Miracle Love

Chapter 4/?

by Teleportbabies

Sehun(gs), Jongin

Warning : Alur sinetron, ga jelas, aneh, awas muntah.

.

.

.

.

.

.

.

.

Maaf buat reader yang nunggu lama, aku tetep maksain lanjutin karena tau banget perasaan reader yang ngga enak banget baca cerita tiba tiba disscontinue, tapi harap maklum kalau ceritanya jadi absurd karena ide bener bener mentok^^

.

.

.

.

.

.

.

Author POV

Jongin terus saja melirik ke sebelah kursinya yang sedari tadi kosong. Ia memijit pelipisnya dengan tangannya untuk mengurangi beban dipikirannya.

Hah? Beban katanya?

Bahkan itu menjadi pikirannya lagi kenapa 'beban dipikirannya' harus menjadi beban dipikirannya?

"Huhh..."

Jongin pun menghelakan nafas kasar.

...

Istirahat di ruang UKS

"Ngghh.."

Seorang yeoja menggeliat nyaman di tempat tidur kecil bersprei putih. Mata sipitnya yang sembab perlahan-lahan terbuka.

"Kau sudah bangun Sehun?" tanya Baekhyun yang telah duduk di kasur tempat Sehun tidur. Mereka tidak hanya berdua disana, ada kekasih Baekhyun yang selalu menemani kekasihnya pergi, Chanyeol yang duduk di kasur seberang tempat Sehun tidur.

Sehun yang melihat ada Baekhyun dan Chanyeol disana langsung menarik selimutnya sampai ke atas kepala membuat Baekhyun dan Chanyeol heran. Dengan terpaksa Baekhyun menarik-narik selimut yang menutupi Sehun sampai akhirnya Sehun kalah dan Sehun langsung menyambar memeluk Baekhyun erat sambil terisak.

"Baekhyun.. Hiksss.."

"Kau kenapa Sehun? Jelaskan padaku apa yang terjadi." Tanya Baekhyun sebaik-baik mungkin. Sebenarnya kalau Sehun adalah teman lama Baekhyun, sudah di bentak-bentak olehnya. Mereka baru mengenal, Baekhyun takut kalau omelannya nanti disalahkan artikan dan Sehun jadi membencinya.

"Hiks.. Hikss.."

Bukannya menjawab, Sehun masih terisak membuat Baekhyun menghelakan nafas kasar dan sedikit menggertaknya giginya gemas. Chanyeol yang melihatnya terkekeh pelan. Ia pun sedikit terkejut dengan kelakuan kekasihnya itu selanjutnya.

"Sehun! Diam! Kau tau kau itu jelek sekali kalau menangis HAH!?" Baekhyun tidak bisa menahan kesabarannya oleh orang-orang seperti Sehun ini. Ia mengambil tissu di sakunya dan mengelap air mata Sehun yang membekas di pipinya. Sehun sudah berhenti menangis sekarang, entah karena bentakan Baekhyun atau dirinya sudah lelah.

"Jelaskan padaku apa yang terjadi! Orang tuamu kemarin terus meneleponku! Kau tidak tau betapa susahnya aku untuk berbohong pada orang tuamu bilang kalau kau baik-baik saja!"

Sehun diam.

"Sehun maafkan aku bukan maksudku membentakmu." Baekhyun langsung memeluk Sehun.

"Aku mau kembali ke Busan." Sehun pun mulai membuka suaranya.

Baekhyun kembali mencoba sabar menghadapi Sehun yang malah mengatakan hal yang tidak ia mengerti. Kemarin orang tua Sehun terus meneleponnya menanyakan keadaan Sehun yang bahkan ia tidak tau Sehun ada dimana saat itu. Sampai akhirnya Baekhyun bisa bilang baik-baik saja karena Chanyeol bilang ada hoobaenya yang melihat Sehun bersama Jongin di taman belakang.

Andai saja kemarin Baekhyun benar-benar tidak mengantuk, ia pasti langsung terbang ke sekolah.

"Apa ini ada hubungannya dengan Jongin?"

Sehun langsung mengangkat wajahnya menatap Baekhyun lalu menjilat bibirnya perlahan.

"Dia jahat. Dia meninggalakanku di taman malam-malam sendirian."

Akhirnya Sehun membuka suaranya yang benar-benar ingin didengar oleh Baekhyun.

Baekhyun dan Chanyeol pun bertatapan, seolah sudah tau apa yang harus dilakukan, Chanyeol langsung keluar meninggalkan Baekhyun dan Sehun.

...

Atap

Seorang yeoja cantik melangkahkan kakinya pelan menuju sebuah bangku panjang yang di duduki oleh seorang namja. Namja itu menyadari keberadaanya yang duduk disebelahnya kemudian menatapnya kosong. Namja itu kelihatan tidak semangat hidup, ia terus berdiam diri sambil memegangi dadanya tepat di daerah jantung. Bukan! Dia bukan sakit jantung.

"Jongin, mau cerita?"

"..."

"Aku pernah ada disini kan. Mungkin aku bisa membuatmu lebih baik." Yeoja itu merapatkan duduknya pada Jongin dan menautkan tangan mereka di daerah dada Jongin.

"Krystal... Bagaimana perasaanmu kalau seorang namja menyatakan cinta padamu sungguh-sungguh namun besoknya ia meninggal?"

Deg

Krystal langsung melepaskan tautan tangan mereka lalu meneguk ludahnya slow motion. Ia menatap lurus ke depan tanpa beniat memjawab perkataan Jongin.

"Jawab."

"Hmm apa maksudmu?" merasa tidak nyaman dengan pembicaraan mereka, Krystal menggaruk belakang lehernya yang mungkin tidak gatal.

"Seandainya yang disukai namja itu kau, kau lebih memilih namja itu menyatakan cinta padamu kemudian dia mati atau tidak mengatakan apapun sampai dia mati?"

"Kalau aku sih berharap aku tidak mengalaminya."

Dan itu langsung dihadiahi tatapan menusuk oleh Jongin.

"Beritahu padaku. Apa yang terjadi padamu sebenarnya?" tanya Krystal agak mendesak Jongin. Langsung saja Jongin beranjak dari duduknya dan pergi. Tangan Krystal yang sempat menghalanginya pun tepis kasar olehnya membuat Krystal merintih pelan.

Setelah kepergian Jongin, ia menghentakkan-hentakkan kakinya kencang ke tanah.

'Sebenarnya ada apa denganmu?'

...

"Krystal jangan diam saja dong! Aku bingung. Aku sama sekali tidak tau masa lalumu dengan Jongin! Setiap aku minta jelaskan kau tidak mau jawab! Kau hanya bilang kalau dia itu milikmu-milikmu-milikmu!"

Yeoja berbibir tebal itu mendecak kesal. Teman sebangkunya itu memang membuatnya naik darah kadang-kadang, dan sekarang Krystal malah tertidur. Ia menghelakan nafasnya kasar sambil mencatat pelajaran di kelas.

...

Bremm Bremm

Chanyeol buru-buru berlari ke arah parkiran, ke tempat sebuah mobil yang siap menancapkan gasnya. Dengan cepat ia merentangkan tangannya lebar-lebar menghalangi si pengendara untuk menjalankan mobilnya. Ia yakin, seseorang di dalam mobil itu tidak akan tega untuk menabraknya.

Bremm brem bremmm

Tanpa di duga suara deru mobilnya bukannya berhenti malah tambah besar, membuat Chanyeol panik dan secepat mungkin melepaskan sepatunya untuk siap di lemparkan ke kaca mobil didepannya.

Suara deru mobil pun berhenti tanda mobil sudah dimatikan.

Cepat-cepat Chanyeol membuka pintu depan mobil tersebut, untungnya tidak terkunci jadi memudahkannya untuk mengeluarkan seseorang di dalam mobil tersebut kemudian-

BBUUK

-dihempaskan secara kasar di tanah. Chanyeol menduduki orang itu dan membogem mentah namja berkulit tan itu. Jongin sama sekali tidak melawan.

"Kalau kau ingin bunuh diri, jangan libatkan orang lain! Kau tidak ingat dulu telah menerbangkan nyawa berapa orang!"

BBUUKK

Dengan cepat Jongin membalikan posisi menjadi dia menduduki Chanyeol.

"Kau bukan aku, jadi kau tidak mengerti."

Dengan wajah babak belur, Jongin masih bisa berkata santai seperti itu. Baru Chanyeol akan menjawab Jongin, namja berkulit tan itu ambruk di atas tubuh Chanyeol.

TBC

Halooo maaf ya updatenya lama, aku kesel sama ffn di blokir sama internet positif, kirain selama ini laptop/provider eror soalnya di hp bisa tapi di web gabisa, eh ternyata emang di blokir-_-

akhirnya aku pake add ons anonymox, itu juga nggak bebas, harus bayar kalo mau selamanya-_- jadinya bolehnya pake 500mb doang sehari

pasti pada kecewa dan males baca ff aku lagi ya gegara kelamaan wkwk, sebenernya udah gatel mau lanjut juga Cuma gabisa buka-_-

aku sebenernya udah lelah sama ffn dan mau lanjut ff aku yg lain di grup fb hehe, ntar bakal aku kasih tau kalo pindah yaaa

maaf kalo update-an dikit, karna yg banyak itu di komputer, belum aku pindahin semua ffnya di laptop LL -_-

ini juga kaget ternyata bisa, soalnya kemaren kemaren nyoba aplikasi loncatan internet positif gabisa log in hehe

gomawo dan saranghaeeeee semua~~