Saya kembali lagi.. lebih cepat dari yang saya perkirakan! Nilai try out saya sangat kancut sekali. Saya harus harakiri pake penghapus nih.. hah.. saya juga lagi bingung mau nulis apa, jadi saya bakal kasih tau aja saudara-saudara serumpun Indo dan die sendiri. Coz saya lagi buntu imajinasi, sekalinya ada imajinasi juga imajinasi tentang cara pencangkokan mangga.. hah.. hidup itu berat, but enjoy!
Hetalia Axis Powers © Hidekaz Himaruya
This (absurd) Fic © ME aka anakeren
Dan apapun yang kau temukan nanti bukan punya saya! Suer tekewer-kewer dah!
Rate : T
Genre : Humor/Parody
Warning! Ada OC (male!bego!Indonesia)! Ada sindiran yang mungkin sangat menohok! Membaca fic ini, yang terutama sangat gayus, gaje, garing, ancur dan saudara-saudaranya, dapat menyebabkan anda muntaber massal didepan gadget anda sekalian!
.
.
.
XXX (jangan ngeres yaa)
.
.
.
22 Maret 20**
Me and My Siblings
Gue kembali, setelah berhasil melewati banjir raksasa kemarin. Emang udah basi sih, kalau gue punya banyak waktu luang layaknya Prussia kakak Germany sih, udah tiap detik gue apdet blog! Ngomong-ngomong, kabar gue baik dan lo sendiri? Gimana kehidupan lo baru-baru ini? Kapan nikah? Orang tua lo kerja apa?
Maaf, gue terbawa suasana, gue suka sekali bertanya hal-hal kayak gitu ke orang-orang. Gue harus tau asal-usul seseorang sebelum berkenalan dan berteman ama dia. Gue tau itu gak sopan gue nanya-nanya dengan liar padahal gue aja belum perkenalkan diri dan asal-usul gue.
Nama saya Republik Indonesia, kurang lebih saya baik saat ini meskipun uang saya terus digigit tikus. Kehidupan saya baik, karena saya punya iklim tropis yang hangat dan baik untuk pertanian. Saya punya berbagai macam kebudayaan yang berbeda dan unik, keindahan alam yang menarik dan eksotis, penduduk ramah dan murah senyum serta pemuda-pemuda berprestasi, meskipun mayoritas dari mereka memilih meninggalkan saya.
Menurut pendapat orang lain, saya adalah pribadi yang ramah dan murah senyum, serta baik hati. Tapi menurut mereka yang dekat dengan saya, saya adalah orang yang rusuh, menyukai provokasi sekecil apapun dan dengan senang hati akan membalasnya, sering berkomentar nyinyir tanpa ngaca dulu, dan paling benci dan ganas saat sesuatu yang memang milik saya direbut atau diklaim.
Menurut sebagian orang lain, saya adalah orang yang memiliki banyak peluang untuk menjadi hebat dan termasyhur tetapi cenderung mengabaikannya dan lebih memilih hal yang lebih 'ordinary' padahal saya sendiri 'extraordinary'. Tapi, saya juga memiliki hal-hal yang baik dalam diri saya. Saya adalah orang yang baik hati, ramah, pekerja keras, gotong royong, peduli, dan memiliki rasa keadilan yang tinggi. Saya juga terampil memasak, menyanyi, hebat dalam sastra, jago olahraga, berpengetahuan luas, berketerampilan tinggi, jago bertarung dan membela diri, serta lancar dalam banyak bahasa. Baik dalam negeri ataupun diluar negeri, meskipun sekarang khusus bahasa luar, saya sudah agak lupa, dulu saya hapal banyak loh!
Sekarang, jangan takut membiarkan putri tercinta anda untuk dipinang oleh saya. Saya dapat diandalkan, kok… Tunggu! Ngapain jadi lamaran gini?!
Berhubung gue udah cerita tentang gue dan kepribadian gue, gue sekarang bakal cerita tentang saudara-saudara gue. Gue punya, uhuk, 4 'saudara' serumpun Melayu. Dan gue yang tertua. Enaknya jadi anak tertua, tapi nggak enak kalau sodara lo semua susah diatur.
Pertama, adek gue yang paling ngeselin, Malaysia. Dia bekas jajahan England, dan alisnya tebal, nangkring di wajah Melayunya yang mirip sama gue. Agak ngenes juga sih ngeliat orang dengan alis setebel itu. Dia ini bisa diibaratkan sebagai 'Daughter of Evil' kalau cewek. Pas banget, berhubung dia punya banyak royal family dan bengis kalau sama gue, gue curiga dia ini sebenernya daughter of evil dalam penyamaran, dengan muka mirip kayak dia, bisa gue bayangin dia akan membakar sebuah negeri, ditangkep, DIEKSEKUSI, dan akhirnya yang mati gue, terdampar bertahun-tahun di perut boneka sementara dia jadi biarawati di tepi pantai.
Dulu banget, waktu jaman dia masih panggil gue 'abang' dia adalah adik yang manis sekali tapi setelah ketemu sama penjajah barat keparat itu dia jadi bengis. Selain itu, dia cinta durian. Gue juga. Satu-satunya hal yang bisa mendamaikan kita mungkin hanya durian. Biasanya kalau kita lagi gak niat adu jotos, gue dan dia bakal makan duren bareng dan kulitnya dilempar ke orang lewat. Pernah satu banci kena lemparan kulit deren. Hasilnya? Jangan tanya. Yang jelas kita berdua kena trauma parah dan butuh berbulan-bulan terapi.
Masih tentang Malay, sikap dia ke orang lain selain gue yah, baik, kenapa gue italic? Karena gue nggak pernah ngeliat dia baik-baikan sama orang lain. Entah gak pernah beneran atau emang gue gak pernah perhatiin, ya sebodo. Yang jelas katanya dia baik menurut beberapa negara lain yang gak pernah tetanggaan ama dia.
Kedua, ada Singapore. Dia seorang pemuda businessman yang sukses. Dia bilang kalau gue adalah salah satu alasan dia bisa bertahan. Ini bukan lamaran, gue rasa ini karena gue sering ke rumah dia buat poto-poto dan sering beli apa-apa yang lagi dijual disana. Awalnya gue juga geer sampai akhirnya gue ngerti maksud si businessman teladan ini. Ternyata, kau mengincarku hanya karena uangku! *gaya sinetron yang sering gue tonton kalau lagi bosen*
Penampilan dia, seperti gue walapun lebih kecina-cinaan. Alisnya tebel kayak England dengan muka Melayu-China dan baju jas layaknya pengusaha kaya tanpa lipatan sedikitpun. Dia yang paling sukses, tapi juga yang wilayahnya paling kecil. Gue lihat dia sering ngeliatin peta rumah gue sambil nyengir kuda. Kayaknya gue harus minta perlindungan makhluk halus nih.
Dia seperti Malaysia, seorang tsundere. Mengikuti jejak England sang penjajah pengisap teh dan pembakar scone gosong. Meskipun gitu, gue akui dia punya sense duit yang bagus layaknya Paman Gober dan Mr. Krabs. Dia memanggil gue sebutan dengan sebutan 'Sir Indonesia' ketika gue datang buat beli aset dia dan 'Abang' saat sedang santai dan 'BEGO!' kalau lagi santai dan gue gilanya kambuh. Dia adik yang baik, gue rasa.
Ketiga, ada adik gue Brunei Darussalam sang agen minyak. Dia, sama seperti dua bocah diatas, adalah bekas koloni England, dan ia juga menurunkan kutukan alis tebalnya pada Brunei. Brunei, adalah adek gue yang paling ideal. Dia baik, alim, religius, sopan sama gue, berbaik hati memanggil gue 'abang'. Dan yang terpenting, kaya. Gue seneng ama orang kaya, apalagi kalau kayanya dari miskin banget, mau makan kagak ada, ampe makan pun mewah banget. Dan, gak, kaya karena korupsi gak termasuk.
Dia kaya seperti Singapore dan mereka berdua adalah rekan kejahatan dalam hal uang. Gue denger mereka sering ketemuan dan bertukar pikiran tentang usaha-usaha meningkatkan kekayaan. Dengan kekuatan bulan, uang, bisnis, dan minyak, ia dan Singapore menjadi dua negara tersukses ASEAN, dan juga dua yang paling kecil wilayahnya. Ia sering ngeliat peta rumah gue sambil tersenyum mengerikan. Bantu gue, Kanjeng Ratu!
Meskipun begitu, ia sangat gimana gitu kalau gue mulai bertindak musyrik. Ia sering ngunci gue di kamar mayat. Gue gak takut. Ada France mabok, baru gue takut. Dan ternyata si anak alim ini punya crush sama adek gue yang lain. Tampaknya si agen minyak alim ini tertarik juga sama cewek, untunglah, gue kira orientasi seksualnya menyimpang. Ama minyak. Tapi biasalah, ABG gitu loh, lope-lopean terus. Gue inget masa-masa muda gue waktu ABG, selain bekerja di kebun dan main layangan, gue sering nyolong rambutan dan nyari ikan di sungai. Gue juga pernah naksir sama cewek, manusia, bukan negara. Brunei enak, ama negara juga.
Keempat, satu-satunya adik cewek gue, si Philippines. Dia gadis muda yang baik hati dan manis, meskipun bisa dibilang kadang-kadang dia ngeselin. LO KIRA KAGAK NGESELIN YA KALAU MALEM-MALEM, KECAPEAN, MAU TIDUR TETANGGA LO KARAOKEAN?! Sori, gue emosi, kebetulan sekarang dia lagi nyanyi tuh. Tarik napas, grepe tete. Meskipun gitu, dia adik yang baik sekali, dia memanggil gue 'kuya'. Gue rasa itu artinya kakak lelaki, meskipun Malaysia pernah bilang itu artinya bocah tolol. Gue gak percaya, mana mungkin coba?!
Philippines itu mirip sama gue. Kecintaan abnormal terhadap nasi, cek. Gempa bumi, cek. Gunung api, cek. Muka, cek.. Negara kepulauan, cek. Bahasa bermacam-macam, cek. Kebobrokan politik dan pemerintahan, cek. Satu-satunya yang beda selain jenis kelamin, mungkin adalah kalau rakyatnya mencintai dia apa adanya, mau malu-maluin, jelek, rakyatnya tetep cinta. Lah, gue? Salah dikit, GUE BENCI INDONESIA! Jelek dikit, MALU GUE LAHIR DISINI! Tenang, meskipun sakit gue gak marah. Gue juga minta maaf kalo gue nggak bisa jadi negara yang hebat dan perkasa kayak yang lo semua mau.
Lanjut, Philippines punya satu makanan yang selalu sukses bikin gue muntah. Ceritanya, waktu gue ke rumahnya dan memberikan dia pisang ambon, *why pisang ambon? Because fcuk you that's why!* dia memberikan gue sebuah makanan, telur, bernama balut. Silahkan lo search. Gue gak mau ngomongin, yang jelas gue muntah, pingsan, trauma. Padahal belum dimakan, Cuma liat doang. Weleh, liat aja pingsan, gimana mau makan?!
Oke, selain mereka, gue juga punya saudara lagi yang lebih muda, bernama Timor Leste. Dia ninggalin gue, agak sedih sih, ditinggalin ama mereka yang dulunya wilayah lo, bagian dari rumah lo. Bukan agak sedih lagi. SEDIH BANGET. Gue merasa gagal. Gue ngerti perasaan England saat ditinggalin sama America. Pantes dia galau 200 tahun. Kalau gue? Tanya tisu. Gue gak bisa bayangin cewek sekecil itu, sendirian di World Conference. Gimana kalau ada BTT mabok, Britannia Angel, atau Netherlands sang lolicon?! Gue nangis kali.
Timor Leste, dulu gue panggil Timtim. Kayak nama peliharaan, tapi yah, watdefak lah. Dia manis banget, baik lagi. Tokai suci, kenapa coba dia ninggalin gue woi?! Dia pergi sama si plester-abadi-koala Australia! Kenapa?! Dulu, untuk menghibur diri gue baca La Galigo, meskipun gue rada lupa Bahasa Bugis kuno, tapi akhirnya gue inget semuanya setelah 6000 halaman folio epik tersebut gue terjang, makanya sekarang gue demen ngatain orang depan congornya sendiri.
Sekarang sih hubungan gue udah mendingan. Gue terus menerus mendukung kalau dia mau masuk ASEAN. Gue dukung, pernah gue begitu ngocol di pertemuan dan hasilnya pala gue ditampar datung Vietnam. Sakit banget, pala gue benjol segede telor komodo. Gue juga nggak ngerti kenapa gue dukung ekstrem banget. Mungkin menebus kesalahan gue? Waktu dia berontak gue akui gue cukup gila dan kasar. Tapi cuma itu. Apakah ini pertanda Jupe mau nikah lagi?! Siapa yang tahu.
Gue punya sebuah organisasi dulu, meskipun udah bubar, bersama Malaysia dan Philippines. Namanya MaPhilIndo. Kenapa nama gue terakhir? Gue kagak tau. MaPhilIndo bubar karena Konfrontasi antara gue dan Malaysia, serta Philippines dan Malaysia bersengketa atas Sabah. Gue masih inget percakapan di hari MaPhilIndo bubar.
"Kayaknya lebih baik kita bubar deh." kata Philippines pelan, seolah menjaga gue dan Malaysia kagak nangis kejang-kejang.
"Emang kenapa?" tanya gue.
"Abisnya kayaknya kita udah gak cocok." tanya Philippines.
"Hah?" kata gue.
"Iya, banyak pertikaian dan perselisihan. Kayak misalnya.. Konfrontasi." kata Philippines.
"Iya, Indonesia! Apa-apaan lah, sama konfrontasi itu?! Ganggu saja, lebih baik damai!" kata Malaysia. Sekarang mungkin dia panggil gue Indon, tapi dulu, mikir itu pun dia gak berani, karena boss gue bisa-bisa hancurin dia kalau dia berani bilang 'Indon'.
"APA?! ITU SALAHMU, BUKAN SALAHKU! KAMU, SELALU BAWA KERICUHAN!" teriak gue, iye, dulu gue ngomong pakai aku-kamu. Sepertinya itu sangat offensive bagi Malaysia, katanya sih aku-kamu di rumahnya itu khusus buat petinggi ke bawahan.
"!" Malaysia, terkejut, ia berbalik ke Philippines, "Hey, memang Philippines pikir saya begitu?" tanyanya.
"…."
"Philippines?" kata Malaysia heran.
"Sabah.. Sabah.. SABAH PUNYAKU, KEMBALIKAN!" Philippines emosi. Mampus.
"Tidak bisa! Sabah kan punya saya, England kasih ke saya!"
"Dari dulu Sabah punyaku sebagai Sulu! Aku yang punya!" teriak Philippines.
"Tapi.." Malaysia hendak menyangkal.
"Bagaimana dengan konfrontasi, sialan?!" gue berkata, memperkeruh suasana.
"ITU BUKAN SALAHKU!"
"SABAH!"
"KONFRONTASIII!"
"BREAK UP AJA LAH!" teriak Malaysia.
… ya, kira-kira begitulah. Ngomong-ngomong, udah dulu ye, gue mau bersihin tokai badak di Ujung Kulon. Tetep keren yah, selama gue gak ada! Inget, teruslah tungguin lagi post gue di blog ini dan jangan pernah bocorin alamatnya ke siapapun, bahkan ke Prussia! Sampe baku dapa ulang!
.
.
.
TuBerCulosis
.
.
.
Beh, selese juga. Ngomong-ngomong, 'Sampe baku dapa ulang' itu bahasa Manado, artinya Sampai jumpa. Kuya itu artinya kakak laki-laki, bukan bocah tolol. Tenang aja. La Galigo itu dari Sulawesi, itu epos terpanjang di dunia, dan bahkan umurnya lebih tua dari Mahabharata! Keren kan? Negara siapa dulu gitu! Saya banyak menyidir disini ya, maaf! Saya cuma nyindir orang-orang yang sok, yang gak suka sama negerinya sendiri. Saya cinta Indonesia, dengan segala cacat dan keindahannya! Bagi saya, itu negeri terbaik yang ada, meskipun AS itu adidaya, Brazil dan Zaire lebih hijau, semua negara punya keajaiban dan keeksotisannya, negeri dimana saya lahir itu paling hebat!
Saya baru kepikiran human namenya, namanya Putra Bayu Dirgantara. Putra, cukup nasional dan bagus, kita anggep dia sebagai putra dari Ibu Pertiwi. Bayu, artinya angin, waktu saya bikin dia, dia ngingetin saya sama temen saya Bayu, mirip-mirip lah, sering senyum gitu, baik sih. Dirgantara, saya gak tau kenapa, kata saya bagus, artinya adalah '. ruang yang ada di sekeliling dan melingkupi bumi, terdiri atas ruang udara dan antariksa' dalem banget. Boleh dipanggil Putra atau Bayu, terserah. Maaf, kalau namanya sama sama seseorang diluar, kalau sama bilang ya! Ntar saya credit.
Kepribadian Indonesia? Oh, itu saya ambil dari sikap-sikap masyarakat Indonesia. Ramah dan murah senyum, itu first impression bule waktu dateng kesini, baik hati juga. Rusuh, tawuran. Provokasi sekecil apapun dan sering berkomentar nyinyir, cek internet, pasti banyak contoh. Paling benci dan ganas saat pencurian budaya, tanya pendapat abang siomay soal Malay yang klaim batik dan Tor-Tor. Pekerja keras, gotong royong dan peduli, lihat orang-orang daerah. High sense of justice, liat reaksi pemuda-pemuda dari zaman penjajahan sampai sekarang.
Peluang jadi hebat dan termasyhur, tapi cenderung diabaikan, lihat ke segalanya yang kita punya. Extraordinary itu kita. Terampil masak, rendang yang aduhai buktinya. Manyanyi, mari kita dengarkan beberapa lagu penyanyi yang berkualitas asal Indonesia! Sastra, para pujangga-pujangga yang hebat contohnya. Jago olahraga, cek atlet-atlet perkasa kita. Berpengetahuan luas, Pak Habibie dan masih banyak lagi. Berketerampilan tinggi, batik, songket, wayang, dan lain-lain. Jago bertarung dan membela diri, semua martial art khas Indonesia, dipadu dengan sedikit magic. Bahasa, dalam negeri sampai luar negeri, waktu zaman Belanda, banyak loh, pemuda yang bisa macam-macam bahasa! Tapi, Cuma yang ningrat aja sih..
Indonesia, disini adalah koloni Netherlands. Dia mewakili baik para pribumi yang bekerja disawah dan menyerang secara verbal, serta para ningrat yang belajar dan menyerang lewat kritikan. Tapi dia, dicara apapun, tetep aja dipenjara dan diasingkan. Tadi, saya bilang Indonesia suka sama cewek manusia, mungkin kapan-kapan saya ceritain, kalau mau sih. Kalau nggak, anggep aja itu cewek yang Indonesia kecengin di mall.
Oke, saatnya membalas review!
Strawberry'Lawllipop-san: Hore! Balik lagi, saya seneng kok, anda review lagi, terima kasih banyak! Iye, nih bocah emang bikin facepalm.. Hah, kenal? Saya juga familiar sih apalagi yang berpita.. beuh.. Diperebutin emang enak, tapi kalau makhluknya begitu juga mengerikan! Sudah ada yang baru, silahkan dinikmati~ Kembali lagi yaaa!
calon presiden-san: Aih, benarkah? Saya sangat terharu~ Sebagai token of gratitude, Indonesia akan membalas reviewmu! Cekidot!
Indo: Yoi, gue gitu! Apa, kalah keren? Hei, jangankan dia dengan kertas toilet, dulu gue pake daun pisang! Iye, JKT48 ama Japan emang awesome, kalau gue waktu Cleo ngundurin diri nangis darah, author sampe koma 5 menit. Demi Miyabi, beneran! Bodo, gue bakal sering maen ama dukun sampe gue dapet pacar cantik! Santet kompeni? Udah pernah, gagal, setannya ketuker antara dia ama Edward Cullen, jadinya tuh vampir berkilau deh. Silahkan! Kita punya seorang pemberani, gue udah kasih tau Russia adeknya baakl dilamar, dia seneng banget. Tenang aja! Digombalin cowok? Pernah, di taman, gile, bizarre banget. Kalo sama cewek kok kejantanan gue terancam ya.. Kembali review ya!
alayaja-san: Hore! Makasih banyak, untung anda suka! Hati-hati pak, mereka rawan gila~ Iyaa! Baliklah mereview ya!
Tail-dei-dei-mon-san: (Indo: Gue hak narsis, ini kenyataan! Lagian sesama narsis harusnya saling membantu!) Makasih banyak, dan kembali lagi ya mereview! Itu, adek Netherlands, Belgium! Terima kasih, akan saya baca kalau the damned UN selesai, saya nulis ini aja sebulan, waktu bermain komputer dikit sekali! Ketika, waktu itu tiba, siap-siaplah saya akan datang! Mwahahaha! Ada yang mau di recommend baca duluan mungkin?
lady-x-tuosie-san: Makasih reviewnya! Anda setuju? Untung ^^ Haha, sebenernya saya juga, sih.. Itu muka juga gak asli, make up tebel doang, masa cowok pake lipstik ama bedak?! Yo'i! Jangankan harem pants, muka berkosmetik, gayanya melambai, skill nyanyi gak ada cuma ada skill goyang uler doang! Anda suka? Thanks! Yoi, satir genrenya, saya cuma mau nyindir sama ketidakadilan hidup, eaa! Ok, saya coba ya, saya emang gak teliti~ Kembali lagi, yaa!
kagamine yukimur-san: Kembali lagi, dan makasih reviewnya! Waah, maaf! Saya emang sotoy tingkat dewa game onlen, hiks.. Hah, mirip kamu? Kalau gitu, you got my attention. *watdahell* Kembali mereview ya!
Yak! Ada yang mau mereview juga? Review itu bagaikan bensin penyemangat saya, lho!
