Saya tiba-tiba aja keracunan maen game RPG horor, kenapa bisa begini ya? Jangan-jangan gue mabok teh botol lagi… ah, sudahlah! Enjoy folks!

Hetalia Axis Powers © Hidekaz Himaruya

This (absurd) Fic © ME aka anakeren

Dan apapun yang kau temukan nanti bukan punya saya! Suer tekewer-kewer dah!

Rate : T

Genre : Humor/Parody

Warning! Ada OC (male!bego!Indonesia)! Ada sindiran yang mungkin sangat menohok! Membaca fic ini, yang terutama sangat gayus, gaje, garing, ancur dan saudara-saudaranya, dapat menyebabkan anda muntaber massal didepan gadget anda sekalian!

.

.

.

XXX (jangan ngeres yaa)

.

.

.

4 Juni 20**

Relations with The Axis and The Allies

Oke, gue baru pulang jalan-jalan ama komodo kesayangan gue, si Komo. Rasanya seneng deh, jalan-jalan ama Komo, gue selalu diliatin orang! Lol, baru sadar ya, gue emang pantes diliatin dengan tatapan kagum? Wkwkwkwkwk.

Gue dan Komo juga seneng maen-maen bareng. Permainan favorit kita adalah 'Buat Macet, ahh, si Komo gitu deh!' Intinya adalah, kita mencari jalan yang tumben-tumbennya lancar dan gue pun melepas tali kekang si Komo, membiarkan dia seliweran di jalan sesuka dia.

Sementara dia jalan, orang-orang jelas pada panik. Komo emang gede sih, tapi dia jinak kok! Dia juga lagi gak makan daging, dia lagi diet! Buat kurus supaya gebetan dia, Komona di Ragunan, tertarik ama dia! Phuh, sembarangan aja, binatang gue gak ada yang ganas! Kecuali mungkin burung yang ada di badan gue, hwehwehwe… maaf ya, adik-adik yang baca blog gue!

Lanjut, sementara Komo jalan-jalan, orang-orang yang panik pun berhenti menjalankan kendaraannya dan hasilnya? Macet total. Di tengah chaos, gue berdiri di belakang pohon, nyanyi dengan lirih, "Macet lagi, macet lagi, gara-gara si Komo lewat.."

Yah, kita mulai ke topik kali ini! Yaitu hubungan gue dengan Blok Poros dan Blok Sekutu! Kenapa gue milih itu? Karena kayaknya mereka semua famous banget ya di rumah gue.. yah, siapa tahu dengan mengumbar hubungan gue dengan mereka, gue akan ikutan terkenal! Cekidot, yuk..

Seperti yang kita ketahui bersama, ehem, PD II adalah event tragis yang seharusnya tak pernah terjadi. Dimulai dengan penyerangan Aremani- Alemania ke Taman Lawa- Poland. That is, like, totally a bad start for a war! Maaf, keceplosan.

Gue gak punya peran penting disana, karena gue bersama Japan, sedang ro-mu-shaa!

Karena kita sedang tidak membahas PD II melainkan hubungan gue, baiklah kita gak akan fokus ke perang. Inget yah, kalian jangan perang! Kecuali perang di WC, baru boleh! Ayoo, lebih kuat ngedennya!

Kita akan mulai dari para Axis Powers!

Sebelum perorangan, gue akan membahas hubungan mereka sebagai sebuah grup. Satu kata. Chaos. Gitu lah, orang polos pecinta pasta, orang yang kelewat serius dan kakek-kakek fudanshi yang sopan..

Italy: Ah, Italy ya. Gue gak terlalu punya hubungan spesifik sama dia, sih. Hubungan diplomatik dan hasil produksi kita saling melengkapi. Secara personal sih, gue rasa dia orangnya baik. Gue udah lama kenal dia, meskipun dia gak tahu gue ada dimana. Why? Karena dulu Venesia adalah pusat perdagangan rempah yang notabene berasal dari gue, di Eropa.

Dia dapet rempah dari pedagang-pedagang asal Arab. Para pedagang disana merahasiakan nama dan tempat gue dari orang-orang Eropa supaya para bule-bule yang barbar nggak menemukan gue atau memonopoli perdagangan rempah dari orang Barat. Gue juga nggak tau yang mana.

Menurut gue, tolong jangan muntah dan camkan kalau gue masih straight layaknya lingkaran. Becanda deng. Menurut gue muka dia unyu sekali dan sukses bikin gue iri. Kenapa? Karena berdasarkan penelitian gue, cewek lebih suka cowok dengan sikap dan perilaku yang cute. Jadi berarti cowok maskulin kayak gue susah dapet cewek.

Selain itu, kalian pasti tahu dia punya sikap hetare (useless). Nah, gue juga, bedanya gue itu hetare hentai (useless pervert). Selain itu, dia juga terkenal akan kebiasaannya melambaikan bendera putih. Kalau gue sih, bendera kuning ya!

Germany: Tinggi gede, kekar, berotot, ganteng.. inilah gue kalau gue niat menjadi lebih ganteng. Tapi, karena gue baik hati serta gemar menabung, gue rela mengorbankan muka gue dan status primadona wanita supaya bisa sederajat ama jomblo. Gila, kurang keren apa coba gue?

Hubungan gue dan Germany baik, baik secara diplomatik, ekonomi, temen-temenan, dll. Dia itu salah satu negara Eropa yang paling deket ama gue. Gue aja jualin tembakau gue di Bremen yang notabene berada di dia- maksud gue, badannya dia- ah, maksud gue bagian tubuhnya- bodo lah! Lo ngerti kan maksud gue?! Intinya gitu-gitu lah, gue jual tembakau di dia- lupakan. Anggap lo gak pernah baca paragraf ini.

Gue rasa Germany adalah seorang tsun yang serius, partner yang cocok dengan Italy yang bubbly gitu. Apa tadi tuh, yang gue denger?! Kedengarannya kayak "KYAAA, GERITA FTW!" jangan bilang sekarang Mbak Kunti ketawanya gitu…

Ngomong-ngomong, soal kakaknya, si Prussia yang albino itu, yang ngaku-ngaku awesome padahal jombo dan punya burung kecil berwarna kuning itu, hubungan kita baik. Kita ini awesome-friend. Meskipun gue agak kasian sama dia, mukanya ngenes banget soalnya.

Japan: Saudara tua tercinta gue, yang cukup baik untuk ngenalin gue ke hen- anime dan manga. Dia yang bikin gue gak punya peran banyak di PD II dan jadiin gue romusha. Tapi dia minta maafnya cepet dan gue salut! Tepuk tangan untuk Kakek Nihon!

Japan ya, dia orangnya baik dan sopan, meskipun cara ngomongnya yang kelewat sopan kadang membuat saya kikuk. Tapi jangan salah, gue juga sopan kok, well, meskipun yang paling menonjol dari gue adalah keramahan gue yang membius banyak orang. Ada orang asing, senyum dengan menawan. Ditonjokin, senyum dengan keramahan membius. Ada cewek cantik, senyum ganteng dan darah mengalir dari hidung…

Hubungan kita baik dan kita adalah rekan bisnis yang mantap. Gue sangat tertarik dengan anime/manga dari tempat dia. Mulai dari yang classic shounen layaknya One Piece, Dragon Ball, dan Naruto sampai ke Sword Art Online. Tapi yang paling gue favoritin itu, ehm, High School DxD… Mimpi gue itu punya harem cewek-cewek cantik, kayak sultan-sultan Arab lah.

Don't worry, dia juga tertarik kok ama budaya gue yang complicated dan menawan. Gue heran, orang luar tertarik ama budaya gue, kok rakyat gue nggak ya? Mungkin karena budaya gue gak keren-keren banget, sedangkan budaya negara lain emang awesome abis… Yah, mau dikata apalagi, nasi sudah menjadi (eyang) bubur…

Dan kita beranjak ke Sekutu. Ah, jujur, gue gak terlalu suka sama Sekutu sebagai grup. Kenapa? Pertempuran di Surabaya. Netherlands membonceng tentara Sekutu (lebih spesifiknya, England) kesini dengan tujuan melucuti (?) tentara Japan. Cih, ujung-ujungnya pertempuran deh. Mekipun sebagai individu gue cukup seneng ama mereka, tapi yah, gue masih 'lalala' ama Sekutu karena pertempuran di Surabaya.

America: Ah, si kampret ini. Dendam gue banyak ama lu, njrit! Freeport lah, rakyat lo kagak kenal gue lah, burger yang gue pesen di McDolan kagak mirip di iklan lah, adek-adek gue- lebih tepatnya si Philippines lo apain lah, cola gue kemasukan semut lah… America, go to hell with your burger!

Ah, meskipun gue banyak dendam ama ni kampret, gue dan dia bisa rukun kok sebagai individu. Karena… gue sering maen di internet. Dan gue sering ketemu meme. Dan gue jadi suka meme. Dan dia juga suka. Artinya? Derp-derpan.

Meskipun begitu, kalau ada yang pertama kali buka situs meme pasti ada sesuatu yang nggak cocok ama gaya hidup kita. Kita gak minum bir, kita gak party ampe pagi, kita kagak 'blabla' ama pacar, dan yang lebih penting, kita nggak membiarkan orang lain tau hal itu kalau kita seandainya pernah. Masih tabu lah. Dan gue bangga akan hal ini. Ternyata masih banyak yang belum 'blabla', party, dan minum bir kayak gue. Ah, akhirnya gue bisa lega juga. Bukan karena gue nggak punya pacar, kagak kuat minum bir dan nggak ada undangan ke pesta, bukan kok. Suer deh!

Selain itu, gue dan dia punya hubungan yang baik. Ekonomi misalnya, gue adalah contoh pasar yang baik. Dan juga, dia banyak ngasih bantuan ke gue. Murah hati banget 'kan? Nggak mungkin ada maksud apa-apa kok, dia kan cuma membantu sesama negara yang punya tujuan yang sama. Tapi gue ngerasa aneh, kok SDA gue bukan gue yang kelola ya?

England: Gue punya dendam membara ama dia, BALIKIN ADEK GUE MALAYSIA YANG UNYU! KENAPA DIA SEKARANG JADI TSUNDERE GITU?! DULU DIA MUKANYA LUCU ABIS, DAN GARA-GARA LO DIA JADI PUNYA ALIS AJIGILE ITU! DAN KENAPA SIKAPNYA KANCUT ABIS?! TANGGUNG JAWAB LO, KAMPRET! LO UDAH HAMI- sori, salah ngetik kalimat terakhir, itu harusnya untuk skrip sinetron gue.

Ehem, gue dan England punya hubungan diplomatik dan ekonomi yang bagus. Begitu pula sejarah kita. Kolonisasi singkat, tahun 1962 antara gue, England dan dia- maksud gue Malaysia, dll. Gitu lah. Lumayan juga turis asal tempat dia yang dateng kesini serta boss gue Oktober lalu dapet penghargaan dari ratunya Iggy.

Secara individu sih, kita adalah teman yang baik meskipun gue nggak pernah sudi mencoba masakannya dia. Gue dan dia tau kalau kita bisa melihat makhluk halus, tapi dia gak tau gue juga bisa ilmu hitam. Meskipun gue muka artis, gue ini kuat! Gue bisa genggam api, tahan bacok, summon makhluk-makhluk mistis dll. ketika kekuatan gue memuncak saat makan Indom*e.

Selain itu, England dan gue sama-sama seorang pirate. Apa? Gak percaya gue itu pirate? Mau bukti?! England dulu menerjang ombak dan bertualang dengan gagah di laut, sebagai berandalan dan merampok kapal-kapal bermuatan berharga, gue juga. Tapi bedanya gue di zaman sekarang. Gue akan menerjang ombak dunia maya dan bertualang dengan gagah, layaknya berandalan dan bukan sekadar merampok… tapi mendownload game-game dan segala macam tetek bengek internet secara ilegal. Gue emang pirate kece.

France: Kita punya hubungan yang baik, kok. Gue udah punya relasi sejak zaman Belanda, meskipun secara tidak langsung. Ketika Belanda jatuh ke tangan Prancis, otomatis gue jadi jajahan Prancis secara tidak langsung. Selain itu, gaya republik gue pun mirip sama dia dan kita sama-sama mengadopsi civil law.

Seperti yang lo semua ketahui, France adalah pusat mode yang artinya baju-baju asal dia itu bagus. Sumprit, mode itu baju kan? Gue beneran buta soal ini, sebuta Si Buta dari Gua Hantu, eaa! Yah, kalau tentang baju sih, gue bener-bener nggak peduli. Kalau gak jas dengan kopiah, ya baju daerah buat acara formal. Kalau untuk jalan-jalan ya, baju daerah lagi atau baju ganteng nan kasual (for cewek cantik only). Kalau di rumah, baju daerah atau yang lagi gue pake sekarang… boxer putih lope-lope merah, kutang, dan sarung multifungsi yang berguna untuk menahan dingin, cosplay jadi ninja dan nyambit. Semoga gak ada cewek cantik mampir, amin…

Yah, kita juga tau France adalah negara berbalut cinta dan romantisme. Nggak heran, orangnya gitu. Om-om penuh cinta dan menggigit mawar merah. Romantis abis. Gue juga pernah mencoba romantis dengan memberikan mawar ke cewek. Mawar hitam. Gue gak tau artinya dan pas gue bilang ke France dia langsung nyembur, "Mon ami, mawar hitam itu melambangkan kematian!" kancrut. Pantesan tuh cewek syok.

Selain itu, gue dan dia sama-sama punya masakan yang menggugah selera, nggak kayak si England yang makanannya mengundang malaikat kematian. Yah, gue bisa masak. Sangat bisa masak dan gue suka makan. Kata seorang penulis sih, "Ganteng pangkal rakus."

China: Ah, China yang sudah tua tapi masih terlihat muda. Hubungan kita sudah lama banget. Sewaktu gue masih belum dijajah, dia adalah pembeli rempah-rempah gue. Pedagang asal Asia itu emang dipercaya karena mereka dagangnya 'damai', nggak kayak orang-orang Barat yang barbar itu. Selain itu, dia juga punya banyak catatan tentang pre-colonial gue.

Hubungan diplomatik kita dimulai dari tahun 1950, dan sempat terputus meskipun nanti terhubung lagi di tahun 90an. Hubungan ekonomi kita mantap. Made sering ada di China, tertulis di nyaris semua barang di rumah lo. Ya, 'kan? Ngaku dah lo!

China suka barang-barang cute dan tas bambu yang ia bawa kadang-kadang berisi panda. Panda emang lucu sih, tapi menurut gue Komo lebih lucu. Tingginya 2.7 meter dan beratnya 73 kilogram. Dia unyu sekali. Bisa sebagai pet yang lucu, teman mendengarkan yang baik, bisa buat jaga diri, dll. Komo is the best. Meskipun gue masih punya banyak binatang laen yang nggak kalah lucu. Ada Asih si cendrawasih yang sangat, indah. Ada Joko si badak bercula satu dan Maung si harimau sumatra gue. Dulu gue punya 2 biji lagi, tapi udah punah, bentar gue mau nangis dulu.

Lanjut! Gue dan dia, adalah seorang big brother yang sering nggak dianggap big bro oleh adek-adeknya. Nasib. Cih, emang lo semua pengen kakak lelaki kayak gimana sih?! Gue udah ganteng, banyak talenta, pemberani dan sayang ama lo semua! Lo mau kakak kayak gimana?! China juga, dia udah moe, Japan! Banyak ngajarin lo berdua, wahai Taiwan dan Hong Kong! Dan buat South Korea, uh… Kayaknya cuma North Kore yang respect sama China…

Russia: Russia, temen lama yang begitu deket ama gue! Meskipun sekarang hubungan kita gak sedeket dulu, tapi kita masih mempunyai hubungan yang bagus sih. Masa Perang Dingin adalah masa-masa memuncaknya hubungan gue dan dia. Meskipun gue seperti biasanya netral dan masih perlu menata negara, gue lebih condong ke Blok Timur. Boss gue saat itu tertarik dengan komunisme yang mementingkan rakyat.

Sewaktu gue masih bernama Hindia Belanda, gue udah dikenal di tempat dia sebagai Indonesia. Katanya dia sih, "Kami memanggil kamu Indonesia karena kami ingin memanggilmu seperti para rakyatmu memanggil kamu, da!" Oh, so sweet sekali. Dia juga, waktu gue masih baru merdeka, gencar bahkan desperate pengen buat hubungan diplomasi ama gue, mekipun nanti gak jadi karena Kompeni menekan kuat ide tersebut.

Akhirnya, kita bikin hubungan diplomasi juga. Sejak saat itu, apalagi setelah boss gue saat itu mengunjungi Russia, kita berteman dekat. Meskipun banyak perbedaannya, kita tetep lancar-lancar aja. Ketika gue berencana memodernisasi militer ke America, America menolak karena konflik Irian Barat belum selesai. Akhrinya, gue berpaling ke Russia. Nggak tanggung-tanggung, tank, kapal perang, pesawat tempur yang hanya dimiliki negara maju dikasih ke gue. Tentara gue dilatih dan instruktur dari Russia didatengin ke berbagai kota. Lo emang best friend gue Rus.

Tentu saja hubungan gue dan dia gak cuma sebatas militer aja, kita punya banyak proyek bersama-sama tapi sayang sekali, karena satu dan lain hal terpaksa ditinggalkan, Sejak Orde Lama runtuh, hubungan gue gak sedeket dulu, tapi masih baik kok. Selain itu, sebagai individu, hubungan kita mangstab. Kalau kita ketemu, kita jelas akan membahas satu hal. Saudara disfungsional kita. Dia cerita kedua saudara perempuannya suka ama dia. Waktu gue bilang kayak gini, "Keren dong!" dia jadi depresi gitu dan minta gue bayangin kalau misalnya Malaysia mau nikah ama gue. Gue muntah dan dilarikan ke rumah sakit. Gue ngerti perasaan lo.

Yah, kayaknya itu aja untuk sekarang. Gue masih harus menjadi pirate, ngerjain kertas-kertas sial ini, dan godain cewek sebelum boga alias bobok ganteng pada malam harinya.

Sampai jumpa dan cintailah negara awesome-mu ini!

PS: Buat yang baca blog gue, kalau lo semua mau nanya ke gue. Gue kasih kesempatan. Tanyain gue apa aja, kalau mau nembak gue, gue terima. Apa, Poci?! Gue nggak desperate kok!

.

.

.

TuBerCulosis

.

.

.

Tau nggak, Indonesia bikin film animasi loh! Judulnya Battle of Surabaya, saya bangga sekali. Pokoknya nanti saya bakal nonton film ini! Kalau tertarik, cari aja di google, saya baru tau dari facebook soalnya…

Soal PS tadi, saya serius. Kalau ada yang mau tau tentang Indonesia di fic ini boleh nanya ke dia dan saya jawab di blognya dia. Siapa tau ada yang penasaran ama Abang Ganteng kita…

Chap kali ini adalah tentang relations Indo dengan kedelapan karakter utama Hetalia. Kebanyakan berdasarkan hubungan aslinya sih, Hetalia-nya dikit. Ini berdasarkan request-nya Guest-san. Maaf sekali kalau nggak lucu atau nggak memenuhi harapan, penulisnya tolol sih…

Ok, yang di bagian America, Indo bilang, "America, go to hell with your burger!" ada yang tau ini kata-kata siapa? Clue: Presiden pertama Indonesia. Nggak tau kebangetan nih, makanya jangan ngadem di WC terus! *kayak sendirinya tiap pagi nggak ngadem di WC... eh…*

Terus yang "ganteng pangkal rakus." di bagian France-niisan, penulis mana yang ngomong itu? Clue: Setiap judul bukunya ada binatangnya. Siapa yang nggak tau emang nggak tau. *yo dawg!* Selain itu, kalau ada yang nggak jelas, silahkan konsultasi ke mbah google. Saya udah capek nulis *ditonjok*

Sekarang kita akan membalas review!

Star-BeningluvIndonesia-san: Serius…? *ngacir* saya mbak kok, kayaknya. Atau mas gitu. Saya lupa gender saya… TENANG! *ngacir ke Zimbabwe* Oke! Dengan kekuatan bulan, aku akan menolongmu! *Bgm: petasan meeldak* Ah, nggak juga. Fic anda bagu kok, awesome gityu… ah, masa fic buatan penulis amatir yang nggak tau upil dari lobang idung mana yang lebih gede dibilang bagus… Btw, terima kasih sudah memuji fic karya anak gila ini! Thanks atas reviewnya dan jangan kapok membaca fic ini, biarpun ulangan matematika menghadang! *sesat*

Codename Sailor D-san: Ah! Syukurlah anda suka, saya udah siap-siap harakiri kalau anda nggak suka, untung deh… *menghela nafas* Siph! Udah diapdet! Selamat menikmati~ Sankyuu reviewnya dan kembali lagi yah!

Demon D. Dino-san: Yeah, anda kembali! *joget-joget gaje* Bisa dibilang begitu, dia dendam… Saya juga kagum, hebat sekali Spain itu… Memang! Jauhi Spain dari semua anak-anak! Iyah, dia punya fanboy, fanshemale, bahkan fan cewek cantik asal Thailand yang jongkoknya nunjuk. Terima kasih atas reviewnya dan kembali lagi ya!

Kagamine Yukimur-san: Terima kasih atas reviewnya! WOOHOOO! Yoi, ada sejarahnya! Saya juga suka sejarah! Terima kasih pujiannya! Tentu lah! Kembali baca lagi ya!

UsamiNekoBaaka-san: Hehehe, jujur itu baik, berani kototr itu baik, maen togel itu baik… *yang terakhir sesat tuh!* Terima kasih atas review dan pujiannya! Lagi dong… *digigit* Udah diri ini apdet! Kembali lagi dong…

Memenesia-san: Mak… saya dipanggil 'kakak' mak… *abaikan* Saya masih muda, nggak usah pakai 'kakak'… terima kasih pujiannya! Tentu saya pikirin, saya selalu memikirkan banyak hal, seperti kenapa manusia kentut dari pantat, bukan dari udel. Iyah, asem sekali, huhu… Terima kasih pujiannya! Hehehe… iyah, tapi saya lebih takut diciduk Satpol PP… woke! Hoho, silahkan! Ah, untung anda suka ^^ justru saya yang berterima kasih! *peluk-cium balik*
Wehehehehe… hahaha, anda terlalu baik memberi pujian sedahsyat itu kepada saya… Ah, nggak juga kok. Iya, seorang pemuda imbisil yang mengapdet blognya dengan pake boxer dan kaus kutang… hehehe, saya suka sejarah abisnya! Pengen orang lain bisa belajar dengan cara yang kagak ngebosenin, meskipun saya masih jelek sih nulisnya… Ah? Emang nggak ada pelajarannya? Iya! Udah selese sih… thanks! Terima kasih banyak atas reviewnya dan kembali lagi!

Victoria Harrow-san: Saya punya penggemar setia, saya senang sekali! Nggak apa-apa kok! Hehe, terima kasih! Saya juga suka, Indo terlalu 'blabla' buat ngerokok… Akan saya usahakan! Saya emang nggak bakat nulis… Terima kasih! Saya senang lah! Anda nggak absurd, yang absurd itu cuma… saya seorang! Salam kenal juga! Thank you very much for your review dan kembali ngakak ya!

Guest-san: Arigatou gozaimasu! Yak, sudah saya lanjutin! Sudah, gimana menurut anda? Kalau jelek, maaf ya. Saya emang garing, nggak bisa nulis dan nggak bisa diharapkan… maaf! Emang deket kok, deket banget malah… Terima kasih atas review dan requestnya! Kembali lagi yaa!

JenIchi Kamine-san: Terima kasih banyak atas review anda dan karena anda sudi ngakak! Hehehe... Dilanjutin kok, tenang saja! Yosh! Sudah saya lanjutin! Kembali lagi, please!

Strawberry'Lawllipop-san: Yeah! Anda balik lagi! Iya, banyak sejarahnyaaa… Lol, enek? Haha, emang tujuannya buat bisa dinikmati dengan beda sih… Yah, dia emang malang sekali, masih jomblo… yoi! Terima kasih pujiannya, anda baik sekali! Oke, udah saya lanjut, broo! Thanks berat atas reviewnya dan kembali lagi yaaa!

Ok, ini aja sampe sekarang. Kalau punya kritik, saran, request, dan pertanyaan buat Indonesia, tolong ungkapkan di review. Sampai jumpaaa!