Qtalita
Wonkyu Fanfic
.
.
.
.
.
"Kyunnie, kau mengenal namja bernama Choi Siwon itu?"
"Ne, Chullie, dia namja paling urakan yang pernah aku temui, namja angkuh"
Heechul tertawa lepas, Kyuhyun memandangnya bingung.
"Chagiya, dia cukup tampan"
"Aku membencinya, akulah yang paling tampan"
"Kau manis chagi"
Kyuhyun mempoutkan bibirnya, matanya masih focus mengendarai mobilnya, Heechul semakin tertawa melihat ekspresi namja disampingnya itu.
"Dia namja yang baik, sangat. Aku bisa merasakannya"
Ckiiiittttt..
Kyuhyun menginjak remnya mendadak. Heechul mendelik jengkel padanya, bukan apa, jidatnya kini membiru karena ulah Kyuhyun barusan.
"Yak!"
"Sudah sampai, aku jemput besok, Ok chagiya"
Kyuhyun tersenyum, dengan kesan dipaksakan, Heechul memutar bola matanya malas, yeoja itu sudah terbiasa dengan kondisi Kyuhyun yang seperti ini, ini berarti Kyuhyun tengah berada dalam mood yang tidak menentu.
"Ok, Jangan lupa makan, Jangan bermain game, dan Tidur yang cepat arra"
Kyuhyun mengangguk malas, dan kecupan melayang di pipinya, ia tersenyum lebar.
"Bye bye chagiya.."
Kyuhyun menginjak gas meninggalkan rumah yang tergolong megah itu dengan senyum yang terpatri di bibirnya. Sepertinya Kyuhyun tengah bahagia eoh?
Berbeda dengan kondisi Kyuhyun, Siwon kini tengah uring-uringan di lantai dasar apartemennya, entah kenapa hari ini keberuntungan seakan menjauh darinya, ia duduk dengan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, ia memainkan poninya yang mulai jatuh di dahinya.
"Aiissshhh, kenapa aku bisa sampai menjatuhkan kunci apartemenku"
Siwon menjambak rambutnya frustasi, hidupnya benar-benar berantakan.
"Hidupku jadi kacau sejak namja itu masuk dalam hidupku, aissshhh namja sialan"
Triing..
Pintu terbuka, Siwon menolehkan kepalanya, dan betapa terkejutnya namja berdimple itu saat disana berdiri sosok yang tidak kalah terkejutnya dari dirinya.
"Ya Tuhan, kenapa aku harus bertemu denganmu lagi" Kyuhyun berceloteh sembari melewati Siwon acuh.
"Yak, apa kau bilang" Siwon berdiri menghalangi jalan Kyuhyun, Kyuhyun henya menyeringai.
"Kau, kenapa kau ada disini? Kau mengikutiku? Membuntutiku? Ah.. atau jangan-jangan kau mau membunuhku lalu merebut Chullie dariku"
Siwon menatap Kyuhyun tajam, setidaknya ia bisa mengambil opsi terakhir jika saja ia tidak menyadari posisinya sekarang. Merasa tidak menerima tanggapan, Kyuhyun kembali berjalan melewati Siwon.
"Minggir"
Siwon yang tersadar, mengikuti Kyuhyun, paling tidak otaknya berjalan cepat, ia bisa menggunakan Kyuhyun untuk masuk ke dalam kamarnya, masa bodoh dengan alas an Kyuhyn datang ke tempat ini, ia hanya menbutuhkan anak itu agar ia bisa masuk ke kamarnya.
"Hei, kau menemui siapa disini? bukankah ini apartemen mewah? Kau punya cukup uang untuk menyewanya?"
Kyuhyun berbalik, ia memicingkan matanya. Apa namja Choi ini menghinanya?
"Apa kau bilang Choi sialan?"
Siwon mengangkat bahunya acuh, ia melangkah masuk ke dalam lift, mengikuti Kyuhyun.
"Kenapa kau mengikutiku?"
"Siapa yang mengikutimu, aku memang mau ke atas"
Kyuhyun berdecih, ia berdiri di sudut sementara Siwon di sudut lainnya. Seakan kotak lift ini sasana boxing dengan 2 petarung di dalamnya. Kyuhyun tidak mengalihkan pandangannya dari Siwon yang bersiul-siul nyaring.
"Bisa kau diam Choi"
Siwon hanya berhenti sebentar lalu kemudian lanjut memainkan bibirnya. Kyuhyun mengusap wajahnya jengah.
Ting
Pintu terbuka, Siwon sempat terkejut karena lantai yang Kyuhyun tuju sama dengan Lantai kamarnya. Siwon mengikuti Kyuhyun yang berjalan kearah kamarnya, jantungnya berdetak kencang, apa jangan-jangan Kyuhyun menemukan kunci kamarnya?
408
Kyuhyun berhenti tepat di depan kamarnya, ia mengeluarkan key pass.
"Ah jangan-jangan kau mau menemui selingkuhanmu di kamar ini eoh?"
Kyuhyun tersentak, ia berbalik dan menemukan Siwon bersandar di samping pintunya.
"Yak, kau masih mengikutiku?"
"Ho Ho Ho aku tidak mengikutimu bodoh, hei, kenapa? Kau takut ketahuan? Hahahaha tenang saja tidak akan kuberitahu pada Heechul yang cantik itu, tapi akan aku bawa yeoja manis itu kesini"
Kyuhyun menahan amarahnya, ia hampir saja melempari wajah Siwon dengan key pass nya jika seorang maid tidak datang menengahi. Maid tersebut terlihat memberikan Siwon sebuah key pass, Kyuhyun mengernyitkan dahinya, ia tidak mau berfikiran macam-macam..
"Ini kamarku bodoh, aku tidak mengikutimu"
Kyuhyun memejamkan matanya, mimpi buruknya berubah menjadi kenyataan.
"Ini juga kamarku Choi"
Ding.
Suasana berubah beku, Siwon membuka mulutnya nyaris tidak bisa menutup, Sementara Kyuhyun masih terlihat cool walaupun sorot matanya terlihat kaku.
"Aku pasti bermimpi buruk Cho"
"Aku juga Choi"
Dan mereka memasuki kamar mereka masing-masing, tidak ingin memikirkan hal lain selain membaringkan tubuh mereka dan berharap keesokan harinya mereka terbangun dan semua ini hanyalah mimpi buruk.
Brakkkk..
Kyuhyun membuka paksa ruang kelas Siwon, matanya menyapu seisi ruangan dan menemukan Siwon tengah bersandar santai dengan kaki di atas meja, Kyuhyun menggeram, langkahnya cepat.
Braaakkk
Sekali lagi Kyuhyun menggebrak meja di depan Siwon, Siwon yang sedari tadi memejamkan matanya kini terbangun lalu melepas earplugnya, mematikan ipodnya lalu menatap Kyuhyun.
"Wae?"
Kyuhyun melempar kertas yang telah kusut ke wajah Siwon, Siwon mengernyitkan dahinya, ia berdecih lirih.
"Wae? Ada yang salah? Ini hanya selembar undangan kolaborasi, ada masalah tuan Cho?"
Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung.
"..."
"MWO?"
Kyuhyun memutar bola matanya malas, Choi satu ini begitu lamban untuk berfikir.
"Kolaborasi? Departemenku dan departemenmu?"
"Selambat itukah otakmu Choi?"
Siwon berdiri, ia memandang kertas dan wajah Kyuhyun bergantian.
"Ini pasti kerjaanmu Cho"
"Hah? Apa kau sudah gila? Menatap wajahmu saja aku sudah mual"
"Ck, bilang saja kau iri dengan wajah tampanku"
"Dalam kuburmu choi"
Semua mendadak hening, seisi kelas mulai ketakutan dengan perseteruan dua makhluk beda aliran itu, tidak ada yang berani melerai, semua tahu Siwon adalah mahasiswa yang berpengaruh di kampus mereka, mereka juga tahu jika Kyuhyun bukanlah orang kecil disini, Orang tua Kyuhyun merupakan pemegang saham universitas mereka, bahkan kabarnya ayah Kyuhyun adalah pendiri universitas mereka.
"Lalu ini kerjaan siapa?"
"Cih, Tidak usah mencari tahu jika ternyata ini kerjaanmu atau salah satu teman-teman bodohmu itu"
Siwon berjengit, jika saja ia tidak ingat pamor, ia sudah menendang bocah setan di depannya.
"Hei, ini semua ideku"
Siwon dan Kyuhyun kompak menoleh, Heechul berdiri di ambang pintu dengan senyum menawan. Siwon noseblood, Kyuhyun mengerucut.
"Chullie.." Kyuhyun merajuk kea rah Heechul.
"Wae, chagi.. ini merupakan kesempatan bagimu untuk bersaing bukan?" Heechul mengusap pipi Kyuhyun lembut, sementara namja yang selama ini disangka dingin malah mengerucut imut. Siwon terbatuk melihat pemandangan yang menurutnya menjijikkan.
"Cih, drama"
Kyuhyun berbalik, wajahnya kembali dingin, stoic.
"Bagaimana menurutmu Siwon-ssi, kau setuju kolaborasi ini? Bahkan kalian bisa mendapat penghargaan khusus"
Siwon tergelak, begitu suara Heechul menyerang telinganya, senyumnya mengembang.
"Tentu saja Heechul-ssi, kebanggaan buatku"
Kyuhyun memutar matanya malas, ia menggandeng lengan Heechul menjauh.
"Kalau begitu sampai jumpa sabtu depan Siwon-ssi" Suara Heechul tenggelam saat Kyuhyun semakin menyeretnya menjauh.
"Apa maksudmu Chullie? Kau mau membunuhku?" Kyuhyun melepaskan amarahnya saat mereka tengah berdua di ruangan music departemen Kyuhyun.
"tidak mungkin Chagi, mana mungkin aku mau membunuhmu? Aku hanya ingin kau memperlihatkan Siwon kalau kau bukanlah orang yang lemah" Heechul memeluk tubuh Kyuhyun. Ia tahu namja di depannya ini sangat sensitive dengan kelakuan manisnya.
"Sudahlah Chullie, aku mau pulang"
Kyuhyun melepas pelukannya, ia melangkah pergi meninggalkan Heechul yang menggeleng-gelengkan kepalanya maklum.
….
Hari pertama.
Kyuhyun dan Siwon duduk dengan jarak yang lumayan jauh, saling memalingkan wajah di sudut yang berbeda. Yunho yang bertindak sebagai pengajar pun dibuat kelabakan, hari ini adalah hari pertama mereka berlatih untuk pentas kolaborasi akhir tahun, mereka akan menyatukan dua jenis music dalam 1 alunan lagu. Namun sepertinya ini ide yang sangat buruk, bisa kita lihat dari hubungan pribadi Siwon dan Kyuhyun.
"Ayolah, kalian seharusnya lebih menjiwai peran kalian.."
Kyuhyun mendengus, Siwon mendecih jengah.
"Baiklah kalau kalian masih seperti ini, akan aku adukan kalian pada Heechul"
Duo wonkyu sontak berbalik dan menggeleng kompak.
"Nah, kalau begitu sekarang ambil partitur ini dan pelajari, aku tidak mau tahu lagi jika kalian masih saja mencampuradukkan masalah pribadi kalian disini" Yunho berkacak pinggang di depan Wonkyu yang kini memegang masing-masing partitur musiknya.
Yunho duduk di dekat jendela sambil mencoba memainkan piano dengan tangga nada baru, sementara Siwon mencoba memetik gitarnya, sedangkan Kyuhyun hanya terdiam sambil memejamkan matanya. Siwon yang memperhatikannya mulai berjengit geram.
"Yak, sekarang saatnya berlatih, bukan tidur" bisiknya, takut membuat konsentrasi Yunho pecah dan membuat namja seniornya itu marah.
"Aku tidak tidur Choi pabo, aku sedang berlatih" Kyuhyun masih menutup matanya.
"Hah? Berlatih tanpa melakukan apapun?"
"Kau lihat Choi, aku tidak membawa biolaku, mana mungkin aku berlatih, lagipula jika aku memainkan biola disaat seperti ini bukankah aku bisa mengganggu konsentrasi kalian" Kyuhyun mendelik.
"Ho'oh, aku tahu, permainanmu sangat jelek bukan?" Siwon menyeringai, bisa ia lihat perempatan muncul di dahi Kyuhyun.
"Tidak, aku takut kau terpesona"
"Hahahahahahahaha, mana mungkn Cho yang sangat urakan sepertimu membuatku terpesona? Dalam mimpi!"
"Oh iya? Kau belum mendengarnya Choi angkuh!"
Siwon dan Kyuhyun masih saling berdebat saat-
"KALIAN!"
-Suara Yunho menggelegar dalam aula
…
Hari kedua
Kyuhyun menggumamkan nada-nada yang tertulis rapi di atas partitur, tangan kanannya sibuk membelai rambut yeoja yang bersandar di bahunya. Mereka tengah duduk bersandar pada sebuah pohon di taman.
"Kyuhyunnie.."
"hm?"
"Apa hubunganmu dengan namja Choi itu mulai membaik?"
Kyuhyun mengernyitkan dahinya, bagaimana mungkin Heechul malah mempertanyakan hubungannya dengan Choi Siwon?
"Tidak akan"
Heechul menghela nafas panjang, Kyuhyun memang ia kenal sebagai namja yang sangat keras kepala, tidak suka diatur dan sangat dingin. Namja yang berusia 4 tahun lebih muda darinya itu terlihat sangat dewasa walaupun kadang bersikap sangat manja jika hanya berdua.
"Padahal dia namja yang baik"
Kyuhyun menegakkan duduknya, ia tidak suka namja itu disebut-sebut, apalagi jika Heechul yang menyebutnya.
"hey, marah?"
Kyuhyun menggeleng, dengan cepat ia merapikan partitur-partiturnya, memasukkan lembaran itu kedalam tasnya dan berdiri.
"Hey mau kemana?"
"Mian chullie, aku harus latihan hari ini, Yunho sudah menungguku"
Tanpa berbalik Kyuhyun berjalan meninggalkan Heechul sendiri dengan pandangan sayu, tanpa mereka sadari seorang namja tengah memperhatikan mereka dengan tatapan marah.
…..
Kyuhyun menghela nafasnya dengan mata terpejam, ia menyandarkan dirinya di sebuah bangku panjang milik penonton dalam aula basket, masih ada waktu sebelum latihan hari ini dimulai, perkataan heechul berputar di kepalanya.
"Merasa senang membuat Heechul sedih eoh?"
Kyuhyun masih memejamkan matanya, tanpa melihatpun Kyuhyun tahu siapa yang berdiri di depannya.
"Bukan urusanmu"
Grep
Siwon mencengkeram kerah baju Kyuhyun, mengangkatnya agar bisa melihat matanya langsung.
"Jika itu tentang Heechul, itu menjadi urusanku!"
Srett.
Brukk!
Kyuhyun menampik lengan Siwon di kerah bajunya lalu melemparkan sebuah pukulan tajam ke wajah Siwon. Siwon yang lengah akhirnya terjatuh, namun itu hanya untuk sementara waktu, Siwon kembali bangkit dan menyerang Kyuhyun bertubi-tubi.
Bruk!
Brak!
Sreett!
Kyuhyun menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya yang sobek, wajahnya dihiasi lebam dimana-mana, Kyuhyun berusaha bangkit.
"Hahahahaha.." Kyuhyun tertawa miris, Siwon menatap bingung dengan dada naik turun mengatur nafasnya.
"Kau tahu Choi, kau adalah namja paling buruk yang pernah kutemui, kau siapa huh? Kau siapa!"
Kyuhyun berteriak keras, suaranya menggema di aula yang hanya di tempati mereka berdua. Siwon membeku, Kyuhyun di depannya begitu berbeda dengan Kyuhyun yang selama ini ia lihat, begitu keras dan marah.
"Kau tidak berhak mengaturku, mengatur hubunganku dengan Heechul! Kau tidak punya hak!"
Bruk!
Braakk!
Kyuhyun melayangkan pukulan bertubi-tubi di wajah Siwon hingga Siwon juga jatuh tersungkur, punggungnya membentur bangku panjang hingga membuat ia meringis kesakitan memegang punggungnya.
Kyuhyun bersandar pada dinding terdekat, nafasnya memburu, luka di sudut bibirnya mulai mengering dan tidak mengeluarkan darah lagi, Sementara Siwon terduduk dengan penampilan tidak jauh beda, buruk.
"Katakan pada Yunho hyung, hari ini aku tidak bisa ikut latihan"
Siwon berinisiatif untuk berbicara duluan, ia meraih jaketnya yang teronggok di lantai. Kyuhyun mendongak dengan wajah tanpa mimic.
"Katakan sendiri, aku pulang"
Kyuhyun berbalik duluan, melewati Siwon dengan langkah terseok-seok. Meninggalkan Siwon dengan sejuta pertanyaan dalam benaknya, makhluk yang tadi tersulut emosi itu kini tampak kembali dingin dan berbeda.
…..
"Ya Tuhan Kyu? Apa yang terjadi?" Heechul terperanjat saat ia membuka pintu rumahnya, Kyuhyun berdiri dengan tampilan seperti habis di rampok. Namja bermarga Cho itu hanya mendengus.
"Bisakah kau mempersilahkan aku masuk dulu? Badanku sakit" Ucapnya dengan wajah meringis, Heechul membuka lebar pintu rumahnya, mempersilahkan Kyuhyun masuk.
Heechul bergegas kea rah dapur mengambil semangkuk air dingin dan sehelai handuk kecil, sementara Kyuhyun ia biarkan masuk ke kamarnya.
Dengan telaten Heechul menyeka darah kering di sudut bibir Kyuhyun, serta lebam-lebam di sekitar wajah namja berkulit pucat itu.
"Kau berkelahi?"
"…"
Heechul menghela, ia sangat mengenal Kyuhyun, jika terdiam seperti ini berarti memang benar ia telah melakukan hal bodoh hingga membuat wajahnya hancur seperti sekarang.
"Aku benci kau yang terlalu keras kepala Kyu"
"…"
"Apa kau fikir dengan seperti ini maka kau sudah tampak hebat? Huh?"
"Ouchh, pelan-pelan Chullie.."
Kyuhyun mengaduh saat Heechul menekan pipinya sedikit keras, yeoja berparas cantik itu hanya menyeringai.
"Kau bodoh Kyu, sekarang setelah membuat wajahmu seperti ini apa kau sudah merasa puas?"
"Bukan aku yang memulai, Namja Choi itu yang mendatangiku"
Dahi Heechul berkerut, Choi? Siwon?
"Wae? Kau sepertinya terlihat kaget?"
Heechul menggeleng, ia meletakkan handuk dan mangkuk kecilnya di meja nakas, wajah Kyuhyun sudah bersih dari noda darah.
"Hanya saja kau tidak perlu melakukan hal seperti ini Kyu"
"Kenapa? Kau mencemaskan Choi itu? Ah! Jangan bilang kalau kau mulai menyukainya"
"Jangan bodoh!"
Bibir Kyuhyun mengerucut, Heechul yang awalnya marah berubah geli sendiri dengan tingkah manja Kyuhyun yang bisa berubah sewaktu-waktu.
"Aku hanya mencemaskanmu, kau tahu aku sangat sangat sangat menyayangimu Kyu"
Kyuhyun tersenyum, diraihnya tubuh Heechul, memeluknya erat.
"Gomawo.."
….
Hari ketiga
Yunho berjalan mondar mandir di depan dua orang namja yang menunduk, Yunho memegang 2 kunci mobil di tangannya. Sesekali tatapan Yunho terhenti pada wajah pucat berhiaskan lebam-lebam biru, lalu teralihkan ke wajah yang terlihat masih memasang mimik angkuh walaupun plester obat banyak tertempel di sana.
"Jadi, bisakah kalian menjelaskan peraturan kita 7 hari ini tuan-tuan?"
Siwon mengangkat wajahnya sedikit, seberani apapun dia, dia tetap meringis jika menatap mata musang milik Yunho, sunbaenya. Yunho melirik wajah Kyuhyun.
"Kyuhyun-ssi?"
Kyuhyun mengangkat malas wajahnya, bibirnya masih perih walau hanya untuk membuka mulut, ia hanya mendesah sebagai jawaban.
"Seseorang mengatakan kalau kalian terlibat perkelahian di aula basket kemarin siang, apa itu benar?"
Duo wonkyu hanya mampu menunduk, tidak mampu menjawab sunbae mereka.
"Arraseo kalau kalian tidak mau menjawab, dengan terpaksa kalian pulang menggunakan bis hari ini"
"Jangan!"
Yunho tersenyum senang saat Siwon berseru.
"Jadi Tuan Choi, bisa kau jelaskan apa yang terjadi?"
Kyuhyun memandang jengkel wajah Siwon, ia sudah memutuskan untuk tetap menutup mulut apapun yang Yunho tanyakan, namun namja Choi itu malah menyerah hanya karena sebuah kunci mobil? Yang benar saja.
…
Dan disinilah mereka sekarang, di ruangan aula music kampus mereka dengan alat-alat kebersihan, sebagai hukuman karena melanggar tata tertib yang Yunho berlakukan selama 7 hari ini.
"Ini semua karenamu bodoh"
Kyuhyun membanting kain lap nya sembari menatap sinis Siwon yang tengah mengepel lantai. Siwon hanya mencibir.
"Harusnya kau tahu kalau Yunho hyung hanya mengancam kita, ia tidak akan berani lebih, kau benar-benar penakut"
Kyuhyun meringis memegang sudut bibirnya, Siwon yang merasa tidak terima meletakkan alat pel nya lalu melangkah cepat ke tempat Kyuhyun duduk.
"Jadi kau menyalahkanku?"
"…"
Mereka terdiam.
Lalu Kyuhyun menggeleng, ia menghela nafas menyadari sesuatu, Kyuhyun berbalik menekan tuts-tust piano di depannya kini.
"Ini salah kita berdua"
Dahi Siwon berkerut, namja Cho yang tidak mampu ia mengerti.
"Seharusnya kita bisa bekerja sama hanya untuk 7 hari ini, tanpa harus mencampurkan masalah pribadi bukan?"
Kyuhyun tidak berbalik, jemarinya apik memainkan piano, melantunkan nada indah yang mau tidak mau membuat telinga Siwon merasa nyaman.
"La nostalgie?"
Kyuhyun berbalik lalu tersenyum, Senyum pertamanya untuk seorang Choi Siwon. Senyum yang membuat bibir Namja Choi itu ikut tertarik ke atas membentuk lengkungan.
Siwon menarik kursi untuk duduk di samping Kyuhyun, di pangkunya sebuah gitar, memetik senarnya mengikuti alunan nada lembut yang Kyuhyun buat. Mata Siwon tertuju pada tombol di sisi dinding yang menghubungkan ke pengeras suara ke seantero universitas. Ia tersenyum lalu menekan tombol ON
Melodi di pagi hari dari aula music itu melantun indah mengisi seluk universitas, Yunho yang sedang menyesap cappucino dinginnya tersenyum.
'ini yang aku inginkan dari kalian' bathinnya memejamkan mata, harmoni piano dan gitar memanjakan telinganya.
Heechul tersenyum tipis, ia meletakkan kuas dan kanvasnya, menikmati nada-nada yang keluar dari pengeras suara di mini sanggar universitasnya.
'akhirnya kalian mendapatkan sisi itu, Kyu..gomawo' Heechul membathin. Tetap dengan senyuman ketenangan di wajahnya.
…
Hari Ke-empat
Kyuhyun menerima sebuah paket di pagi hari, tanpa pengirim di depan apartemennya, ia melirik pintu di samping kamarnya.
'ini bukan salah satu keusilan namja Choi itu bukan?' bathinnya.
Kyuhyun meletakkan paket berukuran sedang itu di atas tempat tidurnya, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
'apa aku harus membukanya?' Ia membathin lagi. Sesaat Kyuhyun hanya terdiam sambil menatap paket dengan pita merah di sekelilingnya. Ia menggeleng.
"Aku penasaran" tegasnya.
Dengan pelan ia merobek bungkusan, dan sedetik kemudian ia menyesal sudah mengikuti instingnya untuk membuka paket tidak beralamat itu.
Violin kebanggaannya, kesukaannya.
Violin paling istimewa yang ia miliki.
Violin warna putih pemberian orang tuanya.
Ada disana, di depannya.
Kyuhyun mengacak rambutnya. Tanpa ia cari tahu siapa pengirimnya ia sudah menekan tombol-tombol di ponselnya.
"Yeobseo.."
"..."
"Apa maksudmu mengirim 'benda' itu?"
"..."
"Mwo? Aku? Aku tidak akan menggunakannya lagi"
"…"
"Aku sudah punya violin lain"
"…"
"Terserah padamu, aku akan mengirimnya kembali"
"…"
"Atau kau mau aku membuangnya?"
"…"
"Terserahlah"
Klik.
Prang.
Kyuhyun menatap nanar ponselnya yang berserakan menabrak tembok, dengan cepat ia kembali memasukkan violin dalam paket.
Blam.
Pintu apartemen terbuka dan tertutup secara keras, menandakan Kyuhyun keluar dengan langkah terburu-buru, ia bahkan tidak menyadari ia masih mengenakan piyama dan sandal tidurnya.
Cklek.
Pintu lain terbuka, tetangganya, seorang Choi, muncul dengan pakaian yang sama.
"Hey Cho, apa yang kau lakukan, berisik." Gusarnya.
Kyuhyun tidak merespon, ia bahkan melemparkan deathglare kearah Siwon yang berdiri di ambang pintunya. Siwon berjengit, Kyuhyun terlihat berbeda kini, dan ia sedikir takut.
"I-itu kau mau apakan?"
Siwon melirik violin yang terlihat berantakan dalam paket yang di pegang Kyuhyun. Kyuhyun mendengus.
"Bukan urusanmu"
Uhuk. Siwon terbatuk. Tidak mendapat perlawanan lagi, Kyuhyun melangkah pergi, namun Siwon yang memiliki tingkat keingintahuan tinggi malah mengikutinya.
"Hei, aku hanya bertanya Cho"
"Aku tidak ingin menjawab, dan berhenti mengikutiku"
Kyuhyun masuk ke dalam lift, Siwon dengan cepat menyelinap sesaat sebelum pintu tertutup.
"Tapi itu masih bagus Cho"
"…"
Tidak ada jawaban dari Kyuhyun, ia hanya menatap kosong ke depan, sementara Siwon mengedarkan pandangannya pada dinding-dinding lift yang berlapis kaca, matany hendak meloncat keluar.
"Aissshh, Kenapa aku terlihat aneh, ketampananku bisa tercoreng"
Siwon menggerutu saat bayangannya dengan piyama hitam terpampang di depannya, belum lagi rambut yang acak-acakan dan wajah sulking pertanda baru bangun tidur. Penasaran, Siwon melirik ke sampingnya, memperhatikan Kyuhyun dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Bwahahahahahahahaha" Tawa Siwon meledak dan menggema dalam ruangan lift yang cukup kecil. Kyuhyun mengernyit
"Kau gila?" Tanyanya, Siwon hanya menunjuk-nunjuk kaca di depan mereka. Dan sontak membuat Kyuhyun melotot juga.
Bayangannya terlihat imut, dengan piyama pikachu berwarna kuning dan sendal tidur berkepala bebek. Pipi Kyuhyun memerah, setelah ini Siwon pasti akan meledeknya.
"Bwahahahahahahaa, kau terlihat seperti anak TK"
Tuh kan.
"B-berhenti menertawaiku,bodoh"
Ting.
Kyuhyun bergegas keluar saat pintu terbuka, meninggalkan Siwon yang masih asyik tertawa.
"Hei hei Cho, tunggu!"
Kyuhyun tidak mendengar Siwon yang berlari kecil mengikutinya, ia hanya focus pada tong sampah besar di depan apartemennya, dengan cekatan ia membuang paket violin putihnya lalu berbalik tanpa berfikir sedikitpun. Siwon yang sedari tadi berdiri dibelakangnya hanya bisa terdiam saat Kyuhyun berlalu dari hadapannya, ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada anak itu, hanya saja ia merasa tidak tega dengan violin putih dengan paket tanpa nama itu. Merasa Kyuhyun sudah masuk ke dalam lift, Siwon mendekati tong sampah, mengambil paket yang tadi Kyuhyun lempar, Siwon membersihkan sedikit kotoran yang menempel. Dahinya mengernyit, ada apa dengan Kyuhyun? Ada apa dengan violin ini? *g lama lagi judulnya berubah jadi AADC – Ada Apa Dengan Cho kyuhyun- *
…..
Kyuhyun duduk melamun di ruangan yang seharusnya dipenuhi mahasiswa lainnya, ia berusaha tidak terlihat mencolok dengan mata membengkak, ia merasa bodoh dengan situasinya sekarang, bagaimana bisa seorang yang tidak membiasakan dirinya terlihat lemah malah menangis di sudut ruangan?
Tapi, ini bukan salahnya bukan? Ia hanya seorang manusia, sama dengan lainnya, hanya saja ia memiliki tameng kuat yang secara imajiner melingkupi tubuhnya, secara menyeluruh.
Kyuhyun tidak menyadari, jika kini ia tidak sendiri, ah sebenarnya sejak pagi tadi ia memang tidak sendiri, Siwon mengikutinya. Dan entah karena apa, namja yang selalu berpredikat sempurna itu malah menjadi stalker seharian penuh, mengikuti Kyuhyun kemanapun namja itu pergi.
Siwon duduk sekitar beberapa meter dari jangkauan Kyuhyun, ia duduk memeluk lututnya tanpa mengalihkan pandangannya. Kyuhyun masih mengusap kasar airmatanya yang jatuh, melingkupi pipi pucatnya. Siwon tertohok, namja angkuh yang selalu dingin itu terlihat lemah dan terpuruk, namun daya apa yang Siwon miliki, ia tidak mungkin duduk disamping Kyuhyun sambil menepuk bahunya, menguatkan orang yang masih Siwon anggap Rivalnya itu. Memalukan.
"Apa kau tidak lelah mengikutiku seharian bodoh?"
Siwon tertohok, ia tidak menyangka jika ia akan ketahuan atau bahkan memang sudah ketahuan dari awal.
"Untuk apa kau mengikutiku?"
Siwon merasa ditelanjangi kini, dengan berbekal gengsi tinggi, ia melangkah mendekati Kyuhyun.
"Siapa yang mengikutimu? Aku hanya berjalan-jalan di sekitar sini"
Dahi Kyuhyun berkerut, dan selebihnya bisa dilihat Siwon berdiri dengan wajah pucat, menyadari alasannya hanya sekedar sampah, dan otaknya akan dianggap-
"Bodoh"
-Yah, Bodoh.
Kyuhyun sukses membuat Siwon tengsin. Namja berdimple itu lalu duduk di depan Kyuhyun, mengikuti arah pandangan Namja manis berpipi bulat itu.
"Kau melihat apa?" Tanyanya saat yang ia lihat hanya hamparan ilalang setinggi lutut orang dewasa.
"Ilalang"
Ingin sekali Siwon berteriak sambil menjambak rambut coklat ikal di depannya.
"AKu tahu Cho"
"Lalu kenapa bertanya lagi?"
Siwon menggerutu kesal, dijambaknya kasar rambut hitam legamnya, Kyuhyun tertawa kecil dan itu cukup membuat Siwon berhenti lalu menatap Kyuhyun. Ia tersenyum, puas akhirnya Cho yang sedari tadi murung kini bisa kembali tertawa.
"Ah, aku punya lagu untukmu, kau mau mendengarnya?"
Kyuhyun mengernyit.
"Jangan bertingkah seolah kita akrab Choi"
"Anggap saja begitu, untuk hari ini, aku ingin bersaing secara sehat, dengan kau yang tentu saja dalam kondisi wajar"
"Maksudmu sekarang aku bertindak tidak wajar?" Kyuhyun menaikkan nada bicaranya beberapa oktaf. Siwon mengangkat bahunya tidak peduli. Kyuhyun mendengus jengkel.
"Dengakan saja, arra"
Siwon meraih gitar di sisi kanan Kyuhyun, memangkunya lalu berdehem.
I fall asleep to your serenade
I wake up to your saving grace
I see the sun beam a perfect ray
I wanna send out a gazillion bouquets
I hear the cords that resonate
Its just another o-o-o-ordinary day
Kyuhyun ikut mendendangkan lagu yang Siwon bawakan, lagu blues yang cukup nyaman di dengarkan, apalagi di situasi seperti ini.
I look from your eyes
Down to your lips
I feel it from my toes
Down to my fingertips
I see the clouds shaped a sweet array
Its just another o-o-o-ordinary day
SIwon tersenyum, Kyuhyun kembali seperti dulu lagi, hanya kini ditambah sebaris senyum dan semburat merah di pipi pucatnya,. Gosh! Siwon tidak pernah menyadari jika namja di depannya ini sungguh indah.
On Sunday afternoon we wake up to find that snow has fallen down
We should put our winter clothes on
And go walkin' round
Kyuhyun berdiri, ia berputar-putar di ruangan yang cukup luas itu, dengan iringan gitar Siwon yang bisa dikatakan cukup riang. Siwon tidak tinggal diam, ia juga berdiri, mengikuti gerakan Kyuhyun yang ia anggap sedikit gila.
And we can sit there beside the hill
Maybe we'll notice that the world is standing still
Some thing is may go and some stay the same
In just another o-o-o-ordinary day…
Siwon dan Kyuhyun tertawa bersama setelah menyadari kegilaan yang mereka perbuat siang itu. Mereka tidak menyadari sepasang mata yang mengawasi mereka dengan tidak percaya.
….
TBC
Nnnaaahhh, TBC lagi.. hahahahahah
