Tenshi 39 Production

Present

Fantasy Adventure

Fanfiction


"Hyung! Hyung! Hyuuunnngggg!"

Terdengar suara langkah kaki berlari serta teriakan dari balik pintu. Kibum yang paling dekat dengan pintu batu pun menoleh dan mendapati seorang pria mungil dengan wajah bersimbah keringat tengah menatap mereka. Wajahnya juga nampak pucat.

"Ada apa, Henry?" tanya Sungmin segera. Donghae memandang pria mungil itu ingin tahu. Pasalnya pria mungil itu menggunakan pakaian yang sama dengan Sungmin hanya saja dengan warna hijau kekuningan.

"Leeteuk hyung dan Eunhyuk hyung.. mereka.."

Belum selesai pria mungil bernama Henry itu menyelesaikan perkataannya, Sungmin telah berlari menjauhi tempat itu. Henry menatap mereka semua sekilas lalu mengikuti langkah Sungmin. Semula Kibum hanya berdiri diam, namun akhirnya ia pun mengikuti kedua orang yang sudah tak terlihat sosoknya itu diikuti oleh yang lain.

"Ikutlah kami," pinta Yesung pada Donghae. "Jika kau ingin mengetahui segalanya."

Dengan ragu, Donghaepun mengikuti langkah Yesung.


Final Zone

Chp. 6

©Sansan Kurai

2014


Sosok-sosok didepan Donghae berjalan sangat cepat sekarang ini. Begitu juga dengan Yesung yang tadi mengajaknya. Mau tak mau Donghae pun berjalan lebih cepat agar tak tertinggal oleh mereka. Namun, secepat apapun Donghae berjalan, ia tak bisa menyamai langkah sosok dihadapannya itu dan itu membuat Donghae berlari. Berlari secepat yang ia bisa karena ia sudah tertinggal cukup jauh dan tak ada seorang pun dari sosok itu yang mau menghentikan langkahnya.

"AKU TAK MENGINGAT APAPUN DAN JANGAN PAKSA AKU!"

"Ju—Jungso hyung.." gumam Donghae saat mendengar teriakan itu. Donghae pun semakin kencang berlari hingga ia sampai pada sebuah ruangan yang lebih luas dari ruang berpintu batu tadi. Ia terpaku di depan pintu saat melihat kekacuan di ruangan itu. Kursi, merja serta segala perabotan berwarna emas yang entah terbuat dari apa itu, semuanya berhamburan kesegala penjuru. Sosok-sosok dihadapannya tadi tengah membentuk sebuah lingkaran, mengepung sosok yang sangat dikenalnya.

"Leeteuk hyung, ku mohon tenanglah.." pinta Yesung.

"Sudah berapa kali ku bilang! Aku bukan Leeteuk!" teriak Jungsoo.

Donghae nampak bingung melihat sikap Jungsoo itu, belum lagi ia sedikit penasaran dengan sosok yang kini berhadapan dengan Jungsoo, yang itu berarti sosok itu tengah membelakangi dirinya.

"Itouku-sama," panggil Sungmin lembut. "Apakah kau tak pernah bertanya-tanya, kenapa aku memanggilmu Itouku dan bukan Jungsoo?"

Jungsoo terdiam namun tetap menatap Sungmin. Menuntut jawaban yang sebenarnya ia sendiri juga tak tahu itu akan membantunya atau malah membuatnya semakin kesulitan.

"Itouku.. adalah pengucapan Leeteuk dalam bahasa Jepang.." jelas Sungmin. "Kenapa aku tak pernah mau memanggilmu Jungsoo sejak pertama kali kita bertemu? Karena aku tak menyukai nama antrhopinos itu. Aku lebih suka memanggilmu Leeteuk daripada Jungsoo. Dan sekarang—"

"Kau bohong!" potong Jungsoo sembari melangkah mundur. Ia menatap Sungmin kecewa.

"Aku tak bohong Itouku-sama. Ini semua benar," ucap Sungmin. Ia berusaha memberi penjelasan dengan sabar. "Kami benar-benar tak tahu kenapa ingatanmu tentang semua ini belum kembali. Dan kami juga tak tahu harus melakukan apa karena ini belum pernah terjadi pada kami sebelumnya. Hanya satu, Itouku-sama. Percayalah.. Percalah bahwa kau adalah seorang Archangel dan aku yakin ingatanmu itu pasti akan kembali."

"Leeteuk hyung.. dengarkanlah Sungmin.." ucap Yesung. "Dia tak akan pernah berbohong padamu. Dengarkanlah dia.."

"Cobalah Jungsoo hyung.. ingatanmu pasti kembali.."

"Hyukjae.." gumam Donghae sembari terus memperhatikan sosok yang sedari tadi membelakanginya. Dan sosok yang beberapa saat lalu berbicara itu pun menoleh dan terkejut saat melihat Donghae.

"Hae? Bagaimana bisa kau ada disini?"

"Aku.."

"Jadi ini Anthropinos bernama Lee Donghae?" desis Henry sembari menatap dingin Donghae.

"Jangan Henry.. Tak apa.. okey?"

"Tapi Eunhyuk hyung.. dia.."

"Tidak apa.."

"Eun.. hyuk?" tanya Donghae.

"Ya, namaku Eunhyuk.."

Donghae terdiam. Tiba-tiba ingatannya tentang ia, Hyukjae serta Kibum saat bericara di halaman belakang sekolahpun kembali berputar diotaknya. Tentang panggilan Kibum terhadap Hyukjae serta foto lusuh yang dilihatnya. Donghae pun menatap sosok-sosok yang membentuk sebuah lingkaran itu dan ia pun terhenyak.

"Sebenarnya, kalian ini apa?" tanya Donghae dengan suara hati-hati. Sosok-sosok itu pun nampak memperhatikan Donghae, begitu juga dengan Jungsoo.

"Aku, Hankyung hyung, Yesung hyung, Shindong hyung, Kibum dan Leeteuk hyung adalah Archangel," jawab Eunhyuk sembari menunjuk orang-orang yang ia sebutkan namanya. "Sedangkan Sungmin, Siwon, Zhoumi, Kangin hyung, Henry dan Ryeowook adalah peri penjaga.."

"Hentikan omong kosong ini dan keluarkan aku!" perintah Jungsoo sembari menatap garang mereka semua.

"Baiklah jika itu yang kau inginkan," sahut Hankyung.

"Hah?!"

"APA!"

"Kau gila Hangkyung hyung!"

"APA YANG KAU KATAKAN!"

Seruan-seruan tak terima menggema di ruangan itu dan kelakuan mereka membuat Donghae menatap mereka antara bingung dan heran. Karena ia memang tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan ia juga tak mengerti apa yang mereka maksud.

"Apa kalian bodoh?" maki Hankyung. "Percuma kita memaksanya untuk mengingat tentang siapa dirinya dan mengingat seberapa pentingnya dia. Jika hatinya masih tak mau menerima apa yang sebenarnya terjadi, usaha kita tetap akan sia-sia saja. Aku heran, disini dia sangat terkenal dengan kelembutan hatinya tapi di dunia Anthropinos kenapa dia berubah menjadi sedingin es seperti itu? Sedangkan Eunhyuk.. disini dia terkenal karena hobinya mendekati para gadis, tapi kenapa di dunia menjijikkan itu dia berubah menjadi gay? Dunia itu memang sudah rusak dan sepertinya tempat itu memang harus segera dihancurkan!"

"Apa?!" geram Shindong. "Kau bicara apa Hankyung hyung? APA KAU SADAR DENGAN APA YANG KAU UCAPKAN!"

"Sadar.. sangat sadar Shindong.." jawab Hankyung sembari menyunggingkan senyum dibalik topeng separuhnya itu. "Jika mereka seperti itu, rasanya aku akan setuju dengan Kyuhyun."

"Jangan pernah sebut nama pengkhianat itu!" desis Yesung sembari menatap tajam Hankyung.

"Apakah kau semarah itu?" tanya Hankyung. "Ahh.. aku mengerti.. dia adik kesayanganmu, makannya kau sakit hati karena dikhianati olehnya.."

"Cukup!" lerai Eunhyuk sembari menatap Hankyung serta Yesung bergantian, lalu ia beralih kepada Jungsoo. "Aku punya satu cara agar ingatanmu kembali.. dan.. jika ingatanmu tak kembali, aku akan membiarkanmu pergi.. bagaimana?"

"Setuju!" jawab Jungsoo cepat sembari menatap Eunhyuk dingin.

"Eunhyuk, apa yang akan kau lakukan? Bagaimana jika ingatannya benar-benar tak bisa kembali?" tanya Sungmin.

"Jika ingatannya tak kembali, aku akan siap menanggung semua resikonya," jawab Eunhyuk. "Apa kau sudah lupa apa yang dikatakan Leeteuk hyung saat itu?"

Sungmin menggelengkan kepalanya pelan sembari menatap mata Eunhyuk dalam. Eunhyuk lalu mengangguk dan tersenyum.

"Tolong ikut aku, Jungsoo hyung.." pinta Eunhyuk pelan sembari berjalan pergi dari ruang itu. Tanpa menunggu lebih lama, Jungsoo pun berjalan cepat mengikuti Eunhyuk.

"Apa yang akan dilakukannya?" tanya Kibum sembari menatap Henry.

"Aku tak tahu, Pangeran," jawab Henry. "Yang aku tahu, Eunhyuk hyung benar-benar ingin membuat ingatan Leeteuk hyung kembali agar ia bisa menyadarkan Kyuhyun hyung.."

"Sudah ku bilang jangan sebut nama pengkhianat itu!" desis Yesung.

"Sudahlah Yesung hyung.." ucap Sungmin lelah sembari beralih menatap Donghae yang sedari tadi hanya terdiam memperhatikan semuanya. "Kau ingin mengetahui segalanyakan? Ikut aku.. Kau juga Pangeran."

Kibum mengangguk sekali lalu segera pergi. Donghae masih saja terdiam hingga Sungmin pun mendorong pundaknya pelan dan Donghae pun mulai berjalan mengikuti Kibum.

"Kalau begitu aku pergi," ucap Hankyung sembari mengangguk pada Zhoumi dan keduanyapun menghilang.

"Aku mulai khawatir pada Hankyung hyung.." ucap Yesung setelah mereka terdiam sesaat. "Lama-lama dia bisa pergi untuk mendukung Iblis sialan itu!"

"Aku juga berfikiran seperti itu," ujar Shindong sembari menganggukkan kepalanya. "Ucapannya tadi itu sama dengan ucapannya sebelum ia menjual jiwanya pada Iblis."

"Hanya Leeteuk hyung yang bisa menyadarkannya," sahut Siwon. "Jika Eunhyuk tak bisa mengembalikan ingatan Leeteuk hyung, tamatlah kita dan dunia Anthropinos itu."

"Tapi kenapa hanya ingatannya yang tak bisa kembali?" tanya Ryeowook. "Bahkan Eunhyuk hyung membutuhkan waktu lama agar ingatannya benar-benar kembali."

"Aku jadi ingin tahu apa yang diucapkan Leeteuk hyung pada Sungmin serta Eunhyuk.." ujar Kangin tiba-tiba.

"Maksud hyung?" tanya Henry tak mengerti.

"Apa kau tak mendengar perkataan Eunhyuk hyung tadi?" tanya Ryeowook. Henry menggelengkan kepalanya. "Sebelum ingatannya dihilangkan, Leeteuk hyung sepertinya mengatakan sesuatu pada Eunhyuk hyung serta Sungmin hyung."

"Kau benar," gumam Shindong. "Sekarang aku jadi memikirkan itu."

"Apa kau tak mendengar apapun tentang itu, Henry?" tanya Siwon.

"Tidak ingatkah kalian? Saat ingatan Leeteuk hyung dihapus, aku sedang terluka parah dan seingatku sebagian dari kalian juga sedang dalam masa penyembuhan. Disana hanya ada Eunhyuk hyung, Sungmin hyung, Pangeran dan juga K.. Kyuu.." Henry tak jadi menyebutkan nama itu saat Yesung menatapnnya dengan tajam. "..o.. orang itu yang lukanya tak terlalu parah."

"Dan aku yakin ketiga orang itu tak akan mau mengatakannya pada kita jika mereka telah berjanji pada Leeteuk hyung untuk tak mengatakannya pada kita," ucap Siwon. "Sekarang bagaimana Yesung hyung?"

"Kita tunggu saja instruksi dari Pangeran," jawab Yesung.

"Hah? Apa kau bodoh, hyung? Dia masih kecil dan tak bisa—"

"Berhenti meremehkannya, hyung!" tegur Siwon sembari menatap dingin Kangin. Kangin hanya nyengir saat mendengar teguran itu. Ia lupa bahwa sang pelindung Pangeran tengah berada diantara mereka saat ini.


Donghae menduduki salah satu kursi batu yang tertata rapi disisi meja kayu yang lumayan panjang, seperti meja perjamuan. Ditengah-tengah meja itu terdapat sebuah vas bunga berwarna perah serta setangkai bunga berwarna emas. Donghae nampak memperhatikan bunga berwarna emas yang membuatnya mengernyitkan dahi. Tangkai bunga itu berwarna hitam sedangkan kelopaknya berwarna emas.

"Itu bunga Dryads," ucap Kibum sembari mendudukkan dirinya tak jauh dari Donghae, sedangkan Sungmin memilih untuk duduk dihadapan Donghae.

"Dryads?"

"Ya, itu adalah bunga jiwa.." sahut Sungmin.

"Hah? Bunga jiwa? Maksudmu bunga itu memiliki jiwa?"

"Hahaha.. kau polos sekali.." tawa Kibum. "Bukan itu maksudnya.. Dryads adalah bunga jiwa yang suka sekali menempel di batang pohon. Dia disebut bunga jiwa karena bunga itu seakan mengambil jiwa sang pohon. Pohon itu akan cepat mati jika bunga Dryads menempel padanya."

"Lalu kenapa kalian menaruhnya di vas?"

"Tanya saja Shindong hyung.. Baiklah, Donghae.." sahut Sungmin. "Aku tak memintamu untuk mempercayai apa yang akan kukatakan, aku hanya ingin kau mendengarkan. Selebihnya terserah padamu."

Donghae menganggukkan kepalanya. Sungmin menatap Kibum.

"Kita mulai dari mana, Pangeran?"

"Tentang apa kalian dan tempat apa ini." Donghae menjawab sembari menatap mata Sungmin dalam, sejujurnya ia masih merasakan amarah dalam dirinya saat melihat Sungmin. Namun ia ingin tahu semuanya, tentang Hyukjae dan sosok-sosok tadi.

"Ahh.. ya.. kau benar.." angguk Sungmin. "Ini adalah Angellicty. Tempat para malaikat serta peri penjaga. Dan seperti yang Eunhyuk katakan tadi. Kibum, Eunhyuk, Leeteuk hyung, Hankyung hyung, Yesung hyung dan juga Shindong hyung adalah Archangel. Pangeran adalah Archangel yang memiliki kekuatan mistik. Kekuatan mistik sangat langka dan hanya mereka yang memiliki kekuatan mistik yang akan diangkat menjadi pangeran. Karena kekuatan itulah yang sangat berkuasa ditempat ini. Dan walau ia sudah menjadi Pangeran, ia masih tak mau melepas status Archangel-nya."

"Sedangkan Eunhyuk adalah Archangel Elemental. Dia sebenarnya memiliki peranan penting di Archangel. Namun karena keputusannya yang salah itu, Henry-lah yang akhirnya mengemban tugas Eunhyuk selama ini. Tugas yang sangat berat. Namun Henry mampu melakukannya dengan baik dan beruntunglah ada beberapa Angel yang membantu Henry."

"Kenapa Henry yang melakukan itu? Bukankah dia bukan seorang Arch—apalah itu namanya?" tanya Donghae tak mengerti.

"Archangel.. dan Henry adalah peri pelindung Eunhyuk. Jadi, walau dia bukan seorang Archangel namun dia mampu melakukan tugas-tugas Eunhyuk," jawab Kibum. "Kau tak bisa memandang sebelah mata peri pelindung, karena tugasnya juga cukup berat dan mereka juga sangat hebat. Mereka yang akan mengetahui terlebih dahulu jika Archangel yang mereka lindungi tengah dalam bahaya. Dan mereka harus bisa melindungi Archangel-nya, bahkan harus rela mati demi Archangel-nya."

"Aku masih tak mengerti.." ucap Donghae.

"Kau tak perlu mengerti, kau hanya perlu tahu saja," tambah Kibum lagi. Kibum lalu mengangguk kearah Sungmin untuk melanjutkan penjelasannya.

"Yesung hyung sendiri adalah Archangel musim. Ia mengatur musim-musim yang ada di dunia Anthropinos."

"Musim? Tapi kenapa dipakaiannya ada tanda salib?" tanya Donghae.

"Dia orang yang tenang dan terlalu baik kadang.. di Angellicty salib melambangkan kedamaian dan dia sangat suka dengan lambang itu," terang Kibum.

"Shindong hyung.. dia Archangel kesuburan," lanjut Sungmin. "Dia menjaga tanaman-tanaman yang ada di dunia Anthropinos dan Angellicty. Tugasnya cukup sederhana dan tidak terlalu rumit, yaitu menyediakan makanan bagi tumbuh-tumbuhan. Namun dia juga orang yang sangat kuat. Tak ada yang bisa meremehkan kekuatannya. Dan dia serta Ryeowook adalah kelompok yang kuat."

"Hankyung hyung.. dia adalah Archangel peperangan. Dia memiliki strategi perang yang sangat hebat. Tugasnya adalah melindungi dunia Anthropinos dari serangan-serangan dunia Demoniac. Dan sebenarnya dia ancaman terbesar kami. Dengan kemampuannya itu serta kedinginan hatinya, ia mampu menghancurkan Angellicty dalam sekejap mata. Dia mengerti seluk-beluk Angellicty dan itu akan semakin memudahkannya."

"Lalu, Leeteuk hyung adalah Archangel Seraphim yang artinya menyala-nyala. Ia memiliki nyala kasih yang paling berkobar dari yang lain dan itu membuatnya menjadi pemimpin diantara para Archangel. Tak ada yang bisa menandingi kekuatannya dan kebaikannya serta kesabaran dan ketabahannya, yah.. kecuali mungkin Iblis sialan itu yang bisa menandingi kekuatannya."

"Archangel sendiri adalah tentara langit yang mempunyai kekuasaan tertinggi. Kami para peri pelindung biasa menyebut mereka Archangel. Tugas mereka adalah mengatur keseimbangan di dunia Angellicty dan dunia Anthropinos dengan kemampuan yang mereka miliki itu."

"Anthropinos itu..."

"Anthropinos adalah manusia, sebutan kami untuk para manusia sepertimu yang tak memiliki kekuatan apapun," jelas Sungmin.

"Lalu, peri pelindung?"

"Peri pelindung adalah aku, Henry, Ryeowook.."

"Apakah Ryeowook orang yang mengantarkanku pada kalian tadi?" tanya Donghae.

"Aku tak tahu, aku tak ada disana saat kau datang, yang pasti dia peri pelindung Shindong hyung. Kenapa?"

"Tidak.. hanya saja.. aku seperti pernah melihatnya disuatu tempat.." jawab Donghae.

"Dia yang menjaga Perpustakaan," sahut Kibum. Donghae menatap Kibum sejenak dan ia pun membulatkan matanya.

"Jadi.. dia yang menjaga perpustakaan kota itu?" tanya Donghae.

"Sebenarnya, kami para peri penjaga menyamar menjadi Anthropinos untuk menjaga Leeteuk hyung dan Eunhyuk hyung.. takut-takut jika Iblis dan Serigala sialan itu mengganggu mereka," desis Sungmin sembari mengepalkan jemarinya. "Dan dugaanku benar. Mereka mulai menyerang orang terdekat Leeteuk hyung, termasuk aku. Bahkan kau pun hampir terbunuh oleh Iblis brengsek itu!"

"Seseorang yang kau panggil Kyu itu?" tanya Donghae sembari bergidik, mengingat kejadian waktu itu benar-benar membuatnya merinding. Sungmin mengangguk. "Lalu kenapa ingatan kedua orang itu dihapuskan?"

"Saat itu terjadi perang besar-besaran antara dunia Demoniac dan dunia Angellicty. Lux Ferre sang pemimpin dunia Demoniac saat itu berencana menghancurkan Angellicty. Banyak yang mati saat itu, bahkan Archangel pun banyak yang terluka. Dan saat itu Archangel yang masih mampu berdiri tegak hanya Leeteuk hyung dan Pangeran. Leeteuk hyung menggunakan separuh kekuatannya untuk menghancurkan Lux Ferre. Lux Ferre pun hancur dan Leeteuk hyung menjadi lemah karena kehilangan separuh kekuatannya. Ia pun memilih untuk menghilangkan ingatannya dan pergi ke dunia Anthropinos."

"Kenapa?"

"Archangel yang sudah kehilangan kekuatannya tak akan bisa melakukan apapun lagi," jawab Sungmin sembari mengepalkan jemarinya. Ia seakan menyesali kejadian waktu itu. "Dengan separuh kekuatan yang dimilikinya, ia pergi ke dunia Anthropinos dan menghilangkan seluruh ingatannya tentang Angellicty dan semuanya."

"Lalu dengan Hyukjae?"

"Aku pikir dia bodoh menghilangkan ingatannya seperti itu.." sahut Kibum. Sungmin mengangguk, membenarkan ucapan Kibum.

"Kenapa? Ada apa?"

"Saat itu dia terluka, tapi memang tak separah yang lain," jelas Kibum. "Melihat Leeteuk hyung ingin menghilangkan ingatannya membuat Eunhyuk hyung ketakutan. Karena bagi dia hanya Leeteuk hyung yang mampu mengendalikan semua situasi. Jadi dia membagikan kekuatannya kepada Archangel yang terluka lalu ikut turun ke dunia Anthropinos."

"Hanya karena itu?" tanya Donghae.

"Bukan hanya itu, dia juga ingin menjaga Leeteuk hyung," jawab Sungmin. "Tapi ternyata keputusannya itu salah besar. Setelah ia kehilangan ingata tentang Angellicty, kehidupannya menjadi kacau. Ia seperti orang aneh dan menjadi seorang gay. Tapi tentang aku yang menjadi pacarnya itu hanyalah sebuah kebohongan.. Aku tak pernah berpacaran dengannya, hanya saja aku memasukkan memori itu keingatannya karena dia memang seorang gay. Jadi aku sengaja memasukkan ingatan itu. Untuk Leeteuk hyung, aku hanya memasukkan memori bahwa aku adalah seseorang yang telah menyelamatkan hidupnya. Karena itulah dia selalu berusaha melindungi dan menjagaku. Tapi ternyata semua itu malah semakin membuat semuanya menjadi kacau. Leeteuk hyung jadi membenci Eunhyuk."

Donghae termenung mendengar penjelasan panjang lebar itu. Walau sebenarnya ia masih bingung dengan semua penjelasan itu, namun ia sedikit memahaminya. Dan kini ia menyadarinya, Hyukjae sebenarnya bukanlah seorang gay.. tapi.. bagaimana dengan dirinya?

"Lalu kenapa sekarang kalian meminta Hyukjae dan Jungsoo hyung kembali kalau kekuatan mereka sudah tak ada?" tanya Donghae berusaha mengacuhkan sesuatu dirongga dadanya yang terasa berdenyut.

"Semua karena penghianat itu," jawab Sungmin. "Jika bukan karena dia, Leeteuk hyung dan Eunhyuk pasti masih bisa hidup dengan tenang di dunia kalian tanpa memikirkan lagi keadaan di sini. Beberapa Archangel setuju untuk menarik Leeteuk hyung serta Eunhyuk kembali ke Angellicty. Mereka tak peduli jika kekuatan mereka tak kembali, mereka hanya perlu ingatan Leeteuk hyung kembali agar pengkhianat itu tak lebih terjerumus dari ini."

"Kyuhyun.. dia menjual jiwanya pada Iblis," terang Kibum saat melihat kebingungan diwajah Donghae. "Dia adalah salah satu Archangel yang disiapkan untuk menggantikan posisi Leeteuk hyung, keputusan tepat yang diambil Leeteuk hyung sebelum menghilangkan ingatannya. Itulah yang ada dipikiran kami saat itu. Namun ternyata anak itu lebih memilih bergabung dengan Iblis dan itu membuat posisinya menjadi lebih tinggi dari Iblis yang lain karena statusnya yang sebagai calon Archangel Seraphim. Ia diangkat menjadi seorang pangeran dan menjadikannya sosok yang paling berkuasa di Demoniac, menggantikan Lux Ferre yang saat itu telah hancur."

"Ia berencana menghancurkan Angellicty dan juga duniamu," sambung Sungmin. "Dan kami tak akan bisa menghentikannya karena ia termasuk sosok yang kejam untuk ukuran Iblis muda. Belum lagi ia dibantu oleh serigala brengsek itu. Aku heran, kenapa dia mau membantu Iblis seperti dia!"

"Karena dia kejam dan tak berperasaan," sahut Kibum. "Dan hanya Leeteuk hyung yang mampu mengendalikan anak itu karena dulu anak itu berada dibawah didikan Leeteuk hyung."

"Lalu apa hubungannya dengan Hyukjae? Kenapa ingatannya juga harus dikembalikan?"

"Karena hanya Eunhyuk yang memegang kunci ingatan Leeteuk hyung. Leeteuk hyung mempercayakan ingatannya pada Eunhyuk dan sekali lagi, itu adalah kebodohan Eunhyuk, ia tak mengatakan pada kami tentang kunci ingatan itu sebelum ia menghilangkan ingatannya."

"Apa yang terjadi jika Iblis itu berhasil menghancurkan kalian?" tanya Donghae.

"Kegelapan.." jawab Kibum. "Itu yang akan terjadi dengan bumi tempat dimana kalian tinggal. Akan terjadi bencana besar disana dan tak akan ada yang bisa menghentikannya. Kelaparan, sengsara, bencana dan siksaan akan terjadi."

"Tak bisakah kalian melakukan sesuatu?" pinta Donghae. Ia terdengar ketakutan. "Ini terdengar seperti akhir dunia. Tak bisakah kalian melakukan sesuatu? Membantu Hyukjae mengembalikan ingatan Jungsoo hyung?" Sungmin dan Kibum menggeleng pelan.

"Hanya Eunhyuk yang mampu melakukannya, walau aku ragu akan itu. Namun aku berharap Eunhyuk mampu mengembalikan ingatan Leeteuk hyung. Jika ingatannya masih tetap tak bisa kembali, aku yakin kita semua akan hancur dan tak akan ada lagi yang tersisa di dunia ini selain kegelapan dan siksaan."

Donghae merasa tubuhnya melemas saat mendengar penuturan terakhir Kibum. Ia tak bisa membayangkan jika itu benar-benar terjadi dengan buminya, tempat tinggalnya.

~to be continued~


holla my readers..
Final Zone comeback dengan chapter 6 yang lumayan panjang..
hmm.. maaf jika ini terlalu panjang, karena aku berusaha menjelaskan secara rinci tentang Eunhyuk dan yang lainnya..
dan maaf juga jika masih belum jelas tentang pendeskripsian mereka..
berharap kalian sedikit mengerti dengan status mereka.. xD

nah...
semoga chapter ini mampu menjawab semua pertanyaan kalian.. ^^

dan aku selalu lupa untuk mengucapkan ini..
terima kasih yang sudah setia mereview Final Zone dari awal hingga sekarang dan mungkin hingga akhir nanti..
dan terima kasih juga yang sudah mau menjadikan Final Zone sebagai fanfic Favoritnya..
dan juga terima kasih yang sudah mau memFollow Final Zone..

the last word...
review please, dear.. ;)