Tenshi 39 Production
Present
Fantasy Adventure
Fanfiction
"Apa kalian melihat Hankyung hyung dan Zhoumi?" tanya Eunhyuk. "Aku tak melihat mereka dari tadi."
"Emm... sepertinya mereka pergi ke daerah Tenggara," jawab Shindong.
"Ohh. Baiklah.. aku akan kesana.. sampai jumpa.."
Eunhyuk beserta Henry pun segera menghilang dari hadapan Shindong dan juga nampak terdiam melihat berkas-berkas cahaya yang ditinggalkan oleh kedua orang itu.
"Dia sedikit aneh.." gumam Ryeowook yang ternyata juga memperhatikan bekas cahaya Eunhyuk dan juga Henry.
"Kau benar," angguk Shindong. "Sebaiknya kita kembali ke Angellicty sekarang."
FINAL ZONE
Chp. 9
Sansan Kurai
2014
Donghae mendesah pelan. Ia merasa bosan terkurung ditempat itu. Yah, walau ia kini ditemani oleh Leeteuk, namun tetap saja ia merasa bosan. Ditolehnya Leeteuk yang kini berbaring disisinya sembari memejamkan mata. Ia terlihat tenang dan damai. Donghae tersenyum melihat wajah damai Leeteuk. Namun ia kembali memalingkan kepalanya dan mendesah pelan.
"Kau menyukai Eunhyuk?"
"Eh?" kaget Donghae. Ia kembali menatap Leeteuk lekat. Mata Leeteuk masih terpejam namun bibirnya menyunggingkan senyum tipis.
"Apa kau menyukai Eunhyuk?"
Tanpa diperintah, wajah Donghae pun memerah dan ia menolehkan kepalanya dengan cepat, menyembunyikan wajah bak kepiting rebusnya dari Leeteuk.
"Ti—tidak.." bantah Donghae pelan. "Aku—"
"Tidak usah gugup seperti itu.." ucap Leeteuk sembari membuka matanya dan menatap Donghae. "Ahh... ternyata dia memang menarik ya? Sampai-sampai Anthropinos sepertimu menyukainya.."
"A—apa? Aku tidak.. aku.."
"Hihihi.." Leeteuk terkikik geli melihat sikap Donghae, belum lagi melihat wajah Donghae yang sudah merah padam. Donghae pun membuang muka sembari mengerucutkan bibirnya melihat tingkah Leeteuk.
"Hentikan hyung.." gumam Donghae. Ia terlihat sangat kesal melihat Leeteuk yang masih terkikik pelan.
"Kau tak perlu menyembunyikannya," ujar Leeteuk. "Semua Archangel disini mengetahui perasaanmu pada Eunhyuk.."
"APA?!" jerit Donghae. Ia menatap Leeteuk tak percaya. "Be—berarti.. Hyuk.."
"Dia tidak tahu.."
"Eh?"
"Iya.. dia tak mengetahui perasaanmu.." angguk Leeteuk. "Itulah kenapa dia bersikap biasa saja padamu.. Dia itu tipe Archangel yang akan mengejar siapapun yang ia sukai. Dia akan melakukan apapun untuk yang dicintainya. Tapi aku yakin, cepat atau lambat dia akan menyadari perasaanmu padanya. Kau hanya—ada apa?"
Leeteuk mengerutkan keningnya saat Donghae terus menatapanya intens.
"Ada apa Hae?" tanya Leeteuk lagi. Donghae terus saja terdiam sembari menatapnya
"Aku.. pernah melihatmu sebelumnya.." gumam Donghae.
"Eh?"
"Kau.. sosok dalam ukiran itu kan.." Donghae menghadapkan tubuhnya pada sosok kebingungan Leeteuk. Donghae mencengkeram pergelangan Leeteuk dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya ia arahkan kewajah Leeteuk dan kelakuannya itu membuat Leeteuk tersentak.
"Hae.. apa yang—"
"Kau benar-benar sosok dalam ukiran itu.." potong Donghae pelan. "Kau benar-benar cantik.."
"A—apa? Hahaha.. Hae, kau bercanda.." tawa Leeteuk pelan.
"Sssttt... diam hyung.." bisik Donghae sembari meletakkan telunjuknya dibibir Leeteuk. "Kau akan membuat mereka mendengar kita.."
"Hah? Mendengar ap—emmmm..."
Selama sepersekian detik Leeteuk membulatkan matanya saat bibir Donghae mendarat dibibirnya, selanjutnya ia segera menjauhkan diri dari Donghae dan menatap Donghae tak percaya.
"Apa yang kau lakukan Lee Donghae?" tanya Leeteuk sembari berjalan menjauhi ranjang. Ditatapnya Donghae yang terus menatapnya intens.
"Aku menginginkanmu hyung.." gumam Donghae sembari menuruni ranjang dan berjalan mendekati Leeteuk. Leeteuk mendesah pelan.
"Hentikan Hae! Ini tidak lucu!" perintah Leeteuk. Namun Donghae terus berjalan menghampiri Leeteuk.
"Menghentikannya? Menghentikan apa?" Donghae kembali mencengkeram pergelangan tangan Leeteuk. Donghae kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Leeteuk.
"Lee Donghae!"
"Leeteuk hyung!"
Keduanya menoleh kearah pintu masuk dan Leeteuk mendesah lega kala melihat Yesung serta Kangin berada diambang pintu. Dengan segera Kangin masuk dan menarik Donghae menjauhi Leeteuk.
"Apa yang kau lakukan, Anthropinos!" gertak Kangin tepat didepan wajah Donghae. "Kau pikir kau siapa berani menyentuh Leeteuk hyung!"
"Kangin.." panggil Leeteuk pelan. Yesung mendekati Leeteuk dan menatapnya khawatir. Namun Leeteuk menggelengkan kepalanya. "Aku tidak apa-apa.."
"Kau yakin, hyung?" tanya Yesung. Leeteuk menganggukkan kepalanya sekali. "Sudahlah Kangin.. tidak apa-apa.."
"Tidak bisa hyung! Aku akan meminta pada Pangeran untuk mengembalikannya ke Anthropinos!" tegas Kangin.
"A—apa? Kenapa? Apa yang terjadi?"
Keempat orang dalam ruangan itu menoleh dan mendapati Sungmin tengah menatap mereka semua heran. Apa lagi melihat Kangin yang mencengkeram erat kerah seragam Donghae, belum lagi tatapan mata penuh kekhawatiran yang ditunjukkan oleh Yesung.
"Anthropinos ini berbuat macam-macam pada Leeteuk hyung!" lapor Kangin sembari mendorong Donghae dan membuat Donghae tersungkur.
"Apa?" tanya Sungmin sembari menatap Donghae tak percaya, sedangkan Donghae hanya terdiam tak mengucapkan sepatah kata pun.
"Aku akan panggil Pangeran!" Dengan cepat Kangin melangkah menjauhi ruangan itu tanpa ada seorang pun yang menghalangi langkahnya.
Sungmin pun menghampiri Donghae. Tatapannya sungguh dingin dan menusuk. Ditariknya Donghae berdiri.
"Peri pelindung lemah sepertimu mau apa?" tanya Donghae sembari menatap Sungmin tak kalah dinginnya.
"A—apa?! Kau!" geram Sungmin.
"Sungmin! Cukup!" perintah Leeteuk. "Kita serahkan saja pada Pangeran."
"Tapi hyung.. dia.."
"Kau tak mendengarku, Sungmin?" Sungmin menatap Donghae tak suka lalu ia mendorong tubuh Donghae hingga Donghae mundur beberapa langkah.
"Kau benar-benar tidak apa hyung?" tanya Yesung.
"Kau lihat kan kalau aku baik-baik saja? Sudahlah, tak perlu khawatir seperti itu.." ucap Leeteuk.
"Kenapa dia jadi seperti itu?" gumam Yesung pelan.
"Dia sepertinya dihipnotis.." gumam Leeteuk pelan. Yesung menoleh dan menatap Leeteuk.
"Benarkah? Lalu siapa yang.."
"Tidak tahu.." geleng Leeteuk. "Tapi.. untuk keamanannya, sebaiknya dia kembali ke Anthropinos dan beri dia perlindungan penuh."
"Ada apa!" Kibum masuk dengan tergesa, diikuti oleh Siwon, Shindong, Ryeowook dan juga Kangin.
"Kita harus segera mengembalikannya ke Anthropinos atau hukum Anthropinos ini dengan berat, Pangeran.." ucap Yesung. Kibum menatap Yesung tak mengerti.
"Kenapa? Apa yang dilakukannya?" tanya Kibum.
"Tidak apa-apa, tapi sebaiknya Pangeran segera membawanya ke Anthropinos dan beri dia perlindungan penuh." Leeteuk mendekati Kibum. "Nyawanya akan terancam jika dia terus berada disini, Pangeran.." imbuh Leeteuk pelan sembari menatap mata Kibum lekat.
"Aku tak tahu apa yang terjadi. Tapi... baiklah.." Kibum mengangguk kearah Siwon dan Siwon segera pergi dari tempat itu sembari membawa Donghae pergi. Kibum sedang akan mengikuti Siwon saat tiba-tiba Donghae berhenti melangkah.
"Ingat Seraphim.. kau tak akan pernah bisa membawa Pangeran Iblis kembali.." desis Donghae. Siwon yang ikut menghentikan langkahnya pun menatap Donghae tak mengerti.
"Tidak ada yang tidak mungkin.." ucap Leeteuk tenang sembari menatap punggung Donghae. "Apapun yang kau lakukan padanya, aku akan tetap membawanya kembali pada kami. Dia bukan milik kalian.."
"Hyung?" tanya Kibum sembari menatap Leeteuk dan juga Donghae bergantian. Leeteuk hanya menggelengkan kepalanya dan menyuruh mereka untuk tak melakukan apapun.
"Dia juga bukan milik kalian lagi, Seraphim.. Dia sekarang milik keluarga Lux Ferre.. dia telah menjual jiwanya pada Iblis dan sekarang dia milik kami.. Kau tak akan pernah bisa merebutnya kembali! Dia milik kami! Milik kami yang paling berharga! Dan tak akan ku biarkan kalian mengambilnya!"
"Bawa dia kembali, Siwon.." pinta Leeteuk sembari tersenyum lembut.
"Tapi dia.." Siwon menunjuk Donghae yang masih berdiri tegak sembari menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa.. bawa saja dia.." ucap Leeteuk sembari menganggukkan kepalanya sekali. "Pangeran.. tolong.."
Kibum menatap Leeteuk agak lama sebelum akhirnya ia pergi mengejar Siwon. Leeteuk mendesah pelan saat Kibum sudah tak terlihat dihadapan mereka.
"Ada apa hyung?" tanya Yesung dan Shindong bersamaan sembari menatap Leeteuk lekat, menuntut sebuah penjelasan.
"Donghae dihipnotis seseorang dari jauh," jelas Leeteuk. "Apa kalian tak bisa mendeteksinya?" Leeteuk menatap Yesung serta Shindong bergantian, namun keduanya menggelengkan kepala lemah.
Kibum serta Siwon membawa Donghae kedalam sebuah taman. Disana terdapat berbagai macam tanaman yang seluruhnya berwarna perak. Ditengah-tengah taman itu terdapat kolam yang lumayan luas. Namun kolam tersebut kosong. Ketiganya kini pun tengah berdiri di pinggir kolam yang tak berair itu.
"Apa yang telah kau lakukan hingga membuat Leeteuk hyung menyuruhmu kembali ke Anthropinos? Apa yang sebenarnya terjadi sampai Leeteuk hyung menyuruhku memberimu perlindungan penuh?" gumam Kibum pelan sembari melihat Donghae sekilas. Donghae masih menundukkan kepalanya dan tak mengucapkan apapun. "Dan.. tak ada seorangpun yang boleh macam-macam terhadap Seraphim.. walau Leeteuk hyung telah kehilangan kekuatannya, namun bagi kami dia adalah Seraphim dan itu tak akan berubah sampai kapanpun. Dan kau.. bisa-bisa rohmu dihancurkan dan kau tak akan pernah bisa menikmati hidupmu lagi.. tidak dengan Anthropinos, Angel ataupun Demon.."
Kibum menyapukan tangannya ke atas kolam dan kolam itu berubah menjadi black hole. Siwon nampak memperhatikan lubang itu sebelum menatap Kibum.
"Sekarang Pangeran?" tanya Siwon. Kibum menganggukkan kepalanya dan Siwon pun segera mendorong Donghae masuk ke dalam black hole.
"Sampai bertemu lagi, Lee Donghae.." gumam Kibum.
[1 JUNI 2013]
~Pukul 09.21~
"LEE DONGHAE!"
Donghae tersentak saat mendengar teriakan yang sungguh memekakkan telinga itu. Donghae menoleh ke kanan dan ke kiri, teman-teman sekelasnya nampak memandangnya sembari terkikik. Donghae mengerutkan keningnya dan mengalihkan tatapannya ke depan kelas. Terkejutlah ia saat melihat guru penjaga ujian tengah menatapnya garang.
"KENAPA KAU TIDUR DISAAT UJIAN TENGAH BERLANGSUNG, LEE DONGHAE!" bentak guru itu. Donghae pun hanya mengedipkan matanya polos dan kelakuannya itu semakin membuat sang guru naik pitam. Dihampirinya Donghae lalu segera menariknya bangkit dari kursi.
"Keluar kau! Keluar! Keluar! KELUAR!" raung guru itu sembari mendorong Donghae keluar dari kelasnya. Sang guru segera menutup pintu ruang kelas dengan bunyi debuman yang cukup keras. Donghae masih bisa mendengar tawa dari teman-teman sekelasnya walau pintu itu kini telah tertutup rapat.
"Apa.. yang terjadi?" tanya Donghae pada dirinya sendiri. Donghae mengedarkan pandangannya kesegala penjuru. Tak yakin dengan apa yang dilihatnya saat ini. "Kenapa aku bisa ada disini? Bukankah seharusnya aku ada di Angellicty? Tapi kenapa aku malah kembali kesini? Apa terjadi sesuatu? Atau.. semua itu hanya mimpi?"
Donghae pun segera berlari menuju halaman di depan sekolah. Namun, sebelum kakinya menginjak tangga menuju halaman, ia menghentikannya dan terdiam.
"Tunggu! Tadi guru bilang ini sedang ujian?" gumam Donghae. Ia mengerutkan keningnya, berfikir keras. Ia merasa ada yang tidak beres dengan semua ini. "Tidak mungkin!"
Donghae kembali berlari masuk ke dalam gedung sekolah yang belum sepenuhnya ditinggalkan olehnya. Ia mencari ruangan. Tidak peduli ruangan apapun itu, ia harus memastikannya segera mungkin.
Srekkk
Donghae mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru laboratorium kimia yang didatanginya. Namun Donghae mengumpat pelan saat tak menemukan apa yang dicarinya. Ditutupnya kembali pintu laboratorium dengan kasar dan ia kembali berlari mencari ruangan yang lain.
Duagh!
Brugh!
"Arghh!" Donghae mengerang pelan saat tubuhnya tiba-tiba mencium lantai sekolah yang keras.
"Kau tidak apa-apa?"
Donghae meringis sembari menatap tangan yang kini terulur kearahnya. Donghae mendongak dan terdiam saat melihat pria tinggi putih dihadapannya. Ia meraih tangan itu sembari mengucapkan terima kasih.
"Ah.. kenalkan, aku Kim Heecul.. salam kenal.." salam pria itu.
"Ahh.. aku Lee Donghae.." ucap Donghae.
"Ada apa? Kenapa kau berlarian dilorong? Apa kau ketinggalan ujian?" tany pria bernama Heechul itu. Donghae terdiam lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak.. emm.. itu.. sekarang tanggal berapa?" tanya Donghae pelan.
"Eh?"
"Eh? Ahh... tidak apa-apa," geleng Donghae. "Jika kau tak mau memberitahunya—"
"Tanggal 1 Juni."
Donghae dan Heechul menolehkan kepalanya kesumber suara dan Donghae membelalakkan matanya.
"Han.. Hankyung..."
"Hai Donghae.." sapa Hankyung sembari melambaikan tangannya pada Donghae. "Kau tak ikut ujian, hmm? Apa kau berniat membuat nilaimu menjadi yang paling buruk di sekolah ini?"
'Dia benar-benar Hankyung? Berarti semua yang aku ingat itu bukan mimpi? Benar-benar bukan mimpi? Tapi.. kenapa aku bisa berada disini?'
"Aku diusir oleh guru penjaga karena aku tertidur saat.. ujian.." Donghae menjawab pertanyaan Hankyung lambat-lambat.
"Ahh.. begitu.." angguk Hankyung sembari berjalan mendekati Donghae serta Heechul yang sedari tadi hanya diam sembari menatap Hankyung tanpa ekspresi. Hankyung pun seakan tak peduli atau berusaha tak melihat keberadaan Heechul saat ini. "Apa kau perlu bantuanku untuk kembali masuk ke dalam kelas?"
"Eh?" tanya Donghae sembari menatap Hankyung tak mengerti.
"Ayo," ajak Hankyung sembari menarik tangan Donghae. "Antar aku ke kelasmu.."
"A—apa? Han—hey! Tunggu!"
Namun sepertinya kekuatan Hankyung lebih besar dari dirinya, hingga akhirnya Donghae pun pasrah ditarik begitu saja oleh Hankyung. Donghae menolehkan kepalanya dan menggumamkan kata maaf pada Heechul yang masih berdiri terdiam. Heechul pun tersenyum sembari menganggukkan kepalanya sekali dan melambaikan tangannya.
"Inikah kelasmu?" tanya Hankyung sembari menunjuk pintu yang ada dihadapannya. Donghae menganggukkan kepalanya ragu. Melihat anggukan Donghae, Hankyung-pun segera menyentak pegangan pintu itu hingga terbuka seutuhnya. Seluruh penghuni kelas itu menolehkan kepalanya dan terdiam saat melihat Hankyung.
"Ahh.. Sônsaengnim, maaf menggangu.." ucap Hankyung sembari membungkukkan tubuhnya dalam-dalam. Setelahnya ia segera menegakkan tubuhnya. "Saya membawa Lee Donghae kembali, saya dengar dia dikeluarkan dari ruang ujian karena tertidur saat ujian tengah berlangsung?"
"Ya.. dia memang melakukan itu, maka dari itu aku mengusirnya," jawab Sônsaengnim.
"Bisakah dia tetap melanjutkan ujian?" tanya Hankyung.
"Kenapa aku harus mengijinkannya?" tanya Sônsaengnim. "Hey! Kalian kerjakan ujiannya!" Murid-murid yang sedari tadi memperhatikan Hankyung pun kini menundukkan kepalanya dan kembali sibuk dengan kertas ujian dihadapan mereka.
"Karena dia harus naik ke kelas 12," jawab Hankyung. "Apa hanya karena dia tertidur disaat ujian membuatnya tidak bisa mengikuti ujian? Bukankah saat dia tidur dia tak mengganggu kegiatan orang lain? Tapi kenapa Sônsaengnim mengusirnya dan membuatnya tak bisa melanjutkan ujian? Apakah itu adil untuknya? Dia hanya tertidur dan tak mengganggu kegiatan kalian. Jadi kenapa Sônsaengnim mengusirnya? Itu sangat tidak adil untuknya."
"Apa kau bilang?" tanya Sônsaengnim sembari menatap Hankyung tak percaya. "Jadi kau menyalahkanku? Itu sudah peraturan! Tak ada yang boleh tidur disaat ujian sedang berlangsung."
"Apakah peraturan itu tertulis dalam peraturan yang Anda sebutkan itu? Bisa saya melihatnya?" pinta Hankyung. Sônsaengnim terdiam seribu bahasa saat mendengar perkataan Hankyung. Hankyung tersenyum penuh kemenangan. "Nah.. tidak ada peraturan seperti itu, kan? Berarti Lee Donghae tetap bisa melanjutkan ujiannya. Donghae!"
Donghae berjalan pelan menghampiri Hankyung dan ia tak berani menatap wajah sang guru yang kini nampak merah padam.
"Kembali ke tempat dudukmu dan kerjakan ujianmu dengan benar!" perintah Hankyung. "Aku akan membunuhmu jika kau tak mengerjakannya dengan benar!"
Donghae menganggukkan kepalanya sekali lalu segera pergi ketempat duduknya dan mulai sibuk dengan kertas ujian dihadapannya.
"Saya juga akan membunuh Anda jika Anda berani berbuat macam-macam pada Lee Donghae," ucap Hankyung sembari tersenyum lembut pada sang guru. "Nah.. kalau begitu.. selamat tinggal.."
Hankyung meninggalkan ruang ujian dengan diikuti lirikan mata oleh seluruh penghuni kelas itu. Donghae sendiri sempat terdiam saat melihat Hankyung berjalan meninggalkan kelasnya. Ia benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa ia bisa berada di dunianya lagi dan kenapa Hankyung juga berada ditempat ini. Belum lagi dengan Hankyung yang beberapa saat lalu diperhatikannya ternyata menggunakan seragam yang sama persis dengan miliknya.
[8 Juni 2013]
~Pukul 13.27 di SMA Geosang kelas 11-2~
Donghae meregangkan otot-otonya saat guru pengawas ujian tengah mengumpulkan lembar demi lembar kertas ujian yang ada di meja murid. Ia baru saja menyelesaikan ujian hari terakhirnya dan kini saatnya ia untuk pulang ke rumah. Donghae segera membereskan alat tulisnya dan menyambar tasnya setelahnya ia segera keluar dari ruang ujian tanpa menunggu sang guru pengawas keluar dari ruangan.
"Hae.."
Donghae menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya. Ia tersenyum saat melihat siapa yang memanggilnya.
"Heechul hyung," sapa Donghae. Heechul segera berlari mendekati Donghae.
"Sudah selesai?" tanya Heechul sembari menunjuk ruang kelas yang ada disebelah kanan Donghae. Donghae menganggukkan kepalanya. "Mau menemaniku makan?"
"Boleh.." angguk Donghae. Heechul tersenyum senang lalu segera merangkul bahu Donghae dan keduanya berjalan beriringan keluar dari gedung sekolah yang kini mulai ramai dengan suara langkah kaki dari para murid yang juga ingin bergegas pergi dari sekolah.
"Selamat makan..." ucap Donghae dan Heechul sembari mengambil sumpit masing-masing. Mereka kini tengah makan disebuah kedai makanan yang tak seberapa jauh dari sekolah. Keduanya nampak sangat menikmati makanan yang ada dihadapan mereka.
"Hae, apa rencanamu setelah lulus SMA?" tanya Heechul.
"Tidak tahu," jawab Donghae sembari mengelengkan kepalanya. "Aku masih belum memikirkannya, walau hanya tinggal satu tahun lagi, tapi aku belum memikirkannya."
"Ahh... begitu.." angguk Heechul.
"Kau sendiri?" tanya Donghae. "Kau sudah kelas 12, sebentar lagi kau akan mendapatkan hasil ujianmu. Apa yang akan kau lakukan setelah itu?"
"Aku ingin menguasai dunia ini," jawab Heechul. Donghae menolehkan kepalanya dan terdiam saat melihat raut wajah datar yang ditunjukkan Heechul. "Aku ingin menguasai dunia ini dan aku ingin semuanya tunduk padaku.."
"Hahahaha.." Donghae tertawa lepas dan Heechul pun menatap Donghae masih dengan wajah datarnya. "Kau terlihat sangat serius sekali mengatakaanya. Aku harap kau akan meraih mimpimu itu." Donghae menepuk pundak Heechul pelan lalu melanjutkan makannya.
"Pasti.." gumam Heechul sembari menyeringai. "Dan kau yang akan membantuku meraihnya, Anthropinos.."
~to be continued~
uwaaaa~
beribu-ribu maaf saya ucapkan karena update kali ini terlalu lama..
saya benar-benar kecanduan game Criminal Case sekarang ini.. xD
sama seperti sang Evil Magnae, Cho Kyuhyun yang keranjingan game Star Craft.. xD
belum lagi kesibukan saya untuk hunting film.. xD
tapi...
terima kasih banyak yang masih dengan setia dan sabar menunggu Final Zone Chp.9 ini.. xD
oke..
review kemaren.. ternyata banyak yang curiga sama Hankyung & Zhoumi ya? xD
tetap perhatikan mereka berdua.. oke ;)
oh iya..
saya lupa jawab kemarin.. xD
Liana-ssi sempet nanya tentang bahasa apa yang diucapin sama Hyuk di chp.7..
itu bahasa Sindarin..
pastinya pernah denger dong bahasa Sindarin?
kalo udah pernah nonton LOTR pasti tahu bahasa ini..
saya mempelajari bahasa ini di internet beberapa tahun lalu saat LOTR masih sangat berjaya.. xD
sampai sekarangpun saya masih mempelajarinya.. xD
oke..
sekian cuap-cuap saya..
sampai bertemu lagi ;)
