Miracle Love Chapter 3/? by Teleportbabies
Sehun(gs), Jongin
Warning : Alur sinetron, ga jelas, aneh, awas muntah.
.
.
.
.
.
.
Author POV
"UMMAAAAAA! UMMAAAA! AAAAAAA!"
"Uhuk..Uhuk.. Jongin kau kenapa!?" Seketika Sehun yang sedang makan terbatuk kaget melihat Jongin yang tiba-tiba berteriak Umma Umma. Sehun segera meletakkan makanannya dan menghampiri Jongin yang sedang terduduk dengan nafas yang tak beraturan. Sehun pun duduk disebelah Jongin.
"Ummaaaaa... Hiks...Hiks..."
Grep
Jongin memeluk erat Sehun. Sehun bisa merasakan ketakutan Jongin yang luar biasa karena saat Jongin memeluknya tubuh Jongin bergetar dan berkeringat deras, belum lagi air matanya.
"Jongin kau kenapa?" tanya Sehun lembut.
"Jongie takut Umma. Hikss..Hiks.." Jongin pun terisak dibahu Sehun. Sehun tak masalah bila Jongin melihatnya sebagai Ummanya, mungkin Jongin habis mimpi buruk dan belum sepenuhnya sadar dari tidurnya. Ia pun menepuk-nepuk bahu Jongin pelan dan mengusap-usap rambut Jongin yang basah karena keringatnya.
"Takut ditinggal pergi lagi." Lanjut Jongin.
"A- aku disini." Sehun perlahan melepaskan pelukan Jongin dan tersenyum tipis. Jongin balas tersenyum manis padanya. Sehun tidak menyangka bila Jongin tersenyum bisa begitu manis. Sehun pun menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha menghentikan apa yang ada dipikirannya.
"Umma, aku tidur dipaha Umma boleh?" tanya Jongin. Sehun pun heran sendiri. Saat ini tampak sosok Jongin yang lugu.
Sehun menganggukkan kepalanya.
Perlahan Jongin pun kembali berbaring dan memposisikan kepalanya di paha Sehun dan mencari-cari posisi yang menurutnya nyaman.
"Umma jangan pergi lagi." Ucap Jongin sambil memejamkan matanya untuk tidur.
"Tidurlah." Ucap Sehun lembut sambil mengelus-elus kepala Jongin.
Beberapa saat kemudian terdengar dengkuran halus yang berasal dari namja yang tertidur dipahanya. Sehun pun tertawa kecil melihat Jongin yang tertidur itu sangat polos, jauh dari kata menyeramkan. Sebenarnya apa yang terjadi padamu Jongin?
Sehun menggapai box makanan yang ia beli tadi dikantin dan kembali menyantapnya. Sehabis ia makan, ia bingung apa yang harus ia lakukan. Sehun membelakan matanya saat tak sengaja melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan Jongin. Siang hari sudah mulai berganti sore hari. Jongin masih terlihat nyaman tidur dipahanya. Ia tidak tega kalau harus membangunkannya.
"Hoaam.." Sehun menguap dan mengucek-ucek matanya. Itu membuatnya jadi mengantuk. Sehun menepuk-nepuk pipinya agar tidak tertidur. Beberapa saat kemudian akhirnya Sehun pun tertidur juga.
...
Sore hari pun telah berganti malam hari.
...
"Ah shit! Pasti Jongin mensilent ponselnya." Seorang yeoja merebahkan dirinya dikasur empuk kamarnya. Ia memanyunkan bibirnya sambil terus menatap layar ponsel yang ia pegang. Tidak ada notif bahwa pesannya telah terkirim, menandakan si orang yang di tuju masih belum membaca pesannya.
'Kau sedang apa eh?'
...
"Mmhh.. Ngg..." Jongin perlahan membuka kelopak matanya yang terasa berat. Ia langsung terkejut saat penglihatannya gelap semua. Jongin kembali memejamkan matanya dan menggesek-gesek kepalanya karena merasa tempatnya ia tidur sangat nyaman sekali. Ia bangun dari posisi tidurnya sambil menggerak-gerakkan badannya asal.
Pok
Jongin memukul lengannya sendiri yang dihinggapi nyamuk. Merasa tidak nyaman karena banyak nyamuk, Jongin beranjak bangun. Ia menepuk-nepuk pipinya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Mencoba tersadar sepenuhnya dan mengingat apa yang sebelumnya ia lakukan.
Jongin sontak terkejut menyadari ia telah tertidur tadi di paha Sehun. Ia langsung beranjak bangun. Biarpun pencahayaan sangat sedikit hanya terang oleh sinar bulan, Jongin tau jelas kalau itu Sehun.
'Apa yang terjadi?' Batin Jongin.
...
Brumm
Jongin telah menayalakan mesin mobilnya, siap membawa mobilnya pergi dari sekolah. Hingga beberapa saat rasanya ia tidak bisa untuk menancapkan gas. Ada perasaan khawatir disana. Siapa lagi kalau bukan Sehun yang ia khawatirkan.
Tidak menunggu lama lagi, Jongin mematikan mesin mobilnya dan kembali ke tempat Sehun tadi.
...
Waktu menunjukkan pukul 2 malam. Namun seorang namja berkulit tan masih setia mengubah-ubah posisi tidurnya yang entah seperti apa untuk membuat dirinya nyaman untuk tidur.
"Aku tidak peduli, aku tidak peduli, aku tidak peduli." Gumamnya pelan terus-terusan.
"Kalau aku tidak peduli untuk apa tadi aku memakaikan jaket! Bodoh! Argh!"
Jongin beranjak dari kasur, mencomot kunci mobil dinakas sebelah kasurnya bersiap pergi.
...
Sementara Sehun
"Hoam..."
Deg deg
Sesaat setelah membuka matanya, jantung Sehun berdebar tidak karuan.
"Jongin? Jongin?" tubuh Sehun gemetar melihat keadaan sekeliling gelap. Ia meraba-raba tempat duduknya tidak ada seseorang disana. Kemana Jongin? Sehun ingin menangis rasanya sendirian di tempat gelap.
"Hiks.. Siapapun tolong aku."
Sehun menangis sekarang. tubuhnya dingin dan merinding, ia tidak mau membuka matanya lagi.
Guk guk
Jantung Sehun makin berdebar tidak karuan mendengar suara yang tak lain suara anjing yang katanya tanda ada makhluk halus disana.
...
"Gege selalu ada untukmu Hun."
"Tentu saja! Itu harus ge!"
"Tapi tidak selamanya ya."
"Hunnie maunya selamanya ah!"
"Teriak yang kencang dong."
"GEGE HARUS SELALU ADA DI SISI HUNNIE, SELAMANYA!"
...
"HIKS HIKS! WUFAN GEGE! GEGE!" teriak Sehun sambil menghentakkan kakinya ke tanah.
"Sehun?"
"Gege?"
Bruuk
Sehun tidak menyangka gegenya benar datang, ia langsung menubruk gegenya dan memeluknya erat. Air mata mengalir tambah deras dari kelopak matanya.
"Huwee Gege jahat! Baru datang saat Hunnie teriak kencang! Tenggorokan Hunnie jadi sakit. Hunnie takut sendirian nih. Hunnie kedingin juga. Hiks hiks.. Hun-"
Pyung
Sehun pingsan dan untungnya sosok yang ia kira gegenya menangkapnya dengan sigap.
"Maafkan aku."
...
"Mmmhh.. Hoamm.. Fanfan ge! WUFAN GEGE!" setelah bangun dari tidurnya, Sehun langsung duduk, berteriak dan celingukan kesana kemari, berharap kalau semalam bukan mimpi dan ia bisa bertemu lagi dengan gege kesayangannya.
"Sehun, kau sudah bangun?"
Suara itu...
Plak
Langsung saja di pemilik suara dihadiahi tamparan dipipi kirinya.
"Maafkan aku." Ucapnya pelan.
"Kau pikir maaf cukup!? Aku membencimu Kim Jongin!"
TBC
