A Red Red Rose
Ch 5: Hutan Terlarang, dan Alien cucok.
Desclaimer & Warning: lihat Ch 1.
.
.
.
.
.
"oi, hutan Sylvanite bukannya hutan Amnesia?" Tanya Fyro. "Cius? Miapah?" Indo bertanya dengan lebaynya. "Mi goreng!" celetuk Yuki yang agak sebal dengan ke-lebay-an Indo. "Serius nih! Katanya, yang masuk hutan itu selalu menghilang tanpa jejak, dan seminggu kemudiannya, orang yang masuk itu kembali dengan keadaan amnesia ringan." Jelas Fyro. "lanjut gak nih? Kalau nggak, Mikado aja yang masuk." Kata Hanny. "HEI!" seru Mikado yang tidak terima dengan perkataan Hanny yang seenak jidat. "lebih baik kita tetap memasuki hutan itu." Gumam Japan. "baiklah! Kecepatan penuh!" seru Yuki yang langsung menginjak gas mobil sport itu dalam-dalam.
"YUUKKKIIIIIII!" jerit Japan, Indo, Fyro, Hanny, serta Mikado. Sementara mobil Sport itu melaju kencang memasuki hutan terlarang.
Setelah kebut-kebutan di dalam hutan, jerit-jerit panic ketika mobil nyaris menabrak pohon, Indo yang menjeritkan surah ayat kursi (maaf untuk yang non-muslim), Japan yang dari tadi terlihat nyaris nangis karena Yuki mengemudi lebih parah dari Italy, Mikado dan Fyro yang pelukan saking takutnya, dan Hanny yang udah siap-siap lompat keluar mobil jika ada kecelakaan, akhirnya mereka sampai di depan sebuah gerbang yang di desain seperti gerbang mansionnya Ciel Phantomhive. *kenapa malah jadi melenceng ke K*roshitsuji, alias Bl*ck Butler?* tampak, 2 orang bersenjata UZI, serta sebuah pedang, menghampiri Indo DKK. "siapa kalian?!" bentak mereka. "menurut lo?" Tanya Hanny nyolot. Kedua penjaga itu memperhatikan Hanny, dan Mikado—yang masih dalam posisi pelukan dengan Fyro—beberapa saat, lalu membuka gerbang. "kalian sudah ditunggu Pimpinan Utama." Kata salah satu dari mereka. Sayang, Indo DKK tak bisa melihat wajah mereka yang tertutup topeng. Yuki memarkir mobil Sport mereka di halaman mansion itu, sementara yang lain turun. "tadi seru ya!" kata Yuki. "seru dari Brazil?! Kita bisa mati, dodol!" kata Mikado yang kesal. "kok Brazil? Bukannya Hong Kong?" Tanya Fyro. "sebentar lagi ada event apa?" Tanya Mikado. "Piala Dunia di Brazil." Jawab Fyro. "ya udah, Brazil." Kata Mikado yang mengacuhkan kebingungan yang Nampak jelas di wajah Fyro. Tiba-tiba, Puput, dan Safanah muncul tepat didepan mereka, dengan wajah kesal. "kok tadi, malah main ngebut didalam hutan sih?! Untung gak nyasar!" omel Puput. "kok emak tiri tau, kalau kita ngebut-ngebutan?" Tanya Hanny. "wong kita tadi udah nungguin di depan hutan, eh, kalian langsung main ngebut aja. Jadi terpaksa ngikutin pakai sapu terbang deh!" jelas Safanah, lalu melanjutkan. "By the Way, Mikado, dan Fyro tadi manis banget pelukannya~" Mikado memasang wajah poker face, sementara Fyro sudah memiliki rona merah di wajahnya.
Tiba-tiba, sebuah Ufo yang lumayan kecil tapi besar, melayang rendah kearah mereka, dan memperlihatkan sesosok Alien berwarna pink. Dan, reaksi mereka adalahh…
"HUAHAHAAHHAHAHA! Alien kok warnanya pink!" tawa Fyro.
"Alien kok cucok! HUAHAHAHA!" tawa Indo.
Yang lain juga tertawa, melihat Alien yang Anti-mainstream berwarna pink yang muncul didepan mereka. Tiba-tiba, Alien itu menyerahkan secarik kertas yang segera mereka lihat bersama.
Halo! Apakah kalian sudah menemukan pelakunya? Belum? Sayang sekali, HERO sepertiku tak membantu kalian!
("Kubunuh America setelah ini." Geram Mikado.)
By the Way, tadi di sekitar hotel, ada seseorang berambut merah, dan membawa tongkat baseball berkeliaran. Kata Germany, lebih baik kalian tahu tentang hal ini.
Regards
America The HERO.
P.S: tadi Tony sehabis kecebur di kaleng cat pink. Makanya warnanya jadi warna pink.
P.S: pulang nanti belikan Burger ya? Aku lapar.
P.S: aku malas keluar.
P.S: ingat! Belikan Burger!
P.S: belikan Cola juga ya!
—
Semua menatap Mikado yang dengan biadab membakar kertas itu dengan pemantik api. "orang ini menyebalkan." Dengus Mikado. Terlihat jelas ia jengkel dengan pesan singkat yang banyak itu. "k-kurasa kita lebih baik langsung ke Pimpinan Utama." Kata Puput sambil menunjukkan jalan. Seperjalanan menuju ruang Pimpinan Utama, mereka tidak berbicara, kecuali Mikado yang sibuk mengumpat sambil menyiapkan cosplay 6 buah pedang milik M*samune Date dari S*ngok* B*sara. Lalu, Puput berhenti, sambil tersenyum. "inilah ruangannya." Indo DKK segera memasuki ruangan, dan mendapati sesosok laki-laki bertopeng sedang berdiri membelakangi mereka, dan tampaknya laki-laki itu sedang menelpon. "ya. Aku mengerti. Tenang saja, aku yakin mereka tak sadar kau mata-matai. Kau memang bawahan yang setia….. Ya, aku sebagai Zeta berjanji padamu." Lalu, orang itu menutup telfonnya. Hanny, dan Mikado yang mendengar kata Zeta, langsung melemparkan senjata mereka ke orang itu—kalau Mikado cumin lempar salah satu pedangnya aja—langsung saja orang itu mengaduh kesakitan. "Zeta, kupikir kau tak akan membangkitkan Organisasi ini lagi!" seru Mikado. "oh, ternyata Delta, dan Chi. Bias nggak sih nggak usah lempar-lemparan segala?!" protes orang itu. "Hanny-san, lebih baik jangan bertindak gegabah." Kata Japan. "biarkan toh, orang ini tak berbahaya." Kata Hanny. "haahh?" Indo, Japan, Fyro, serta Yuki langsung cengo' "karena dia adalah…."
TBC
Hanny: yeaahh! Akhir yang menggantung!
Mikado: akhirnya bias nge-post juga!
Hana: heh, Kuso-Author (Hanny), dan Second Kuso-Author (Mikado) kalian masih ada jadwal ulangan besok! Bukannya belajar, malah buat fic.
Mikado: suka-suka dong. Setidaknya refreshing.
Hanny: setuju! Besokkan hari terakhir UKK!
Hana: dasar nggak Kakak, nggak Adek, sama aja. Baiklah, mari kita balas review!
Luciano Fyro: Selamat bangun tidur (?)! Syukurlah fic ini tambah AWESOME, tadinya fic ini ingin saya Disc aja. dan, umur Saya, Anda, Yuki, dan Mikado tergantung umur kalian sebenarnya kok! eh? beneran terlihat seperti umur 20 tahunan? tadinya saya ingin membuat senjata anda MP9, tapi, setelah pikir-pikir Machine Gun lebih bagus. ini dia kelanjutannya!
Yuki Hiiro: iya, dia emang selalu Over-protect. padahal saya sendiri pernah nemu Doujin Russia X Japan rated M dibawah bantalnya *apa nyambungnya?* bukan, bukan Luci *Luciano: sekali lagi manggil gue Luci, tak gampar wajahmu* soalnya saya sayang aja kalau Luci jadi jahat. nanti siapa yang jadi seme si Kuro? *gampared* ehm, ini Update-annya!
Hanny & Mikado: thanks telah mereview! akhir kata, kami hanya bisa menyebutkan, Review Please!
