A Red, Red Rose
Ch 4: The secret Organization, and Who are the real Enemy? 1
Desclaimer & Warning: lihat di Chapter 1.
.
.
.
Hanny dkk berjalan menelusuri lorong rumah sakit dalam keadaan diam. Jelas sekali jika tidak ada yang berniat untuk berbicara kali ini. Kecuali Mikado yang berbisik pelan sebuah Soneta. Saat di luar rumah sakit, "Hanny!"sapa Safa. "Safa? Ngapain disini?"tanya Mikado. "pimpinan menyuruhku untuk mengantar mobil ini."jawab Safa sambil menunjuk sebuah mobil Sport . "dari siapa?"tanya Japan sambil mengangkat sebelah alis. "dari Pimpinan Utama. Gue pergi dulu ya! Mau mencari mangsa dulu!"pamit Safa sambil merubah dirinya menjadi kelelawar, dan langsung terbang. "dasar vampir."gerutu Mikado. "siapa itu Pimpinan Utama?"tanya Indo penasaran. "entahlah. Kami pun tidak tahu. Ke-kecuali…" wajah Hanny segera pucat, dan menatap Mikado dengan pandangan takut. "gak mungkin Organisasi itu berdiri lagi! Mereka sudah hancur 2 tahun lalu! Dan, lupakan tentang pemikiran bodohmu itu, Hanny!"omel Mikado. Saking marahnya, wajahnya sampai berubah warna. Dari putih agak pucat, menjadi merah. "apa sih?"tanya Fyro. "bukan apa-apa. Lebih baik kita segera pergi. Ada yang mau menyetir?"tanya Mikado. "aku! Aku!"seru Yuki dengan mata berbinar. "baiklah kalau begitu. Ayo kita pergi."kata Japan.
Sementara itu, "hei, Lutz, lihat Kuro tidak?"tanya Luciano. "untuk apa kau mencarinya?"Lutz balik bertanya dengan nada dingin. "ada yang mencuri topi, seragam, dan sniperku."jawab Luciano. "oh? Bukannya kau menggunakan itu untuk menyerang 1p?"tanya Lutz. "aku tidak pernah menyerang 1p."jawab Luciano bingung. "lalu? Bagaimana dengan temannya Kuro yang kau tembak? Bukankah itu sama saja menyerang 1p?"tanya Lutz. "hah? Hei, aku jadi bingung ini. Aku tidak pernah ke dunia manusia dengan portal tahu! Tanya saja Gillen (2p!Prussia) jika tidak percaya."jawab Luciano. "tunggu! Berarti bukan kau yang menyerang Hanny?"tanya Kuro. "siapa Hanny?"Luciano balik bertanya sambil memasang tampang anjing idiot yang tersesat di New york*digampar fans 2p!Italy* "kau tidak kenal Hanny? Lalu, bukaknkah kau yang mengirim pesan tentang melemahnya Kuro?"tanya Nikolai. "tidak! Aku tidak pernah!"sergah Luciano tambah bingung. Apa yang sebenarnya terjadi?! Pikirnya. "dengar, kau dimana saja selama ini?"tanya Lutz. "di rumahku. Flavio melarangku untuk keluar."jawab Luciano. Mereka semua saling pandang, dan segera berkata dengan serentak. "celaka"
Kembali ke Hanny dkk. Bulan tak menampakkan diri dilangit, dan bintang-bintang bercahaya dengan indah. Meski, hanya sedikit yang terlihat karena banyaknya polusi udara di New york. "aku mulai berpikir untuk memutuskan semua jaringan listrik di New york untuk bisa melihat bintang dengan jelas."gumam Hanny. "kenapa tidak sekalian kau membuat roket untuk melihat bintang secara langsung?"celetuk Fyro. Mikado langsung tertawa mendengar celetukan Fyro. "gak kebayang Hanny buat Roket. Jika dia bisa, dia pasti lebih memilih membuat Nuklir untuk meluluh lantahkan seluruh Amerika!"kata Mikado yang sengsara kehabisan nafas karena kebanyakan ketawa.
Tapi, kedamaian itu hanya berlangsung sebentar, karena, DOR! Sebuah peluru mengenai kaca spion. "apa yang-"Indo kehabisan Kata-kata begitu ia menoleh kebelakang. Ada 4 mobil sedang mengejar mereka, dan seluruh penumpangnya memegang MP9. "Fyro-san! Ambil silenced sub-Machine gun! Indo-kun, Sniper mereka! Mikado-san, jaga Hanny!"seru Japan sambil melempar kunai kearah salah satu mobil. Mikado segera mengambil AK-47, dan menembakkannya kebada mobil lawan, dan Hanny sudah bersiap dengan M-16 SOPMODnya yang sudah pasti ia beli di BM (Black Market)
Musuh pun tidak diam saja melihat Hanny dkk membalas serangan mereka. Mereka segera menembakkan peluru pada mobil Hanny. Yuki yang melihat adanya bahaya, segera menyetir dengan kecepatan penuh. Beruntung jalanan sedang sepi, mereka tidak perlu khawatir menabrak mobil lain. Berkali-kali Yuki membanting setir, dan membelok di tikungan tajam dengan kecepatan tinggi. "mereka ngotot banget sih!"gerutu Yuki. "jumlah mereka semakin banyak."kata Japan sambil melempar kunainya kearah 3 sepeda motor yang baru saja datang, dan membantu musuh mereka. Tiba-tiba, terdengar suara lolongan serigala. Sedetik kemudian, sesosok manusia serigala, dan Vampir turun dari ketinggian, dan menyerang musuh mereka. "Azizah?! Safa?!"seru Hanny mengenali kedua sosok yang membantu mereka. "Hanny! Pergi kearah timur, dan masuki hutan terlarang Sylvanite! Nanti, ada Safanah, dan Puput yang menjemput kalian!"seru Azizah. "tapi, kalian bagaimana?"tanya Indo. "jangan pedulikan! Cepat pergi!"Seru Safa. Yuki segera tancap gas menuju timur, dengan wajah pucat. "aku mulai berpikir ini adalah ulah Organisasi itu."kata Hanny sambil menatap tajam Mikado. "yaah, ku akui. Tapi, mereka bahkan sudah dilarang untuk beroperasi lagikan?"tanya Mikado pada dirinya sendiri. "kalian ngomong apa sih?"tanya Fyro bingung. "Militärorganisation des Weltfriedens. Atau dalam Indonesianya, Organisasi Tentara Perdamaian Dunia. Mereka tak mengenal belas kasihan pada target mereka. Biasanya sih, target mereka Teroris, Koruptor kelas kakap, DLL."jawab Hanny. "bahkan aku, dan Mikado dulu tergabung dalam Organisasi itu sebelum akhirnya mereka dibubarkan oleh PBB."lanjutnya. Yuki baru saja ingin bertanya, tetapi diurungkannya begitu Handphone Japan berbunyi. "Moshi-moshi. Apa? Kau serius, Kuro? Baik-baik. Aku mengerti."Japan menutup telfonnya, dan berkata. "musuhnya bukan Luciano. Alibi dia kuat. Dan, aku baru ingat Luciano benci memakai senjata jarak jauh, meski ia mengoleksinya."kata Japan. "kalau begitu, Siapa musuh kita?"tanya Indo.
TBC
Hanny: selesai juga. Dan, lagi-lagi mengerjakan fic di warnet. Baiklah, ayo balas Review!
Yuki Hiiro: Ok! Senjata anda akan menjadi mandau di pertarungan berikutnya. Dan, terima kasih atas infonya. Saya juga tahu kok Headcannon itu. Tapi, sengaja saya buat Japan Dkk mengiranya ini semua perbuatan Luciano. Anda fans Luciano? Saya juga kok! Tapi, saya lebih suka kuro, daripada Luci. Thanx untuk Reviewnya!
Luciano Fyro: Benarkah FF saya Awesome? Terima kasih atas penghargaannya yang mulia!#plakk *lo kira ini apaan Tor?* sebenarnya, saya nge-post fic ini 3 Chapter sekaligus. Makanya jadi langsung ada 3 chapter. Terima kasih atas review, dan nama untuk 2p!England, dan 2p!France!
Faremilan: masih ingat dong! Dan, anda boleh mengkritik kok! Aku sudah berusaha untuk memperlambat alurnya, tapi, ternyata susah juga. -_- kami lahir tanggal 15 Januari, dan itu kenyataan. Meski, aku kurang terima dia lebih tua 9 menit dariku. Shingeki no Kyojin? Aku pernah ingin membacanya. Tetapi dilarang oleh kakakku yang paling tua. Terlalu banyak kekerasan katanya. Ya, terpaksa aku turutin deh, padahal sampai sekarang ingin banget baca komiknya*curcol mbak?* terima kasih telah Mereview!
Hanny: ok, akhir kata, Review please!
