Maaf untuk update yang lama, hahaha jujur urusan didunia nyata akhir-akhir ini sungguh meribetkan :D

Saya juga minta doanya para readers, doakan saya masuk Sastra Prancis ok? :D

ooo

Lebih Dekat Bersama Tokoh Harry Potter!

J.K Rowling

Tidak ada keuntungan finansial sama sekali dari fanfict-fanfict yang saya buat, kecuali keuntungan karya yang diapresiasi pembaca semua.

Warning! OOC!

Sebisa mungkin saya menghindari adanya typo, namun jika pembaca masih menemukan typo, saya mohon maaf sebesar-besarnya!

Aurorafalter

ooo

Hari ini sepertinya cuaca cerah sekali, maklum saja pertengahan bulan Juni cahaya matahari sedang semangat-semangatnya nyumbangin cahayanya yang mahadahsyat untuk para pemujanya yang setia.

Disebuah pantai tampak seorang pria muda tengah berbaring santai sambil menikmati pijatan dari para pemijat plus-plus yang berpengalaman. Tapi jangan salah sangka ya, pemijat plus-plus disini maksudnya plus berotot plus sedikit melambai.

"Oi Dims, enak banget dirimu ya, nyantai disini sambil ditemenin para om-om berotot ini, sedangakan diriku mengembara serupa Ahasveros, dikutuk disumpahi Eros*!"

"Eh, yey, enak bangeut manggil eyke om, panggil eyke Jeng, okey?"

"Oh, ok ok Jeng berotot!"

"Jeng aja keleus, nggak usah pake berotot segala! Yey pen eyke smackdown ye?"

"Hehehe, ampun deh jeng..."

"Eh Frid, dirimu kesini ngapain? Ada berita bagus nggak?"

"Oh ya tentu dong honey! Kita punya job baru setelah sekian lama kita nganggur, honey."

"Iuh, jijay banget dipanggil honey... jadi kita mesti nngewawancara siapa nih? Jangan yang aneh-aneh ye, diriku ini telah lelah dengan semua yang telah kita lalui bersama selama ini.."

"Merlin! Sejak kapan dirimu berubah menjadi sok puitis gitu Dims? Err, untuk masalah 'yang aneh' sepertinya diriku nggak bisa janji deh, itu soalnya dari bos kita suruh wawancara si nganu itu."

"Si nganu siape? Jangan-jangan..."

ooo

"Ehem, test-test. Gimana Dims? Angle-nya udah dapat yang bagus belum? Jerawatku nggak nampak kek permukaan Jupiter kan?"

"Sip-sip, angle-nya pas buanget, wajahmu bagus, kelihatan berseri-seri, kek lampu disko oplosan!"

"Geezz, kurang ajar banget kau dims, potong gaji mampus kau!"

"Hehehe, sabar dong mbak, lagi PMS ya? Kan Cuma bercanda. Yuk ah cuus mulai!"

"Cek ce halo… halloooo masyarakat dunia sihir yang tertjintaaahhhh …."

"Hallo pemirsa selingkuh tapi setia acara kesayangan seluruh warga sihir seantero Britania Raya dan jagad per penyihiran seantero dunia nyata dan dunia gaib! Kembali lagi dengan saya Frida caem yang cuka tidur mayem sebagai presenter tenar tapi nggak demen nyenar dan teman saya Dims yang bahenol merangkap sebagai cameramen dan joki tri in wan, dalam acara Lebih Dekat Bersama Tokoh Harry Potter!".

"Acara ini didedikasikan kepada seluruh penggemar Harry Potter atau lebih akrab disapa Potterheads diseluruh dunia. Setelah sekian lama terkena sindrom gagal tayang, akhirnya acara ini lulus juga sensor KTI alias Komisi Terfilman Inggris! Nah! Kali ini kami berdua telah sampai didepan gerbang Hogwarts School Witchcraft and Wizardry!"

"Seperti biasa akan ada sepuluh pertanyaan yang akan kami tanyakan kepada narasumber yang apes, dan mereka harus menjawab sejujur-jujurnya! Daaaannn, narasumber kita kali ini adalaaah Luna Lovegood, yang akrab kita panggil dengan Mbak Luna! Ayo dada-dada dulu Mbak Luna di kamera..."

"Gimana Mbak Luna sudah siap?"

"Sebentar dulu mbak presenter, saya mau mengantar nargle kekamar mandi, dia kebelet pipis katanya..."

"Eh, nargle? Apa itu mbak lun?"

"Ssst, nanti dulu ya..."

"Lho, lho Mbak Lun, Mbak Luuunnn..."

"Duh, gimana ya pemirsa, sepertinya Mbak Lun lagi cepirit kali ya, jadi mari kita tunggu dulu..."

Setelah shampir satu abad dua hari enam jam lima puluh sembilan seperempat lebih tujuh belas detik kemudian...

"Kek nya masih lama ya pemirsah, mari kita makan siang dulu deh..."

Setelah makan siang porsi ke tujuh belas lebih dua gelas esteh dan kerupuk rambak lima bungkus...

"Hai mbak presenter! Nggak lama kan? Maklum kadang-kadang nargle-nya suka main tic tac toe dulu kalau mau pipis..."

"Ha? I'ts okay mbak lun, sekarang sudah siap kan untuk diwawancarai?"

"Siap! Tapi kalian bawa Snorkack Tanduk Kisut kan?"

"Haah? Apa lagi itu mbak lun?"

"Itu lho sejenis makanan siap saji, kata Dad namanya Snorkack Tanduk Kisut..."

"Heeh? Emang kenapa kalau kami nggak bawa Snorkack Tanduk Kisut itu Mbak Lun?"

"Ooo, ya tidak bisa, kata Dad, yang ingin wawancara harus bawa maskawin Snorkack Tanduk Kisut itu..."

"Haduuh, ribet amat ya pemirsaa, yaudah kami cuus dulu nyari ini Snorkack Tanduk Kisut pesananannya Mbak Luna.."

Setelah pencarian yang melelahkan...

"Nyerah deh Mbak Lun, kami nggak dapet itu Snorkack Tanduk Kisut, kami dapetnya malah Snorkack Tanduk Unyu, nih..."

"Iihh, ya ampun unyu-unyu bangwet ini mbak presenter... yaudah maskawinnya ini aja deh, ok saya siap untuk wawancara..."

"Nah pemirsa setia, tiba saatnya kita mewawancarai Mbak Luna. Mbak Luna, apa yang paling membuat Mbak Luna bahagia didunia ini?"

"Ehhmm, pertanyaannya sulit sekali ini... Ehmm, sebentar-sebentar saya mau konsultasi terlebih dahulu sama jembalang peliharaan saya..."
Dua jam kemudian...

"Eh... yaudah ganti pertanyaan aja deh mbak daripada nungguin jembalangnya kelamaan jawab, menurut Mbak Lun, jenggot Proffesor Dumbledore dengan jenggot Merlin panjangan mana?"

"Ckckck, ini pertanyaan yang amat sulit, saya butuh konsentrasi, ehm ehm menurut bisikan nargle lebih panjangan tembok raksasa China..."

"Hah? Seriusan Mbak Lun?"

"Seratus persen serius dong mbak presenter..."

"Hoh ok ok, lanjut pertanyaan ya mbak, lebih milih jadi Dumbledore Army atau Death Eater?"

"Milih jadi anaknya Ratu Elizabeth lah..."

"Nah loh, kok saya jadi pusing sendiri ya Mbak Lun. Yaudah lanjut aja ya, satu tambah satu sama dengan?"

"Sama dengan lima belas!"

"Ini yang bego saya atau emang jawabannya salah ya? Bukannya sama dengan dua ya?"

"Ini mulut-mulut siapa?"

"Mbak Luna"

"Yang ngomong siapa?"

"Mbak Luna"

"Yang jawab siapa?"

"Mbak Luna"

"Terus masalah geto buat lo?"

Krik

Krik

Krik

Krik

"Udah, gue berhenti jadi presenter! Gue capek! Gue lelah dengan semua ini! Kembalikan gue ke rumah orang tua gue! Bubar burbar! Acaranya bubar!"

Dan si presenter banting mic terus lari-larian macam film India ditengah badai yanng entah muncul darimana. Mbak Luna kembali sibuk ngitungin cicak diatap sekolah. Kameramen bingung terus ikutan ngejar presenter, terus mereka nyanyi Kuch Kuch Ho Ta Hai deh bareng Shahrukhan.

000

mengembara serupa Ahasveros, dikutuk disumpahi Eros: salah satu kutipan puisi karya dari Chairil Anwar.