Miracle Love Chapter 2/? by Teleportbabies

.

.

.

.

.

.

Author POV

"Aku pulang..."

"Loh? Kok tidak ada orang?"

Sehun memasuki rumahnya. Sepi tidak ada orang. Memang Sehun hanya tinggal bertiga bersama Umma dan Appanya. Appanya tentu sedang bekerja, namun kemana Ummanya? Ia celingukan kesana kemari hingga akhirnya menemukan sebuah note tertempel dikulkas.

Sehun, Umma pergi ke supermarket sebentar

Jangan lupa makan^^

Umma

Sehun melangkah menuju dapur setelah sebelumnya ia ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan menaruh tasnya. Ia membuka tudung saji di atas meja. Sehun tersenyum senang melihat ada makanan kesukaannya yang terhidang di sana, kimchi. Ia pun makan dengan lahap. Ditambah tadi bekal makannya dijatuhkan seseorang. Sehun pun makan dengan perasaan kesal karena mengingatnya.

...

Ting nong

Bel rumah Sehun berbunyi. Sehun yang sedang mencuci piring habis makannya langsung buru-buru menghentikan pekerjaannya. Ia mengelap tangannya yang basah dan merapikan sedikit pakaiannya. Ia beranjak membuka pintu.

"Annyeong." Seorang namja tampan dan juga cantik menurut Sehun menyapanya lembut. Sehun bingung, karena ia tidak mengenalnya.

"Aku tetangga sebelah rumahmu. Kebetulan Ummaku habis membuat kue dan ia menyuruhku membaginya."

"Ah iya, gomawo err..."

"Aku Luhan. Kau boleh memanggilku Oppa karena aku 4 tahun lebih tua darimu."

"Ah iya Oppa. Oppa mau masuk dulu?"

"Tidak usah. Salam untuk Ummamu dan Appamu."

"Ah iya."

Sehun kembali menutup pintu rumahnya.

'Tetangga yang baik sekali.' Batin Sehun.

...

"Aku pulang."

Jongin memasuki rumahnya yang seperti istana. Ia langsung melempar asal tasnya ke sembarang sofa dan merebahkan dirinya di salah satu sofa besar di ruang Tv. Tak lama seorang maid namja datang menghampirinya.

"Tuan muda Jongin sudah pulang? Lebih baik anda langsung mandi."

"Malas. Aku mau makan. Masakan aku ramen."

"Err maaf Tuan, saya tidak bisa memasak."

"Kau itu maid masa tidak bisa memasak!"

"Itu tugas maid yeoja Tuan. Mereka sedang belanja sekarang."

"Aku tidak mau tau! Cepat."

Maid namja itu menganggukkan kepalanya ragu-ragu kemudian pergi dari hadapan Jongin. Jongin mendecih kesal. Ia memejamkan matanya sambil memeluk bantal yang ada di ruang Tv. Lama-kelamaan Jongin pun tertidur.

...

"Jongin apa kau gay?" ucap seorang yeoja pelan.

"Hey Jongin?"

"Jongin!"

"Hey!"

"Yak!"

"Aku tidak gay! Jangan sok dekat denganku." Jawab Jongin ketus. Ia menjawabnya karena merasa terganggu dengan Sehun yang menggoyang-goyangkan tubuhnya.

"Ya ya aku percaya." Ucap Sehun sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.

Jongin menatap Sehun heran sambil menaikan alisnya.

"Aku yeoja. Kau mau bicara denganku dan tadi membantuku."

"Terpaksa."

"Memang kenapa kau tidak suka berinteraksi dengan yeoja?"

"Tidak butuh."

"Jadi, kau tidak butuh Ummamu HAH?"

"Ummaku sudah meninggal! PUAS?"

Jongin beranjak dan meninggalkan kelas entah kemana. Sehun mematung ditempat duduknya.

'Apa aku salah bicara?' Batinnya.

Setelah bel masuk, Jongin dan Sehun pun mengikuti pelajaran tanpa ada interaksi sama sekali.

Sehun merebahkan diri diranjang yang empuk dikamarnya. Ia kembali mengingat percakapannya dengan Jongin, teman sebangkunya tadi.

'Apa Jongin sampai tidak suka berinteraksi dengan yeoja karena ditinggal Ummanya? Ah aku jadi tidak membayangkan kalau aku jadi Jongin.' Pikir Sehun. Ia memejamkan matanya dan memanjatkan doa mudah-mudahan Ummanya akan selalu ada disisinya.

...

"Kau bangunkan Tuan muda Jongin sana."

"Tidak mau. Kau saja."

"Kau saja."

"Kau!"

Para maid saling menunjuk rekan sesama maid. Mereka semua sama-sama tidak mau untuk membangunkan Jongin. Jongin dikenal maid sebagai namja yang mudah marah. Jadi semuanya takut kalau Jongin tidak suka dibangunkan dan memecatnya. Apalagi Jongin pernah menegaskan kalau ia tak suka ada maid yeoja. Biarpun begitu, maid yeoja tetap dipekerjakan Appa Jongin untuk memasak.

"Ada apa ini?"

Semua maid yeoja pun menegok ke sumber suara. Mereka pun langsung membungkukkan tubuhnya.

"Selamat datang Tuan besar." Sapa maid yeoja kompak.

"Ya. Ada apa sebenarnya?" tanya Appa Jongin lembut. Appa Jongin memang dikenal maid sebagai orang yang lembut dan baik hati.

"Err.. Kami ingin membangunkan Tuan muda Jongin tapi-" jawab salah satu maid yang langsung dipotong oleh Appa Jongin yang sudah mengetahui situasinya.

"Biar aku yang bangunkan. Kalian lanjutkan pekerjaan kalian." Ucap Appa Jongin dibalas anggukkan para maid yeoja.

...

"Berubahlah Jongin." Seorang namja bertubuh jangkung datang mengusik ketenangan seorang namja berkulit tan yang sedang duduk sendirian dipasir pantai sambil menatap langit.

"Untuk apa aku berubah?" jawabnya.

"Untuk yeoja yang mencintaimu dan kau mencintainya."

"Aku tidak punya yeoja yang kucintai lagi selain Ummaku dan dia. Aku juga tidak menyukai dia lagi." Jawabnya ketus sambil memalingkan wajahnya dari namja jangkung yang kini ada dihadapannya.

"Ada, suatu saat."

"Tidak ada suatu saat."

"Ada dan saat itu juga kau akan meninggalkannya dan dia hidup sepertimu sekarang ini."

"Apa maksudmu?" Jongin merenyit.

"Kau akan meninggalkan yeoja itu selamanya."

"Aku tidak akan meninggalkan seseorang, pasti orang itu yang meninggalkanku!"

"Kau yang meninggalkannya!"

Jongin terdiam sebentar, "Baik aku akan hidup tanpa yeoja saja biar aku tidak akan meninggalkannya!"

"Ssstt... tarik lagi ucapanmu itu dan ubah sikapmu. Aku menyanyangimu." Orang itu pun pergi meninggalkan Jongin. Setelah orang itu pergi Jongin pun teringat orang yang berbicara dengannya itu 'siapa' dan ia pun langsung mematung dan berteriak kencang di pantai yang sepi kemudian menangis sesegukkan.

...

"AAAAAAAAAAAAAAAA!" Jongin terbangun dari tidurnya dan langsung berteriak. Membuat Appanya yang sedang ada dikamarnya langsung menghampiri Jongin dan duduk dipinggir ranjangnya.

"Kau mimpi buruk sayang?" tanya Appa Jongin.

Grep

Jongin memeluk Appanya erat dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Appanya. Appa Jongin pun mengelus pelan rambut Jongin dan menepuk-nepuk pundak Jongin seraya menenangkannya.

"Appa, Jongin takut. Mimpi itu lagi." Jawab Jongin dengan nada yang sedikit gemetar.

"Jongin, semua orang pasti mengalaminya. Meinggalkan dan ditinggalkan. Kau tidak perlu takut."

"Aku takut."

"Kau namja, tidak boleh takut. Kalau dipikir, sekarang bisa saja Appa meninggalkanmu atau kau meninggalkan Appa."

Jongin langsung melepas pelukannya dan menatap Appanya.

"Tidak! Appa tidak boleh pergi! Aku juga tak akan pergi dari Appa!"

Sedetik kemudian ia kembali memeluk Appanya membuat Appanya terkekeh pelan.

...

Esoknya

"Neol chajaganda chueogi bonaen tingkeobel ttaranaseotdeon Neverland~ Geu gose naega neowa barabomyeo utgo isseo nan~ yeongwonhan- " Seorang yeoja sedang bersenandung ria menyanyikan lagu Peterpan dari boyband EXO yang baru ia ketahui dari Baekhyun temannya. Nyanyiannya terputus melihat teman sebangkunya, Jongin, ditarik paksa oleh seorang yeoja yang ia benci, yang menjatuhkan bekal makanannya kemarin. Sehun-yeoja itu- pun penasaran dan mengikuti langkah mereka pergi.

Krystal menarik Jongin menuju kelas yang tidak terpakai. Sehun menyembunyikan dirinya dibalik pintu dan berusaha mendengar percakapan mereka.

"Jongin! Kembalilah seperti dulu. Aku...mencintaimu. Kau juga masih mencintaiku kan?"

"Tidak."

"Jangan bohongi dirimu! Aku-"

CUP

Jongin mengecup kilas bibir Krystal. Krystal langsung terdiam.

"Aku hanya tidak ingin menyakitimu. Jangan ganggu aku lagi." Ucap Jongin pelan kemudian meninggalkan Krystal.

Sehun yang kaget tiba-tiba Jongin ingin keluar dari kelas langsung berusaha berlari cepat.

...

Di kelas

Sehun menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Nafasnya masih belum teratur karena habis berlari tadi.

'Jadi Jongin dan Krystal dulunya sepasang kekasih? Dan mungkin Jongin yang mengakhirinya.' Pikir Sehun. Wajah Sehun tampak sedikit memerah mengingat dirinya melihat tontonan gratis –ciuman- antara Kai dan Krystal.

"Loh? Kok aku jadi memikirkan mereka sih?" Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Hhh... Aku lapar." Sehun mengelus-elus perutnya. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari Baekhyun atau Kyungsoo untuk menemaninya makan. Namun nihil, entah mereka dimana sekarang. Sehun pun pergi sendirian ke kantin.

Di kantin

Lagi-lagi Sehun mengedarkan pandangannya, ia mencari tempat duduk yang kosong untuk dia makan. Tidak ada tempat yang kosong.

'Aku makan dimana dong. Dikelas kan jauh.' Pikir Sehun. Sehun pun melangkahkan kakinya mengelilingi sekolah tanpa tujuan yang jelas sambil membawa nampan makanan sampai ia bertemu Baekhyun.

"Sehun!" teriak Baekhyun.

Sehun pun membalas sapaannya, "Hai Baekhyun!"

"Kau mau kemana?" Tanya Baekhyun yang kebetulan berpapasan dengan Sehun. Baekhyun tidak sendirian, dia bersama Chanyeol. Mereka berdua merenyit heran melihat Sehun yang membawa nampan makanan.

"Aku mau makan, tapi dikantin bangkunya penuh. Aku lagi mencari tempat duduk, hmm seperti ditaman mungkin. Disini ada?" Jawab Sehun.

"Hey dibelakang kantin kan ada taman dan ada tempat duduknya!" sahut Chanyeol.

"Eh? Benarkah? Kalau begitu aku mau makan dulu ya. Karena kalau dikelas kan jauh harus naik tangga."

"Mau ditemani?" tawar Baekhyun.

"Tidak. Aku tidak mau mengganggu kalian berdua. Daah!" ucap Sehun.

"Haha. Daaah!" Baekhyun dan Chanyeol terkekeh melihat Sehun yang sudah melangkahkan kakinya jauh dari hadapan mereka. Baekhyun pun tersipu malu. Ia langsung berlari meninggalkan Chanyeol yang sedari tadi bersamanya.

"Baekkie tunggu!" Teriak Chanyeol sambil menyusul Baekhyun.

...

Di taman belakang sekolah

"Aaah cukup bagus juga. Kenapa malah diletakkan dibelakang kantin? Kan jadi tertutup. Hhh.."

Sehun berada ditaman belakang sekolah sekarang. Sayang sekali menurut Sehun, tamannya bagus tapi letaknya tertutup. Bahkan hanya ada Sehun disana sekarang. Tapi itu bagus menurut Sehun karena ia sudah lama tidak merasakan ketenangan. Kehidupan di Seoul sangat berbeda dengan di Busan.

Sehun melangkah menuju bangku panjang yang ada disana. Bangku panjang itu tampak belakang dari penglihatan Sehun. Jadi Sehun tidak tau bahwa ada yang sedang tidur disana sampai Sehun sudah ada didepan bangku panjang itu.

"Jongin? Kok tidur disini?" Sehun merenyit heran.

TBC

.

.

.

.

.

.

Kok jadi ada KaiStal ya? Ugh-_- LOL

Ada yang udah sedikit paham ngga kenapa Jongin gamau deket-deket yeoja? Pasti belom. Nantikan selanjutnya kk

Thanks yang udah review^^ : adindaekaputri20; bbuingbbuingaegyo; daddykaimommysehun; ayanesakura chan; nicerindi; SehunBubbleTea1294; UNTAKUTUBUTARA4; ; barbieLuKai; chanbaekxxx; askasufa; oh aja; Oh Jizze; ; CuttieSehunnie; 2312; byuncrackers; xxx; CuttieSehunnie

Tinggalkan jejak dengan mengklik 'review' dibawah ini