Tenshi 39 Production

Present

Fantasy Adventure

Fanfiction


Eunhyuk membuka kedua matanya dan ia termenung saat melihat sosok dihadapannya kini tengah terdiam sembari menatap dirinya.

"Leeteuk.. hyung.." panggil Eunhyuk hati-hati.

"Eunhyuk-ah.."

"Leeteuk Hyung.." bisik Eunhyuk pelan dan ia pun menghambur kepelukan Leeteuk.

"Eunhyuk-ah.. aku.. kembali?" tanya Leeteuk.

"Iya hyung.. iya.. kau kembali.. kau telah kembali hyung.."

"Tapi.."

Eunhyuk melepas pelukannya dan menatap kedua mata Leeteuk.

"Tapi apa hyung?" tanya Eunhyuk.

"Kekuatanku.. kekuatanku.." Leeteuk nampak terbata sembari menatap kedua telapak tangannya yang terbuka.


Final Zone

Chp. 8

©Sansan Kurai

2014


"Maaf hyung.." bisik Eunhyuk sembari menundukkan kepalanya. "Aku tak bisa mengembalikan kekuatanmu."

Melihat Eunhyuk yang nampak kecewa, Leeteuk pun menyunggingkan senyum lembutnya.

"Tak apa Eunhyuk-ah, yang terpenting sekarang aku sudah berada disini," ucap Leeteuk. "Ada apa? Apa ada masalah serius sampai kau mengembalikan ingatanku?"

"Apa hyung tak mengingat apapun selama hyung menjadi Anthropinos?" tanya Eunhyuk sembari menatap wajah Leeteuk lekat. Leeteuk terdiam sejenak lalu ia menggelengkan kepalanya. Eunhyuk pun mengerutkan keningnya, antara bingung dan juga heran.

Ia sendiri masih mengingat dengan jelas apa yang ia lakukan selama ia menjadi Anthropinos, tapi kenapa hyungnya ini tidak mengingatnya sama sekali? Padahal beberapa saat lalu dia masih menjadi seorang Anthropinos.

"Hyung benar-benar tak mengingat apapun?" tanya Eunhyuk. Leeteuk menggelengkan kepalanya. "Aneh.."

"Apanya yang aneh?" tanya Leeteuk.

"Aneh saja hyung.." jawab Eunhyuk. "Hyung sama sekali tak mengingat apa yang telah hyung lakukan selama hyung menjadi seorang Anthropinos, sedangkan aku saja sampai sekarang masih bisa mengingat apa saja yang telah ku lakukan saat aku menjadi Anthropinos.."

"Kau.. menjadi.. Anthropinos?" tanya Leeteuk.

"Eh? Ah.. itu.. aku.." Eunhyuk nampak salah tingkah saat Leeteuk memperhatikannya penuh selidik dan akhirnya Eunhyuk pun mendesah pelan. "Baiklah.. aku mengaku.. aku mengikuti jejakmu hyung.."

"A—apa?"

"Ya.." angguk Eunhyuk. "Setelah hyung memutuskan untuk turun ke dunia Anthropinos, aku pun akhirnya memutuskan untuk pergi bersamamu. Aku membagikan seluruh kekuatanku pada Archangel yang terluka lalu aku turun ke dunia Anthropinos. Tunggu sebentar! Tapi kenapa kekuatanku bisa kembali?"

"Kekuatanmu pasti akan kembali karena kau membagikan kekuatanmu pada sesama Archangel," jelas Leeteuk setelah ia terdiam sejenak. "Sebanyak apapun kau membagikan kekuatanmu pada Archangel, kekuatanmu tak akan pernah menghilang. Sangat berbeda dengan mereka yang kehilangan kekuatannya karena bertarung."

"Jadi.. sebenarnya hyung sudah tahu jika kekuatan hyung tak akan kembali?" tanya Eunhyuk. Leeteuk menganggukkan kepalanya pelan.

"Jadi.. kenapa kau mengembalikan ingatanku?" tanya Leeteuk.

"Kyuhyun.." ucap Eunhyuk. "Kyuhyun menjual jiwanya pada Iblis." Leeteuk membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Eunhyuk. Leeteuk pun terdiam cukup lama, berusaha menenangkan hatinya.

"Sudah berapa lama?" tanya Leeteuk pelan.

"6 bulan setelah hyung pergi ke Anthropinos," jawab Eunhyuk. "Dan itu berarti sudah hampir 5 tahun."


"Jadi, Yesung hyung.." ujar Shindong. "Apa kau yakin Eunhyuk mampu mengembalikan ingatan Leeteuk hyung?"

"Aku rasa dia sanggup," jawab Yesung tanpa ada keraguan sedikitpun. "Hanya saja.. aku sangat ragu jika kekuatan Leeteuk hyung akan kembali.. hanya itu masalah terbesar yang kita miliki."

"Ya, kau benar hyung.." angguk Henry. "Apa yang akan kita lakukan jika kekuatan Leeteuk hyung tak kembali? Apa kita tetap akan menyerang Demoniac?"

"Pasti.."

Shindong, Yesung, Henry, Siwon, Ryeowook dan juga Kangin menolehkan kepalanya kearah pintu masuk dan terkejutlah mereka saat mendapati Leeteuk tengah menatap sendu kearah mereka. Dibelakangnya telah berdiri Eunhyuk yang hanya bisa menyunggingkan senyum melihat keterkejutan teman-temannya.

"Hyung!" seru mereka semua sembari berlari menghambur memeluk Leeteuk. Leeteuk pun hanya merentangkan tangannya dan menerima pelukan mereka semua.

"Senang bisa mengingat kalian lagi," ucap Leeteuk setelah mereka melepaskan pelukannya. "Kalian melakukannya dengan baik, hmm?"

Mereka semua menganggukkan kepalanya, Leeteuk pun tersenyum.

"Hyung... kekuatanmu.." Shindong menggantung pertanyaannya sembari menatap Leeteuk penuh harap. Leeteuk pun hanya tersenyum pasrah sembari menggelengkan kepalanya pelan. Shindong serta yang lain mendesah kecewa melihat gelengan kepala Leeteuk.

"Jangan kecewa seperti itu," pinta Leeteuk. "Tanpa kekuatanku kalian pun masih mampu membawa Kyuhyun kembali kemari. Emm.. dimana Hankyung dan Zhoumi?"

"Hankyung dan Zhoumi pergi ke pos mereka," jawab Ryeowook sembari mengerutkan keningnya.

"Aku.. perlu bicara dengan mereka Ryeowook lalu.. dimana Pangeran dan Sungmin?"

"Mereka sedang berbicara dengan seorang Anthropinos.." jawab Kangin, ia juga mengerutkan keningnya sembari menatap Leeteuk intens.

"Hah? Anthropinos?" tanya Leeteuk. "Apa tidak apa-apa seorang Anthropinos berada ditempat ini?"

"Selama tak ada yang memberitahu para petinggi, aku rasa dia akan aman," jawab Yesung.

"Aku yang bertanggung jawab atas keselamatannya hyung." Leeteuk menolehkan kepalanya dan tersenyum lembut saat melihat sosok Kibum dan juga Sungmin serta seorang pria yang ia yakini sebagai Anthropinos yang disebut-sebut itu. "Jangan khawatirkan dia. Karena dia sudah terlibat cukup jauh, jadi aku tak bisa melepaskannya begitu saja."

"Tunggu sebentar," potong Henry. "Apa hyung tidak ingat?"

Leeteuk diam sejenak lalu ia menggelengkan kepalanya, seakan paham apa yang sedang ditanyakan oleh Henry.

"Aku tak mengingat apapun saat aku menjadi seorang Anthropinos," kata Leeteuk akhirnya saat Kibum menatapnya terus- menerus. "Jadi.. dia sudah sejauh itu ya sampai Pangeran membawa dia kemari.."

"Dia diserang oleh Kyuhyun dan juga Heechul," jelas Shindong. "Kyuhyun menghisap hampir seluruh jiwanya dan jika Pangeran tidak datang kesana untuk menyelamatkannya, aku tak yakin dia akan selamat saat itu."

"Apa Kyuhyun sudah bertindak sampai sejauh itu?" tanya Leeteuk. Dari nada bicaranya ia terlihat tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Shindong pun menganggukkan kepalanya.

"Kyuhyun sudah dihasut habis-habisan oleh serigala brengsek itu!" geram Sungmin. "Jika bukan karena serigala itu, Kyuhyun tak akan mau menjual jiwanya pada Iblis."

Leeteuk hanya diam mendengarkan kekesalan yang diutarakan oleh Sungmin. Karena ia sendiri paham, Sungmin juga sangat menyayangi anak yang pernah dididiknya itu.

"Jadi.. Anthropinos ini—"

"Hey! Orang yang kau sebut Anthropinos ini punya nama!" Donghae menatap kesal Leeteuk.

"Baiklah.. emm..."

"Donghae.." sahut Eunhyuk kemudian. "Namamya Lee Donghae." Leeteuk menoleh kearah Eunhyuk sejenak lalu kembali ke Donghae.

"Oh.. oke.. Donghae.. Jadi.. karena kau sudah terlibat cukup jauh dan Pangeran juga akan menjaga keamananmu, aku tak akan lagi mengawatirkanmu hingga hari itu tiba."

"Hari itu tiba? Apa maksudmu? Apa yang akan kalian lakukan padaku?" tanya Donghae. "Jika semua ini telah selesai, apa kalian akan membunuhku?"

"Tidak.." geleng Ryeowook. "Kami akan menghilangkan ingatanmu."

"A—apa?" Donghae menatap mereka semua satu per satu, lalu berhenti ke Eunhyuk.

"Maaf, Hae.. itulah peraturannya," ucap Eunhyuk. "Dan seharusnya seorang Anthropinos memang tak boleh berada di Angellicty. Anthropinos hanya boleh menginjak Angellicty setelah dia kehilangan nyawanya. Dan kau juga belum tentu akan berada ditempat ini jika kau mati."

"Tapi—"

Donghae tak jadi melanjutkan ucapannya karena menurutnya akan percuma saja menjelaskan pada Eunhyuk untuk sekarang ini. Bisa-bisa ia malah ditertawakan oleh mereka.

"Baiklah.. aku harus menemui Hankyung dan juga Zhoumi," ucap Leeteuk.

"Aku akan mengantarkanmu hyung," ujar Shindong dan segera berjalan mendahului diikuti oleh Ryeowook. Leeteuk pun mengikutinya dari belakang begitu juga dengan Sungmin.

"Hyuk.." panggil Donghae pelan.

"Hmm?" gumam Eunhyuk sembari mendekati Donghae. Yesung, Kibum, Kangin dan Siwon menyingkir dari tempat itu, pergi ke pos mereka masing-masing.

"Apa.. ingatanku benar-benar akan dihilangkan?" tanya Donghae.

"Ya," angguk Eunhyuk. "Dan sejujurnya aku sangat khawatir dengan keselamatanmu. Bukan karena apa, tapi aku hanya tak ingin kau terluka gara-gara kami Hae. Kau seharusnya tak berada ditempat ini."

"Tapi aku juga harus menyelamatkan duniaku, Hyuk!" seru Donghae cepat. "Sungmin dan juga Kibum telah menjelaskan semuanya padaku. Aku tak ingin duniaku hancur, Hyuk. Walau aku tak mempunyai kekuatan apapun, aku tetap ingin menyelamatkan duniaku. Tempat tinggalku. Aku ingin menyelamatkannya."

Pluk

Donghae menolehkan kepalanya dan mendapati Henry berdiri dibelakangnya sembari tersenyum dan tangan kanannya nampak memegang pundaknya.

"Kau jangan khawatir," ucap Henry. "Kami pasti akan menyelamatkan duniamu, karena itu adalah tugas kami. Jadi kami tak akan membiarkan siapapun menghancurkan tempat tinggalmu. Mengerti? Jadi kau tenang saja."

"Apa aku tak bisa membantu?" tanya Donghae.

"Untuk sekarang mungkin tidak.." jawab Eunhyuk. "Nah... Hae.. pergilah ke tempat istirahatmu yang tadi, aku akan pergi ke posku bersama dengan Henry. Aku harap kau jangan kemana-mana, aku takut ada bawahan petinggi yang melihatmu."

"Baiklah.." angguk Donghae setelah ia terdiam beberapa saat. Eunhyuk pun tersenyum lalu mengacak rambut Donghae pelan lalu segera pergi dari tempat itu diikuti oleh Henry.

Sedangkan Donghae kini hanya bisa terdiam. Ia terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Eunhyuk padanya.

"Bagaimana bisa.. Hyuk.. mengacak rambutku seperti itu? Apa dia..."

Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran anehnya. Ia pun berjalan pelan meninggalkan tempat itu menuju ruangan yang ia dengar sudah dihuninya selama hampir 3 bulan.


"Hey.."

Donghae yang tengah merebahkan dirinya di ranjangpun terlonjak saat mendengar seruan itu. Walau pelan, tapi ia benar-benar terkejut mendengarnya.

"Sedang tidur?"

"Tidak.." geleng Donghae sembari mendudukkan dirinya di ranjang. "Ada apa Hyuk?"

Eunhyuk tersenyum cerah lalu segera masuk. Ia nampak membawa sesuatu dan itu membuat Donghae sedikit penasaran.

"Aku dengar kau belum makan apapun sejak kau sadar," ucap Eunhyuk. "Ini.. aku bawakan glî dan iaunen.."

"Glî dan.. apa?" tanya Donghae saat melihat roti yang lebih mirip waffle itu namun ukurannya terlihat cukup besar baginya dan juga ada sebuah tempat yang menyerupai tempurung kelapa dari tangan Eunhyuk.

"Glî atau sering disebut roti peri, makanan paling digemari disini. Lalu iaunen adalah beer yang dibuat khusus oleh para peri, rasanya seperti.. emm.. jagung.." jelas Eunhyuk sembari menyodorkan roti beserta tempurung kelapa itu tepat kedepan wajah Donghae. "Makan dan minumlah, kau akan merasa kenyang sampai dua hari kedepan."

"Emm.. terima kasih," ucap Donghae sembari mengambil roti dan juga tempurung kelapa itu dari tangan Eunhyuk. Ia pun segera menggigit roti itu sedikit dan terdiam. "Enak.."

"Manis dan lembut.." kata Eunhyuk. Donghae menganggukkan kepalanya. "Glî memang makanan peri yang paling enak. Manisnya semanis madu dan lembutnya selembut permen kapas. Aku harap kau tak kecanduan makanan itu.."

"Hah?!" kaget Donghae. Eunhyuk pun tertawa pelan saat melihat kekagetan Donghae.

"Hahaha.. aku hanya bercanda Hae.." tawa Eunhyuk sembari mengacak rambut Donghae dan ia pun bangkit. "Kembalilah istirahat, aku akan kembali ke posku lagi."

"Apa tugasmu belum selesai?" tanya Donghae. Eunhyuk nampak menghentikan langkahnya, namun pria itu tak membalikkan tubuhnya.

"Apa kau bosan?" tanya Eunhyuk pelan. "Ini sudah hampir tengah malam. Tapi aku tetap tak bisa membawamu serta. Tunggulah sebentar lagi, aku akan kembali lagi dan menemanimu."

Selesai mengucapkan kata-kata itu, Eunhyuk pun melangkahkan kakinya menjauhi tempat itu. Donghae hanya mendesah pelan.

"Cinta sepihak kah?" gumam Donghae sembari menatap sendu glî serta iaunen yang ada ditangannya.

"Sendiri?"

Donghae kembali terlonjak saat mendengar sapaan itu. Donghae mendongakkan kepalanya dan benar-benar terkejut saat mendapati Leeteuk tengah berdiri di ambang pintu.

"Aku juga tak boleh bebas berkeliaran ditempat ini.." ucap Leeteuk sembari menghampiri ranjang Donghae.

"Maksud hyung?" tanya Donghae tak mengerti.

"Oh.. glî?" Leeteuk menunjuk tangan Donghae. Donghae melihat tangannya lalu menganggukkan kepalanya.

"Hyung mau?" tawar Donghae. Leeteuk nampak terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya.

"Terima kasih.." ucap Leeteuk sembari memakan glî yang kini sudah berpindah ketangannya separuh. "Hmm.. enak.."

"Jadi.."

"Jadi.. yah.. aku sudah tak memiliki kekuatan Hae.. Jadi aku juga tak boleh berada ditempat ini.." jelas Leeteuk. "Aku rasa kau sudah mendengar semuanya dari Pangeran dan juga Sungmin kenapa seperti itu."

Donghae menganggukkan kepalanya.

"Ahh.. setelah hyung pergi ke Anthropinos, apa Sungmin menggantikan semua tugas hyung?" tanya Donghae.

"Tidak.." geleng Leeteuk. "Sungmin hanya peri pelindung. Ia sebenarnya peri pelindung yang paling lemah karena ia tak memiliki kemampuan apapun selain bertarung. Kemampuan bertarungnya pun tak bisa dibilang bagus."

"Lalu.. siapa yang menggantikan tugasmu?" tanya Donghae.

"Pangeran, Yesung, Hankyung dan Shindong.." jawab Leeteuk. "Tugasku sebenarnya tidak terlalu berat dibandingkan yang lain, karena aku hanya mengawasi tugas Archangel, Angel dan juga peri pelindung.. Tapi.. posisikulah yang paling berat. Hampir mirip dengan para peri pelindung. Peri pelindung melindungi Archangel-nya dengan nyawa, sedangkan aku melindungi semuanya dengan kekuatanku."

"Lalu.. kenapa hyung memilih posisi ini? Bukankah itu juga tugas yang sangat berat? Padahal hyung juga tahu resiko dari semua itu.."

"Karena aku.." Leeteuk menoleh dan menatap Donghae lembut, senyum tergambar jelas dibibir Leeteuk. "..ingin melindungi semuanya.."


Eunhyuk berjalan cepat melewati pilar-pilar tinggi yang ada disekelilingnya. Ia ingin menemui sang Pangeran muda untuk meminta ijin dan juga perlindungan. Ia harap sang Pangeran mau memberinya ijin untuk itu.

"Hyuk.."

Eunhyuk menghentikan langkah cepatnya dan menoleh kebelakang. Disana ia bisa melihat Hankyung dan juga Zhoumi tengah berjalan kearahnya.

"Kau mau kemana? Bukankah posmu berada disebelah Timur?" tanya Hankyung sembari menunjuk arah kanannya. "Kenapa kau menuju arah sebaliknya? Kau ingin menemui Pangeran?"

"Ya.. aku ingin menemuinya.." jawab Eunhyuk. "Hyung sudah akan istirahat?"

"Hmm.. aku ingin kembali ke tempat istirahatku.." angguk Hankyung. "Ohh.. bagaimana dengan Anthropinos it—"

"Ssssttt... jangan keras-keras hyung.." desis Eunhyuk. "Nanti ada bawahan petinggi yang mendengarnya.."

"Ahh.. iya.. aku lupa.." ucap Hankyung sembari menepuk dahinya pelan. "Baiklah, kalau begitu aku pergi saja.."

Hankyung melambaikan tangannya sembari berjalan menjauhi Eunhyuk. Eunhyuk hanya bisa mendesah pelan melihat sikap Hankyung. Ia pun kembali melanjutkan perjalanannya.

"Apa benar Hankyung hyung akan menkhianati kami seperti yang dilakukan oleh Kyuhyun?" gumam Eunhyuk. "Jika itu benar-benar terjadi, dunia ini—auuuwwwww!"

"Kau itu.."

"Shindong hyung.. Ryeowook.." gumam Eunhyuk sembari mengusap kepalanya. "Hyung.. kau terlalu gemuk.. kepalaku sakit sek—aaauuuuwww! HYUNG!" Eunhyuk mengerucutkan bibirnya saat Shindong memukul kepalanya dengan keras.

"Kau mau kemana?" tanya Shindong, tak mempedulikan Eunhyuk yang menatapnya sebal.

"Menemui Pangeran.. hyung sendiri darimana?"

"Menemui Pangeran.. ayo Ryeowook.." ajak Shindong. Ryeowook hanya mengangguk lalu tersenyum kearah Eunhyuk. Eunhyuk nampak melotot saat melihat senyum geli yang ditunjukkan oleh Ryeowook.

"Mereka berdua benar-benar pasangan aneh.." gumam Eunhyuk pelan. Sekali lagi ia mendesah pelan dan melanjutkan perjalanannya yang tertunda.

"Hyuk!"

"Apa lagi sekarang!" geram Eunhyuk sembari membalikkan tubuhnya dan ia merengut saat mendapati Yesung serta Kangin berada tak jauh dibelakangnya. "Apa?!"

"Kenapa kau jadi segalak itu?" tanya Yesung sembari berjalan menjajari langkah Eunhyuk.

"Tidak kenapa-kenapa," jawab Eunhyuk dingin. "Ingin menemui Pangeran juga?"

"Tidak.." jawab Yesung. Eunhyuk pun menghentikan langkahnya dan menatap Yesung penuh selidik.

"Lalu?"

"Hanya ingin mengantarkanmu kesana saja lalu kembali," jawab Yesung.

"Apa?!" jerit Eunhyuk frustasi. "Apa hyung tak ada pekerjaan lain? Aku masih ingat jalan menuju pos Pangeran.. jadi tak usah mengantarkanku!"

"Baiklah.. sampai jumpa kalau begitu.." Yesung memeluk Eunhyuk sekilas lalu segera pergi meninggalkannya. Dibelakangnya Kangin nampak tertawa pelan dan kelakuan Kangin membuat Eunhyuk benar-benar geram.

"Mereka aneh!" desis Eunhyuk. Selama sisa perjalanan menuju pos Kibum, Eunhyuk terus saja menggerutu dan sikapnya itu ternyata diperhatikan juga oleh Kibum dari jauh dan Kibum hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Ada apa Eunhyuk hyung? Kau terlihat frustasi?" tanya Kibum.

"Bagaimana aku tidak frustasi?" geram Eunhyuk. "Sudah ada 3 orang yang menggangguku saat aku berjalan kemari. Dan aku benar-benar tak mengerti apa maksud mereka!"

"Bodoh!" ucap Siwon sembari terkikik geli.

"Hah?"

"Iya.. kau bodoh.." ucap Siwon. "Mereka melakukan itu karena merindukanmu.."

"O—oh.. jadi begitu.." gumam Eunhyuk. Namun selanjutnya ia mengerucutkan bibirnya. "Tapi itu aneh.."

"Jadi.. apa yang membawamu kemari hyung?" tanya Kibum.

"Ahh.. itu.. bisakah aku membawa Donghae keluar dari tempat istirahatnya? Sepertinya ia terlihat bosan.." pinta Eunhyuk.

"Terlalu beresiko hyung.." jawab Kibum sembari menggelengkan kepalanya cepat. "Aku takut jika ada bawahan petinggi atau para petinggi sendiri yang melihat Donghae hyung ada disini. Begitu juga dengan Leeteuk hyung. Tadi aku sudah memintanya untuk menemani Donghae hyung, jadi aku rasa dia tak akan terlalu merasa bosan. Sebaiknya hyung kembali lagi ke pos hyung."

"Hahh.. baiklah kalau begitu.." desah Eunhyuk.


Matahari pagi telah bersinar. Shindong serta peri penjaganya, Ryeowook nampak mengelilingi taman di dunia Anthropinos. Memberikan makanan pada tanaman-tanaman disana.

"Hyung.. lihat itu!" tunjuk Ryeowook pada dua orang anak kecil yang tengah bermain mengitari pepohonan yang ada ditengah taman. Mereka terlihat tengah bersenang-senang, seakan tak ada beban yang membebani pikiran mereka. "Apa kita akan kehilangan kebahagiaan seperti itu hyung?"

"Kau itu bicara apa?" tegur Shindong. "Semua akan baik-baik saja, tak ada yang perlu kau khawatirkan."

"Hmm.. kau benar hyung.. tapi.." Ryeowook menggantung perkataannya sembari menatap wajah ceria kedua anak yang tak jauh dari mereka.

"Tapi apa?" Shindong berhenti mengeluarkan air dari tangannya dan menatap Ryeowook ingin tahu.

"Tapi.. apa tidak sebaiknya Anthropinos itu kita kembalikan kemari? Bukankah sangat beresiko membiarkannya tinggal dia Angellicty?"

"Kau sudah dengar sendiri apa yang aku katakan pada Pangeran dan kau juga sudah mendengar dengan jelas apa jawaban Pangeran," ucap Shindong. "Walau aku sangat tidak setuju dengan jawaban Pangeran, tapi kita tak bisa melakukan apapun. Kita juga tak bisa mengatakan itu pada para petinggi. Posisi Pangeran akan terancam dan aku tak ingin itu terjadi pada Pangeran. Namun aku juga tak ingin Eunhyuk menderita."

"Lalu.. apa yang harus kita lakukan hyung?" tanya Ryeowook sembari menatap wajah Shindong.

"Aku tak tahu.." geleng Shindong. "Yang terpenting kita tetap harus siaga, Ryeowook. Iblis dan serigala itu bisa menyerang kapan saja. Aku yakin dia memiliki mata-mata di Angellicty."

"Kenapa kau bisa berfikiran seperti itu hyung?"

"Leeteuk hyung dan Eunhyuk.." ucap Shindong. "Kyuhyun bisa mengetahui jika keduanya sudah kembali ke Angellicty dan ingatan mereka belum kembali. Mereka pernah mengetahui itu dan sejak itu aku berfikir ada mata-mata di Angellicty."

"Hyung tahu siapa orangnya.."

"Salah satu dari para Archangel.." ucap Shindong. "Dan kemungkinan dia—"

"Shindong hyung! Ryeowook!"

Keduanya menolehkan kepalanya dan mendapati Eunhyuk serta Henry tengah berjalan pelan kearah mereka.

"Mengganggu pekerjaan kalian?" tanya Eunhyuk.

"Tidak juga.." jawab Shindong. "Kami juga sedang santai, ada apa? Kenapa kau juga datang kemari?"

"Apa kalian melihat Hankyung hyung dan Zhoumi?" tanya Eunhyuk. "Aku tak melihat mereka dari tadi."

"Emm... sepertinya mereka pergi ke daerah Tenggara," jawab Shindong.

"Ohh. Baiklah.. aku akan kesana.. sampai jumpa.."

Eunhyuk beserta Henry pun segera menghilang dari hadapan Shindong dan juga Ryeowook. Shindong nampak terdiam melihat berkas-berkas cahaya yang ditinggalkan oleh kedua orang itu.

"Dia sedikit aneh.." gumam Ryeowook yang ternyata juga memperhatikan bekas cahaya Eunhyuk dan juga Henry.

"Kau benar," angguk Shindong. "Sebaiknya kita kembali ke Angellicty sekarang."

~to be continued~


hollaaaaaaa~
Final Zone comeback... xD

ouch...
sepertinya ada yg bakal kecewa setelah baca part ini... u,u
maaf ya... kekuatan Leeteuk-nya nggak bisa kembali..
masalahnya memang kekuatannya nggak bisa kembali... u,u
kalo kekuatan dia kembali, kenapa dia harus turun ke Anthropinos waktu itu?
iya kan? iya kan? hooohoohooooo...

ouh..
straight? apa itu..
maaf.. saya tak begitu mengerti dengan ungkapan2(?) seperti itu.. -_-

hho..
Final Zone belum mau tamat kok..
kecuali saya sudah tidak punya ide untuk fanfic ini..
jika sudah seperti itu, pasti fanficnya akan tamat... xD

ehem..
masalahnya saya paling nggak bisa bikin yang romantis2an... -_-
jadi saya belum tahu mau dibagaimanakan hubungan Hae dan Hyuk..

okeh pemirsah...
buat yang penasaran sama kelanjutannya..
silahkan tunggu next chap..
dan jangan lupa tinggalkan review..
siapa tahu bisa jadi bahan buat next chap... xD
bye bye...
C U next month... xD