THE VIOLET GUARD
Summary:
Cintamu seperti embun, sejuk namun akan menguap dengan mudah..berbeda denganku, seperti angka 8 yang tak berujung..
Pairing:
Ichigo Kurosaki and Rukia Kuchiki
Rate:
T+ (16 keatas)
Genre:
Romance/Hurt/Comfort( ada actionnya)
Disclaimer:
just master Tite Kubo had authority with Ichigo and Rukia and also all character in this ff :D
Warning:
AU, maybe typo(s), and maybe OOC, mohon maaf apabila ada kesamaan cerita/ide/tempat/judul,ada unsur kiss yang berlebihan dan aksi kekerasan lainnya dimohon untuk 16 thn kebawah tidak membaca. J Don't Like, don't read
A/N: untuk para wanita yang mempertahankan cintanya tanpa syarat
Seorang pria bersurai biru tak henti-hentinya memandang foto didepannya. Tak kurang dari 5 detik, foto itu sudah jatuh ketanah dengan keadaan yang mengenaskan. Kelima anak buahnya sibuk mengasah senjatanya masing-masing.
"Grim Bos, apa rencana kita akan berhasil?" tanya salah satu anak buahnya yang berbadan gemuk.
Yang dipanggil bos ternyata pria bersurai biru itu. Ia menoleh setelah memandang foto yang dibuatnya mengenaskan. Ia menyeringai,lalu tertawa.
"HAHA.. tentu saja. Kita adalah mafia terbesar di Jepang. Akan kupastikan, ia akan bertekuk pada kita. Ia akan memberikan seluruh hartanya. Ingat rencana kita kan, Ulqui?"
Anak buahnya yang bernama Ulquiora mengangkat wajahnya dan berkata,
"Jelas, tuan Grim. Kita akan mengirim sebuah ledakan diperusahaan itu. Perusahaan perminyakan di Jepang terbesar akan diledakan 2 hari lagi" ucapnya datar.
Grimmjow kembali menyeringai. Ia menatap anak-anak buahnya, dan berkata..
"Well, kau akan dapat kejutan. Ichigo Kurosaki"
Chapter 3
More Than Angel
Rukia POV
Aku sempat terkejut ketika Ichigo berdiri memandangiku dengan tatapan khawatir tadi ketika aku terbangun. Aku yakin ia peduli padaku. Hanya saja, gengsinya terlalu malu untuk mengetahuinya. Mungkin aku mencintainya lebih dari nyawaku sendiri. Aku selalu tahu gerak-geriknya sekarang. Bahkan ia akan pergi kemana.
Kini, aku mengintip dari jendela kamarku. Setelah melihatku tertidur tadi, Ia perlahan melepas genggamanku dan tiba-tiba.. ia mengecup dahiku pelan. Aku terkejut, namun tetap memilih pura-pura tertidur.
"Maafkan aku, Rukia" gumamnya pelan dan kemudian ia berlalu.
Sekarang aku melihatnya mengendarai mobil sport nya meninggalkan mansion.
Tiba-tiba ponselku berdering..
Aku dengan malas mengangkatnya. Disitu tertera nama..
'Renji Abarai'
Langsung saja kuangkat telepon darinya.
"Iya, Renji?" ucapku
"Dia dalam bahaya. " ucap suara dari sebrang. Terlihat datar namun, cukup membuatku tersentak setengah mati.
"K..kapan, tepatnya?" tanyaku hati-hati.
"Pukul 17.00 sore nanti. Kau bisa mengambil barangmu di koordinat 09. Yumichika akan membawanya." Ucapnya lagi
"Oke,aku mengerti. Terima kasih, Renji" ucapku lalu memutuskan telepon secara sepihak.
Aku tidak boleh terlambat..
Rukia POV End
Aku tak tahu perasaan apa ini saat kau selalu tersenyum padaku..
Normal POV
Ichigo menghempaskan tubuhnya diatas futonnya. Setelah pulang dari rumah Rukia, Ia memutuskan untuk ke apartemennya. Ia menerawang jauh keatas langit-langit kamarnya. Perlahan, ia letakan tangan kanannya didada bidangnya. Masih dengan degupan yang tak ia mengerti. Ia tahu, ia adalah pria brengsek yang tak pantas dapatkan Rukia, anak bangsawan Kuchiki yang terhormat.
"Haah" desahnya sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal.
"Rukia" ucapnya lagi ketika memandang gadis itu tersenyum sangat indah dipigura fotonya. Bukan, indah lagi..baginya ia tak tahu mesti berkata apa selain...
'Kau lebih dari seorang bidadari, Rukia'
Brrrtt..Brrt..
Getar dari ponselnya, membuatnya mengalihkan pandangan dari foto sang tunangan.
"Hnn, Halo? Iya ada apa?" tanyanya sambil memejamkan matanya.
Suara disebrang tak lain tak bukan adalah GM-nya, Uryuu Ishida.
"Kurosaki, nanti sore jam 17.00 kau harus menandatangi kontrak dengan perusahaan Shiba"
Ichigo menghela nafas panjang. Tanda bahwa ia malas menghadirinya.
"Halo, Kurosaki?" tanya Ishida
"Hnn"
"Kau harus datang, atau tidak akan ku adukan dengan Kuchiki-sama"
Alis Ichigo mengernyit ketika nama duda itu dipanggil oleh bawahannya.
"Baiklah, tapi aku tidak janji" ucap Ichigo lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
'Benar-benar menyusahkan' umpatnya dalam hati
Pukul 16.30...
Seorang pria berambut ungu tampak siap dengan senjata laras panjang. Disusul seorang wanita berambut pink tua sedang memasang jebakan disalah satu kursi ruangan.
"Riruka, cepat sebelum mereka datang. Hotel ini banyak pengamanan. Kita harus hati-hati" ucap pria tersebut
Sedangkan wanita yang dipanggil Riruka hanya menggangguk.
"Selesai" ucapnya sambil mengacungkan jempol tanda siap pada lelaki berambut ungu tersebut.
Kemudian sang pria mengabari seseorang diluar sana menggunakan bluetooth.
"Cepat hitung mundur!" perintahnya dari luar sana
"Baik bos" ucap pria itu sambil menjentikkan jarinya.
Wanita yang bernama Riruka ini paham. Ia pun mengaktifkan bom yang berada dibawah kursi tersebut.
60 detik dari sekarang..
Mereka bergegas lari dari mini ballroom tersebut dan bersembunyi ditempat yang aman.
59..
Para petinggi dari perusahaan Shiba mulai berdatangan.
58..
Ichigo sedang mengendarai mobilnya
57..
Ishida dan para staf pegawai menyambut kedatangan mereka
56..
"Walaupun rapat ini diadakan ruangan yang kapasitasnya sedikit, namun saya salut pada perusahaan ini" ucap direktur utama perusahaan Shiba.
55 ..
"Ah iya, ini semua kami atur dan telah kami diskusikan dengan Kurosaki" ucap Ishida
54..
Wanita bertopeng ungu tampak berlari menuju sebuah Hotel.
53..
Ichigo sedang memarkirkan mobilnya di basement.
52..
" Pasti bos akan bangga pada kita" ucap pria berambut ungu
51..
"Kau benar, Tousen. Haha," ucapnya sambil tertawa hambar ketika mengetahui bom itu tak akan lama.
50..
49..
48..
47..
Ichigo menaiki lift
46..
45..
44..
43..
Seorang wanita tampak sedang mengawasi 2 orang yang sedari tadi mencurigakan ketika menuju tempat tujuannya.
42..
41..
40..
39..
Tanpa aba-aba, wanita bertopeng ungu itu menghantam tengkuk pria berambut ungu.
38..
37..
36..
35..
Terlihat wanita berambut pink itu panik. Namun seringai dimunculkan sang wanita bertopeng. Ia mengambil suatu benda menyangkut bom itu.
"Cih,ini kurang dari 40 detik" ucapnya sambil memegang benda itu.
"S..Siapa kau?" tanya Riruka.
Wanita itu melemparkan benda tadi kelantai. Ia menyeringai.
"Siapa aku? bukan urusanmu, Nona" ucapnya lalu menghantam bagian kepala Riruka hingga dia pingsan.
34..
33..
32..
31..
Ichigo telah sampai diruangan itu dan langsung disambut oleh semuanya.
30..
29..
28..
27..
26..
25.
Ichigo mulai mendekati tempat duduknya.
24..
23..
22..
21..
20..
19..
Setelah menghabisinya, wanita bertopeng menuju ruangan yang akan dipakai rapat
18..
17..
16..
15..
14..
13..
Ichigo pamit kekamar mandi untuk buang air. Namun, gerakannya terkunci oleh 2 lengan mungil yang menabrakan dirinya ketembok tak jauh dari ruangan itu. Mata hazelnya membulat sempurna.
12..
11..
10..
9..
8..
7..
"Kauu! Yang waktu itu, kan?" tanya Ichigo terkejut tak percaya. wanita itu hanya menatapnya horror. "Lari, bodoh" gumam sang wanita. Namun, Ichigo bergeming ditempatnya sampai...
6..
5..
4..
3..
2..
1..
BOOOOM
"ARGHH"
T.B.C
Author Corner:
Huaaa..chap terbaru udah rilis. Mohon maaf apabila ada kekurangan. Kita langsung bales reviewers ya.
Azura Kuchiki: aku juga sebel nulisnya :( tapi kuusahakan yang terbaik. Ditunggu chap terbarunya ya.
Hepta Py: aku juga wkwk kan ceritanya dia player, tukang main gitu. kalo Rukia tuh emang begitu kupikirkan biar gak terlihat manja rukianya. terima kasih udah review :) hepta-san
rini desu: terima kasih sudah review distance on sky :) mbb
Ditunggu review yang lainnya. Arigatou.:) author mau tidur dulu udh malem hehe.
Salam,
D
RnR
