-Tower -
*Ch 5*
Story by: Kiriko Alicia
Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp
Rating: T
Pairing (Main): Kagamine Rin X Kagamine Len; Kagamine Rinto X Kagamine Lenka
Genre: Romance, Mystery, Hurt/Comfort.
Warning: Cerita gaje, alur lambat/ngebut, typo merambat dimana-mana, dan cerita ini dapat mengakibatkan berbagai macam reaksi terhadap para pembacanya (Menangis terharu, tertawa ngakak, kesel-kesel sendiri karena pairing lainnya tidak sesuai harapan, dll). All in Normal PoV.
Summary: Ditengah kegelapan malam yang penuh akan misteri, terdengarlah suara tangisan yang menyayat hati. Suara itu begitu pilu… Dan mendendam kesedihan yang tinggi. Siapapun itu… Apa kau berniat memecahkan teka-teki ini?
Suara derap kaki menggema di lantai menara itu. Kini Rinto, Len, dan Lenka sedang menaikki tangga menuju puncak menara tersebut. Tentunya untuk bertemu dengan Rin. Mereka bertiga pun berlari hingga sampai di depan sebuah pintu –yang memiliki warna yang sama dengan tembok-. Lalu Rinto, yang terdepan, langsung membuka, ralat, membanting pintu tersebut.
"Rin!" Jerit ketiga orang itu sambil menerobos masuk ke dalam pintu tersebut dengan nafas terengah-engah. Di dalam tampak wajah Rin yang sudah kusut karena menunggu terlalu lama.
"Kalian lama!" Ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan kedua pipinya, membuat dirinya terlihat menggemaskan.
"Maaf," Jawab Lenka sambil menggaruk bagian belakang kepalanya, "Kami tadi harus membantu Okaa-san dulu."
Rin mengangguk-anguk mengerti lalu tersenyum kecil, "Tak apa-apa."
Rinto, Len, dan Lenka memang sudah sering datang kemari. Semenjak kejadian beberapa bulan yang lalu, saat Len menemukan Rin, mereka mulai senang pergi kesini dan berbincang-bincang dengan Rin. Walaupun awalnya agak susah dengan Lenka yang memang dasarnya penakut, namun pada akhirnya, Rin juga dapat berteman dengan Lenka.
Awalnya, mereka mengira Rin adalah orang yang cukup dingin dan tertutup, namun ternyata justru sebaliknya. Ia adalah sosok yang sangat pengertian dan juga periang. Semenjak Len, Rinto, dan Lenka memasukki hidupnya, ia juga lebih jarang menangis.
Bagi Rin, dunianya sekarang jauh lebih menyenangkan daripada sebelumnya. Mereka pun mulai berbicara mengenai banyak hal. Seperti kemarin, Lenka, Rinto, dan Len bercerita mengenai Kaito, yang marah kepada sebuah 'ember' entah karena apa.
"Jadi… Apa yang terjadi?" Tanya Rin penuh rasa ingin tahu.
"Kaito ji-san membuangnya," Jawab Lenka dengan wajah serius. Rin hampir saja tertawa, melihat Lenka begitu serius.
"Benarkah? Tapi kenapa? Bukankah ember itu masih dapat digunakkan?" Tanya Rin tidak percaya. Ia sudah sering mendengar bahwa ayah Len dan Rinto suka sekali membuang benda tidak berguna. Namun ini… Membuang ember? Bukankah embernya masih dapat digunakkan?
"Aku juga tidak tahu tapi katanya-" Ucapan Lenka dipotong oleh Len.
"Pencemaran nama," Rin menoleh kearah Len binggung, meminta penjelasan atas ucapannya.
Rinto yang melihatnya pun menjawab, "Ember itu lebelnya 'Kaito'."
Seketika itu juga, ruangan itu dipenuhi oleh gelak tawa. Yah… Inilah keseharian mereka, berbagi hal tentang kehidupan mereka.
Mereka sering sekali membicarakan banyak hal, mulai dari ibu Len dan Rinto yang sangat suka negi, hingga tetangga mereka yang err… Psyco. Mereka bercanda dan tertawa dengan lepas, seakan-akan lupa dengan beban yang mereka milikki hingga jam empat sore.
Seperti biasa. Len, Rinto, dan Lenka, diharuskan Okaa-san mereka untuk pulang jam empat sore.
"Jaa ne!" Ucap Lenka riang sambil melambaikan tangannya ke arah Rin yang kini tengah duduk di pinggir kasurnya. Len dan Rinto juga melambaikan tangan mereka. Rin balas melambaikan tangannya lalu mereka bertiga pun keluar dari ruangan tersebut.
KLEK!
Pintu kamar Rin pun tertutup kembali. Rin menghela nafas sedih lalu menggumam, "Seandainya Kaa-san masih ada disini… Maka aku dapat memperkenalkan mereka dengannya…"
Lalu ia mengambil foto yang berada di depannya (di meja) dan kembali menggumam, "Benar kan? Kaa-san?"
.
.
.
Kini Len, Rinto, dan Lenka sedang berjalan pulang ke rumahnya. Rumah mereka tidak jauh (seperti pada saat chapter 1). Mereka pun berjalan hingga sampai di kediaman Akita. Namun naas, nasib mereka sedang malang saat itu.
Miku sedang pergi, karenanya ia menulis sesuatu di kertas, lalu menempelnya di depan pintu:
Lenka, Rinto, Len, Miku-ba san/Okaa-san akan pergi sebentar mencari Kaito. Tadi Kaito pergi beli es krim, namun entah mengapa belum kembali sampai sekarang. Ah! Pintu rumah dikunci, jadi kalian bebas sampai jam enam! Good Luck~
"Lalu sekarang apa?" Tanya Lenka kebinggungan ke arah Len dan Rinto. Len dan Rinto hanya mengangkat kedua bahu mereka, tanda tidak tahu.
"Huh! Kalian ini tidak bisa diandalkan!" Ucap Lenka sambil memijat keningnya. Sebenarnya, ia ingin berbincang-bincang lagi dengan Rin, namun waktu mereka akan banyak terpotong hanya dengan pergi ke sana dan menaikki tangga menuju lantai teratas.
Belum dihitung jika mereka beristirahat di tengah jalan.
"Apa lebih baik kita mencari Kaa-san saja?" Tanya Len mengusulkan. Wajah Lenka menjadi cerah, namun Rinto hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Kau yakin tidak apa-apa?" Tanya Rinto khawatir.
"Tentu! Memangnya kenapa?" Tanya Len kebinggungan.
"Maksudku… Jika Kaa-san sudah menemukan Tou-san, aku yakin mereka takkan mungkin mau diganggu," Jawab Rinto. Len menggidikkan bahunya, tampak tidak peduli.
"Kita takkan tahu kalau tidak dicoba," Jawab Len. Lenka mengangguk mengiyakan ucapan Len. Ia merasa lebih baik mencari Miku ba-san, dengan begitu, kemungkinan besar, mereka dapat pulang lebih cepat dengan meminta kunci rumah kepadanya.
Neru? Neru sudah pergi ke kerajaan Francisca bersama Nero di daerah Utara.
"Terserah," Jawab Rinto akhirnya. Mereka bertiga pun segera pergi mencari Miku dan Kaito. Namun, belum sampai satu meter berjalan, Lenka bertanya kepada mereka.
"Em… Apa kalian punya ide mereka berada dimana sekarang?" Tanya Lenka ragu-ragu. Len dan Rinto menoleh ke arah Lenka sambil cengar-cengir tidak jelas.
"Tidak," Jawab mereka berdua kompak. Sukses membuat Lenka facepalm di tempat. Sedangkan Len dan Rinto hanya tetap cengar-cengir gaje.
"Seharusnya aku sudah menduganya dari awal…," Batin Lenka sambil geleng-geleng kepala.
"O-Oke… Kalian ada ide dimana mereka berada sekarang?" Tanya Lenka. Rinto dan Len terlihat berkutat dengan pikiran mereka masing-masing sebentar. Namun tak lama kemudian, mereka menggeleng, membuat Lenka menghela nafas.
"Kalau begitu, Kaito ji-san suka es krim kan? Biasanya ia makan di kedai yang mana?" Tanya Lenka. Len menggeleng pelan, sedangkan Rinto tampak berkutat dengan pikirannya.
"Aku tahu satu tempat."
.
.
.
Kini seorang wanita sedang menjajakan brosurnya, ia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya dan melihat Lenka, Len, dan Rinto yang lewat. Ia pun tersenyum sekilas, lalu berjalan dengan cepat kearah mereka.
"Akan ada festival diadakan di dekat sini, kalian berminat ikut?" Tanya wanita berambut merah muda panjang sepunggung itu dengan ramah sambil memberikan tiga brosur kepada Rinto, Lenka, dan Len. Lalu ia menangkap orang lain lagi diujung matanya dan pergi meninggalkan mereka, berniat membagikan brosur kepada orang itu juga.
Ah, kini Rinto, Lenka, dan Len sedang dalam perjalanan ke Kedai Lavella, kedai yang 'katanya' Rinto, ayahnya sering pergi kesana untuk berbicara dengan teman lamanya, Kamui Gakupo.
"Festival?" Batin Rinto, Lenka, dan Len ketika melihat brosur yang diberikan oleh wanita tadi.
"Kelihatannya menarik!" Seru Lenka gembira dengan mata blink blink. Len hanya mengangguk, sedangkan Rinto hanya terus memelototi brosur tersebut.
"Bagaimana kalau kita ajak Rin?" Tanya Rinto, mengusulkan. Ia tahu Rin selalu saja sendirian, jadi ada bagusnya kan jika ia diajak? Hitung-hitung juga pengalaman baru buat Rin. Wajah Lenka terlihat menjadi lebih senang, sedangkan di wajah len terlihat sedikit garis rona tipis.
"Tentu saja aku setuju~!" Jawab Lenka ceria sambil mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. Hah, cewek. Terkadang mereka tidak dapat ditebak sifatnya.
"Bo-Boleh saja," Jawab Len tanpa memandang ke arah Rinto dan Lenka.
.
Alicia: YEEY! SELESAI JUGA CHAP INI! XD Chap depan Alice rasa belum masuk festivalnya, tapi Alice rasa ada hubungannya dengan festival! Btw… Ada yang mau kasih usul? Di festival nantinya akan ada apa saja?
Kyoko: Ini balasan reviewnya~ *ngelus anak ayam*
.
-Kei-T Masoharu
Benerrr! Maunya sebenarnya tidurnya seranjang ama Lenka! *Alice ditabok pisang*
Ha'iii! Ini sudah updet! Arigatou reviewnya! X3
-LRCN
Arigatou LRCN-san! Oke, ini sudah lanjut! Arigatou reviewnya XD
-Sae Hinata
Ha'i… Ini sudah lanjut! Arigatou reviewnya! X3
-VicaVia-chan
Salam kenal Via-chan, Vica-chan! XD Em… Lemon ngak mungkin ada, karena kalau ada berubah jadi M rating-nya ._. Kalau adegan Kissu mungkin ada, tapi di chapter-chapter akhir XD
Ini sudah updet, arigatou reviewnya~! X9
-Kurotori Rei
Iya… Lebay banget Lenkanya :v Disini Lenka mempunyai karakter bagai air di daun talas, pendiriannya berubah-ubah :3
Arigatou Rei sudah me-review! XD
-Kagamine Ririka02
Iya… Setelah festival nanti, ada sedikit 'kegemparan' lalu tamat! XD
Ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review! X3
-Angelina S
Iya… Enak, nanti kalau Alice bener-bener jadi Interior designer, kubuat kamar begituan :v (Itu kan mimpi Alice)
Oke… Arigatou Ngel, sudah me-review! X3
-Celia Viona
Okee… Arigatou Vi… Sudah me-review! XD
-Kireina Yume
Waw… Kamu nge-reviewnya pas pada saat aku mau updet chapter ini ._. XD
Arigatou reviewnya! Ini sudah lanjut! X3
.
Terakhir… FAVE, FOLLOW, REVIEW DITUNGGU! X3
Ngak usah ijin Fav, Fol juga gapapa, Alice malah senang XD
.
Fict Alice yang sekarang lagi dikerjakan: Our Stories (Chap 1 (GumiGumo, Part 2)), Talk Game (Ch 5), TBSLaV (Plan 4 & 5), dan Secret Identity (Ch 1) Jadi fict Alice gak akan ada yang Alice diskon… Walaupun agak stuck sama beberapa stories, tapi Alice pasti usahakan lanjut :3
.
Lanjut atau delete?
