Tenshi 39 Production

Present

Fantasy Adventure

Fanfiction


"Tak bisakah kalian melakukan sesuatu?" pinta Donghae. Ia terdengar ketakutan. "Ini terdengar seperti akhir dunia. Tak bisakah kalian melakukan sesuatu? Membantu Hyukjae mengembalikan ingatan Jungsoo hyung?" Sungmin dan Kibum menggeleng pelan.

"Hanya Eunhyuk yang mampu melakukannya, walau aku ragu akan itu. Namun aku berharap Eunhyuk mampu mengembalikan ingatan Leeteuk hyung. Jika ingatannya masih tetap tak bisa kembali, aku yakin kita semua akan hancur dan tak akan ada lagi yang tersisa di dunia ini selain kegelapan dan siksaan."

Donghae merasa tubuhnya melemas saat mendengar penuturan terakhir Kibum. Ia tak bisa membayangkan jika itu benar-benar terjadi dengan buminya, tempat tinggalnya.


Final Zone

Chp. 7

©Sansan Kurai

2014


"Ngomong-ngomong, sudah berapa lama aku berada disini?" tanya Donghae.

"Emm, aku rasa sudah hampir 3 bulan," jawab Sungmin sembari mengusap dagunya.

"APA?!"


Eunhyuk nampak mengangkat tangan kanannya dan pintu batu dihadapannya itu pun bergeser. Eunhyuk segera masuk diikuti oleh Jungsoo.

Jungsoo nampak mengamati ruangan bernuansa putih keemasan itu. Dan di ruang itu hanya ada sebuah kursi king size dengan bertahtakan permata. Seperti kursi yang biasa digunakan oleh para Raja jaman dahulu, itulah yang ada dipikiran Jungsoo.

"Jungsoo hyung.." panggil Eunhyuk pelan. "Mari kita mulai.."

"Dengar Hyukjae! Aku tak suka dipaksa! Jika sampai akhir aku tak mengingat apapun, cepat bawa aku pergi dari sini!" perintah Jungsoo sembari mengalihkan tatapannya dari kursi itu.

"Segera Jungsoo hyung," jawab Eunhyuk. "Aku akan segera membawamu pergi dari sini jika ingatanmu benar-benar tak kembali."

"Bagus!" angguk Jungsoo. "Sekarang apa yang akan kau lakukan?"

"Duduklah," pinta Eunhyuk sembari menunjuk sebuah kursi berwarna putih keemasan tak jauh dihadapannya. Jungsoo sempat terdiam mendengar permintaan Eunhyuk. Namun melihat Eunhyuk menganggukkan kepalanya pasti, Jungsoo pun melangkahkan kakinya mendekati kursi itu.

Nyaman, itulah yang dirasakan Jungsoo saat ia mendudukkan dirinya dikursi itu. Walau dari jauh ia merasa bahwa kursi itu mungkin terasa dingin. Namun setelah ia mendudukkan dirinya, kursi itu terasa hangat. Seperti ada seseorang yang beberapa saat lalu beranjak dari kursi itu. Jungsoo membelai lengan kursi itu dan entah kenapa ujung bibirnya tertarik.

Eunhyuk memperhatikan semua gerak-gerik Jungsoo dan ia pun menyunggingkan senyum tipisnya.

"Sekarang," batin Eunhyuk sembari membuka kedua telapak tangannya dan muncul sebuah botol berukuran sebesar jari kelingkingnya yang ujung botolnya tertutup oleh sumbat berwarna emas berukirkan sayap. Botol itu kosong dan entah mengapa senyum dibibir Eunhyuk tiba-tiba menghilang saat melihat botol itu. Gurat kekecewaanpun tak dapat disembunyikan olehnya. Perlahan Eunhyuk berjalan mendekati Jungsoo yang masih mengamati kursi yang tengah didudukinya.

"Hyung.. ambillah ini.."

Jungsoo menatap botol kecil itu lalu mengambilnya. Diperhatikannya botol kecil itu lalu beralih kewajah Eunhyuk.

"Harus aku apakan ini?" tanya Jungsoo.

"Bukalah dan kau akan tahu," jawab Eunhyuk sembari menyunggingkan senyum tipis.

Jungsoo terdiam sembari terus mengamati botol kecil yang kosong itu. Ia kembali menatap Eunhyuk sejenak, seperti menimbang-nimbang sesuatu.

"Ini kosong, kenapa kau menyuruhku untuk membukanya?" tanya Jungsoo. "Ini bukan obat bius atau hal semacam itu kan?"

"Tidak.. buka saja," ucap Eunhyuk dengan sabar.

"Ini tak akan membunuhku?" selidik Jungsoo. Eunhyuk menggelengkan kepalanya. "Baiklah, aku mempercayaimu."

Jungsoo mengangkat botol itu tepat kedepan wajahnya dengan tangan kirinya, lalu dengan tangan kanannya ia menarik sumbat botol itu. Tiba-tiba keluarlah asap berwarna putih dari botol kecil itu dan detik berikutnya Jungsoo pun jatuh pingsan. Botol kecil serta sumbat botol itu terlepas dari tangan Jungsoo, membentur lantai batu dan langsung pecah berkeping-keping.

"Tidak baik.." gumam Eunhyuk. "Hatinya masih tak mau menerima siapa dia sebenarnya. Jika seperti ini akan sangat sulit memasukkan seluruh ingatannya."

Eunhyuk menghampiri Jungsoo yang kini tengah terkulai. Ia menegakkan tubuh Jungsoo agar bersandar kesandaran kursi.

"Hatimu sekeras batu, hyung," gumam Eunhyuk lagi. "Aku harus membuatmu kehilangan kesadaran."

Eunhyuk mundur beberapa langkah sembari terus menatap Jungsoo lekat. Sejenak ia menyunggingkan senyum tipis.

"Lui ym mi Chithaeglir. Faeg reviar min eryd. Dravar 'elaidh a narthar

noer. Droeg athradar i thewair. In edain 'rogar a phadar na i thelaith. I

miss ah i chˆın egledhiar. I minn mabar dhring a 'rynd a maethar. Binn

rim gwannar ah in faeg farar in edain."[1]

"Hyung, ingatlah hari itu.." gumam Eunhyuk sembari menundukkan kepalanya dan cahaya berwarna putih menyilaukan nampak menyeruak memenuhi ruangan itu.

.

.

.


.

.

.

"Eunhyuk, kau tak apa?!" seru Leeteuk sembari berusaha meraih lengan Eunhyuk yang ada dibawahnya. Reruntuhan istana Angellicty benar-benar membuatnya kesulitan meraih tangan dan Eunhyuk terlihat sudah kehabisan tenaga. Pandangannya juga sedikit terganggu karena awan hitam yang hampir mendominasi Angellicty.

"Aku tak apa hyung," jawab Eunhyuk yang kini tengah terengah. Ia benar-benar kehabisan tenaga.

"Dimana Henry?!" tanya Leeteuk.

"Dia.. terluka parah hyung.." jawab Eunhyuk. "Aku telah membawanya ke camp penyembuhan."

"A—apa? Dia terluka parah!" teriak Leeteuk. "Jadi kau sedari tadi sendirian?! Lalu bagaimana dengan yang lain?"

"Mereka masih bertarung dengan—"

"Leeteuk hyung! Eunhyuk! Awas!"

Leeteuk dan Eunhyuk menolehkan kepalanya bersamaan ke arah barat dan mereka segera memisahkan diri saat melihat sebuah tombak berwarna hitam pekat melesat dengan cepat tepat kearah mereka.

Sreeettttt!

Leeteuk menggeram melihat tombak Iblis itu. Ia menolehkan kepalanya dengan cepat dan mendapati sang Raja Iblis Lux Ferre tengah menatapnya dengan dingin.

"Akhirnya aku menemukanmu Seraphim," ucap Lux Ferre sembari tersenyum penuh kemenangan. "Kuhancurkan kau!"

"Tak semudah itu, Lux Ferre," ucap Leeteuk. Ia membuka telapak tangan kanannya dan muncullah pedang panjang berwarna keemasan.

"Kau adalah sumber dari pergerakan mereka," desis Lux Ferre. "Jika aku menghancurkanmu, maka hancurlah mereka semua. Dengan begitu akan sangat mudah bagiku untuk menghancurkan Pangeran dan juga Angellicty. Setelah itu aku akan melenyapkan Anthropinos tak berguna itu."

"Kau tak akan bisa menyentuh semuanya.." ujar Leeteuk sembari mengangkat tinggi-tinggi pedangnya.

"Leeteuk hyung.." Leeteuk yang sudah siap menyerang Lux Ferre pun menolehkan kepalanya dan terkejutlah ia.

"Pangeran! Apa yang kau lakukan disini! Pergi! Panggil Siwon!" seru Leeteuk.

"Aku tak bisa membiarkanmu melawan Lux Ferre sendirian!" ucap Kibum tenang sembari menyiapkan busur serta anak panahnya, begitu juga dengan sebuah pedang panjang berwarna emas yang terikat dipinggangnya.

"Aku juga.." sahut Eunhyuk tiba-tiba.

"Aku tak main-main! Pergilah kalian dari sini!" pinta Leeteuk. "Aku tak ingin kalian berdua hancur. Kalian adalah harapan bagi Angellicty dan Anthropinos. Jika kalian tak ada, apa yang akan terjadi dengan kedua dunia itu?"

"Kami juga akan semakin hancur jika kami membiarkan Leeteuk hyung melawan dia sendirian!"

"Sungmin!" kaget Leeteuk.

"Aku sudah selesai dengan mereka yang ada disana, saatnya aku melindungi apa yang harus aku lindungi," ucap Sungmin. "Kau hampir terkena tombaknya jika aku tak meneriakimu tadi!"

"Bagaimana dengan Kyuhyun? Kau tak bisa—"

"Dia bisa menjaga diri sendiri saat ini!" tegas Sungmin.

"Ta—Tapi.."

"Serang!" seru Kibum sebelum Leeteuk selesai mengucapkan kata-katanya.

Kibum yang beberapa saat lalu berseru pun telah lenyap dari sisi Leeteuk dan berpindah ke sisi Lux Ferre. Dengan cepat Kibum mencabut pedangnya dan menyerang Lux Ferre. Sedangkan Eunhyuk telah menyiapkan sebuah rantai emas, rantai yang biasa digunakannya untuk mengikat Iblis yang berani mengganggu di dunia Anthropinos. Sungmin sendiri nampak mengeluarkan pedangnya.

"Kalian bodoh!" batin Leeteuk, namun ia kini tengah memegang pedangnya dengan mantap dan mulai berlari kearah Lux Ferre yang tengah diserang tanpa henti oleh Kibum, Sungmin dan juga Eunhyuk secara bersamaan.

"Aku harus menikamnya setelah itu aku harus memenggal kepalanya," batin Leeteuk sembari menatap pedangnya lalu menyalurkan kekuatannya pada pedang itu. Pedang itu nampak bersinar lalu kembali meredup. Dengan mantap Leeteuk memegang pedang dengan kedua tangannya, siap menikam jantung Lux Ferre jika Eunhyuk tidak menabraknya dengan keras. Tubuh keduanya pun tergeletak di lantai batu yang dingin.

"Argh!" erang Eunhyuk sembari memegang lengan kanannya yang mulai meneteskan cairan kental berwarna merah.

"Hyuk!"

"Jangan pedulikan aku! Cepat bantu Pangeran!" bentak Eunhyuk. Leeteuk menolehkan kepalanya dan terkejutlah ia saat melihat Sungmin yang sudah terluka cukup parah, namun peri pelindungnya itu masih berusaha untuk menebas kepala sang Raja Iblis. Sedangkan Kibum nampak berdiri agak jauh dari Lux Ferre agar bisa dengan leluasa melepaskan anak panahnya.

"LUX FERRE!" teriak Leeteuk. Ia kini berlari cepat kearah Lux Ferre sembari menghunuskan pedangnya yang kini menyala terang. Sang Raja Iblis nampak menyeringai saat melihat Leeteuk. Lux Ferre pun memukul Sungmin hingga Sungmin terkapar dan tak bergerak.

"Sungmin hyung!" seru Kibum dan ia pun menghentikan serangannya dan segera menghampiri Sungmin.

"Gawat!" batin Kibum. "Jika Sungmin hyung sampai tak sadarkan diri, bisa-bisa Leeteuk hyung.."

Dengan cepat Kibum menolehkan kepalanya kearah Leeteuk yang kini tengah menerjang Lux Ferre dengan pedangnya.

Srattt!

Leeteuk berhenti tepat dihadapan Lux Ferre dengan pedang yang terarah kejantung Lux Ferre.

"Kau mau menikamku?" tanya Lux Ferre. Leeteuk menyeringai.

"Tidak," jawab Leeteuk. "Aku akan menebas kepalamu!"

"JANGAN!" teriak Kibum.

"Kau akan mati," ucap Lux Ferre.

"Aku akan melakukannya jika itu demi Angellicty," ujar Leeteuk.

"Leeteuk hyung!"

Leeteuk mengarahkan tangannya keatas dan muncullah asap tipis dari tangannya, sesaat kemudian tempatnya berdiri bersama dengan Lux Ferre telah dilingkupi oleh sesuatu yang tak terlihat dan itu benar-benar membuat Kibum menggeram marah. Kibum berlari menghampiri Leeteuk. Namun, saat hanya tinggal beberapa senti, tubuhnya terpental dengan keras dan membuatnya terjatuh dengan bunyi debuman yang cukup keras.

"Hyung bodoh! Jangan lakukan itu!" seru Kibum dan ia pun berlari kearah Sungmin yang kini tengah pingsan. "Sungmin hyung! Ayo bangun! Jangan biarkan hyung bodoh kita itu menyerahkan nyawanya! Sungmin hyung! Bangun! Kau harus menebas kepala Lux Ferre! Bangunlah hyung!"

"Pangeran.."

"Eunhyuk hyung.. Dia.. dia akan menebas kepala Lux Ferre! Hentikan dia!"

Namun Eunhyuk menggelengkan kepalanya dan Kibum pun melemas. Ia tahu.. ia sangat tahu.. tak akan ada yang bisa melewati pelindung yang telah dibuat oleh Leeteuk itu. Dialihkanlah tatapannya kearah Leeteuk.

"Panggil yang lain, Eunhyuk hyung!" perintah Kibum dingin.

"Untuk apa Pangeran?" tanya Eunhyuk.

"PANGGIL YANG LAIN!" bentak Kibum. Eunhyuk terdiam sejenak namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya dan segera menyingkir dari tempat itu.

Leeteuk kini tengah menyeringai sembari menatap lekat mata merah Lux Ferre. Leeteuk memantapkan pedang yang tergenggam erat ditangannya sembari mengontrol kekuatan yang disalurkannya kepada pedangnya.

"Selamat tinggal.." batin Leeteuk dan ia pun berteriak kencang sembari mengayunkan pedangnya dengan cepat. Lux Ferre yang melihat pergerakan Leeteuk pun memilih untuk mundur.

Jleb!

Lux Ferre nampak membelalakkan matanya saat melihat pedang Leeteuk yang menancap tepat kejantungnya. Leeteuk menyeringai melihat keterkejutan dimata dan wajah Lux Ferre.

"Kau terlalu meremehkanku.." ucap Leeteuk dan Leeteuk pun menusukkan lebih dalam pedangnya, menembus jantung Lux Ferre. Lux Ferre pun berteriak kesakitan, belum lagi cahaya yang terpancar dari pedang itu membuatnya tak bisa melihat apapun. Dia kesakitan dan Leeteuk tersenyum melihatnya. "Kau hancur, Lux Ferre.."

Teriakan serta raungan keluar dari mulut Lux Ferre. Terdengar begitu keras dan membuat para Angel serta Archangel yang masih bertarung dengan para Iblis pun terdiam saat mendengar teriakan yang sungguh sangat memekakkan telinga itu. Archangel dapat melihat ada gurat ketakutan diwajah Iblis-Iblis disekeliling mereka.

Pyasss..

Leeteuk mendesah lega saat kegelapan yang beberapa saat lalu hampir mendominasi Angellicty kini nampak memudar. Leeteuk membalikkan tubuhnya dan melihat bahwa Kibum tengah berlari menyongsong dirinya. Leeteuk menyunggingkan senyum tulusnya.

"Selesai, Pangeran.." gumam Leeteuk. Kibum segera menangkap tubuh Leeteuk yang tiba-tiba saja melemah.

"Hyung bodoh! Apa yang kau lakukan?" tanya Kibum. Tak ada kemarahan dalam nada suaranya, malahan Kibum terlihat sangat khawatir melihat kondisi Leeteuk yang tiba-tiba melemah. "Kau hanya menikamnya, kenapa kau menjadi lemah?"

"Aku tak melakukan apapun Pangeran," jawab Leeteuk sembari tersenyum.

"Jangan katakan kalau hyung menggunakan kekuatan hyung untuk—"

"Cukup Pangeran," sela Leeteuk. "Yang terpenting sekarang Lux Ferre telah hancur dan Pangeran serta Angellicty selamat."

"Hyung bodoh! Hyung bodoh!" ucap Kibum berkali-kali sembari memeluk Leeteuk erat. Tiba-tiba tubuh keduanya pun menghilang, begitu juga dengan Sungmin. Kibum menggunakan kekuatannya untuk memindahkan tubuh mereka ke camp penyembuhan.

"Tak ada yang bisa mereka lakukan untukku disini, Pangeran," ucap Leeteuk saat melihat Kibum tengah menggendongnya kesalah satu tempat tidur yang masih kosong.

"Mereka harus bisa melakukan sesuatu!" tegas Kibum.

"Pangeran.. ku mohon.." ucap Leeteuk sembari menggenggam lengan Kibum, meminta Kibum untuk berhenti dan menurunkannya. Kibum tak mau menatap mata Leeteuk yang nampak memohon padanya. Kibum paling tidak bisa menatap mata teduh Leeteuk disaat seperti ini. Ini terlalu berat untuknya.

"Pangeran! Leeteuk hyung!"

Kibum menolehkan kepalanya dan melihat Eunhyuk tengah menghampiri mereka sembari tertatih.

"A—apa yang terjadi denganmu hyung?" tanya Eunhyuk.

"Dimana yang lain hyung?" tanya Kibum.

"Para Archangel terluka Pangeran, aku sudah membawa mereka ke camp penyembuhan di sisi Timur," jawab Eunhyuk.

"Pangeran.. tolonglah.." pinta Leeteuk lagi dan Kibum pun akhirnya menurunkan Leeteuk dari gendongannya. Namun Kibum tetap tak melepaskan tangannya dari tubuh Leeteuk. "Aku ingin melihat Sungmin.."

Leeteuk pun berjalan pelan menuju tempat tidur dimana Sungmin tengah berbaring. Para penyembuh telah merawat Sungmin dengan cepat beberapa saat lalu dan Sungmin terlihat tengah tertidur pulas.

Leeteuk mendudukkan dirinya disisi tempat tidur. Dibelainya kepala Sungmin, senyum tulus kembali tergambar dibibirnya yang kini terlihat memutih.

"Leeteuk hyung!"

Teriakan itu membuat beberapa perawat menolehkan kepalanya kearah pintu masuk camp. Dan disana terdapat seorang Angel muda dengan wajah pucat pasi. Angel muda itu berlari menghampiri Leeteuk, menuburuknya pelan lalu memeluknya erat.

"Hyung-ah.. apa yang.. hiks.. telah kau lakukan?"

"Kyu.. sudahlah... jangan menangis.." bisik Leeteuk sembari mengusap lembut kepala Angel muda itu. "Dengar.. aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian.."

Angel muda itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah Leeteuk yang kini mulai memutih. Leeteuk mengangkat tangan kanannya dan menyapukannya keatas tubuh Sungmin. Sesaat kemudian Sungmin nampak bergerak-gerak gelisah dan kelopak matanyapun terbuka perlahan.

"Sungmin.. bangunlah.." pinta Leeteuk dan perlahan Sungmin pun mendudukkan dirinya sembari menatap Leeteuk.

"Astaga! Leeteuk hyung! Apa yang kau lakukan!" jerit Sungmin histeris saat melihat wajah pucat Leeteuk.

"Tenanglah Sungmin.." pinta Leeteuk. "Aku ingin kalian semua mendengarkan ini.. Kalian pasti sudah sangat tahu dan mengerti apa yang akan terjadi dengan para Archangel yang sudah kehilangan kekuatannya.. Kyuhyun.."

"Archangel yang sudah tak memiliki kekuatan sama sekali sudah tak berguna di sunia Angellicty. Jadi, Archangel harus sangat hati-hati menggunakan kekuatannya dan untuk para peri pelindung, mereka harus menjaga Archangel-nya dengan sangat baik agar Archangel-nya mampu menjaga kekuatannya," jelas Kyuhyun.

"Kau pintar.." ucap Leeteuk sembari mengacak rambut ikal Kyuhyun. Kyuhyun yang biasanya sangat senang jika Leeteuk melakukan itu, kini ia hanya terdiam menatap wajah Leeteuk.

"Apa yang akan kau lakukan hyung?" tanya Eunhyuk. Leeteuk tersenyum mendengar pertanyaan Eunhyuk.

"Tolong jaga ingatanku untukku Eunhyuk-ah," pinta Leeteuk. "Aku akan pergi ke dunia Antrhopinos dan menjalani hidupku disana."

"Apa?!" teriak Kibum.

"Pangeran.." panggil Leeteuk pelan. "Aku sudah tak berguna disini. Jadi, sebelum aku diusir oleh—"

"Siapa yang berani mengusirmu!" marah Kibum. "Tak ada yang boleh mengusirmu hyung!"

"Pangeran.. dengarkan aku.." pinta Leeteuk. "Aku tak ingin membuat keributan disini.. jadi, sebelum keributan itu terjadi aku lebih baik pergi dari tempat ini. Namun, jika suatu saat kalian membutuhkanku.. panggillah aku dan aku akan siap menerima panggilan itu.."

"Tapi hyung—"

"Dan aku sudah mendiskusikan ini sebelumnya pada para petinggi." Leeteuk memotong protesan yang akan keluar dari bibir Sungmin. "Kyuhyun akan menggantikan posisiku.. mereka telah menyetujui itu jauh sebelum peperangan ini dimulai.."

"Hyung. Ku mohon jangan seperti ini.." pinta Eunhyuk.

"Semua sudah terjadi Eunhyuk-ah dan keputusanku ini memang harus segera dilakukan," ucap Leeteuk.

.

.

.


.

.

.

Eunhyuk membuka kedua matanya dan ia termenung saat melihat sosok dihadapannya kini tengah terdiam sembari menatap dirinya.

"Leeteuk.. hyung.." panggil Eunhyuk hati-hati.

"Eunhyuk-ah.."

"Leeteuk Hyung.." bisik Eunhyuk pelan dan ia pun menghambur kepelukan Leeteuk.

"Eunhyuk-ah.. aku.. kembali?" tanya Leeteuk.

"Iya hyung.. iya.. kau kembali.. kau telah kembali hyung.."

"Tapi.."

Eunhyuk melepas pelukannya dan menatap kedua mata Leeteuk.

"Tapi apa hyung?" tanya Eunhyuk.

"Kekuatanku.. kekuatanku.." Leeteuk nampak terbata sembari menatap kedua telapak tangannya yang terbuka.

~to be continued~


[1]Saat yang buruk di pegunungan berkabut. Iblis di pegunungan. Mereka menebang pohon dan menyalakan lidah-lidah api. Serigala menyeberangi hutan. Manusia ketakutan dan pergi ke dataran. Para wanita dan anak-anak pergi ke pengasingan. Orang-orang berebut palu dan berkelompok dan melawan. Banyak pria meninggal dan Iblis memburu manusia.


Final Zone back... xD
ehehe... maaf sedikit terlambat... ^^v
akhir-akhir ini saya keranjingan game online.. xD
jadi konsentrasi saya berpusat kesana..
belum lagi, pekerjaan saya yang membuat saya benar2 sakit kepala.. :3

tapi tenang saja...
saya tetap akan mengupdatenya kok... ^^
saya usahakan cepat dan memuaskan... ^^

oh iya..
membaca review kalian dichapter kemaren benar-benar membuat saya terbengong-bengong...
namun, setelah saya makan, telan dan saya cerna saya baru paham apa maksud reviewnya... xD

ada yang minta Hae-nya jadi gay.. xD
trus... ada yg bilang klo ada typo.. xD
trus... ada yg bilang klo feel-nya kurang... xD
truss... truss... ada yg bilang klo kurang panjang... :3
trus.. ada yg kaget klo kyu jadi pengkhianat... xD
trus.. trus... ada yg nanya itu hangeng putus asa ato terpengaruh.. xD
trusssss... trusss... ada yg bilang kok udah mo tamat... xD

pertama..
minta Hae jadi gay? ntar saya nanya dulu deh sama Hyuk, dia mau nggak sama Hae... xD
kedua..
ada typo? padahal saya udah usir si jauh2.. saya nggak tau kenapa dia masih setia aja dateng kefanfic saya.. xD
ketiga..
feel-nya kurang? soalnya tangan saya ngetik nggak pernah pake feel... xD
keempat..
apa?! kurang panjang?! Anda bilang kurang panjang?! hmm... emang sih... :3
kelima..
kok Kyu jadi pengkhinat? saya juga nggak tahu.. coba aja deh baca chp. kemaren... xD
keenam..
Hangeng itu terserang setres akut, soalnya Heenim ikutan WGM.. xD
ketujuh..
tamat? siapa yg bilang mo tamat? tamat nggaknya tergantung ide sih... xD

okey..
sekian dulu cuap2 dari saya..
sekarang giliran Anda untuk cuap2 pada saya..
boleh deh panjangan..
pendek juga nggak papa asalkan berbobot... xD