TO FOREVER BY KAESUNGYOUNG
CHAPTER 3
.
.
.
.
Hari ini jam pembelajaran tak terlalu banyak dikelas Baekhyun dan Chanyeol, Baekhyun berencana untuk seperti biasa, ketika jam selesai ia akan kembali ke danau itu.
Entahlah ia ingin mengajak Chanyeol untuk ikut atau tidak, tapi selagi Chanyeol tak menganggu ketenangannya tak salah jika ia memutuskan untuk mengajak Chanyeol toh lagi pula Chanyeol telah berteman lama dengannya dan begitu akrab, seperti diketahui mereka telah berteman sejak kecil.
Begitu membosankan ketika jam pelajaran kosong, guru tak ada satupun yang masuk. Membuat mengantuk ingin tidur, tapi ia mengurungkan niatannya untuk tidur.
Menoleh Chanyeol, didapati Chanyeol yang sedang berkicau seperti burung beo. Begitulah yang dilakukan Chanyeol ketika tak ada guru, membuat suasana menjadi ramai tapi kali ini Baekhyun tak menghiraukan kicauan Chanyeol yang ia ketahui Chanyeol sedang menggodanya sedari tadi. namun Baekhyun seolah-olah tuli beserta buta tak menghiraukan Chanyeol, ia benar-benar bosan
Menatap keluar jendela, muncul dipikirannya untuk keluar sekedar menyegarkan dirinya yang bosan. tak berpikir lama lagi, Baekhyun langsung berdiri dan segera pergi keluar kelas. Meninggalkan teman-temannya yang berisik yang hanya membuatnya tambah bosan.
Berjalan disepanjang koridor, masih terlihat diwajahnya menunjukkan kebosanan. Melirik kiri kanan berharap menemukan seseorang entah terserah siapa itu, yang jelas ia ingin rasa bosannya hilang, namun hasilnya nihil. Tak ada satupun orang yang ia lihat, nasib mungkin.
Mata Baekhyun tertunjuk pada objek yang menurutnya bagus untuk menenangkan pikirannya. Baekhyun melangkah menuju pada objek yang dilihatnya tadi, Yang ternyata hanya sebuah pohon tapi begitu nyaman ketika dilihat.
Memandangi pohon tersebut, mendongakan kepalanya melihat-lihat keadaan pohon yang baik-baik saja, tidak ada burung satupun, yakk bagus. Karna tak lucu jika ada burung yang nanti takutnya jika burung tersebut mengeluarkan uneg-unegnya (kotoran) dan terjatuh tepat dikepala Baekhyun ohh itu sungguh tidak elit, pikir Baekhyun.
Setelah merasa aman, Baekhyun segera duduk menyandar pada pohon, memutar sebuah lagu yang seakan-akan bisa membantunya sedikit tenang. Menikmati lagu tersebut, memejamkan matanya pelan nan damai~ merasakan kebosanan ini menjadi sebuah kenikmatan sesaat.
Mata Baekhyun terbuka perlahan, menghela napasnya pendek. Melihat-lihat ke kanan dan kiri, tak sengaja melihat seseorang dari kejauhan sedang duduk disebuah bangku panjang. Tak tahu itu siapa hanya terlihat dari belakang, Baekhyun melihat orang itu mengayun-ayunkan kakinya. Penasaran, Baekhyun berniat untuk menghampirinya. Baru beberapa langkah, langkahnya terhenti ketika ada seseorang menahan lengannya. Baekhyun menoleh, dan ternyata Chanyeol yang menahannya.
Baekhyun memutar bola matanya malas, ia merasa namja ini telah sedikit menganggunya.
''apa yang kau lakukan?'' tanya Chanyeol
''itu tadi—'' ucap Baekhyun sambil menunjuk kearah bangku yang hampir saja ia hampiri karna melihat ada seseorang yang sedang terduduk disana.
''apa?''
Baekhyun membelakakan matanya, bukankah tadi ia melihat seseorang dibangku itu? Ilusikah? Nyata? Atau makhluk gaib?
''sudahlah Baekhyun, ayo segera kembali ke kelas. Apa kau tidak mendengar bel yang begitu keras itu?''
Baekhyun menggelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan pikirannya barusan. Tersadar akan ucapan Chanyeol yang ia jawab hanya sebuah anggukan. Chanyeol menuntun tangan Baekhyun yang tak Chanyeol sadari bahwa Baekhyun yang sedang dituntunnya sedang memasang tampang orang bodoh.
.
.
.
.
.
Chanyeol merogoh ponselnya didalam celananya karna ponselnya bergetar ada sebuah pesan. Memutar kedua bola matanya malas ketika ia mengetahui bahwa ia mendapat pesan yang tak penting seperti biasanya.
'annyeong, bagaimana kabarmu? Aku tahu kau baik-baik saja kan? Kau tahu? Aku merindukanmu kkk~ meski aku melihatmu tapi hanya dengan melihatmu dari kejauhan, tapi kurasa itu cukup untukku''
Begitulah isi pesan yang begitu manis dan menampakan sikap betapa pedulinya ia pada Chanyeol. Mendecak pelan, seperti biasa Chanyeol tak ingin membalas pesannya itu. Ia memasukan ponselnya dan kembali fokus pada pelajaran yang kini telah berlangsung.
.
.
.
.
.
Masih penasaran dengan siapa orang yang tadi ia lihat saat dihalaman belakang sekolahnya. Baekhyun berniat untuk kembali, tapi ia mengurungkan niatnya untuk kembali kesana. Danau! Pikir Baekhyun, ia lupa kalau ia tadi berniat untuk ke danau sepulang sekolah.
Baekhyun berjalan pulang, ah tidak, lebih tepatnya menuju danau. Ia sendiri, sempat megajak Chanyeol tapi Chanyeol tak bisa menemaninya kali ini karna Chanyeol ada latihan basket dengan teamnya.
Berjalan tak cukup jauh yang memang nyatanya letak danau tersebut tak jauh dari keberadaan sekolahnya. Tak lama ia sampai didanau itu, senyuman terpancar dari wajah cantiknya itu. Byun merasakan ketenangan lagi, duduk bersantai dibangku panjang yang biasa ia duduki. Tak selang waktu beberapa lama ia merasakan ada yang menepuk bahunya lembut. Baekhyun terkejut, siapa yang berada dibelakangnya? Chanyeol? Tidak, dia sedang latihan. Lalu.. siapa yang menepuknya?
Baekhyun membalikkan tubuhnya perlahan memastikan siapa yang sedang dibelakangnya, berharap itu bukan orang jahat ataupun makhluk gaib.
Baekhyun berbalik dan...
Menghela napasnya lega setelah ia mengetahui siapa yang menepuknya..
Dia..
Ternyata dia..
''sedang apa kau?'' tanyanya.
''apa kau tak tahu Jongin, kau hampir saja membuat jantungku copot'' keluh Baekhyun. Jongin hanya terkekeh mendengar keluhan Baekhyun. Jongin tak berniat untuk menanggapi keluhan Baekhyun ia malah kembali bertanya pada Baekhyun apa yang sedang Baekhyun lakukan disini, Jongin bertanya sambil mengambil posisi ikut duduk disamping Baekhyun.
''aku suka disini, tenang rasanya disini'' jawab Baekhyun sambil memejamkan matanya. Jongin mengerti ucapan Baekhyun.
Beberapa saat Baekhyun membuka matanya kembali dan menoleh pada Jongin yang terlihat memejamkan matanya juga. Baekhyun membuat senyuman dibibirnya, merasa nyaman bersama Jongin.
''kau sendiri kenapa kesini? Apa kau sering kesini'' tanya Baekhyun membuka percakapan.
Jongin tersenyum dan mengangguk sebelum menjawab pertanyaan Baekhyun.
''sama sepertimu, disini tenang Baekhyun. Dan aku sangat sering kesini''
Iyakah? Sering kesini? Tapi kenapa Baekhyun baru bertemu dengannya sekarang?
Keheningan terjadi, cukup lama tak ada pembicaraan. Sibuk dengan pikiran masing-masing, menikmati ketenangan yang sedang dirasakan. Baekhyun hendak ingin bertanya namun tidak jadi ia bertanya karna terburu Jongin yang disampingnya berdiri.
Baekhyun mendongakkan kepalanya, ia tahu kalau saat ini Jongin akan pergi.
''kau mau kemana?'' tanya Baekhyun
''aku harus pergi ke tempat kerjaku Baekhyun'' jawab Jongin tetap memandang lurus depannya.
Baekhyun mengangguk mengerti.
''baiklah, sampai jumpa lagi'' ucap Jongin dengan tersenyum.
Baekhyun hanya membalas dengan senyuman. Jongin melangkah pergi, Baekhyun menatap punggung kepergian Jongin yang meninggalkannya yang kini telah menghilang dari pandangannya.
Melihat jam tangan yang terpasang ditangannya, tak terasa sudah setengah jam ia berada didanau itu. Baekhyun memutuskan untuk kembali kerumah, memang tak biasanya pulang secepat ini, biasanya ia akan pulang setelah 2 jam ia berada disitu, bahkan pernah ketika ia benar-benar ingin ketenangan dan sendirian ia menghabiskan waktunya dari pulang sekolah hingga matahari tenggelam.
.
.
.
.
.
.
.
Terlihat sebuah ruangan tempat untuk latihan Basket, lebih tepatnya lapangan basket yang ternyata kini sudah sepi mungkin karna latihan mereka sudah selesai dan kini hanya menampakkan dua namja yang lebih tinggi dari Chanyeol.
''Chanyeol'' panggil namja yang diketahui bernama Kris.
Chanyeol mendengarnya dan menoleh pada Kris.
''ada yang mencarimu'' ucapnya.
''siapa? Dia?'' tanyanya
Kris hanya mengangguk saja. Chanyeol memutar bola matanya malas, terlihat tidak suka dengan apa yang barusan Kris katakan padanya. Chanyeol meraih tasnya dan berjalan keluar dari tempat latihan tersebut, meninggalkan Kris sendirian ditempat itu.
''Chanyeol, temui dia dihalaman belakang sekolah seperti biasa. Kasihan dia sudah menunggumu sedari tadi'' teriak Kris pada Chanyeol.
Chanyeol tetap berjalan tak berhenti atau menoleh sekalipun, tapi ia mendengar apa yang diucapkan oleh temannya itu.
Chanyeol berjalan melewati koridor sekolah yang menuju ke halaman belakang sekolahnya. Terbiasa baginya harus seperti ini ketika pulang setelah latihan basket. Ia menemui seseorang yang selalu menganggunya, menurut Chanyeol.
Entah fans, entah apa, yang jelas ia selalu menganggu Chanyeol.
Sampai dihalaman belakang sekolah, Chanyeol melihatnya yang hanya terlihat dari belakang tapi Chanyeol mengetahui dia siapa, dia adalah orang yang menurut Chanyeol menganggunya. Chanyeol menghampirinya dengan langkahan kakinya yang malas.
''bisakah kau tidak melakukan ini terus? Apa kau tak tahu hah kelakuan mu seperti ini hanya mengangguku. Berhentilah bersikap berlebihan padaku, tak usah kau pedulikan aku. Aku tak butuh perhatianmu'' ucap Chanyeol sinis.
Seseorang itu yang diketahui adalah namja, hanya terdiam dengan apa yang diucapkan Chanyeol.
''bisakah kau berhenti untuk mengucapkan itu setiap aku minta bertemu padamu? Bisakah kau tidak menghalangiku untuk melakukan ini? apa kau tak tahu perlakuanku ini karna aku mencintaimu? Bagaimana bisa aku tidak peduli padamu jika kenyataannya aku mencintaimu'' jawab namja itu dengan posisi yang masih membelakangi Chanyeol.
Mengusap wajahnya kasar, Chanyeol tak tahu ia harus mengatakan apa. Apa ia harus mengeluarkan kata-kata kasarnya? Tapi Chanyeol mengurungkan niatnya untuk itu, belum tepat saatnya untuk meledakkan kata-kata tersebut pada namja ini, pikirnya.
''jika begitu berhentilah mencintaiku'' hanya itu yang bisa Chanyeol katakan.
Namja itu membalikkan tubuhnya, menatap Chanyeol dengan lekat dan penuh tatapan harap. Menyeringai dan berkata,
''kau tidak tahu betapa cintanya aku kepadamu Chanyeol'' jawab namja itu yang masih menatap Chanyeol lekat.
Tak ingin rasanya berbicara lagi pada namja itu, Chanyeol menghela napasnya berat dan segera melangkah pergi meninggalkan namja itu sendiri. Namja itu terlihat sedih ketika Chanyeol selalu bersikap seperti itu kepadanya, seakan-akan benar-benar membencinya. Menatap punggung kepergiannya sampai hilang dari pandangannya.
.
.
.
.
.
.
Sore ini Byun Baekhyun berencana untuk ke caffe, sekedar untuk minum saja sembari berjalan-jalan, pikirnya. Karna sudah lama juga ia tak ke caffe. Baekhyun tak ingin sendiri, ia mengajak Chanyeol untuk pergi bersamanya sekaligus menemaninya.
Baekhyun dijemput oleh Chanyeol, melihat Chanyeol yang sudah didepan halamannya, Baekhyun segera pamit pada eommanya. Dan segera berjalan menuju Chanyeol tentu beserta mobilnya.
'clek'
Baekhyun masuk dengan santai seakan-akan ia sendirian, tak menghiraukan Chanyeol yang sedang disampingnya.
'tak menyapa? Kau kira aku ini angin lewat?' batin Chanyeol.
Tanpa basa-basi, Chanyeol segera melajukan mobilnya menuju tempat yang tadi dibilang Baekhyun padanya. Keheningan pun muncul diantara mereka berdua, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Saat ini Baekhyun telah memikirkan Jongin, ah tidak, lupakan itu dulu. sekarang ia memikirkan, lebih tepatnya ia penasaran siapa yang tadi berada di halaman belakang sekolah? Begitu cepat menghilang saat tadi Baekhyun ingin menghampirinya.
Baekhyun menggelengkan kepalanya, tiba-tiba pikirannya fokus pada jalanan yang ia lewati, Baekhyun tersadar kini ia sedang melewati jalan yang kemarin sore ia lewati. Terlintas cepat dipikarannya, namja itu.. bagaimana ia sekarang?
Baekhyun berniat hanya menoleh untuk melihat rumah itu, rumah dimana namja yang menurutnya malang itu tinggal. Baekhyun meminta pada Chanyeol untuk berlaju agak pelan karna Baekhyun ingin mengamati rumah namja itu, walau dari dalam mobil.
Dilihatnya rumah itu baik-baik saja, cukup tenang, tidak seperti kemarin. Baekhyun menghela napasnya lega melihat itu semua, ia sangat khawatir jika namja itu tidak diperlakukan dengan baik lagi oleh appa namja itu.
Chanyeol yang melihat tingkah Baekhyun hanya heran dalam hati, mengapa ia disuruh memperlambat lajuan mobilnya disaat melewati rumah tersebut? Ada apa didalam rumah itu?, pikirnya.
Baekhyun yang tersadar bahwa Chanyeol sedari tadi memperhatikannya, yang Baekhyun tahu bahwa ia merasa Chanyeol kini sedang heran mungkin karna melihat tingkahnya yang seperti ini. menoleh pada Chanyeol dan tersenyum sebelum mengatakan sesuatu, ''kau heran dengan tingkahku?'' tanya Baekhyun pada Chanyeol, yang dijawab dengan anggukan mantap dari Chanyeol.
Baekhyun terkekeh kecil melihat eksepresi wajah konyol Chanyeol yang sedang keheranan.
''tak usah kau pikirkan, kau tahu bagaimana aku kan? Selalu saja ada hal aneh yang kulakukan'' ucap Baekhyun lembut.
Masih dalam keadaan fokus menyetir, akhirnya Chanyeol berpikir kembali dengan normal. Benar juga, Baekhyun kan selalu bertingkah aneh yang selalu membuatnya keheranan.
Tak lama perjalanan mereka, kini mereka telah tiba disebuah bangunan yang tak terlalu besar. Sebuah caffe yang sudah lama ia dan Chanyeol tak mengunjungi tempat ini.
Membuka pintu mobil, dan berjalan menuju kedalam tempat itu.
Baekhyun melihat-lihat, apakah masih sama dengan yang dulu? siapa tahu setelah sekitar dua bulan ia tak kesini ada sesuatu yang berbeda, pikirnya.
Baekhyun dan Chanyeol memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela yang diluarnya dihiasi dengan pemandangan taman yang cukup bagus.
Chanyeol memanggil pelayan yang memang jaraknya tak cukup jauh dari tempat mereka yang mereka duduki sekarang.
''annyeong, apa yang ingin anda pesan tuan?'' tanya pelayan itu.
Baekhyun terkejut mendengar suara yang tak asing lagi baginya. Suara itu, aku mengenalnya. Tak ingin larut dalam rasa penasaran ia segera menoleh pada pelayan yang berdiri dibelakangnya.
Dia.. ternyata dia
''Jongin?'' ucap Baekhyun sambil memperhatikan Jongin dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
''B-Baekhyun? Hei kau, kita bertemu lagi'' ucapnya.
''jadi kau bekerja di caffe ini?'' tanya Baekhyun.
Jongin membalas dengan anggukan dan tak lupa dengan senyumannya. Chanyeol bingung ada apa antara mereka berdua? Apa aku disini jadi obat nyamuk diantara pembicaraan mereka berdua?
Chanyeol berdeham dan membuat keduanya menoleh pada Chanyeol.
''kau kenapa Chanyeol?'' tanya Baekhyun.
''tidak'' jawab Chanyeol singkat sambil sesekali ia melirik Jongin. Jongin mengerti kode Chanyeol, ah Jongin memang sangat peka soal urusan perasaan. Jongin segera kembali bertanya
''jadi kalian ingin pesan apa?''
''coffee caramel dua, hanya itu'' jawab Chanyeol datar. ''baik, silahkan tunggu sebentar'' ucap Jongin.
Tak lama coffee caramel yang mereka pesan datang, namun kali ini bukan Jongin yang mengantarkan pesanan tersebut tetapi pelayan yang lainnya.
Chanyeol menyadari gerak mata Baekhyun yang mungkin kini sedang mencari sosok Jongin itu.
''sudahlah Baekhyun minum coffeemu, jangan mencari pelayan itu terus'' Baekhyun merasa jadi tidak enak hati dengan Chanyeol, karna tujannya mengajak Chanyeol kesini untuk meminum coffee dan ya mencari kesenangan mungkin. Tapi Baekhyun sadar sedari tadi ia hanya mendiamkan Chanyeol, dan hanya mencari-cari sosok Jongin, bodoh!, pikirnya.
''Chanyeol aku—'' tak sempat melanjutkan, karna ucapannya terhenti dari suara ponsel Chanyeol. Chanyeol mengambil ponselnya dari kantung kemejanya, membuka sebuah pesan yang ia baca dalam hati.
''aku akan menunggumu besok seperti biasa, temui aku. Kuharap kau memberikan kalimat lain selain yang telah kau ucapkan selama ini padaku jika bertemu denganku''
Seperti biasa, Chanyeol selalu malas dengan pesan-pesan yang tak penting baginya, namun tetap saja ia membuka pesan itu dan membacanya . ingin rasanya mengganti nomor ponselnya, tapi ia tak berniat untuk mengganti nomor tersebut, entah dari mana orang itu mendapatkan nomornya namun ia mengabaikan itu semua, selagi orang itu tak membahayakan untuknya jadi untuk apa ia memikirkannya.
Baekhyun memperhatikan sikap Chanyeol, ''kau kenapa? Ada apa dengan pesan itu?'' menghela napasnya panjang sebelum menjawab Baekhyun ''aku selalu diganggu dengan seseorang, mungkin ia fans fanatik karna kau tahu aku ini tampan'' jawab Chanyeol tepat dengan nada bangga saat mengucapkan kalimat tampan. Baekhyun hanya menggeleng sambil tersenyum geli mendengar Chanyeol yang berkata seperti itu, tapi memang diakui kalau pada kenyataannya Chanyeol tampan, sedangkan Baekhyun? Namja cantikkah? Omo.
Selanjutnya hanya terjadi percakapan ringan diantara mereka yang terkadang terselip tawa diantara perbincangan mereka.
Merasa sudah puas untuk berbincang-bincang, akhirnya mereka beranjak untuk pulang setelah sebelumnya membayar coffee tersebut. Baekhyun sempat mencari-cari Jongin namun ia segera melupakan itu karna ia tersadar kini ia sedang bersama Chanyeol.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Annyeong, cemana? Udh nemu konfliknya? Ya tapi emang sih konfliknya baru terungkap dikit-dikit yakan? Chapter selanjutnya menyusul, tapi mian kalau agak lama, abis makanan utama (tugas)sedikit banyak. Tapi aku usahain aku keep writing kok^^ maaf juga kalau chapternya selalu update dikit-dikit-_- sebenernya chapter ini mau dipanjangin kaya jalan anyer-panarukan, tapi kondisi tak mendukung jadi yasudah segitu dulu ya kkk~
Maaf kalau nemuin banyak typo, typo salahin keyboard...
Tenkyuuu yang telah membaca dan yang telah mereview *deep bow*
leave review pleaseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee :)
