Tenshi 39 Production

Present

Fantasy Adventure

Fanfiction


"Hyung.. Pa.. Pangeran.." ucap Sungmin terbata sembari menatap wajah Leeteuk. "Pangeran.. dalam bahaya.."

Perlahan Leeteuk menolehkan kepalanya. Dilihatnya Kibum nampak sudah sangat pasrah. Leeteuk pun melepaskan pelukan Sungmin dan segera menyambar pedangnya yang tadi terjatuh. Ia menerjang kearah Kibum sembari mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Sungmin yang sempat kehilangan keseimbangan karena Leeteuk mendorongnya kuat.

"Hyung!" seru Sungmin tepat sebelum Leeteuk menghantamkan pedangnya kearah pelindung disekeliling Kibum dan Heechul.

BOOOMMM!


FINAL ZONE

Chp. 13

©Sansan Kurai

2014


Ledakan besar terjadi. Mereka yang berada di atap gedung nampak terlempar kesegala penjuru. Leeteuk sendiri nampak tertimpa bangunan yang runtuh. Walau dengan susah payah, Leeteuk berusaha untuk bangkit berdiri sembari menyingkirkan puing-puing bangunan yang menimpa dirinya. Ia melirik pedang yang ada ditangannya. Mata pedang itu hancur, Leeteuk pun mendesah pelan dan membuang tangkai pedang itu.

"Heechul.." engah Leeteuk sembari menatap kedepan, tepat kearah sosok yang kini tengah menyandera Kibum yang tengah pingsan. "Kau.."

Heechul menatap Leeteuk dari balik tudungnya dan tawa dingin meluncur dari bibir itu.

"Kau.. masing mengingatku.. Seraphim?" Leeteuk menunjuk tombak hitam pekat ditangan Heechul dengan dagunya dan Heechul pun menyeringai.

"Tombakmu.. tak bisa mengelabuhiku.."

"Tapi bisa mengelabuhi yang lain, termasuk calon penggantimu itu.." Dengan cepat Leeteuk menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun yang kini hanya terdiam didalam pelindung yang dibuatnya. "Aku.. merubah sosokku menjadi manusia serigala agar tak ada satupun dari kalian yang mengetahui keberadaanku.. aku menggunakan beberapa tahun ini untuk mengumpulkan kekuatan dan.. taaaadaaaaa... kau melihatnya sendiri Seraphim? Aku kembali.."

"Hanya sesaat.."

"Heh?"

"Hanya sesaat.." ulang Leeteuk. "Hanya sesaat kau kembali, selanjutnya kau akan menghilang untuk selama-lamanya."

"Huh!" Heechul mendengus keras. "Dengan apa kau akan menghancurkanku? Dengan tangamu? Jangan bercanda!"

"Aku memang telah kehilangan kekuatanku, namun bukan berarti aku tak bisa mengalahkanmu, Heechul.. ahh.. tidak.." Leeteuk menyeringai sembari menatap Heechul intens. "Lebih baik aku memanggilmu, Lux Ferre.."

"Lux Ferre?"

Leeteuk menolehkan kepalanya kebelakang, ia bisa melihat Shindong serta Ryeowook tengah berdiri dibelakangnya. Keduanya nampak terengah.

"Lux Ferre.. katamu?" Shindong mengulangi pertanyaannya sembari menatap Leeteuk sejenak lalu beralih kearah Heechul. Leeteuk menganggukkan kepalanya. "Tapi.. bagaimana mungkin..."

"Ternyata, saat itu kekuatanku masih tidak cukup kuat untuk membuatnya benar-benar musnah," ucap Leeteuk.

"Jadi.. dia benar-benar Lux Ferre?" tanya Ryeowook. Leeteuk kembali menganggukkan kepalanya.

"Kalian selamatkan Pangeran, biar aku yang urus Lux Ferre.." bisik Leeteuk tanpa mengalihkan tatapannya dari Heechul dan juga Kibum.

"Tidak!" tegas Shindong. "Hyung tak memiliki apapun, biarkan aku dan Ryeowook yang melawannya, hyung selamatkan Pangeran."

"Tap—"

"TAK ADA TAPI!" Shindong berseru keras, namun akhirnya ia mendesah pelan lalu mulai berkata dengan lembut. "Kami tak ingin kehilanganmu hyung. Walau kau tak akan bisa bersama dengan kami, namun dengan kau yang tetap hidup membuat kami percaya bahwa kau akan selalu berada bersama dengan kami dalam keadaan sesulit apapun. Jadi, untuk kali ini tolong dengarkan aku dan ikuti kataku."

Leeteuk terdiam sejenak, namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya. Dengan dirinya yang seperti itu, dia sendiri tak yakin bisa menghentikan Heechul dengan cepat. Leeteuk menoleh kearah Kyuhyun sesaat setelah Shindong serta Ryeowook melesat menerjang Heechul.

"Kembalilah.. mereka tak akan menyalahkanmu atau menghukummu.. Mereka akan menyambutmu.." ucap Leeteuk sembari menunjukkan senyuman lembutnya. Setelahnya ia pun juga ikut melesat kearah Heechul.

Disisi lain Kyuhyun tengah terdiam, merenungkan apa yang baru saja diucapkan Leeteuk.

"Me.. nyambut.. ku?" gumam Kyuhyun. "Untuk apa? Bukankah aku telah membuat kekacauan.. ahh! Benar juga!"

Kyuhyun menoleh dan menatap lekat kristal hitam yang kini tengah berhenti bertumbuh itu. Ia mengangkat kedua tangannya lalu membuka telapak tangannya. Ditatapnya telapak tangannya cukup lama sebelum akhirnya ia mengarahkannya menuju kristal hitam itu.

'Dengan menghancurkan ini, kurasa semuanya akan kembali normal.'

"KYUHYUN! AWAS!"

Teriakan itu membuat Kyuhyun berhenti dan terdiam.

"Aku.. bisa merasakan angin berhembus keseluruh tubuhku.." gumam Kyuhyun. "Argh!"

"KYUHYUN!"

Kyuhyun menundukkan kepalanya dan ia bisa melihat ada tombak berwarna hitam pekat tengah menembus dadanya. Kyuhyun membulatkan matanya dan sesaat kemudian ia limbung kedepan dan tubuhnya pun melesat jatuh kebawah. Kyuhyun masih dapat mendengar suara seseorang yang meneriakkan namanya serta suara gesekan besi.

'Apa.. aku akan.. menghilang?'

"Kyuhyun!"

"Eh?"

'Itukan.. Sungmin.. hyung..'

Kyuhyun bisa melihat wajah Sungmin terlihat pucat dan ada jentik-jentik keringat disana. Melihat itu, Kyuhyun menyunggingkan senyum tipis.

Greb!

Sungmin menangkap tubuh Kyuhyun dan segera membawa Kyuhyun menyingkir dari tempat itu.

"Kyu! Kyu! Bertahanlah!" Seruan yang keluar dari bibir Sungmin hanya dibalas oleh senyuman serta anggukan kepala dari Kyuhyun.

"Hyung.." bisik Kyuhyun. "Han..curkan.. uhuk..kristal.. itu dengan.. ini.. argh!"

Kyuhyun mencabut tombak hitam pekat itu dari tubuhnya dan segera menyerahkannya pada Sungmin. Namun alih-alih mengambil tombak itu, Sungmin malah memeluk Kyuhyun erat.

"Jangan pergi! Jangan pergi Kyu! Kumohon.. hiks.. Jangan tinggalkan hyung.."

Tiba-tiba tubuh Sungmin mengeluarkan cahaya yang amat sangat terang. Walau air mata masih mengalir dipipinya, Sungmin tetap memeluk Kyuhyun sembari memberikan cahaya kehidupannya pada Kyuhyun.


"Sssshhh... Argh!"

Sungmin mengerang pelan sembari memegangi kepalanya yang sedikit pening. Ia membuka matanya dan ia terdiam saat melihat tempat itu.

"Akhirnya kau bangun juga.."

Suara penuh nada kelegaan itu membuat Sungmin menolehkan kepalanya.

"Shindong hyung.. apa yang—argh!"

Sungmin kembali mengerang dan memijit keningnya pelan. Shindong segera berlari menghampiri Sungmin.

"Sebaiknya kau jangan banyak bergerak," pinta Shindong sembari membantu Sungmin untuk kembali tidur di ranjang. "Kau harus banyak istirahat."

"Hyung.. apa yang terjadi?" tanya Sungmin sembari menatap Shindong. "Kenapa.. kenapa aku bisa berada disini? Apa yang—Kyuhyun!"

Shindong menatap Sungmin lama sebelum akhirnya ia mendesah.

"Kyuhyun.. tak bisa diselamatkan.. maaf.."

Shindong menundukkan kepalanya dihadapan Sungmin, seakan ia menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menyelamatkan Kyuhyun.

"Tidak.." gumam Sungmin dengan sorot mata kosong. "Tidak mungkin.. Kyuhyun tidak mungkin.."

"Hari itu, kita telah kehilangan banyak Malaikat.." desah Shindong. "Kami pun hampir kehilangan Leeteuk hyung.."

"Apa?"

"Hmm.." angguk Shindong. "Walau Leeteuk hyung sudah tak memiliki kekuatan apapun, namun dia juga sama seperti dirimu, tak bisa melihat Kyuhyun terluka. Sejahat apapun Kyuhyun, kalian berdua tetap menyayanginya. Dan saat itu Kyuhyun terluka didepan matanya sendiri. Dia bertarung mati-matian dengan Lux Ferre dan hampir saja musnah jika Yesung hyung tidak datang bersama dengan bantuan dari para petinggi dan memusnahkan Lux Ferre.. Leeteuk hyung sekarat, namun masih memaksakan dirinya untuk menghancurkan kristal hitam itu.."

"Dimana dia!" serang Sungmin segera.

"Tenanglah.. dia baik-baik saja sekarang.." ucap Shindong. "Mungkin ia sedang bersenang-senang di Anthropinos.."

"An.. thro.. pinos?" tanya Sungmin tak mengerti. "Secepat itukah Leeteuk hyung meninggalkan Angellicty?"

"Kau yang terlalu lama sadar, Sungmin hyung.."

"Pangeran!" Sungmin menundukkan kepalanya dalam-dalam, begitu juga dengan Shindong.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Kibum sembari mendekati ranjang Sungmin, diikuti oleh Siwon dibelakangnya.

"Baik-baik saja," jawab Sungmin. "Maaf membuat Pangeran menjengukku kemari." Kibum hanya menganggukkan kepalanya.

"Maaf, kami tak bisa menyelamatkan Kyuhyun.." ucap Kibum kemudian. "Jika saat itu—"

"Sudahlah Pangeran," sela Sungmin. "Tak ada yang perlu disesali ataupun disalahkan. Semua sudah terjadi dan tak ada yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan semuanya."

"Kau benar, hyung.." angguk Siwon.

"Oh.. bagaimana dengan Lee Donghae dan Eunhyuk?" tanya Sungmin tiba-tiba. Kibum, Siwon dan juga Shindong nampak saling melirik sejenak.

"Lee Donghae sudah kami kembalikan ke Anthropinos. Ia sama sekali tak terluka dan kami bisa mengembalikannya seperti semula.. lalu Eunhyuk hyung.."

"Ada apa dengan Eunhyuk?" tanya Sungmin saat Kibum nampak ragu untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

"Eunhyuk dimusnahkan oleh para petinggi," jawab Shindong pelan.

"A—apa?!" Sungmin menatap ketiganya tak percaya. "Kenapa?! Apa yang terjadi? Kenapa ia bisa dimusnahkan?!"

"Tenang Sungmin hyung.."ujar Siwon sembari menyentuh pundak Sungmin pelan.

"Kesalahan yang dilakukannya amat besar," jawab Kibum. "Selain karena ia menyeberang ke Demoniac, ia juga mencuri kristal kekuatan milik para petinggi."

"Kristal?! Kristal kekuatan yang menghilang 5 tahun lalu?" tanya Sungmin. Kibum menganggukkan kepalanya.

"Leeteuk hyung berusaha sekuat tenaga untuk melindungi Eunhyuk hyung," lanjut Kibum sembari menundukkan kepalanya. "Namun keputusan para petinggi sudah tak bisa ditarik lagi. Eunhyuk hyung dieksekusi 3 hari setelah pertarungan itu dan dihari itu juga Leeteuk hyung memintaku untuk mengirimnya kembali ke Anthropinos."

"Lalu.. Lee Donghae?" tanya Sungmin ragu. Karena ia tahu, Donghae mencintai Eunhyuk. Kibum mengangkat kepalanya dan menyunggingkan senyum tipis.

"Lee Donghae hampir saja menerobos ke tempat eksekusi jika Leeteuk hyung tidak menahannya dan membuatnya pingsan," jawab Kibum. "Ia bisa saja membuat gempar tempat eksekusi itu. Kita akan mendapat masalah baru jika ketahuan membawa Anthropinos ke Angellicty."

Sungmin terdiam mendengar semua penjelasan itu. Ia sudah kehilangan banyak keluarga. Hankyung, Henry, Kyuhyun.. dan sekarang Eunhyuk pun harus dimusnahkan. Mereka adalah orang-orang terdekatnya. Dan sekarang mereka sudah tak ada lagi. Sungmin pun menundukkan kepalanya.

"Tak usah sedih," ucap Siwon. "Walau Eunhyuk tak akan bisa kita temui, namun masih ada Henry, Kyuhyun dan juga Hankyung hyung yang akan segera kita temui.."

"Hmm.. kau benar, Siwon.." angguk Sungmin.

"Sudahlah.." ucap Shindong. "Sebaiknya kau kembali istirahat..kami akan pergi.."

Kedua Malaikat serta seorang Peri itu pun segera meninggalkan Sungmin untuk beristirahat. Namun, Sungmin tak bisa kembali terlelap. Kata-kata Kibum masih terngiang ditelinganya dan itu membuat hatinya sakit.


Beberapa bulan kemudian

"Kau mau kemana?" tanya Yesung saat melihat Sungmin tengah berdiri di pinggir kolam penghubung ke Anthropinos.

"Aku ingin menjenguk Leeteuk hyung.." jawab Sungmin sembari menyapukan tangannya ke atas kolam yang kosong itu. Kolam itu pun berubah menjadi black hole.

"Kau sudah baik?" Yesung bertanya sembari memperhatikan Sungmin lekat-lekat. Sungmin menganggukkan kepalanya sekali.

"Jangan paksakan dirimu jika kau belum kuat," ucap Kangin. "Masih ada—"

"Hyung.." potong Sungmin pelan membuat Kangin terdiam. Kangin dan Yesung saling menatap sejenak sebelum akhirnya kembali memperhatikan Sungmin. "Apa tidak apa jika aku tidak kembali ke Angellicty?"

"Apa?" tanya Yesung dan Kangin bersamaan. Sungmin menyunggingkan senyum tipis.

"Ahh.. tidak apa.. aku pergi.."

Sungmin segera masuk ke dalam balck hole, meninggalkan Yesung serta Kangin yang masih terdiam ditempat.

"Anak itu.." gumam Yesung pelan. "Kehilangan sebagian hidupnya.."

"Hmm.." angguk Kangin. "Kau benar hyung.."


[16 Maret 2014]

~Pukul 19:18 di sungai Cheonggyecheon~

Sungmin menghembuskan nafas pelan. Ditatapnya sosok yang sangat dirindukannya itu. Sosok itu terlihat agak kurus sekarang. Dan ada kacamata bertengger dihidungnya. Belum lagi ada tas yang bertengger dipundaknya.

Sungmin pun memberanikan diri menghampiri sosok itu.

"Itouku-sama.." panggil Sungmin pelan.

Sosok yang tengah terdiam di atas jembatan sembari menggenggam kaleng soda itu pun menolehkan kepalanya. Tiba-tiba kaleng soda yang ada ditangan sosok itu pun terjatuh.

Greb!

"Sungmin!"

Jungsoo—sosok itu—memeluk Sungmin erat hingga membuat Sungmin sulit bernafas. Namun Sungmin membiarkannya dan tetap menerima pelukan Jungsoo itu.

"Kau kemana saja!" seru Jungsoo sembari melepaskan pelukannya dan menatap mata Sungmin lekat. "Aku mencarimu kemana-mana.. aku hampir saja putus asa karena tak bisa menemukanmu, Sungmin.."

"Gomen ne, Itouku-sama.." ucap Sungmin sembari tersenyum lembut. "Tiba-tiba aku ada urusan mendadak dan tak sempat mengatakannya padamu.."

Jungsoo kembali memeluk Sungmin, namun tak seerat tadi.

"Jungsoo hy—Sungmin!"

"Donghae!"

Jungsoo melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar kearah Donghae, ia ingin menunjukkan pada Donghae bahwa ia telah menemukan apa yang ia cari selama ini.

"Bagaimana—dia—itu—Sungmin! Kemana saja kau!" seru Donghae. "Kau membuatku sakit kepala karena harus membantu Jungsoo hyung mencarimu! Kemana saja kau selama ini!"

"Aku ada urusan yang tak bisa ku tinggalkan dan aku tak sempat untuk memberitahu kalian, maaf.."

Donghae mendengus kesal, namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya.

"Sudahlah.. yang penting kau sudah kembali.." ucap Donghae. Ia terdiam sejenak lalu kembali menatap Sungmin lekat. "Apa.. kau bersama dengan Hyukjae?"

"Hyukjae?" Sungmin menggelengkan kepalanya pelan.

"Ahh.. begitu.." angguk Donghae. Donghae terlihat amat kecewa. Sungmin pun terdiam, entah kenapa dadanya terasa amat sakit.

Lebih baik kau melupakannya, Lee Donghae.. Karena ia tak mungkin menemuimu lagi..

"Baiklah.." desah Donghae, memecah kesunyian diantara mereka. "Karena kau sudah kembali, jadi aku bebas.. aku mau pulang.. sampai jumpa.."

Donghae melangkahkan kakinya cepat, menjauhi tempat itu. Sejujurnya, ia tak ingin mereka melihat air matanya yang tengah mendesak keluar dari pelupuk matanya.

"Kau kemana Hyukjae!" geram Donghae sembari mengepalkan jari jemarinya. Ia menghapus air matanya dengan kasar. Donghae menghentikan langkahnya saat telah berada ditempat yang sunyi. Ia mendongak, menatap langit malam yang penuh dengan bintang.

"Ku mohon.. jangan pergi ketempat dimana aku tak bisa mengikutimu.. Hyukjae.." Air mata kembali mengalir membasahi pipinya. "Cepatlah kembali, Hyukjae.. aku akan terus menunggumu..

~END~


hiyaa...
gomen minna-sama..
updatenya sangat-sangat lama... xD
diminggu ke-2 saya sakit.. dan saya tetap harus ke kantor..:(
lalu akhir bulan kemarin saya disibukkan dengan laporan bulanan yang menumpuk karena rekan kerja saya nggak masuk..
jadi saya cukup tidak ada waktu untuk membuat fanfiction..
belum lagi mood saya juga menghilang..
lengkaplah sudah... xD

tapi...
akhirnya hari buruh ini menyelamatkan saya untuk menyelesaikan FINAL ZONE..
yeayyy~~ *lonjak2 bareng GACKT*

watta...
akhirnya selesai juga FINAL ZONE...
mengecewakan? sangat deh kayaknya... :(

tapi...
saya bersyukur FINAL ZONE sudah selesai.. ^^

terima kasih banyak yang sudah mengikuti FINAL ZONE sampai hari ini..

special thx to all character.. xD

and special thx to you :

Reezuu Kim, Chacha, kyurielf, shetea . vhateamach, Huwaida Zulfatus, borntobesnower, rani . gaem . 1, yunitaelf, ika . zordick , L-chanLee, arumfishy, GaemGyu92, TeukTeukTeukie, MingMin, dhia . bintang, Lan214EunhaElf, blackautumn24, Sutriia Ningsiih, Liana D. S, tyateukieee, lyndaariezz, azihaehyuk, neko . chan . 75740, Polarise437, tieaangel, Sutry Eea, BlackXX, Shinigami Yuu dan beberapa yang tampil sebagai Guest.

(maaf jika ada yang belum kesebut ^^v)

well, sekarang saya akan menjawab beberapa review dichapter kemaren..
ehem, buat yg nanya Kibum itu kekuatannya... coba deh baca chp. 6 ya.. ;)
dan untuk pertanyaan-pertanyaan yang lain, sepertinya sudah terjawab distory-nya... xD

sore dewa, minna-san..
mata aimashou~~ xD