THE VIOLET GUARD
Summary:
Cintamu seperti embun, sejuk namun akan menguap dengan mudah..berbeda denganku, seperti angka 8 yang tak berujung..
Pairing:
Ichigo Kurosaki and Rukia Kuchiki
Rate:
T+ (16 keatas)
Genre:
Romance/Hurt/Comfort( ada actionnya)
Disclaimer:
just master Tite Kubo had authority with Ichigo and Rukia and also all character in this ff :D
Warning:
AU, maybe typo(s), and maybe OOC, mohon maaf apabila ada kesamaan cerita/ide/tempat/judul,ada unsur kiss yang berlebihan dan aksi kekerasan lainnya dimohon untuk 16 thn kebawah tidak membaca. J Don't Like, don't read
A/N: untuk para wanita yang mempertahankan cintanya tanpa syarat
Ichigo tampak buru-buru bergegas untuk pulang. Ia sudah menyelesaikan pekerjaan yang sempat ditundanya. Ia pun mengendarai mobilnya melintasi jalanan kota Tokyo yang tak pernah sepi. Namun, ketika berhenti dilampu merah dirinya menemukan sosok yang amat ia kenal.
"Rukia"
Chapter 5
Loving you or my hero?
Ichigo menepikan mobilnya disebrang jalan, ketika lampu merah sudah bewarna hijau untuk mobil. Ia bergegas turun dari mobil dan bersiap menyebrang jalan. Namun,sepertinya ia harus menunggu..
"Cih! Cepatlah berganti warna" umpatnya sambil tak henti-hentinya memandang wanita di sebrang jalan. Matanya gusar tatkala melihat wanitanya meringis ketika berjalan.
Ting.
Bunyi lampu merah berubah menjadi hijau untuk sang pejalan kaki. Dengan cepat, Ichigo lari menerobos segerombolan orang yang juga menyebrang. Ia juga tak segan menabrak orang yang juga menyebrang dari berlawanan arah...dan
Bingo..
Ichigo sudah sampai menemukan sang tunangannya. Wanita itu hanya terperangah dengan ekspresi menahan sakit.
"Rukia, sedang apa kau disini?" panggilnya sambil menatap tubuh didepannya.
Rukia hanya mampu terdiam. Lidahnya kelu untuk mengucapkan kata-kata walau hanya sekedar 'hai'.
"Kau, baik-baik saja? Wajahmu pucat. Kuantar kau kerumah sakit, ya?" ucap Ichigo lagi dengan nada khawatir.
Mungkinkah hari ini kiamat? Sejak kapan pria tunangannya ini bersikap perhatian pada dirinya. Apa mungkin ia sudah jatuh dalam ketulusan Rukia? Atau..
"Ah..ano tidak usah,Ichi. Aku tak apa" ucapnya sambil memaksakan senyum.
Ichigo yang sempat terulur tangannya untuk memegang bahu gadisnya ini pun tak jadi. Ia malah terdiam menatap amethyst didepannya yang terlihat...kesakitan?
"Ughh.." ucap Rukia pelan tapi mampu Ichigo dengar.
Rukia mengerang sambil memegangi perutnya. Dengan sigap Ichigo merengkuhnya dikhalayak ramai. Hal itu membuat Rukia sangat terkejut.
"Kita kerumah sakit sekarang,ya?" ucap Ichigo sambil mengusap pelan puncak rambut Rukia.
"Ichi..go, t..tapi.."
"Gak ada tapi, Rukia. Aku khawatir," ucap Ichigo lagi yang masih dalam posisi memeluk Rukia. Ia tak peduli dengan orang yang lalu lalang memandang tajam aksinya didepan umum tersebut.
"..." Rukia hanya bisa terdiam sekaligus ada perasaan sedikit senang dalam hatinya, melihat Ichigo mengkhawatirkan dirinya.
Detik berikutnya Rukia sudah ada dalam gendongan Ichigo. Ichigo menggendongnya ala Bridal Style.
"Ehmm, Ichigo.." ucap Rukia sambil menahan semburat merah diwajahnya karena semua orang yang berlalu lalang menatap dirinya.
"Hnn, ada apa?" tanya Ichigo kalem sambil berjalan kearah lampu merah untuk menyebrang.
"Kita..dilihat banyak orang, Ichigo" ucap Rukia yang menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik sang tunangan.
Ichigo tersenyum sambil tetap berjalan pelan kearah lampu merah.
"Kau malu, Rukia?" tanyanya tetap kalem.
Blush.
"..." Rukia terdiam.
Wajahnya sudah dipastikan seperti tomat sekarang. Ia pun hanya mencengkram kerah kemeja yang digunakan Ichigo.
"Kau baik-baik saja?" tanya Ichigo khawatir ketika Rukia mencengkram kerah kemejanya.
"A..aku baik, Ichigo" ucap Rukia parau.
"Bertahanlah, kita hampir sampai kemobilku" ucap Ichigo lagi.
Ting..
Bunyi lampu merah berganti hijau untuk pejalan kaki. Ichigo berjalan menyebrangi jalan dengan menggendong Rukia. Baginya tak ada masalah dengan berat tubuh sang tunangan yang mungil ini. Sesampainya disebrang, Ichigo membuka pintu depan mobilnya dan menaruh tubuh Rukia dengan hati-hati. Ia pun segera masuk kedalam mobil.
"Rukia.." panggilnya ketika melihat gadis tunangannya pucat.
"Hmm..ada apa, Ichigo?" tanya Rukia sambil menoleh kearah Ichigo yang disebelahnya.
Sang hazel bertemu dengan amethyst milik Rukia.
"Masih sakit? Atau butuh sesuatu? Katakan padaku,Rukia" tanya Ichigo lembut.
"Eh? Aku..aku sedikit sakit. Terima kasih Ichigo." ucap Rukia sambil tersenyum.
Perlahan, Ichigo menghapus jarak diantara mereka. Kini,wajahnya dekat dengan Rukia. Dan Rukia hanya bisa terperangah oleh kelakuan sang tunangan. Detik selanjutnya, dengan hati-hati Ichigo memasangkan sabuk pengaman pada tubuhnya.
"Kau adalah tanggung jawabku,Rukia. Maafkan aku atas omonganku yang kemarin," ucap Ichigo sambil menyesuaikan ikatan sabuk yang dipakaikan pada Rukia. Sedangkan Rukia, masih terperangah total.
Rukia bisa merasakan aliran nafas Ichigo yang menyapu pipinya pelan. Hangat..
'Ichigo..aku mencintaimu..' gumamnya dalam hati
"Selesai, kita berangkat," ucap Ichigo yang kembali keposisinya dan memasang sabuk pengamannya sendiri.
"Ehmm, Ichigo.."
Ichigo menoleh lagi pada gadis disampingnya.
"Ada apa?"
"Jangan, kerumah sakit.." pintanya pelan
Dahi Ichigo mengerut perlahan. "Rukia, aku sudah.." omongannya terhenti.
"Kumohon..aku hanya nyeri datang bulan, Ichigo. lagipula aku hanya butuh istirahat dan asupan makanan yang bergizi,"
Ichigo menghela nafas. Ia memang tak tahu menahu soal wanita yang sedang datang bulan. Apalagi soal tunangannya yang berbeda dari wanita-wanita lain saat datang bulan.
"Baiklah, untuk kali ini. Aku akan menuruti permintaanmu, nona Kuchiki" ucapnya datar.
Dan mobil itu melaju menuju mansion Rukia.
Seketika aku terperangkap dalam pesona matamu..
Seorang wanita berambut panjang tengah mengawasi gerak-gerik 2 orang pria berambut kuning dan bertubuh gemuk. Ia pun mempersenjatai dirinya lengkap dengan senapan jaran jauh. Ia juga memegang handy talky.
"Disini Lisa, check it" ucap sang wanita.
Lalu terdengar suara dari sebrang.
"Aku mendengarmu,ganti"
"Target sedang membuat sesuatu yang mencurigakan."
"Kau bisa melihatnya?"
"Aku hanya bisa mengenali bahwa mereka menciptakan bom. Sebuah bom yang tak biasa"
"Baiklah, lanjutkan misimu. Kabari aku jika kau dalam bahaya"
Sang wanita menghela nafas dan memutar bola matanya cepat.
"Jadi, aku harus memberitahu jika aku dalam bahaya saja. Bukan laporan mengenai mereka?"
"A..aduh bukan begitu, Lisa. Kutunggu laporan selanjutnya"
Suara pun terputus dengan sendirinya.
'Dasar! merepotkan saja' umpatnya dalam hati
Aku harus apa?
Aku telah jatuh cinta pada 2 wanita dengan postur tubuh yang mirip...
Sebuah mobil sport bewarna merah terparkir sempurna di halaman mansion milik Kuchiki. Ichigo turun dari mobilnya dan bergegas membuka pintu samping. Tanpa basa-basi, Ia menggendong Rukia ala Bridal style.
"I..Ichi..go"
Suara itu membuat kepala berambut nyentrik ini menunduk menatap gadis dalam gendongannya.
"Ada apa, Rukia?"
"Ehnn, aku bisa jalan sendiri, Ichigo..," ucapnya sambil menyembunyikan wajahnya didada bidangnya.
Ichigo memutar bola matanya malas. Haruskah tunangannya ini tak bersyukur atas tindakan sebagai seorang pria?
"Tidak boleh.." ucapnya tegas.
"I..Ichi..t..tapi.."
"Tidak ada kata tapi, Rukia Kuchiki,"
Rukia terdiam. Percuma membantah kelakuan si sulung dari tiga bersaudara Kurosaki ini. Ichigo melangkah pasti kearah pintu utama. Ia langsung disambut oleh maid yang berjejer rapi. Ichigo tidak memperdulikannya, ia menuju kearah kamar sang tunangan. Hingga suara halus menghentikan dirinya membukakan pintu...
"Aah, nona Kuchiki.. anda tidak apa-apa?" panggil salah satu maid yang menjadi kepercayaan Rukia yang dengan sigap membuka pintu kamarnya.
" tidak apa-apa, Isane" ucap Rukia yang masih dalam gendongan Ichigo.
Ichigo membaringkan tubuh mungilnya diatas futon milik gadis tunangannya ini.
"Ada yang bisa saya bantu, tuan Kurosaki?" tanya Isane
"Aku ingin memasak untuk, Rukia. Kau bisa membantuku?" tanya Ichigo datar.
"Ah iya, tuan. Saya akan membantu anda. Mari tuan," ucap Isane sambil meninggalkan kamar Rukia.
Ichigo lalu beralih menatap sang tunangan. Ia tersenyum lembut sambil mengelus puncak kepala raven milik gadisnya.
"Istirahatlah, aku akan memasak untukmu." Ucap Ichigo lembut sambil meninggalkan kamar Rukia.
Rukia hanya bisa menatap punggung kokoh tunangannya menutup pintu kamarnya.
'Aku akan melindungimu'
Maafkan aku...
Hatiku telah terbagi..
Duagh..
Seorang pria berambut kuning terlempar jauh.
"Kiraaaaa" teriak temannya yang bertubuh gemuk.
Ia lalu menatap tajam pada wanita didepannya kini. Naluri membunuhnya sudah tak bisa ia pendam lagi.
"Dasar kau, wanita jalang! Kubunuh kau!" umpatnya lalu menyerang wanita berkacamata.
Doorr..
Suara tembakan yang berhasil meleset dari tubuh wanita berambut panjang.
"Tembakanmu payah, bung. Akan kutunjukkan bagaimana cara menembak" ucapnya datar.
Klik..
Suara pelatuk yang siap memuntahkan peluru tiba-tiba saja sudah ada didahi sang lawan. sang wanita inipun menyeringai.
"Ucapkan selamat tinggal.." ucapnya datar.
DOOORR..
Seketika tubuh pria gemuk itu tumbang ke tanah. Sang wanita mengambil ponsel milik pria tersebut. Ada sebuah pesan singkat yang berasal dari rekannya yang lain.
'Kiriman paket sudah dikirim ketempat target. Sudah dipastikan besok pukul 07.00 pagi sudah berada disana'
"Cih,sial! Mereka sudah unggul," ucap sang wanita.
T.B.C
RnR
Coming soon on Chapter 6..
'Ichigo...'
"Kita mulai acaranya, Ichigo Kurosaki"
"Kau! Ada ap..."
DUARRRR...
Author Corner:
Hai, author balik lagi nih. Maaf banget update-nya rada lama soalnya lagi persiapan tes SBMPTN. Doain semoga dimudahkan dan keterima diptn. Aminnn.. tapi tenang aja chapter 6 lagi otw. Ditunggu ya. Eh kemaren ada yang review, kita bales yuk :)
Rin
Hosh! Ichi gk peka! Dasar! Grimm it puny dendam ap? Sampe2 bgt ama Ichi. Oke, lanjut!
Jawab:
Ayo timpuk Ichigo *digaplok Ichigo langsung* wkwk dia sebenarnya gak dendam, Cuma pingin nguasain perusahaannya Ichi dan itu udah kesebut di chapter 2.. Terima kasih atas reviewnya
Kim Yui Rie
Bingung mw komen apa.. Tapi selamat atas kelulusannya yee.. hehehehe
di tunggi chapter selanjutnya..
Oia wat Author makin pinter aja bikib orang penasaran tuh.. hehegege..
pas Ichigo lihat Rukia eh langsg "tbc" wkwkwkww
g sabar untuk chap selanjutnya.. di tunggu yee..
Jawab:
Terima kasih, Rie-san. Atas pujiannya dan kunjungannya untuk mereview. Tetep nunggu ya chapter selanjutnya. hehe
Hepta Py
Jadi ceritanya Ichigo lom tau kalau dia Rukia? Hmmm... apa motif teror dari Gimm?
Jawab:
Belum Hepta-san hehe. Motif Grimm itu nguasain perusahaan Ichi, itu udah kesebut di chapter 2. Terima kasih atas reviewnya. Tetep ditunggu chapter 6nya ya
Azura Kuchiki
Update lagi...
Jawab:
Sudah diupdate Azura-san. Ditunggu chapter 6 ya.. arigatou reviewnya.
Huaah, asyik banyak yang review. Ditunggu review yang lainnya dan sampai ketemu di chapter 6 ya.:)
