Bukan. Ini BUKAN 16.5 (jadi buat para hentai di luar sana, jangan seneng dulu, bakayaro!), ini 8.5. 16.5 ja nai, 8.5 da! Dan ini juga bukan recap (dan Indo juga nggak bakal bangun dari mimpi panjang diakhir sambil nangis nanti, tenang aja) dan nggak bakal diulang sampe 8 kali. Hosh, ada berapa anime tadi yang saya reference-in? Satu, dua, er… empat. Empat anime. Buat Gary-san, ini pesananmu!
Betewe, karena ini chapter selingan, buat yang ask nggak akan dijawab disini. Tapi di chapter depan. Oke?
Hetalia Axis Powers © Hidekaz Himaruya
This (absurd) Fic © ME aka anakeren
Dan apapun yang kau temukan nanti bukan punya saya! Suer tekewer-kewer dah!
Rate : T
Genre : Humor/Parody
Warning! Ada OC (male!bego!Indonesia)! Ada sindiran yang mungkin sangat parah dan menohok! Meskipun tentu saja sindirannya cuma untuk humor doang, jadi tolong jangan diambil hati. Membaca fic ini, yang terutama sangat gayus, gaje, garing, ancur dan saudara-saudaranya, dapat menyebabkan anda muntaber massal didepan gadget anda sekalian!
.
.
.
XXX.
.
.
16 Agustus 2013
Lebaran Madness
Gue kembali.
Btw, Minal aidzin wal faidzin ya. (telat)
Hosh…
Gile, capek banget gue.
Gue mau tidur dulu bentar. Gue terlalu capek buat ngetik. (Kalo gitu kenapa gue buka blog ya?)
Selama gue tidur, lo bebas ngapain aja. Buka cerdasdotcom juga boleh. Sekarang hush!
Ketika gue bangun tadi, apakah para titan akan datang menyerang?
Nggak ada yang tahu.
*teler*
Ya, apa kabar semuanya? Kembali lagi bersama abang ganteng disini. Gimana lebaran kemaren? Enak? Dapet THR berapa? Udah ganyang berapa ketupat?
Yah, mungkin gue telat karena Lebaran udah lama berlalu. Tapi jangan salahin gue, salahin 'mereka'. Kalau 'mereka' nggak memaksa gue untuk melakukan 'itu', gue pasti udah bisa apdet dari kapan tau. Terkutuklah 'mereka'!
Bukan, 'mereka' itu bukan jombi- maksud gue zombie.
Yang gue maksud dengan 'mereka' adalah sekumpulan adek-adek geblek gue.
Gila.
Gue bakal menceritakan apa yang terjadi kepada lo semua dibawah. Gue bakal menceritakan pengalaman gue dengan memakai sudut pandang orang ketiga. Kenapa? Biar gampang bacanya. Gue emang perhatian sih. Secara, gitu.
Ehm, cerita akan dimulai dalam 3… 2.. 1!
Di suatu hari yang baik, seorang cowok ganteng sedang ngabuburit maen layangan di lapangan bersama sekumpulan anak-anak gahoel. Ketika ia hendak menyabet tali layangan seorang bocah berkaos 'woles', blackberrynya berbunyi. Sang ganteng pun segera topan dari permainan dan mengangkat blackberrynya.
"Halo?" kata si ganteng dengan syahdu.
"Hei, Brunei bilang kita harus ber-Idul Firti di rumah awak , lah." kata suara di ujung telepon. Si ganteng menahan hasrat buat muntah.
"Ngapain lo nelpon gue nggak ada sopan-sopannya? Inget, tobatlah! Buka puasa sudah dekat!" kata si imut dengan kerennya.
"Awak pikir awak siapa hah? Jangan coba-coba nasihati awak!" kata Malaysia, adek si ganteng yang sangat ingin si ganteng hajar.
"Hei, raspberry plastik! Lo kagak tobat meskipun lagi puasa ya?! Dasar beruang geli!" si ganteng bercaci maki dengan memakai kosakata jorok khusus bulan puasa.
"Awak kedengeran dungu."
"'Awak kedengeran dungu'? Lo akhirnya ngaku juga ya…" kata si ganteng bangga.
"Awak artinya kamu."
"Hah?" si ganteng cengo dengan imut.
Hening sebentar. Anak-anak gahoel sedang menerbangkan layang-layang sambil teriak-teriak.
"Budak-budak awak gaduh sekali."
"Mungkin lo nggak tahu, tapi memiliki budak itu dilarang, bego."
"Hah, habis tu, macam mana orang boleh terus hidup?"
"Jadi di tempat lo orang nggak bisa hidup tanpa punya budak?"
"Tepat."
"Oke. Mungkin di tempat lo itu normal. Tapi asal lo tahu, di semua tempat lain di dunia punya budak itu nggak bener. Parah lo, manusia diperlakukan kayak binatang!"
"Maksud awak? Budak itu children kan?" lawan bicara si ganteng terdengar shock.
"Budak itu slave."
"APA?!"
"Let's just talk in English." kata si ganteng dengan bijaknya.
"Don't get me wrong, but I don't obey your command at all. I just do it to prevent any further misunderstanding. S-so, don't get the wrong idea! S-stupid…"
"I get it, tsundere."
"Who do you call tsundere?!"
"Just spit what you need to say now. I don't have much time. The kids are waiting for me."
"Still playing with kids? How immature. By the way, The others and I will go to your place at Idul Fitri. That's all. Good bye, loser."
"Are you kidding me?! I still haven't made any preparations at all!" kata si ganteng geram.
"Bye." si Maling menutup teleponnya.
"W-wait!" terlambat, si ganteng terlambat dengan asoynya, "Fuckdamn shitcunts!" caci si Mr. Kece. Si ganteng terdiam beberapa saat sebelum menyadari apa yang dia ucapkan. Anak-anak memandanginya dengan takjub dan menunjuknya serempak.
"SIA BATAAAAAAAL!" teriak mereka serempak.
"Bawain cangcimen!" Jono berkomando.
Terlambat, si ganteng sudah kabur.
"Jon, Sia udah kabur tuh. Gimana?" seorang bocah bertanya pada Jono.
"Biarin aja. Besok dia bayarin cash kita, impas." kata Jono dengan hard boiled, "Besok by one sini ama gua."
3 hari lagi Lebaran, oleh karena itu sang ganteng sibuk bersiap-siap. Dia bikin ketupat, opor ayam, dan kawan-kawannya. Dia juga bikin kue-kue macem nastar. Si ganteng memang koki yang berbakat, nggak kayak seorang kolonialis beralis tebal.
Pada hari terakhir puasa, si ganteng sudah menyiapkan rumahnya. Makanan dan alat makan sudah standby di ruang makan penuh pajangannya. Kue-kue udah ada berada di meja utama ruang tamunya yang penuh oleh foto hitam putih. Amplop-amplop udah siap. Duit udah diambil. Baju baru hasil desak-desakan di obral murah udah kinclong dan siap dipake.
Singkatnya, semuanya sudah siap. Si abang ganteng tersenyum puas dengan kecenya dan bergegas pergi keluar rumahnya untuk ngabuburit bersama temen-temen kecilnya. Setelah selesai ngabuburit mahal bersama temen-temennya (dan teriakan-teriakan "COPO" yang terus diarahkan kearah si ganteng), ia segera balik ke rumah buat buka puasa, si ganteng bergegas pergi ke masjid buat takbiran dan maen petasan.
Mr. Ganteng nggak balik ke rumah sampe jam 5 pagi, dimana si cute mandi, pake baju baru, dan siap-siap. Sepanjang malem, si kece bergadang dan having fun dengan koleganya yang lain di pos ronda.
Ganteng pergi ke Istiqlal dan setelah selesai halal bi halal dengan banyaknya orang yang dateng dan ngasih THR ke anak-anak kecil yang dateng (dan mendapatkan THR yang lumayan dari yang lainnya) si Mr. Kece pulang ke rumahnya dengan perasaan jengkel karena saudara kampretnya pada mau dateng.
"Shit." gumamnya seksi.
Si unyu sampe ke rumahnya dan membuka pintu lebar-lebar. Kali aja ada orang (atau cewek cantik) mau bertamu.
Sang aduhai duduk di sofa depan sambil ngunyah kerupuk kuning bersalut kecap. Beberapa orang dateng dan things went normal without a hitch.
Sampai sebuah jeep yang dikemudikan gila-gilaan parkir di halamannya dengan tidak sukses, meninggalkan bekas di rumput.
Si kece menghela nafas dan berjalan keluar untuk menyambut tamunya.
"Pokoknya laen kali, jangan biarin Philippines nyetir." kata Malaysia dongkol. (Para penggemarku, kalo di italic itu artinya kita ngomong pake English)
"Kantong muntah gue penuh." keluh Singapore.
"Kalian berlebihan! Brunei, aku nyetirnya bagus kan?" Philippines bertanya.
"Hablshskfbsladfgh-" Brunei terus menerus bergumam tidak jelas.
"Kenapa nih, si, Bang Brunei?" tanya Timor Leste.
"Nyawanya pergi meninggalkan raganya." kata Singapore kalem.
Si ganteng mengutuk nasibnya yang membuat orang-orang ini adiknya
"Hoi." kata si kece.
"Ah, bang! Minal aidzin wal faidzin bang!" kata si Brunei tanggap sambil menyodorkan tangannya.
"Minal aidzin wal faidzin juga." Si kece membalas uluran tangan Brunei. Mengikuti lead Brunei, adik-adiknya yang lain pun mengikuti apa yang ia lakukan. Kecuali satu orang. Kalian pasti sudah tahu itu siapa. Yang jelas, si ganteng komen, orang itu marah, dan berantem. Untuk menghemat waktu, tiap kali kejadian itu terjadi, gue akan mengetik 'Kukur nendang kukur gue'.
Si ganteng mempersilakan adek-adeknya masuk kecuali satu orang. Kukur nendang kukur gue.
Semuanya pada duduk di ruang tamu dan makan nastar. Orang itu terus menerus makan nastar yang nggak ada isinya (yang sengaja gue buat dengan niat iseng). Kukur nendang kukur gue.
Brunei melerai dan semuanya pergi ke ruang makan buat makan ketupat dkk. Sang kece melarang orang itu buat makan rendang. Kukur nendang kukur gue.
Kita pergi silaturahmi ke rumah penduduk sekitar, gue membisiki Jono dkk. buat ngelemparin orang itu dengan kue dan orang itu tau guelah biang keroknya. Kukur nendang kukur gue.
Kalo Kukur beneran nendang kukur gue, kukur gue udah amblas kali.
Kita balik ke rumah gue dan bermain-main ama peliharaan gue. Kukur beneran nendang kukur gue.
Kita balik ke dalam rumah dan semuanya pada ikut tur mengelilingi rumah gue. Patung Kukur kena kukur gue.
Kita nonton dvd di ruang tengah dan tiba-tiba aja Kukur dateng dan sparking kukur gue!
Untung nggak amblas.
Malem-malemnya, kita duduk-duduk di beranda belakang sambil liat kembang api. Di saat mereka semua pada ngeliatin kembang api dengan serius (gue sadar gue udah mulai balik ke gaya menulis dari sudut pandang satu orang sekarang. Bodo. Enakan gini) gue mengeluarkan amplop-amplop THR dengan swiftnya.
Asoy.
"Semuanya, ada yang baru nih!" kata gue. Semuanya nengok dan mata mereka berbinar-binar.
"Asik THR!"
"Abang keren banget sih!"
"Abang itu abang paling baik di dunia!"
Sorak sorai seperti itu terus menggema di udara. Gue merasa keren.
Gue membagi amplop tersebut ke Singapore, Brunei, Philippines, Timor Leste,… dan Malaysia. Awalnya, eksprei wajahnya dengan jelas menyatakan ketikadyakinannya bakal dapet THR. Ketika gue menghampirinya dan memberikannya amplop itu, dia terlihat shock dan bergumam 'thanks' pelan.
(Karena gue males make italic, mulai sekarang kita semua ngomong pake bahasa Inggris. Capek bro. Capek.)
"Yay! Aku dapet 200 ribu!" seru Philippines girang, "Terima kasih, kuya!"
"Sama-sama. Apa sih yang nggak buat adikku."
"Aku juga dapet 200 ribu sama… gelang?" Ana kebingungan, "Apa maksudnya?"
"Nggak ada maksud khusus sih. Gimana? Suka nggak?"
"Suka! Bagus banget!"
"Untung deh." kata gue sambil minum teh.
"Abang." Singapore berkata.
"Yo?" jawab gue.
"Kenapa gue sama Brunei cuma dapet 150 ribu, hah?" katanya geram. Brunei masang tampang nggak setuju di belakangnya.
"Yee, kan lo berdua kan lelaki dewasa! Wajar dong lebih dikit THRnya dari cewek!" gue membela diri.
"Ah, abang pilih kasih!" tuduh Brunei gahar.
"Oke, gue ngerti. Nih, duit buat beli pulsa." gue mnyerahkan selembar duit biru kepada mereka masing-masing. Muka mereka menjadi cerah.
"Nah, gitu dong. Abang keren deh."
"Abang adalah abang paling baik di seluruh dunia!"
"Apa kata lo dah." kata gue nggak peduli.
"Hoi, kampret." kata orang itu dengan angker.
"Hm?"
"KENAPA GUE CUMA DAPET DUA RIBU?!" teriaknya marah. Gue menelan ludah.
"Calm down, lah! Kan lo yang paling tua!" gue berusaha menenangkannya, tapi apa daya.
"DASAR. PILIH. KASIH! MATI KAU!"
"H-hoi, tenang-"
"DASAR JOMBLO!"
Gue snapped.
"SIAPA YANG LO PANGGIL JOMBLO, HAH?!"
Kukur mengarahkan bazooka ke kukur gue.
Abis itu, entah bagaimana kita bisa ditenangkan.
Ketika sudah jam 9, gue kira mereka bakal pulang. Ternyata mereka akan nginep selama 2 hari lagi.
Dan selama itu pula, Kukur terus menerus menendang kukur gue.
Di malam sebelum mereka pulang, gue deketin kopernya Malaysia dan memasukkan satu amplop berisi 200 ribu. Yah, gue emang keren.
PS: Alasan gue apdet selama ini adalah:
1. Gue nggak bisa buka blog karena banyak saksi mata.
2. Gue butuh waktu buat memulihkan diri dari trauma.
3. Gue harus organize banyak hal buat ulang tahun gue.
4. Internet gue putus dan warnet tutup.
.
.
.
TuBerCulosis
.
.
.
Well, that's it. Gary-san, kalo jelek atau garing maafin saya ya! Dan maaf banget saya lama nulisnya karena saya emang nggak ada ide buat nulis khusus lebaran. Tapi karena anda request, saya jadi bisa nulis deh! Terima kasih banyak!
Btw, saya kapok renang. Saya sakit panas dan demam. Telinga kemasukan aer, tenggorokan sakit, batuk, mata merah, dan selalu merasa kecapekan. Saya kapok berenang.
Saatnya bales review!
Anonim-san: Yay, anda kembali! Pertanyaan anda akan dijawab di edisi berikut dan terima kasih atas pertanyaan superb anda! Pertanyaan anda di Anonim01 juga sudah dicatat! Hehe, iya… Saya sendiri juga kagum. Sama-sama! Saran kakak juga awesome sekali! Terima kasih sudah bersedia jujur, kak, saya juga sadar sih, bagi saya susah nulis humor pake sudut pandang orang pertama… Nggak apa-apa kok, kak! Oke deh! Saya masih belum mau selesai :p Iyah, terima kasih! Selamat hari raya Idul Fitri juga, kak! Terima kasih atas review kakak!
Megumi Yoora-san: Terima kasih banyak atas review anda! Haloo! Kagak juga, saya justru sangat menantikannya, kok… Iyah, mohon maaf lahir bathin juga buat anda! Iya, saya juga… Siapa yang kece? Saya? Ah, mbak becandanya keterlaluan ih! Chap satu itu yg di Indo, bukan di Asia Timur sono! Hahaha, iya… Oke, pertanyaan anda akan dijawab di chappy depan! Oke, saya mengerti dan saya juga minta maaf atas segala kesalahan yang saya perbuat… Sip! (PS: Jangan ingatkan saya! Ide udah ada mbak, suer deh!)
Victoria Harrow-san: Yosh, pertanyaan anda sudah ditampung untuk chapter depan! Terima kasih banyak atas review andaa!
JenIchi Kamine-san: Arigatou gozaimasu atas review anda! Yap, pertanyaan sudah dicatat untuk kedepannya! Selamat hari raya juga, dan minal aidzin wal faidzin!
mager-san: Ah, nggak apa-apa kok… Wehehehe! Siap, saya mengerti! Maaf atas inconvenience-nya… Pertanyaannya sudah ditampung! Nggak juga tuh, ini sih review yang layaknya permataaaaasyalalala! Iyah, btw bertebaran btw banget ya btw. Sudah diapdet! Terima kasih atas review anda!
siapague-san: Terima kasih atas review anda yang awesome ini! (saya tau ini buat mas Indo, tapi saya yang bakal jawab. Tolong maafkan ketidaksopanan saya *sujud*) Temen-temen? Aih, keren banget! Tersanjung saya… Terima kasih atas pertanyaannya, pertanyaannya akan dijawab pada chapter besok!
Luciano Fyro-san: Baik-baik jasa! YAY! Dirimu kembali! (Indo: Nggak apa-apa. Mau ngedate ama gue?) Artinya kalau nggak salah itu.. uh.. cewek-cewek yg nangkring malem-malem itu loh.. istilah kasarnya.. uh.. abaikan. Pertanyaannya akan dijawab pada chapter berikutnya! SIAP! ANDA TERLALU MEMUJIAAAAAAA! Tschüss! Danke atas review anda!
Cinta Tempe Goreng-san: Terima kasih atas review andaaaa! Yap, benar sekali! Gunakanlah kesempatan sebaik-baiknya supaya tidak menyesal! YEAH! Pertanyaan anda sudah ditampung! Siap! Sudah saya apdet, kok! (entah kenapa ciri-ciri gebetan anda ini mengingatkan saya pada saya, kecuali bagian pemalu dan polos. Saya tidak tahu malu dan otak saya pun berwarna cokelat lumpur! *beneran nggak tau malu*)
FreeDee-san: Yay, anda balik! Boleh banget dong! Yosh, pertanyaan sudah tertampung, sekarang anda tinggal bersabar menunggu chap selanjutnya! Thank you very much for your review!
Ksatria Garuda Indonesia-san: Terima kasih banyak atas review anda! Gile, awesomenya pake banget! Mantep! Wehehe, nggak apa-apa kok! Pertanyaan anda sudah ditampung! Kayaknya sih bisa, tapi butuh waktu (buat mikirin ide dan jokes, serta buat nulisnya (yang paling syaa nggak bisa)) Yosh! Sampai jumpaaa coretcintakucoret! Salam Garuda!
Jiayu-san: Yosh, pertanyaan sudah ditampung buat besok! Aih, terima kasih banyak! Siap! Terima kasih seberat-beratnya buat review anda!
dark descent-san: Thanks berat atas review anda! Yep, pertanyaan sudah saya tampung! Ah, berguna kok! Ah, Amnesia ya…saya download yg Dark Descent tuh, dan udah siap maen. Cuma nggak punya waktu. Ngek. Anyway, terima kasih atas rekomendasinya! Saya tertarik kok! Saya suka jumpscares.. Terima kasih! Sudah saya apdet! Iea, mAachIhH eA!
Yeon-sso-san: CHAP TERAKHIR APAAN?! Saya kaget sumpah. Darimana kau dapat asumsi itu? Enak aja fic ini saya end begitu aja.. Wehehe.. Bawa aku juga, mamah! *eh* Yosh, pertanyaan anda sudah saya catat dalam memo tidak terlihat! K-kepoan yang hebat… Ah, nggak juga kok, saya justru seneng! Saya juga sayang anda! Muach! Terima kasih banyak atas reviewnya!
Gary-san: Terima kasih banyak atas review anda! Oke, pertanyaan udah siap sedia buat dipajang di chapter depan! Sip! Sudah saya tulis nih, maaf kalo jelek dan cuma separuh ASEAN yang muncul. Maaf banget! PS: Terima kasih infonya!
Rena Ryuugu-san: *merinding liat namanya* U-uh, Ryuugu-san, pertanyaan anda sudah saya siapkan untuk muncul di chapter depan. Terima kasih atas review anda! *bungkuk 90 derajat*
saayl-san: Arigatou gozaimasu atas review awesome anda! Pertanyaannya ditampung dulu ya! Bye! (bukan buat saya sih..)
someone-san: Pertanyaannya akan Indo jawab di chapter depan! Terima kasih atas review anda!
Saya rasa itu aja dulu. Sampai jumpa!
