To Forever
By kae sung young
.
.
Chanyeol terdiam lagi, dan kali ini ia benar-benar memutuskan untuk diam, tak ada pertanyaan lagi dan tetap fokus menyetir, pikirnya.
Baekhyun pun hanya diam saja sambil melihat-lihat keadaan luar dari dalam mobil dengan kaca mobil yang tertutup serta air hujan berjatuhan mengalir di kaca luar yang terlihat dari dalam.
Menghela nafasnya kecil, memejamkan matanya lelah. Rasanya ia ingin kembali ketempat dimana ia dan pemuda itu bertemu. Entah kenapa byun menjadi terpikir selalu oleh namja yang bernama jongin itu.
Mendecak pelan, menutup wajahnya dengan kedua tangannya kemudian melipatkan kedua tangan didepan dadanya. Tampak rasa cemas diwajahnya karna hujan tak ingin berhenti sedari tadi.
Chanyeol sedari tadi memang tidak menoleh pada baekhyun, tapi chanyeol mengetahui apa yang baekhyun lakukan walau tak menoleh pada baekhyun tapi setidaknya dia melirik pada byun.
Heran dengan tingkah sang byun yang tak biasanya seperti ini. membuatnya menyengritkan alisnya bingung. Terpikir untuk bertanya pada baekhyun namun pikirannya untuk bertanya dilupakannya karna mereka sudah hampir sampai rumah baekhyun.
.
.
Mereka sampai disebuah halaman rumah, yang lebih tepatnya itu adalah halaman rumah baekhyun.
Terlihat rumah baekhyun yang berukuran tak terlalu besar dan bercat putih itu sangat terawat, meskipun hanya rumah sederhana tapi itu lebih baik ketimbang mempunyai rumah besar yang tak pernah terawat.
''kau ingin mampir yeol?'' tanya baekhyun pada chanyeol. Chanyeol terdiam sejenak seperti orang yang sedang berpikir, menatap baekhyun dan tersenyum.
''kurasa lain kali'' baekhyun mengerti, mana mungkin dikeadaan hujan seperti ini chanyeol tak ingin segera pulang kerumahnya.
''baiklah aku mengerti, kau hati-hati dan terimakasih kau sudah mengantarkanku'' ucap baekhyun.
Chanyeol tak menjawab, melainkan hanya mengajukan sebuah anggukan yang berarti ia sambil tersenyum pada baekhyun. Baekhyun membalas senyuman itu dengan singkat, kemudian ia segera melepaskan sabuk pengaman yang dikenakannya dan segera membuka pintu mobil tersebut untuk keluar.
Baekhyun menuju pintu rumahnya dengan berlari, dan dia berhenti ketika sudah berada didepan pintu rumahnya. Baekhyun berhenti bermaksud untuk melihat chanyeol melaju pergi dengan mobilnya, baekhyun rasa itu akan terlihat lebih sopan dibanding jika dia hanya diam dan langsung masuk kedalam rumah tanpa melirik chanyeol sedikitpun, pikirnya.
Chanyeol menutup kaca jendelanya tak lupa juga sebuah senyuman untuk baekhyun terpancar sebelum ia melajukan mobilnya untuk pergi.
Baekhyun menatap kepergian mobil chanyeol yang kini telah menghilang dari pandangannya. Ia segera masuk karna kini ia merasa mulai tak nyaman dengan bajunya yang basah, ditambah lagi sang eomma didalam yang pasti sudah khawatir padanya
.
.
''baekhyun'' panggil sang eomma.
''ne eomma'' balasnya. Eomma baekhyun menggeleng pelan melihat baekhyun yang basah kehujanan seperti itu ''apa kau tak bawa payung?'' tanya sang eomma. Baekhyun tak menjawab, ia hanya menggeleng pada eommanya.
Eomma baekhyun segera menyuruh baekhyun untuk memasuki kamarnya, dan berganti pakaian sementara eommanya memasakan air panas untuk baekhyun mandi nanti. Baekhyun menuruti apa yang diucapkan eommanya, ia tidak ingin melihat eommanya khawatir karna takut baekhyun akan sakit karna kehujanan.
Memasuki kamar dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya tanpa mengganti pakaiannya yang basah, meletakkan tas disembarang tempat, menaruh jaket jongin disampingnya, menatap jaket itu sesaat dan kembali memandang ke langit-langit kamarnya, memejamkan mata lelahnya untuk tidur sebentar sembari menunggu eommanya memanggil untuk segera mandi.
.
.
.
.
Terlihat sebuah rumah yang cukup besar, bisa dibilang agak mewah dengan gerbang tinggi didepan rumah tersebut, tak lupa juga ada seorang penjaga pintu gerbang tersebut lebih tepatnya petugas keamanan rumah tersebut.
Penjaga tersebut membukakan pintu gerbang tersebut karna mengetahui chanyeol anak dari sang pemilik rumah telah pulang. ya, rumah mewah itu adalah rumah chanyeol. Terlihat sangat berbeda jika dibandingkan dengan rumah baekhyun yang sederhana. Namun bagaimanapun perbedaan antara ia dan baekhyun, ia tak peduli. Ia berteman dengan siapa saja, ia bahkan lebih menyukai berteman dengan orang yang sederhana seperti baekhyun dibandingkan dengan orang-orang yang mempunyai derajat yang sama dengan derajatnya.
Turun dari mobilnya, memasuki rumah mewahnya tersebut. Beruntung seragamnya tak basah sehingga ia tak perlu segera mengganti dengan pakaian yang lain.
Begitu sepi rumah besarnya yang ada hanya beberapa pelayan yang mondar-mandir sedari tadi. Segera ia memasuki kamarnya, menghempaskan tubuhnya pada tempat tidurnya. Memejamkan matanya dengan kedua tangannya yang kini terlipat dibelakang kepalanya. Ia tak tidur melainkan orang yang sedang berpikir. Chanyeol sedang memikirkan baekhyun 'apa yang terjadi pada baekhyun? Terlihat baekhyun sedang memikirkan sesuatu yang membuat dirinya cemas sendiri' batinnya.
Pikiran tak kemana-mana melainkan hanya pada sosok namja byun baekhyun tersebut.
Sebenarnya, chanyeol menyukai baekhyun sejak lama. Tapi, baekhyun tak pernah tahu bahwa chanyeol menyukainya lebih dari seorang teman dan bahkan bisa dibilang baekhyun tidak pernah peka terhadap chanyeol.
Berkali-kali chanyeol melakukan cara untuk membuat baekhyun mengetahui sendiri tentang perasaannya pada baekhyun tapi tetap saja hasilnya nihil. Chanyeol belum berani untuk mengatakan perasaanya pada baekhyun, bukan karna takut ditolak melainkan jika chanyeol telah menyatakan itu pada baekhyun, ia takut bahwa baekhyun akan menjauhinya.
Baginya berdekatan dengan baekhyun seperti ini walau hanya sekedar teman dekat, tapi chanyeol rasa ini lebih baik dari pada harus menyatakan perasaannya yang siapa tahu nantinya akan membuat baekhyun malah menjauh darinya.
Ponsel chanyeol berdering sesaat, ada pesan masuk untuknya. Merogoh saku celananya, dan membuka pesan tersebut.
''annyeong chanyeol, apa kau kehujanan? Kuharap tidak. Jika iya, kau harus segera menghangatkan tubuhmu agar kau tidak kedinginan ne^^'' itulah isi pesan singkat tersebut untuk chanyeol.
Terlihat jelas isi pesan itu sangat peduli pada sosok chanyeol. Namun chanyeol malah memutar kedua bola matanya malas, dan menggerutu singkat.
''kenapa 'dia' senang sekali menggangguku'' gerutunya sendiri. Pesan singkat yang berisikan tentang kepedulian orang tersebut pada chanyeol tapi malah dianggap mengganggu.
Menaruh kembali ponselnya pada saku celananya, chanyeol tak berniat untuk membalas pesan tersebut, yang ia inginkan saat ini hanya tidur. Sembari meringankan pikirannya pada baekhyun. Chanyeol pun tertidur.
.
.
.
Baekhyun telah mandi, membersihkan dirinya dari air hujan yang membasahi tubuhnya tadi. hujan telah berhenti sedari tadi. baekhyun kini tak tahu apa yang harus ia lakukan tak ada hal yang ingin ia lakukan, rasanya ia ingin keluar jalan-jalan sebentar karna ia merasa bosan dirumah.
Membuka pintu, serta tak lupa membawa payung karna takut nanti hujan lagi. Pergi keluar, sendirian melewati jalan-jalan yang sedikit tergenang air karna hujan yang cukup deras tadi mungkin akan membuatnya lebih tak merasa terlalu bosan ya walau ia jalan tak tentu arah.
Sangat jarang ia keluar rumah dan berjalan menelusuri daerah didekat rumahnya sendiri, sehingga ia tak mengenal para tetangganya. Karna para tetangganya juga jarang keluar rumah, itu adalah salah satu faktor mereka tak mengenal satu sama lain.
Baekhyun berhenti sejenak, menoleh pada rumah yang sederhana juga seperti miliknya namun dengan cat berwarna biru tua. Baekhyun tak tahu mengapa ia tiba-tiba terhenti disitu dan memandangi rumah tersebut.
Mungkin baekhyun hanya kagum dengan halamannya yang cukup bagus karna banyak berbagai tanaman indah dan terawat dihalaman tersebut, pikirnya. Baekhyun melanjutkan langkahan kakinya, baru beberapa langkah ia melewati rumah tersebut terdengar suara barang seperti kaca pecah dan beberapa bentakan keras dari seseorang.
Baekhyun menghentikan langkahnya karna mendengar hal tersebut. Membuatnya memundurkan langkahnya kembali, tiba-tiba saja pintu rumah itu terbuka. Dilihatnnya seorang laki-laki yang mungkin sudah berumur 40tahunan membentak-bentak seorang namja muda tinggi, berkulit putih yang dipikir baekhyun mungkin anaknya.
Laki-laki berumur tersebut, membentak sembari mendorong agar anak itu keluar dari rumah. Namja itu tak berbuat apa-apa selain hanya diam menerima perlakuan laki-laki berumur itu dengan pasrah.
Laki-laki berumur tersebut kembali mendorong namja itu namun kali ini lebih kasar sehingga membuat namja tersebut jatuh ketanah. Laki-laki berumur itu langsung menutup pintunya keras, meninggalkan namja yang terjatuh akibat dorongannya tadi.
Melihat itu, membuat baekhyun tak tega. Baekhyun menghampiri namja yang sedang mencoba berdiri tersebut, berniat untuk menolongnya.
''kau tak apa?'' tanya baekhyun pada namja itu sembari membantunya berdiri.
''...'' dia hanya diam sambil melihat baekhyun. Baekhyun melihat samar jelas diwajah namja tersebut sangat menyedihkan,hati baekhyun sangat iba meihat itu.
Namja itu langsung berdiri tegap, membersihkan bagian celana yang kotor karna terjatuh. Mengusap bekas-bekas air matanya kasar.
''aku bukan orang jahat, aku hanya ingin membantu'' ucap baekhyun. Namja itu masih belum menjawab.
''apa kau mau tinggal dirumahku sementara? Aku tinggal tak jauh dari sini, dan aku tinggal bersama eomma ku''jelas baekhyun.
Namja itu menunduk sebentar sebelum akhirnya mengucapkan sesuatu. Membuat baekhyun benar-benar memperhatikannya saat ini 'akhirnya ia mau menjawab' batin baekhyun.
''aku tidak mau'' jawab namja itu sigap.
''kenapa?'' tanya baekhyun. Menatap baekhyun sebentar dan kembali berucap ''aku takut dimarahi appa'' jawab namja itu sambil berlari menuju pintu rumahnya dan masuk kedalam rumah. Agak aneh sebenarnya, baekhyun kira ia telah diusir oleh appanya tapi ternyata pintu rumah tak terkunci sehingga namja itu dapat masuk kembali kedalam rumah.
Baekhyun mengingat namja itu berucap 'aku takut dimarahi appa' dengan nada yang sedikit sesak mungkin karna ia habis menangis, tapi bagi baekhyun nada itu adalah nada sesak karna ketakutan, dan kesedihan.
.
.
.
.
TBC
.
.
Hai hai, ohyaaa mau ralat nih itu pas chapter 1 kan diatas-atasnya ada tanggal kan tuh? Yakan kannn? Itu salah ketik sorry hehe, harusnya 13.10.27 bukan 14.10.27 okeiii?
Maaf kalo typo, salah keyboardnya ini xD
Please leave your review on this fic..
I need review from the readers which already read this. Thanks
Terimakasih yang telah membaca ini, dan terimakasih yang telah mereview ini. deep bow^^
