A Red, red, Rose

Chapter 3: Ambush at the Hospital

Mikado: Chapter 3!

Hanny: Loh? Bukannya pertanyaan di Chapter 2 belum dijawab?

Mikado: daripada gak ada kerjaan, mending nulis Fanfic.

Hanny: jadi sekaligus 3 Chapter ya bang?

Mikado: bagus, kalau adek ngerti.

Desclaimer:Hetalia milik Hidekaz Himaruya, tetapi A Red, red, Rose milik saya, dan abang saya.

Warning: Lihat di Chapter 1

20:10, New york Hospital, New york, U.S.A

Japan tampak menutup matanya, selayaknya orang yang sedang bermeditasi. "Japan lagi ngapain?"bisik Indo. "sedang berusaha mengirim telepati ke Kuro kali."jawab Luciano (p.s: yang muncul di Chapter ini Luciano Fyro). "tapi, aku gak habis pikir. Kalau yang diincar itu Hanny, seharusnya kasus itu dimulai sesudah pesta perpisahan tersebut bukan?"tanya Yuki. "mungkin ada alasan lain."jawab Mikado sambil memakai pose berpikir. Indo menghela nafas, dan berkata. "sebaiknya kita istirahat dulu. Agar besok kita bisa kembali menyelidiki kasus ini lagi." Mereka semua mengangguk, dan tidur diruang tunggu. Sementara Japan sedang menelusuri masa lalu dengan kemampuan meditasinya. Sekarang, dimatanya berputar kejadian-kejadian dari tanggal 18 Januari 2001-21 Februari 2001, seakan-akan itu merupakan sebuah film lama. Mulai dari bagaimana cara kematian Leon, sampai cara Kematian Violet, korban kasus A Red, red, Rose yang terbunuh di Rusia. Disana ia menemukan kesamaan, Leon merupakan sebuah kepala Laboratorium yang membuat Racun-racun berbahaya, Cammie adalah seorang pembuat sniper-meski ia baru 17 tahun-yang biasa bertemu kliennya di taman, Coco-korban di Prancis-adalah bandar bahan peledak terbesar di Prancis, Lilian-korban di Inggris-adalah bandar obat bius ternama di Inggris, Xiao Ba-korban di Cina-bandar Opium* terbesar di Cina, Violet adalah pembuat pisau bedah ternama di Rusia. Mereka semua menolak memberikan barang-barang buatan mereka kepada pelaku, dan akhirnya mereka dibunuh oleh pelaku. Mari kita lihat keadaan Hanny,

Hanny masih tak sadarkan diri, meski kita tak bisa menentukan dia cuman akting seperti biasa, atau tak sadarkan diri beneran#PLAKK (Hanny: jadi narator yang bener ngapa bang! Mikado: Iya, iya.) Sementara Japan masih bermeditasi, tampak seseorang dengan baju ala mata-mata Cina, dialah, Wang Yue. 'aru, kenapa harus aku aru? Tumben sekali pimpinan tidak membunuh target sendiri, aru'pikir Yue sambil mengendap-endap memasuki ruangan dimana Hanny dirawat. 'bagus, aru. Dia masih tak sadarkan diri, aru'pikir Yue lagi sambil menyiapkan pisau bedah untuk membunuh Hanny, lalu melihat jam. 'jam 20:20. Sekarang waktunya, aru.' Yue langsung mengangkat pisau itu, dan mencoba menusuk leher Hanny. Hanny yang sudah terlatih ilmu beladiri, segera merasa ada bahaya, langsung menghindar kesamping kasur. "siapa kau?!"bentak Hanny. "kau tidak perlu tahu!"seru Yue sambil berusaha menyerang Hanny lagi. Tapi, bisa dihindari Hanny, sambil melirik kearah Jam. '20:20'pikir Hanny. Sementara itu, Japan mendengar kegaduhan didalam ruang rawat Hanny, segera membuka matanya. Begitu dia melihat Hanny sedang diserang, dia segera mendobrak pintu, dan menangkis lemparan Pisau oleh Yue dengan Katana miliknya. 'dia 2p!'pikir Japan saat melihat mata merah Yue. 'sial, ini diluar rencana, aru! Sebaiknya aku kembali, aru!'pikir Yue sambil melarikan diri ke portal.

Hanny masih terengah-engah karena lelah melawan Yue, melihat kearah pisau bedah yang tadi dilempar Yue. "Hanny-san, disini sudah tidak aman. Mungkin lebih baik kita ke tim pelindung (para Allies, Germany) Italy dulu."ujar Japan. "ah, iya. Tapi, kita bangunkan dulu mereka."kata Hanny sambil melihat ke arah tim peneliti yang lain. "eh? Ada apa?"tanya Mikado yang tiba-tiba terbangun. "pendek umur kau Bang! Baru aja ingin dibangunin, udah bangun sendiri."jawab Hanny dengan wajah poker face. "sialan kau dek! Tapi, tadi aku dapat mimpi aneh."kata Mikado. "palingan mimpi ketemu Fem!Japan."gumam Hanny sambil membangunkan Yuki, dan Luciano, yang disambut gerutuan dari Mikado. "Yuki! Luciano! Bangun!"seru Hanny. Yang sukses membangunkan 2 temannya itu, sementara Japan masih kesulitan membangunkan Indo. "kau sudah sadar ya?"tanya Luciano sambil mengucek-ngucek matanya. "ya iyalah. Tadi, ada 2p! Yang menyerangku secara tiba-tiba pada jam 20:20."jawab Hanny kalem. "HAH?!"pekik Indo (yang baru bangun), Mikado, Yuki, dan Luciano. "pantesan tadi, Kuro dateng ke mimpiku untuk memperingatiku, agar tidak melonggarkan penjagaan terhadap mu, dan Luciano."kata Mikado. "kok aku?"tanya Luciano yang nggak rela dijadiin target. "karena kalian target utamanya, kalau aku, dan Yuki, cuman dijadiin target biasa."jawab Mikado. "kayaknya, kita di jadiin target karena menyelidiki kasus ini deh."Yuki meringis. "belum tentu juga. Tapi, kenapa harus sampai pengen dibunuh sih?"tanya Indo. "mungkin karena ia takut di hukum mati. Untuk kasus ini, pelakunya merupakan penjahat tingkat 6, yang harus dihukum mati."jawab Japan. "Tidak ada satu pun manusia yang ingin mati, Tennyson"kata Mikado. "kau membuat keadaan tambah suram tahu."kata Indo Sweatdrop. "yang jelas, sekarang kita harus ke teman-teman kita dulu."kata Yuki.

.

.

.

TBC

Hanny: ok! Chapter 3 selesai!

Mikado: Akhir kata, tolong jawab pertanyaan di Chapter 3, dan Please Review!

*Opium: sejenis Narkoba yang di sebarkan oleh negara Inggris, kepada pemuda-pemuda Cina. Karena itulah, China terkadang mengumpat England dengan nama Opium Bastard. Meski saya masih kurang yakin akan hal ini.