"Kau yakin bisa melakukan itu Itachi?"

Itachi menatap pada pemuda yang berusia 2 tahun dibawahnya itu. Yang menatap langit saat hujan sedang turun. Senyumannya sama dengan yang ia tunjukkan tujuh tahun belakangan ini. Ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh Naruto—dan ia juga tahu kalau itu bukanlah hal yang bagus.

"Membunuh orang tuamu—apakah kau yakin bisa melakukan itu?"

"Ini demi Konoha, dan ini adalah misi yang diberikan untukku…"

Naruto tersenyum, dengan kedua matanya yang tertutup oleh poni yang lebih turun karena terguyur oleh hujan. Saat itu ia tidak menjawab apapun—dan hanya menatap pada hujan yang turun disana. Membunuh dan dibunuh—itu adalah sebuah kompensasi yang harus dilakukan oleh seorang shinobi.

"Begitu—sayang sekali…"

.

Hidden Tears

Rated : T

Genre : Family/Angst

Pairing : NaruxFem!Sasu | Fem!NaruxUndecided

Naruto © Masashi Kishimoto

Warning : Cool!Naru, Strong!Naru, OOC!Naru, Dark!Naru, Alive!Minato

.

Note :

Usia Naruto lebih tua dari Rookie 12 sebanyak 2 tahun

Cerita ini, Sasuke punya kembaran cewe Fem!Sasu namanya Satsuki

Fem!Naru atau Naruko yang seumur sama Rookie 12.

.

Summary :

Naruto adalah anak dari Uzumaki Kushina dan Namikaze Minato. Tidak ada yang aneh dengan kelahirannya, tidak ada sama sekali penyerangan Kyuubi yang terjadi. Namun, dua tahu kemudian saat ayahnya sedang tidak ada dan adiknya akan lahir, seorang pria bertopeng menculik ibunya, dan mengeluarkan Kyuubi dari dalam tubuhnya. Naruto kecil harus melihat ibunya dan 'kakek'nya tewas di depan matanya sementara Kyuubi dikunci di dalam tubuh adiknya.

.

Chapter 4, Bloody Tears

.

Suasana hening mendengar apa yang dikatakan oleh Itachi. Minato mengerti kalau Itachi tidak akan mungkin mengatakan hal itu tanpa sebab. Itulah sebabnya ia hanya diam dan mencerna apa yang dikatakan oleh Itachi.

"Apakah aku bisa mendapatkan alasannya Itachi?"

"Anda juga menyadarinya Yondaime-sama," Itachi menatap kearah Minato yang saat itu tampak terdiam dan tak berekspresi, "anda menyadari kalau ada kegelapan yang pekat dalam diri Naruto. Dan—aku merasa sesuatu akan terjadi jika kegelapan itu tidak pernah menemukan cahayanya…"

"Anda adalah satu-satunya orang yang bisa mengetahui dan mengatasi itu Yondaime-sama, karena kegelapan itu—mungkin terjadi karena peristiwa saat Naruto berusia 2 tahun itu," Minato tidak perlu mendengar itu untuk mengetahuinya. Ia akan semakin gagal menjadi seorang ayah kalau tidak mengetahui perubahan dari Naruto.

"Aku akan melakukannya Itachi—kuharap, aku juga bisa mengatasi masalah Naruto…"

.

"Malam ini bukan?"

Naruto menatap Itachi yang sudah memakai pakaian ANBUnya dan hanya tinggal menggunakan topeng ANBUnya saja. Hanya mengangguk, Naruto menatap kearah Itachi yang tampaknya walaupun samar terlihat ragu untuk melakukan apa yang harus ia lakukan saat itu.

"Kau yakin akan melakukannya? Aku akan membantumu—"

"Kalau kita berdua yang melakukannya—akan timbul kecurigaan dari anggota kriminal itu…" Naruto hanya diam atau lebih tepatnya bergumam seperti 'tidak kalau ada Yahiko-nii' dan sebagainya. Namun pada akhirnya ia hanya mengangguk dan menghela nafas, "baiklah, tetapi—melihat kematian orang tua kita sendiri bukanlah sesuatu yang mudah kau tahu. Apalagi membunuh mereka…"

"Semoga kau berhasil…" Dan Naruto tampak beranjak dari tempatnya akan meninggalkan Itachi. Tanpa disadari mereka, sepertinya seseorang mendengar percakapan mereka namun tidak sama sekali melakukan apapun hanya diam dan mendengarkan.

.

"Eh, kenapa kau tidak ikut Satsuki?"

Sasuke menoleh pada saudara kembarnya itu yang hanya menggelengkan kepalanya. Jam baru menunjukkan pukul 2 siang, dan Sasuke serta yang lainnya berencana untuk bermain lebih dahulu sebelum kembali ke rumah masing-masing.

"Aku ingin—istirahat… aku sedang tidak enak badan," jawabnya sedikit ragu. Namun Sasuke yang mendengar itu tampaknya sedikit curiga namun tidak tahu kenapa adik kembarnya bersikap seperti itu dan hanya menghela nafas.

"Baiklah, kalau kau butuh apapun aku ingin kau menceritakannya padaku. Itachi-nii pergi misi hari ini kau tahu bukan?"

Satsuki hanya mengangguk. Hingga akhirnya ia berjalan dan meninggalkan taman itu menuju ke kediaman Uchiha. Dalam perjalanan, yang ia fikirkan hanyalah apa yang ia dengar beberapa saat yang lalu—dimana saat itu ia sedang berjalan menuju kearah taman dan malah menemukan kakaknya bersama dengan Naruto.

'Membunuh orang tua? Apa yang dikatakan oleh Itachi-nii-san?'

Itukah sebabnya Itachi menyuruhnya dan juga Sasuke untuk pulang lebih larut? Karena saat mereka berdua menanyakannya, sepertinya Itachi tidak menjawabnya dan hanya tersenyum sambil menepuk kepala mereka.

"Apa yang sebenarnya terjadi…"

.

Malam itu, adalah malam saat Itachi harus membunuh semua anggota klannya. Sebagai salah satu anak prodigy dan juga sebagai salah satu shinobi yang paling loyal dengan Konoha—Itachi harus melakukannya meskipun dengan berat hati. Beruntung sepertinya ia mendapatkan keringanan dengan tidak membunuh kedua adik kembarnya.

Ia membunuh kakek dan neneknya, paman dan bibi, bahkan kekasih dan sahabatnya—atau dalam hal ini Shisui bunuh diri untuk mempermudahnya. Semuanya habis dan saat itu hanya ada dia dan juga kegelapan malam yang dihiasi dengan bau anyir dari darah.

"Satu langkah lagi…"

Ya, tinggal melangkahkan kaki ke rumah dimana kedua orang tuanya berada, dan ia harus membunuh mereka untuk menyelesaikan misinya.

'Melihat orang tua kita meninggal di depan kita itu sangat menyedihkan kau tahu—terlebih membunuh kedua orang tua kita…'

Satu kalimat yang dilontarkan oleh Naruto yang saat itu membuatnya terdiam sebelum melangkah masuk. Naruto benar, ia tidak siap—tetapi ayahnya adalah pemimpin Coup d'etat dan ia tidak mungkin tidak membunuhnya. Tangannya membeku di depan kamar ayah dan ibunya, sebelum ia memutuskan untuk membukanya. Namun, saat ia menoleh untuk melihat depannya—seseorang sudah berada disana dan menusuk tubuh ayah dan ibunya hingga tidak bernyawa.

"Siapa—"

Dan sosok itu berubah menjadi asap. Kagebunshin, itu yang ia fikirkan. Jutsu dasar namun memiliki tingkat kesulitan A dan tidak semua shinobi bisa melakukan itu. Ia bergerak cepat dan mencoba untuk mengecek keadaan dari ayah dan ibunya.

Tubuh mereka sudah tidak bernyawa dengan beberapa luka parah di tubuh mereka. Itachi hanya bisa berdecak kesal, ia tidak bisa bimbang namun ia tahu kalau apa yang dikatakan oleh Naruto adalah benar. Saat ia memeriksa tubuh ayah dan ibunya, ia melihat sebuah kunai yang menancap di tubuh ayahnya tampak sebuah kertas yang memiliki tulisan.

'Ini adalah misimu Itachi.'

Itachi tampak terdiam dan menatap datar kertas itu. Bagaimanapun ini adalah misinya, ya—tidak ada seseorangpun yang bisa menggantikan saat ia sudah sampai di tahap seperti ini. Ia akan menjadi missing nin rank S bergabung dengan Akatsuki.

Dengan segera ia mengambil pedang yang menusuk tubuh ayahnya yang berlumuran darah.

'Sampai saatnya tiba, aku akan mencari tahu siapa dan apa yang kau inginkan…'

GREEEK!

Ia menoleh dan menemukan Sasuke yang baru saja kembali dari bermain.

Dan ia tahu, salah satu rencananya akan segera dimulai sekarang.

Malam itu, klan Uchiha sudah terbantai habis dengan saksi mata dua orang saudara dari keluarga utama Uchiha, sang pembunuh—dan seseorang yang saat ini duduk di atas tiang dan tersenyum senang seolah menikmati pemandangan itu, sebelum ia berubah menjadi asap dan menghilang.

.

Pembantaian klan Uchiha oleh Uchiha Itachi langsung tersebar beritanya ke seluruh Konohagakure. Hanya ada dua orang yang selamat dalam situasi itu. Uchiha Sasuke, dan juga Uchiha Satsuki yang saat pembantaian tidak ada disana. Tidak ada yang mengetahui keadaan sebenarnya, jika Namikaze Naruto juga berada dibalik dalang semua ini.

"Otou-san, apakah Sasuke dan Satsuki akan baik-baik saja?" Minato menatap Naruko yang tampak menatapnya khawatir. Mencoba untuk tersenyum, ia tahu kalau sifat Sasuke menjadi sangat berubah begitu juga dengan Satsuki. Meskipun ia mengatakan kalau mereka berdua akan baik-baik saja, ia tidak akan bisa berbohong.

"Kau yang akan menolong mereka berdua Naruko…"

"Naruto-nii yang akan melakukannya! Ia lebih hebat dariku otou-san!" Minato tahu kalau Naruto adalah ninja jenius. Namun, hanya karena satu kalimat yang keluar dari mulut Itachi yang membuatnya gusar dan juga cemas tentang keadaan anak sulungnya itu.

Apa yang disembunyikan oleh Naruto? Apakah kematian Kushina yang menjadi pemicunya? Hanya itu yang selalu ia fikirkan.

"Otou-san?" Minato tersentak saat suara Naruto terdengar. Ia menoleh dan menemukan Naruto yang cukup bingung dengan keadaannya, "aku sudah menjemput Sasuke dan juga Satsuki sesuai dengan apa yang kau perintahkan."

"Baiklah, terima kasih Naruto…"

Ia menghela nafas dan tampak sedikit lega. Karena kedua saudara Uchiha itu tampaknya aman untuk sementara meskipun ia meninggalkannya bersama dengan Naruto. Naruto sendiri tampaknya menyadari kewaspadaan ayahnya namun tidak merespon apapun dan tetap bersikap seperti biasa.

.

"Satsuki-chan, apakah kau ada di dalam kamar?"

Naruto tampak berjalan kearah salah satu kamar yang ditempati oleh Satsuki dan juga Naruko di mansion Namikaze. Tentu setelah pembantaian itu ayahnya memutuskan untuk merawat Sasuke dan juga Satsuki, membujuk mereka untuk tinggal bersama dengan mereka.

Naruto menatap Satsuki yang masih duduk dan hanya mengangguk menatap foto keluarganya yang dibingkai olehnya. Naruto duduk di tepi tempat tidur dan menatap Satsuki yang menundukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun. Ia tidak pandai untuk menghibur seorang perempuan meskipun itu adalah anak yang lebih muda darinya.

"Aku tahu kalau ini berat saat kakakmu membantai klan dan membunuh kedua orang tuamu…"

"Tetapi bukankah ada otou-san dan kami? Aku akan menganggapmu sebagai adik perempuanku yang kedua dan akan memperlakukanmu seperti Naru—"

PLAK!

Sebuah tepisan tangan saat Naruto mengusap kepala Satsuki yang didapatkan, dan sebuah tatapan dengan mata sharingan tomoe satu yang tampak saat itu. Tatapan tajam itu tampak membuat Naruto terkejut, namun tentu sama sekali tidak berpengaruh padanya.

"Jangan menyentuhku."

Naruto tampak menganalisa respon Satsuki, dan tampak berfikir sejenak sebelum menghela nafas dan berdiri dari ranjang itu. Menepuk kepala Satsuki, menyibakkan poni gadis itu dan tampak mengecup dahi Satsuki sebelum ia tersenyum dan segera berjalan keluar.

"Makan malam sudah siap, kau boleh makan kapanpun yang kau mau."

Dan Naruto segera meninggalkan Satsuki yang terkejut sambil memegangi dahinya yang dikecup oleh Naruto tadi. Perlakuan yang benar-benar membuatnya terkejut.

"Dia…"

.

2 Bulan Kemudian

.

Naruto benar-benar mengambil hati Sasuke yang seolah menggantikan posisi Itachi dengan Naruto. Ia sering berlatih dan juga bertukar fikiran dengan Naruto yang menurut Sasuke benar-benar hebat dan menyamai kakaknya. Naruto sendiri tidak keberatan, dan ia selalu mengiyakan apapun yang diinginkan oleh Sasuke.

Berbeda dengan Satsuki yang tampak dingin dan selalu menghindar dari Naruto dan juga yang lainnya.

"Menjadi Jounnin?"

Naruto menatap Sasuke yang tampak mengangguk penuh semangat. Mereka sedang beristirahat dan makan siang bersama dengan Naruko dan juga Satsuki.

"Aku tidak akan percaya dengan guru Jounnin manapun. Kalau berlatih bersama denganmu, aku akan bisa menjadi lebih kuat dan membalaskan dendam pada Itachi," Sasuke tampak terlihat kesal setiap kali mengingat Itachi. Naruto hanya menghela nafas dan tampak menyilangkan tangannya berfikir.

"Bagaimana ya, menjadi guru akademi sudah sangat menyenangkan…"

"Lagipula kita sudah akan mendapatkan ujian Gennin minggu depan, tidak mungkin Naruto-nii menjadi guru Jounnin kita bukan?" Naruko tampak menatap Sasuke yang menunduk kecewa dan Naruto yang tertawa mendengarnya.

"Yah, bagaimana ya… Aku sudah cukup puas berada di posisi ini."

.

Satu minggu kemudian, dan mereka melakukan ujian Gennin. Karena Naruto yang juga memiliki chakra Kyuubi dan tidak bisa membentuk bunshin, ia mengajarkan Naruko untuk membentuk kagebunshin dan membuatnya lulus dengan cukup gemilang.

"Kalau saja Naruto-nii-san tidak mengajarkanku, aku bisa dijebak oleh Mizuki-teme seperti yang ia lakukan pada salah satu anak yang gagal," Naruko tampak menghela nafas dan memangku kepalanya dengan sebelah tangan. Keesokan harinya, dan ia berkumpul di kelas untuk melakukan pembagian kelompok Gennin.

"Hn, dobe-nii-san benar-benar hebat dengan semua kombinasi jutsunya…"

"Berhentilah untuk membicarakan orang itu. Kau tahu kalau aku tidak menyukainya bukan Sasuke," Satsuki tampak menggeram dan menatap tajam Sasuke dan juga Naruko. Keduany amasih tidak mengerti apa sebenarnya yang mengakibatkan Satsuki membenci Naruto. Dan baru saja ia akan menanyakannya, saat Iruka muncul dan berada di depan kelas.

"Baiklah, duduk dan dengarkan baik-baik pembagian kelompoknya!"

Naruko tampak menunggu namanya dipanggil begitu juga dengan Sasuke dan juga Satsuki.

"Team tujuh—Namikaze Naruko, Uchiha Sasuke, dan Uchiha Satsuki."

Yang disebutkan tampak saling bertatapan sebelum tersenyum, dan para siswa dan siswi lainnya berteriak frustasi dan juga iri karena tiga idola sekolah mereka tidak dipisahkan dan berada dalam satu kelompok.

"Diamlah semua, aku masih belum selesai!"

Dan Iruka kembali membacakan tim selanjutnya.

"Ngomong-ngomong aku tidak melihat Naruto-nii-san?"

.

Satu per satu tim dijemput oleh guru Jounninnya, dan sampai pada tim enam yang tampak sudah dijemput oleh guru Jounninnya. Ketiga Gennin yang tampak tidak sabar untuk menunggu guru Jounnin mereka tampak menatap kearah pintu terus menerus.

Dan pintu geser terbuka.

"Tim tujuh, ikut denganku—" dan Naruko serta yang lainnya tampak membulatkan matanya melihat siapa yang ada di depan mereka yang tampak tersenyum lebar dengan jaket Jounninnya.

"NARUTO-NII?!"

.

"Mereka benar-benar tidak tahu kalau sebenarnya kau sudah mengambil ujian Jounnin dan sudah dinyatakan lulus?"

Minato menatap anak sulungnya itu yang menggeleng dan tertawa. Tentu, ia sudah mengambil ujian Jounnin beberapa minggu sebelum permintaan Sasuke untuk ia menjadi Jounnin. Benar-benar waktu yang sangat pas. Menoleh pada Naruto yang bersikap biasa setelah pembantaian itu membuat Minato semakin lega.

Semua kekhawatiran karena perkataan Itachi sebelum pembantaian lama kelamaan menjadi berkurang dan menghilang.

"Tetapi benar-benar—apakah otou-san mensetting tim tujuh sebagai alur keturunan? Jiraiya-jiji, Tsunade-baba, dan juga Orochimaru tim tujuh, lalu kau juga berada di tim tujuh dengan guru Jounnin Jiraiya-jiji, lalu kau menjadi guru tim tujuh bersama dengan muridmu dan Kakashi-nii, aku dan Itachi juga berada di Tim Tujuh dengan guru Jounnin Kakashi-nii," Naruto membaca beberapa berkas di tangannya, "dan sekarang kau memasukkan Naruko, Satsuki, dan Sasuke di tim tujuh denganku sebagai guru Jounnin mereka?"

"Yah, karena sudah terbentuk seperti itu rasanya akan cukup aneh kalau siklus itu tidak dilanjutkan."

"Hah, tetapi aku tidak menjamin kalau mereka akan lulus otou-san," Naruto menyenderkan tubuhnya dan menaruh tangannya di saku celana, "dan lagipula test yang kubuat tetap sama seperti test yang diberikan Kakashi-nii dan saat kau dulu."

Dan Naruto mengeluarkan sebuah lonceng dari saku itu.

.

"Jadi begitulah," Naruto menceritakan semua yang ia bicarakan dengan Minato sebelum ini ketika mereka berempat berada di atap bangunan akademi ninja. Dengan Sasuke dan juga Naruko yang tampak senang, dan Satsuki yang menggerutu tidak senang dengan apa yang menjadi keputusan ini.

"Mulai sekarang tidak ada sebutan nii-san, ataupun dobe-nii-san, aku adalah Naruto-sensei oke?"

"Baiklah sensei/dobe-sensei," Naruto tampak kesal dengan panggilan Sasuke, namun ia tampak hanya memukul pelan kepala Sasuke. Sementara Satsuki tampak hanya mendengus dan memalingkan wajahnya dari Naruto.

"Baiklah, ayo kita perkenalan!"

"Dimulai darimu saja," Naruko mengusulkan dan menunjuk Naruto yang menunjuk balik dirinya.

"Baiklah, namaku adalah Namikaze Naruto dan usiaku 14 tahun. Hal yang kusukai adalah Konoha dan adik-adikku, dan hal yang tidak kusukai adalah penghianat desa dan juga pelanggar misi," jawabnya dengan santai. Tidak ada nama ayahnya di hal yang disukai ataupun tidak, "cita-cita, belum terfikirkan. Bagaimana denganmu?"

"Namaku adalah Namikaze Naruko dan usiaku 12 tahun. Hal yang kusukai adalah otou-san dan juga Naruto-nii serta teman-temanku, dan hal yang tidak kusukai adalah menunggu ramen, orang yang berbuat jahat pada nii-san. Dan cita-citaku adalah menjadi Hokage perempuan pertama di Konoha!"

Naruto menunjuk kembali pada Sasuke.

"Namaku adalah Uchiha Sasuke usiaku 12 tahun. Hal yang kusukai, berlatih bersama dengan orang kuat. Dan hal yang tidak kusukai adalah sesuatu yang bodoh dan juga lemah. Cita-citaku adalah, membalaskan dendam pada seseorang yang sudah menghancurkan hidupku," walaupun semuanya mengetahui siapa, tetapi tidak ada yang perlu dijelaskan. Naruto menoleh pada Satsuki begitu juga dengan Sasuke dan juga Naruko.

"Namaku adalah Uchiha Satsuki, usiaku 12 tahun. Hal yang kusukai, tidak ada yang special… dan hal yang tidak kusukai adalah Naruto. Cita-citaku adalah mencari tahu kebenaran akan sesuatu…"

"Baiklah-baiklah, perkenalan yang diakhiri dengan sesuatu yang suram tidak akan baik untuk ujian kalian besok. Sekarang pulanglah—"

"Test?" Naruko, Sasuke, dan Satsuki menatap kearah Naruto yang mengangguk santai.

"Kalian belum tentu akan menjadi Gennin, ujian yang akan kuberikan akan menentukan apakah kalian akan menjadi Gennin ataukah kembali ke akademi selama satu tahun lagi," Naruto berkacak pinggang dan membelakangi mereka, "kutunggu di monumen besok jam 7 jangan terlambat dan jangan sarapan kalau kalian tidak ingin muntah."

Dan dengan segera ia melakukan shunshin.

"AH NII-SAN!"

.

"Terima kasih ramennya paman!"

Naruto baru saja keluar dari kedai ramen saat matahari tampak sudah cukup gelap dan sudah menjelang malam. Ia berjalan sendirian, karena biasanya ia memang selalu bersama dengan Itachi. Menghela nafas, ia menyilangkan kedua tangannya di belakang kepalanya dan menutup matanya.

Ia tidak melakukan apapun, hanya menutup matanya dan membiarkan instingnya yang ia gunakan untuk menghindari bahaya.

"Apakah ada yang tidak kau mengerti?" Naruto tampak tersenyum dan masih menutup matanya, "Satsuki-chan?"

Satsuki tampak berhenti di belakang Naruto dan menatapnya dengan tatapan dinginnya. Naruto menoleh dan menunggu apa yang ingin dikatakan oleh Satsuki saat itu dengan senyumannya yang biasa ia berikan.

"Kenapa kau berpura-pura tidak sadar?"

"Hm? Aku tidak mengerti—" Naruto memiringkan kepalanya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada, "apa maksudmu?"

"ALASAN KENAPA AKU MEMBENCIMU!" Naruto tampak melepaskan tangannya dan menatap Satsuki, "kau pasti tahu bukan kenapa?"

"Karena kau tahu—"

"—kalau aku yang membunuh kedua orang tuamu?"

To be Continue

Fit Naruto bukan semi dark tapi sudah dark :| yah timeline pembantaian memang me mundurin jadi pas umur SasuSatsuNaruko 12 tahun dan Naruto 14 tahun :]

Sedikit pendek ya? Yah, karena me ga ada ide dan waktu yang mepet. Jangan minta update cepat-cepat ya, karena saya lagi agak sibuk sama RW ^^

Dan maaf yang menginginkan Sakura di tim 7, karena kombinasi mereka bertiga lebih menarik perhatian me daripada Tim Tujuh canon…

Dan maaf untuk terakhir kalinya kalau banyak yang ga suka Dark!Naru. yah saya sendiri baru kali ini bikin dark!Naru malah jadi kebablasan. ^^;

Plis RnR~

Q & A

Q : Naru bakal tahu kalau dia dimanfaatkan?

A : Satu hal yang bisa saya bilang, Naruto itu tak sesantai yang terlihat ^^

.

Q : Kapan Naruto punya kekuatan setara dengan kekuatan dewa?

A : Apakah me tambahin GodLike!Naru? Nope, saya ga suka GodLike!Naru jadi yah gitu deh. Tapi kalau ngikutin canon bakal ada sangat sedikit sekali.

.

Q : Naruto punya kekuatan Rahasia?

A : Hehe, dan jawabannya juga rahasia~

.

Q : Naruto bakal ikut ngebantai diam-diam?

A : Benar! ^^ di chap ini ketahuan kan~ romance NaruFem!Sasu bakal lebih bagus plotnya :3

.

Q : Inti cerita?

A : Bagaimana Naruto sadar kalau yang dia lakuin salah, dan gimana cara Naruko Satsuki sama Sasuke nyadarinnya :D

.

Q : Kapan Naruko bakal tahu pengorbanan Naruto?

A : Yang pasti tidak dalam waktu dekat~

.

Q : Maksudnya ngejauhin Naru dari duo Uchiha karena takut dihasut?

A : Ga, karena Itachi tahu ada yang disembunyiin sama Naruto :D

.

Q : Mohon Naruto ga dibuat jahat .-.

A : mohon maaf karena terlanjur .-.

.

Q : Persona 4 Sacrifice kapan dilanjutin?

A : OOT XD tapi… yah kalau saya ada ide ya .-.

.

Q : Naruto pake jutsu Menma?

A : Yang… Rasengan hitam? May…be? Or not :3

.

Q : Kalau tahu dimanfaatkan apa yang Naruto lakukan?

A : Jawabannya sama kaya pertanyaan pertama :)

.

Q : Yahiko masih hidup?

A : Yahiko sudah mati D: itu Pein .-.

.

Q : Arti Coup d'etat

A : Ah ga tau artinya, tapi yang pasti intinya itu hampir sama kaya Invasi. Jadi bakal membelot.

.

Q : Elemen Naruto?

A : Tetap angin~ seperti yang saya bilang saya ga suka GodLike!Naru dan ngikutin canon aja ^^

.

Thanks For : Yuka Namikaze, anggraxl, leontujuhempat, Namikaze Sholkhan, Kagami Ryuu, Uzumaki 21, ato . setiawaw, uzumaki reverend, ahmadbima27, vicestering, Tsunayoshi Yuzuru, Uzumaki Karuki, Nagasaki, koga-san, Vin'DieseL No Giza, awar . muna, 3'Oct, uchiha leo, Yamigakure no Ryukage, Aristy, Namikaze Hendrix Ngawi, Neko Twins Kagamine, kazumeriamagmail . com, BlackRose783, samsulae29, selamet . b . raharjo . 9, heztynha uzumaki, fatayahn, uzumaki arian, Gembel Elit, AkiraRaymundo, Redcas, iib . junior, arul . dhesmosedhichii.

Dan semua yang follow, fave, tapi ga review ^^