Qtalita Present

.

.

Wonkyu As Always

.

.

Enjoy it

.

.

Hari Ke enam

Kyuhyun mengerjapkan mata bulatnya, ia mengedarkan pandangannya,menyapu ruangan. Ini bukan kamarnya. Matanya masih mengitari sudut ruangan hingga pandangannya jatuh pada seoarng namja yang tidur di samping ranjang menggunakan kantung tidur dengan selimut tebal.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya bingung.

"Bodoh"

Kyuhyun beranjak perlahan, tidak ingin pergerakannya malah membangunkan namja Choi itu, Kyuhyun mencari pakaiannya yang entah Siwon simpan dimana, memakai piyama berukuran besar yang memperlihatkan bahunya membuat Kyuhyun risih.

"Ugh, kau sudah bangun?"

Kyuhyun berjengit kaget, ia mengusap dadanya, Siwon sudah berdiri di belakangnya dengan tangan memegang pakaian Kyuhyun.

"Aish, kau membuatku kaget"

Siwon hanya mengangkat bahunya tidak perduli, Kyuhyun berdecih mengambil pakaiannya lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Siwon kembali merebahkan tubuh tingginya di ranjang, baru saja ia akan menutup mata, ponselnya yang ia letakkan di meja nakas bergetar hebat, dengan wajah malas Siwon menjawab panggilan tanpa melihat si pemanggil.

"Yeobseo.."

"…"

"Ah, Appa, ne, mian, aku baru bangun"

"…"

"Mwo? Jinjja?"

"…"

"Arra, arra, aku mau appa"

"…"

"Gwenchana, aku bisa mengurusnya, aku dan anaknya berteman baik kok" Siwon menggaruk tengkuknya.

"…"

"Ne, Gomawo appa"

"…"

Siwon tersenyum senang, sangat senang walaupun tadi ia sempat berbohong pada appanya, diliriknya Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi, namja itu sudah kembali rapih dengan pakaiannya kemarin.

"Wae?" Merasa dipandang cukup intens, Kyuhyun merasa risih.

"Ani, aku hanya ingin bertanya, eum, hari ini kita latihan bukan?"

Kyuhyun menggeruk tengkuknya yang tidak gatal, namja Choi di depannya hari ini sangat aneh, sudah jelas-jelas hari ini mereka akan latihan penuh, berhubung sisa 2 hari sebelum pementasan dimulai.

"Tentu saja"

Siwon kembali tersenyum lebar, Kyuhyun berdecih.

"Yak! Apa kau sudah gila? Daritadi kau hanya tersenyum"

"Aniyo! Aku hanya sangat senang, sangat amat senang, aku kan suka latihan"

Kyuhyun memiringkan kepalanya bingung, namja yang beberapa hari lalu sangat membenci aula latihan kini malah mengatakan jika dirinya sangat menyukai aula yang penuh dengan alat music itu?

"Aaiissshh, sepertinya aku harus berendam lebih lama lagi, terima kasih kamarnya Choi, aku kembali"

Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke kamarnya, meninggalkan Siwon yang masih saja tersenyum-senyum sendiri.

"Arra! Sampai jumpa di aula Cho!"

Kyuhyun sudah tidak mendengar teriakan Siwon, pintu itu terlanjut tertutup dengan bedebum keras.

….

Kyuhyun merasakan gelagat aneh sejak siang itu, Siwon yang biasanya kaku kini malah berulang kali memainkan alat musiknya, berjalan kesana kemari, menari, bahkan tertawa-tawa dengan leluconnya yang terdengar aneh.

"Apa kau sudah terbentur?"

Siwon memutar kedua bola matanya jengah, Kyuhyun sudah 10 kali mempertanyakan hal yang sama.

"Kyuhyun Cho! Aku hanya bahagia, wae? Wae? Wae?"

Kyuhyun menggeleng.

"Aku kira kau tidak pernah memiliki rasa bahagia dalam hidupmu"

Siwon nyaris meledak seandainya ponselnya tidak bergetar, wajah suramnya berubah sumringah ketika melihat ID caller di display nya.

"My Lucky star"

Kyuhyun berjengit aneh pada Siwon yang kini berjalan menjauh hanya untuk menerima panggilan, Namja itu semakin terlihat aneh dimata Kyuhyun. Apalagi sesaat setelah panggilannya berakhir, Siwon melompat-lompat keluar aula.

"Sepertinya aku harus segera menjauh dari namja Choi itu jika tidak ingin tertular"

Cklek.

Pintu aula terbuka kembali, namun Kyuhyun sama sekali tidak berniat mengalihkan atensinya, ia tetap berkutat dengan partiturnya.

"Hhhh, Choi aku rasa kau harus memeriksakan kejiwaanmu"

"…"

"Oh ia setelah ini, kau harus kembali berlatih dengan partitur baru, well tidak banyak gubahan"

"…"

"Choi, kau mengerti tid.."

Kyuhyun terhenti, dihadapannya sekarang bukanlah Siwon tapi..

"Kyuhyunnie.."

Partitur di tangan Kyuhyun terjatuh berserakan, lidahnya terasa kelu, tubuhnya juga bergetar hebat.

"E-eomma.."

Kyuhyun tergugu, ia berusaha lari namun Siwon menahan lengannya, tatapannya memohon agar Kyuhyun tetap tinggal.

"Kyuhyun-ah.."

Eomma Cho memeluk Kyuhyun dari belakang, Siwon memalingkan pandangannya ketika melihat Kyuhyun meneteskan airmata. Genggaman tangannya di lengan Kyuhyun juga terlepas, Siwon berjalan ke sudut ruangan, memberi celah untuk ibu dan anak itu menyelesaikan masalah mereka.

"Kyuhyunnie, Eomma merindukanmu, jeoungmal bogoshippo"

Kyuhyun terdiam, dadanya bergemuruh, sudah lama ia tidak merasakan pelukan eommanya, Kyuhyun berbalik, ia memeluk Eommanya erat. Tangisannya semakin terdengar menyayat, Siwon membelakangi mereka, ia merasa beruntung keadaan keluarganya tidak seperti Kyuhyun.

"E-eomma.." Kyuhyun tergugu, masih memeluk erat yeoja yang masih dibalut kecantikan alami meski umur yang tidak muda lagi.

Siwon beranjak keluar, hendak meninggalkan Kyuhyun namun lengannya ditahan seseorang, Siwon berbalik, senyuman manis Kyuhyun membuat jantungnya berdetak dua kali lipat dari biasanya.

"Gomawo.." Bisik Kyuhyun yang masih di dengar Siwon, Siwon hanya mengangguk, ia menunjuk kotak Violin putih yang sempat Kyuhyun buang. Kotak yang tergeletak di atas piano hitam.

"Mainkan untukku sebagai tanda terima kasihmu ok" Bisik Siwon balik. Kyuhyun terdiam sebentar lalu mengangguk pelan masih dalam pelukan Eommanya.

...

Kyuhyun tersenyum sendiri, eommanya berjanji akan datang ke pentas musiknya 2 hari lagi, setelah hampir seharian bersama sang eomma harus segera pergi mengurus beberapa hal sebelum ia benar-benar menetap di Seoul lagi, kini Kyuhyun harus pintar-pintar mencari alasan agar bisa bertemu eommanya tanpa tuan Cho ketahui, walau bagaimanapun, appanya masih tidak menerima eommanya begitu saja.

Kyuhyun menghela nafas panjang, membuang fikiran beratnya untuk sementara waktu, kini ia harus fokus pada pentasnya 2 hari lagi. Ia harus latihan, Eh, berbicara soal latihan Kyuhyun melirik violin putih yang ternyata dikirim oleh eommanya.

"Sudah ingin bermain?"

Kyuhyun tersentak, Siwon berdiri di ambang pintu dengan lolipop di tangannya, sesekali lidahnya menjilati permen bertangkai itu, lalu mengulumnya.

"Mau?"

Kyuhyun menggeleng, langkahnya kembali mundur ketempatnya semula, Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari sang violin.

"Eum, gomawo sudah menemukan eomma dan membawanya datang ke tempat ini" Bisik Kyuhyun pura-pura sibuk dengan partiturnya. Siwon melempar tangkai lolipopnya asal, lalu bergegas mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun, menatapnya lekat.

"W-wae?" Gugup Kyuhyun. Siwon mendekatkan wajahnya.

"Mainkan benda putih itu untukku" Bisiknya, Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya bingung. Ia tertawa lebar.

"Hahahahaha, sebegitu penasarannya kau pada permainan violinku tuan Choi?"

Siwon mengernyit, memeletkan lidahnya.

"Tidak, hanya saja aku bingung, kau akan bermain apa pada pementasan nanti huh? Kau tidak pernah berlatih, kau hanya berkutat dengan partitur sialan itu dan memerintahku seenaknya" Siwon mengeluarkan uneg-unegnya, bibirnya mengerucut seperti bebek karet di kamar mandi Kyuhyun.

Kyuhyun menahan tawanya, Siwon ternyata memiliki sisi manja yang tidak ia sadari sudah menguar dari tubuhnya, Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

"Tidak sekarang tuan Choi, kau ingat? Malam ini adalah malam pertunangan yang tidak bisa aku tinggalkan"

"..."

"Ini hari yang bersejarah, kau mengerti?"

Siwon menunduk. Kyuhyun menepuk kepala Siwon lumayan keras.

"Jangan bersedih, sudah aku katakan jika Heechul hanya milikku, bukan kau"

Siwon mengerucut, ia menatap Kyuhyun dalam, ada hal lain yang membuatnya sedih, entah apa, namun yang jelas bukan karena Heechul, tapi..

"Ya sudah, aku harus pergi sekarang, ini sudah cukup sore"

Kyuhyun beranjak, namun lengannya dicekal Siwon.

"Apa sebuah pertunangan akan mengikat?"

Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung, apalagi lengannya masih ditahan Siwon dengan erat, ia tidak tahu harus mengatakan apa atau merasakan apa, ada yang lain namun ia sendiri tidak tahu apa.

"Aku tidak tahu Siwon"

Siwon melepas cengkraman lengannya, ia menunduk, memainkan jemarinya, dadanya terasa gelisah, ia tidak tenang dan..

Cup

Mata Siwon membulat, ia tidak sanggup untuk menengadah andai saja sepasang telapak tangan tidak menyentuh pipinya dan mengangkat wajahnya. Senyuman Kyuhyun seketika menyapa matanya.

"Aku tidak tahu apa pertunangan akan mengikat atau menggenggam seberapa kuat, hanya saja aku harap hal tadi bisa membuat kepala kosongmu itu bisa berjalan lagi, and well, aku menunggumu nanti malam"

Kyuhyun berdiri tegap, sementara posisi Siwon masih sama, menengadah, namun yang ia tatap malah kini sudah tidak ada diruangan, Kyuhyun beranjak pergi tanpa menunggu Siwon mencerna kejadian barusan.

"K-kyuhyun.. kau.."

Siwon menyentuh pucuk kepalanya, senyum berdimplenya muncul, matanya menyipit akibat pipi yang tertarik ke atas membentuk senyuman bulan sabit.

"...Menciumku?"

...

Kyuhyun dan Heechul nampak mempesona dengan kostum putih, Kyuhyun dengan tuxedo dan Heechul dengan gaun malam sebatas lutut dengan pita biru di sisi tali gaunnya. Rambut sebahunya juga dibiarkan terurai dengan gelombang-gelombang ringan diujungnya.

Kyuhyun menyesap wine merahnya di sudut ruangan yang mulai ramai di penuhi para undangan. Kyuhyun sebenarnya menunggu seseorang.

"Kyunnie.."

Kyuhyun berbalik, ia tersenyum pada sosok cantik didepannya.

"Neomu yeppo" Gumamnya, Heechul memeukul pelan bahu Kyuhyun, ia mengikuti arah mata Kyuhyun yang menatap pintu masuk.

"Menunggu seseorang?"

"Ne, Siwon"

Bola mata Heechul membulat. Ia menatap Kyuhyun dengan senyum ambigu.

"kalian sudah akur?"

Kyuhyun terkekeh, ia tidak tahu apa mereka bisa dikatakan sebagai sepasang musuh atau sahabat, mereka hanya bertengkar jika mereka mau dan berdamai jika mereka juga mau.

"Tidak juga, hanya saja, ia akan datang malam ini"

"Aku rasa tidak, eum.."

Kyuhyun menepuk kepala Heechul pelan.

"Kau menyukainya?"

Heechul menggeleng cepat.

"Tidak mungkin"

Heechul menggerutu sementara Kyuhyun tertawa keras, sungguh pemandangan yang membuat semua undangan ikut tersenyum.

Meanwhile..

Siwon kembali masuk kedalam mobilnya. Mengusap peluh di dahinya, jika bisa dihitung ia sudah hampir 30 menit hanya keluar masuk mobilnya tanpa berniat memasuki mansion di depannya. Pakaian yang awalnya dalam keadaan rapi kini sedikit kusut di beberapa bagian, rambutnya juga sudah berantakan akibat tangannya yang berulang kali mengacaknya kasar. Frustasi? Iya sepertinya begitu, tapi untuk apa? Heechul kah?

Jawabannya entah.

Siwon menarik nafas panjang, memperbaiki rambutnya sebentar lalu memantapkan hatinya untuk masuk.

"Kau tidak pengecut Siwon!" Ucapnya berulang kali.

Siwon melangkah pasti melewati beberapa undangan yang juga hendak datang ke acara pertunangan anak pengusaha ternama itu. Siwon sedikit bergidik ketika banyak yeoja yang menatapnya lapar, padahal penampilan Siwon sudah tidak serapih tadi.

Siwon menelan ludahnya saat ia menemukan Kyuhyun dan Heechul berdiri berdampingan di sudut ruangan, sepertinya acara memang belum dimulai, bisa Siwon lihat dari KyuChul yang masih bersenda gurau disana.

"Ehem" Siwon berdehem, mengalihkan perhatian Kyuhyun dan Heechul, Heechul tersenyum lalu membungkuk sopan.

"Annyeong Siwon-ssi, terima kasih sudah datang ne"

Siwon membalas senyuman Heechul dengan tarikan pipi yang miris, Kyuhyun menyadari hal itu.

"Oh iya, kau datang sendiri?" Kyuhyun menengahi, Siwon mengangguk, hanya mengangguk.

Heechul menatap Kyuhyun dan Siwon secara bergantian, ia sedikit kikuk berada di tengah namja yang sama-sama menguarkan aura menggoda itu.

"Ah, sebaiknya aku kesana sebentar Kyunnie, sepertinya acara sudah akan dimulai" Heechul mohon diri, meninggalkan Siwon dan Kyuhyun berdua.

"Eum, Heechul nampak cantik malam ini, dan eum.. kau juga tampak tampan"

Kyuhyun berdecih lirih, ia menyesap wine nya sebelum meletakkan gelas yang sudah kosong itu ke tempatnya semula.

"Jangan memaksa dirimu, aku tahu kau terluka"

Siwon menggeleng, memasukkan jemarinya ke dalam saku celananya.

"Tidak juga, ah, entahlah.."

Gemuruh tepuk tangan membahana, lampu ruangan juga padam, digantikan temaram lilin-lilin yang menghiasi beberapa sudut dan tengah ruang. Siwon menyadari jika acara sudah akan dimulai, tapi..

"Kyu.." Siwon sontak menatap Kyuhyun yang masih berdiri disampingnya, namja yang ditatap hanya membalas dengan jemari yang menunjuk tengah ruang.

Siwon mengikuti arah jemari Kyuhyun, disana berdiri Heechul yang makin mempesona dengan pakaian putih yang membuatnya bersinar, dihadapannya berdiri namja tampan berperawakan china dengan Tuxedo berwarna senada dengan Heechul.

"Kyu.. bukannya.."

"Ini malam pertunangan Heechul.."

"Tapi.. kau.."

"Aku sudah bilang jika ini malam pertunangan Heechul..."

"..." Siwon terdiam, dahinya menyatu.

"...Dengan Tan Hangeng, kekasihnya, yang juga sepupuku" Sambung Kyuhyun.

Siwon menganga lebar, otaknya ia paksa berputar cepat, Kyuhyun dan Heechul kerap memamerkan kemesraan mereka di kampus, bersama, bahkan saling menyapa dengan panggilan mesra, tapi..

"Hangeng Hyung, menitipkan Heechul padaku selama ia menyelesaikan study nya di china.." Seakan bisa membaca kebingungan Siwon, Kyuhyun menjelaskan tanpa mengalihkan pandangannya dari pasangan HanCHul yang tengah bertukar cincin di barengi riuh tepuk tangan undangan.

"Namja bodoh itu memaksaku untuk bersikap seolah aku ini kekasih Heechul, agar tidak ada seorang pun yang mengganggu kekasihnya.."

"Tapi.. kau.. kau bisa saja malah jatuh cinta pada Heechul bukan?"

Kyuhyun menggeleng, ah lebih tepatnya bergidik ngeri.

"Kau tidak akan tahu perangai Heechul jika ia sudah marah, ia bagaikan monster.."

"..."

"lagipula aku sudah menganggap Heechul sebagai Noonaku sendiri"

Siwon mengulum senyumnya, kegusaran yang ia rasa selama beberapa jam tadi kini menguar pergi, ia bahagia, senang, tapi karena apa?

Siwon mengernyit sendiri ketika pertanyaan itu menyapa kepalanya. Ia melirik Kyuhyun yang kini tersenyum senang melambaikan tangannya pada sepasang kekasih yang sudah mengikat janjinya.

Siwon ikut tersenyum, alasan itu ia dapatkan.. ya.. alasannya untuk tersenyum kembali.

TBC..

Hhhh, ff ini nyaris membusuk yeee *Bahasanya*

Lagi lagi Qai update, perubahan yang menakjubkan! Hahahahah, alasannya sih karena ini emang udah lama banget nganggur, ada beberapa reader n reviewer atau lebih tepatnya n lebih enaknya qai panggil TEMAN ngirim pesan ke Qai, nanya kapan ff ini dilanjutin *iya Qai sadar ini udah ngaret banget*

Maaf ya teman2 sekalian, Qai terkesan lelet banget update ff, kebanyakan alasan yee hehehehe, tapi ini udah diusahain yang terbaik kok, meski harus minta bantuan buat ngetik n update heheheh, tapi tenang aja, Qai usahain secepatnya buat sembuh deh hehehehe, biar updatenya g minta bantuan lagi ^^

So, akhir kata, thanks banget buat yang tetap setia nungguin ff ini buat lanjut. Maaf banget Qai anggurin yeee

Luph

Qai