-Tower-
*Ch 2*
Story by: Kiriko Alicia
Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp
Rating: T
Pairing (Main): Kagamine Rin X Kagamine Len; Kagamine Rinto X Kagamine Lenka
Genre: Romance, Mystery, Hurt/Comfort.
Warning: Cerita gaje, alur lambat/ngebut, typo merambat dimana-mana, dan cerita ini dapat mengakibatkan berbagai macam reaksi terhadap para pembacanya (Menangis terharu, tertawa ngakak, kesel-kesel sendiri karena pairing lainnya tidak sesuai harapan, dll). All in Normal Pov.
Summary: Ditengah kegelapan malam yang penuh akan misteri, terdengarlah suara tangisan yang menyayat hati. Suara itu begitu pilu… Dan mendendam kesedihan yang tinggi. Siapapun itu… Apa kau berniat memecahkan teka-teki ini?
Ketiga anak itu kini tengah memanjat gerbang dengan tinggi sekitar dua meter tersebut dengan cepat. Bagi ketiga orang tersebut, hal seperti ini bukanlah sesuatu yang besar.
Lenka, yang pertama kali sampai di bawah, langsung berlari ke arah belakang. Meninggalkan Rinto dan Len yang kemudian mengikutinya sampai di halaman belakang.
"Lenka, mengapa kau membawa kami-"
Kata-kata Rinto terputus ketika melihat pemandangan yang kini berada di depan matanya. Sebuah petak besar yang penuh dengan berbagai macam bunga yang memiliki berbagai macam warna. Lenka kini sedang duduk di sebelah petak bunga tersebut sambil memetik salah satu daun semanggi disana.
"Kau bisa lihat sendiri kan? Aku menemukan petak bunga ini kemarin," Jawab Lenka seadanya sambil memutar-mutar daun semanggi yang berada di tangannya.
"Aku tidak pernah menyangka ada petak bunga disini," Timpal Len sembari berjalan melihat-lihat petak bunga tersebut.
"Aku juga tidak," Ucap Rinto datar lalu beranjak ikut duduk di sebelah Lenka. Tak lama kemudian, Len pun ikut duduk di depan Lenka dan Rinto.
"Bagaimana kalau kita membuat rangkaian bunga?" Tanya Lenka antusias. Len dan Rinto langsung mendelik saat Lenka mengatakan hal itu.
"Apa?!" Koor mereka dengan wajah horror.
"Iya, kita akan merangkai bunga! Apalagi pasokan bunga yang berada disini juga memadai," Ucap Lenka sambil memiringkan kepalanya sedikit, terkejut dengan reaksi mereka.
"Atau… Jangan-jangan Rinto dan Len tidak dapat merangkai bunga?"
.
.
.
Kini seorang gadis tengah berlari pelan menelusuri jalan. Gadis itu memiliki rambut berwarna honeyblond yang separuh belakangnya tertutupi oleh kerudung hitam yang dikenakannya.
Orang-orang di jalan tidak memerhatikannya sama sekali dan merasa sang gadis hanyalah angin yang berlalu. Sang gadis yang sudah terbiasa akan hal tersebut hanya terus berlari tanpa memedulikan mereka.
Kini ia tengah berbelanja untuk membeli cadangan makanan untuk beberapa bulan ini. Ia menggengam erat kantung berisi berbagai macam makanan tersebut lalu terus berlari menuju menara.
Langkahnya ia percepat ketika mendengar beberapa orang berbisik-bisik mengenai dirinya. Berusaha terlihat seakan-akan ia tidak mendengarkan, ia pun terus berlari dengan kencang sampai ke gerbang menara yang telah dikuncinya sebelum ia pergi.
Gadis tersebut segera mengeluarkan kunci secara diam-diam dari sakunya, lalu memasukannya ke dalam gembok gerbang tersebut. Merasa belum aman, ia cepat-cepat membuka gerbang tersebut, membiarkannya terus terbuka dan masuk ke dalam menara, namun sebuah suara sayup-sayup menarik perhatiannya.
"Hey, Rinto! Kalau merangkai bunga itu yang betul! Seperti ini lho!"
"Rinto?" Batin gadis berkerudung hitam tersebut dengan kebingungan. Ia yakin tadi telah mengunci pintu, sehingga orang-orang takkan mungkin dapat masuk ke dalam. Terusik oleh rasa penasaran yang besar, ia pun melangkahkan kakinya keluar ke belakang menara, tempat dimana ia mengurus bunga-bunga yang ditanam oleh ibunya.
Semakin ia mendekat, ia semakin mendengar suara tawa. Bukan hanya seorang, ada beberapa orang disana. Rasa khawatir, binggung, dan juga takut pun bercampur menjadi satu.
"Bagaimana mereka dapat masuk kemari?" Batinnya. Kemudian ia pun akhirnya dapat melihat mereka, dengan cara mengintip sedikit dari balik tembok.
"… Rupanya hanya sekelompok anak yang bermain di dekat petak bunga…," Batin gadis itu sembari menghela nafas lega. Ia pun segera berbalik, berniat untuk pergi dari tempat tersebut. Namun…
KRAK!
Tanpa sengaja, ia menginjak sebuah ranting hingga patah, dan juga membuat Len, Lenka, dan Rinto menghentikan aktifitas mereka sejenak karena mendengar suara tersebut.
"Sial," Umpat gadis berkerudung hitam tersebut ketika menyadari bahwa ketiga anak tersebut kini tengah menghentikkan aktifitas mereka karena suara yang dibuatnya. Ia pun langsung berlari masuk ke dalam menara, membuat suara derap langkah yang cukup keras.
Spontan, Len, Rinto, dan Lenka melihat ke arah suara dan melihat sebuah bayangan kini tengah berlari pergi. Len yang penasaran pun langsung beranjak kesana dan melihat sebuah kantung. Ia pun mengangkat kantung berisi makanan tersebut dengan pandangan binggung. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu gerbang. Pintu yang awalnya dikunci kini tengah terbuka lebar.
"Apa ada orang yang tinggal disini?" Pikirnya dengan raut wajah kebinggungan.
.
.
.
"Hosh… Hosh…," Nafas gadis berkerudung hitam itu kini tengah terengah-engah karena ia telah berlari cukup lama. Memang, dari halaman belakang menuju ke dalam menara lantai atas memerlukan waktu yang cukup lama.
Tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu…
"Ah! Kantung belanjaanku!" Pekiknya kaget lalu beranjak menuruni menara hingga sampai ke tempatnya memata-matai Rinto, Len, dan Lenka tadi. Ia pun turun tangga dengan cepat, ingin cepat-cepat mengambil kantung belanjaannya dan kembali ke ruangannya.
Namun, ia lupa untuk bersikap tenang sehingga ia menimbulkan suara saat menuruni tangga. Sehingga Len yang mendengar suara berisik dari menara merasa sangat kebinggungan.
Saat ia sudah sampai ke markas mata-matanya tadi, gadis itu sangat terkejut karena melihat Len kini berada tepat di hadapannya sambil membawa kantung belanjaannya. Len sendiri juga terkejut, namun ia tetap menyembunyikan keterkejutannya itu dengan memasang tampang cool-nya. Tapi semua itu hancur karena-
"KYAAAA!"
-sang gadis berkerudung hitam tersebut berteriak dengan kencang, sehingga mau tidak mau membuat perhatian Lenka dan Rinto teralihkan kepadanya juga.
.
Alicia: Yey! Alice kembali membawa lanjutan fict 'Tower'! Ngomong2, untuk TBSLaV (Trik Buat Sekolah Libur ala Vocaloid) itu Alice ga bakal diskon kok X3 Karena Alice sudah buat seperempat/setengah bagian Plan 3nya XD
Untuk yang GHOST, Alice cuman binggung ngetiknya aja, tapi idenya jujur sudah ada sampai tamat. Kalau Talk Game, Alice ada sedikit rencana untuk memutarkan kembali masa lalu Rin, jadi, nanti mungkin ada dua tokoh baru (sepertinya). Dan arigatou buat yang nge-fave dan follow fict ini! XD
Reina: Yoshi… Balas review dulu~! X3
.
-Kireina
Wah… Kireina-san nge-review dua kali ya? ._. Alice balasnya sekali aja ya! #plak
Arigatou makanannya *disikat habis* dan juga reviewnya! X9
-Kei-T Masoharu
Ha'i…. PUNCAKEE! #dilindesRoadroller
Sudah lanjut kok Kei… Arigatou sudah me-review! XD
-Emilia Frost
Ha'i… Ini sudah lanjut Emi… Arigatou reviewnya! XD
-Sae Hinata
Iya ini sudah lanjut… Arigatou Sae sudah mereview! X3
.
Semuanya: MOHON REVIEWNYA~!
.
Lanjut atau delete?
