THE VIOLET GUARD
Summary:
Cintamu seperti embun, sejuk namun akan menguap dengan mudah..berbeda denganku, seperti angka 8 yang tak berujung..
Pairing:
Ichigo Kurosaki and Rukia Kuchiki
Rate:
T+ (16 keatas)
Genre:
Romance/Hurt/Comfort( ada actionnya)
Disclaimer:
just master Tite Kubo had authority with Ichigo and Rukia and also all character in this ff :D
Warning:
AU, maybe typo(s), and maybe OOC, mohon maaf apabila ada kesamaan cerita/ide/tempat/judul,ada unsur kiss yang berlebihan dan aksi kekerasan lainnya dimohon untuk 16 thn kebawah tidak membaca. J Don't Like, don't read
A/N: untuk para wanita yang mempertahankan cintanya tanpa syarat
35..
Terlihat wanita berambut pink itu panik. Namun seringai dimunculkan sang wanita bertopeng. Ia mengambil suatu benda menyangkut bom itu.
"Cih,ini kurang dari 40 detik" ucapnya sambil memegang benda itu.
"S..Siapa kau?" tanya Riruka.
Wanita itu melemparkan benda tadi kelantai. Ia menyeringai.
"Siapa aku? bukan urusanmu, Nona" ucapnya lalu menghantam bagian kepala Riruka hingga dia pingsan.
34..
33..
32..
31..
Ichigo telah sampai diruangan itu dan langsung disambut oleh semuanya.
30..
29..
28..
27..
26..
25.
Ichigo mulai mendekati tempat duduknya.
24..
23..
22..
21..
20..
19..
Setelah menghabisinya, wanita bertopeng menuju ruangan yang akan dipakai rapat
18..
17..
16..
15..
14..
13..
Ichigo pamit kekamar mandi untuk buang air. Namun, gerakannya terkunci oleh 2 lengan mungil yang menabrakan dirinya ketembok tak jauh dari ruangan itu. Mata hazelnya membulat sempurna.
12..
11..
10..
9..
8..
7..
"Kauu! Yang waktu itu, kan?" tanya Ichigo terkejut tak percaya. wanita itu hanya menatapnya horror. "Lari, bodoh" gumam sang wanita. Namun, Ichigo bergeming ditempatnya sampai...
6..
5..
4..
3..
2..
1..
BOOOOM
"ARGHH"
Chapter 4
Terror and Hero
Aku tak bisa mencerna logika...
Ichigo POV
Aku datang ke Hotel sore ini. Aah sebenarnya aku malas datang, lagipula si kacamata bisa menggantikanku menandatangani kontrak itu. Persetan dengan ancaman pengaduan ke duda gunung es itu. Aku hanya tak mau menjelekan image-ku didepan si dingin itu.
Aku memarkir mobilku di basement. Lalu, aku bergegas menuju tempat diadakannya itu acara. Haah..tak tahukah betapa lelah diriku?... tapi kalo dipikir lelah karena apa?.. sudahlah lupakan. Tak terasa aku sudah sampai di mini ballroom. Jadi ini yang didiskusikan oleh si kacamata itu denganku. Aku melenggang masuk, semua petinggi perusahaan Shiba menyambutku. Mau tak mau semua kusalami. Aku melihat tempat dudukku yang sudah dipersiapkan diatas panggung sebagai gelaran konferensi. Tiba-tiba aku merasa ingin buang air kecil. Akhirnya aku memutuskan untuk undur diri ke kamar kecil.
Langkahku tergesa-gesa. Aah tak biasanya aku tidak tahan untuk buang air kecil. Padahal aku jarang minum. Sudahlah. Ketika aku baru berjalan tak jauh dari ruangan tadi, tiba-tiba sepasang lengan mungil menahan bahuku. Aku tersentak tak siap, akibatnya ia membenturkan punggungku ketembok.
'sial' makiku dalam hati menahan sakit yang lumayan menyakitkan.
Sontak aku memandangnya dengan sempurna. Dia kan? Yang menyelamatkanku tempo hari.
"Kauu! Yang waktu itu, kan?" tanyaku sangat terkejut. Bagaimana dia bisa ada disini?
Dia menatapku dalam-dalam dengan horror seolah-olah ingin melahapku sekali gigitan.
"Lari, bodoh" ucapnya datar
2 kata yang ingin kumaki itu tak sempat kucerna. Aku masih shock dengan tindakan kriminalnya. Apalagi ditambah posisi tidak mengenakan ini. Bagaimana jika ada orang yang lihat? Namun, keterkejutanku belum sampai disitu... saat kudengar sebuah...
BOOOOOMMM
"ARGHH" aku berteriak sambil menutup mataku. Namun, ketika aku mengintip dari balik mataku, samar-samar aku lihat diriku sudah diajak berlari meninggalkan tempat kejadian oleh si wanita itu.
" Hei, kau mau berlari sampai kapan?" tanyaku yang sudah sepenuhnya melihat dan berlari masih dengan berpegangan tangan dengannya. Tak kusangka, aku diseret dan diajak berlari oleh wanita mungil bertopeng yang tak lebih tinggi dariku. Tunggu, postur ini..aku teringat dengan..
'Rukia'
"Hei, tawake! Berikan kunci mobilmu.."pintanya yang sejenak menyadarkanku dari lamunan soal Rukia.
Aku menyerahkannya. Ketika aku sadar, bodohnya diriku mengapa aku menyerahkannya.?
'Kau bodoh,Ichigo' umpatku dalam hati.
"Masuklah, biar aku yang menyetir" ucapnya datar.
Aku hanya menggangguk dan mengikutinya masuk kedalam mobilku.
End Ichigo POV
Normal POV
Ichigo hanya terdiam sedari tadi. Ia hanya menerawang keluar jendela mobil. Sedangkan wanita bertopeng itu sibuk menyetir. Sesekali ia memperhatikan Ichigo. Wanita itu memberhentikan mobilnya disuatu perempatan jalan. Ia melepaskan sabuk pengaman yang membelitnya sedari tadi. Sungguh ia sangat membenci memakai sabuk pengaman karena sama sekali tidak nyaman.
"Ugh, akhirnya terbebas juga dari benda yang mengerikan ini" umpatnya pelan.
Ichigo menoleh dan terkejut dengan berhentinya mobil yang sedari tadi diambil alih oleh wanita bertopeng disebelahnya ini.
"Kenapa berhenti ditempat ini?" tanyanya heran
"Kenapa? Karena aku sampai disini saja. Terima kasih sudah menumpang. Dan hati-hati dijalan, tuan" ucap sang wanita lalu membuka pintu mobil bersiap untuk keluar.
Greb..
Ichigo reflek menahan lengan sang wanita bertopeng tersebut. Wanita itupun menoleh kearah Ichigo.
"Jangan pergi.." lirih Ichigo
Mata amethyst sang wanita membulat sempurna.
"Tetaplah berhati-hati. Aku harus pergi. Kita akan berjumpa lagi tuan...Strawberry" ucapnya tenang.
Ichigo hanya melongo melihat punggung mungil itu berlari menjauhi mobilnya.
'Sial, awas dia' gumamnya dalam hati.
Ia selalu muncul ketika dalam keadaan genting...
Prangg...
Suara bantingan benda pecah belah memecah ruangan gelap. Tampak surai biru sedang melampiaskan kemarahannya dihadapan para anak buahnya.
"Siaaallll, mengapa bisa hancur?" ucapnya.
"Maaf tuan Grim, menurut info terakhir, ada seseorang yang menyelamatkannya"
Rahang sang tuannya pun mengeras seketika. Tatapan yang dilontarkan seakan bisa membunuh anak buah didepannya.
"ARGHH! BEDEBAH, GAGAL RENCANA KITA!" teriaknya
Semua anak buahnya tampak menunduk mendengar makian dari Grimmjow.
"Mm..maaf tuan tapi, kita masih ada rencana lusa. Yakni menghancurkan perusahaan itu tuan" ucap salah satu anak buahnya yang bersurai kuning dengan nada takut.
Sang tuan pun menyeringai senang.
"Haha, benar. Kita masih punya banyak cara untuk menghancurkannya serta mengambil perusahaannya."
'Tunggulah, Ichigo Kurosaki'
Rukia tampak memainkan kakinya disebuah kolam ikan berukuran besar di mansionnya. Sesekali menyesapi aroma bunga sakura milik nii-samanya yang tak jauh dari kolam. Ia bosan karena selalu berada dirumah. Nii-samanya melarangnya bekerja dan keputusan itu di setujui oleh sang tunangan tercintanya. Padahal Rukia lulusan terbaik tahun 2013 jurusan perpajakan universitas Tokyo. Sangatlah mudah mendapatkan pekerjaan,bukan?
"Bosaaaaaaaannn" rutuknya dengan nada sebal.
"Aku ngapain ya?" tanyanya lagi sambil memainkan tangannya didalam air.
Tiba-tiba saja ia merasakan ada bercak darah ketika menggeser duduknya. Ia terkejut..jangan-jangan..
"Aku harus kekamar mandi sekarang!" ucapnya sambil bergegas cepat menuju kamar mandi.
Sepertinya Rukia mendapatkan tamu spesial dihari ini. Semoga saja..*?*
Tiap kali aku melihatmu, aku selalu mengingat sosok itu...
dan tanpa sadar..mencintainya...
Ichigo mengendarai mobilnya kekantor. Ia harus tau kondisi rapat yang batal karena serangan teror tak dikenal. Matanya berkali-kali memicing tajam begitu mengingat kejadian tak mengenakan selama dua hari terakhir. Kejadian itu selalu mengingatkannya pada wanita itu lagi..
Segudang pertanyaan muncul didalam otak berambut nyentrik miliknya. Penasaran,geram,marah dan...cinta..
Duagh..
Ichigo memukul stirnya kencang ketika ia menyetir. Bingung itulah perasaan yang menghantuinya.
"Sial! Ada apa sebenarnya? Teror dan wanita bertopeng itu.." umpatnya kesal
Ia melirik ponsel miliknya dikursi sebelah. Ia segera mengambil ponsel tersebut dan mengetik nama seseorang. Tak lupa ia menekan tombol warna hijau. Detik selanjutnya ia sudah tersambung dengan suara disebrang.
"Selamat sore, tuan Kurosaki.."
"Hnn..aku ada tugas untukmu, Ginjou"
"Katakan saja tuan, saya pasti akan memenuhinya"
"Selidikilah sampai tuntas siapa yang menerorku selama dua hari terakhir ini"
"..."
"Kerahkan pihak yang berwajib untuk menyelidiki kasus ini"
"Siap,tuan"
"Satu lagi, kau selidiki juga siapa wanita yang selalu menolongku ketika peristiwa itu datang. Tapi jangan libatkan dia dengan polisi. Karena aku kurang yakin, ia salah satu dari komplotan yang membuat onar"
"Baik,tuan. Saya pastikan laporan kasus ini sudah ada dimeja tuan besok pagi"
"Iya, saya akan transfer duitnya kerekening anda"
"Baik, saya tunggu. Selamat sore, tuan"
Dan seketika panggilan itu diputus oleh Ichigo. Ia kembali konsen menyetir.
'Kita lihat siapa yang berani macam-macam denganku' umpatnya dlam hati sambil menambah kecepatan laju mobilnya.
Tampak seorang wanita berperawakan mungil memakai mantel selutut dan kaus kaki hingga dengkul turun dari sebuah taksi didepan rumah megah abad pertengahan. Ia menekan bel berkali-kali. Hingga..
"Hei Rukia..tak bisakah kau sabar?"
Suara itu terdengar dari speaker yang terdapat pada bagian bel tersebut. Wanita mungil bermata amethyst ini memutar bola matanya tak sabar.
"Cepat buka! Atau aku akan dobrak,Renji" ucapnya dingin dan meninggi.
Seketika itu, pintu utama terbuka dan menampakan sesosok pria berambut merah menyala. Wanita ini melenggang masuk dengan santainya. Ia melihat beberapa orang tengah berkumpul diruang tengah.
"Ada apa,Renji? Tak tahukah kau, aku sedang nyeri panggul karena sedang mendapat bulanan?" tanyanya tanpa basa-basi.
"Apa? Kau sedang sakit? Tau gitu kau tak usah kemari biar Lisa yang mengunjungimu dirumah" ucap pria yang dipanggil Renji.
Mata amethyst-nya melotot sempurna, namun detik kemudian ia meringis kesakitan. Renji yang melihat perubahan muka Rukia langsung khawatir. Pasalnya Renji sudah tahu semua hal tentang sahabat kecilnya ini. Tak heran ekspresinya yang kesakitan membuat pria berambut nyentrik seperti Ichigo ini ikut cemas.
"Kau istirahat dikamar tamu, aku juga akan memanggil mereka untuk membicarakan ini" ucap Renji
"Baiklah,aku akan beristirahat sejenak" ucap Rukia sambil meringis.
"Kurosaki!"
Ichigo langsung melesat kearah sumber suara. Siapa lagi kalo bukan Ishida..
"..."
"Syukurlah kau tidak apa-apa" ucap Ishida tersirat ada kelegaan diucapannya.
"Aku kesini untuk memastikan, apa semuanya baik-baik saja?" tanya Ichigo
Ichigo dan Ishida berjalan beriringan menuju ruangan Ichigo.
"Untungnya, kami semua tak apa-apa. Hanya saja, orang-orang dari perusahaan Shiba, ada beberapa yang terluka. Namun, semua sudah ditanggung oleh pihak asuransi perusahaan ini. Ledakan itu memang cukup besar dan berasal dari tempat duduk yang dipersiapkan untukmu" jelas Ishida.
Ichigo sempat terkejut karena ada korban luka. Namun, wajahnya kembali datar ketika sudah diselesaikan oleh pihak asuransi perusahaannya.
'Jadi,memang aku yang kalian incar' ucapnya dalam hati.
"Aku juga sudah menghubungi pihak yang berwenang atas peristiwa ini. Kita tunggu saja" ucap Ishida lagi.
"Baiklah, aku serahkan semua padamu, Ishida" ucap Ichigo datar.
Ishida hanya menggangguk dan berhenti didepan ruangan Ichigo. Sedangkan Ichigo masuk keruangannya.
"Jadi, Renji?" tanya Rukia yang sedang menatapnya serius.
"Ah, iya. Aku mengumpulkan kalian disini karena aku baru saja mendapat kabar"
Semua yang ada diruangan itu hening. Mereka ingin mendengar penuturan dari sang ketua yang membimbing mereka selama ini.
"Lusa, kita harus bertindak." Ucapnya lantang
Seorang wanita berambut panjang dan diikat menyerupai kuncir kuda tampak menginterupsi.
"Katakan saja sejujurnya ada apa, Abarai" ucapnya tak sabar.
"Mereka akan menghancurkan tempat dimana perusahaan Ichigo Kurosaki memimpin" ucap Renji.
'Apa?' ucap Rukia dalam hati.
"Dan Rukia, tugasmu adalah melindungi tunanganmu itu. Biar kami yang urus sisanya" ucap Renji lagi.
Rukia hanya mengangguk pelan menanggapi perintah sahabat kecilnya itu.
"Sekarang aku akan membagi tim kecuali Rukia. Aku akan bergerak bersama Lisa untuk menghalau musuh."
Lisa hanya memandang malas kearah Renji.
'Tak bisakah aku dengan yang lain?' rutuknya dalam hati
"Yumichika bergerak bersama Momo. Kau awasi musuh"
"Siap!" jawab Yumichika dan Momo bersamaan.
" Hisagi,kau bergerak bersama Soifon untuk persenjataan dan kelengkapan lainnya"
"Ah..pasti kau ingin aku menciptakan senjata lagi, huh?" ucap Hisagi
"Diam,bodoh! Kau harusnya berterima kasih pada kapten karena ia percaya padamu soal senjata." Ucap Soifon menyindir.
"Cih,terserah" ucap Hisagi malas.
"Sudah, diam! Dan yang terakhir Tatsuki dan Hitsugaya kau bagi tugas mengintai dan menyusun jebakan"
"Baik, akan dilaksanakan" ucap Tatsuki dengan ceria
"Hnn" ucap Hitsugaya menjawab perintah atasannya itu.
"Satu hal lagi, Rukia.. kau harus berhati-hati" ucap Renji mengakhiri sesi perencanaan misi.
Rukia bangkit dari tempat duduknya dan tersenyum
"Aku tahu, kau bisa percaya padaku" ucapnya
Aku tak bisa hilangkan sosokmu dari pikiranku...
Ichigo tampak buru-buru bergegas untuk pulang. Ia sudah menyelesaikan pekerjaan yang sempat ditundanya. Ia pun mengendarai mobilnya melintasi jalanan kota Tokyo yang tak pernah sepi. Namun, ketika berhenti dilampu merah dirinya menemukan sosok yang amat ia kenal.
"Rukia"
T.B.C
RnR
.
.
.
.
Author Corner:
Hai, maaf banget baru sempet update lagi. Karena pasca pengumuman kelulusan, sempet break dulu dan nenangin diri. D memang lulus, tapi nemnya pas-pasan. Dan sedang proses berjuang sbmptn. Doain ya semoga dapet ptn yang D pingin. Aminn. Well kemaren begitu buka Review, banyak banget yang review. Arigatou.. yuk sekarang bales review mereka...
UL: Terima kasih udah mampir UL-san tetep tunggu ya updatenya
eueu: i'm so sorry if i lated. But thanks a lot for your review. I'm so happy if you enjoyed. Keep waiting for update eueu-san
darries: terima kasih doanya. D udah lulus kok hehe grimm itu bukan dendam dia mafia pingin nguasai perusahaan Ichi gt. wkwk iyanih. Kita blender aja bareng2 gimana? mana dia jadi jatuh cinta sama wanita bertopeng, dia gak tau aja itu tunangannya haha iya tepat sekali darries-san itu sudah terjawab di chap ini. Terima kasih udah mampir ditunggu update selanjutnya
Azura Kuchiki : sebenernya dia gak kerja. Cuman dia gabung disuatu organisasi gt. Nanti pasti kejawab kok. Soal ichi cinta ama Ruki itu masih gamang dianya, tapi sebenarnya sih cinta. Terima kasih udah mampir Azura-san. Ditunggu updatenya lagi.
Kim Yui Rie: Rie-san salam kenal. Wah terima kasih sarannya. Aduh maaf deh kalo ceritanya kecepetan dan kurang mendetil. D usahain ya lebih baik didepan. Terima kasih atas reviewnya. Ditunggu updatenya lagi ya.
abuseRin : haha gapapa Rin-san. Terima kasih atas doanya loh. D udah lulus kalo soal ending masih dipikirin mau sad atau happy. Terima kasih juga sudah mampir ditunggu ya chapter yang lain hehe
Terima kasih atas reviewnya semua. D sangat-sangat menunggu saran dari viewers semua. Ditunggu Review yang lainnya..
Salam
D
