I wanna be girl Ch 1/?
Author : Teleportbabies
Genre : Drama, Romance
Rating : T
Cast : Oh Sehun, Kim Jongin
Author note : This story is mine. Don't like Don't read.
.
.
.
.
.
.
.
Author POV
Suasana pagi yang menyenangkan menghiasi Kota Seoul yang indah ini. Matahari mulai bangun dari tidurnya. Menampakkan cahaya berwarna jingga yang sangat cantik. Awan biru terpampang indah dilangit yang cerah. Burung-burung pun saling berkicauan merdu diatas pohon.
Tak mau ketinggalan. Dua sahabat ini juga sedang menikmati indahnya pagi ini. Mereka adalah Kim Jongin dan Oh Sehun. Persahabatan mereka sudah menginjak 17 tahun! Mereka bertetangga, satu sekolah bahkan satu kelas sedari kecil. Entah apa yang membuat mereka selalu bersama, jodoh mungkin? Ah tidak. Mereka berdua namja.
Kim Jongin. Namja itu berperawakan tinggi, tegap dan berbadan atletis. Tentu saja ia mempunyai badan seperti itu karena ia sudah menekuni dance dari Sekolah Dasar. Wajahnya tampan bak pangeran negeri dongeng membuat siapapun bisa jatuh cinta padanya. Dia sering dipanggil 'Kkamjong' oleh Sehun karena berkulit tan. Namun kalau dipikir-pikir itulah pesona seorang Kim Jongin.
Oh Sehun. Namja berkulit putih itu tidak lebih tinggi dari Jongin. Biarpun ia dan Jongin sahabatan, ia tidak mau ikut-ikutan Jongin masuk klub dance. Awalnya Sehun masuk klub memasak disekolahnya. Sehun sangat percaya diri dengan kemampuan masaknya. Katanya ia mewariskan bakat masak dari Ummanya. Namun itu hanya baginya sendiri. Kenyataannya ia tidak lebih dari merusak dapur. Sehun langsung dikeluarkan dari klub memasak. Jongin suka mengejeknya kalau ia seperti yeoja karena suka marah-marah.
Kedua namja itu sedang adu lari di Seoul Park. Terlihat Jongin memimpin jauh dari Sehun. Lama-kelamaan Sehun bukannya berlari tapi malah berjalan.
"Hhh..Hhh.." Sehun terengah-engah. Kedua tangannya ia tumpukan pada kedua lututnya. Ia kelihatan sulit menarik nafasnya karena terlalu lama berlari. Oh Sehun adalah orang yang jarang olah raga. Bisa cepat capek walau hanya lari berkeliling 2 putaran saja.
Jongin yang terus berlari jauh pun mengembangkan senyumnya. Kedua namja itu sepakat yang kalah harus traktir yang menang. Namun ia merasakan ada yang janggal. Jongin memberhentikan larinya.
"Hah? Mana Sehun?" Jongin celingukan mencari Sehun. Ia memutuskan untuk kembali lagi ke jalan yang ia lewati tadi. Bingo! Ada Sehun disana sedang duduk di kursi taman sedang menunduk.
"Yak kau! Kenapa malah duduk?" Jongin menghampiri Sehun dan langsung merocos. Ia tidak melihat betapa pucatnya wajah Sehun sebelum Sehun menegakkan tubuhnya.
"Omo! Wajahmu pucat sekali Hun!" Jongin langsung duduk disebelah Sehun. Sehun dengan refleks menyenderkan kepalanya ke bahu Jongin.
'DEG DEG' Suara jantung Jongin beradu kencang. Shit. Perasaan ini lagi. Sehun ini namja bodoh! Batin Jongin.
"Hhh.. Jong in.. a..aku lemas..hhh" Sehun berbicara sambil terengah-engah. Jongin menyelipkan poni Sehun yang panjang ke sebelah telinganya lalu mengusap-usap pipinya.
"Baiklah ayo kita pulang. Kau.. mmmm.."
Tak menunggu lama lagi, Jongin berjongkok didepan Sehun dan menepuk-nepuk pundaknya.
"Maaf aku berat Jong." Ucap Sehun pelan namun Jongin masih dapat mendengarnya. Sehun pun mengalungkan kedua tangannya dileher Jongin dan Jongin mengangkat kedua kaki Sehun dengan tangannya.
"Sehun kau itu ringan sekali! Lebih ringan dari kapas!" Di sepanjang jalan Jongin terus berucap demikian namun hanya di balas decakan oleh Sehun. Sehun terlalu lelah membalasnya.
Sehun melihat sekeliling. Orang-orang melihatnya digendong Jongin dengan tatapan wah-mesra-sekali. Sehun buru-buru membenamkan wajahnya dipundak Jongin. Tidak mau ada yang melihat wajahnya yang mulai memanas dan mungkin memerah. Ia juga segera mencoba mengatur debaran jantungnya yang mulai tidak karuan. Sehun sungguh deg-degan digendong oleh orang yang disukainya.
Perasaan kantuk mulai ada didiri Sehun. Matanya sesekali menyipit. Sehun pun menyenderkan kepalanya dibahu Jongin.
Debaran jantung Jongin mulai lagi. Jongin berusaha mengaturnya namun malah semakin kencang. Jongin tidak mau Sehun mendengar debaran jantungnya. Jongin ragu, apa ini arti kalau ia menyukai Sehun?
"Hun kau ini seperti yeoja kalau begini!" Jongin mencoba membuka pembicaraan. Ia juga mencoba mengalihkan pikirannya tentang perasaannya.
"Hun?"
Jongin melirik ke arah Sehun. Namja putih itu tertidur dipundaknya. Jongin melihatnya tersenyum manis.
'Sehun cantik.' Batin Jongin.
'Shit! Apa-apaan kau Jongin!' Batinnya lagi.
Jongin berjalan dengan langkah yang kuat agar debaran dijantungnya kunjung mereda. Lebih baik ia segera cepat ke rumah Sehun.
..
"Hah? Apa yang terjadi pada hyungku hyung?" Tanya Luhan, adik Sehun. Jongin membaringkan tubuh Sehun perlahan keranjang dikamar Sehun.
"Aku juga tidak tau. Dia tiba-tiba lemas dan saat perjalanan pulang ia tertidur." Jongin memanyunkan bibirnya melihat Sehun.
"Ck. Itu pasti karena Sehun hyung mencoba diet." Jongin melongo atas penuturan Luhan.
"Mwo? Diet untuk apa? Tubuhnya sudah kurus begini."
"Pipinya hyung. Katanya terlalu tembem karena terlalu banyak makan. Akhirnya hyung jarang makan. Seperti yeoja saja memang!" Luhan melirik tajam ke arah Sehun yang sedang berbaring sambil melipatkan tangannya diperutnya.
"Hhh.. Apa-apaan kau Sehun?" Jongin menghelakan nafas kasar sambil melirik ke arah Sehun.
..
Sehun POV
Pagi telah berganti malam. Suasana sejuk berubah menjadi suasana yang agak dingin. Seorang namja cantik masih bergumul didalam diselimutnya.
"Hhh.. Dingin.. Brr..."
Ck. Dingin sekali suasananya.
Aku melirik ke arah jam beker disebelah ranjangku. Masih menunjukkan pukul 19.00.
Hari ini aku belum makan malam, tapi mengapa Umma tidak merocos ya?
Aku mendudukkan tubuhku pinggir ranjang. Menepuk-nepuk pipiku pelan agar bisa tersadar penuh.
'Oh iya kan aku pernah bilang Umma kalau aku diet.' Batinku.
"Hahhh... Lapar!" Aku mengacak asal rambutku. Sungguh perutku lapar!
Sepintas aku melihat bayangan diriku dicermin. Omo pucatnya wajahku ini.
..
"Hyung! Kau hibernasi atau tidur sih!? Lama sekali!"
"Cerewet."
"Sungguh Hyung, tadi pagi kau itu seperti yeoja saja sih. Katanya kau kelelahan lari dan Jongin Hyung menggendongmu pulang. Ckck."
Deg
Wajahku memanas lagi mengingat itu semua. Cih saeng menyebalkan! Aku segera menuju ke dapur.
Belum sempat aku beranjak. Luhan kembali berbicara.
"Tidak ada makanan di dapur. Tadi Umma dan Appa buru-buru ke Busan. Ahjumma sakit katanya."
Aku melongo seketika. Suasana hatiku sungguh Unmood.
Segera aku masuk kamar dan mengambil jaket yang menggantung di dekat pintu.
"Aku pergi membeli makanan!"
"Hati-hati~ Jangan merepotkan orang lagi~"
BLAM
Punya saeng kok sangat menyebalkan dan cerewet! Aku membanting pintu kasar. Aku tidak peduli bila rusak nantinya.
..
"Hahh.. Akhirnya perutku terisi juga." Aku merentangkan tanganku kesamping lebar-lebar. Perutku sudah hangat sekarang. Diisi dengan bakmi di pinggir jalan.
Ttuk dduk
Aku melangkahkan kakiku pelan menuju rumah. Tiap ada batu yang ku lewati di trotoar ku tendang dengan indahnya.
'Aku ini namja, tapi suka dibilang seperti yeoja'
'Tapi aku ingin menjadi menjadi yeoja agar bisa bersama Jongin.'
'Fisikku juga lemah seperti yeoja. Wajahku juga cantik.'
'Kenapa aku tidak dilahirkan sebagai yeoja saja sih!' Batinku.
"Ah aku ingin jadi yeoja! Hhh."
Tak sadar aku berteriak. Aku menghentikan langkahku dan menendang batu –lagi-
"Kau ingin?"
"Kyaaaaa! Kamu apa!?"
"Sungguh tidak sopan! Aku Penyihir Tao^^"
Aku sangat terkejut pundakku ditepuk tiba-tiba. Segera telunjuk tangan kananku ku arahkan tepat di batang hidungnya. Ia langsung menghindar dan mendekat ke arahku.
Klik
"Apa ini?"
Aku segera meraba-raba telinga kananku yang di pasangkan sesuatu oleh Tao.
"Itu sebuah anting. Anting itu akan membuat orang-orang melihatmu seperti yeoja^^"
"Benarkah?"
Tao pun menganggukkan kepalanya.
Aku terus meraba-raba telinga kananku dan tersenyum-senyum sendiri.
"Tao-"
"Loh Tao mana?" Aku celingukan mencari Tao. Namun nihil hasilnya.
'Apa benar anting ini bisa membuat orang-orang melihatku itu yeoja?' Batinku.
Ah sudahlah. Lebih baik aku pulang dan segera tidur. Ini sudah malam.
..
Cahaya terang menyeruak masuk ke celah ventilasi kamarku. Aku menerjap-nerjapkan mataku perlahan.
Remang-remang ku lihat sosok yang mendekat ke arahku. Penglihatanku masih buram.
"Hoaaam..." Aku menguap lebar. Kini aku sudah tersadar sepenuhnya. Aku pun membelakan mataku melihat sosok yang ada didepanku ini.
"Pagi cantik!"
"..."
TBC
HAHAHA! Aku terinspirasi dari ff-ff yang Sehunnya berubah jadi yeoja^^ Aku suka banget. kekeke~
Tinggalkan jejak ya!
REVIEW PLEASE
