A Red, red, Rose
Chapter 2: Penyelidikan Dimulai!
Hanny: Chapter 2!
Mikado: Abang pikir kamu terlalu takut untuk melanjutkan.
Hanny: aku tidak takut! Aku hanya takut pada yang Maha Kuasa!
Mikado: terserah. Ok, Readers, Happy Reading!
Desclaimer: Hetalia milik Hidekaz Himaruya. Jika milik kami, pasti Indonesia sudah menjadi Official Character.
Warning: silahkan lihat warning di Chapter 1
15:00, Senin, Roma, Italia.
"jadi ini, TKPnya."gumam Germany sambil melihat sebuah tanah kosong di samping toko yang sudah lama tutup. "ve~, disini seram!"seru Italy. "Italy-kun, tenanglah."kata Japan. "menurut data dari kepolisian setempat, Korban adalah, Leon, 20 tahun. Dia bekerja di sebuah Laboratorium yang berada 500 meter, dari sini. Dia pulang dari Laboratorium jam 20:00 waktu setepat. Ia mempunyai Istri bernama Keysha, 19 tahun."jelas Luciano. "dan, dia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, pada jam 23:00 waktu setempat, oleh polisi yang sedang berpatroli. Berdasarkan hasil Autopsi, dia dibunuh sekitar jam 20:20, sampai 20:50."tambah Yuki. England berjalan di sekitar TKP, dan menemukan sebuah cincin pernikahan. "hei, apa ini?"tanya England. "itu cincin pernikahan bodoh!"jawab France. "bukan, maksudku tulisan di cincin ini."kata England yang sepertinya tidak sadar bahwa France menyebutnya bodoh.
"'Ti Amo, Keysha'"baca Mikado. "ve~, itu berarti aku mencintaimu Keysha."jelas Italy. "itu sepertinya hanya hal biasa, aru. Ngomong-ngomong, aru, dimana Japan, Germany, dan Hanny, aru?"tanya China. "mereka ke Laboratorium tempat Leon bekerja."jawab Indo. Tak lama, Hanny, Japan, dan Germany kembali dengan 2 buah kantong plastik di tangan Hanny. "itu apa?"tanya America. "ini? Oh, ini hanya Potasium Klorat, dan Gummy bear."jawab Hanny sambil membongkar salah satu kantong plastik. "kalau kantong plastik yang satu lagi, da?"tanya Russia. "4 buah pisau lipat , untuk berjaga-jaga."jawab Japan sambil memberikan pisau lipat pada Yuki, Mikado, Luciano, dan Hanny. "Hanny, berapa jarak dari Laboratorium itu ke sini?"tanya Luciano. "jika menelusuri jalan utama, maka akan memakan durasi 30 menit. Tapi, jika melewati sebuah gang di jalan Velka, maka durasinya 10 menit."jawab Germany. "gang? Memangnya kalian tahu arah gang itu?"tanya France. "tadi, saat pergi ke Laboratorium, kami melewati jalan utama, tapi, saat perjalanan pulang kami melewati gang tersebut untuk mengetahui arahnya. Ternyata, gang itu mengarah ke seberang sana."kata Japan sambil menunjuk sebuah gang di seberang jalan. Semua Nations mulai berpikir, sementara Hanny memeriksa Potasium Klorat yang tadi dibelinya.
"buat apaan itu?"tanya Yuki. "jika memang dalam keadaan darurat"Hanny menunjukkan Gummy bearnya. "kita buat sesuatu meledak."kata Hanny sambil tersenyum psikopat, yang dibalas Yuki dengan senyum psikopat juga. Sementara yang mendengar percakapan mereka hanya bisa sweatdrop. "mau pindah ke TKP yang kedua?"tanya America. "hm, baiklah."kata Indo. mereka pun segera menuju New York. Tapi, sebelum beranjak dari sana, Hanny sempat menoleh kebelakang. "ada apa, Hanny-san?"tanya Japan. "Iie. Aku hanya merasa ada yang memperhatikanku."jawab Hanny. Japan ikut melihat ke arah yang juga Hanny lihat. "kita harus bicara, Hanny."kata Japan yang tiba-tiba melepaskan kata '-san'nya, yang membuat Hanny agak kaget.
"hey! Kalian, ayo cepat!"seru Germany. Japan, dan Hanny segera menyusul yang lain.
(~-_-)~ Time Skiipp ~(-_-~)
Di pesawat, Hanny duduk dengan Japan, di belakangnya, terdapat Norway yang diam sejak di TKP pertama, yang duduk di samping Yuki. "jadi, ada apa, Japan?"tanya Hanny. "sepertinya kau diincar seorang Nations. Sebab, dari tadi aku merasa ada seorang Nation-tan yang mengeluarkan nafsu membunuh."jawab Japan. "bukan hanya itu."kata Norway tiba-tiba. "aku merasakan dendam, dan juga kemarahan. Dan, kurasa dia bukan dari dimensi ini."lanjutnya. Yuki menoleh ke Norway, dan bertanya. "2p! Ya?" Japan menggeleng. "belum tentu juga."jawab Japan. "kurasa, kita harus menemui Kuro."kata Hanny pelan. "ciee. Minta perlindungan dari Prince charming mu?"goda Mikado yang duduk di depan Hanny. "URUSAI!"seru Hanny kesal.
Sesampainya mereka di New york, mereka segera menuju sebuah taman tempat pembunuhan kedua terjadi. Sebenarnya itu adalah tempat yang agak aneh, sebab banyak orang yang pasti melihat aksi pembunuhan tersebut. Terlebih letaknya yang berada di pusat kota. "tempat yang aneh untuk melakukan pembunuhan."kata Norway sambil membatin. 'untung tidak ada 4 nordic lain disini. Jadi, aku bebas berbuat semauku tanpa Denmark yang pastinya akan merepotkan.' "Authornya kan sudah bilang ini merupakan tempat yang aneh untuk membunuh. Ve~"kata Italy dengan tatapan tak berdosa. "diam kau."kata Norway sambil memberikan deathglare gratis untuk Italy (Yuki: Mau dong!). "sepertinya terlalu merepotkan untuk menyelidiki kasus ini beramai-ramai. Lagipula, si pelaku menulis pesan yang menyangkut tentang orang yang tak berdosa bukan? Jadi, kita begini saja, para Allies, dan aku akan menjaga Italy. Hanny, Japan, Mikado, Luciano, Indonesia, Yuki, dan Norway pergi menyelidiki kasus ini."kata Germany. "baiklah kalau begitu."kata Mikado sambil kembali menyelidiki, sementara para Allies, Germany, dan Italy pergi mencari Hotel terdekat.
"aku sudah pergi ke kantor polisi terdekat."kata Yuki. "dapat Informasi apa?"tanya Norway. "korban adalah, Cammie Sornel. Berjenis kelamin perempuan. Usianya 17 tahun. Bersekolah di St. Catleya. Dia bekerja paruh waktu di sebuah mini market. Dia ditemukan tak bernyawa jam 21:00. Hasil Autopsi menyatakan bahwa, dia meninggal pada jam 20:20, sampai 20:50."jelas Yuki. Tiba-tiba, Handphone Indo berbunyi. Ternyata dari Naila. "ada apa Naila?"tanya Indo. "kami mendapat Informasi. Korban meninggal adalah Santi, umurnya sekitar 30 tahun, ibu rumah tangga. Dia mempunyai suami bernama Aldo, umur 31 tahun."jawab Naila dari seberang. "bagaimana hasil Autopsi?"tanya Indo. "dia di perkirakan meninggal jam 20:20, sampai 20:50."jawab Naila yang membuat Luciano yang dari tadi mencuri dengar, memekik kaget. "ada apa Luciano-san?"tanya Japan. "kalian sadar gak? Kalo jam kematian mereka sama?"tanya Luciano. "iya juga."jawab Mikado sambil berpikir. "hm, korban di Prancis, Inggris, Cina, dan Rusia juga jangka waktu kematiannya pada jam 20:20, sampai 20:50."kata Hanny sambil melihat data-data yang didapatnya secara online (baca: nge-Hack) di handphonenya. "ini bukan pembunuhan sembarangan. Pelaku pasti merencanakan ini untuk suatu tujuan. Tapi apa?"tanya Norway. "40, 70."gumam Hanny. Tiba-tiba Hanny menepuk tangannya, karena baru menyadari sesuatu. "ada apaan?"tanya Mikado. "jam ke 40 sejak Dila kalah, 70 hari yang lalu!"jawab Hanny. "apa nyambungnya?"tanya Indo. "coba kalian tambahkan 2020 dengan 2050! Hasilnya 4070, jika dipisah, maka akan menjadi 40, dan 70! Nah,Dila kalah jam 5 sore! 40 jam kemudian, atau lebih tepatnya, jam 9 malam, pada saat 70 hari yang lalu, Yuki, Mikado, dan seluruh murid 8-19 merayakan perpisahan kelas! Mungkin, yang dimaksud pelaku adalah Dila, karena dalam pesan itu disebutkan, seorang gadis kecil yang beraninya melemahkan salah satu anak buahku. Mungkin ada nyambungnya dengan kasus ini!"jawab Hanny. "mungkin juga, ada nyambungnya dengan Kuro."kata Japan. "EEHH?!"seru Hanny, Yuki, Mikado, Indo, dan Norway. "Kuro itu, kakakmu sekaligus 2p!mu kan, Japan?"tanya Norway. "iya. Kalau tidak salah, setelah pesta perpisahan itu, Kuro jadi, agak lebih baik. Dia mulai mau memaafkan orang meski ada ancamannya juga sih. Dulu, dia cuman memaafkanku saja. Kalau tidak salah, dia berdansa dengan Hanny-san bukan?"tanya Japan. "iya sih. Berarti, pelaku ingin menunjukkan pesan itu pada Hanny, tentang awal dari dendamnya itu. Karena itu, dia membunuh orang dalam jangka waktu yang sama."kata Yuki menyampaikan Hipotesanya. "itu dia! Tapi, kasus itukan mulai saat Hanny, dan Mikado lahir?"tanya Luciano.
Belum sempat mereka kembali berpikir, tiba-tiba Hanny ditembak, dan mengenai lengan kanannya. "Siapa Disana?!"seru Mikado sambil melihat ke arah asal peluru tersebut. Tampak seseorang yang sedang memegang Sniper, dan memakai topi khas Mafia yang sedang membidik Hanny dari sebuah jendela di gedung. 'm-matanya berwarna emas! Dia 2p!'pikir Mikado. Sadar, bahwa kehadirannya diketahui, si penembak itu langsung kabur lewat portal.
Untungnya, ada banyak orang disekitar sana, jadi Hanny dengan cepat dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, Hanny yang sedang tak sadarkan diri, langsung di bawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di lengan kanannya. Di lain tempat, Kuro sedang berpikir di sebuah ruangan, dengan Lutz, Nikolai, dan Natasha di sampingnya. "hei, memangnya, aku melemah?"tanya Kuro memecah keheningan. "tidak. Kau hanya merubah sikapmu sedikit. Kurasa, pimpinan terlalu menganggap hal ini serius."jawab Lutz. "kau benar Lutz. Jika kita tetap berdiam diri seperti ini, nyawa Hanny, Yuki, Mikado, dan Luciano fyro dalam bahaya. Terutama Hanny, dan Luciano."kata Nikolai membenarkan. "tapi, kita tak bisa bergerak gegabah. Si bodoh Christopher, 2p!England, 2p!France, dan Yue selalu mengawasi kita."kata Natasha mengingatkan. Tiba-tiba, Kuro merasa lengan kanannya sakit. "ada sesuatu yang tidak beres."kata Kuro sambil menahan sakitnya. 'apa yang sedang Pimpinan lakukan?'pikirnya.
Balik ke tempat Hanny dkk. Operasinya sudah selesai, dan peluru berhasil dikeluarkan. Tetapi, sekarang ada masalah baru bagi sisa tim yang bertugas untuk menyelidiki kasus ini. PELAKUNYA ADALAH SEORANG 2P!, DAN NYAWA HANNY SEDANG DIINCAR. Setidaknya, itulah yang ada di pikiran mereka. Sayangnya, mereka tidak tahu kalau bukan hanya Hanny yang diincar. "Mikado, kau sering baca buku puisi-puisi gitukan? Ada yang tentang keberanian?"tanya Yuki. Mikado tampak berpikir sebentar kemudian berkata. "jangan sekali-kali kau mengganggu keselarasan api, es, atau kilat! Jangan sampai para raksasa mendatangkan bencana pada dunia yang mereka pijaki! Dalam tanganmu, bawa ketiga harta untuk menjinakkan monster laut! Dari ketiga pulau, kau ambil sebentuk bola kuno! Perbedaan yang kau buat berkaitan dengan hidup atau mati! KAULAH ORANG YANG TERPILIH!" Yuki, Norway, dan Japan takjub, sementara Indo, dan Luciano cengo. "itu narasi siapa?"tanya Luciano. "the B-52's, The Chosen One. Lagu tema P*kemon 2000."jawab Mikado sambil nyengir. "aku tidak tahu kau hapal liriknya."kata Japan. "aku cuman keseringan nonton aja. Makanya hapal."kata Mikado. "sepertinya keadaan kita cocok dengan lagu itu."kata Norway. Indo yang baru selesai ber-cengo-ria, langsung menghubungi Germany. "Germany, Italy tertidur jam berapa?"tanya Indo. "dia tertidur sekitar jam 5 sore. Memangnya kenapa?"tanya Germany dari seberang. "Hanny tertembak jam 5:30, sekarang dia sedang dirumah sakit."jelas Indo yang langsung menutup telfon tanpa memberikan Germany kesempatan untuk berbicara lagi.
"Italy tertidur jam 5."gumam Indo. "tunggu! Aku mulai mengerti! Butuh waktu 30 menit, untuk pelaku menembak Hanny. Itu artinya, pelakunya adalah..."Norway terdiam. "2p!italy, Luciano Vargas. Tapi ini masih kemungkinan."kata Mikado. "setidaknya, dia merupakan suspect pertama, dengan dugaan, abu-abu, alias masih kemungkinan."kata Luciano Fyro. Tak jauh dari sana, tampak seseorang yang mirip China, tetapi memiliki mata berwarna merah darah tersenyum licik. 'dugaan Pimpinan ternyata benar aru! Sebaiknya aku kembali.'
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hanny: Chappie 2, selesai!
Mikado: panjang amat.
Kuro: perasaan aku tampilnya dikit amat.
Hanny: suka-suka yang nulis! Iya gak bang?
Mikado:iya! Kecuali, kalau kau itu fem!Japan, durasinya bakal di tambahin sama aku. *ngakak setan*
Hanny: ah, ya. Ini daftar nama tokoh yang mungkin Readers tidak tahu, tapi, jangan CoPas dari sini ya! Soalnya, ini hasil pemikiran (bejat) Mikado.
Kuro Honda: 2p!Japan
Lutz Beildsmicht: 2p!Germany
Nikolai Braginsky: 2p!Russia
Natasha Alvorskaya: 2p!Belarus
Wang Yue: 2p!China
Christopher L Jones: 2p!America
Mikado: Ok, Readers! Ada yang mau kasih usul buat nama 2p!England, dan 2p! France, serta bagaimana kami harus memanggil Luciano Fyro, dan Luciano Vargas? *digampar readers karena ngerepotin*
Hanny: Ok, Readers! Review Kudasai~
