Kini, mereka sudah tahu langkah apa yang harus mereka lakukan untuk berubah. Mereka sudah tahu apa yang akan mereka jalankan untuk hari baru. Semoga, semua sesuai skenario yang sudah mereka susun dan tata dengan baik

.

.

Disclaimer

Kuroko's Basketball © Tadatoshi Fujimaki

This Story © Mine

Chapter 5 : Ku kembalikan lagi kau kepadanya.

Enjoy The Story~

.

.

Seminggu telah berlalu sejak hari itu. Banyak kejadian telah berlalu. Saat dia tiba-tiba masuk ke kehidupanku, saat sosok gadis bersurai softpink itu datang saat keluargaku mengadakan makan malam bersama keluarga kolega Ayah, saat ayahku mengatakan bahwa aku akan menjadi tunangan dari gadis bersurai softpink yang duduk di hadapanku. Saat itulah hidupku berubah, aku tak bisa melupakan senyum Kagami-kun, tetapi aku juga ragu apa aku bisa mempertahankan senyumannya?

Aku tak tahu.

.

"Tetsuya, mulai saat ini kau akan menjadi calon tunangan dari putri keluarga Momoi, Satsuki Momoi." Ucap Ayah dari seorang pemuda bersurai biru muda bernama Tetsuya—Kuroko Tetsuya.

"..." Tetsuya hanya bisa diam. Apa yang dikatakan oleh Ayahnya merupakan sesuatu yang tak bisa dan tak mau dia tentang, dia tidak ingin menjadi anak durhaka demi mempertahankan hubungannya dengan Kagami— yang jelas-jelas tidak akan direstui orangtuanya—juga dia tidak yakin Kagami akan sedih jika dia meninggalkannya.

"Nee, Bolehkah aku memanggilmu Tetsu-kun?" tanya putri keluarga Momoi. Kuroko terkaget sekilas, lalu dia mengangguk.

"Tentu saja, Momoi-san." Ucap Kuroko.

"J-jangan memanggilku Momoi-san, a-aku memanggilmu Tetsu-kun, jadi kau harus memanggilku Satsuki!" ucap Momoi dengan malu-malu. Kuroko mengangguk.

"Baiklah, Satsuki-san." Ucap Kuroko. Momoi lalu tersenyum bahagia, senyumannya bisa menggantikan posisi senyum Kagami di hati Kuroko saat itu juga.

"Satsuki, ini sudah terlalu malam. Ayo kita pulang." Ucap kepala keluarga Momoi. Satsuki lalu mengangguk, dan berpamitan kepada Kuroko ketika ayahnya bersalaman dengan ayah Kuroko.

"Lain kali, kita akan bertemu lagi, ya?" ucap Momoi sambil menyalami Kuroko, dan tersenyum sangat manis. Kuroko mengangguk, sambil masih menggenggam tangan Momoi.

"Etto, Tetsu-kun..?" panggil Momoi, membuat Kuroko sadar kalau dia masih menggenggam tangan Momoi.

"Ah, gomen Satsuki-san." Ucap Kuroko sambil melepas tangannya.

"Suatu saat nanti, kau akan bisa memegang tangannya sepuasmu, Tet-chan!" ucap Ibu Kuroko dari belakangnya.

"Okaa-san.." Kuroko malu, lalu menunduk dan menyembunyikan wajahnya sedalam-dalamnya. Meskipun begitu, Momoi tersenyum manis dan yakin bahwa Kuroko akan melihatnya.

"Jaa ne, Tetsu-kun. Lain kali kita akan berkencan, dan bergandengan tangan selama mungkin. Matta ashita!" ucap Momoi ketika dia dan ayahnya beranjak pergi dari kediaman Kuroko. Tanpa sadar, Kuroko melambaikan tangannya, Momoi mengikutinya. Kuroko merasa, dia sudah mendapatkan pengganti Kagami.

.

Apa yang ku pikirkan? Kenapa.. Ah, biarkan saja lah. Toh ini normal, aku menyukai Satsuki-san yang jelas-jelas lawan jenisku. Wajahnya, membawa kedamaian bagiku. Lagipula, perjodohan tidak mungkin bisa ditolak. Aku akan mengembalikan Kagami-kun kepada orang yang lebih berhak, yang bisa membahagiakan hidupnya. Aku yakin, Kise-kun juga sudah tidak ada perasaan apapun kepada Aomine-kun, aku yakin Kise-kun akan merelakan Aomine-kun pergi.

.

.

Aku menerawang jauh ke atas langit, langit hitam yang berkilauan. Entah mengapa warna hitam mengingatkanku pada Kasamatsu-san. Dia pernah bilang dia menyukaiku ya? Ah, menyayangi? Mencintai? Bahkan aku punya feeling dia merasakan perasaan yang lebih dalam dari ketiga macam perasaan tersebut.

"Kise.." panggil seseorang dibelakangku, Kasamatsu-san.

"Ya, ada apa?" tanyaku, Kasamatsu-san lalu tiduran di pahaku, membuatnya tidur beralaskan pahaku.

"Eh, ada apa?" tanyaku. Kasamatsu-san hanya diam saja, sambil memejamkan mata dan menggendong tangannya, dia seperti mencoba untuk tidur.

"Kasamatsu-san, kalau ingin tidur—"

"Ssst, diamlah Kise. Biarkan aku disini."

"A-ah, Wakatta." Ucap Kise, lalu mengelus-elus rambut Kasamatsu.

'Nee, apakah aku ternyata punya perasaan yang sama sepertimu, Kasamatsu-san?' batinku.

'Apa aku bisa memilikimu seutuhnya? Aku ingin sekali. Aku ingin selalu berada disampingmu, aku ingin kau menjadi manajerku, bukan dalam bidang permodelan, tapi juga kehidupanku, maukah?' ucapanku semakin melantur, sepertinya aku sudah mengantuk.

"Apa-apaan kau ini? Mengapa kau jadi begitu?" tanya-nya. Aku? Kenapa aku? Aku jadi seperti apa?

"Ck, kau tidak sadar? Apa yang kau pikirkan sebenarnya terucap juga lewat bibirmu itu." Ucap Kasamatsu-san sambil memicingkan matanya. Aku? Mengatakan hal itu semua?

"A-ah, tidak! Kau pasti salah dengar! Aku tidak mengatakan apa-apa! Sungguh! Dan bukannya kau tadi sedang tidur, Kasamatsu-san?" Kise salah tingkah dan berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Kau itu bodoh atau bagaimana? Kau pikir telingaku sudah tidak berfungsi dengan baik hah?" tanya Kasamatsu-san sambil memukul kepalaku.

"Ittee.." gumamku sambil mengusap-usap kepalaku, Kasamatsu-san beranjak duduk lalu melihatku dengan intens.

"Kalau kau menginginkan hal seperti yang kau fikirkan, aku akan mengabulkannya Kise. Aku juga mencintaimu." Ucap Kasamatsu-san sambil mendekat dan mengecup keningku. Aku merasa wajahku memerah. Kasamatsu-san lalu duduk disampingku, dan menggenggam erat tanganku. Lalu melihat bintang bersama-sama, entah kenapa malam ini serasa tak ada habisnya dan tak membuatku bosan.

Kasamatsu-san sepertinya kelelahan, dia tertidur di pundakku. Aku menyandarkan kepalaku di atas kepalanya dan mengusap pipinya penuh sayang.

"Kasamatsu-san, aku akan mengembalikan Aominecchi kepada orang yang benar-benar dia inginkan." Gumam Kise disela-sela dia mengelus pipi Kasamatsu.

.

.

Di hari yang sama, jam yang sama, menit yang sama, di satu tempat yang sama. Mereka berempat sedang bersama. Walau belum bertemu, mereka ada di satu tempat bersama. Pemuda bersurai biru muda bersama pemuda bersurai merah tua-hitam berdiam diri di sebuah kursi besi. Begitu juga tak jauh dari mereka, pemuda bersurai kuning dengan pemuda bersurai biru tua duduk di sebuah kursi besi.

"Kagami-kun." "Aominecchi."

Yang dipanggil menoleh, masing-masing kepada orang yang memanggil mereka.

"Aku ingin mengatakan suatu hal padamu." Ucap kedua orang yang tadi memanggil pasangannya itu bersama-sama.

"Aku sudah mempunyai orang lain/ssu. Gomennasai."

Kagami dan Aomine terperanjat. Bagaimana bisa? Kedua orang yang telah menemani hidup mereka beberapa bulan terakhir malah mempunyai orang lain?

"Aku dijodohkan dengan putri keluarga kolega ayahku. Aku tidak bisa menolak, lagipula..."

"Kagami-kun/Aominecchi, tidak mencintaiku."

"K-kenapa kau mengatakan hal sekejam itu, Kuroko? Aku menyayangimu!" teriak Kagami, Aomine hanya diam saat mendengar kata-kata Kise. 'Tidak mencintaimu ya?' memang benar. Aomine tidak mencintai Kise.

"Iya aku tahu, tapi aku yakin kau hanya menyayangiku. Kau tidak mencintaiku. Kau hanya menganggapku sebagai adik, walau lebih tapi hanya sedikit." Ucap Kuroko. Ada panah imajiner masuk menelusup di dada Kagami.

"Aku ingin, Aominecchi kembali pada Kagamicchi-ssu!"

"Aku ingin Kagami-kun bahagia dengan Aomine-kun, karna aku tak akan bisa lagi memberikan kebahagiaan untuk Kagami-kun."

"Terimakasih untuk semuanya selama ini-ssu! Aku tidak akan melupakan kasih sayang yang kau berikan untukku-ssu!"

"Aku akan selalu mendukung hubungan Kagami-kun dengan Aomine-kun."

"Dan, aku juga akan sedih jika kalian berpisah-ssu!"

"Aku juga pasti bahagia dengan pasanganku yang baru."

"Jadi, kalian jangan bersedih ya-ssu! Sekarang.."

"Kembalilah padanya, dia yang akan membahagiakanmu."

"Kembalilah padanya, karna dia adalah pasangan jiwamu.."

Dan, Kuroko mendorong Kagami yang masih tertegun dengan kalimat panjang beruntun dari Kuroko tadi. Kagami belum bisa bereaksi apa-apa, sedangkan Aomine tidak berbeda jauh. Malah dia terlihat lebih shock. Aomine belum begitu mengerti dengan keadaan ini. Dan apa-apaan itu? Kuroko dan Kise seakan bersekongkol untuk mempertemukan kembali Kagami dan Aomine.

Kata-kata yang sama persis, berurutan sempurna. Bagaimana bisa mereka menghafalkan kalimat sepanjang itu dalam semalam?

"Kami tidak bersekongkol, inilah insting kami. Kami memiliki perasaan yang sama, posisi yang sama." Jelas Kuroko pada Kagami yang terlihat sangat heran.

Kini mereka sudah saling berhadapan, Kagami berhadapan dengan Aomine, Kuroko masih mendorong Kagami dengan kuat.

"Nah, sekarang sudah bertemu. Silahkan bernostalgia." Ucap Kuroko lalu menghilang.

"Oyy Kuroko temeee!"

"Kise sialaaan!"

Ah, mereka memang pasangan yang kompak.

Setelah itu, mereka canggung untuk memulai terlebih dahulu.

"Ah, sepertinya mereka sudah mengembalikan kita pada pelabuhan masing-masing. Jadi, mau berkencan denganku?" sang ore-sama mengalah untuk berbicara duluan.

"Lalu bagaimana hubungan kita dengan Kuroko dan Kise?"

"Sudah jelas kan? Mereka membiarkan kita berdua disini. Tidak mungkin jika mereka tak ikhlas kalau kita bersatu lagi. Kita hanyalah teman biasa bagi mereka, ayo kita jalan." Ucap Aomine lalu menggandeng tangan Kagami menuju dimensi lain dimana hanya ada mereka berdua di dalamnya.

.

.

Fin~

Bacotan Authir:

Aaaaahh akhirnya bia update juga.. Last chapter minnaaa! Uaaaaahh saya nganu banget bisa melakukannya sesuai dengan plot yang saya harapkaaan~~~~~

Yaahh, mungkin ada yang gasuka sama pair akhirnya? Ada yang gasuka KasaKise? Ada yang gasuka KuroMomo? Yaa maap deh, abis kalo misalnya ntar Kise sama Kuroko, akhir-akhirnya bakalan kaya eptipi eptipi jaman dulu, tau ga sih?

Si A sama si B gasuka, si C suka sama si B, si D suka sama si A, tapi ga kesampean. Akhirnya si A sama B jatuh cinta, si C sama D move on bareng dan jadi pasangan. Menurut aku itu udah mainstream.. #krik Maap kalo ada yang tersinggung, sumpah bukan bermaksud ngatain T_T #bersimpuh #ditendangalafabulouskick

Yaudahlahyaa, apakah ini sesuai dengan harapan readers-tachi? Kalau iya minta feedback boleh? Hehe..

Ahiya, ini Omake.. Yang gasuka KuroMomo atau KiseKasa jangan baca ya ;)

.

.

Omake I

Sesosok gadis bersurai pink ternyata sudah menunggu sedari tadi. Permen kapas yang dia makan sudah habis. Dia sangat bosan menunggu sang kekasih tercinta.

"Maaf sudah menunggu." Ucap Kuroko.

"Tetsu-kun!" panggil Momoi ketika melihat Kuroko, reaksinya memang aneh. Disaat banyak orang terkaget, dia malah terlihat biasa saja ketika melihat Kuroko muncul tiba-tiba.

"Ayo kita jalan, Satsuki-san." Ucap Kuroko sambil menggandeng tangan Momoi.

"Mou~ Besok kalau kita sudah memakai cincin di jari manis tangan kanan kita, kau panggil aku Sat-chan ya? Jangan pakai –san." Ucap Momoi sambil menggembungkan pipinya.

"Baiklah jika itu keinginanmu, hime-sama." Ucap Kuroko sambil menusuk pipi Momoi. Momoi langsung mengempeskan pipinya dan menunduk dalam-dalam, wajahnya sangat merah sekarang. Sejak kapan Kuroko mulai bisa menggodanya?

Kuroko dan Momoi bermain seharian di taman bermain itu, sambil terus bergandengan tangan. Akhirnya, mereka bisa bergandengan selama yang mereka mau. Hari ini, untuk pertama kalinya.

Omake II

Kise sudah ditunggu Kasamatsu untuk menonton film baru.

"Maaf membuatmu menunggu, Kasamatsucchi." Ucap Kise ketika sampai di gerbang bioskop yang menjadi tempat janjian mereka.

"Lain kali kalau kau terlambat sampai setengah jam seperti ini aku akan menendangmu, Kise. Dan apa-apaan itu embel-embel –cchi? Mengganggu pendengaran saja!" ucap Kasamatsu sambil masuk ke dalam gedung.

"Haha, karna kau special Kasamatsucchi. Atau mau ku panggil Yukiocchi? Hehehe" Kise juga mulai bisa merayu rupanya.

"B-Baka!" ternyata Kasamatsu Tsundere. Kise lalu menyusuk Kasamatsu dan menggandeng tangannya.

"Nahm jangan dilepaskan ya! Nanti akan susah mencarimu kalau kau hilang. Tak ada yang bisa menggantikanmu soalnya-ssu." Ucap Kise. Wajah Kasamatsu memerah. Ah sudahlah, semakin disanggah Kise akan semakin menggodanya. Lebih baik diam dan ikuti.

Dan, hari ini berakhir denga ketiga pasangan baru(baru balikan juga ada) yang bergandengan tangan, menyalurkan rasa sayang dengan genggaman erat di sela-sela jari mereka.

.

.

Owari~