TIME TRAVELING

A fiction by Ren Kazune

naruto©Masashi Kishimoto

Please enjoy reading

.

.

Tokyo, xx April 2025

Suasana pagi yang aman dan damai terpatri jelas di ibu kota Jepang ini, burung-burung kecil sudah berkicau sedari tadi untuk meramaikan suasana pagi itu, begitu pula dengan jalanan yang sudah mulai ramai oleh kendaraan atau orang yang berjalan kaki, tapi keadaan aman dan damai itu tidak terlihat dirumah bergaya kerajaan milik keluarga Namikaze tersebut

"NARUTOO….! Mau sampai kapan kau tidur terus huh?!" teriak seorang wanita yang memiliki rambut merah panjang yang digerainya hingga menambah kesan menyeramkan pada wanita itu, iris green-nya tersembunyi dikelopak matanya yang menutup akibat memarahi seorang pemuda blonde yang masih asyik dalam dunia mimpinya, bukannya bangun sang pemuda malah semakin menaikkan selimut birunya untuk menutupi intensitas cahaya matahari yang masuk kekamarnya

"lima menit lagi kaa-san…" ucapnya setengah sadar

"bangun. Atau kubuang semua persediaan ramenmu" ucap Kushina dengan aura mencekam yang terlihat jelas keluar dari tubuhnya, mendengar ancaman mematikan dari sang ibu mau tak mau pemuda blonde itu langsung membuka matanya dan menghambur kekamar mandi setelah mengambil handuknya, melihat itu pun Kushina hanya tersenyum lebar

'ternyata bakatku masih melekat' batin Kushina tersenyum bangga, ia lalu keluar dari kamar anak semata wayangnya itu masih dengan senyum bangga yang menghiasi wajahnya

15 menit kemudian Naruto keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit dipinggangnya, rambut spike blondenya menjadi layu akibat tersiram air, jelas dari wajahnya yang tampan itu menunjukkan kalau ia masih kesal dengan cara Kushina membangunkannya tadi

Setelah selesai berpakaian Naruto lalu berdiri didepan cermin yang memiliki tinggi yang sama dengannya, ia menatap intens tubuhnya yang saat ini berbalutkan jas berwarna merah dengan kemeja putih didalamnya, jas itu memiliki lis emas dari kerahnya hingga kebagian tengah jas tempat ia mengancingkan jasnya, begitu pula dengan bagian bawah lengan jasnya yang panjang, ia lalu memakai dasi berwarna sepadan dengan jasnya, pada bagian kerahnya terdapat ukiran kepala kuda berwarna emas pula, ia lalu mengambil emblem perak berbentuk perisai dengan tulisan 'JMA' dan memasangkannya didada kanannya, selesai menatap tubuh atasnya ia lalu mengalihkan pandangannya pada celana merah yang pada bagian bawahnya terdapat lis berwarna emas serta sepatu kets putih, ia lalu menatap wajahnya yang memiliki kulit tan serta tiga pasang garis horizontal dimasing-masing pipinya, iris saphire indahnya itu pun tak luput dari pandangannya

"aku tampan" ucap Naruto narsis, ia lalu mengambil kantong berisi kubus serta kunci motornya lalu memasukkannya kedalam saku celananya, sebelum keluar dari kamarnya ia mengambil beberapa senapan besar dan sepasang pistol serta amunisinya yang lalu ia masukkan kedalam tasnya yang juga berukuran besar. Wajar jika Naruto membawa senjata-senjata api itu kesekolahnya karena ia adalah siswa Japan Military Academy atau yang sering disingkat dengan JMA, sekolah yang melatar belakangi pendidikan pertahanan dan cara berperang, ya negara metropolitan seperti Jepang ini memang rawan kejahatan, bahkan belakangan ini semakin banyak tindakan kejahatan yang sulit dicegah dan untuk itulah sekolah ini didirikan, untuk memberantas kriminalitas yang semakin merajalela

Setelah selesai sarapan Naruto lalu pergi menuju sekolahnya dan tentu ia berpamitan dulu pada ibunda terkasihnya

"kaa-san…aku pergi ya" ucap Naruto dari halaman rumahnya dengan menaiki motor besar berwarna orange miliknya

"hati-hati ya sayang" ucap Kushina lalu mencium pipi Naruto sekilas

"kaa-san apa-apaan sih" gerutu Naruto sembari mengusap pipinya yang tadi dicium oleh Kushina, sementara Kushina yang melihat wajah kesal Naruto hanya terkikik geli, selesai urusannya dengan Kushina, Naruto lalu memacu motornya menuju sekolahnya

'anakku sudah besar rupanya' batin Kushina dengan senyum hangat yang terpatri diwajah cantiknya

Naruto POV

Ah pagi yang tenang…pikirku saat membelah jalanan dengan motor kesayanganku ini, oh aku belum memperkenalkan diri ya? Maaf… e-ehm namaku Namikaze Naruto, putra tunggal dari Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina, tou-san adalah presiden dari sebuah perusahaan produksi senjata terbesar di asia dan kaa-san adalah aktris laga yang pensiun setelah aku lahir, usiaku? Tentu aku masih muda hahaha, oh ya aku sekolah di JMA, sekolah yang mengajarkan cara berperang, menyelidiki suatu kasus, merakit senjata, menjinakkan bom dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan kejahatan dan cara pemberantasannya, sejak kecil aku selalu ingin menjadi penegak hukum, dan sebentar lagi itu akan tercapai karena sekarang aku seorang knight, yup di JMA ada beberapa level untuk setiap siswanya, level yang terendah itu pawn, lalu rook, bishop, knight yaitu orang-orang yang memilki kecerdasan, ketangkasan, serta cara bertarung yang baik, huh untung aku memiliki semua itu dan yang tertinggi itu queen dan king, tapi jarang ada siswa JMA yang dapat mencapai level queen atau king karena banyak yang tewas saat menjalankan misi atau dibunuh oleh sekelompok teroris atau kejahatan lainnya, orang yang kutahu telah mencapai level king hanya Itachi-nii, kakak si Sasuke-teme itu, tapi tentu aku pengecualian, aku akan mencapai level king apapun yang terjadi

Aku terus memacu motorku dengan kecepatan tinggi, aku harap bisa sampai disekolah tepat waktu tanpa harus dihukum oleh Kakashi-sensei yang terkenal sebagai guru killer seantero sekolah itu

Eh? kabut apa ini? Pikirku saat pandanganku dihalangi oleh kabut hitam yang muncul tiba-tiba disekelilingku

Tanpa tahu arah aku terus melajukan motorku memasuki kabut hitam yang mengelilingiku

Hal pertama yang kulihat setelah kabut itu menghilang adalah tempat porak-poranda seperti habis dibom dan seorang pria bertubuh tambun yang berlari kearahku

'sial! Aku akan menabraknya jika dia tak menghindar' batinku kalut karena jarakku dengan pria yang berlari itu sangatlah tipis

"AWAAAAAS!" teriakku memperingati orang itu, kulihat orang segere menghidar kekirinya, tapi sialnya kini aku berhadapan dengan torpedo yang pasti akan meledak jika mengenaiku

'torpedo? Kenapa benda itu ada disini?' batinku sedikit terkejut, aku lalu berdiri diatas motorku dan membiarkan motorku berjalan tanpa kukemudikan, setelah jarakku dengan torpedo itu cukup dekat aku lalu melompat dari motor dan membiarkan motorku menabrak torpedo itu hingga terjadi ledakan besar

DHUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

End of Naruto POV

DHUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRR

Bruk…

Naruto jatuh dan berguling ditanah karena tak seimbang saat ia melompat tadi, sementara Kakashi dan Chouji hanya membelalakkan mata tak percaya akan aksi berani orang yang belum mereka ketahui identitasnya itu

Naruto membuka helmnya dengan kasar dan membuangnya kesembarang tempat hingga terlihatlah surai pirang spike yang membuat Kakashi dan Chouji terkejut bukan main

"Naruto?" ucap Kakashi dan Chouji bersamaan dengan senyum yang mengembang diwajah keduanya

"APA-APAAN SIH?! KENAPA ADA TORPEDO DI…" ucapan Naruto terhenti saat ia menatap sekitarnya yang seharusnya adalah jalanan ramai sekarang menjadi tanah tandus

'tunggu dulu? Dimana ini?' batin Naruto sambil celingak celinguk hingga ekor mata saphirenya menangkap Kakashi yang masih menatapnya dengan tubuh yang setengah tertimbun reruntuhan

'syukurlah, Naruto sudah disini, sekarang semua akan baik-baik saja dan aku harus segera menemui Tsunade-sama' batin Chouji. Ia lalu melanjutkan berlarinya yang sempat tertunda tadi menuju kantor hokage

"Kakashi-sensei? Apa yang terjadi padamu?" tanya Naruto dengan raut khawatir yang terlihat jelas diwajahnya

'sepertinya aku diselamatkan oleh Naruto' batin Kakashi dengan senyum kikuk dibalik maskernya

"pain menyerangku dan jadinya yah…seperti ini, bagaimana kau bisa kemari Naruto?" Naruto mengambil kayu yang berukuran cukup besar yang berada tak jauh darinya

"ada kabut hitam yang mengelilingiku tadi saat dijalan, ketika kabut itu hilang eh aku malah berada disini, ukhh.." ucap Naruto yang diakhiri dengan lenguhannya karena mengungkit batu yang menimpa sebagian tubuh Kakashi dengan kayu yang tadi diambilnya "nah…sekarang kita ada dimana sensei?" tanya Naruto sembari membuang kayu yang digunakannya untuk menolong Kakashi dan membantu Kakashi keluar dari reruntuhan itu

Kakashi menaikkan sebelah alisnya mendapati pertanyaan aneh muridnya itu "tentu saja dikonoha Naruto"

"konoha? Haha…candaanmu lucu sekali sensei…siapapun tahu kalau konoha adalah tempat wisata haha…"

"kenapa kau berpikir konoha adalah tempat wisata?"

Naruto sedikit membulatkan matanya ketika melihat wajah serius Kakashi yang menjadi tanda kalau ia tidak sedang bergurau atau bercanda saat ini "kau bercandakan sensei?" tanya Naruto gugup

"akatsuki datang dan menyerang konoha untuk mencarimu"

"mencariku?"

"mereka ingin mengekstrak kyuubi darimu" perkataan Kakashi barusan semakin membuat Naruto bingung dengan keadaannya

"aku tidak mengerti sensei, apa kita sedang study tour? Dan kyuubi? Bukankah kyuubi hanya legenda zaman dulu?" kini giliran Kakashi yang membulatkan matanya atas pertanyaan beruntun Naruto barusan

"astaga Naruto…apa latihan digunung myoboku membuatmu amnesia kalau kau jinchuriki kyuubi hm?" tanya Kakashi seraya berjalan meninggalkan Naruto yang masih kebingungan

"jinchuriki?"

'sepertinya aku pernah dengar soal jinchuriki ini tapi dimana yah?' batin Naruto

.

.

.

.

Sementara disuatu tempat yang dipenuhi dengan katak terlihat seorang pemuda yang kita kenal dengan nama Naruto Uzumaki tengah berbaring dengan santainya diatas sebuah daun raksasa

Hup

Seekor katak hijau yang terlihat sudah tua melompat keatas daun tempat Naruto beristirahat

"ternyata kau disini Naruto, aku lelah mencarimu kemana-mana" ucap katak itu dengan nada jengkel

Naruto yang mendengar gerutuan katak tua itu hanya menghiraukannya saja, ia masih asik dengan acara bersantainya

Jengah dengan keadaan diam yang awkward menurut katak tua itu, ia pun memutuskan untuk memulai percakapan "Naruto, bagaimana kalau kita memulai latihan fusion? Ayo cepat kesini!"

Naruto melirik sebentar katak tua yang telah menjadi gurunya itu lalu duduk bersila dengan wajah yang menunduk dalam

'ada apa dengan anak ini?' batin katak tua itu khawatir

"bagaimana dengan mereka ya?" gumam Naruto pelan

"hm?"

"akatsuki, mereka mencariku kan? Kupikir mereka pasti menuju konoha dan mencariku"

"dasar bodoh!" sentak katak tua itu keras "ada banyak ninja hebat dikonoha, jangan terlalu dipikirkan! Kau hanya harus melakukan apa yang harus kau lakukan!" Naruto tersenyum mendengar penuturan gurunya itu

"ok! Ayo kita berlatih fusion!" teriak Naruto dengan semangat membara

.

.

.

.

Chouji melompat tinggi saat melihat sekelebat sosok Tsunade diatas menara hokage

Tap

"Tsunade-samaaaa!" seru Chouji panjang "saya membawa info yang berhubungan dengan pain" ucap Chouji serius sembari berlutut dihadapan sang godaime hokage itu

"katakan" titah Tsunade tak kalah serius nan tegas

"salah satunya adalah seorang pria berambut orange dengan wajah yang dipenuhi dengan piercing, ia memiliki kemampuan untuk menarik dan mendorong sesuatu sesuai dengan kehendaknya dengan dia sebagai pusatnya. Tapi ada sekitar interval 5 detik setelah ia menggunakan kekuatannya sebelum ia bisa menggunakannya lagi" jelas Chouji panjang lebar

"hanya 5 detik?" tanya seorang anbu memastikan dan dibalas anggukan cepat dari Chouji

"ah satu lagi, Naruto sudah datang, saat ini ia sedang bersama Kakashi-sensei"

"Naruto?" ulang Tsunade seolah tak percaya dengan pendengarannya

"benar, dia muncul begitu saja didepanku dengan mengendarai sesuatu, dan langsung menabrakkan kendaraannya itu dengan torpedo yang mengejarku, hingga aku selamat seperti sekarang" jelas Chouji dengan nada ceria

Tsunade mengangguk tanda mengerti dengan penjelasan Chouji barusan, lantas ia pun menyuruh Chouji untuk menjemput Chouza dan membawanya kerumah sakit yang disambut dengan air mata bahagia dari Chouji karena ayahnya masih dapat diselamatkan

.

.

.

.

'jinchuriki adalah sebutan untuk orang-orang yang menjadi wadah untuk makhluk berekor yang dianggap berbahaya pada zaman shinobi dulu" penjelasan Iruka tentang sejarah dunia shinobi yang dipelajari Naruto di JMA terus bermain diotaknya bagaikan kaset yang sudah rusak 'dan tadi Kakashi sensei menyebutku jinchuriki kyuubi? Makhluk berekor paling kuat itu? Apa yang sebenarnya terjadi padaku?' batin Naruto bingung

Saat ini Naruto dan Kakashi berjalan tanpa tujuan, yang jelas saat ini keduanya tengah memasuki desa konoha lebih dalam, yah itu akan terlihat jelas jika saat ini desa konoha tidak hancur lebur seperti sekarang. Tiba-tiba keduanya merasakan guncangan yang sangat besar, lantas kedua pria berbeda umur itu melihat keatas mereka dimana terdapat seorang pria berambut orange yang mengadahkan kedua telapak tangannya kearah konoha

"shinra tensei"

DHHUUUUUUAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRR

Sekali lagi ledakan besar terjadi dan semakin membuat konoha luluh lantak tak berbentuk, dalam guncangan besar itu Naruto mengambil emblem JMA-nya dan mengarahkannya kedepan

"shield: active" seketika emblem itu mengeluarkan sinar biru yang membentuk kubus dengan Naruto dan Kakashi didalamnya yang dilindungi dari puing-puing atau batu saat ledakan besar tadi

"apa yang terjadi Kakashi-sensei?" tanya Naruto setelah menonaktifkan perisai diemblemnya

"sepertinya akatsuki benar-benar ingin menghancurkan konoha" ucap Kakashi yang kemudian berlari

'sial! Aku sama sekali belum mengerti situasiku sekarang ini!' walau mengutuk atas ketidakmengertiannya pada situasinya itu Naruto tetap mengikuti Kakashi berlari dibelakangnya

Naruto dan Kakashi berhenti berlari ketika melihat sebuah kawah yang sangat luas dengan keenam pain dan Tsunade ditengahnya, keduanya lalu bersembunyi dibalik batu yang lumayan besar

Naruto menyipitkan matanya dan fokus pada Tsunade 'itu…Tsunade-baachan…apa yang dilakukannya disini?' lalu matanya beralih pada pain tendou yang berdiri dihadapan Tsunade 'dia sangat mirip dengan Yahiko-nii,benarkah itu dia? Ya tuhan….sebenarnya apa yang terjadi disiniiiii!' jerit Naruto dalam hatinya

"siapa mereka Kakashi-sensei" tanya Naruto sembari menunjuk pain

"mereka adalah pain, ah…Tsunade-sama dalam bahaya"

"pain?"

'rasa sakit? Itu nama atau julukan? Orang-orang disini menjadi aneh' batin Naruto sweatdrop

"lalu apakah kita hanya akan berdiri disini?"

"pain bukanlah lawan yang mudah Naruto, kita harus memiliki strategi untuk melawannya"

.

"aku adalah godaime hokage! Dan aku tidak akan pernah memaafkan mereka yang telah menghancurkan konoha" seru Tsunade yang sudah siap dengan posisi bertarungnya

"hokage-sama!" panggil seorang anbu seraya melompat mendekati Tsunade

'tanda didahinya sudah hilang, sial! Ini akan jadi semakin buruk' batin anbu itu

Naruto semakin memicingkan matanya saat melihat pain shurado hendak menyerang Tsunade

"sepertinya kau telah sedikit mengerti tentang rasa sakit tapi…aku tidak memiliki urusan denganmu…" ucap pain tendou datar

Pain shurado menyerang Tsunade dengan berbagai macam senjata tajamnya, Naruto yang melihat itu pun segera mengambil sebuah kubus dari tas kecilnya yang terisi penuh dengan kubus

"dagger: active" ucap Naruto seraya berlari kearah Tsunade dengan sebuah dagger berukuran besar ditangan kanannya

"Naruto!" panggil Kakashi namun sepertinya tak dihiraukan oleh pemuda blonde itu

Sebelum serangan pain shurado mengenai Tsunade, Naruto telah melompat kearah pain shurado dengan ujung daggernya yang mengarah pada tubuh bagian tengah pain itu

Kraaakkk

Tubuh pain shurado terbelah menjadi dua setelah terkena serangan Naruto barusan, Naruto menatap tajam kelima pain yang justru menatapnya datar

"tak akan kumaafkan kalian yang berani menyakiti keluargaku" desis Naruto tajam, sementara Tsunade yang melihat kemunculan tiba-tiba Naruto hanya mampu terpaku dengan aksi Naruto barusan

'dia sangat berbeda' batin Tsunade seraya tersenyum lembut kepada cucu tersayangnya itu

"jinchuriki kyuubi heh? Kau sudah disini jadi aku tak perlu repot mencarimu" ucap pain tendou datar

Kakashi tiba-tiba muncul disamping Tsunade dan memapah tubuh Tsunade yang mulai menunjukkan efek penuaan

"Kakashi Hatake…jadi kau masih hidup hm?"

"yah…dewi fortuna masih berpihak padaku" jawab Kakashi sekenanya

Ditengah interaksi Kakashi dan pain tendou, Naruto tengah berpikir keras untuk menjelaskan keadaannya saat ini, dan hal paling masuk akal yang bisa dipikirkannya adalah ia berada diMASA LALU saat ini, meskipun itu juga bisa dikatakan tidak masuk akal, tapi itulah kebenarannya. Naruto semakin mengeraskan rahangnya ketika kembali mengingat bagaimana ia bisa sampai didunia shinobi saat ini

'sial! Ini semua karena kabut itu aku jadi harus terlibat perang seperti ini! Dengan Yahiko-nii pula, oh kami-sama ini mengerikan….aku masih cukup waras untuk tidak berurusan dengan manusia seberbahaya dia. Tapi jinchuriki? Kyuubi? Aku ingat saat Iruka-sensei menjelaskannya dikelas kemarin, tapi demi tuhan….itu hanya ada pada zaman shinobi, ah atau…atau…atau aku kembali kemasa lalu? Dan itu karena kabut hitam itu? Sial ini semakin membingungkan! Tapi kalau memang benar, aku harus segera kembali kemasaku, tapi…bagaimana caranya? Argh yang jelas sekarang aku harus menyelamatkan Tsunade-baachan! Aku tak peduli yang didepanku ini Yahiko-nii atau bukan yang jelas aku harus mengalahkannya!, tapi bukankah ini bagus, aku jadi bisa sedikit bersenang-senang bukan khukhukhu…' batin Naruto menganalisis yang diakhiri dengan senyum psiko-nya

"Tsunade-sama anda baik-baik saja?" tanya Kakashi yang khawatir pada Tsunade yang terlihat sangat kelelahan

"Kakashi-sensei tolong bawa Tsunade-baachan ketempat yang aman" mata Kakashi sukses membulat penuh ketika mendengar permintaan muridnya barusan

"Naruto" lirih Tsunade dalam rengkuhan Kakashi

"aku tahu anda adalah orang yang penting disini dan keselamatan anda adalah prioritas kami bukan, jadi silahkan bersantai ditempat yang aman baa-chan, disini biar aku yang mengurusnya" ucap Naruto dengan nada bijak

"apa kau sudah gila Naruto! Mau melawan mereka seorang diri? Aku tak akan meninggalkanmu" teriak Kakashi murka

"tolong mengertilah Kakashi-sensei…akan sangat sulit untuk bertarung sekaligus melindungi orang"

"jadi menurutmu aku ini hanya pengganggu begitu?" teriak Kakashi semakin murka, ia sangat kesal saat ini karena sifat keras kepala muridnya ini kambuh lagi dan diikuti pula sifat sok heroiknya yang ia dapat entah dari mana

"Kakashi" tegur Tsunade pelan "baiklah aku mengerti Naruto, aku akan pergi, tapi sebelumnya bawalah Katsuyu bersamamu, dia memiliki semua info tentang pain" ucap Tsunade seraya menyerahkan katsuyu kecil pada Naruto

"konnichiwa" ucap Katsuyu ramah, namun hal itu malah membuat Naruto bergidik ngeri

'siput yang bisa bicara? Astagaaaaaaa…..aku benar-benar kembali kemasa laluuuuu….' Jerit inner Naruto lebay

"ayo pergi Kakashi" titah Tsunade tak bisa dibantah, dengan berat hati Kakashi membawa Tsunade pergi meninggalkan Naruto yang akan bertarung sendirian dengan para pain

.

.

.

.

Sementara digunung myoboku terlihat Naruto dan katak tua atau Fukasaku yang telah menjadi gurunya sedang berlatih fusion, namun sama seperti sebelumnya kali ini pun katak tua itu kembali terlempar dari tubuh Naruto

Bruuk

"a-ayo kita coba sekali lagi" ucap Fukasasku dengan tubuh sedikit gemetaran, dengan sekali lompatan Fukasaku kini sudah berada diatas pundak kanan Naruto dengan kedua tangan yang saling bertaut, kedua makhluk berbeda jenis itu menutup mata dan mulai berkonsentrasi, namun tubuh Fukasaku kembali gemetaran

"GRROOOOOAAAAAA…"

Bruk

Tubuh kecil Fukasaku kembali terlempar dari atas pundak Naruto

"apa yang terjadi? Kenapa selalu seperti ini?" tanya Naruto dengan wajah kesal

"sepertinya sia-sia saja Naruto" jawab Fukasaku dengan wajah bercanda

"si-sia-sia?"

"sepertinya kyuubi tak menerima kehadiranku sehingga terus melemparku"

"A-APAAAAAA…..TAK MUNGKIN! UNTUK APA AKU BERLATIH KERAS SELAMA INI!"

"maaf tuan Fukasaku" sela seekor katak kecil yang muncul tiba-tiba disamping Fukasaku

"ada apa?"

"katak pembawa pesan yang kau kirim kekonoha sepertinya sudah tewas" ucap katak kecil itu dengan suara sepelan mungkin, namun ucapannya barusan masih dapat didengar Naruto dengan jelas hingga membuat pemuda itu merasa khawatir dengan keadaan desa konoha

'aku harap semua baik-baik saja' doanya dalam hati

"apa? bagaimana bisa?" gelegar Fukasaku yang sangat terkejut

"aku tidak tahu, tapi namanya hilang dari daftar" ucap katak itu sembari menunjukkan gulungan yang berisi daftar nama katak yang tinggal digunung myoboku, dan disana terlihat jelas sebuah kolom kosong yang seharusnya terisi dengan nama katak pembawa pesan yang dikirim kekonoha

"apa itu berarti sesuatu terjadi dikonoha?" duga Fukasaku sembari menatap katak kecil dihadapannya

"apa?" tanya Naruto tak percaya

Kedua katak itu lalu melompat menuju sebuah kolam kecil yang menghubungkan Konoha dengan gunung myoboku

"aku bergantung padamu, kau harus menyampaikan ini padanya" ucap Fukasaku yang dibalas anggukan dari katak kecil itu, katak kecil itu lalu melompat kedalam kolam

Fukasaku berbalik dan melompat menjauhi kolam itu menuju tempat Naruto yang tadi ia tinggalkan

"jadi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Naruto dengan raut muka serius

"aku akan menjelaskannya nanti, yang jelas sesuatu sedang terjadi dikonoha dan kau harus berlatih dengan sungguh-sungguh, kita harus berhasil melakukan fusion ini" ucap Fukasaku tegas, setelah itu keduanya kembali berlatih

Tbc

Nah…bagaimana chapter ini? Kalian nilai sendiri lah

Oh ya, Ren minta maaf karena gak bisa balas review dari reader, tapi Ren baca kok, dan Ren sangat bersemangat dalam menulis chapter ini

Terakhir silahkan tulis beberapa kalimat penyemangat untuk Ren agar Ren semakin giat menulis ni fic, Ok?!

Arigatou uda berkunjung