Chan is back. Ini chap 2 nya.

Warning typo(s). KST(kalimat sok tahu) is mine.

DLDR

Happy Reading...

"Oke, kalau begitu aku yang akan menentukan." Kata Sooman lagi, kali ini dengan senyum yang menurut Kai sangat aneh.

"Kalau begitu apa sajangnim?" tanya Kai.

"Kalian akan berkolaborasi

.

.

.

.

.

Trouble Maker."

Chapter 2

#Kai POV

"MWOOO?" teriakku dan Yoona noona bersamaan. Kami berdua sama-sama shock karena diminta melakukan sexy dance.

"Aigoo, tidak perlu berteriak seperti itu. Lama–lama aku bisa tuli kalau kalian terus-terusan berteriak." Kata Sooman sajangnim.

"T-tapi sajangnim, bukankah Trouble Maker itu lebih ke sexy dance? Aku belum pernah melakukan yang seperti itu." Yoona noona memelas. Sepertinya ia agak keberatan dengan permintaan kali ini.

"Ini permintaanku Yoona. Lagi pula menurutku jika dibanding dengan Yuri atau Hyoyeon, gerakan lekukmu lebih baik dari mereka. Jadi kupikir kau lebih cocok melakukan sexy dance. Ayolah... Kalau kau berusaha kau pasti bisa melakukan dengan baik" Sooman.

Oh, ayolah. Aku juga gugup. Hanya berkolaborasi dengan Yoona noona saja aku sudah gugup, apalagi harus melakukan sexy dance? Aigoo aigoo.

"Bagaimana Kai? Apa kau mau?" Yoona noona berbisik ke arahku.

"A-aku t-terserah Yoona noona saja, kalau noona sanggup aku juga sanggup." Jawabku dengan suara yang agak bergetar. Arrrgh, sialan. Kenapa harus terlihat gugup?

"Hhh, baiklah sajangnim kalau ini memang permintaan anda, saya sanggup." Setelah beberapa saat terdiam akhirnya Yoona noona menjawab.

"Kalau begitu saya juga sanggup." Aku juga menyanggupi permintaan Sooman sajangnim.

"Oke, sekarang silahkan kalian latihan."

Kami keluar dari ruangan Lee Sooman. Kulihat Yoona noona agak terpaksa menerima permintaan itu.

"Noona, kalau kau tak mau lebih baik tidak perlu menerimanya." Ucapku

"Gwaenchana Kai. Aku akan melakukannya. Aku tidak mau mengecewakan Sooman sajangnim, para fans, dan... kau. Fighting." Jawabnya dengan senyum menghiasi wajah cantiknya sambil mengepalkan tangan ke atas, menyemangati.

Dan, kenapa aku? Kenapa aku juga menjadi alasannya? Mungkinkah...? aish, sudahlah, jangan berpikir macam-macam Kim Jong In.

Aku hanya balas tersenyum sambil ikut mengepalkan tangan ke atas. Oke, lama-lama aku meleleh juga melihat senyum manisnya.


#Author POV

Yoona dan Kai berjalan menuju ruang latihan yang sudah disediakan khusus. Mereka berjalan dalam diam. Yoona sibuk memikirkan bagaimana nanti saat dia dan Kai melakukan dance Trouble Maker. Tiba-tiba saja wajah Yoona memerah. Pipinya memanas untuk sekedar membayangkannya saja. Sementara Kai yang sedari tadi terus curi-curi pandang ke arah Yoona(tapi Yoona tidak tahu) merasa bingung karena melihat pipi Yoona yang memerah. Entahlah itu hanya pemikiran Kai saja atau bagaimana, tapi sepertinya pipi Yoona benar-benar merona.

Mereka pun sampai di ruang latihan. Ternyata Yoona dan Kai benar-benar diminta untuk bekerja sendiri. Karena disana mereka tidak menemukan koreografer yang akan melatih mereka.

"Hhhh,.." Yoona menghela nafas.

"Sepertinya kita harus bekerja sendiri Kai." Lanjutya

"Ne noona. Keundae, gwaenchana. Kita pasti bisa." Kai mnyemangati sambil tersenyum ke arah Yoona

"Ne, kajja."

Suara musik memenuhi ruangan tersebut. Kau menganggap mereka sudah mulai menari? Oh bukan, bukan. Karena tidak didampingi sang pelatih, jadi mereka memutuskan untuk melihat dulu video dari Trouble Maker dengan laptop yang ada di ruang latihan untuk mempelajari sekaligus menghafal dance-nya. Mereka tampak serius melihat itu. Mengamati dengan detail bagaimana gerakan dance-nya. Hingga video itu benar-benar berakhir.

"Kau sudah siap Kai?" tanya Yoona memastikan

"Hmm, sudah noona." Kai

"Baiklah, lebih baik kita mulai sekarang." Ajak Yoona

Lagi-lagi musik menggema di ruang tempat mereka latihan. Kali ini mereka benar-benar malakukannya.

Niga nareul itjji motage jakku ni apeseo tto

Ni mam jakku naega heundeureo beoreonal ssu eopttorok
Ni ipssureul tto humchigo meolli daranabeoryeo
Nan Tro ble! Trouble! Trou! Trouble Maker!

Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!
Trouble Maker!

Musik pun berhenti. Yoona dan Kai sama-sama terlihat sedang mengatur nafas mereka. Keduanya terlihat terengah setelah menyelesaikan latihan.

"Wahh, Yoona noona, suaramu sangat manis. Dancemu juga sangat keren. Kau daebak." Kai memberikan dua jempolnya pada Yoona dengan senyum yang tak pernah terlepas dari wajahnya.

Pipi Yoona bersemu merah mendengar pujian Kai. Jantungnya juga berdetak beberapa kali lebih cepat. Sebenarnya rona merah di pipi Yoona sudah ada sejak tadi, sejak mereka mulai menari. Sungguh Yoona sangat malu. Baru kali ini ia berada di posisi sangat dekat dengan hoobae-nya ini.

"Haha, Gomawo Kai, kau juga sangat keren. Dancemu benar-benar luar biasa. Meskipun kau hoobae-ku, tapi aku merasa kau seperti sunbae-ku. Skill dance-mu benar-benar jauh lebih baik dariku." Yoona balas memuji Kai sambil mengatur detak jantungnya yang berdetak tidak biasa itu.

Kini giliran Kai yang pipinya bersemu merah. Mereka terlihat seperti remaja yang sedang kasmaran, sangat manis.

"A-anio noona. Aku masih perlu banyak belajar. Kalau begitu kita sama-sama daebak." Ucap Kai berusaha menghilangkan kecanggungan dengan bergurau.

"Ne, kau benar."

"Hahaha..." keduanya tertawa bersama.

Kruyuk

Tiba-tiba perut Yona berbunyi. Yoona menundukkan kepalanya malu.

"Noona, kau lapar?" tanya Kai

"N-ne." Yoona hanya menunjukkan cengirannya. Sudahlah, lagi pula Kai sudah terlanjur tahu, pikir Yoona.

"Kajja." Ajak Kai pada Yoona.

"Kemana?"


#Kai POV

"Makan siang. Kau kan lapar noona." Jawabku lalu menarik tangan Yoona noona keluar menuju restaurant terdekat.

'Oh God, tangannya halus sekali. Rasanya aku tidak ingin melepasnya.' Batinku

Kami berjalan menuju rertaurant dalam diam. Dan ternyata tanganku dari tadi masih menggenggam tangan Yoona noona. Lagi pula tidak ada penolakan, ya sudah biarkan saja, kkk. #modus

Kami pun sampai di restaurant. Mataku menjelajah mencari tempat duduk yang kosong. Tenang saja, kami sudah memakai penyamaran. Jadi tidak akan ada yang mengenali kami. Kami hanya ingin makan dengan tenang tanpa ada gangguan.

"Kita duduk disana saja noona." Ajakku

Yoona noona hanya mengangguk sebagai jawaban. Aku memanggil waitres lalu kami memesan makanan. Selama menunggu pesanan, aku dan Yoona noona mengobrol tentang banyak hal. Membicarakan SNSD, EXO, sampai drama yang diperankan Yoona noona-yang terakhir membuatku cemburu karena aku selalu ingat kiss scene nya-. Hmm, kupikir suasana disini nanti akan awkward, tapi untung saja kenyataannya jauh dari bayanganku. Ternyata Yoona noona orang yang sangat seru.

"Ini pesanannya tuan, noona."

"Kamsahamnida." Balas Yoona noona sopan.

Setelah itu kami makan. kami masih mengobrol di sela-sela makan. kadang pipinya bersemu merah saat aku memujinya. Oh tuhan, apakah aku boleh berharap?

Kami terus mengobrol sambil makan.

"Noona, aku tidak menyangka walaupun badanmu langsing tapi makanmu banyak juga.." aku mengomentari pesanan Yoona noona yang sangat banyak. Bahkan porsi makannya hampir sepertiku dan Sehun yang notabenenya mempunyai selera makan yang tinggi.

"Hahaha, aku kan memang shikshin, seperti Sooyoung eonni. Jadi kau jangan kaget dengan porsi makanmu." Ia hanya tertawa sambil menyuapkan spagetti kimchi ke dalam mulutnya.

"Kupikir kau selalu diet ketat untuk menjaga tubuhmu." Kataku setelah menyuapkan steak

"Kalau menjaga tubuhku sih benar, tapi tidak dengan diet ketat. Aku menjaga tubuhku dengan olahraga. Bukankah dance juga termasuk olah raga? Lagi pula aku ini tipe orang yang tidak mudah gemuk. Meskipun aku makan banyak, aku tetap tidak gemuk. Jadi aku tidak terlalu terobsesi dengan diet." Jawabnya panjang lebar.

Aku hanya mengangguk, benar juga. Kulihat sejak dulu aku belum debut, Yoona noona badannya tetap segini saja. Tidak pernah gemuk.

"Kulihat nafsu makanmu juga lumayan juga Kai..."

"Ne, hehehe.. Aku juga banyak makan. seperti Sehun dan Chanyeol hyung. Kadang aku mengambil snack dari member lain secara diam-diam saat lapar tapi tidak ada makanan. kkk" sepertinya obrolan semakin seru saat membicarakan makanan.

"Oh, ternyata kau sama sepertiku. Hahaha"


#Author POV

Setelah makan Kai mengantar Yoona kembali ke dorm. Dia sendiri setelah ini akan latihan bersama member EXO yang lain.

"Gomawo Kai sudah mengantarku pulang ke dorm." Yoona

"Ne noona, yasudah aku pergi dulu, setelah ini ada jadwal latihan." Kai

"Ne, hati-hati." Teriak Yoona sebelum Kai benar-benar meninggalkannya.

Kai hanya membalas dengan tersenyum. Lalu mobilnya sudah melesat meninggalkan Yoona yang segera masuk ke dalam dorm.


#Yoona POV

Aku berjalan memasuki dorm dengan senyum yang terus terpatri di wajahku. Entah kenapa hari ini aku sangat senang. Mungkin gara-gara bersama Kai tadi. Ehh?

"Eonni, kau sudah pulang?" tanya maknae padaku

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Yoong bagaimana latihanmu tadi? Kau akan berkolaorasi lagu apa?" tanya Yuri eonni yang tiba-tiba muncul.

"Melelahkan, tapi juga menyenangkan. Kami akan membawakan lagu Trouble Maker." Jawabku

"MWO?" teriak Seo dan Yuri eonni, begitu juga Hyo, Taeng, Sica, Fany,Soo, dan Sunny eonni yang baru datang.

"Aissh, tidak perlu teriak bisa kan. Lama-lama aku bisa tuli." Kataku menirukan Sooman sajangnim saat aku dan Kai memberikan respon yang sama tentang kolaborasi kami sambil menutup telinga.

"Tapi Yoong, bukankah Trouble maker itu lebih ke sexy dance?" tanya Hyo eonni

"Ne, sebenarnya aku juga agak keberatan. Tapi itu perintah dari Sooman sajangnim." Mereka hanya manggut-manggut mendengar penjelasanku.

"Ehm Yoong bagaimana rasanya melakukan sexy dance dengan Kai?" Yuri eonni tiba-tiba menggodaku sambil menoel daguku.

"Hmm, pasti menyenangkan. Ia kan?" kata Taeng eonni sambil mengedipkan sebelah matanya. Para member tak henti-hentinya menggodaku. Aku yakin sekarang pipiku sudah memerah karena malu.

"Ahh molla, sudahlah. Berhenti menggodaku." Kataku sambil mempoutkan bibirku. Mereka semua menertawakanku. Aissh, si maknae ikutan juga? Dasar kurang ajar.

"Sudahlah eonni-deul, kasihan Yoona eonni." Kata Seo menyudahi acara mereka mari-menggoda-Yoona.

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Akupun menyuruh mereka diam lalu mengangkat teleponku.

"Yeoboseyo?"

"..."

"Ne, ada apa oppa?"

"..."

"Tidak ada. Hari ini free."

"..."

"Hah? Mau kemana?"

"..."

Tuuttt. Issh, dasar evil. Seenaknya saja memutuskan sambungan telepon. Huhh


#Author POV

"Dari siapa deer?" tanya yuri pada Yoona. Ternyata semua member tadi memperhatikan Yoona saat ia menerima telepon.

"Kyuhyun oppa." Jawab Yoona singkat

"Ada apa memang?" giliran Taeyeon yang bertanya.

"Molla, dia mengajakku keluar nanti jam 7. Sudahlah eonni aku mau tidur, capek." Yoona melangkah meninggalkan member yang lain.

"Sebenarnya ada hubungan apa Kyu oppa sama Yoona?" gumam Hyoyeon

Member lain hanya mengedikkan bahu. Sebenarnya mereka juga penasaran, tapi mereka tidak mau bertanya dulu karena sepertinya Yoona sangat lelah. Lebih baik pertanyaannya disimpan saja untuk nati malam.


Pukul 7 malam.

Yoona berdandan sangat cantik. Ia mengenakan gaun pendek selutut-memperlihatkan kaki jenjangnya yang indah- berwarna biru tanpa lengan dengan model kerah v-neck, dengan kerutan di bagian pinggang, dan beberapa hiasan di sekitar dada. Gaun itu terkesan sederhana, tanpa hiasan yang berlebihan, tapi juga terkesan mewah dan anggun dipakai Yoona. Rambut panjangnya di gerai begitu saja. Ia memakai high heels berwarna senada dengan gaunnya menambah kesempurnaanyna malam ini. Ia juga membawa handbag manis dengan warna biru tua. Benar-benar sempurna...

"Aigoo, uri deer cantik sekali." Teriak Sooyoung saat Yoona keluar kamar dengan tatapan kagum

"Ne, eonni cantik sekali." Seohyun menimpali. Dan ia benar-benar takjub dengan kecantikan eonninya yang satu ini.

"Kalian itu terlalu berlebihan. Sudahlah sepertinya Kyu oppa sudah menunggu. Daah~" Yoona keluar dari dorm dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya.

Meninggalkan beberapa pasang mata yang memandang takjub kearahnya, tapi Yoona tidak peduli.

"Yoona terlihat seperti orang yang akan berkencan." Celetuk Tiffany

"Ne, kau benar."


#Kyuhyun POV

Aku sedang menunggu Yoona di depan dorm SNSD. Aku mengamati diriku sendiri. Setelah kupastikan rapi, aku kembali berdiri ke posisi semula. Aku menyibukkan diri dengan ponselku. Entahlah kenapa aku berpakaian seperti ini, kalau dibilang sih mungkin mirip orang yang akan berkencan dengan kekasihnya. Tunggu, kencan? Aigoo, apa ini bisa disebut kencan? Ah molla... yang pasti aku ingin terlihat rapi dan keren di mata rusa cantik.

Eh? Kenapa tiba-tiba aku gugup begini? Padahal aku kan sudah sering keluar bersama Yoona. Aishh...

Setelah menunggu beberapa saat-yang kugunakan untuk berpikir-, kudengar langkah kaki seseorang dengan heel-nya. Mungkin itu Yoona. Ku angkat kepalaku dan melihat ke arah seseorang yang berjalan ke arahku.

Deg

Deg

Deg

"Y-Yoona..."

.

.

.

.

.

.

.

.

.TBC

Annyeong, Chan balik lagi nih. Mian di chap ini pendek banget and ceritanya makin geje. Oh ya, anggap aja disini yang jadi ceo SM masih Sooman yah... chap berikutnya aku usahain lebih panjang.

R&R please...