama."
"Jadi, bisa kau jelaskan kenapa kau melakukan itu Naruko, Naruto?"
Iruka yang sudah mendapatkan izin untuk memarahi keduanya tampak berhadapan dengan kedua saudara Namikaze itu. Naruto yang hanya diam sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan Naruko yang cemberut sambil duduk di atas lantai dan memalingkan wajahnya.
"Kelas benar-benar membosankan, aku hanya ingin sedikit bermain-main," jawab Naruko sambil menatap kakaknya, "lagipula menyenangkan untuk bermain dengan nii-san…"
Naruto hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun. Naruko dan juga sifatnya yang tomboi selalu menjadi perhatian khusus untuk semua orang.
"Mencorat-coret tembok bukanlah permainan!" dengan big head no jutsu milik Iruka yang sudah sangat menahan diri, Naruko pada akhirnya mendapatkan hukuman untuk membersihkan patung hokage yang menjadi maha karyanya.
"Kenapa hanya aku?!"
Naruko menatap kearah Iruka yang mengawasinya. Seharusnya kakaknya juga terkena hukuman, namun saat jam istirahat—Naruto dipanggil oleh ayahnya untuk menghadap dan meninggalkan Naruko sendirian menjalani hukuman dengan 'bimbingan' Iruka.
"Desa membutuhkan Jounnin yang berbakat dan sepertinya ayahmu menoba untuk membujuk Naruto menjadi Jounnin daripada mengubur bakatnya dan hanya menjadi Chuunin," Iruka mengawasi Naruko yang masih membersihkan patung-patung itu.
"Bukan tou-chan, aku tahu kalau otou-chan tidak akan membiarkan nii-chan untuk menjadi Jounnin," jawabnya sambil membersihkan patung-patung di depannya, "tou-chan tahu kalau senyuman yang diberikan oleh nii-chan bukanlah sebuah senyuman yang tulus. Tou-chan berkata, dulu sebelum aku lahir senyuman nii-chan seperti sebuah matahari yang sangat bersinar. Namun, jika diibaratkan sekarang, senyuman nii-chan hanyalah sebuah bulan yang memantulkan sinar matahari, namun masih memiliki sisi gelap yang disembunyikan…"
…
"Mungkin karena sesuatu yang ada di tubuhnya…"
"Eh?" Naruko yang tidak mendengar gumaman Iruka tampak menoleh dan Iruka yang menyadari kalau bergumam cukup keras tampak mencoba tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, lanjutkanlah dan setelah itu kita akan pergi ke Ichiraku Ramen…"
"OKE!"
"Berikan aku waktu sebentar untuk berfikir otou-san," Naruto tampak berdiri di depan Minato dan juga dua petinggi Konoha yang ada disana. Seperti yang difikirkan oleh Naruko, memang dua petinggi Konoha yang mengetahui kekuatan Kyuubi yang memintanya untuk menjadi Jounnin, "lagipula kufikir otou-san juga mengatakan aku terlalu muda untuk menjadi Jounnin…"
"Kekuatan Kyuubi di dalam tubuhmu harus diasah Namikaze Naruto, lagipula Hatake Kakashi dan Itachi Uchiha bisa menjadi ANBU saat seusia denganmu," Naruto menghela nafas, ia tidak ingin terlihat terlalu dekat dengan Itachi terutama saat berada di dekat para petinggi Konoha. Rencananya akan gagal dan ia tahu kalau ia akan dicurigai.
"Percayalah, aku akan menjadi Jounnin jika waktunya sudah tiba. Aku hanya merasa kurang kuat untuk menjadi seorang Jounnin…"
"Kau tahu kalau kau—"
"Baiklah, aku juga setuju dengan itu—" Minato tampak menghentikan pembicaraan itu dengan segera. Yang benar saja, Naruto baru berusia 13 tahun dan ia tidak ingin anaknya sampai menghabiskan waktu hanya untuk berlatih saja, "—aku memberikanmu kebebasan untuk memilih kapan kau akan mengambil ujian itu. Lagipula ada sebuah rencana yang aku ingin kau lakukan…"
"Sepertinya aku tahu apa itu…"
Naruto hanya menghela nafas dan tampak membungkuk pelan dan berbalik akan meninggalkan mereka semua.
"Kami akan menunggumu Naruto…."
"Naruto…"
Naruto menoleh dan menemukan Itachi yang tampak berada di samping pintu masuk menuju ke ruangan Hokage. Walaupun tidak terlihat lagi dekat sebagai rival ataupun sahabat, Naruto dan Itachi masih tetap sering berlatih dan berkumpul meskipun tidak terlalu sering.
"Seperti yang kau katakan, para petinggi itu menyuruhku untuk melakukan misi ini," Naruto tampak membulatkan matanya sejenak sebelum tersenyum samar dan dingin, "bagaimana kau yang masih Chuunin mengetahui pembantaian klan Uchiha itu dan juga—"
"Tidak perlu tahu Itachi, informasiku bahkan lebih akurat daripada Konoha sendiri," Naruto tampak berjalan dan berbalik meninggalkan Itachi yang masih ada disana, "setelah pembantaian itu, kau akan tahu kenapa aku mengetahui misi tingkat S itu…"
Itachi tampak menatap punggung Naruto—semenjak malam itu, sifat Naruto memang lebih periang dan juga terlihat terbuka. Namun, sebagai seorang dari klan Uchiha, melihat kedalam diri seseorang bukanlah hal yang susah—ia tahu ada sesuatu yang besar disembunyikan oleh Naruto meskipun ia tidak tahu apa itu.
Flash Back
"Bagaimana kau tahu tentang Coup d' etat itu Naruto?"
Itachi tampak sedang berlatih bersama dengan Naruto saat Naruto menanyakan tentang rencana Coup d' etat yang akan dilakukan oleh klan Uchiha.
"Karena aku terbiasa membaca gerak-gerik seseorang," jawabnya sambil tersenyum dan duduk saat istirahat bersama dengan Itachi setelah berlatih bersama-sama, "dan kau akan benar-benar melakukannya?"
"Melakukan apa?"
…
"Oh, kau belum diberitahu tentang rencana para anggota council ya," Naruto menghela nafas dan tampak menggaruk kepala belakangnya, "misi tingkat S, menjadi mata-mata dari sebuah organisasi kriminal dengan cara melakukan pembantaian klan Uchiha…"
Itachi membulatkan matanya mendengar hal itu—apa yang dikatakan Naruto? Ia mendapatkan misi membantai klannya sendiri?
"Kalau kulihat dari sifatmu selama ini, kau akan melakukannya—untuk Konoha," Itachi hanya diam, karena apa yang dikatakan oleh Naruto adalah benar, "kau sama sepertiku Itachi, melihat perang dalam usia yang muda, mendapati kematian beberapa orang yang berharga untukmu di depan mata—semua itu sudah pernah aku atasi…"
…
"Siapa kau sebenarnya…"
"Aku?" Naruto tertawa mendengar pertanyaan itu meskipun ia tahu apa maksud Itachi menanyakan tentang hal itu, "Namikaze Naruto—calon Hokage masa depan."
Itachi tampak menggelengkan kepalanya dan menghela nafas, sebelum ia berjalan dan tampak membuka pintu saat kedua anggota council itu tampak keluar dari ruangan Hokage. Satu hal yang harus ia lakukan sekarang bukanlah memikirkan hal itu—namun misi yang ia dapatkan.
"Itachi, ada apa?"
…
"Hokage-sama, aku ingin meminta tolong…"
Flash Back
Hujan adalah pertanda saat Naruto bisa bertemu dengan Nagato dan juga Konan. Dalam sebuah tempat persembunyian dimana mereka bisa bertemu tanpa terdeteksi oleh chakra dan kekkai Konoha, Naruto sering bertemu dengan Konan dan Nagato untuk bertukar informasi.
"Eh, Itachi akan bergabung dengan Akatsuki?"
"Sepertinya begitu, salah satu anggota dari kami merekrutnya dengan syarat ia melakukan misi yang diberikan oleh anggota Council itu," Naruto mengerutkan dahinya. Misi dari anggota council, dan apakah itu?
"Darimana nee-san tahu misi itu?"
"Informasi dari Orochimaru sebelum ia pergi dari organisasi Akatsuki. Orochimaru memiliki mata-mata di Konoha—Mizuki, dan ia mendengar tentang rencana pembantaian itu," jawab Konan yang saat itu sendirian menemui Naruto, "entah apa rencana mereka selanjutnya, namun sepertinya Itachi dipaksa untuk menjadi tumbal lain yang diperuntukkan bagi Konoha…"
…
"Pembantaian?"
"Ya, karena Coup d' etat yang akan dilakukan oleh Uchiha—Itachi menjadi kandidat kuat untuk melakukan pembantaian itu. Makanya Yahiko-nii mu memutuskan untuk merekrutnya kedalam Akatsuki…"
Naruto tampak berjalan santai ditengah jalanan yang penuh dengan orang. Walaupun sudah 11 tahun semenjak penyerangan Kyuubi, namun masih saja orang-orang membenci Naruto. Namun berbeda dengan sebelumnya, dimana Naruto hanya diam dan tampak depresi, menunjukkan kalau ia sudah menjadi seorang Chuunin saat berusia muda seolah menjadi pedang bermata dua untuknya.
Disatu sisi tidak ada warga Konoha yang berani melukainya begitu saja, dan di sisi lainnya warga Konoha semakin merasa takut karena ia semakin kuat dan pada akhirnya monster itu menjadi semakin kuat.
"Aku tidak habis fikir bagaimana Hokage-sama membiarkannya menjadi semakin kuat…"
"Kalau ia semakin kuat, maka monster itu akan semakin kuat lagi dan kali ini benar-benar akan menghancurkan desa…"
"Monster itu mungkin mengancam Yondaime-sama…"
'Yang benar saja, monster? Kyuubi? Kalau saja kalian tahu dimana monster itu berada mungkin kalian baru mengetahui kalau monster itu bukanlah kami—' Naruto tampak tertawa tiba-tiba membuat beberapa orang warga yang memperhatikannya tampak tersentak, "lihat saja, saat dunia ini kuubah dengan caraku, saat itu aku akan menghancurkan semua yang tidak benar…"
Langkahnya kembali terhenti dan ia tidak bergerak selama beberapa saat. Tangannya bergerak mengusap dagunya seolah berfikir, sebelum seringai dingin muncul di wajahnya.
"Atau, aku bisa menghancurkan yang tidak benar mulai dari sekarang…?"
"Jadi kau benar-benar akan melakukan itu Itachi?"
Minato menghela nafas dan melihat sahabat dari anaknya itu. Itachi hanya mengangguk dan tidak mengatakan apapun. Ia mengatakan semua rencana itu pada Minato, bukan karena ingin meminta bantuannya menghentikan rencana itu.
"Aku hanya minta satu hal Hokage-sama," Itachi yang membungkuk hormat tampak hanya menundukkan kepalanya saja, "lindungi Satsuki dan juga Sasuke saat aku tidak ada…"
…
"Tidak perlu kau memintanya Itachi—aku akan menjaga mereka berdua seperti aku menjaga Naruto dan Naruko—" Itachi tampak sedikit menegang saat mendengar nama Naruto disebutkan dan Minato menyadari hal itu, "—ada apa?"
"Satu hal yang aku ingin anda lakukan juga Yondaime-sama," Minato menatap kearah Itachi dengan tatapan bingung.
"Jauhkan Sasuke dan Satsuki dari Naruto…"
To be Continue
Kayaknya bukan semi dark lagi ya XD
Yang jawab Pein 3'Oct selamat jawaban anda benar ^^ yep, Naruto pernah hilang 1 bulan setelah Naruto diajak ke Sunagakure sama Minato dan singgah di Amegakure beberapa hari. Dia kenal sama anggota Akatsuki disana Cuma Konan sama Yahiko atau disebut Pain.
Tapi, dia tahu semua informasi Akatsuki dari mereka berdua~
Apa maksud Naruto dengan melakukan penghancuran itu sekarang? Lalu apakah Itachi tahu kalau Naruto melakukan penghianatan untuk Konoha?
Perbedaan sudut pandang Naruto dan Itachi tentang hubungan Konoha dan Akatsuki itu seperti Yin dan Yang. Saat Itachi melakukan kerja sama dengan Akatsuki namun lebih kearah Konoha, sementara Naruto melakukan kerja sama dengan Akatsuki namun ia lebih percaya pada Akatsuki (minimal Konan dan Yahiko).
Plis RnR~
Q & A
Q : Jangan incest ya~
A : Iya, saya juga ga suka incest kok ^^; jadi semua pairing memungkinkan selain incest.
.
Q : Apakah Naruto masuk Akatsuki?
A : Secara resmi? Tidak. Tetapi dia jadi mata-mata Konoha untuk Akatsuki.
.
Q : Dia bisa pakai kekuatan Kyuubi?
A : Untuk sekarang tidak~ tapi pasti bisa kok ^^
.
Q : Bisa buat Minato juga benci Naruto?
A : Seperti yang saya katakan di depan, saya ga suka Minato jadi peran antagonis—dan membenci anaknya sendiri rasanya terlalu kejam untuk Minato.
.
Q : Pairingnya NarutoOC?
A : Yah, kalau mau anggap aja Fem!Sasu itu OC XD
.
Q : Pairingnya NarutoHaku atau NaruKonan?
A : #hik NaruHaku mungkin masih bisa, tapi NaruKonan? Konan kan jauh lebih tua ._.
.
Q : Sasori dan Deidara yang pake topi jerami?
A : Itachi juga pernah pakai kok XD tapi disini semua Akatsuki pernah pakainya dan yang ada disana Yahiko dan Konan~
.
Q : Naruto jangan dibuat jahat ya~
A : …maaf, sudah terlanjur jadi dark!Naru XD tapi nanti ga bakal terlalu jahat kok (mungkin)
.
Q : Arti Pseudo?
A : Half Jinchuuriki, jadi maksudnya setengah lagi itu ada di Naruto kaya Minato di canon.
.
Q : Alurnya kalau bisa jangan terlalu ikutin saran reader.
A : Oke X3
.
Thanks For : heztynha uzumaki, kazurumeriamagmail . com, arrobeys . likeuzhyu, aftu-kun, Uzumaki Karuki, metalcomunity, 3'Oct, flash, Pahlevi . HTT, tsunayoshi yuzuru, El Ghashinia, Guest, Vin'DieseL No Giza, Nervous, sherry dark jewel, BlackRose783, iib . junior, uzumaki reverend, Uzumaki 21, munawirucyiha, uzumakiseptian, agustatsumi, kuchimaru, leontujuhempat, hime koyuki 099, Yasashi-kun, Vicestering, koga-san, bohdong . palacio, mimicucu, m . sidiq . 58, Tsuki Nigatsu No KinyoubiNatsu, Taka no me, ahbadbima27.
Dan semua yang follow, fave, tapi ga review ^^
