Buat FreeDee-san, yang ngerequest tentang keseharian Indo dan karya sastra macem Ramayana, Mahabharata, Bharatayuda, dll. Maaf baru nulis sekarang. Saya lupa soalnya. Karya sastra di post berikutnya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya! Nah, ini dia pesanan anda. Hohooho!

Hetalia Axis Powers © Hidekaz Himaruya

This (absurd) Fic © ME aka anakeren

Dan apapun yang kau temukan nanti bukan punya saya! Suer tekewer-kewer dah!

Rate : T

Genre : Humor/Parody

Warning! Ada OC (male!bego!Indonesia)! Belum ada dialog di chap ini! Membaca fic ini, yang terutama sangat gayus, gaje, garing. ancur dan saudara-saudaranya, dapat menyebabkan anda muntaber massal didepan gadget anda sekalian!

.

XXX

.

7 Maret 20**

About Myself

Hei, apa kabar semuanya? Baik?

Sebelum gue mulai, marilah kita bersama-sama berdoa untuk keselamatan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana.

Pertama Sinabung, terus Kelud. Riau juga ada kabut asap sekarang. Banjir juga, tanah longsor, penggundulan hutan, dsb. Ini nih yang bikin gue gak seneng rumah gue jadi tempat pertemuan 3 lempeng tektonik (meskipun jumlah bencana akibat perbuatan rakyat gue pun gak dikit). Gue dipenuhi gunung. Paling cuma Kalimantan doang nggak. Yang laennya? Beh, gunung semua! Kalau nggak di darat, ya di laut. Sama kayak adek gue si Philippines.

Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua itu penuh gunung berapi. Kalau semua gunung di tempat gue meletus gue jadi abu kali. Gunung Krakatau gue udah bergidik mikirin bakal meletus lagi, karena tahun 1883 waktu dia ngamuk, ada kali lebih 36.000 orang meninggal dunia. Merapi doyan meletus. Dan Tambora.. aduh, seolah menjadi koloni France itu kurang serem. Letusan yang terjadi di tahun 1815 ini-lah penyebab utama terjadinya 'Year Without a Summer', dari namanya aja udah serem. Nggak ada makanan, brur, semuanya gagal panen. Dan secara teori, dulu banget 70.000 tahun lalu, Gunung Toba pernah meletus sampe.. evolusi manusia tersendat. Jadi 3.000 sampe 10.000 orang doang idup. Hiks, dosa apa gue ampe banyak gunung berapi garang. Apa karena gue terlalu kece?

Oke, ganti topik.

Gue yang notabene paling keren sejagad itu lagi banyak pikiran sekarang. Bencana, transjakarta, pemilu, korupsi, rakyat, pernikahan dini, dan pake kaos kutang atau kaos spombob hari ini. Kalau begini nih, gue jadi stres. Kalau gue stres maka gue akan dibawa ke Grogol. Kalau gue ke Grogol.. Siapa yang ngurus Komo?

Oke, lanjut. Gue sadar meskipun lo kayaknya tau dikit tentang gue. Bukan, bukan tentang hubungan, sejarah, de-el-el de-es-be yang lain, tapi tentang keseharian gue. Gue pikir lo berhak tau. Manusia memiliki hak untuk mengembangkan diri, termasuk memperoleh informasi, sesuai dengan UU no. 39 tahun 1999 tentang HAM. Sekian. (Dan nggak, UU itu beneran ada dan salah satu isinya memang itu. UU itu gak gue ada-adain.)

Keseharian gue sebagai seorang nation yang kece, baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong biasanya penuh oleh kemacetan, kelelahan, umpatan kasar, menunda-nunda pekerjaan, diomelin boss, makan gado-gado, dan diakhiri oleh insomnia sampai pukul 2 pagi. Gimana gue gak kecapekan coba. Dan dari sini lah biasanya ketololan muncul.

Gue bangunnya pagiiiii banget, jam setengah limaan berkat Jago si ayam jantan yang sering gue aduin itu. Setelah ngumpulin nyawa selama kira-kira berapa menit, gue bakal pergi ke sawah sambil bawa pacul dan mulai membajak sawah. Negara agraris gitu. Tapi sayangnya gue boong.

Gue bangun, ngisi aer buat mandi, mandi, sarapan bubur ayam (untungnya tukangnya lagi gak naik haji maupun udah koid), dan berangkat dengan sukacita dukacita menuju kantor gue (aka kantor boss. Tapi sebodo)-meskipun sempet ngadat 2 jam gara-gara macet- untuk bertarung sama paperwork. Ah, paperwork. Gue benci banget sama lo.

Kadang-kadang kalau gue lagi lucky, macetnya cuma 1 jam atau paperworknya cuma 400 lembar aja. Kadang-kadang tukang buburnya ngasih ayam lebih banyak 5 suwir. Kadang-kadang anak punk di perempatan rambutnya cuma mohawk merah-item aja, gak ada warna ijo neon maupun pink ngejreng.

Tapi ada pula kala dimana macetnya 3 jam, paperwork 666 lembar, suwiran ayam cuma 4 suwir, dan para anak punk berambut mohawk mejikuhibiniu.

Contohnya hari ini.

Aduh nasib.

Setelah gue bangun jam setengah empat dan duduk-duduk bego selama beberapa menit untuk ngumpulin nyawa yang tercerai berai abis tidur, gue ngisi air. Setelah duduk tolol sambil nungguin aer, gue pun mandi dan karaoke bentar, nyanyiin lagu favorit gue yang ada prepet-prepetnya gitu. Setelah goyang poco-poco bentar, gue keluar dengan ganteng dan bersih, siap-siap pake baju.

Baju gue biasa aja, selain baju dalem (gue menolak untuk mendeskripsikannya), gue pake kemeja putih, dasi merah, celana panjang item, sama jas item. Nggak lupa gue pake kopiah, biar kerenan dikit. Setelah sarapan bubur ayam dan teh anget sambil nonton tipi, gue keluar ke teras dan.. mulai ngopi sambil baca koran. Gue butuh kafein sebelum memulai hari gue yang pastinya melelahkan.

Setelah ngasih makan para peliharaan gue, dari Jago sampe Komo, gue pun berangkat menuju medan perang- halte. Dan tentu saja, gue gak perlu sampe halte untuk naik kendaraan umum, karena kendaraan-kendaraan tersebut ngetem dengan indahnya di setiap sudur jalan ibukota. Alasan macet nomor satu, the 'Ngetemers'.

Dua jam gue berdiri kayak monyet dengan rongga kosong sebagai otak. Ya, gue berdiri. Di rush hour, banyak orang-orang yang lebih membutuhkan tempat duduk daripada gue, kayak perempuan, anak kecil, lansia, ibu hamil, ataupun orang yang gak lahir seberuntung kita, jadi gue mengalah dengan sepenuh hati. Tapi inget, kalau kosong, jangan berdiro gelantungan. Disangka monyet kan repot.

Ketika sampe, gue bakal bergegas memasuki kantor boss dan keleletan gue pun dihadiahi dengan setumpuk paperwork. Nasib. Gue pun memasuki kantor pribadi gue dan mulai bekerja. Kadang-kadang laporan yang gue terima cukup aneh. Gue masih ngerti sama laporan keadaan korban bencana atau keadaan busway baru yang parah, tapi kalau isinya tentang seorang cowok memper**** ayam peliharaan mantan ceweknya atau laporan gegana membasmi bungkusan martabak di Istiqlal kayak dulu ya gue jelas facepalm setulus-tulusnya.

Bahkan, dendam terhadap paperwork gak bisa gue padamkan ketika istirahat makan siang. Masih dendam gue. Kenyataan bahwa gue masih harus ngerjain bertumpuk-tumpuk kertas lagi cuma bikin gue tambah kesel. Bahkan seporsi nasi padang dan teh botol sosr* gak bisa bikin gue rileks.

Ketika gua akhirnya bisa juga pulang, udah jam 6. Rush hour. 2 jam karatan di dalam angkutan umum. Gempor bok. Sesampainya di deket rumah, biasanya gue beli sate ayam. Biar mantap. Apalagi kalau dujan-ujan dan ditemani seangkir wedang jahe. Buidih. Rileks gue. Sampai akhirnya gue sadar bahwa besoknya rutinitas ini bakal terjadi lagi, dan itu ngebuat gue ilfeel lagi.

Kalau begitu sih gue cuma bisa maen komputer sebagai sarana pelampiasan. Ya mau gimana lagi? Maen bola atau maen layangan udah malem, ngajak Komo jalan-jalan udah malem, kelonin pacar kepagian (dan lagi, gue gak punya). Bingung. Daripada bingung mending gue maen internet aja kan?

Biasanya sih gue cuma buka facebook, liatin gambar-gambar cabe (ya kali, amit-amit jabang bayi), buka 1cak sama 9gag, sama baca-baca situs berita bentar. Kita kan perlu update info.. meskipun gue udah baca berita-berita tersebut di laporan gue sebelumnya. Dan jujur.. kadang-kadang gue suka nyasar dari artikel innocent 'cara menanam jambu biji' di blog perkebunan ke.. uh.. video orang joget sesuatu yang mirip persilangan goyang itik+SKJ Minggu pagi dengan celdam putih gambar bebek kuning di blog puisi emo. Ya, internet emang se-freak itu. Lo setidaknya pernah diomongin satu kali di internet. Ini udah jadi rahasia umum.

Biasanya gue maen sampe jam 11-an atau mentok-mentok 12-an. Setelah buang air, mencuci kaki dan tidak lupa menggosok gigi, gue pun siap tidur. Tapi masalahnya gue belom bisa tidur ampe jam 2. Gue sibuk dengan pikiran gue, memikirkan arti hidup ini dan alam semesta secara keseluruhan, bersumpah untuk merombak diri gue dari nol dan menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggungjawab, sebelum akhirnya gue lupakan dengan cara ngiler dan membuat Pulau Kalimantan di kasur. Tolong catat gue biasanya tidur jam dua dan bangun jam setengah empat. Lo ngerti kan kenapa gue sering marah-marah? Gue kecapekan. Gue capek terus menerus dikasih harapan palsu oleh dia #eh.

Yah, kira-kira gitu deh keseharian gue.

Buat yang berharap keseharian gue itu membasmi monster, kalian salah besar. Di dunia nyata, hidup gak sedramatis itu. Hidup itu penuh dengan kemacetan dan gado-gado.

Akhir kata, gue ngantuk.

XXX

Ngepet, dua bulan fic ini saya telantarin. DUA BULAN COI. Tapi jangan salahkan saya, salahkan guru sejarah saya dari neraka lapis tujuh itu. Btw, saya akan mencoba sebisa mungkin untuk apdet lebih sering, so cheers! Lagian UTS udah selesai kan? Saya baru mulai dua minggu lagi, tapi seminggu lagi libur! Yesh! Buat yang kelas 6, 9, dan 12 semoga berhasil UN-nya ya, meski masih lama tapi do your best!

Btw, berita itu saya dapet dari buku Raditya Dika, saya pake itu karena itu berita terandom yang pernah saya baca. Buat para pencari question (lo kata para pencari tuhan #plak), silakan mencari yang di-italic dibawah, and enjoy.

mixim-san: Terima kasih reviewnya, mbak owo. Saya terhura #eh. Amin.. Huhu, iya kan? Rumah saya juga kena serpihannya, untung gak kebakar gentengnya. Berabe nanti. Sabar. Saya aja cuma makan, maen komps, sama ke rumah mbah yang cuma beda 1 RT, buat ngambil 'pajak' tahun baru~

Rhiani-san: Hoho, meskipun lama yang penting ada! Memang~ ufufufu! Entah, itu adalah rahasia negara apakah abang Indo pernah menyentuh benda terlarang berupa pantat France nii-san itu. O.o Kemungkinan Indo pingsan walau cuma mikirin gituin France. Terima kasih, atas persetujuan dan reviewnya! Iya, semoga..

kurohippopotamus-san: Terima kasih reviewnya dan ucapan selamat itu. Saya bahkan lebih telat ._.v Hoho, biarkan saja jones macam dia. Ah, saya sadar sih, tapi percuma, orang-orang gitu mah mau dikritik juga masih tetep dilakuin. Biarin aja dulu kena akibatnya.. sekali lagi *senyum jahat* thanks gan!

Prince from darkness-san: Terima kasih! Gak apa-apa telat, yang penting dilakuin.. itu prinsip saya dalam mengerjakan tugas. Boleh sekali! Tapi harus sabar, dan jujur, saya suka request anda. Saya udah ngeliat cukup banyak cabe dalam perjalanan pulang saya. Huks. Amin! Terima kasih yaaa!

Abang selama masa penjajahan gak pernah gitu di rape gitu sama salah satu nations?

(Jin botol bang Indo memasuki lapangan upacara #eh) Menurut lo? Nggak, jelas nggak. Buat apa coba? Penjajahan itu gak identik sama rape, oke, gue mungkin disuruh tanam paksa atau bikin jalan dari ujung ke ujung, tapi gue gak di rape. Negara lain juga gak. Rape itu bukan sesuatu yang sweet atau bisa dijadiin plot device atau sumber trauma yang gak ditangani secara benar. Rape itu menyedihkan, merendahkan, menyakitkan, dan memalukan. Orang yang jadi korban rape susah untuk bangkit, dan gue salut ama yang bisa bangkit. Cowok yang ngerape cewek itu banci, rendah banget, seperti kata France (ya, France yang mesum itu. Kalau yang paling mesum aja anti-rape, gimana yang gak mesum coba?) "cinta gak boleh dipaksakan ke orang lain."

BTT Indonesia-san: Woohoo! Halo! (belasungkawa terdalam untuk Tempe-san #eh) Terima kasih seperti biasanya atas review hebohnya! Hoho, sabar Luciano-san. Semoga harapan Garuda-san dan Tempe-san bisa terkabul, amin! Terima kasih lagi!

Demon D. Dino-san: Emang, para jomblo pun juga ganas dan overpede.. serta ngenes. Iya, pernah! Good luck dalam memilih, kalau saya sih masih lama buanget! Terima kasih atas reviewnya!

Azukano Brothers-san: Terima kasih ats pertanyaannya~ Jin botol lah yang akan menjawabnya..

1. Kalau kamu homo, pilih uke atau seme? Kalau uke, siapa yang pantes uke-in lo?
2. Musuh besar kamu siapa?
3. Apa kamu suka sama Neth versi cewek? #jeplak

1. Gue gak homo, gue straight. Kalau gue homo, seandainya, seandainya, seandainyaaaaa- gue milih jadi seme. Gue kan secara badass gini, ayo, siapa coba yang bisa makan beling tanpa semaput? Gue seme, titik.
2. Malaysia. Malaysia. MALAYSIA.
3. Gue gak pernah ketemu Neth versi cewek. Bayanginnya aja udah serem.. hii.. tapi kalau cewek-cewek Belanda dulu.. hmm.. mulus gan! Tapi mengingat perlakuan dia ke gue, meskipun Neth versi cewek cantik banget, gue mungkin tetep benci dia. Penampilan bukan segalanya. Tapi mungkin gue nosebleed dikit sih. Cewek belanda... mulus-mulus gan!

himeure-san: Salam kenal, dan terima kasih atas pujian dan review ini :3 … saya terpaksa harus menghirup nafas dalam-dalam saat membaca 'itu' dan menahan diri buat gak ngesulk lagi. Gak apa-apa, tapi kalo ficnya masih berlanjut saya gak pernah bales pake PM, kecuali reader yang budiman emang pengen review lewat PM~ Teehee, thanks! Dia kan nyeleneh, gak kayak OC lain yang baik, ramah, dan sweet. … sekali lagi, saya terpaksa untuk menarik nafas dalam dan menahan diri untuk gak melihat history chat saya.. TAT Terima kasih, kawan se-fujonesku! Uwoooh!

HannyMikadoIvan-san: Gak apa-apa kok, yang penting review ini~ terima kasih atas pertanyaan dan reviewnya! Silahkan kuatkan diri melawan si jin botol..

Ivan:
1. Gimana caranya ngurusin adek yg jiwa nasionalisnya over dosis? Saking overnya, si Hanny (adek saya yg paling kecil), pernah nendang perut temennya gara2 temenya bilang Indonesia itu payah.
2. Gimana caranya ngebuat Belarus berpaling ke saya?
Mikado:
1. Bang Indo, gimana caranya biar bisa kabur dari fans? Atau, fans saya, saya kasih ke abang ya?
Hanny:
1. Bang indo nikahin fem!Japan ya? Saya gak tega ngeliat dia di PHP in sama iggy si alis tebal, dan di paksa keluar sama si Belanda.
2. Gimana caranya buat abang Indo bangga sama saya?

Ivan:
1. Itu gak apa-apa, malah sangat sehat. Mencintai gue itu sesuatu yang sangat sehat dan bermanfaat. Nendang perut temen itu emang cukup wow, kata gue sih, temen gak tau terima kasih kayak gitu kibairn aja di tiang bendera. Atau paling nggak kelitikin sampe mampus.
2. Jadilah Russia.
Mikado:
1. Pura-pura jadi orgil cengengesan sambil bawa pot tanaman bonsai. Ya, kasih aja ke gue. Lebih aman!
Hanny:
1. Hah?! Masa langsung disuruh nikah?! Gue kan perlu pengenalan dulu, perlu tau dulu orangnya gimana sebelum pergi ke tingkat yang lebih lanjut! Mengenai masalah antara England dan the Netherlands, sudahlah move on saja. Bilang sama fem!Japan banyak cowok lain di dunia. Gue available, tapi gue butuh waktu.
2. Cintai aja gue terus.

Memenesia-san: (Bang Indo: sama :* #modeom-om) Terima kasih atas review dan juga pertanyaannya. Buat saya sih, nama saya ditulisnya emang begitu. Meijin kan artinya orang brilian, karena saya waktu itu lagi mode sombong, saya pilih itu. Kalau Bijin, wekekekek, nanti saya digamparin lagi! Boleh koks!

Eh bang, mau nanya deh. Sebagai jomblo, apa pendapat abang tentang Taman Jomblo yang ada di Bandung? Terus, sekarang kan lagi musim banjir, nih. Abang udah buka lapangan usaha apa aja nih selain penyewaan pelampung?

Sebagai jomblo profesional, gue mendukung 100% adanya taman jomblo ini. Selain bagus buat lingkungan (lebih banyak pohon dan tempat resapan air), taman juga menghadirkan alternatif kegiatan bermanfaat buat para jomblos, gak cuma nangis minta ujan doang. Dan lagi, gak ada yang pacaran! HAHAHAHAHA! Usaha gue? Hm, belom ada job resmi selain itu, tapi gue maunya jadi pengusaha perahu atau taksi perahu gitu, eh malah dapetnya tukang serok air di lapangan.. nasib.

Yak, itu dia! Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa di kesempatan selanjutnya!