THE VIOLET GUARD
Summary:
Cintamu seperti embun, sejuk namun akan menguap dengan mudah..berbeda denganku, seperti angka 8 yang tak berujung..
Pairing:
Ichigo Kurosaki and Rukia Kuchiki
Rate:
T+ (16 keatas)
Genre:
Romance/Hurt/Comfort( ada actionnya)
Disclaimer:
just master Tite Kubo had authority with Ichigo and Rukia and also all character in this ff :D
Warning:
AU, maybe typo(s), and maybe OOC, mohon maaf apabila ada kesamaan cerita/ide/tempat/judul,ada unsur kiss yang berlebihan dan aksi kekerasan lainnya dimohon untuk 16 thn kebawah tidak membaca. Don't Like, don't read
A/N: untuk para wanita yang mempertahankan cintanya tanpa syarat
Chapter 2
Change..?
Ichigo POV
Aku langsung bergegas kerumah Rukia. Ya, dia tunanganku. Tunangan yang dijodohkan ayah dan ibu. Aku terpaksa menerimanya karena tak enak hati dengan orang tuaku. Ah..lupakan soal itu. Hatiku juga bingung menjawab apa.. Kini yang mengganjal pikiranku adalah siapa wanita dibalik topeng berwarna ungu yang menolongku?
"Aku harus mencari tahu kebenaran identitas orang itu," ucapku sambil menyetir
Tak terasa mobilku sudah sampai didepan mansion keluarga Kuchiki. Tampak semua maid dan seorang penjaga membungkuk padaku. Aku turun dari mobil dan menyerahkan kunci mobil sport-ku pada penjaga itu untuk diparkirkan. Aku melangkah masuk diikuti para maid yang menyambutku didepan tadi. Didalam ruangan, para maid masih menyambutku. Heran berapa banyak maid dirumah ini..? Jangan bilang kalau Byakuya itu mempekerjakannya untuk.. ya siapa yang tak tahu libido lelaki?
Kulihat Byakuya duduk disofa ruang tengah sambil membaca sebuah majalah. Ia mengetahui aku datang, namun ia tak lepas membaca majalahnya.
'Dasar gunung es' umpatku dalam hati.
"Kau datang ,Kurosaki?" ucapnya terkesan dingin seperti biasa.
Aku menahan rasa sebalku terhadapnya. Jujur, aku dan dia tidak akan pernah bersatu.
"Kau pikir tunangan macam apa aku ini?" tanyaku dengan nada sebal.
Ia masih tak mengalihkan pandangan kearahku. Dasar duda pencinta maid.
"Menurutmu? Aku tak perlu menjelaskannya. Temui adikku. Ia membutuhkanmu" ucapnya datar.
'Lihat akan kubalas jika aku benar-benar menjadi adik iparnya'
Aku mengumpat dalam hati.. Tunggu.. memangnya aku mencintai Rukia? Aah, kepalaku mulai pening memikirkan perasaanku yang sebenarnya pada Rukia.
Akupun berjalan mendekati kamar gadis berambut raven ini. Ku buka kenop pintunya dan terlihat tubuhnya terbaring diatas futonnya. Sangat pucat dan rapuh. Itulah yang kutangkap dari sosok tunanganku. Jujur, aku tak tega melihatnya begini. Ia begini, karena mendengar penuturanku yang sedikit pedas. Aku masih termangu diambang pintu memperhatikan gadis tunanganku yang selalu kubuat remuk hatinya. Ada rasa sesal yang tak bisa kupendam karena aku sering menyakitinya. Namun, aku masih tidak tahu apa arti keberadaannya dihidupku..
Pandanganku tertuju pada luka dilengannya. Seketika memori diotakku berputar cepat mengenai gadis penolong itu. Lukanya juga dilengan bagian kanan. Aku terkejut. Karena penasaran, aku mendekati tubuh Rukia dan melihatnya lebih jelas.
Apa gadis itu..
' yang sebenarnya terjadi? Luka ini, luka yang..'
Aku menggumam dalam hati. Lukanya..itu dibagian yang sama. Aku sibuk mengamati luka dilengannya sampai...
"Ichi.."
"Rukia"
End Ichigo POV
Normal POV
Rukia terbangun dari tidurnya dan sedikit terkejut akan kedatangan Ichigo. Sementara Ichigo hanya diam ditempatnya sambil memperhatikan luka dilengannya.
"Ichi.." panggilnya lagi.
"Ah iya, Rukia.. maaf aku melamun" ucap Ichigo sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ada apa kau kesini, Ichi?" tanya Rukia dengan raut bingung.
Skakmat untuk Ichigo. Ia tak tahu harus jawab apa.
"Ah, ehnn aku hanya khawatir padamu" dustanya sambil tersenyum yang agak dipaksakan.
Raut kebingungan masih menyelimuti pemilik mata violet ini. Setahunya,Ichigo tak pernah memikirkan dirinya. Senyum tulus lolos dari wajahnya mengetahui Ichigo mengkhawatirkan dirinya.
"Terima kasih telah mengkhawatirkanku, Ichi.." gumamnya sambil memeluk Ichigo.
Sedangkan Ichigo hanya membatu dengan tindakan Rukia. Hangat, itulah yang dirasakan olehnya. Pelukan sang tunangan selalu hangat dirasakannya. Terlebih wangi lavender menguar dari tubuh mungil sang tunangan. Ini membuat otak Ichigo tak bisa mengikuti logikanya..
"Ya..," jawab Ichigo datar.
Apakah kau akan berubah?..Mencintaiku misalnya..
Ichigo tampak kikuk dihadapan Rukia yang sedang memerhatikannya. Byakuya pergi kekantornya dan menyisakan sepasang kekasih.. Tunggu, bukankah yang mengganggap kekasih itu Rukia? Ichigo... ahaha pasti masih sedang ingin bermain, kan?
"Dimakan makanannya, Ichi" ucap Rukia yang sedari tadi tahu gerak-gerik Ichigo yang terlihat jelas dimatanya...Salah tingkah. Ia ingin tertawa saat melihat ekspresi sang tunangan yang mengatakan dirinya khawatir padanya. Ia tahu bahkan semata-mata yang dikatakannya adalah dusta belaka. Namun, entah perasaan Rukia yang terlalu peka, tak mungkin Ichigo yang saat ini berdusta dengan mengatakan khawatir padanya, bisa salah tingkah melihatnya. Ia yakin cepat atau lambat Ichigo mengakhiri permainannya dan menikahi Rukia.
Masih dengan kikuknya, Ichigo melahap makanan yang disiapkan Rukia. Sesekali ia menatap manik violet dihadapannya yang tak pernah berhenti tersenyum melihatnya. Ah senyumnya itu..membuatnya seakan ia lupa akan gravitasi..dan lupa akan daratan..
"UHUK"
Tiba-tiba ia tersedak, dan dengan cekatan Rukia mengambil air minum untuknya.
"Ah terima kasih, Rukia" ucapnya lega.
"Sama-sama, Ichi.." ucap Rukia sambil berjalan ketempat duduknya kembali.
Tap.
Ichigo menahan tangan Rukia ketika ia berjalan. Rukia menoleh dan memutar tubuhnya menghadap Ichigo.
"Ada apa, Ichi?" tanyanya hati-hati
"Luka ini, kau dapatkan darimana?" tanya Ichigo masih dengan kikuknya.
Seketika Rukia mendekat didepan Ichigo. Ia tersenyum tulus sambil melepaskan tangan Ichigo yang menahan tangan mungilnya.
"Aku hanya tak sengaja jatuh. Kebetulan, ada benda tajam ditempat aku jatuh. Dan jadilah begini..aku tak menyangka lukanya akan sedikit besar." Jelas Rukia
Ichigo hanya menggangguk takzim. Ia sedikit merasa kecewa soal penuturan Rukia.
"Lain kali hati-hati, Rukia. Aku tak ingin kau terluka" ucap Ichigo datar. Tanpa dusta,tulus dari bibir seorang Ichigo Kurosaki.
Telinga Rukia tak salah mendengar itu, ya ia menangkapnya. Rukia hanya sedikit terkejut ketika sang tunangan mengatakan seperti itu. Tak biasanya, ia mengatakannya. Raut gembira terpampang jelas diwajah berparas manis ini.
Ichigo yang sadar akan perkataannya itu, buru-buru bangkit dan berjalan. Rukia juga menyusulnya hingga mendahuluinya sampai...
"Awass," teriak Ichigo ketika Ia melihat Rukia tersandung karpet dan menangkapnya dipelukannya.
Hening.
Tak ada satupun dari mereka yang berbicara. Sang hazel bertemu dengan sang amethyst. Mereka masih merasakan degup jantung satu sama lain. Terutama Ichigo, ia terperangkap dalam pelukannya sendiri.. degup jantungnya terdengar abnormal itu terdengar oleh Rukia. Sedangkan dirinya sendiri merasakan hembusan nafas sang tunangan yang menggelitik wajahnya. Posisi ini pantas untuk ber...
"Ah maaf, aku gak sengaja.." ucap Ichigo sedikit kikuk sambil melepas pelukan.
"Ah, tidak. harusnya aku yang minta maaf. Aku kurang hati-hati," ucap Rukia sambil tersenyum malu.
Hening lagi.
"Aku akan temani sampai kau tertidur, kuantar kau kekamar" ucap Ichigo memcah rasa canggung yang terjadi.
Rukia masih terperangah oleh perkataan Ichigo. Rasanya tubuhnya kaku oleh perlakuan manis yang tak pernah didapat oleh sang tunangan. Ichigo tersenyum tulus dan membimbing Rukia masuk kekamarnya. Ia pasrah ketika Ichigo membaringkannya diatas futon. Ia melihat Ichigo menarik kursi dekat dengan futonnya.
"Tidurlah. Aku akan menjagamu" ucap Ichigo datar.
Rukia hanya mengangguk kaku dan mencoba memejamkan mata. Namun tanpa sadar, tangannya menggenggam erat tangan Ichigo. Senyuman terukir diwajah manisnya.
Seorang pria bersurai biru tak henti-hentinya memandang foto didepannya. Tak kurang dari 5 detik, foto itu sudah jatuh ketanah dengan keadaan yang mengenaskan. Kelima anak buahnya sibuk mengasah senjatanya masing-masing.
"Grim Bos, apa rencana kita akan berhasil?" tanya salah satu anak buahnya yang berbadan gemuk.
Yang dipanggil bos ternyata pria bersurai biru itu. Ia menoleh setelah memandang foto yang dibuatnya mengenaskan. Ia menyeringai,lalu tertawa.
"HAHA.. tentu saja. Kita adalah mafia terbesar di Jepang. Akan kupastikan, ia akan bertekuk pada kita. Ia akan memberikan seluruh hartanya. Ingat rencana kita kan, Ulqui?"
Anak buahnya yang bernama Ulquiora mengangkat wajahnya dan berkata,
"Jelas, tuan Grim. Kita akan mengirim sebuah ledakan diperusahaan itu. Perusahaan perminyakan di Jepang terbesar akan diledakan 2 hari lagi" ucapnya datar.
Grimmjow kembali menyeringai. Ia menatap anak-anak buahnya, dan berkata..
"Well, kau akan dapat kejutan. Ichigo Kurosaki"
T.B.C
Author Corner:
Update nih, wkwk kalo ada yang kurang ngerti atau ada kesalahan , maaf ya. Ohiya doain juga bentar lagi pengumuman kelulusan. Doain semoga D lulus dengan nilai yang bagus dan keterima di PTN..Amiiin.. eh kita punya 2 reviewers loh. Kita bales yuk
Hepta Py: Hai, slam kenal juga terima ksh atas reviewnya. Alhamdulillah kalo seneng sama ceritanya di tunggu chap berikutnya ya.. arigatou
Azura Kuchiki: ah, maaf bgt ngebuat Ichi jadi gini. Gak tau juga kenapa Ichinya gt. Terima kasih atas reviewnya. Ditunggu chap selanjutnya.
Nah itu tadi para reviewers kita. Ditunggu reviewnya yang lainnya.
Salam
D
RnR
