I wanna be girl Ch 3/?

Author : Teleportbabies

Genre : Drama, Romance, Fantasy

Rating : T

Cast : Oh Sehun, Kim Jongin

Author note : This story is mine. Don't like Don't read.

Warning : Alur sinetron, ga jelas, aneh, awas muntah.

Author POV

"Agghh!" seorang namja berlingkar mata tebal dan hitam dengan raut wajah kesalnya duduk di sebuah kursi dihalte bus. Ia menghentakan kakinya ke tanah kencang. Berusaha mengekspresikan kekesalannya. Beruntungnya ia sedang sendirian disana jadi tidak ada yang akan memprotesnya atau berpikir bahwa ia tidak waras karena setelah ia marah-marah tidak tidak jelas, seketika ekspresinya langsung berubah 360°. Bahkan kucing yang lewat pun terkaget hingga bulu-bulunya naik. Ia menyenderkan kepalanya ke tiang dan mempoutkan bibirnya.

"Ottokhae.. Ottokhae... " gumamnya.

...

"Sehun, a..ak-aku mencintaimu. Mau kah kau menjadi kekasihku?" seorang namja tampan sedang bersimpuh sambil menyodorkan sebuah buket bunga Cellesiu dihadapan seorang yeoja cantik berambut blonde panjang. Yeoja cantik itu antara senang, terkejut dan bingung. Ia pun menggigit bibir bawahnya. Tangannya pun diletakkan tepat dibagian jantungnya. Sepertinya jantungnya berdebar dengan tidak normal. Ia heran kenapa harus begini padahal dikhayalannya ia bisa dengan mudah menjawab pernyataan cinta Jongin.

"Ma- Maaf aku...

"Aku mengerti." Namja tampan yang diketahui bernama Jongin itu bangun dari simpuhannya dengan wajah kecewa dan mulai berjalan membelakangi Sehun -yeoja cantik itu- Sehun tentu panik. Ia ingin menerima namja itu. Tetapi Jongin malah salah paham. Ini memang salahnya di awal ia berkata maaf.

"Maaf aku tidak bisa menolakmu! Dengarkan dulu dong omonganku!" tak sadar Sehun pun berteriak pada Jongin yang sudah berjalan beberapa langkah. Sontak ia menutup mulutnya dan melirik ke sekeliling yang memperhatikannya karena teriakannya bisa dibilang cukup kencang. Sehun menatap punggung Jongin yang berhenti melangkah.

Disisi lain Jongin tersenyum lebar mendengar penuturan sahabat yang dicintainya, eh bukan, sekarang adalah kekasihnya. Sehun menerima cinta Jongin bukan? Jongin kira Sehun akan menolaknya. Jongin dengan cepat membalikkan tubuhnya berlari lalu memeluk erat Sehun. Buket bunganya kini sudah ada di genggaman Sehun. Mereka pun berpelukan. Sehun tersenyum senang.

"Kau kekasihku kan?" Jongin berbicara tepat ditelinga Sehun. Suara beratnya membuat Sehun agak merinding. Sehun pun membalasnya dengan mendekatnya bibirnya ke telinga Jongin dan berbisik.

" h. BODOH!" Jongin sontak melepaskan pelukannya dan mengusap-usap telinganya. Sehun berteriak tepat ditelinganya dan itu membuat telinganya ngilu.

"Kau mengataiku bodoh?" sahut Jongin.

"Kau tidak bisa mengambil kesimpulan memangnya?" Jawab Sehun dengan entengnya.

"Kan aku memastikan kalau telingaku tidak salah!" Jongin menyamakan nada suaranya seperti Sehun yang agak tinggi.

"Memang telingamu bermasalah?" sahut Sehun dengan nada nyolot.

"Kubilang aku hanya ingin memastikan!" balas Jongin tak kalah nyolot.

"Bilang saja ka-

CUP

Jongin menempelkan bibir tebalnya tepat dibibir pink Sehun. Dan itu berhasil membuat Sehun bungkam dan menghentikan bicaranya. Sehun pun memejamkan matanya. Jongin pun menyeringai mesum lalu ikut memejamkan matanya. Tak mau hanya menempel, Jongin pun memiringkan kepalanya dan menarik tengkuk Sehun agar lebih dekat. Jongin menggigit-gigit kecil bibir bawah Sehun dan melumatnya pelan.

"Mmmhh.. Jonghh..." erang Sehun pelan. Sehun pun melingkarkan kedua tangannya dileher Jongin. Ia sedikit berjinjit untuk membalas ciuman Jongin. Jongin pun tersenyum senang Sehun membalas ciumannya. Sehun membalas menggigit pelan bibir atas Jongin. Entah siapa yang memulai lidah mereka pun bertautan menjadikan ciuman mereka basah.

Jepret!

Blitz sebuah camera yang sangat silau membuat Sehun sontak melepaskan ciuman-dan juga pelukannya-. Sehun sejenak lupa akan apa yang ia lakukan tadi dengan Jongin, ia mengucek-ucek matanya dan sesekali melototkan matanya karena kini didalam penglihatannya terdapat sebuah titik cahaya akibat blitz kamera yang Sehun benci itu. Sehun pun menyipitkan matanya melihat seorang namja kecil dengan banyak camera yang dikalungkan dilehernya berjalan menghampirinya.

Jongin menggaruk-garukkan belakang lehernya dan menunduk 90° pada orang-orang yang tadi –mungkin – melihat Jongin dan Sehun berciuman. Sedangkan Sehun, ia malah memandang bingung namja kecil yang menghampirinya.

"Annyeong Ahjumma Ahjusshi!" sapa namja kecil berambut hitam legam serta mempunyai bola mata yang besar.

"Yak apakah kami setua itu." Ucap Sehun. Sehun pun merenyitkan alisnya. Titik cahaya itu sudah hilang sehingga Sehun telah bisa melihat jelas.

Anak itu malah terkekeh pelan.

"Aku sedang mencoba camera-camera baruku. Mianhae mengganggu saat kalian errr...

"Anak kecil jangan sok paham." Sahut Jongin yang tiba-tiba datang dan langsung merangkul pinggang Sehun. Jongin shock melihat namja kecil bermata besar didepannya. Pasti orang tua anak ini sangat kaya, melihat banyaknya kamera mahal yang menggantung dilehernya. Padahal masih bisa dibilang anak bocah.

"Ini aku mengabadikannya hehe" anak kecil itu memberikan dua photo polaroid sambil tersenyum lebar pada Sehun.

"Jeno! Jeno!" seorang yeoja berumur dengan wajah panik menghampiri Jeno dan memeluknya.

"Ku kira kau tersesat!" Ucap yeoja berumur itu yang ternyata Ummanya sambil memelototkan matanya ke arah Jeno.

"Aku hanya memotret disini Umma." Jawab Jeno pelan sambil terkekeh. Umma Jeno yang tidak memperhatikan adanya Sehun dan Jongin langsung menyeret pergi Jeno dari tempat itu. Jeno pun langsung menengokkan kepalanya ke belakang dan melambai-lambaikan tangannya selaku mengucapkan selamat tinggal.

Sehun dan Jongin pun sama-sama melihat photo polaroid yang ada di tangan Sehun. Sehun yang tersipu malu melihatnya pun langsung membalikkan photonya.

"Dasar anak kecil." Gumam Sehun pelan. Jongin terkekeh pelan dan mengambil satu photo yang ada ditangan Sehun.

"Anak bocah yang cukup berguna. Mengabadikan moment kita." Ucap Jongin sambil tersenyum mesum. Sontak Sehun memukul lengan Jongin.

"Aw." Jongin pun pura-pura sakit dengan raut wajah yang dibuat-buat lemas. Itu membuat Sehun mendekat padanya dan mengelus-elus lengan Jongin untuk memastikan apakah itu sakit. Tak disia-siakan Jongin, ia pun mengecup kening Sehun singkat.

"Ah dasar!" Sehun pun menatap malas Jongin.

"Kau imut sekali chagi~ photo ini akan ku simpan didompetku." Jongin pun merogoh saku belakang celananya untuk mengambil dompetnya. Lalu membuka dompetnya dan menyelipkan photo polaroid tersebut disalah satu sisi disana.

"Aku akan menempelnya didinding kamarku." Ucap Sehun sambil malu-malu.

"Ah manisnya~" Sehun menjauhkan tubuhnya dari Jongin yang habis mencolek dagunya. Ia pun mengerucutkan bibirnya.

"Yak jangan mengerucutkan kalau tidak mau-

Sehun yang sudah tau apa lanjutkan ucapan Jongin langsung memotong ucapannya dan menarik lengan Jongin.

"Ah ayo kita makan! Aku lapar!"

...

"Ah selesai juga." Sehun tersenyum melihat hasil karyanya. Ia menempelkan photo polaroidnya dan Jongin tadi. Namun tidak mungkin kan kalau hanya satu yang ditempel? Selama ini Sehun tidak pernah menempel photo didinding kamarnya, sebenarnya ia tadi asal ceplos ke Jongin. Ia mengambil semua photo-photonya yang sudah dicetak ataupun yang photo polaroid yang ia punya dan ikut ditempelkan didinding bersama photo polaroidnya dan Jongin tadi. Membentuk sebuah bentuk smile._. dimana photo polaroidnya dan Jongin diletakkan menjadi salah satu matanya.

Sehun merebahkan dirinya diranjang yang empuk. Menatap langit-langit kamarnya sambil tertawa sendiri. Suasana hati Sehun benar-benar berbunga sekarang. Sehun berharap mimpi akan indah nanti, ia pun tidur sambil tersenyum.

Tak sadar seseorang disebelah lemari Sehun menatap malas ke arahnya. Mengacak-acak rambutnya asal dan beranjak pergi dari sana setelah melirik seorang yang tengah tertidur pulas diranjang.

"Aku jadi tidak tega." Gumam seseorang itu.

...

Drrtt drrtt

Sebuah benda bergetar disebuah nakas sebelah ranjang Sehun. Membuat Sehun agak terganggu dan berdecak kesal. Mau tak mau ia segera bangun lalu menggeser layar androidnya. Sebuah pesan dari anggota OSIS sekolahnya.

PENGUMUMAN!
Info dari Sooman Saem bahwa siswa kelas X-XII mulai dari tanggal 10-17 November BELAJAR DIRUMAH karena guru-guru sedang mengadakan workshop ke luar kota. Harap disebarkan!

Anggota OSIS tercantik, Tiffany

"Mwo? Pengumuman seperti ini disebarkan lewat sms? Yang benar saja." Sehun merenyitkan alisnya. Namun setelah ia menutup layar smsnya, banyak notif tersedia disana, facebook, twitter, email dan medsos lainnya ia mendapat info seperti itu juga. Sehun menatap malas androidnya dan langsung menggeser semua layar notif untuk menghapusnya. Ia langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya.

"Ummaa~" Sehun menghampiri Ummanya yang sedang menyantap roti bakar dimeja makan. Sehun langsung duduk di kursi sebrang Ummanya setelah mengambil selembar roti.

"Anggota OSIS disekolahku sms katanya hari ini sampai 7 hari kedepan libur." Ucap Sehun.

"Ne. Umma sudah tau. Oh iya tadi Jongin pamit pada Umma saat ingin membukakan pagar untuk Appa kerja. Katanya ia akan ke rumah neneknya seminggu."

"Uhuk.." Sehun tersedak kemudian memanyunkan bibirnya. Oh iya Sehun baru ingat kalau dia dan Jongin kan sedang berpacaran, tapi tadi kok tidak ada sms dari Jongin? Telepon apalagi.

Ummanya yang melihatnya manyun langsung terkekeh.

"Sehunnie sedih haha. Hari libur tapi tidak bisa kencan dengan Jongin." Canda Ummanya.

"Bagai-

'Umma bukannya belum tau? Apa Jongin yang beri tau? Ah Umma memang suka menggodaku kan.' Pikir Sehun.

"Apa?" Umma merenyit heran melihatku yang menghentikan perkataan.

"Tidak."

'Hhh... Bete Jongin ngga pamit sama aku.' Sehun mengerucutkan bibirnya lalu melanjutkan makannya.

"Setelah mandi, kau beli makanan ikan ok? Kasihan ikan Appamu nanti ngambang semua." sahut Umma yang kini beranjak dari duduknya. Sehun mengangguk pelan.

...

Drrtt... Drrrtt... Drrtt... Drrtt...

Setelah mengenakan pakaian sehabis mandi, Sehun merasa berisik mendengar ponselnya yang terus bergetar di atas meja kamarnya. Ia langsung membuka kunci androidnya dan senyuman manis langsung terhias di wajah Sehun.

54 pesan Jongie.

Setelah membaca sekilas-kilas seluruh sms Jongin, Sehun menyimpulkan bahwa sebenarnya Jongin ingin pamit tadi pagi dan menyuruh Sehun untuk keluar rumah, namun ternyata sinyal kartu ponselnya Jongin sedang eror, makanya smsnya pending dan Jongin otomatis juga tidak bisa menelepon Sehun. Sehun cukup lega dan segera menghubungi Jongin.

"Yeboseo."

"Yeboseo."

"Hunnie akhirnya aku mendengar suaramu! Smsku sudah sampai semua pasti kan? Padahal tadi pagi aku ingin kau keluar rumah sebentar. Aku akan merindukanmu."

"Maaf Jongie, lagipula aku masih tidur saat pagi-pagi begitu. Hehe."

"Kau baik?"

"Ne, aku...

Obrolan mereka pun menjadi panjang sampai memakan waktu berjam-jam. Sampai matahari mulai naik ke atas kepala. Sehun tidak akan memutus obrolannya kalau saja Ummanya tidak berteriak-teriak agar ia segera membelikan makanan ikan.

"Kok eror! Tidak bisa dihapus!"

Sehun memanyunkan bibirnya. Ia ingin menghapus pesan dari si anggota OSIS, Tiffany, tapi malah tidak bisa dihapus. Sehun mau semua kotak masuk pesannya diisi oleh Jongin semua.

Saat ini ia sibuk berkirim pesan dengan Jongin setelah memutus obrolan ditelepon tadi. Sebenarnya Sehun jarang sms, dia lebih suka di media sosial, oleh karena itu sekarang kotak terkirim dan kotak masuknya hanya Jongin saja-Tiffany tidak dihitung-

...

"Ahjusshi bakmi yang pedas satu!" sahut lantang Sehun. Ia segera memposisikan duduknya nyaman dibangku kayu disebuah kedai kecil kesukaannya di pinggiran jalan. Ia memutuskan untuk mengisi perutnya yang lapar setelah membeli makanan ikan.

"Fuuuh.. Panas.." seorang namja yang duduk disebelah Sehun sedang meniup-niup kencang lilitan mie disumpitnya. Ia ingin segera menyantapnya namun mienya masih panas dan berasap. Namja itu antara gelandangan atau tidak punya selera mode fashion. Ia mengenakan pakaian yang sungguh aneh. Memakai jubah bercorak awan merah dan topi yang cukup lebar seperti petani yang mampu menghalangi orang-orang yang ingin melihat wajahnya. (Bayangin Itachi atau Deidara Akatsuki waktu pake topi jerami/?)

Sehun memandangi mangkuk namja itu dengan wajah mupeng-nya. Ia benar-benar lapar, namun namja itu malah belum memakan sedikit pun. Setelah ditiup, ditiup lagi. Sehun juga memandang heran namja disampingnya karena berpakaian aneh sekali. Ia menundukkan tubuhnya ingin melihat bagaimana rupa si namja itu. Namun tertunda karena tiba-tiba semangkuk bakmi tersaji didepannya.

"Selamat menikmati!" Ucap sang ahjusshi si pemilik kedai ramah. Sehun hanya menganggukkan kepalanya mempersiapkan sumpit untuk makannya.

"Cih!"

PRANG

Belum satu suapan masuk ke mulut Sehun, pandangannya terarah lagi pada namja disampingnya. Namja tersebut mendecak kesal. Sampai disini Sehun bisa mengambil kesimpulan kalau si namja itu kesulitan menggunakan sumpit. Sumpit sinamja itu sekarang sudah terlempar kebawah lantai.

"Yak kau! Sudah ku beri makan gratis malah membuang-buang sumpitku!" teriak ahjusshi si pemilik menatap tajam ke arah namja itu.

"Aku tidak peduli." jawab namja itu dingin. Karena beranjak dari tempat duduknya tergesa-gesa tak sengaja ia menjatuhkan topi aneh yang bertengger dikepalanya. Dan membuat Sehun lagi-lagi menunda suapannya.

"Tao?"

TBC

Bacotan : Hai! Telbies comeback abis hiatus! hehe~ ini ff udah mulai ngga jelas-_- karna yang bikin gajelas juga/? makasih banyak buat yang nunggu(emang ada?wkwk) tapi ff ini sama yang lain tetep aku lanjutin tenang aja biarpun udah basi, aneh, absurd, bikin enek dll, karena aku sendiri juga penasaran gimana kelanjutannya/? Tunggu ide dari otak dulu hahaha

makasih yang udah review^^ yang log jn dibales di pm yaa

makasih yang anon juga

makasih yang baca tapi kaga review juga

Mumumumuach...

REVIEW