Asahina Shizuka, gadis berusia 16 tahun yang ceria dan sangat suka tanaman. Bagaimana kisah 'cinta'nya dengan sang 'phantom sixth man' yang merupakan teman kecilnya?

.

.

.

KISEKI NO SEDAI NO KOI MONOGATARI

Disclaimer: Kuroko no Basuke – Fujimaki, Tadatoshi

Pairing: Kuroko x OC (Shizuka Asahina)

Warning : Agak OOC

Chapter 2: The Phantom and Gardener

"Uwaaa! Aku telat ke klub!" Kata Shizuka panik sambil memasukan buku-buku pelajarannya dengan terburu-buru.

"Yaampun Shizuka-chan! Tidak perlu terburu-buru begitu kan? Lagipula tanaman tidak akan mati hanya karena terlambat menyiramnya kan!" Kata Mako temannya.

"Tidak bisa! Jam-jam seperti ini bagus jika menyiram tanaman, dan nanti akan berpengaruh pada pertumbuhannya!" Sangkal Shizuka.

"Hhh... Ha'i ha'i..." Kata Mako akhirnya. Dia malas menanggapi Shizuka yang selalu berubah menjadi serius jika menyangkut tanaman.

"Yosh! Aku pergi duluan ya minna! Mako-chan!" Pamit Shizuka sambil berlari terburu-buru keluar kelasnya.

"Fufufu... Asahina lucu sekali ya!" Tawa salah satu teman sekelasnya.

"Iya, tapi sayangnya dia hanya tertarik pada tanaman, padahal dia manis loh!" Timpal anak yang lain yang langsung disetujui oleh anak-anak lain (khususnya laki-laki). Shizuka memang manis, dia memiliki rambut panjang berwarna coklat kemerahan yang selalu di ponytail, mata yang besar dengan iris berwarna seperti rambutnya dan tubuh yang mungil dibanding anak seusianya (152 cm) tapi disitulah daya tariknya, belum lagi sifat ceria dan ramahnya yang membuatnya banyak disukai teman-temannya.

'Mou... Ini gara-gara sensei memberi tugas tambahan! Huft... harus cepat!' Batin Shizuka, dia berlari sangat cepat tanpa memperhatikan jalan dan... BRUAGH! Diapun menabrak orang (anak laki-laki) didepannya.

"Ittai..." Rintih keduanya.

"Oi Kuroko! Kau tidak apa-apa?!" Seru sebuah suara lain dari jauh.

'Kuroko?' Batin Shizuka, dia sepertinya familiar dengan nama itu.

"Aku tidak apa-apa Kagami-kun." Jawab Kuroko singkat dan diapun melihat kearah gadis yang menabraknya. "Kau tidak apa-apa?" Tanya Kuroko padanya sambil mengulurkan tangannya, Shizukapun menyambut uluran tangan itu dan mulai berdiri.

"Aku tidak apa-apa... Maaf sudah menabrak-eh? Kuroko-kun?! Kau benar-benar Kuroko-kun kan?!" Kata Shizuka riang saat melihat wajah Kuroko.

"Etto... Kau Asahina-san kan?" Kata Kuroko berusaha mengingat-ingat wajah Shizuka.

"Iya! Syukurlah kau masih mengingatku!" Kata Asahina disertai senyum.

"Iya, tentu saja, kita satu TK kan?" Jawab Kuroko.

"Un! Aku tidak menyangka akan bertemu lagi disini! Kau kelas berapa?" Tanya Shizuka semangat. Dia sangat senang bertemu teman dekatnya saat TK dulu.

"Aku di 1-B. Kau?"

"Aku 1-D!" Jawab Shizuka, namun tiba-tiba dia teringat sesuatu. "Ah! Tanaman! Maaf ya Kuroko-kun, aku harus pergi, maaf karena sudah menabrakmu! Jaa ne, kapan-kapan kita ketemu lagi ya!" Kata Asahina, lalu dia pergi sambil berlari lagi, tidak lupa dia melambaikan tangannya pada Kuroko sebelum pergi. Kagami pun menghampiri Kuroko yang sendirian setelah ditinggal Shizuka.

"Siapa anak tadi Kuroko?" Tanya Kagami.

"Teman TK-ku Kagami-kun, Asahina Shizuka." Jawab Kuroko.

"Hee... Begitu."

"Oh iya Kagami-kun, sepertinya kita harus cepat pergi ke gym sebelum pelatih marah."

"Ah! Shimatta! Bisa-bisa porsi latihan kita ditambah! Ayo cepat Kuroko!" Kata Kagami, mereka berduapun berlari kearah gymnasium sambil membayangkan wajah seram Riko yang mengamuk karena mereka telat latihan. Sementara itu Shizuka...

"Aaa! Maaf aku terlambat tanaman-tanamanku tersayang..." Kata Shizuka sambil mengambil sapu halaman dan membersihkan daun-daun disitu, tidak lupa mencabuti rumput liar, lalu ia mengambil selang, menyalakan air, dan mulai menyirami tanaman disitu.

"Fufu... Cepatlah mekar ya bunga-bunga yang cantik..." Kata Shizuka sambil tersenyum dan mulai bersenandung kecil. Dia sangat bahagia bersama tanaman-tanaman itu. Selesai menyirami tanaman, diapun mengecek peralatan berkebun, lalu merapihkannya dan mencatat kegiatannya di agenda klub berkebun. Anggota klub berkebun memang tidak banyak dan beberapa seniornya juga sudah tidak aktif, Shizukalah yang paling aktif disini karena dia memang sangat menyukai tanaman. Selesai melakukan itu dia terduduk di bangku panjang yang ada disitu sambil menikmati angin sore. Tidak terasa matahari sudah tenggelam. Tiba-tiba...

"Asahina-san."

"Huaaa! K-K-K-Kuroko-kun?!" Jerit Shizuka terkejut saat melihat teman kecilnya.

"Iya. Maaf Mengejutkanmu, Asahina-san." Kata Kuroko.

"Fuuh... Kau ini... Belum pulang?" Tanya Shizuka.

"Aku baru selesai dari kegiatan klub dan melihat Asahina-san sendirian disini. Asahina-san sendiri kenapa belum pulang?" Tanya Kuroko balik.

"A-ah... Aku keasikan disini, sampai-sampai lupa waktu, hahaha..." Jawab Shizuka disertai tawa garing.

"Kalau begitu bagaimana jika kita pulang bersama? Lagipula ini sudah gelap." Tawar Kuroko.

"Eh? Tidak apa-apakah? Baiklah kalau begitu!" Kata Shizuka riang. Diapun mengambil tasnya dan berjalan bersama Kuroko.

"Apa Kuroko-kun masih tinggal di rumah yang lama?" Tanya Shizuka.

"Yah, begitulah, ngomong-ngomong setelah pindah ke Hokaido saat TK, sekarang kau tinggal dimana?" Tanya Kuroko balik.

"Sekarang aku tinggal di 'Pine Mansion'... Aku tinggal sendiri karena orang tuaku masih di Hokaido. Ngomong-ngomong Kuroko-kun ikut klub apa?"

"Aku ikut klub basket."

"Hee... Kau melanjutkannya ya... Aku selalu menonton pertandinganmu selama SMP loh, walaupun hanya lewat TV sih... Timmu hebat!" Puji Shizuka.

"Terima kasih Asahina-san." Kata Kuroko sambil tersenyum kecil.

"Tapi Kuroko-kun tidak berubah ya..." Kata Shizuka tiba-tiba.

"Eh?" Kurokopun menatapnya bingung.

"Hmm... Apa ya? Masih seperti dulu, Kuroko-kun yang terlalu kaku dan formal, memiliki keberadaan yang tipis dan sulit disadari, tidak menonjol..." Entah kenapa mendengar ucapan Shizuka seperti ada panah kasat mata yang menembus Kuroko.

"Tapi..." Lanjut Shizuka. "Kuroko-kun yang selalu bersungguh-sungguh juga tidak berubah, benar-benar Kuroko-kun yang selalu kusukai!" Kata Shizuka akhirnya tidak lupa dengan senyum yang menghiasi wajahnya, mendengar kalimat terakhir itu entah kenapa pipi Kuroko terasa memanas, untunglah Shizuka tidak melihat wajah Kuroko, jika iya, Shizuka bisa melihat pipi Kuroko memerah sekarang.

"Te-terima kasih..." Kata Kuroko pelan. Sementara Shizuka hanya tersenyum.

"Ngomong-ngomong Kuroko-kun... Kenapa dijalanan banyak yang menjual coklat dan banyak pernak-pernik pink ya?" Kata Shizuka polos.

"Sepertinya karena satu minggu lagi valentine days, Asahina-san..." Jawab Kuroko.

"Hmm... Valentine ya..." Gumam Shizuka. "Ah... Ngomong-ngomong Kuroko-kun suka coklat kan?"

"Lumayan." Jawab Kuroko singkat.

"Kalau begitu tunggu sebentar ya..." Kata Shizuka, diapun menghampiri salah satu stand coklat dan membeli sebatang coklat.

"Ini untuk Kuroko-kun!" Kata Shizuka lagi sambil memberikan coklat yang ada ditangannya.

"Eh... Tapi bukannya valentine masih satu minggu lagi ya?" Tanya Kuroko bingung.

"Memangnya memberikan coklat harus dihari valentine ya?" Tanya Shizuka balik.

"Tidak sih... Hanya saja..." Kurokopun bingung bagaimana menjelaskannya.

"Hanya saja?" Kata Shizuka penasaran dengan kelanjutan perkataan Kuroko.

"Tidak, lupakan saja... Terima kasih Asahina-san." Kata Kuroko akhirnya. Diapun menerima coklat dari Shizuka.

"Nee, Kuroko-kun, berhentilah memanggilku Asahina, panggil saja Shizuka, kita teman sejak kecil kan?" Pinta Shizuka.

"Wakarimashita. Jaa, Shizuka-san."

"Nah, begitu lebih baik!" Kata Shizuka.

"Sampai disini saja Kuroko-kun, rumahku sudah dekat! Terima kasih sudah mengantarku!" Kata Shizuka lagi sesampainya di perempatan jalan.

"Baiklah. Kalau begitu, hati-hati ya Shizuka-san..." Kata Kuroko.

"Ha'i~ Terima kasih banyak ya Kuroko-kun! Matta Ashita!" Kata Shizuka riang sambil melambaikan tangannya pada Kuroko, yang hanya dibalas senyuman kecil oleh Kuroko.

Keesokan Harinya

"Aku ingin memberikan coklat pada Takamura dari kelas 1A!" Kata seorang siswi perempuan.

"Kalau aku ingin memberikannya pada Suzuki-kun!" Timpal siswi lain.

"Kalau aku ingin memberi pada Izuki-senpai!" Kata siswi yang lain lagi, dan seterusnya. Mereka terus membicarakan pada siapa coklat yang akan mereka berikan.

"Kalian sedang membicarakan apa?" Tanya Shizuka yang baru datang pada teman-teman perempuannya.

"Ah! Ohayou Shizuka-chan!" Sapa Mako yang tidak langsung menjawab pertanyaan Shizuka.

"Ohayou Mako-chan, minna... Jadi, kalian sedang membicarakan apa?" Tanya Shizuka lagi.

"Kami sedang membicarakan valentine nanti Shizuka-chan, kami berencana akan membuat coklat bersama, apa Shizuka-chan berminat?" Ajak Rina salah satu teman Shizuka.

"Mana mungkin Shizuka-chan tertarik kan? Dia-" Belum selesai Mako berbicara, Shizuka menyelanya.

"Aku mau ikut!" Jawab Shizuka semangat.

"E-eh?! Serius?!" Kata Mako kaget.

"Un!" Kata Shizuka mantap.

"Hee? Kau membuat coklat valentine untuk siapa? Jangan bilang untuk dimakan sendiri..." Kata Mizuki.

"Hidoiii! Aku ingin membuat untuk teman kecilku..." Kata Shizuka sambil cemberut karena mendengar kata-kata Mizuki.

"Eeeh?! Kenapa tiba-tiba?!" Kata teman sekelasnya yang lain.

"Habis, kemarin aku memberikan dia coklat, tapi dia bilang 'Valentine days kan seminggu lagi' jadi kupikir dia akan lebih senang jika kuberi coklat lagi di valentine days nanti..." Jawab Shizuka polos.

"Kyaaa! Akhirnya musim semi Shizuka-chan datang juga!" Kata Mako sambil memeluk Shizuka.

"E-eh?" Respon Shizuka bingung.

"Iya, syukurlah, kupikir dia akan menikahi tanaman-tanaman itu." Kata Rina terharu.

"Tenang saja Shizuka-chan! Aku akan membantumu membuat coklat yang sangat enak untuk teman kecilmu itu!" Seru Nina sambil menggenggam tangan Shizuka.

"Eeeh?!" Shizuka semakin bingung melihat ekspresi teman-temannya yang menurutnya berlebihan itu. Dan akhirnya Shizuka hanya menatap bingung sambil bersweatdrop ria karena sekarang teman-teman perempuannya heboh membicarakan seperti apa teman kecil Shizuka

'Apa seistimewa itu memberi coklat dihari valentine?' Batin Shizuka. Selama ini dia tidak pernah merayakan valentine, karena dia berpikir memberi coklat tidak harus valentine kan?

3 Hari Kemudian

Pulang sekolah seperti biasa Shizuka melakukan aktivitasnya di klub berkebun, dia mulai membersihkan taman dan rumah kaca, merapihkan tanaman dan terakhir menyiramnya. Setelah itu dia mengecek peralatan berkebun dan menulis kegiatannya di agenda klub. Sayup-sayup dia mendengar pluit basket dari gym, karena letak klub berkebun dan gym lumayan dekat.

'Kuroko-kun sepertinya masih latihan...' Pikir Shizuka. Dia sangat senang bertemu Kuroko lagi, dia sangat meridukan teman kecilnya itu setelah 10 tahun tidak bertemu.

'Apa aku pergi melihatnya latihan saja ya?' Pikir Shizuka lagi. Diapun mengemasi barang-barangnya dan pergi ke gymnasium untuk melihat Kuroko latihan. Sesampainya disana, Shizuka tidak berani masuk, dia hanya mengintip dari pintu masuk gymnasium dan melihat Kuroko yang sedang berlatih. Melihat Kuroko yang sedang berlatih dengan serius entah kenapa membuatnya terpesona.

'Kuroko-kun memang sangat berbeda saat bermain basket... Dia terlihat benar-benar keren...' Batin Shizuka. Tanpa sadar dia tersenyum sendiri melihat Kuroko dan jantungnya berdebar-debar.

'A-aku kenapa?' Kata Shizuka sambil memegang dadanya, sehingga dia tidak sadar kalau latihan basket sudah selesai dan saat ini Kuroko sedang berjalan menghampirinya.

"Shizuka-san?" Panggil Kuroko.

"E-eh? Ah... Ku-Kuroko-kun?" Kata Shizuka kaget, wajahnya agak memerah melihat Kuroko berdiri dihadapannya. Sementara itu didalam para anggota tim basket berbisik-bisik.

"Siapa anak itu? Manis sekali..." Kata Koganei dengan mata 'bling-bling'.

"Iya, dia mungil sekali ya..." Kata Izuki, sementara Mitobe dan Hyuga menganggukan kepala setuju.

"Katanya dia teman kecil Kuroko sih..." Jawab Kagami santai.

"Eeeh? Teman kecil? Beruntung sekali ya Kuroko... Sudah memiliki teman SMP yang cantik dan seksi seperti Momoi-san, dan dia juga memiliki teman kecil yang manis..." Kata Teppei iri. Riko yang penasaran pun memilih langsung menghampiri Kuroko dan Shizuka.

"Hee? Siapa ini Kuroko-kun?" Tanya Riko sambil merangkul Kuroko.

"Dia teman kecilku, namanya Asahina Shizuka, Shizuka-san, ini pelatihku, Aida Riko-san." Kata Kuroko memperkenalkan mereka berdua.

"Asahina Shizuka desu... Yoroshiku onegaishimasu..." Kata Shizuka sopan.

"Ah, watashiwa Aida Riko desu, Riko tomoshimasu, douzo yoroshiku naa Shizuka-chan!" Kata Riko ramah. "Bagaimana jika kau masuk saja sambil menunggu Kuroko-kun ganti baju? Diluar dingin kan?" Ajak Riko ramah.

"Pelatih benar, ayo masuk saja Shizuka-san." Timpal Kuroko.

"Ba-baik... Maaf mengganggu." Kata Shizuka. Diapun masuk kedalam gym dan berkenalan dengan para anggota tim basket Seirin.

"Nee shizuka-chan, bagaimana jika kau ikut bersama kami ke Maji Burger?" Tawar Riko.

"Apa tidak apa-apa?" Kata Shizuka ragu.

"Tidak apa-apa, makin ramai makin seru!" Kata Teppei sambil tersenyum.

"Baiklah kalau begitu." Jawab Shizuka sambil tersenyum kecil.

Sesampainya disana mereka pun memesan makanan dan Shizuka kaget melihat porsi makan Kagami yang luar biasa, yang hanya dijawab 'Itu biasa untuknya' oleh para anggota tim basket. Merekapun mulai bertanya-tanya mengenai Kuroko pada Shizuka.

"Nee Shizuka-chan, kudengar kalian satu TK? Apa itu benar?" Tanya Koganei.

"Iya, itu benar... Tapi saat masuk SD aku pindah ke Hokaido." Jawab Shizuka.

"Waktu Kuroko-kun TK seperti apa?" Tanya Riko.

"Iya-iya, seperti apa dia dulu? Apa invisible juga seperti sekarang?" Tambah Hyuga dan anggota lain.

"Senpai..." Kata Kuroko sweatdrop.

"Hmm... Begitulah, sejak kecil entah kenapa Kuroko-kun memiliki hawa keberadaan yang tipis, jadi jarang ada yang menyadarinya..." Kata Shizuka sambil tertawa kecil mengingat Kuroko pernah tidak kebagian tempat untuk tidur siang karena senseinya dulu tidak menyadari keberadaan Kuroko dan berakhir tidur bersama dengan Shizuka, atau saat pembagian snack Kuroko tidak kebagian dan banyak lagi.

"Jadi bagaimana awalnya kalian bisa dekat?" Tanya Riko lagi.

"Awalnya aku juga tidak menyadari keberadaan Kuroko-kun, awalnya malah kukira Kuroko-kun itu hantu karena jarang ada anak-anak yang menyadari keberadaanya, aku hanya penasaran dengan anak laki-laki yang selalu bermain bola sendirian..." Kata Shizuka sambil mengingat masa lalunya.

Flashback

"Nee, kenapa kau selalu bermain sendiri?" Sapa Shizuka kecil pada Kuroko yang saat ini bermain sendirian dengan bola merah miliknya.

"Tidak ada yang menyadari keberadaanku, jadi yasudah aku main sendirian saja..." Jawab Kuroko kecil kalem.

"Hee... Kasihan... Kalau begitu mulai sekarang bagaimana jika kita bermain bersama saja?" Ajak Shizuka.

"Apa tidak apa-apa?" Tanya Kuroko ragu.

"Tentu saja! Kita teman kan?" Kata Shizuka sambil tersenyum. Dan setelah itu mereka selalu bersama-sama. Tapi saat kelulusan TK mendadak Shizuka harus pindah ke Hokaido karena pekerjaan orang tua Shizuka.

"Hiks... Aku tidak mau pindah ke Hokaido... Aku mau disini saja dan masuk ke SD yang sama dengan Kuroko-kun hiks..." Tangis Shizuka didepan Kuroko. Dia dan Kuroko bertemu sehari sebelum keluarga Shizuka akan pindah. Tiba-tiba Kuroko menepuk puncak kepala Shizuka dan mengusapnya pelan.

"Tidak apa-apa ko' Asahina-chan, walaupun kita berpisah, kita tetap teman kan? Dan aku yakin, suatu hari nanti kita akan bertemu lagi... Tersenyumlah." Kata Kuroko berusaha menenangkan Shizuka.

"Be-benarkah? Arigatou Kuroko-kun!" Kata Shizuka sambil mengusap air matanya dan berusaha tersenyum, Kurokopun mengangguk mantap.

"Shizuka... Kau disini rupanya..."

"Ibu!" Kata Shizuka menghampiri ibunya.

"Ayo kita pulang, kita masih harus mengemasi barang-barangmu." Ajak ibu Shizuka.

"Un... Baiklah..." Jawab Shizuka.

"Kalau begitu aku juga pulang dulu ya Asahina-chan... Sayonara..." Kata Kuroko sambil berjalan pergi.

"Ma-matte Kuroko-kun!" Panggil Shizuka. "Kita pasti akan bertemu lagi ya?! Janji ya?!" Kata Shizuka lagi.

"Iya. Aku janji." Jawab Kuroko.

"Baiklah... Bye-bye Kuroko-kun!" Kata Shizuka riang sambil melambaikan tangannya dan Kuroko pun membalas lambaian tangannya. Dan merekapun tidak pernah bertemu lagi setelah itu.

Flashback Off

"...Setelah bertahun-tahun tidak ada kabar mengenai Kuroko-kun, aku tidak sengaja menonton pertandingan basket tingkat SMP dari TV, dan ada tim basket yang dijuluki 'Kiseki no Sedai' karena penasaran, akupun menontonnya, saat menonton pertandingan itu aku tidak sengaja melihat Kuroko-kun bermain... Aku sangat senang saat tahu Kuroko-kun baik-baik saja dan permainannya keren..." Kata Shizuka mengakhiri ceritanya disertai senyuman dari bibirnya.

"Huaaa, keren!" Komentar para anggota basket.

"Apa Shizuka-chan juga tahu kalau Kuroko bersekolah di Seirin?" Tanya Teppei. Shizukapun menggelengkan kepalanya.

"Tidak, aku tidak tahu. Aku hanya tahu Kuroko-kun berada di Tokyo, tapi aku tidak tahu pastinya dia bersekolah dimana... Kebetulan orang tuaku mengijinkanku bersekolah di Tokyo, dan apartemen yang disewakan dekat dengan Seirin, jadilah aku memilih Seirin, dan beberapa hari yang lalu bertemu dengan Kuroko-kun." Jawab Shizuka.

"Benar-benar seperti takdir, iya kan Kuroko-kun?" Kata Riko. Kuroko hanya menganggukan kepalanya.

"Pertannyaan terakhir dariku! Shizuka-chan apa kau menyukai Kuroko-kun?!" Tanya Riko semangat. Wajah Kuroko dan Shizukapun memerah mendengar pertanyaan Riko.

'Mereka berdua manis sekali...' Batin semua yang ada disitu. Perlahan kepala Shizuka mengangguk.

"Te-tentu saja, aku sangat menyukai Kuroko-kun... Dia temanku yang sangat berharga..." Jawab Shizuka. Mendengar itu entah kenapa Kuroko merasa 'sedikit' kecewa. Dan hening diantara mereka semua.

"Ma-maa... Sudah malam, bagaimana kalau kita pulang?" Kata Kagami memecahkan keheningan tersebut.

"Ah! Kau benar Kagami! Ayo kita pulang!" Ajak Teppei. Mereka semuapun bubar, dan seperti biasa, Kuroko mengantar Shizuka pulang. Hening diantara mereka berdua. Sesampainya di perempatan menuju rumah Shizuka...

"Ba-baiklah... Kalau begitu sampai nanti ya Kuroko-kun!" Kata Shizuka dengan senyum yang agak dipaksakan.

"Iya, sampai nanti Shizuka-san..." Kata Kuroko, tapi saat Kuroko akan berjalan pergi, Shizuka menarik tangannya.

"Ku-Kuroko-kun... Soal aku yang menyukai Kuroko-kun, itu bukanlah kebohongan!" Entah kenapa Shizuka sangat ingin mengatakan itu. Kuroko hanya tersenyum kecil mendengarnya.

"Aku tahu..." Jawab Kuroko kemudian, diapun menepuk kepala Shizuka. "Jaa, oyasumi Shizuka..." Kata Kuroko tanpa menggunakan embel-embel 'san' di nama Shizuka. Mendengar itu wajah Shizuka merona.

"O-oyasumi Kuroko-kun..." Jawab Shizuka. Dan merekapun berpisah.

Esok Harinya (13 Februari)

"Yosh! Ayo kita mulai membuat coklat valentine bersama!" Seru Mizuki teman sekelas Shizuka yang dibalas dengan semangat oleh anak-anak perempuan lainnya termasuk Shizuka. Saat ini mereka berada di rumah Mizuki. Mereka semua memperhatikan dengan serius instruksi dari Nina (Karena dia yang paling ahli dalam membuat coklat). Mereka semuapun mulai mengiris kecil coklat batangan yang sudah disediakan dan mulai memanaskannya, setelah itu merekapun menaruhnya ke cetakan, ada yang mencampurnya dengan strawberry dan sebagainya lalu mendinginkannya. Shizuka sendiri membuat coklat dua warna yaitu hitam dan putih. 'Karena Kuroko-kun suka vanila, jadi aku juga memakai coklat putih.' Pikirnya.

"Nee, Shizuka-chan, kenapa kau malah mencetaknya menggunakan cetakan bulat dan err... baju?" Tanya Mako saat melihat cetakan Shizuka.

"Eh? Memangnya kenapa?" Tanya Shizuka balik.

"Biasanya kan coklat valentine itu berbentuk hati atau boneka, bunga, dan lain-lain..." Jelas Mako.

"Ooo begitu... Tapi kurasa yang disebutkan Mako-chan tadi kurang cocok dengan imejnya..." Kata Shizuka.

"Ha?" Kata makoto bingung.

"Memangnya orang yang ingin kau beri itu siapa dan seperti apa orangnya?" Tanya Nina penasaran.

"Hmm... Namanya Kuroko Tetsuya, temanku sejak kecil... Dia dari klub basket. Dia orang yang seperti apa ya? Yang pasti orangnya itu sangat baik!" Jelas Shizuka ceria.

"Hee... Begitu ya..." Kata Nina sambil mengangguk-angguk.

"Kau menyukainya ya Shizuka-chan?" Kata Mizuki jahil.

"Eh? Tentu saja kan... kami kan teman sejak kecil." Jawab Shizuka enteng. Mendengar itu teman-temannya bersweatdrop ria(?).

"Bukan suka yang seperti itu Shizuka-chan... Tapi suka sebagai perempuan terhadap laki-laki!" Kata Rina gemas.

"Ng... Itu suka yang seperti apa? Apa beda dengan suka sebagai teman?" Tanya Shizuka bingung.

'Ukh... Dia ini payah sekali...' Batin teman-teman Shizuka.

"Hhh... Tentu saja beda! Kau terlalu banyak menghabiskan waktu dengan tanaman sih... Bagaimana ya menjelaskannya? Pokoknya kau ingin dia juga berbalik menyukaimu, kau selalu merasa nyaman bila didekatnya, dan kadang hanya melihatnya saja jantungmu selalu berdebar lebih keras... Oia, kau juga akan merasa sesak jika dia dekat-dekat perempuan lain... Kira-kira begitulah." Jelas Nina panjang (walaupun sebetulnya dia sendiri juga bingung dalam menjelaskannya).

" Hmm... Begitu ya... Aku tidak tahu..." Kata Shizuka bingung.

'Perasaanku pada Kuroko-kun ya...' Batin Shizuka.

"Ah... Coklatnya sudah keras! Ayo kita hias!" Ajak Mizuki.

Shizukapun mulai menghias coklat buatannya, yang berbentuk baju dia menulis angka sebelas dan memberinya motif seperti uniform basket Seirin, lalu untuk coklat yang berbentuk bulat, dia menghiasnya sehingga membentuk seperti bola basket.

Selesai menghias, Shizukapun memasukan coklat buatannya kedalam kotak dan membungkusnya dengan kertas kado putih bercorak polkadot merah, tidak lupa dia juga memberikan hiasan pita berwarna merah.

'Semoga Kuroko-kun senang menerimanya...' Harap shizuka sambil tersenyum.

Hari Valentine, 14 Februari

Sejak pagi, sepanjang jalan disekolahnya Shizuka melihat banyak sekali anak perempuan memberi coklat pada anak laki-laki, bahkan sampai sekarang (pulang sekolah) dia masih melihat anak perempuan yang memberi coklat.

'Aku juga harus cepat memberi coklat ini pada Kuroko-kun!' Batinnya. Diapun pergi menuju gymnasium tempat berlatih klub basket. Sesampainya disana, diapun melihat sosok Kuroko dan berniat menghampirinya. Namun niatnya terhenti saat mendengar teriakan seorang gadis.

"Tetsu-kun!" Panggil gadis cantik bersurai merah muda itu. Entah kenapa Shizuka memutuskan untuk melihat dari jauh. Dia melihat gadis cantik itu memeluk Kuroko dan memberinya coklat.

'Ke-kenapa dadaku sakit melihat gadis itu memeluk Kuroko-kun? Gadis itu siapa?' Batin Shizuka. Diapun memutuskan untuk pergi menuju rumah kaca tempat klub berkebun, tanpa ia sadari Kuroko melihatnya.

Dirumah kaca, Shizuka membersihkan daun-daun yang berguguran atau layu dari tanaman, setelah menyelesaikan kegiatannya itu diapun berjongkok memperhatikan tanaman disitu.

"Hmm... Melihat kalian rasanya membuat tenang..." Kata Shizuka sambil tersenyum pada tanaman-tanaman tersebut. Namun tiba-tiba dia teringat lagi dengan gadis yang tadi memeluk Kuroko. "Ukh... Tapi kali ini sepertinya tidak..." Lanjutnya lemas.

'Kau juga akan merasa sesak jika dia dekat-dekat perempuan lain...' Tiba-tiba penjelasan Nina tentang 'suka' teringat dibenaknya.

"Apa ini artinya aku menyukai Kuroko-kun?" Bisik Shizuka. Diapun melihat bingkisan coklat valentine untuk Kuroko dan mengambilnya sambil menatap bingkisan itu sedih.

"Sebaiknya tidak jadi kuberikan sajalah..." Kata Shizuka sambil menghela nafas.

"Kenapa tidak jadi?" Tanya sebuah suara dan itu membuat Shizuka sangat kaget.

"Huaaa! K-K-Kuroko-kun?! Sejak kapan?!" Kata Shizuka kaget. 'Untung aku tidak punya penyakit jantung!' Pikirnya.

"Sejak tadi. Kenapa tadi Shizuka-san pergi begitu saja?" Tanya Kuroko.

"Ah.. Ng... Itu... Tadinya aku mau memberikan ini padamu, tapi saat melihat pacarmu datang aku jadi tidak enak mengganggu kalian, dan aku takut dia salah paham, jadi aku memutuskan untuk pergi saja hehehe..." Kata Shizuka sambil tertawa garing. Mendengar itu Kuroko hanya diam saja.

"Ah iya! Selamat ya! Pacarmu cantik sekali Kuroko-kun! Kenapa kau tidak bilang kalau punya pacar secantik itu? Dasar!" Kata Shizuka lagi, dia memaksakan dirinya untuk terus tersenyum dihadapan Kuroko walau saat ini hatinya sangat sakit.

"...Yang kau maksud pacarku itu, maksudnya Momoi-san?" Kata Kuroko akhirnya.

"Eh?" Kata Shizuka bingung.

"Kau salah paham Shizuka-san, Momoi-san bukan pacarku, dia manager tim basketku saat SMP." Jelas Kuroko.

"E-Eh... Tapi tadi dia memelukmu..." Kata Shizuka ragu.

"Dia memang selalu seperti itu Shizuka-san." Jelas Kuroko lagi.

"Be-begitu ya... hahaha..." Kata Shizuka malu sekaligus bingung harus bereaksi apa. 'Fuuh syukurla-eh?! Kenapa aku bersyukur?!' Teriak Shizuka dalam hati sambil memegangi kedua pipinya yang sekarang memerah.

"Jadi Shizuka-san... Boleh kuminta jatahku?" Tanya Kuroko.

"Eh? Jatah apa maksudmu?"

"Itu." Kata Kuroko sambil menunjuk bungkusan coklat valentine.

"U-un..." Kata Shizuka sambil mengangguk malu dan dia menyerahkannya pada Kuroko. "Ha-happy Valentine day Kuroko-kun..." Kata Shizuka sambil tersenyum manis, sehingga membuat pipi Kuroko memerah.

"Te-terima kasih Shizuka-san..." Kata Kuroko. "Bagaimana jika kita pulang bersama?" Ajaknya.

"Un! Ayo!" Shizukapun segera mengambil tasnya dan keluar sambil menggenggam tangan Kuroko. Kuroko yang awalnya terkejut pun akhirnya tersenyum kecil dan membalas genggaman tangannya.

'Aku tidak tahu bagaimana perasaanku padanya, tapi untuk saat ini, ini saja sudah cukup.' Batin Shizuka.

END

Author's note:

Yeeeiiiyy! Akhirnya chapter ini selesai juga! *sembah sujud(?)*

Sumfeh, pas bikin chapter ini otak lagi ngeblank banget jadi beginilah, maaf kalau kurang memuaskan, terutama endingnya... m(_ _)m

Oke, ditunggu review, saran, kritik, dll-nya :3

Terakhir, Happy Valentine day minna-san! :DD