Qaisara Talita Zahra a.k.a Anunya_WK is back
.
.
WonKyu here
.
.
WonKyu There
.
.
WonKyu everywhere
.
.
Hari ke-lima
Kyuhyun berdendang riang sambil mengendarai mobilnya memasuki sebuah kompleks perumahan, hari ini ia akan menjemput Kim Heechul dulu lalu berangkat bersama ke kampus.
Kyuhyun tersenyum kecil saat melihat yeoja paruh baya tengah memetik beberapa tangkai mawar di halamannya.
"Annyeong Kim Ahjumma.." Sapanya, yeoja yang ia panggil Kim Ahjumma itu berbalik lalu merentangkan tangannya memeluk Kyuhyun.
"Annyeong Kyuhyun-ah, Ahjumma merindukanmu.."
"Ah, kapan ahjumma datang? Kenapa Chullie tidak mengabariku?"
"Semalam, Chullie melarang Ahjumma untuk memberitahumu, katanya kau terlihat sibuk akhir-akhir ini"
Kyuhyun menghela nafas, ia mengangguk kecil.
"Sedikit, hanya mempersiapkan sebuah pagelaran seni, Eh! Ahjussi mana?"
Kim Ahjumma menepuk bahu Kyuhyun lalu menunjuk arah ruang tamu, dimana suaminya itu tengah membaca koran pagi sembari menyesap secangkir kopi. Kyuhyun melangkah masuk, menyapa tetua Kim.
"Annyeong ahjussi"
Kim Ahjussi terlonjak kaget namun kemudian terdengar gelak tawanya.
"Woah, Kyuhyun-ah, kau mengagetkan Ahjussi saja, bagaimana kabarmu nak?"
Kyuhyun tersenyum.
"Sangat baik Ahjussi"
"Eum, biar kutebak, kau datang untuk menjemput Chullie bukan?"
Kyuhyun kembali tersenyum lebar, Ia mengangguk.
"Eh, Kyunnie? Kau sudah datang?"
Yeoja manis mendekati mereka, sepertinya ia sudah siap berangkat, terbukti dari penampilannya yang sudah rapi dan menawan seperti biasanya.
"Kajja Kyunnie, Appa eomma, kami berangkat dulu ne"
Heechul mengecup pipi Appa dan Eommanya bergantian, lalu menggamit lengan Kyuhyun untuk segera meninggalkan mansion Kim.
…
"Kau memikirkan apa?" Siwon menepuk bahu Heechul saat ia mendapati yeoja tersebut tengah melamun di depan aula. Heechul tersenyum
"Tidak, aku hanya menunggu kalian latihan"
Siwon mengangguk mengerti matanya mengitari aula.
"Tapi Kyuhyun tidak datang hari ini, katanya ia harus mengikuti ujian"
Heechul mengangguk. Ia berjalan masuk diikuti Siwon, Heechul menyentuh beberapa tuts piano yang berdenting.
"Aku tidak pernah bermain piano sebelumnya, pengetahuan musikku sangat dangkal"
Siwon tersenyum,menampilkan dua dimple kebanggaannya.
"Tapi kau sangat berbakat dalam melukis, menakjubkan"
Heechul duduk didepan partitur yang tertulis nama Kyuhyun, partitur itu juga sepertinya telah dihiasi tulisan Kyuhyun.
"Itu gubahan milik Kyuhyun, sedari tadi aku mempelajarinya hanya saja sangat sulit, entah kenapa otak Cho miliknya itu bisa bekerja dengan baik"
Heechul tertawa kecil mendengar curahan hati Siwon, ia sangat mengenal Kyuhyun, namja Cho yang cerdas, begitu ia menyebutnya.
"Kyuhyun memiliki potensi besar di dunia music, ia sepertinya memang terlahir sebagai pemusik"
Heechul bergeser sedikit, mempersilahkan Siwon untuk duduk disampingnya.
"Kau sepertinya sangat dekat dengan Kyuhyun"
"Kami bukan hanya sekedar dekat, hubunganku dan Kyuhyun sudah berjalan lama"
Siwon mengernyitkan dahinya, ada rasa tidak suka mendengar yeoja incarannya malah membicarakan namja lain di depannya.
"Keluarga kami saling mengenal, kami dekat dari kecil, hingga kami beranjak dewasa dan kedua belah pihak memutuskan untuk mengadakan sebuah perjodohan"
Prang!
Dada Siwon terasa dihantam, perih. Siwon menelan ludahnya berat, perjodohan? Berarti Kyuhyun dan Heechul? Tidak! Ia tidak boleh menyerah, toh hanya perjodohan, ia masih bisa merebut Heechul dari pelukan Kyuhyun.
"Apa Kyuhyun setuju?"
Heechul menatap Siwon, lalu mengangguk.
"Tentu saja, ia sangat senang dengan perjodohan ini"
"Kau sendiri?" Siwon merutuki pertanyaannya, takut dengan apa yang akan Heechul katakan setelahnya.
"Aku? Aku sangat bahagia"
Drrrttt..drrrttt..
Ponsel Heechul bergetar, sebuah pesan masuk. Heechul membacanya cepat lalu segera beranjak.
"Ah, mianhe Siwon-ssi, eomma sudah menyuruhku untuk pulang secepatnya"
Siwon ikut berdiri.
"Aku antar?"
"Ah, tidak perlu, suruhan appa sudah datang, terima kasih banyak waktunya Siwon-ssi"
Heechul membungkuk sopan lalu berjalan menjauh dari Siwon yang masih mematung tidak percaya dengan semua cerita Heechul barusan.
"Siwon-ssi"
Siwon mengangkat wajahnya saat Heechul berbalik di ambang pintu.
"Besok malam kami mengadakan pesta barbeque di rumahku, maukah kau datang?"
Siwon mengangguk cepat.
"Aku akan usahakan untuk datang"
Heechul tersenyum sebelum benar-benar meninggalkan aula itu. Siwon kembali duduk, menatap partitur milik Kyuhyun, kalimat Heechul terngiang di kepalanya, perjodohan? Ya Tuhan. Hati Siwon kembali perih mengingatnya.
Cklek.
Pintu kembali terbuka, Siwon berbalik lalu mendecih saat sosok Kyuhyun, orang yang hari ini sangat tidak ingin ia lihat muncul. Kyuhyun mengangkat bahunya tidak perduli dengan sikap Siwon, toh ini bukan pertama kalinya Siwon seperti itu padanya, dan ia memang tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu.
"Hari ini Yunho hyung tidak akan datang, katanya kita latihan sendiri dulu"
"…"
"Kau sudah membaca partitur tadi bukan?"
"…"
Kyuhyun jengah, sedari tadi Siwon hanya terdiam dan tidak berniat membalas ucapannya, Siwon hanya menunduk dengan memegang kertas partitur kuat. Dahi Kyuhyun mengerut, tadi Siwon biasa saja, tapi kenapa sekarang ia seperti ini.
"Siwon? Hoi! Choi!" Kyuhyun sedikit menaikkan nada suaranya, seketika Siwon mengangkat wajahnya yang memerah seakan menahan emosi, Kyuhyun semakin terlihat kebingungan.
"Ck, entah apa yang terjadi denganmu, yang jelasnya aku ingin kau mempelajari partitur itu, waktu kita tersisa dua hari dari sekarang, dan kau sama sekali belum menguasainya"
Siwon mengepalkan tangannya, sedari tadi matanya hanya mengikuti Kyuhyun yang berjalan kesana kemari dengan peralatan musik.
"Kalian dijodohkan?"
Akhirnya hanya kata itu yang mampu Siwon ucapkan, Kyuhyun berhenti, bukan karena ia tidak mengerti tapi karena ia tidak tahu harus berkata apa, saingannya itu memang sedikit menakutkan jika tengah marah atau bosan.
Kyuhyun memutuskan untuk berbalik, lalu berdiri di depan Siwon duduk.
"Kau tahu darimana?"
Siwon berdiri, ia beranjak ke arah drumnya.
"Heechul"
Kyuhyun mendesah, ia menengadah dengan menggigit bibir bawahnya. Kyuhyun tahu hal ini akan terjadi, Heechul bukan orang yang bisa menjaga rahasia, tapi kenapa harus Siwon yang tahu?
"Begini Choi, itu memang benar. Tapi aku harap kau tidak mencampurkan masalah itu sekarang, kita butuh konsentrasi dengan pagelaran nanti"
Prang..
Kyuhyun memejamkan matanya, meminimalisir rasa terkejutnya saat Siwon melempar stik drumnya dan tanpa sengaja terlempar menyentuh dahi Kyuhyun. Kyuhyun mencoba meredam emosinya, paling tidak ia sudah berjanji pada Yunho hyung serta Heechul agar kejadian waktu itu tidak terulang kembali.
"KAU MASIH BISA BERKATA SEPERTI ITU HAH? KAU TIDAK TAHU BAGAIMANA PERASAANKU!"
Kyuhyun mengepalkan tangannya, Siwon berteriak tepat di hadapannya, sama sekali tidak memperhatikan dahi Kyuhyun yang sedikit sobek dan mengeluarkan darah akibat perbuatannya.
"aku tahu" ucap Kyuhyun lirih masih berusaha meredam emosinya.
"KAU TAHU APA? KAU SAMA SAJA!"
Kyuhyun menatap Siwon jengah, habis sudah kesabarannya.
"AKU SUDAH MENGATAKANNYA DARI DULU AGAR KAU TIDAK USAH MENDEKATI CHULLIE!"
Siwon jatuh terduduk.
"KENAPA! KENAPA KAU DIAM?"
Siwon tidak bergeming, ia tidak mengerti perasaannya, sakit, senang, perih bercampur jadi satu. Ia hanya berusaha tidak rapuh di depan namja Cho ini tapi sayang sekali lututnya sudah melemah, hanya karena 1 kalimat dari Kyuhyun, iya ini salahnya, dari dulu Kyuhyun sudah melarangnya untuk mendekati Heechul, tapi dirinya terlalu gengsi untuk mundur dan mengalah walaupun kini ia merasakan hal yang lebih parah dari sekedar kekalahan.
"Sudahlah, sebaiknya kau pelajari lagi Partitur ini, aku segera kembali, lukaku harus diobati terlebih dahulu"
Kyuhyun menarik nafas panjang saat Siwon menengadah dengan tatapan bersalah saat ia melihat aliran darah dari dahi Kyuhyun. Siwon tidak berbuat apa-apa selain memandang Kyuhyun yang sudah keluar dari aula.
…
Keadaan menjadi hening saat Kyuhyun kembali dengan plester di dahinya, ia duduk di depan piano tanpa berkata apa-apa. Memainkan tuts sesuai gubahannya, sementara Siwon masih memandang KYuhyun dengan tatapan bersalah.
"Sebaiknya kau latihan" Lirih Kyuhyun tanpa berbalik.
"Kyu, aku.."
"Masalah ini kita bahas lain kali Choi" potong Kyuhyun, Siwon menghela nafas, ia kembali ke balik drumnya, mencoba mengumpulkan konsentrasinya.
Kyuhyun hanya terdiam saat Siwon mulai memainkan drumnya, menganalisa sebanyak mungkin sisi kesalahan Siwon, tapi kemudian ia tersenyum, Siwon sudah bermain sangat bagus, ia sedikit khawatir dengan dirinya sekarang, tatapannya beralih pada piano di depannya. Nafasnya terasa sesak.
"Choi, stop"
Kyuhyun berbalik, ia menaikkan satu tangannya, menyuruh Siwon berhenti bermain. Ia berdiri lalu menyerahkan partiturnya pada Siwon
"Kau sudah bermain bagus, aku harap kau bisa mempertahankannya besok saat gladi di depan Yunho hyung dan juga saat pagelaran berlangsung"
Kyuhyun mengenakan jaketnya dan menyampirkan tasnya. Siwon menaikkan sebelah alisnya.
"Kau mau kemana? aku belum melihatmu memainkan 1 bait pun"
Kyuhyun mengeratkan tasnya, ia mengendikkan bahu.
"Aku belum mendapat feel"
Siwon tercengang, namja itu sedari tadi memaksanya untuk berlatih, namun kini dirinya sendiri malah dengan sangat gampang mengatakan jika dirinya belum mendapat feel?
"Yak! Cho!"
Siwon berteriak mengejar Kyuhyun yang sudah beranjak dari ruangan itu. Siwon beberapa kali mencekal lengan Kyuhyun namun namja berwajah manis itu menepisnya berulang kali pula.
Kyuhyun sudah berdiri di tepi jalan yang mulai gelap karena malam memang telah menjelang, sementara Siwon baru saja tiba di samping Kyuhyun dengan nafas ngos-ngosan, setelah mengejar Kyuhyun, ia memutuskan untuk kembali ke aula music, membereskan barang-barangnya lalu kembali ke tempat Kyuhyun. Untung saja mobil namja Cho itu tengah bermasalah hingga ia harus menunggu bus untuk pulang ke apartemennya, paling tidak Siwon punya waktu beberapa menit untuk kembali ke samping Kyuhyun tanpa harus ditinggal sendiri.
"Hhh..hhhh.." Siwon mengatur nafasnya. Kyuhyun mendecih
"Kau seperti habis lari marathon saja Choi"
"Salahmu"
Kyuhyun tertawa kecil, ia beranjak memasuki bus saat bus yang ia tunggu sudah berhenti tepat didepannya, tidak lupa Siwon mengikutinya, ada hal yang harus ia pastikan dari Kyuhyun.
"Hei kenapa kau ikut masuk? Mana mobilmu?"
Kyuhyun membulatkan matanya saat Siwon juga mendudukkan dirinya di sebelah Kyuhyun pada deretan bangku paling belakang.
"AKu tiba-tiba ingin pulang dengan bus"
"Hhh terserahlah"
Kyuhyun mulai menyamankan dirinya untuk tidur sebentar, namun sebelum ia memejamkan matanya Siwon kembali membuka mulut.
"Cho, masalah kemarin"
Kyuhyun mengernyit, masalah kemarin?
"Violin itu"
Kyuhyun menegang, ia nyaris melupakan masalah paket violin itu jika saja Siwon tidak mengingatkannya sekarang, beruntung mereka tengah berada di tempat umum, andai saja ini masih di aula Kyuhyun memastikan Siwon tidak akan bisa membuka mulut besarnya itu untuk berbicara lagi.
"Jangan dibahas"
Siwon mendecih, ia menghadap Kyuhyun, memandangnya intens.
"Aku hanya ingin tahu kenapa kau membuangnya, violin itu masih bagus, dan sepertinya sangat mahal"
Kyuhyun menggertakkan giginya kesal.
"Aku membencinya"
"Wae?"
Kyuhyun menatap tajam Siwon lalu mengalihkan pandangannya ke arah jalan.
"Bukan urusanmu"
"Ck, ayolah Cho"
Kyuhyun menghela nafas, ia menunduk memainkan jarinya, ia kembali menatap Siwon.
"Seberapa bisakah kau dipercaya untuk mendengar ceritaku?"
Siwon mengerucut kesal, ia menaikkan sebelah alisnya.
"Ck, aku tidak secerewet Heechul"
Kyuhyun tertawa kecil, ya, iya setuju dengan pemikiran Siwon kali ini.
"Hhh.. violin itu milik eommaku" Kyuhyun menyandarkan kepalanya, memulai ceritanya dengan helaan nafas berat.
"Eomma dan appaku bercerai saat aku berusia 15 tahun, sehari setelah aku memenangkan festival music" Kyuhyun menertawai dirinya sendiri. Siwon memandangnya sendu.
"Aku ikut bersama appa, Karena Eomma pergi tanpa meninggalkan pesan apapun"
"..."
"Aku tidak tahu letak masalah mereka dimana, aku hanya tahu Eomma sama sepertiku, memiliki mimpi menjadi seorang pemain biola yang di tentang appa"
"…"
"Appa kesepian, aku sering melihatnya menangis sambil memeluk violin putih milik eomma"
"Kyu.." Siwon menyebut nama Kyuhyun lirih saat manic caramel Kyuhyun mengeluarkan cairan yang dengan cepat ia hapus.
"Hhh..terakhir kali aku melihat benda itu sudah hancur berantakan di tong sampah, entah kenapa bisa utuh lagi" Kyuhyun tertawa pahit.
"…"
"Sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri, tidak akan menentang appa, termasuk bermain violin yang hanya akan mengingatkannya pada eomma, aku sangat menyayangi appa"
"…"
"Appa mengizinkanku bermain music apa saja kecuali violin"
"…"
"Sebut saja aku egois, tapi aku ingin mereka bersama lagi, entah aku harus menemukan eomma dimana"
Kyuhyun menutup ceritanya dengan menguap lebar, berpesan pada Siwon agar membangunkannya jika mereka sudah tiba, Siwon hanya mengangguk dan menatapnya sendu, ia tidak menyangka sosok Kyuhyun yang angkuh dan kasar memiliki sisi lemah juga.
Kembali ditatapnya Kyuhyun yang terlelap sambil memeluk tasnya, lengan Siwon bergerak menarik kepala Kyuhyun agar bersandar pada bahunya.
"Sekarang kau bisa menceritakan semuanya padaku Kyuhyun-ah" bisiknya yang dibalas erangan Kyuhyun, Siwon tersenyum. Ikut memejamkan matanya sejenak.
…
Siwon mendudukkan dirinya di sisi ranjang, di tangannya terletak sebuah violin putih yang ia pungut kemarin pagi, ia melirik Kyuhyun yang terlelap damain di ranjangnya.
Setelah bus yang tadi mereka gunakan telah sampai di halte dekat apartemen mereka, Siwon yang tidak tega membangunkan Kyuhyun yang tertidur nyenyak memutuskan untuk menggendong Kyuhyun hingga kamar, sayang sekali Siwon tidak menemukan key pass milik Kyuhyun, hingga ia membawa Kyuhyun untuk tidur di kamarnya saja.
Siwon tersenyum entah sudah keberapa kali, Kyuhyun yang terlelap terlihat lebih cantik daripada saat ia sedang marah-marah, Siwon membenarkan selimut yang sudah berapa kali Kyuhyun tendang hingga terlepas dari tubuhnya yang tenggelam dalam piyama besar milik Siwon.
Siwon mengusap dahi Kyuhyun yang tertempel plester obat, ia merasa bersalah karena dirinya hingga wajah mulus Kyuhyun mendapat luka seperti ini.
"Mianhe Kyuhyun-ah.." Lirihnya.
Siwon bangkit menuju dapur, tenggorokannya menjadi kering hanya dengan menatap Kyuhyun.
"Aissshhh.. ada apa denganku ini" ucapnya sambil meneguk segelas air lagi. Siwon mengernyit, ia teringat sesuatu, sebuah nama yang terukir dibelakang violin putih milik Kyuhyun itu. Siwon meraih ponsel dari sakunya, menekan beberapa tombol imajiner lalu meletakkan di telinganya.
"Yeobseo appa"
"..."
"Ani, aku baik-baik saja, aku hanya ingin meminta bantuanmu"
"..."
"Ne, appa bisa mencari seseorang?"
"..."
"Ani, cukup penting"
"..."
"Aku akan mengirim namanya melalui pesan"
"..."
"Ne appa, Gomawo,Ne.. jaljayo"
Klik.
Senyum Siwon mengembang. Paling tidak ia ingin menunjukkan pada Kyuhyun, jika dirinya tidak seburuk pandangan namja Cho itu.
"Kyuhyun-ah.. aku harap bisa melihatmu memainkan violin itu.."
TBC
eaaaaa aku muncul lagi, hahahahahaha *ala pahlawan bertopeng*
oh iya ada yang penasaran ada hubungan apa Heechul dan Kyuhyun bukan?
naaaahh chapter ini terjawablah sudah kkkkk
tapi tenang aja ini tetap WonKyu kok, satuinnya? yaa tunggu ff ini yaa biar tahu gimana mereka nyatunya hahahha
thank a lot buat review nya, Fav nya, n udah baca fic ini..
pengen banget sharing bareng kalian reader, so, bisakah author malang ini tahu dimana kita bisa berbincang2 selain tempat ini? serius.. hehehe
ok
salam sayang dan salam wonkyu
