Maaf jika cerita ini agak ngaco, gak jelas, dan aneh. Maaf juga karena banyak terdapat kesalahan. Maklum saya masih baru disini. Jadi saya mohon kritik dan sarannya.

Disclaimer : Naruto bukan milik saya, kalau milik saya, ceritanya gak bakalan sesedih itu.

Chapter 4 : Lambang

Setelah membuat 'sedikit' keributan di kediaman Inuzuka Naruto segera pulang. Naruto bertemu dengan Gaara dan Shikamaru yang tengah berada di ruang tamu.

"Ada apa Naruto? Kau baik-baik saja?" Tanya Gaara.

"Aku tak apa" jawab Naruto

" Tampangmu mengerikan, darimana?" Tanya Shikamaru.

"Membereskan hal kecil" jawab Naruto singkat.

"Ini harus diobati, kemarilah, biar aku mengobatimu." Kata Gaara setelah memeriksa luka Naruto.

Gaara menyuruh Naruto duduk dan dia pergi mengambil kotak obat, dia kembali tak berapa lama kemudian. Gaara membersihkan luka Naruto dan membalutnya dengan perban.

"Sudah selesai" kata Gaara sambil menutup kotak obat.

"Terima kasih" kata Naruto

"Kau tak habis membunuh orang kan, Naruto?" Tanya Shikamaru.

"Tidak" kata Naruto.

" Kau harus lebih berhati-hati." Kata Gaara.

"Baik, aku ke kamar dulu, terima kasih" kata Naruto pada Gaara. Gaara hanya mengangguk dan memandang Naruto saat dia memasuki kamar.

Sesampainya di kamar, Naruto langsung merebahkan dirinya di kasur. Benar-benar hari yang melelahkan. Tak berapa lama Naruto sudah tertidur lelap.

# # #

Esoknya, Naruto berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Tapi Naruto berbelok menuju rumah Asuka. Naruto tahu alamatnya dari arsip sekolah yang di curinya kemarin. Naruto menunggu di depan rumah Asuka. Asuka keluar sambil menggigit roti di mulutnya, sepertinya dia sedang terburu-buru. Dia terkejut saat melihat Naruto menunggu di depan rumahnya.

"Naruto." Kata Asuka. Sepertinya Asuka tak sadar kalau dia sedang menggigit roti di mulutnya. Sesuai teori grafitasi rotinya meluncur terjatuh di tanah…

Hening…

Asuka hanya memandangi rotinya yang terjatuh, sedangkan Naruto memandang wajah Asuka. Kemudian Naruto tertawa terbahak-bahak.

"Ha..ha..ha… kau lucu sekali, Teme!" teriak Naruto sambil tertawa. Sementara wajah Asuka merona merah.

"Berisik kau dobe, ini kan gara-gara kau mengejutkanku." Kata Asuka sambil memalingkan wajahnya yang masih merona.

Naruto masih saja tertawa sambil memegangi perutnya. Asuka tertegun memandangnya. Baru kali ini dia melihat Naruto tertawa.

"Ada apa?" Tanya Naruto menghentikan tawanya, sadar kalau Asuka sedang memperhatikannya.

"Oh… tidak apa-apa" jawab Asuka masih sambil memandangi wajah Naruto.

"Bagaimana lukamu?" Tanya Naruto sambil memandangi wajah Asuka yang penuh plester.

"Hanya luka kecil" jawab Asuka sambil tersenyum.

"Syukurlah" kata Naruto menghela nafas lega.

" Kau sendiri bagaimana?" Tanya Asuka sambil memperhatikan perban di kepala Naruto.

"oh ini… aku tak apa" jawab Naruto sambil memegangi dahinya.

Asuka tiba-tiba berhenti berjalan, dia berbalik menghadap Naruto lalu menyentuh dahi Naruto yang di perban dengan lembut sekali, lalu menyusuri rambut Naruto yang terurai dan mencium ujungnya.

"Syukurlah" kata Asuka sambil memandang wajah Naruto.

Naruto memandang wajah Asuka yang hanya berjarak sejengkal dari wajahnya. Tiba-tiba rasa hangat menjalari wajah Naruto. Asuka berbalik dan berjalan mendahului Naruto. 'Sial, wajahnya manis sekali, aku jadi ingin menciumnya' batin Asuka sambil terus berjalan.

"Ayo berangkat dobe, nanti kita kena hukum lagi." Kata Asuka sambil menoleh ke arah Naruto yang masih tertegun di tempatnya.

Naruto diam saja, sambil menunduk dia berjalan mengikuti Asuka. Wajahnya sudah merah padam. Dan jantungnya berdetak sangat cepat. 'Ini gawat' pikir Naruto dalam hati.

# # #

Malam harinya di atap sekolah.

"Hah… kita sudah beberapa hari di dunia manusia tapi kita sama sekali tak mendapatkan petunjuk tentang pangeran" kata Shikamaru.

" Lagi pula kita hanya mempunyai petunjuk foto pangeran dan lambang di punggungnya." Kata Gaara.

" Bagaimana cara kita mencari anak dengan lambang di punggungnya? Masak kita harus membuka baju mereka satu-per-satu?" kata Naruto.

Naruto memandangi foto lambang itu. Bentuknya seperti sayap hitam dengan motif yang rumit. Pada pangkalnya terdapat semacam tulang berbentuk ekor.

"Ah.. aku punya satu cara" kata Shikamaru.

"Apa?" Tanya Naruto dan Gaara bersamaan.

"Lihat saja besok" kata Shikamaru sambil tersenyum.

# # #

Esok paginya, Naruto berangkat sekolah sambil memperkirakan apa yang akan di lakukan oleh Shikamaru. Naruto tak pernah berangkat sekolah bersama Gaara dan Shikamaru. Akan mencurigakan kalau mereka selalu bersama. Naruto berangkat sekolah dengan berjalan kaki karena jarak sekolah dengan rumah tidak terlalu jauh.

"Oi… Dobe" teriak seseorang memanggil Naruto.

Naruto berhenti berjalan dan menoleh, dilihatnya Asuka sedang berjalan ke arahnya. Tanpa sadar Naruto tersenyum.

"Pagi, Teme" kata Naruto.

Mereka berdua berangkat sekolah bersama, masih sambil bertengkar tentunya. Sampai di kelas mereka segera duduk. Namun beberapa saat kemudian terdengar pengumuman dari pengeras suara agar seluruh penghuni sekolah berkumpul di taman depan sekolah. Naruto dan Asuka pun segera menuju taman bersama murid-murid yang lain.

Sesampainya di taman, seluruh penghuni sekolah sudah berkumpul. Mulai dari murid, guru, sampai penjaga kantin pun ikut berkumpul hingga taman jadi penuh sesak. Mereka bertanya-tanya mengapa mereka semua di suruh berkumpul seperti ini. Saat itu Naruto melihat Shikamaru dan Gaara sedang berdiri di pojok taman. Gaara sedang bersandar di dinding sambil bersedekap. Sementara Shikamaru sedang tersenyum sambil menekan suatu tombol, rupanya ini semua kerjaan mereka.

Tiba-tiba saja air mancur yang ada di tengah taman menyala dan menyemprotkan air secara tak beraturan ke seluruh taman. Membuat semua orang yang berkumpul itu basah kuyup. Naruto yang mengetahui rencana Shikamaru di detik-detik akhir segera menyingkir sehingga bajunya tetap kering. 'Apa sih yang dilakukannya?' pikir Naruto sambil menatap tajam Shikamaru.

"kya… apa-apaan ini?" teriak orang-orang yang tersiram air. Mereka segera berlarian menyingkir walau sudah terlambat. Baju mereka sudah basah kuyup.

Akhirnya Naruto tahu apa yang menjadi tujuan Shikamaru. Murid-murid cowok yang bajunya basah kuyup segera melepas seragamnya hingga mereka semua telanjang dada. Sementara murid-murid cewek segera berlari ke kelas mereka masing masing.

"Hatchi.." sebuah suara mengagetkan Naruto.

Naruto menengok dan dilihatnya Asuka sedang menggigil kedinginan karena bajunya basah kuyup. Naruto segera menghampiri Asuka.

"Hei…. Teme, kau baik-baik saja?" Tanya Naruto

"Hatchi… nggak apa apa kok." Jawab Asuka masih sambil bersin-bersin.

"Kau harus melepas bajumu kalau tak mau masuk angin." Kata Naruto sambil membantu Asuka melepas bajunya.

"Hei…"protes Asuka.

Naruto yang khawatir Asuka sakit tak memperdulikan protes Asuka.

"Hentikan dobe" protes Asuka lagi.

Mereka berdua sekarang sedang bergumul saling tarik menarik baju.

"Naruto! Bawa Asuka kemari dan carikan dia baju ganti!" teriak bu Haruno dari jendela UKS.

Naruto dan Asuka pun berhenti dan saling pandang. Mereka baru sadar posisi tubuh mereka sangat ehm… tidak sopan. Naruto segara melangkah mundur dengan muka yang merona merah. Muka Asuka pun tak kalah merahnya. Dia segera berdiri dan merapikan bajunya.

"em… cepatlah ke UKS, kucarikan baju ganti." Kata Naruto sambil melangkah pergi. Asuka hanya mengangguk dan melangkah pergi menuju UKS.

Baru saja Naruto melangkah pergi, dia langsung berbalik.

"Eh…Teme…" teriak Naruto.

Naruto mau berkata pada Asuka bahwa ia akan membuka tas Asuka. Lebih baik izin dahulu kan.

Namun kata-kata Naruto terpotong saat melihat sesuatu di punggung Asuka yang bajunya sedikit tersingkap. Naruto tak melihat dengan jelas karena Asuka sudah berjalan pergi. Sepertinya dia tak mendengar teriakan Naruto.

Naruto langsung terdiam di tempatnya. 'Apa itu tadi?' Tanya Naruto dalam hati. Dia teringat lambang kerajaan yang ada di pungung pangeran. 'Tidak mungkin, mana mungkin Asuka adalah pengeran sombong itu?, itu tidak mungkin" pikir Naruto dalam hati.

"Naruto, kau sudah menemukan pangeran?" Tanya Shikamaru tiba-tiba membuat Naruto terlonjak kaget. Gaara dan Shikamaru sudah berdiri di sampingnya.

"Eh.. ah.. anu.. itu.." kata Naruto kelabakan.

"Tadi aku dan Gaara sudah berkeliling tapi kami tak menemukan satupun anak yang mempunyai lambang di punggungnya." Kata Shikamaru sambil menyandarkan lengannya di bahu Gaara.

"Eh… itu… tidak, aku tidak melihatnya" bohong Naruto.

"Aku dan Shikamaru akan melanjutkan berkeliling" kata Gaara sambil melangkah pergi.

"Naruto, kau juga harus berkeliling!" teriak Shikamaru melangkah pergi mengikuti Gaara.

"Bagaimana ini, tak mungkin Asuka adalah…' batin Naruto.

# # #

Sementara itu di UKS.

Asuka melangkah masuk UKS sambil bersin-bersin.

"Mana temanmu yang berambut kuning tadi?" Tanya Bu Haruno.

"Naruto? Dia pergi mengambilkan aku baju" kata Asuka.

"Kalau begitu cepat lepas bajumu!" perintah bu Haruno.

"Iya…" kata Asuka sambil melepas bajunya.

"Kau harus lebih berhati-hati, sasuke, kau terlalu ceroboh" omel bu Haruno sambil mengeringkan rambut Asuka dengan kain kering.

"kau terlalu khawatir Sakura." Kata Asuka sambil memeras seragamnya yang basah.

"Jangan lupa, selama ada lambang di punggungmu, mereka bisa saja menemukanmu" kata Bu Haruno sambil mengambil kaos kering dari lemari.

"Aku tahu." Jawab Asuka muram.

"Cepat pakai ini sebelum ada orang yang datang" kata Bu Haruno sambil menyodorkan kaos.

"Ngomong-ngomong Sasuke, kenapa rambutmu jadi seperti pantat ayam gitu?" Tanya bu Haruno sambil menunjuk rambut Asuka yang mulai 'berdiri'.

"Cerewet, mana aku tahu?, di istana kan aku selalu di bantu pelayan" kata Asuka kesal.

"hatchi.." Asuka mulai bersin-bersin lagi.

"Lebih baik kau istirahat di sini dulu, tubuh manusiamu itu sangat lemah." Kata bu Haruno.

Tanpa protes Asuka langsung berbaring di ranjang.

"Kalau kamu tak ingin di seret kembali ke dunia nereka, lebih baik tanamkan dalam pikiranmu bahwa semua orang yang ingin mendekatimu adalah musuh" omel bu Haruno.

"iya..iya" jawab Asuka sambil menutup telinganya dengan selimut.

Grek… pintu UKS di buka seseorang.

"Permisi bu, saya mengantarkan teman saya yang sakit" kata seorang cewek.

"Iya… baringkan dia di sana, jangan lupa selimuti dia." Kata bu Haruno.

# # #

Sementara itu Naruto…

Naruto mengambil baju olahraga Asuka dari tasnya dengan setengah sadar.

'dia tak mungkin si sombong itu, dia tak mungkin si sombong itu' batin Naruto berulang kali.

"Ah… tidak mungkin, pokoknya itu tidak mungkin" teriak Naruto.

Dia tak menyadari jika seluruh murid sedang menatap ke arahnya seolah-olah dia itu sudah gila.

Sampai di UKS Naruto segera membuka pintunya.

"Permisi bu, saya membawakan baju ganti untuk Asuka" kata Naruto sambil berjalan masuk.

"Oh.. Naruto, tadi aku sudah meminjaminya kaos, sekarang dia sedang tidur." Kata bu Haruno sambil berdiri dari tempat duduknya.

"Apa dia baik-baik saja?" Tanya Naruto.

" Dia baik-baik saja, oh ya, aku mau ke ruang guru, kalau kamu masih mau disini silahkan, tapi jangan berisik karena di sebelah juga ada anak yang sedang sakit" kata Bu Haruno sambil berjalan pergi.

Naruto segera beranjak dan duduk di kursi yang biasa di duduki bu Haruno.

"Dia tak mungkin pangeran sombong itu." Ucap Naruto sambil memandangi asuka yang sedang tertidur. Selimutnya dihamparkan sampai kepala. Wajahnya tak terlihat tapi ujung-ujung rambutnya yang hitam mencuat keluar.

Deg… aku harus memastikannya' batin Naruto.

Dengan perlahan Naruto berjalan ke ranjang Asuka. Jantungnya berdegup kencang, bersiap menerima kemungkinan terburuk bahwa dia benar-benar pangeran. 'Tunggu, bukankah aku seharusnya senang? Pangeran ditemukan dan aku bisa segera kembali ke dunia neraka.' Batin Naruto. Namun entah mengapa dadanya terasa sakit.

Dengan lembut Naruto membuka sedikit selimutnya. Perlahan-lahan disibaknya kaos Asuka, tak ingin membuatnya terbangun. Tangan Naruto gemetar saat menyentuh punggung Asuka. Dan betapa lega hati Naruto saat melihat punggung itu bersih tanpa tanda atau lambang apapun. 'pasti tadi hanya perasaanku saja' pikir Naruto sambil menyelimuti kembali Asuka.

Tepat saat itu bu Haruno kembali.

"sedang apa kau di situ?" Tanya bu Haruno.

"Eh.. ah.. anu.. aku baru saja mau pergi" kata Naruto agak gugup. Takut bu Haruno memergoki apa yang baru saja dilakukannya tadi. Naruto melangkah keluar dengan senyum tersungging di bibirnya.

"Ada apa bu Haruno? Tanya Asuka.

"oh.. tidak. Kupikir tadi Naruto menungguimu, tapi kenapa dia ada di ranjang sebelah?" jawab bu Haruno heran.

Asuka hanya memngangkat bahunya.

# # #

Malam harinya di atap sekolah.

"Sepertinya rencana tadi siang lumayan berhasil" kata Naruto memecah kesunyian

" Tidak juga, kita tidak menemukan pangeran" kata Shikamaru

"Aku sudah membuat daftar siapa saja yang tidak melepas bajunya tadi pagi," kata Gaara sambil menunjukkan sebuah daftar.

Naruto mengambil daftar itu dan membacanya. Di antara daftar itu dia menemukan nama Asuka.

" Eh.. anak yang bernama Asuka ini tidak mempunyai lambang di punggungnya.' Kata Naruto sambil menunjuk nama Asuka.

"Kau yakin?" Tanya Gaara.

"Ya, dia itu teman sekelasku" kata Naruto.

"Benarkah? Darimana kau tahu, Naruto?" Tanya Shikamaru.

"Um.. tadi aku melihat punggungnya waktu di UKS." Kata Naruto

"Wah wah, ternyata kau berani juga" kata Shikamaru sambil tersenyum.

" Hei… jangan berfikir yang tidak tidak" teriak Naruto. Wajahnya bersemu merah.

"Asuka itu anak pendek yang rambutnya hitam jabrik itu kan?" Tanya Gaara.

"iya, yang rambutnya seperti pantat ayam? Jawab Naruto.

"Kalau begitu untuk sementara kita awasi nama-nama yang ada di daftar ini" kata Gaara.

Naruto dan Shikamaru mengangguk bersamaan.

Sring….

Tiba-tiba muncul sebuah pilar dengan cahaya menyilaukan di hadapan mereka. Itu pintu gerbang neraka. Seseorang berambut hitam dan berbaju abu-abu gelap melangkah keluar dari gerbang itu. Sai, utusan khusus itu sudah berdiri di hadapan mereka.

"Selamat malam, prajurit" sapa Sai sopan sambil tersenyum.

" Ada apa?" Tanya Gaara sambil melangkah maju.

" Saya membawakan sesuatu untuk membantu kalian menemukan pangeran." Kata Sai sambil melemparkan sesuatu pada Gaara. Gaara menangkapnya kemudian membuka genggamannya.

Naruto dan Shikamaru berjalan mendekat untuk mengetahui benda apa itu. Sebuah botol kristal kecil.

"Apa ini?" Tanya Gaara

"Itu ramuan yang di buat penyihir kerajaan untuk membantu kalian menemukan pangeran." Kata Sai.

"Kalau itu diminumkan pada orang yang memiliki darah kerajaan, maka orang itu akan kembali ke wujud aslinya." Jelas Sai sambil tersenyum.

"Begitu ya" renung Shikamaru.

"Baiklah, saya harus kembali, tapi sebelum itu saya harus menyampaikan pesan dari raja" kata Sai sambil berbalik pergi.

"Kalian harus segera membawa pangeran Sasuke kembali bagaimanapun caranya, karena pernikahan pangeran tinggal sebulan lagi" kata Sai menghentikan langkahnya.

"Kalau kalian gagal, persiapkan saja nyawa kalian" kata Sai sambil menoleh. Walaupun dia tersenyum, entah mengapa sekujur tubuh Naruto langsung merinding.

"Yah… itu saja, selamat berjuang" kata Sai sambil melangkah menuju gerbang neraka, kemudian gerbang itu menghilang.

Naruto berusaha menelan ludahnya, dipandanginya Gaara dan Shikamaru, sepertinya mereka juga merasakan apa yang baru saja dirasakannya. Wajah mereka berdua tegang.

"Ehm… sepertinya kita harus berusaha lebih keras lagi" kata Naruto

"Jadi tenggat waktunya kurang dari sebulan ya" renung Shikamaru.

"Ramuan ini biar aku saja yg bawa" kata Gaara.

"Ya… kita harus segera memikirkan caranya" kata Shikamaru serius.

"Lebih baik kita istirahat, besok kita berkumpul lagi." Kata Gaara.

Naruto dan Shikamaru mengangguk, Shikamaru segera melompat pergi entah kemana. Sedangkan Naruto dan Gaara pulang bersama. Mereka pulang dalam diam.

"Jadi bagaimana penyamaranmu?" Tanya Gaara

"Aku sudah berusaha sebaiknya" kata Naruto.

"Kulihat kau akrab sekali dengan Asuka itu" kata Gaara, nada suaranya agak aneh.

"Ya… dia itu benar-benar manusia yang baik, walaupun sangat menyebalkan. Kata Naruto sambil tersenyum.

Gaara memandang Naruto dalam diam, dia tak pernah melihat Naruto tersenyum sebelumnya.

"Dia itu lemah dan sakit-sakitan. Dan entah mengapa dia juga selalu sial.' Kata naruto lagi sambil tersenyum.

"Ingat, kita harus segera menemukan pangeran dan kembali ke neraka." Kata Gaara serius.

"Yah.. aku tahu" kata Naruto sambil menghela nafas panjang.

Tanpa sadar mereka sudah sampai di rumah. Naruto mengucapkan selamat malam pada Gaara dan segera melangkah pergi menuju kamarnya.

Naruto segera merebahkan dirinya di ranjang. Sambil memikirkan kata-kata Sai tadi. Dia harus segera menemukan pangeran. Waktunya di dunia manusia tinggal sebulan. Entah mengapa memikirkan itu membuat perasaan Naruto tidak enak. 'paling tidak masih ada satu bulan lagi' pikir Naruto sambil memejamkan matanya.

To be continue…..

terima kasih telah mereview cerita saya:

Chikara Kyoshiro : waktu masuk dunia manusia, mau gak mau sasuke harus nyamar jadi manusia, tapi sayangnya tubuh manusianya lemah, dan Sasuke gak bias pake kekuatannya kalau dia masih pake wujud manusia. Sakura itu kucing peliharaan Sasuke, waktu masuk ke dunia manusia otomatis dia berubah wujud jadi manusia. Mungkin karena dia bukan kucing biasa (?)

Ismail Uzumaki : makasih, *jingkrak jingkrak* ini saya usahakan update cepat.

Iza-ken-twinsdevil : he…he..he… iya, saya emang buat Naruto jadi agak 'dingin', karena gak ada guru Iruka disini, terimakasih *bungkuk-bungkuk* atas semua petunjuknya.

Lavender-hime chan : makasih… senangnya ada yang suka *nangis-nangis*

SeiichiroRaikaSiiStoicAlone : maaf…eja namanya bener kan? Semuanya belum nyadar tuh. Ini saya update.

Kafuyamei-vanessa-hime : baik…! Ini saya update!

Kuro no shiroi : makasih…..*terbang*

Hamaki sana : yiey… mari berusaha bersama! Saya emang buat sifat Asuka beda sama sifat Sasuke. Lihat aja ntar gimana sifat Sasuke! Saya juga masih bingung ma ini cerita *plak**kamu author bukan sih* . iya…. Saya dapat ide dari komik judulnya Harlem Beat Until Dawn. Gak kreatif ya…..

Uzumaki Winda : soalnya Sasuke masih dalam wujud manusia. Nanti waktu wujud pangeran beda loh….

Terima kasih banyaaaaak atas semua reviewnya….. itu sangat amat berarti buat kelangsungan hidup semangat saya.

Review please…..