Tenshi 39 Production
Present
Fantasy Adventure
Fanfiction
Zhoumi segera berlari keluar camp penyembuhan dan sedikit terkejut saat melihat begitu banyak Iblis dihadapannya.
"Apa yang Angel lain lakukan hingga mereka semua bisa masuk sampai sini!" geram Zhoumi sembari berlari menerjang Iblis-Iblis dihadapannya. Iblis yang berjarak dekat dengan Zhoumi menoleh saat mendengar geraman Zhoumi. Namun terlambat, Iblis itu telah musnah karena Zhoumi mulai mengayunkan long swordnya kearah mereka.
Hankyung sendiri sudah keluar dari camp penyembuhan dan mulai menyerang Iblis-Iblis yang berhasil melewati Zhoumi.
"Tak akan ku biarkan kalian menghancurkan Angellicty untuk kedua kalinya!" geram Hankyung sembari mengayunkan long swordnya tanpa ampun.
FINAL ZONE
Chp. 12
©Sansan Kurai
2014
"Semakin bertumbuh! Semakin bertumbuh!" seru Kyuhyun histeris. "Kristal hitam semakin bertumbuh, Heechul."
"Iya, Pangeran," jawab Heechul. "Ini berkat usaha Pangeran."
"Ini juga karena dirimu, Heechul.." ucap Kyuhyun sembari menunjukkan seringaiannya. Namun detik berikutnya, raut wajahnya berubah menjadi datar. "Mereka datang.."
"Ya, Pangeran," angguk Heechul. "Biarkan aku yang bereskan mereka, Pangeran lanjutkan saja pekerjaan Pangeran."
"Jika itu yang kau mau."
Wuunggg..
Tiba-tiba tubuh Kyuhyun telah dilingkupi oleh kekuatan kegelapan yang sangat pekat layaknya sebuah tameng. Heechul menyeringai dan membalikkan tubuhnya. Ia mendongak dan kembali menyeringai.
"Aku sudah menunggu kedatanganmu, Kim Kibum.." desis Heechul.
"Hentikan mereka!" seru Kibum pada seluruh pasukannya tanpa ingin bernegosiasi dengan Heechul. Terdengar jawaban serempak dari pasukannya dan juga Siwon yang ada disisinya.
"Menarik.." ucap Heechul. Ia pun merentangkan kedua tangannya sembari memejamkan mata.
Wusshhh...
Wuuussshhh...
Wuuuusssshhh...
Pasukan Iblis muncul disisi kiri dan kanan Heechul dengan jumlah dua kali lipat pasukan yang ditinggalkannya di halaman SMA Geosang.
"Habisi yang lain, biarkan aku yang urus Pangeran kecil mereka.." desah Heechul. Setelah mendapat anggukan Heechul pun menghilang dari sana.
"Berhati-hatilah dengan serigala itu, Pangeran.." bisik Siwon.
"Aku tahu, Siwon hyung.." angguk Kibum. "Lindungi aku, aku akan menghentikan Kyuhyun."
Kibum pun mulai melesat kearah Kyuhyun yang masih melakukan pekerjaannya dengan tenang, seakan tak peduli dengan apa yang tengah terjadi disekelilingnya.
Sretttt
"Kau tak akan pernah bisa menyentuh Pangeran.."
Tiba-tiba saja Heechul sudah berdiri dihadapan Kibum sebelum Kibum sempat memperpendek jaraknya dengan Kyuhyun.
"Sepertinya aku harus memusnahkanmu terlebih dahulu sebelum menghentikan Kyuhyun," sahut Kibum sembari menatap Heechul intens.
"Jika kau bisa," ejek Heechul dan ia pun kembali menghilang dari hadapan Kibum. Kibum sedikit menyeringai dan mulai meraih pedang yang berada dipinggannya.
"Aku tak suka sembunyi-sembunyi, serigala brengsek!" geram Kibum. Kibum memegang pedang dengan kedua tangannya tepat didepan dada dengan mata pedang yang mengarah keatas. Siwon yang sekilas melihat sikap Kibum hanya tersenyum.
"Kisahmu akan berakhir disini, serigala.." batin Siwon.
Siwon memanah kepala Iblis yang tak jauh dari dirinya dan Iblis itu menghilang tanpa bekas. Perlahan tapi pasti ia berusaha mendekati Kibum yang kini tengah menunggu kehadiran Heechul tanpa melepas pandangan sedikit pun dari Kyuhyun.
Tap! Tap!
Tap! Tap! Tap!
Tap! Tap! Tap! Tap!
Siwon terdiam sejenak saat melihat ada beberapa Anthropinos yang memasuki area pertempuran. Entah kenapa firasat buruk menghampiri dirinya.
"Anthropinos.. Anthropinos.."
"Apa yang harus kita lakukan?"
Gumaman dari pasukan Angel disekeliling Siwon membuat Siwon melepaskan anak panahnya cepat dan ia menatap Anthropinos yang kini hanya berjarak beberapa meter dari mereka.
"Gawat!" seru Siwon. "Mereka telah dikuasai kegelapan!"
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu pasukan Angel pada Siwon. Siwon menatap Kibum sejenak lalu beralih ke Kyuhyun.
"Kita harus hancurkan benda hitam yang terus bertumbuh itu!" ucap Siwon.
Srett!
"Argh!"
"Siwon hyung!"
"Lukamu, Yesung?" tanya Leeteuk.
"Tidak apa-apa, ini hanya luka ringan," jawab Yesung sembari menyentuh lengannya. "Apa yang akan kita lakukan sekarang, hyung?"
Leeteuk terdiam sesaat sembari menatap mereka semua. Ia harus memutuskan semuanya dengan cepat, jika tidak Kyuhyun akan segera menguasai Anthropinos dan jika itu terjadi tak ada lagi yang bisa dilakukan oleh mereka.
"Yesung, kembalilah ke Angellicty," perintah Leeteuk.
"Eh?" tanya Yesung. "Kenapa? Aku tid—"
"Aku rasa terjadi sesuatu di Angellicty," potong Leeteuk. "Mereka tak mungkin membiarkan Angellicty begitu saja. Pasti mereka mengirim beberapa pasukan mereka kesana."
"Hankyung hyung!" seru Kangin. Leeteuk menganggukkan kepalanya.
"Aku takut terjadi sesatu pada Hankyung dan juga Zhoumi," ucap Leeteuk. "Kau dan Kangin akan sangat membantu Hankyung tapi.. jika aku yang kesana aku malah akan merepotkan dirinya." Yesung dan Kangin menganggukkan kepalanya.
"Kami pergi!" pamit Yesung dan ia, Kangin serta beberapa pasukan Angel pun menghilang dari tempat itu.
"Kita bantu Pangeran," ucap Leeteuk. Shindong, Ryeowook serta Sungmin menganggukkan kepalanya dan segera melesat menjauhi halaman SMA Geosang.
Hosh.. Hosh..
"Mereka.. terlalu.. banyak.." engah Hankyung sembari bertumpu pada Zhoumi.
"Mereka tak.. ada habisnya.." aku Zhoumi yang juga kewalah dengan Iblis-Iblis dihadapan mereka. Iblis-Iblis itu mulai berjalan mendekati mereka dengan sabit yang mengarah kemereka. "Dimana.. sebenarnya para Angel.. itu?"
"Tidak tahu.." Hankyung menggelengkan kepalanya. Hankyung mengatur nafasnya sembari menatap Zhoumi dari balik topeng separuhnya. "Apa ini.. akhir dari kita.. Zhoumi?"
"Jika ini memang akhir kita.. kita akan membuatnya menjadi akhir.. yang menyenangkan untuk kita hyung.." ucap Zhoumi. "Berjuang sampai akhir!"
"Sampai akhir!" tegas Hankyung dan ia pun melepaskan diri dari Zhoumi dan mulai menyerang Iblis-Iblis itu lagi. Zhoumi mengeratkan genggamannya pada sang long sword dan mulai menebas Iblis itu satu per satu hingga mereka lenyap.
"Untuk Angellicty!" batin Hankyung. "Aku tak akan berhenti sampai semua Iblis itu musnah!"
Hankyung menghunuskan long swordnya berkali-kali kearah para Iblis itu. Tak jauh darinya, Zhoumi juga melakukan hal yang sama. Dalam hati, Hankyung berharap mereka yang ada di Anthropinos bisa melakukannya dengan baik. Walau rencana yang dibuatnya gagal, namun ia berharap Pangeran serta satu-satunya hyung yang dimilikinya bisa mengambil alih semuanya.
"Sampai kapanpun.. kau.. tak akan pernah.. bisa mengambil alih.. Angellicty.." desis Zhoumi sembari mencabut pedang dari tubuh sang Iblis.
Sudah begitu banyak Iblis yang dimusnahkan oleh Hankyung serta Zhoumi, namun Iblis itu tetap saja tak ada habisnya. Hankyung pun kini telah menyandarkan tubuhnya di tembok sembari menyentuh dadanya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya dengan erat memegang long swordnya. Hankyung terus mengayunkan long swordnya tanpa henti. Zhoumi sendiri sudah sangat kewalahan menghadapi Iblis-Iblis yang tak ada habisnya itu.
"Apa kami terlambat?"
"Yesung! Kangin!" Hankyung berseru sembari menoleh kearah kanan dimana Yesung, Kangin serta pasukan Angel yang mengikuti Yesung kembali ke Angellicty berdiri saat ini.
"Mari kita berpesta.." ucap Yesung sembari mengeluarkan dua buah pedang bermata dua dari balik jubahnya yang berwarna krem. Terlihat jelas ada sebuah ukiran salib dipegangan pedang itu. Hankyung menyunggingkan senyumnya dan menggumamkan kata bodoh tepat saat Yesung menunjukkan seringaiannya padanya.
Siwon menyentuh lengannya sembari mengerang pelan. Ia menatap kesegala penjuru, mencari sosok yang berani-berani melukainya dengan cara curang seperti itu.
"Kau tidak apa-apa?" Kibum menatap Siwon khawatir.
"Aku tidak apa-apa Pangeran," jawab Siwon. "Anthropinos itu..."
"Biar kami yang urus.."
"Leeteuk hyung!" Siwon serta Kibum mendongakkan kepalanya dan mendapati Leeteuk, Sungmin, Shindong serta Ryeowook berada disana bersama dengan pasukan Angel.
"Hyung.." sambut Kibum dan juga Siwon.
"Shindong dan Ryeowook akan mengurus Anthropinos serta para Iblis itu, Pangeran serta Siwon hentikan pergerakan Heechul, aku dan Sungmin akan hentikan Kyuhyun.." ucap Leeteuk cepat.
"Tapi hyung.."
"Tak ada tapi-tapian Pangeran.." Kibum mendesah pelan.
"Kenapa hyung yang harus melakukan hal berat itu.."
"Tak ada pilihan lain.. cepat lakukan!"
Mereka semua mengangguk dan mulai melakukan semua perintah Leeteuk.
Shindong, Ryeowook serta pasukan Angel yang dibawa mereka berjalan cepat kearah Anthropinos yang berjalan bagaikan mayat hidup itu.
"Kita apakan mereka?" tanya Ryeowook.
"Kita tak bisa mengembalikan mereka jadi kita hentikan saja pergerakan mereka," jawab Shindong sembari mengangkat tangan kanannya dan muncullah tangkai-tangkai panjang berwarna hijau dari tangan Shindong dan mengikat tangan serta kaki Anthropinos yang terus berjalan tanpa henti itu.
Ryeowook yang melihat itu segera mengikuti apa yang dilakukan oleh Shindong. Ia membuat jaring-jaring dari akar pohon hingga menghalangi pergerakan mereka jika mereka berhasil lepas dari jeratan tangkai-tangkai yang dibuat oleh Shindong.
"Aku harap ini bisa menghambat mereka sejenak," ucap Shindong. Namun baru saja ia dan Ryeowook menghela nafas, hasil kerja keras mereka selama beberapa detik itu hancur berantakan. Kedua orang itu terdiam dan mendongak keatas.
"Eunhyuk!" geram Shindong pelan.
"Keluarlah Heechul! Jangan bersembunyi seperti pengecut seperti itu!" seru Kibum sembari melihat kesekililing. "Keluarlah! Lawan aku!"
"Jika itu maumu.. Pangeran!" Terdengar suara Heechul menggema ditempat itu dan sesaat kemudian Siwon serta beberapa pasukan Angel yang berada disekeliling Kibum terlempar menjauh dari Kibum.
Swiiinnggg!
Kibum terbatuk sembari memperhatikan sekelilingnya dan ia tercekat saat melihat pelindung berwarna gelap disekelilingnya.
"Kau ingin seperti ini.. Pangeran?" Heechul pun tiba-tiba telah berada dihadapan Kibum dengan sabit yang terlihat sangat tajam.
Diluar, Siwon nampak berusaha untuk bangkit dan mencari keberadaan Kibum. Ia pun sama terkejutnya dengan Kibum. Siwon pun berlari menghampiri Kibum.
"Pangeran!" raung Siwon. "Brengsek kau Heechul!"
Siwon menatap ke kanan dan ke kiri dan ia segera merebut pedang dari salah satu pasukan Angel yang ada disisinya dan menghantamkannya ke arah pelindung berwarna gelap itu. Namun, pedang itu hancur berkeping-keping dan melukai tangannya.
'Sial!'
"Kau siap Sungmin?" tanya Leeteuk sembari mengeluarkan sebuah pedang dari balik jubahnya yang berwarna putih.
"Sangat!" jawab Sungmin dingin sembari mengeluarkan panahnya beserta anak panahnya. Leeteuk menyentuh pundak Sungmin dengan lembut. Sungmin menatap tangan itu lalu beralih kewajah Leeteuk.
"Jangan biarkan amarah menguasai dirimu, Sungmin.." ucap Leeteuk. Sungmin terdiam sejenak namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya. "Kyuhyun!"
Leeteuk memanggil Kyuhyun sembari menghantamkan pedangnya kearah pelindung disekeliling Kyuhyun. Pelindung itu nampak mengeluarkan aliran listrik saat Leeteuk menghantamkan pedangnya dan itu membuat Kyuhyun menoleh.
Kyuhyun menyeringai saat melihat Leeteuk dan juga Sungmin berada disana. Namun setelahnya ia kembali menghadap kebawah, kearah kristal hitam yang ada disana. Leeteuk pun mengikuti arah kepala Kyuhyun bergerak dan ia pun terdiam.
'Itu.. kristal hitam milik Lux Ferre.. kenapa Kyuhyun bisa memilikinya? Bukankah.. benda itu seharusnya sudah hancur bersama dengan Lux Ferre?'
"Ada apa hyung?" tanya Sungmin.
"Kita harus hancurkan kristal hitam itu!" ucap Leeteuk sembari menunjuk kristal hitam dibawah sana.
"Caranya?"
Leeteuk terdiam sejenak lalu beralih menatap Kyuhyun dan tangan Kyuhyun yang mengeluarkan cahaya berwarna hitam.
"Ada dua cara," jawab Leeteuk. "Yang pertama.. kembalikan Kyuhyun.. yang kedua.. bunuh Kyuhyun.."
"A—Apa?" Sungmin menatap Leeteuk tak percaya.
"Tak akan ku biarkan kalian menghentikan kegiatan Pangeran!" seru Eunhyuk. Ia membawa Donghae menuju Anthropinos yang kini tengah berusaha untuk bangkit.
"Menyingkirlah atau ku hancurkan kau!" gertak Shindong.
"Hah! Jika kau bisa!" ucap Eunhyuk sembari mengarahkan tangannya kedepan. Donghae beserta Anthropinos itu pun berjalan cepat mendekati Shindong serta Ryeowook dan pasukan mereka. Eunhyuk menyeringai sembari merogoh saku celananya. Namun ia terdiam dan kembali merogoh saku celananya.
"Kemana benda sialan itu!" maki Eunhyuk dalam hati.
"Apa yang harus kita lakukan hyung?" bisik Ryeowook. "Kita tak bisa melukai mereka. Mereka akan mati jika kita menyerang."
"Hentikan mereka dengan akar dan aku akan menghentikan Eunhyuk!" ucap Shindong dan sedetik kemudian ia sudah menghilang dari sisi Ryeowook. Ryeowook pun mengepalkan jari jemarinya dan mulai mengangkatnya. Akar-akar kembali terbentuk tak jauh dari tempatnya berdiri dan itu membuat pergerakan mereka sedikit terhalang. Namun dibaris terdepan Donghae nampak mengayun-ayunkan pedangnya, berusaha untuk menghancurkan penghalang dihadapannya.
"Apa kau tak punya senjata lain selain akar-akar itu?" Eunhyuk mengejek sembari mengangkat tangannya untuk kembali menghancurkan penghalang yang dibuat oleh Ryeowook, disisi lain dirinya terus memaki-maki karena tak berhasil menemukan barang yang ia letakkan disakunya. Namun tiba-tiba pergerakannya terhenti.
"Argh!"
Eunhyuk mengerang pelan dan terbungkuk selanjutnya tubuhnya jatuh membentur tanah, tak bergerak sama sekali.
Shindong yang kini berdiri dihadapannya nampak terdiam dengan tangan kanan yang masih setia memegang bunga Dryads.
"Maafkan aku.. Eunhyuk.." gumam Shindong. Tangan kirinya ia sapukan keatas tubuh tak bergerak Eunhyuk dan tangan serta kaki Eunhyuk telah terikat oleh akar-akar, begitu juga dengan mulutnya.
Hosh.. Hosh.. Hosh..
Yesung terengah sembari mengedarkan tatapannya keseliling wilayah tempatnya berdiri. Ia lega karena sama sekali tak melihat adanya Iblis ditempat itu. Namun ia terdiam saat melihat Hankyung yang terduduk sembari menyandarkan tubuhnya ketembok. Kepala Hankyung yang tertunduk membuat Yesung segera berlari menghampiri Hankyung diikuti oleh Zhoumi serta Kangin.
"Hankyung hyung!" panggil Yesung sembari memegang kedua lengan Hankyung. Hankyung mengangkat kepalanya perlahan dan menyunggingkan senyuman dari balik topeng separuhnya.
"Ye.. sung.." ucap Hankyung dengan susah payah. "Kau.. berhasil.. mengalahkan mereka.. huh?"
"Jangan banyak bicara! Aku antar—"
"Tidak.. perlu.." sahut Hankyung sembari menahan tangan Yesung yang akan mengangkat tubuhnya. Yesung menatap Hankyung tak percaya saat mendengar sahutan Hankyung.
"Apa maksudmu dengan tidak perlu!" bentak Yesung. Tangannya yang tengah memegang lengan Hankyung nampak bergetar.
"Huh.. kau.. marah.. hmm?" ejek Hankyung sembari tertawa pelan, namun ia segera menghentikannya dan menatap Yesung dengan tatapan sendu. "Dimana.. Yesung yang selalu.. sabar dan.. tenang? Sifat.. yang selalu.. membuatku.. kesal?"
Yesung melepaskan tangan kanannya dari lengan Hankyung dan tangan itu pun terkepal erat. Hankyung hanya tersenyum melihat sikap Yesung.
"Bodoh!" Yesung menatap mata Hankyung lekat. "Kenapa.. jadi kau.. yang menyesal, hmm? Aku seperti ini.. bukan karena dirimu.. kan?"
"Hankyung hyung.." bisik Zhoumi.
"Jika.. hari ini.. aku meng.. hilang.. itu berarti.. tugasku di Angellicty.. sudah selesai.." ucap Hankyung.
"Hyung.." Zhoumi menatap Hankyung antara sedih dan sakit hati.
"Dengarkan aku.. Yesung!" Hankyung nampak mengambil nafas sejenak. "Mintalah.. bantuan pada.. para petinggi.. mintalah bantuan.. pasukan dari.. mereka... kalian tak akan.. bisa menghentikan.. Kyuhyun jika.. kalian hanya mengandalkan.. kekuatan.. kalian.."
"A—apa? Meminta.. bantuan mereka?" tanya Yesung. "Mereka.. tak akan mau membantu kita, hyung.."
"Mereka.. pasti akan.. membantu.." Hankyung nampak merogoh saku celananya dan ia menunjukkan sebuah kristal seukuran kepalan tangan anak kecil. Kristal itu berwarna putih cerah.
"Hyung.. i—ini?" Yesung tergagap sembari meraih kristal itu dari tangan Hankyung.
"Ya.." angguk Hankyung. "Ini.. adalah kristal kekuatan.. milik para.. petinggi yang.. hilang sekitar 5 tahun lalu.."
"Bagaimana hyung bisa mendapatkannya?"
"Aku.. mengambilnya dari Eunhyuk.. sesaat sebelum.. dia memenjarakanku.. ke dasar bumi.." Hankyung menatap Yesung lekat. "Pakailah itu.. untuk meminta bantuan.. pada para petinggi.. dan.. membersihkan.. nama Seraphim.."
"Leeteuk hyung?" gumam Kangin dan Zhoumi bersamaan.
"Argh!"
Hankyung mengerang pelan sembari menyentuh dadanya. Ia kini nampak terengah namun berusaha menatap Yesung, Kangin serta Zhoumi disertai dengan senyuman dibibirnya.
"Sepertinya.. sampai.. di.. sini.. saja.. pertemuan.. kita.." ucap Hankyung dengan suara serak.
"Hyung!" seru Yesung, Kangin dan Zhoumi.
"Maaf.. tak bisa.. membantu.. kalian lebih.. dari ini.." Suara Hankyung semakin pelan dan terdengar seperti bisikan. Tubuh Hankyung pun nampak mulai memudar dan tak ada yang bisa dilakukan oleh ketiga sosok yang hanya bisa terdiam itu.
"Sampai.. jumpa.."
Pyaaassss..
Hankyung nampak menyunggingkan senyumnya sebelum ia benar-benar menghilang. Yesung yang sesaat lalu masih memegang lengan Hankyung hanya bisa terdiam sembari menatap tangannya.
"Hyung.." bisik Zhoumi pelan sembari memalingkan wajahnya. Ini benar-benar terlalu berat untuknya. Sosok yang selama ini selalu mengajari dan menemaninya telah pergi dari sisinya. Yang semakin membuatnya menyesal adalah dirinya sama sekali tak bisa melakukan apapun untuk Hankyung.
"Yesung hyung.." panggil Kangin setelah mereka terdiam cukup lama.
"Hmm.." gumam Yesung pelan.
"Bisa hyung jelaskan padaku apa maksud dari ucapan Hankyung hyung dengan membersihkan nama Leeteuk hyung?"
"Kau.. tak pernah mendengarnya?" bisik Yesung. Kangin menggelengkan kepalanya sembari menggumamkan kata tidak, begitu juga dengan Zhoumi.
"Leeteuk hyung terancam tak bisa menempati Angellicty, Anthropinos maupun Demoniac setelah masa hidupnya di Anthropinos selesai," terang Yesung sembari menatap kristal ditangannya. "Para petinggi mengira Leeteuk hyung turun ke Anthropinos setelah menyembunyikan kristal ini. Karena Leeteuk hyung telah kehilangan ingatannya, maka para petinggi memberi perintah untuk tak menerima Leeteuk hyung sampai kapanpun."
"Ta.. tapi.. bukankah Leeteuk hyung telah berdiskusi dengan para petinggi jika ia memang akan turun ke Anthropinos dan hidup layaknya Anthropinos jika ia kehilangan kekuatannya?" tanya Kangin.
"Iya.. diskusi itu terjadi jauh sebelum peperangan itu dimulai," jawab Yesung.
"Jadi.. itu sebabnya kita sering diasingkan oleh mereka?" gumam Zhoumi. Yesung menganggukkan kepalanya. "Kenapa kalian tak pernah menceritakan pada kami, para peri penjaga?"
"Aku kira kalian sudah mengetahuinya sendiri," terang Yesung. "Maka dari itu, kami para Archangel tak pernah lagi mengungkit-ungkit hal itu."
"Dan kalian juga tak berniat mencari kristal itu?" tanya Kangin. Yesung menggelengkan kepalanya. "Kenapa?"
"Karena, jikapun kami menemukan kristal ini. Mereka belum tentu akan mendengarkan kami."
"Lalu.. bagaimana dengan sekarang?" tanya Zhoumi.
Yesung terdiam sembari menatap Kangin serta Zhoumi bergantian.
Kibum berusaha untuk menghindar dari sabit yang diayunkan oleh Heechul. Ia sedikit geram saat melihat Heechul yang nampak tertawa-tawa senang melihat dirinya yang kewalahan. Sebenarnya dia akan dengan mudah mengatasi Heechul jika saja ia bisa menggunakan kekuatan mistiknya. Namun, karena pelindung itu.. sekali lagi.. karena pelindung itu ia sama sekali tak bisa mengeluarkan kekuatannya. Kekuatan apapun yang dikeluarkannya, pasti akan langsung diserap oleh pelindung berwarna gelap itu.
"Kau puas bersenang-senang denganku?" tanya Heechul sembari menghentikan ayunan sabitnya.
Kibum terengah sembari menatap sengit Heechul. Selama ini ia belum pernah dipermainkan seperti ini.
"Sepertinya cukup bermain-mainnya," ucap Heechul. "Shall we?"
"Dengan senang hati!" desis Kibum sembari mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Kali ini ia hanya akan mengandalkan permainan pedangnya. Walau sebenarnya ia sendiri juga tak yakin bisa mengalahkan serigala licik yang ada dihadapannya itu dengan permainan pedangnya.
Heechul menyeringai dan mulai menerjang Kibum dengan sabit yang siap membantai Kibum.
Trakk! Sreeeekkkk!
Kibum menahan sabit Heechul dengan pedangnya dan menyebabkan bunyi gesekan yang sungguh memekakkan telinga. Wajah Kibum dan Heechul hanya berjarak beberapa senti. Kibum bisa merasakan hawa dingin yang keluar dari sosok dihadapannya itu. Heechul terus mendorong sabitnya kearah Kibum dan membuat Kibum sedikit kesulitan untuk bergerak.
"Aku tak menyangka, ternyata Pangeran Angel tak memiliki kemampuan apapun selain kekuatan mistik yang dimilikinya.." ejek Heechul sembari menyeringai.
"Apa kau bilang!" geram Kibum. Kibum memegang pedangnya kuat-kuat dan mulai mendorong sabit Heechul. Heechul pun menjauhkan diri dari Kibum dan mengeluarkan satu senjata lagi. Sebuah tombak berwarna hitam pekat. Kibum nampak terdiam melihat tombak itu. Ia merasa pernah melihat tombak itu sebelumnya. Namun belum sempat Kibum mengingatnya, Heechul telah kembali menyerang Kibum tanpa henti. Kibum pun hanya bisa menahan serangan Heechul tanpa bisa menyerang sedikitpun. Heechul tak memberikan celah pada Kibum, ia terus menyerang Kibum dengan sabit serta tombaknya.
Sedangkan diluar pelindung gelap itu, Siwon telah menghabiskan banyak pedang serta melukai tangannya hanya untuk menghancurkan pelindung itu. Siwon pun terduduk dan menatap sendu kearah Kibum. Nafasnya sedikit terengah.
"Apa lagi yang harus ku lakukan?" tanya Siwon pada dirinya sendiri. Ia menoleh kekanan dan kekiri. Dan yang dilihatnya, semua sedang sibuk melakukan perintah Leeteuk.
"Apa yang harus ku lakukan?" Suara Siwon terdengar sangat putus asa. "Apa yang harus ku lakukan untuk mengeluarkan Pangeran dari sana?"
Leeteuk kembali memukul pelindung yang mengelilingi Kyuhyun dan sekali lagi, aliran listrik nampak keluar dari pelindung itu.
"Berhentilah hyung.. itu tak akan ada gunanya," ucap Kyuhyun. "Walau kau menggunakan pedang Seraphim, semua itu tak akan ada gunanya."
"Aku tahu, tapi apa salahnya mencoba.." sahut Leeteuk sembari kembali memukul pelindung itu dengan pedang ditangannya.
"Kenapa kau kembali ke Angellicty, hyung?" tanya Kyuhyun. Kepalanya nampak sedikit menunduk.
"Karena aku ingin mengembalikanmu menjadi pelindung Anthropinos," jawab Leeteuk pelan.
"Kau yakin bisa melakukannya?"
"Aku tak pernah yakin dengan apa yang aku lakukan, tapi aku akan mencobanya.."
"Itulah yang kau lakukan 5 tahun lalu, hyung?" Kyuhyun pun akhirnya menoleh dan menatap Leeteuk sendu. Leeteuk terdiam melihat tatapan itu. Sudah sangat lama ia tak melihat tatapan itu dan entah kenapa ia sangat merindukannya. "Itu yang kau lakukan untuk melawan Lux Ferre? Mencoba menggunakan kekuatanmu untuk menghancurkannya? Walau kau tahu kau akan kehilangan kekuatanmu dan.. kau tak yakin kekuatanmu bisa kembali atau tidak?"
"Kyu.." Kyuhyun memalingkan wajahnya.
"Saat itu aku berfikir aku tak akan lagi melihat hyung disana.. Aku tak suka sendiri hyung.. itu sangat tidak menyenangkan.. walau Sungmin hyung disana, namun semuanya sangat berbeda saat hyung tak ada.. Archangel dan Angel serta peri pelindung yang lain sangat kehilangan dirimu.. mereka kehilangan harapan karena tak ada sosok yang sama seperti dirimu.. mereka mengharapkanku menjadi seperti dirimu dan memaksaku mempelajari banyak hal.. aku lelah hyung.. aku tak tahan dengan semua itu.. mereka berbeda denganmu.. mereka berbeda dari Sungmin hyung.. mereka memaksa sedangkan kau tidak.. aku benci hyung! Aku benci itu!"
Kali ini Leeteuk tak bisa berkata-kata dan hanya berdiri diam sembari menatap punggung Kyuhyun.
"Tapi! Aku menemukannya hyung! Aku menemukan lagi saat-saat itu bersama dengan Heechul," lanjut Kyuhyun, seringaian kembali muncul dibibir Kyuhyun. "Aku bertemu dengannya saat aku ingin mengunjungimu. Dia memperhatikan dan selalu menemaniku. Dan segalanya jadi semakin menyenangkan. Aku bebas melakukan apapun yang ku mau dengan kekuatanku. Ini lebih menyenangkan dari pada aku harus menjadi Archangel!"
Selagi Leeteuk bercakap-cakap dengan Kyuhyun, Sungmin pergi melihat kristal hitam yang terus bertumbuh itu dan kini tingginya telah melebihi gedung yang sedang mereka pakai untuk bertarung. Sungmin berusaha mencari celah untuk menghancurkan kristal itu. Namun ia berhenti mengitari kriastal hitam itu saat melihat ada banyak Anthropinos yang berdiri diam dibawah sana. Dengan ragu Sungmin terbang mendekati mereka dan tercenganglah ia saat melihat sorot mata kosong milik mereka.
"Gawat! Sebagian besar dari mereka sudah terkena dampak dari kristal itu!" bisik Sungmin. Ia beralih menatap kristal hitam dibelakangnya. Ia mengamati kristal itu dari atas hingga kebawah. Sungmin sama sekali tak melihat adanya celah dalam kristal hitam itu.
Sungmin beralih menatap busur yang dibawanya. Ia segera meraih anak panah dan memasangkannya dibusur itu. Setelah menarik nafas, Sungmin melepaskan anak panah itu dan anak panah itu hanya menabrak kristal hitam dan terjatuh.
"Tidak bisa! Dengan apa aku menghancurkannya?" tanya Sungmin pada dirinya sendiri. Ia beralih menatap langit sore, berharap ada sosok-sosk yang muncul dari sana dan membantunya menghancurkan kristal hitam itu. Namun ternyata harapan hanyalah sebuah harapan. Tak ada apapun yang muncul dari langit itu.
Ctaaaaarrrr!
Tiba-tiba petir menyambar dan langit berubah menjadi gelap. Sungmin pun lemas. Begitu juga dengan mereka yang masih bertarung di atas gedung. Sungmin segera melesat kearah Leeteuk. Sesampainya dihadapan Leeteuk, Sungmin dapat melihat bahwa wajah Leeteuk memucat. Sedangkan Kyuhyun menatap mereka tak mengerti.
"Hyung.." panggil Sungmin pelan. "Itu.. dari Yesung hyung... Hankyung hyung.."
"Menghilang.." sambung Leeteuk lambat-lambat. Tatapan mata Leeteuk nampak kosong dan pedang terjatuh dari tangannya. Sungmin segera menghambur kearah Leeteuk dan memeluknya erat.
"Hyung! Ku mohon jangan salahkan dirimu atas menghilangnya Hankyung hyung!" ucap Sungmin. "Jangan salahkan dirimu hyung.. ku mohon.. ini bukan kesalahanmu.. ini bukan kesalahanmu.."
"Hankyung.. Sungmin.. Hankyung menghilang.. Hankyung menghilang.. Aku.. aku kakak yang bodoh.. aku.. aku tak bisa melindunginya.. setelah Henry.. aku harus kehilangan Hankyung.. aku benar-benar kakak yang tak bertanggung jawab.."
"Hyung.. cukup.. ini bukan kesalahanmu!" ucap Sungmin sembari memeluk Leeteuk lebih erat. Sungmin memandang kesegala arah. Shindong serta Ryeowook tengah memandang langit sembari mengepalkan tangan mereka, sedangkan Siwon kini tengah terduduk sembari menatap juga kearah langit. Namun saat ia melihat Kibum, ia pun terhenyak. Kibum tengah terpojok saat ini. Heechul nampak menahan Kibum dilehernya dengan sabit serta siap menusuk Kibum dengan tombaknya.
"Hyung.. Pa.. Pangeran.." ucap Sungmin terbata sembari menatap wajah Leeteuk. "Pangeran.. dalam bahaya.."
Perlahan Leeteuk menolehkan kepalanya. Dilihatnya Kibum nampak sudah sangat pasrah. Leeteuk pun melepaskan pelukan Sungmin dan segera menyambar pedangnya yang tadi terjatuh. Ia menerjang kearah Kibum sembari mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Sungmin sempat kehilangan keseimbangan karena Leeteuk mendorongnya kuat.
"Hyung!" seru Sungmin tepat sebelum Leeteuk menghantamkan pedangnya kearah pelindung disekeliling Kibum dan Heechul.
BOOOMMM!
~to be continued~
:'(
setelah Henry.. saya harus kehilangan Hankyung...
saya sangat menyesal karena kisah Hankyung harus berhenti sampai disini..
well..
entah kenapa saya membuat Hankyung menghilang..
mungkin karena akhir-akhir ini saya sering melihat film dengan ending yang karakternya mati semua.. :(
apa kalian pernah melihat Film Jepang 'Milocrorze'? film dengan 3 story yang berbeda..
yang pertama kisah Ovreneli Vreneligare, yang kedua Kumagai Besson dan yang terakhir Tamon..
saya suka dengan kisahnya Tamon..
entah kenapa saat Tamon bilang 'aitakata' dalam keadaan terluka parah dan hampir mati, itu bikin aku nangis.. :'(
perjuangan Tamon buat menyelamatkan Yuri bener2 wajib diacungi jempol...
4 tahun.. 4 tahun waktu yang dia habisin buat nyari Yuri dan setelah ketemu dianya malah mati.. :'(
hmm..
tapi... buat kalian yang masih dibawah umur.. mendingan jangan nonton tuh film ya...
okey... okey... ;)
tidak baik untuk kalian yang masih dibawah umur.. ;)
dan.. saya jadi menyadari sesuatu..
kenapa film-film Jepang jarang atau bahkan tidak pernah diputar di Indonesia..
itu karena memang filmnya banyak yg sadis-sadis..
bahkan lebih sadis dari film Assassinss (yg aktornya Rain), jika kalian pernah melihatnya..
ehem..
okey... let's back to the story.. :3
well.. peperangan ternyata masih berlanjut dichapter ini...
apakah kalian bosan?
emm.. mungkin peperangan ini masih berlanjut juga dichapter berikutnya...
tapi itu hanya rencana saja...
kita lihat besok..
saya akan membuat 2 versi..
yang pertama adalah versi peperangan dan yang kedua versi story..
saya akan melihat mana yang lebih cocok untuk kelanjutan dari chp.12 ini...
sebenarnya saya masih ingin banyak berbicara..
namun, karena saya sudah banyak berbicara diatas, lebih baik saya lanjutkan dichap.13 besok.. ;)
mata ne... ;)
