I wanna be girl Ch 4/?

Author : Teleportbabies

Genre : Drama, Romance, Fantasy

Rating : T

Cast : Oh Sehun, Kim Jongin and EXO members

Author note : This story is mine. Don't like Don't read.

.

.

.

.

.

.

ff sangat abal, tambah ngga jelas-_- maafkan aku~

.

.

.

.

Tao POV

'Sudah susah payah membantu mengangkat barang demi semangkuk mie, dan sekarang saat ingin makan malah tidak bisa menggunakan benda ini-sumpit' Batinku. Aku sudah cukup kesal, ku lempar saja benda itu.

Prang

"Yak kau! Sudah ku beri makan gratis malah membuang-buang sumpitku! Ambil lagi!" sahut ahjusshi si pemilik kedai. Biarpun aku kedinginan, lama-lama juga gerah pikiranku. Ku buka saja topi jerami anehku yang ku dapatkan dari jalan tadi. Aku pun beranjak berdiri dari tempat dudukku.

"TAO YA?" aku langsung menengok ke sumber suara yang ada disamping dudukku.

'Astaga. Sehun kenapa disini? Bodoh kenapa aku buka topi aneh itu.' Pikirku.

"Pergi sana! Pergi!" ahjusshi pemilik kedai tiba-tiba mendorongku keluar saat aku dan Sehun bertatapan tadi. Aku tak membuang waktu untuk segera lari dari tempat itu. Sehun tidak beranjak dari tempatnya, ia hanya menolehkan kepalanya ke arahku sebentar dan kembali pada makanannya.

...

Author POV

"Tadi Tao? Penampilannya kok aneh begitu?" gumam Sehun pelan lalu melanjutkan makannya.

...

Krriuk~

"Aku lapar huhuhu..." Tao berjalan lemas di trotoar. Ia tidak punya arah tujuan. Ditambah dari kemarin perutnya belum terisi. Tao pun duduk di pinggir trotoar sambil melihat lalu lalang kendaraan di depannya.

"Hei."

Tao mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari sosok yang tengah memanggilnya. Ia sangat mengenali suara itu, gege kesayangannya, Kris. Tao mengerucutkan bibirnya, ia sendiri adalah penyihir yang bisa menghilang kapan saja, pasti sekarang Kris tengah bersembunyi.

"Gege keluar! Beri aku makaaan!"

"Hhh... Kau belum bertindak?" suara berat yang sangat dikenalinya kini terdengar lagi dan sudah duduk disampingnya. Ia melempar sebuah kotak yang langsung di tangkap Tao.

Hap

"Ah akhirnya daging sapi panggang!" mata Tao berbinar-binar melihatnya. Ia membasahi bibirnya yang kering dan langsung menyantapnya dengan lahap.

"Kau benar-benar belum makan?" tanya Kris.

Tao menggelengkan kepalanya.

"Aku tadi melihat daging sapi tapi kecil-kecil sekali. Aku susah payah membantu mengangkat barang untuk mendapatkan itu tapi sulit sekali memakannya karena menggunakan benda aneh. Huhuhu. Untungnya gege datang dan memberiku makan."

"Sudahlah habiskan dulu makanmu."

Tao mengangguk lucu.

...

"Nah sudah kenyangkan ikan-ikan!" Sehun cekikikan melihat ikannya langsung berkerubung berebut makanan ikan yang baru Sehun tuangkan ke dalam aquarium. Ia tersenyum sambil mengetuk-ngetuk kaca aquarium. Seketika ia memonyongkan bibirnya mengingat Appanya yang membeli ikannya tapi tak pernah merawatnya. Hhh...

Drrtt..

From : Jongie

Hei, aku merindukanmu :*

Wajah Sehun berseri lagi. Kakinya melangkah menuju kamarnya. Membaringkan tubuhnya dikasur didalam kamarnya yang dingin setelah dipasang AC. Berbalas pesan dengan orang yang dicintainya.

To : Jongie

Aku juga merindukanmu :*

...

"Auuuuuuu~ Ah saranghaeyo. Nan neukdego, neon minyeo~" Sehun bersenandung ria sambil melangkahkan kakinya menuju supermarket. Ia diperintah Ummanya untuk membeli bahan-bahan kue, karena Ummanya ingin membuat kue. Sehun yang biasanya malas disuruh-suruh menjadi semangat. Sehun menjadi semangat dengan apapun yang dilakukannya. Tentu saja, hatinya sedang berbunga-bunga sekarang.

"Mwo? Bukankah itu Tao?" Sehun berlari dengan semangat menghampiri Tao yang berjalan membelakanginya.

"TAOOOO!" Sehun berteriak kencang. Tak peduli setelahnya semua mata tertuju padanya karena ia berteriak.

Tao POV

"TAOOOO!"

Deg

'Sepertinya aku kenal suara ini' Pikirku.

Ppuk

Kurasakan ada orang yang menepuk bahuku. Aku pun menghentikan jalanku dan menegok kebelakang. Ternyata benar, itu Sehun. Oh God, jangan sampai aku diberi hukuman lagi.

-Flashback-

"Jadi, apa yang akan kau lakukan?" tanya Kris.

"Aku tidak tau. Tadi aku bertemu dengannya dan langsung saja aku kabur. Gege, kau mau membantuku kan? Aku akan memberinya waktu untuk dia menikmati masanya seperti itu. Hmm.. setidaknya saat aku hidup di bumi, beri aku makan, pakaian dan tempat tinggal." Ujar Tao.

"Yak! Kau mau aku diberi hukuman? Sekarang saja aku akan diberi hukuman karena memberimu makan."

"Setidaknya hukumanmu kan tidak sampai sepertiku ge!"

"Ambil antingnya."

"Tidak bisa! Dia benar-benar sangat bahagia. Aku.. Aku-"

"-Kau lupa ucapan Tuan Yunho?" sahut Kris enteng.

"Tao! Kau tau kan kau penyihir amatir? Sihirnya akan hilang dalam seminggu! Cepat selesaikan!"

"Ba..Baiklah aku akan mengambil antingnya. Ta.. Tapi setidaknya beri aku makan, pakaian dan tempat tinggal hehe."

"..."

-Flashback off-

"Tao!" Sehun melihatku dengan mata yang berbinar-binar sekali. Aku bisa melihat kalau suasana hatinya kini sangat senang.

Grep

Mwo? Dia memelukku? Sekarang ini kami sedang ada di trotoar jalan. Apa dia tidak malu?

Oh iya, dia dilihat sebagai yeoja sekarang. Aku diam saja tidak membalas pelukannya atau menolak pelukannya.

"Tao, aku senang sekali. Kau tau tidak? Aku dan Jongin sudah berpacaran sekarang." ucap Sehun setelah melepaskan pelukkannya.

"Mwo? Siapa Jongin?" tanyaku.

"Waktu aku teriak-teriak mau jadi yeoja karena aku... ngg suka padanya." Ucap Sehun malu-malu. Dia memang cantik. Apalagi sekarang dia berpenampilan seperti yeoja. Tapi tanpa menjadi yeoja pun menurutku sudah cantik.

"Chukhae." Ucapku singkat. Aku pura-pura senang dan mengatakannya dengan nada bahagia. Aku tersenyum agar membuatnya tambah percaya.

Sehun menganggukkan kepalanya lucu. Senyumnya tak pernah lepas dari raut wajahnya.

"Ini semua karenamu Tao!"

Grep

Dia menunjukkan eyesmilenya dan lagi-lagi dia memelukku. Memang dia sangat uke! Sudah tau aku namja. Main peluk-peluk saja. Aku melepas pelukannya dengan hati-hati agar tidak terkesan aku menolak pelukannya.

Sehun merenyitkan alisnya menatapku. Sepertinya dia sadar kalau aku tak suka dipeluk.

"Hei ini ditengah jalan." Ucapku pelan. Sehun menatapku bingung.

"Lalu?" tanyanya polos.

What? Masih tanya? Aku diam saja.

"Hei tadi kau keluar dari kedai ramyeon? habis makan ramyeon?" tanya Sehun.

Ppuk ppuk

What? Dia menepuk-nepuk pipiku dengan tangannya yang –ekhem- halus dan meraba-raba lekuk wajahku.

"Kau ini apa? Bukankah kau bilang kau penyihir? Kok aku bisa menyentuhmu?" Sehun menaikkan sebelah alisnya. Aku segera menepis tangannya yang masih ada di pipiku. Sungguh malas membalas pertanyaannya, lebih baik diam daripada menjawab 'Aku sedang dihukum tinggal di bumi karenamu.' dan membuat masalahku bertambah.

"Aku tidak peduli kau ini apa. Aku akan mentraktirmu es krim. Kajja!"

Seenaknya sekali si Sehun ini. Main menarik tanganku entah kemana. Aku hanya pasrah saja.

"Coba. Es krim disini enak sekali." Ucap Sehun sambil menjilat sudut bibirnya yang dilumuri es krim. Bukan hanya seperti yeoja, dia juga seperti bocah! Makan es krim sangat belepotan. Entah bagaimana ceritanya sekarang sudah ada es krim ditanganku. Ragu-ragu aku mencipipi es krim yang berwarna pink ini.

'Enak.' Pikirku setelah jilatan pertamaku. Tak sadar aku menyunggingkan senyuman bibirku.

"Enak kan?"

Aku menghiraukan Sehun. Membalikkan tubuhku agar Sehun tidak melihat caraku makan es krim dengan nafsu sekali. Es krimnya enak. Lumayan untuk menghilangkan badmoodku.

"HEI TAO! DUDUK DISINI SAJA!" teriak Sehun yang sedang duduk di sebuah bangku panjang masih sambil menjilat es krimnya. Aku pun menegok. Ia menepuk-nepuk tempat kosong disebelahnya seraya menyuruhku untuk duduk disana.

Berdiri lama-lama memang membuatku pegal. Mau tak mau aku duduk disebelah Sehun, karena tempat yang lain sedikit kotor.

"Hei aku mau cerita." Aku menengok ke arah Sehun yang sepertinya sedang tersipu malu. Aku menaikkan satu alisku menatapnya. Dia ini aneh. Aku kembali menjilat es krimku yang mulai luber karena sudah agak mencair.

"Apakah kau pernah berciuman?"

"Uhukk... Mwo?"

Pluk

"Agh!" aku merutuki kebodohanku yang kaget karena sekarang es krimnya jatuh. Wajahku pasti masam sekali. Aku mendecak kesal.

"Haha wajahmu sangat lucu Tao!" ucap Sehun diiringi tawanya. Aku meliriknya tajam. Seketika dia langsung diam.

Aku beranjak dari bangku dan mulai melangkah. Baru beberapa langkah Sehun menahan tanganku setelah sebelumnya ia membuang cup es krimnya.

"Kau mau kemana? Sudah ku bilang aku ingin bercerita." Sehun memanyunkan bibirnya.

"Aku sibuk." Aku kembali melanjutkan langkahku. Sudah lumayan jauh aku melangkah namun aku tak ditahannya lagi. Bagus kalau begitu.

"Yasudah lain kali aku akan bercerita! Daah Tao!" teriak Sehun. Sepertinya dia sangat antusias untuk bercerita. Aku jadi tidak tega kalau mendengarnya.

Aku merutuki diri sendiri. Sudah dua kali bertemu Sehun tapi tidak melakukan apa-apa. Agh! Bagaimana?

Author POV

Sehun menatap punggung Tao yang makin lama sudah tidak kelihatan lagi. Ia lalu mengerucutkan bibirnya.

"Kyaaaaaa!"

Tiba-tiba Sehun berteriak. Bukan karena ada perampok atau penjahat, namun karena ia mengingat kejadian siang tadi. Setiap hari Jongin selalu menggombalinya lewat telepon dan sms namun siang tadi adalah puncak kelebihan seorang Kim Jongin dalam menggombal. Ia menggembungkan pipinya yang mulai memerah. Menggigit bibirnya saking tidak tau lagi harus mengekspresikannya seperti apa.

Drrt...Drrtt..

Sebuah getaran yang ternyata dari handphone yang ada disakunya membuyar khayalannya. Sehun pun merogoh sakunya selaku mengambil benda tersebut. Ia menggeser kesamping layar androidnya. Seketika ia langsung membulatkan matanya.

Ia melupakan tugasnya kalau harus ke supermarket, sekarang sudah pukul 07.00 malam. Sehun langsung beranjak pergi dari tempatnya berdiri sekarang.

Kling

Sehun memasuki super market dan mengambil trolli yang disediakan disana. Ia merogoh sakunya mengambil selembar kertas yang berisi daftar-daftar bahan yang harus dibeli. Ia mengerucutkan bibirnya melihat daftarnya banyak sekali kemudian mendesah pelan.

Sehun mendorong trolinya perlahan. Mulai mencari bahan yang tertera dikertas. Tak berapa lama ia menghentikan trollinya karena melihat ada barang yang harus ia ambil. Sehun pun mengambil tepung terigu dan gula yang kebetulan ada dijejeran rak yang sama. Kemudian ia menaruhnya didalam trolli dan melanjutkan mendorong trollinya mencari bahan lain yang diperlukan.

Grep

"Baekki~" suara berat seorang namja bertubuh jangkung terasa menggelitik namja mungil yang ada didepannya. Membuat tubuh Baekhyun-namja yang dipanggil- sedikit bergetar. Si namja jangkung memeluknya dari belakang dan menumpu kepalanya dibahu si namja mungil.

"Huss!" Baekhyun langsung mencubit pelan lengan Chanyeol membuat Chanyeol merintih pelan. Baekhyun melirik tajam ke arah Chanyeol setelah sebelumnya ia melirik seorang yeoja yang lewat didepan mereka. Chanyeol langsung mengecutkan bibirnya dan mendesah panjang.

Chanyeol tau hubungan ia dan Baekhyun tidak begitu wajar, mereka sama-sama namja. Namun Chanyeol tidak peduli. Ia sangat mencintai Baekhyun dan Chanyeol tau kalau Baekhyun juga mencintainya.

Sehun agak canggung lewat didepan mereka setelah dilirik oleh Baekhyun-Si namja mungil-. Sehun bingung dan menerjapkan matanya. Ia pun memberhentikan trollinya dan berpura-pura memilih tepung, padahal ia sudah mengambil tepung tadi.

Setelah melihat namja jangkung dan namja mungil tadi pergi, Sehun berhenti pura-pura memilih-milih tepung dan menjalankan trollinya lagi.

'Ada apa dengan namja tadi? Apa aku punya salah? Lirikannya tajam sekali.' Pikir Sehun.

Sehun mengedarkan pandangannya pada kaleng-kaleng yang berjejer rapi didepannya. Ia menggaruk kepalanya seraya kebingungan. Ia melihat kertas daftar bahan yang dibeli dan ini adalah yang terakhir. Ummanya menulis membeli manisan kaleng buah nanas. Sehun yang tidak pandai bahasa inggris pun kebingungan melihat semua kaleng didepannya berlabel bahasa inggris tanpa gambar.

Sehun melirik ke sebelah kiri, ada namja jangkung yang tadi. Ia memutuskan untuk bertanya padanya meskipun agak canggung. Kebetulan jaraknya cukup dekat dari tempat Sehun berdiri sekarang.

"Er.. Maaf." Sehun menepuk bahu namja jangkung itu pelan. Dan namja jangkung itu pun menengok.

"Ya ada apa nona?" jawabnya ramah.

"Bisa kau pilihkan kaleng manisan buah nanas? Aku kurang pandai bahasa inggris. Hehe." Ucap Sehun diselingi tawa diakhir kalimatnya.

Namja jangkung itu mengedarkan pandangannya ke jejeran kaleng-kaleng didepannya. Tak lama pandangan matanya berhenti dan ia mengambil sebuah kaleng berlabel pinnapple kemudian diserahkan pada Sehun.

"Ah terimakasih err..."

"Chanyeol."

"-Chanyeol-ssi."

"Tak perlu pakai embel-embel ssi. Sepertinya kita seumuran." Ucap ramah namja jangkung yang bernama Chanyeol itu.

"Sepertinya. Aku Oh Sehun. Kau bisa panggil aku Sehun."

Chanyeol menganggukkan kepalanya. Saat Chanyeol hendak berbalik, ada sebuah tangan menahannya. Saat Chanyeol berbalik, Sehun sontak melepaskan tangannya tersadar apa yang sedang ia lakukan.

"Maaf Chanyeol." Chanyeol menatap Sehun dengan raut wajah bingung.

"Aku hanya ingin bertanya. Apa aku melakukan kesalahan pada namja yang tadi bersamamu? Sepertinya dia tadi melirikku tajam sekali." Sehun menggaruk belakang kepalanya mengekspresikan kalau ia sedang bingung dan juga gugup. Ia juga berpikir kalau ia orang yang sok kenal. Mungkin saja orang yang dilirik tajam itu bukan dirinya.

Chanyeol membalas perkataan Sehun dengan senyuman yang memperlihatkan deretan gigi-giginya yang rapi.

"Tidak ada apa-apa kok. Maaf ya, dia hanya-" Jawab Chanyeol.

"Chagiya! Ma-ma.. maksudku Chanyeol!" Baekhyun tiba-tiba datang dan langsung tergugup melihat ada orang lain selain Chanyeol.

"Kalian saudara?" tanya Sehun.

"Kami sepasang kekasih!" ucap Chanyeol lantang sambil merapatkan tubuh Baekhyun padanya dan memeluknya dari samping.

"Wah kalian serasi." Ucap Sehun sambil memperlihatkan eyesmilenya.

"Tapi kami... ka-kami sa- sama-sama namja." ucap Baekhyun pelan dan takut-takut.

"Hei kalian masih mengkhawatirkan-

Geurae Wolf, naega Wolf! Awouuuu~~

Perkataan Sehun terputus mendegar nada dering di handphonenye berbunyi. Sehun agak menjauhkan diri dari mereka dan mengangkat telepon dari Ummanya.

"Yak kau sudah selesai belum? Cepat pulang."

"Iya Umma!"

"Hati-hati."

"Iya"

"Umma tutup."

"Ya"

"Aku harus buru-buru. Terimakasih Chanyeol bantuannya tadi! Kalian serasih. Aku mendukung kalian kok! Daaah!"

Sehun pun beranjak pergi meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun. Mereka saling berpandangan kemudian tertawa. Baekhyun senang dengan perkataan Sehun tadi. Ada yang bilang mereka serasi. Baekhyun pun takut Chanyeol melihatnya dengan pipinya yang memerah sekarang bermaksud untuk kabur. Chanyeol yang mengetahuinya dengan sigap memeluk Baekhyun dari belakang.

"Saranghae." Bisik Chanyeol di telinga Baekhyun membuat pipi Baekhyun makin memerah. Baekhyun tergidik geli kemudian kabur. Chanyeol sudah tidak menahannya lagi. Chanyeol tersenyum senang, beruntung ia bertemu Sehun yang notabene orang yang mendukung orang-orang sepertinya. Hubungannya dan Baekhyun pasti akan bertambah erat.

...

TBC