Di luar dugaan, saya seneng banget nulis fic ini, padahal cuma tentang seorang pemuda imbisil menulis blog. Apalagi ternyata banyak yang suka dan kalian semua ramah-ramah dan baik-baik, semangat nulis lebih deh! Saya senyum-senyum nulis ini kayak orgil, seru banget! Pengen saya cepet apdet tapi… sekolah. Shit.
Buat Codename Sailor D-san, ini pesananmu. Kegilaan Indonesia ketika masih bersama para motherlands-nya. Silahkan dinikmati~!
Hetalia Axis Powers © Hidekaz Himaruya
This (absurd) Fic © ME aka anakeren
Dan apapun yang kau temukan nanti bukan punya saya! Suer tekewer-kewer dah!
Rate : T
Genre : Humor/Parody
Warning! Ada OC (male!bego!Indonesia)! Ada sindiran yang mungkin sangat menohok! Membaca fic ini, yang terutama sangat gayus, gaje, garing, ancur dan saudara-saudaranya, dapat menyebabkan anda muntaber massal didepan gadget anda sekalian!
.
.
.
XXX (jangan ngeres yaa)
.
.
.
8 April 20**
Motherlands
Kembali lagi bersama gue! Karena kemaren gue sudah bercerita tentang keluarga gue, gue sekarang mau bercerita tentang para motherland yang dulu mengkolonisasi gue. Kalau lo pikir kisah gue se so sweet America dan England, percayalah, kalian salah tempat. Selamat datang di masa kecil gue, yang sangat nista dan kelam!
Sebelum ke penjajah barat, gue dulu sekali, punya banyak kakek-nenek, yang (diduga) tertua adalah Kakek Kutai. Meskipun kakek, dia itu masih muda lho kelihatannya! Dia dermawan banget, dulu gue sering naek sapi ama dia di sepanjang Sungai Mahakam. Pernah kita jatoh ke sungai sekali. Tau yang naek ke daratan pertama siapa? Si sapi naek pertama, naik dengan penuh keanggunan ke darat, meninggalkan kita berdua di sungai. Besoknya, kita ganti sapi baru.
Selain itu, ada Kakek Sriwijaya, dia keren abis. Dulu, gue sering naik perahu sama dia, gue kecebur di laut dan pantat gue digigit kerang. Sakit sih, paling ngak gue dapet mutiara. Kakek Sriwijaya emang hebat, dia berhasil menaklukkan banyak kerajaan. Meskipun Kakek Majapahit lebih luas lagi sih.
Oke, Kakek Majapahit yang perkasa dan mahapatihnya yang setia Gajah Mada. Gajah Mada emang keren, apalagi waktu Sumpah Palapa, niat banget menyatukan gue. Selain itu, Kakek Majapahit punya bendera yang sama ama gue dan semua prajuritnya selalu bersumpah akan selalu melindungi Sang Merah Putih, bahkan ketika mati. Dan sekarang, itulah kenapa setiap kali gue liat bendera gue berkibar, gue sering kaget sendiri. Emang lo gak kaget apa, kalau tau-tau dikedipin dua prajurit dari zaman dahulu yang selalu siap tempur kapan aja?!
Lanjut ke para penjajah. Yang paling pertama datang adalah Portugal. Dia masih bersaudara dengan Spain yang pedo gile itu. Dibandingkan Netherlands, penjajahan dia masih tergolong sebentar. Selain menjajah gue, dia juga menjajah Malaysia saat itu. Ngomong-ngomong, waktu itu nama Malaysia adalah Malaya dan saat itu dia masih manggil gue 'abang'. Kalau lo sering baca blog gue, lo sadar kalau gue sangat meributkan panggilan 'abang'. Kenapa? Karena… pantat kebo itu cokelat. Kagak lah.
Pertama-tama dia dateng ke gue dan gue sebagai Kerajaan Sunda memberikan dia tawaran kerajasama dan dia setuju. Di abad ke 16, gue, adalah Kerajaan Demak. Gue menaklukkan dan mengambil semua pelabuhan penting Pulau Jawa. Karena khawatir sama pelabuhan Sunda Kelapa yang semakin lemah, kita mencari partner. Pilihan jatuh pada Portugal yang sedang berkuasa di Malaka, jengjengjeng!
Sebelum gue mengubah blog ini menjadi blog sejarah, gue bakal ceritain secara ringkas. Kerajaan Demak menyerang Sunda Kelapa, karena Portugal yang sudah membuat perjanjian gagal memenuhinya. Setelah berhasil memukul mundur Portugal, mereka menamai Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang artinya kemenangan yang sempurna. Kalau sekarang bisa gue namain ulang mungkin jadi Macetkarta atau Banjirkarta.
Setelah itu, gue karena agak males sama dagang-dagangan, gue memutuskan ke Maluku. Ikut membantu pembuatan rempah-rempah. Dan lo tau apa? DISANA GUE KETEMU LAGI AMA TUH KANCUT. Ebuset. Mana waktu ketemu dia dadah-dadahan kayak pedopil ngisep lem UHU lagi. Iya, waktu itu gue emang masih kecil, palingan baru keliatan kayak anak umur 8 tahun, baju gue sih tergntung dimana. Kalau di Papua gue pakai koteka, kalau di Yogyakarta pake sorjan, kalau lagi nista pake kebaya.
Oke deh, setelah beberapa kericuhan dan tawuran, dia minggat dari sana dan go away balik ke Tuhan yang tahu dimana. Entah ke Malaka, entah balik ke rumahnya atau ke warung kopi Mbok Sarinah gue juga gak tau.
Selain Portugal, ada lagi Spain yang dateng. Dia dateng setelah singgah ke tempat adek gue Philippines, yang kelak akan dijajahnya selama 333 tahun. Dia disambut oleh rakyat Tidore, meskipun nantinya rakyat Tidore akan disuruh berperang sama rakyat Ternate. Perang saudara. Karena gue gak bisa milih pihak, akhirnya gue ditimang-timang aja ama Spain selama pertempuran berlangsung. Ngeri juga sih.
Oke, karena satu tetek bengek dan lainnya, maka diterbitkanlah Perjanjian Saragosa yang isinya adalah Portugal tetap di Maluku (waktu Spain dateng dia belum ngacir) sedangkan Spain mendapatkan Philippines. Dan sejak saat itulah tirai kegilaan penjajahan pedofil selama 333 tahun bagi Philippines terbuka. Maafkan kuya yang bego ini ya, adikku.
Dan, sebelum kita beranjak lagi, kalian pasti tau kalau Spain punya kebiasaan siesta atau tidur siang kan? Suatu hari, dalam waktu penjajahan dia yang masih tergolong bentar dalam ukuran kompeni, dia sedang siesta. Gue, sebagai seorang anak nakal yang imbisil, menemukan bahwa ada 2 peti penuh tomat. Dengan niat jahat, gue menyemirkan seluruh tomat ke seluruh kamar tidurnya dan menulis dalam Bahasa Spanyol, setelah bertanya pada seorang prajurit Spanyol, seperti ini,
"Kami telah menyandera Romano, kalau ingin dia kembali serahkan seluruh emas yang kau punya!"
Kenapa emas? Kan gue punya banyak emas di Papua coretmeskipunbukangueyangngelolaASkampretcoret? Karena eh karena, sikat gigi itu berbulu. Kagak lah. Cuma itu doang yang gue pikirin sih.
Begitu dia bangun, dia bener-bener panik, meskipun Romano masih ada di Eropa. Dia nyaris gila dan dengan air mata berlinang dia teriak,
"Ambil seluruh emas di kapal! Kalau perlu seluruh emas di rumah Mexico!" dia teriak. Histeris amat, dasar pedobear, kasian tuh si Mexico!
Dia akhirnya tenang setelah berlayar ke Eropa dan bertemu dengan Romano. Hanya dalam 5 menit ia sampe ke Eropa dari Maluku. Dia bilang itu kekuatan boss, meskipun gue lebih yakin itu kekuatan sejati seorang pemilik darah murni pedobear. Untungnya kelegaannya ketika menemukan Romano baik-baik saja melupakannya pada siapa gerangan yang memberikan kertas dan menyemirkan kamarnya dengan tomat. Kalau dia sadar, bisa-bisa gue terpaksa ngaku dan akan mengalami pengalaman jadi matador sampai bur*ng gue babak belur.
Kalau lo tanya, darimana gue kenal Romano dan Mexico, gue cuma kenal mereka dari cerita Spain tentang Romano yang unyu menunggu di Eropa atau anak berlapis emas di Amerika Tengah. Gue gak pernah ketemu mereka sih, sampe World Conference ketika gue sudah bebas.
Selanjutnya adalah.. *surprise, surprise!* the Netherlands datang! Ayo, mana teriakan histerismu, para fangirls! Mari kita teriak sama-sama dari Bundaran HI! Mulai ya, satu.. dua.. tiga!
"KYAAAAAAAA, NETHE- AHH, ADA SATPOL PP! KABOER!"
Ah, sial, harusnya yang cowok nggak berdandan kayak orang Polandia! Digrebek kan, disangka banci Taman Lawang! Tunggu, ngapain ada cowok disini?!
Lanjut, seperti yang kalian tahu, Netherlands sangat menyukai cewek yang masih belum dewasa atau disingkat lolicon. Orang yang makan es loli di container, atau pedofil bagi cewek muda dalam artian Japan. Kadang-kadang tiap kali dia liat anak cewek kecil, gue harus 'went berserk' supaya dia tidak melakukan pelecehan seksual, beliin permen karet sambil senyum lebar yang cerah. Untung gue bukan cewek, kalau nggak.. hii! Gue gak mau mikirin, emak..
Selain itu, dia ini ngedrug. Parah kan? Adik-adik yang manis, tolong jangan dicontoh ya! Dan tolong jangan jadi Edward C*llen kayak dia, ya! Oke, disini ngedrug itu sama parahnya kayak berhubungan intim sebelum menikah atau membawa pistol. Di America sih gak masalah, tapi kita kan beradab! Nggak kaya orang barat yang *beep*! Dasar bule sialan, beraninya kau *beep* *beep*, kau kira *beep* apa?! Semoga kalian *beep* *beep* *beep* *beep*! WAHAHAHAHAHAHA*BEEEEEEEEEEEEEEEEEP*!
Baiklah, kalau lo semua sedikit memperhatikan pelajaran sejarah, kalian tau kalau dia mengkolonisasi gue selama 350 tahun! Lama kan? Cukup lama buat gue untuk jedotin pala gue ke tembok dan menyelam di Laut Banda sambil pake baju besi dan muncul lagi di Selat Karimata.
Gue tahu persis keinginan dan semua yang sudah lo pelajarin di sekolah, karena itu gue gak bakal masukkin sejarah disini. Waktunya bodo amat kan, VOC atau bukan, siapapun yang nguasain, siapa yang berjuang, yang penting ada fanservice gue dan Netherlands kan? Hah, gue tahu selera lo semua! Keren kan gue? Karena itu kasih gue duit sebanyak-banyaknya atau lo semua bakal gue jadiin istrinya Eyang Sub*r!
Gue sebenernya punya banyak role disini. Kadang dia bakal ngajarin gue bahasa asing, dunia luar, pengetahuan, arsitektur, bertemu sama negara lain dll. Gue entah pakai baju kaum ningrat atau pakai jas ketika dia cuap-cuap depan papan tulis. Atau mungkin gue di sawah, kerja sampe pingsan atau bertemu dengan para pemuda atau mungkin nenteng bambu runcing bersiap menyerang. Gue terus berputar dalam peran pelajar yang berwawasan luas, petani rendahan atau pejuang yang yang gagah berani. Gue juga gak tau gue lagi ngomong apaan.
Selain itu, nih kampret sebenernya cukup nyusahin. Tapi paling nggak, dari beribu-ribu atau mungkin berjuta-juta luka orang-orangnya yang kasih ke orang-orang gue, yang sakitnya tetep gue rasakan bahkan ketika gue berak, dia ngajarin gue banyak hal. Atau yang paling gue senengin, dia tetep biarin sejarah gue, budaya gue, diri gue, kenangan gue bersama kakek-nenek hidup. Masih bisa nyelam di Laut Banda sambil pake baju besi.
Sebelum lo semua tersentuh ama tindakan Netherlands dan fangirlsnya tambah banyak, gue mau bilang kalau gue cuma dianggap ama dia sebagai perhiasan. Perhiasan yang paling berharga. Beneran deh, suer. (Ayolah, fangirls, benci kompeni, bencilah! Tolonglah, kasih gopek deh!)
Setelah itu, ada England. Dia berkuasa ditengah-tengah periode Belanda dan Thomas Stamford Raffles, harus gue akui, menempuh langkah yang dapat dipertimbangkan di bidang sosial, ekonomi, budaya dll. Lumayan lah. Waktu England cukup dikit dan gue sangat mensyukurinya karena kutukan alis tebalnya belum menurun ke gue, Untunglah.
Selain itu, gue sering dijejelin sesuatu yang ia sebut sebagai makanan. Gue lupa namanya, kayak abu gosong gitu. Sukorne kali ya? warnanya item, kayak bara. Rasanya kayak lagi makan neraka. Gue bayangin aja udah nyaris muntah. Gue gak bakal kaget kalo gue nemuin organ tubuh di sukorne buatannya.
Selain itu, ada Japan. Dia berkuasa tahun 1942. Awalnya dia keliatan baik, gue boleh ngibarin bendera, nyanyiin Indonesia Raya, pakai bahasa gue sendiri dan lain-lain. Tapi, keliatan dah warna aslinya. Dia yang plaing sadis antara orang-orang yang pernah ngejajah gue. Gue waktu romusha nyaris nggak dapet makanan. Orang-orang gue pada dipenggal, dibunuh, dan dipukul sampai mati.
Dia juga maksa gue ikut perang. Saat itu, imej Japan sebagai negara baik yang sopan hilang. Yang gue lihat adalah seorang Sadist yang gemar menyiksa! Woi, gue bukan masochist!
Agustus 1945, dua kota penting Japan, Hiroshima dan Nagasaki diserang oleh Allied Forces. Vital regionsnya dibom sama bom atom. Tragis sekali. Saudara Tua gue kehilangan vital regionsnya, gimana bisa dia punya anak nanti?!
Aji mumpung, kita pun menyusun persiapan untuk merdeka sementara Japan kehilangan bagian pentingnya. Bung Karno dan Bung Hatta sempat diculik oleh golongan muda ke Rengasdengklok. Gue yakin lo udah belajar, kalo gak tau artinya lo keseringan molor di kelas. Mimpiin apa lo waktu molor?
Gue masih inget tengah malem bulan puasa pada nyusun Naskah Proklamasi di rumah laksamana Jepang, Laksamana Tadashi Maeda. Pagi-paginya dibacain di halaman rumah Bung Karno. Waktu itu gue terharu sekali. Gue ngetik ini aja kembali lagi perasaan terharu di dada.
Gue rasa itu cukup kali ya? Kalau relation gue sama mereka sekarang itu sih lumayan baik. Jelasnya itu..
Portugal: Selain pernah menjajah gue, Portugal dan gue sempat marahan *ceilah* gara-gara gue menginvasi Timor Leste bekas jajahannya dia. Tapi sekarang kita berdua sedang dalam hubungan yang baik. Kadang-kadang kalau lagi kunjungan kesana, dia selalu mengajak gue bermain dengan banteng. Kalau kesini, dia gue minta makan beling.
Spain: Hubungan kita berdua baik. Meskipun kalau dia mulai ngajak gue main ama banteng kayak Portugal dan secara sengaja mengenai burung gue *Iya, si Kukur burung elang jawa gue* gue biasanya bakalan ngabenin tomat-tomat dia.
Netherlands: Sekarang sih baik. Tapi dulu waktu dia masih patah hati karena gue tinggalin, hubungan kita parah. Tapi yang dulu biarlah berlalu. Kadang-kadang kita suka ngerokok bareng. Gue pake batang lollipop yang diasepin, dia pake rokok beneran. Kadang-kadang gue beli peralatan militer sama dia. Meskipun sekarang kalau ngobrol ama dia kita berdua suka lupa kalau dia pernah ngejajah gue. Maklum kalau ginian, gue suka lupa.
England: Baik. Banyak turis dia yang kesini, kok. Dia kalau kesini suka makan masakan gue tapi gue selalu nolak makan makanan dia. Kecuali teh dan fish and chips. Tapi kalau sukorne? OGAH! Gue juga senantiasa menjaga agar dia tidak marah karena gue takut kutukan alisnya menurun ke gue. Sampe sekarang, si kampret masih belum sadar kalu gue yang nyantet dia ketika Pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 1945.
Japan: Hubungan gue baik dan gue akui gue suka banget sama anime/manga/idol/J-pop dll. Apalagi yang hen*ai. Gue sama dia juga punya hubungan yang sangat baik dalam perekonomian dan dia udah dan cepet minta maaf atas kelakuan dia waktu menjajah gue, enggak kayak seorang kompeni *ehem*. Sejujurnya, meskipun gue dan dia sama-sama tertarik sama budaya masing-masing, gue enek ama sushi. Masa ikan mentah dimasak? Meskipun gue pernah makan lawar yang ada darahnya sih dulu..
Yah, baiklah. Kayaknya gue udah harus berenti ngetik. Sampai jumpa lagi dan teruslah kagumi gue!
.
.
.
TuBerCulosis
.
.
.
Selesai! Gimana, bagus nggak? Mengecewakan, nggak? Codename Sailor D-san, maaf banget ya kalau jelek atau nggak sesuai ama apa yang diharapkan!
Karena nggak ada apa-apa yang harus saya katakan lagi, mari membalas review! Yaahoo!
Codename Sailor D-san: Makasih pujiannya~ Ini udah! Maaf kalau jelek, ya… Silakan! Aduh, baik banget ampe mau masukkin favorite! Yosh, udah apdet! Review lagi ya!
Demon D. Dino-san: Jangan pikirkan mainstream karena manusia bernapas itu mainstream! …ah, lupakan saja. Makasih, ini udap diapdet! Ah, jangan gitu, saya juga seorang siswa yang labil biarkan saja saya.. Saya punya silent reader?! Kyaa! Kembali lagi ya!
Yoshi Miharu-san: Thanks atas reviewnya! Makasih udah bilang fic ini bagus, saya tersanjung.. Gimana rasanya dikocok-kocok tuh? Pengen juga saya.. *sayaanehya* Terima kasih banyak! Ok~ kembali ketawa ya!
Ghesta-san: Thank you so kampret much! Benarkah? Tunggu, apa artinya tipe orang ketiga?! Terima kasih sudah terjatuh hatinya sama bocah atu itu! Bayu orang RSJ?! Kasih tau temen saya ah~~ Ok, makasih banyak! Kembali lagi ya, salam awesome untukmu!
mixim-san: Makasih udah sudi ketawa! Oke, thanks! Kembali lagi yaa!
Strawberry'Lawllipop-san: Horee! Balik lagi! Ah, nggak apa-apa, saya juga fakir pulsa nih, wohohoho…Aih, pujiannya itu.. terima kasih banyak! Dulu saya juga enek, jadi nggak nafsu makan abis liat itu.. Brunei gitu! Indonesia sempet kaget waktu tahu orientasi seksualnya normal. Rahasia negara, mbak, kayak soal tadi pagi yang 'dokumen negara, sangat rahasia'. Sip! Makasih dan kembali lagi kesini ya!
Oke deh, selesai. Makasih udah mau membaca! Mungkin ada yang punya kritik atau saran atau mungkin request? Tolong diberi tahu ya~
