What is love? Ch 2/?

Author : Teleportbabies

Genre : Drama, Romance

Rating : T

Cast : Oh Sehun(gs), Kim Jongin and EXO members

Author note : This story is mine. Don't like Don't read.

Sehun POV

"Permisi.. Apa anda tau dimana tempat rapat Do JoonMyeon?" ucap ku seramah mungkin pada salah satu pelayan di Pumpin Club. Tentu saja aku memilih-milih pelayan disana. Yang sekiranya berwajah baik dan mudah-mudahan berwatak baik pula. Satu-satunya pelayan yang seperti itu hanya pelayan yang tempat ia bertanya ini, ia cantik dan berwajah ramah. Yeoja itu bername tag Lu Han.

"Ada perlu apa?" jawab pelayan itu ramah.

"Saya.. Sa.. ya ada perlu dengannya."

"Mari saya antar."

Aku diantar sampai di depan ruangan yang tidak begitu jauh dari tempatku berdiri tadi. Pelayan itu sedikit menunduk padaku, tersenyum kemudian pergi. Katanya seharusnya kalau tidak ada halangan, rapatnya sudah selesai. Aku menunggu sambil menyenderkan tubuhku pada tembok.

Ceklek

Tidak membutuhkan waktu lama, para namja-namja berumur keluar dari ruangan sambil bersenandung tawa khas orang-orang kalangan atas. Aku memerhatikan wajahnya yang sekiranya mirip dengan Bos Kyungsoo dan aku menemukannya. Aku dan tuan Do JoonMyeon saling bertukar pandang. Langsung saja aku menghampirinya.

"Annyeong haseyoo.. Sehun imnida."

"Ah iya iya Sehun , Kyungsoo sudah beritahu banyak. Kau cantik ternyata."

Biarpun orang kaya, Tuan Do JoonMyeon sangat ramah dan memujiku cantik, aku sampai terkekeh kecil. Entah bagaimana pembicaraan kita jauh dari niatku untuk memberikan gambar designku sampai akhirnya-

"Oh iya! Aku jadi melupakan tujuan awalmu. Tapi.. aish kaca mataku tertinggal di ruang rapat. Aku akan mengambilnya dulu."

"Ee biar aku yang ambil."

"Ah terimakasih kau anak baik. Bisa kita bicarakan designmu di restaurant sebelah Club ini?"

Aku menangguk sebagai jawabannya. Dia memang kelewat ramah. Tapi tidak apa-apa dari pada kelewat sombong. Langsung saja aku memasuki ruang rapatnya untuk mengambil kaca matanya.

...

Jongin POV

"Hik.. Hik.."

Ah sial. Aku cegukan. Berulang-ulang ku elus leherku untuk menghentikan cegukannya namun sampai sekarang tak kunjung berhenti. Aku celingukan mencari pelayan lewat untuk memberiku minuman namun tidak ada satu pun. Mau tidak mau aku pergi ke mini bar depan untuk mengambil minuman.

Saat aku kembali, princessku sudah tidak ada ditempat. Aku merutuki diriku yang dengan bodohnya jengah. Kalau saja lantai disni beralas karpet, sudah ku banting minuman ditanganku ini. Karena aku masih berbaik hati tidak mau membuat susah pelayan disini, ku taruh minumanku di salah satu meja disana.

Aku berjalan lurus ke depan siapa tau bisa bertemu dengan princessku lagi.

...

Sehun POV

"Huaaah... di dalam ruangan rapat dingin sekali."

Ceklek

Aku dengan cepat menutup pintu ruang rapat. Bisa-bisa aku membeku. Wajar aku mengeluh kedinginan masuk ke ruangan rapat tidak seperti Tuan Do JoonMyeon dan rekan-rekan bisnisnya. Mereka pasti mengenakan jas mahal super tebal, sedangkan aku memakai kaos biasa.

Aku kehausan, tapi mengurungkan niatku untuk mengambil minuman-minuman yang ada disini. Aku tidak bisa membedakan yang mana yang berkadar alkohol rendah, yang mana yang berkadar alkohol tinggi. Untungnya aku menemukan Luhan diantara manusia disana, aku pun menghampirinya.

"Luhan!"

Yang panggil pun menegok dan terlihat heran.

"A..Aku yang tadi. Aku tau namamu Luhan dari name tagmu hehe." Aku menggarukkan belakang leherku yang tidak gatal untuk meredakan malu disangka sok kenal.

"Iya aku ingat kok. Ada apa ya?" ucapnya ramah.

Yaampun Luhan ramah banget, senyumnya manis, kenapa dia bekerja disini sih? Aku jadi ingin berteman dengannya.

"Aku sebenarnya tidak pernah ketempat seperti ini, bisa beri aku minuman tidak beralkohol? Teh mungkin?"

"Oh haha tentu."

Aku berkenalan dan berbincang hangat dengan Luhan. Aku jadi tau dia ternyata berumur 24 tahun, sama sekali tidak sesuai dengan wajahnya, namun ia menolak di panggil unnie. Pada awalnya Luhan bekerja di sebuah cafe sebelum Club ini dibangun, setahun yang lalu cafe dibongkar dan jadilah Club ini, semua pelayan cafe akhirnya dipekerjakan di Club ini menjadi pelayan juga. Luhan dan teman-temannya tidak perlu khawatir karena ini Club, mereka hanya bekerja untuk mengantar minuman, tidak yang lain. Sedangkan untuk melihat orang-orang hampir naked, bercinta itu menjadi hal biasa sekarang dan mereka tidak begitu menghiraukannya.

Swing~~

"Wah apa itu?"

"Namanya Chanyeol, ciri khasnya mengantar minuman pakai skateboard, dia ahli main skateboard. Ohiya aku pergi dulu ya mau mengantar minuman lagi, senang bertemu denganmu Sehun."

Aku tersenyum manis dan mengangguk pelan sebagai jawabannya.

Luhan akhirnya pergi karena harus mengantar minuman lagi.

Kulihat namja bernama chanyeol itu sedang masuk ke dalam ruangan dan skateboardnya dibiarkan di luar ruangannya. Perlahan ku langkahkan kakiku menuju ke sana sambil sedikit celingak-celinguk. Dan yeah aku sampai dan tepat sebelah kakiku ada skateboard yang siap untukku meluncur.

Aku menaiki skateboard, dan skateboard sudah mulai berjalan perlahan. Disini memang ramai kan makanya harus pelan-pelan. Aku tidak mengerti kenapa aku jadi tidak tahu malu begini.

Kulihat depanku dengan jarak yang agak jauh kosong tidak ada orang. Aku mempercepat laju kakiku dan kedua kakiku kini ada diatas skateboard . Tidak ada salahnya karena pas tidak ada orang. Namun-

BRUK

-Oh no

"Dasar bodoh! Minumanku tumpah! Jasku mahal!"

Aku tidak sengaja menumpahkan minuman seorang pria berumur berbadan tegap tinggi dan mengenai jasnya. Aku terus menunduk dan berpikir apa yang harus aku lakukan. Aku bingung dan sedikit beruntung bahwa ini Club, tidak ada yang peduli atau melirik ke arahku dan pria berumur itu sedikitpun. Memang dasar Club!

Tiba-tiba terlintas di pikiranku, aku baru ingat kalau aku harusnya menemui Tuan Do JoonMyeon. Langsung saja aku melirik jam tanganku.

"Ini sudah lebih dari setengah jam! Gawat!"

Tidak peduli aku dirutuki apapun oleh pria berumur tadi, aku segera kabur berlari kencang keluar dari Club.

...

Author POV

"Dasar sialan." Desis seorang Pria berumur yang telah bangun dari duduknya dengan tertatih. Sudah tua tapi jatuh dengan cara yang tidak elit membuat pantatnya ngilu. Dia tidak sadar kalau ia menduduki sebuah buku dan jas, terlalu menghayati sakitnya. Namun seketika senyum mesum terlukis dari wajahnya merasakan pantatnya telah diremas oleh seorang yeoja cantik. Langsung saja yeoja cantik itu dituntunnya ke sebuah kamar.

Ah lupakan pria berumur tadi.

"Hhh..Hhh.. Dia sudah pergi."

Lagi-lagi Jongin merutuki dirinya yang lambat dalam berlari membuatnya kehilangan jejak si princess. Jongin penonton setia adegan penabrakan skateboard tadi. Matanya seketika langsung teralih pada sebuah jas dan buku gambar besar di lantai, ia mengambil jasnya dan membuka halaman pertama pada buku itu, itu adalah foto princessnya. Sudut bibirnya naik mengembangkan senyuman manis.

'Oh Sehun ya?'

TBC