Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast : masih dicasting ^^
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
.
.
.
Previous Chapter
"Jadi kau Polisi amatir?"
"MWOO?!" Namja itu makin naik pitam, nampaknya Himchan tak ingin berhenti berurusan dengannya setelah mencuri uangnya. Tanpa pertimbangan ia memelintir lengan namja ulzzang itu hendak membekuknya.
"Yong Guk Hyung."
"S-Sungmin? Lee Sungmin?"
.
.
Chapter 3
A Winter Story
.
.
.
"Y-yeppeohh." Sekapan pada tubuh kurus Himchan terlepas, membuat suara debam dan pekikkan sakit namja ulzzang itu. Pandangannya terjerat begitu saja, kala Sungmin berdiri tepat di hadapannya. Tanpa berkedip...Yong Guk berjalan mendekat, berkali-kali pula ia berdecak kagum. Namja mungil itu telah tumbuh menjadi sosok yang memepesona seperti ini.
"Yyaa...Kau sudah tumbuh besar Min." Ucapnya seraya mengacak surai hitam Sungmin, mata elangnya kian berbinar melihat senyum menggemaskan itu. Ingatan masa lalu pun kembali terngiang dalam benaknya, akan perasaan yang terpendam untuk waktu yang sangat lama.
"Kau yang terlalu lama menghilang Hyung."
"Mwo? A-aniyaa...aku pergi untuk sesuatu yang hebat. Lihat apa yang kudapatkan sekarang." Tukas Yong Guk sembari menunjukkan seragam kebanggaannya.
Sungmin terkikik kecil dan mengangguk cepat. "Kau seperti Appa... Hyung."
Hatinya kembali berdentum cepat, melihat senyuman riang itu. Senyuman yang tak pernah berubah, tetap manis dan menawan...meski 8 tahun telah berlalu.
'Semua ini karena dirimu Lee Sungmin'
.
.
.
Flash Back On
.
July 2005
"Hiks..."
Kaki mungilnya berlari tersendat-sendat mengawali harinya yang naas di sore itu. Seharusnya ia mendengarkan kata-kata Ayahnya agar tetap menunggu di sekolah, bukan bersikeras pulang seorang diri dan berakhir tersudut di sebuah gang sempit seperti ini.
"Jangan mengejarku!" Teriaknya sembari mendekap erat tas ranselnya, langkahnya semakin melemah karna terlalu lelah.
.
.
"Ah!" Pekiknya terkejut, begitu menyadari gang sempit itu berakhir buntu... Namja berusia 10 tahun itu meremas kuat-kuat lengan seragammnya yang kusut. Ketakutannya makin merambat hebat, begitu melihat 5 namja yang mengejarnya telah berdiri angkuh di depannya.
"Kau tak bisa berlari lagi adik kecil?" Seorang namja berjalan mendekati Sungmin seraya menggulung lengan seragamnya. Ia menyentuh perlahan pipi halus itu, membuat Sungmin jatuh terduduk karena gemetar.
"Yya! Joon...cepat ambil uangnya!" Teriak salah seorang temannya.
"Aku rasa...aku sudah tak tertarik lagi pada uangnya, lihat wajah anak ini...manis seperti perempuan bukan ?" ucapnya seraya menengadahkan kepala Sungmin.
"Kau benar...kita menemukan mainan semanis ini."
"Lepaskan aku! Akhh!" Pekik Sungmin kesakitan saat tubuhnya dihempas ke tanah, ia mencakar-cakar dinding berusaha bangkit, namun tiba-tiba tangannya dicengkeram kuat hingga telentang.
"Tunggu apa lagi? Kalian tak ingin menikmati tubuhnya?!"
Mendengar seruan tersebut, lekas membuat beberapa siswa Menengah Atas itu tergesa-gesa melonggarkan ikat pinggang dan menurunkan zipper celana. Masih dengan tatapan lapar...mereka mengeluarkan juniornya dan mengocok organ keras itu dengan cepat.
Namun seorang namja, hanya diam dengan tangan terkepal...sama sekali tak berniat mengikuti kesenangan empat temannya yang lain. Kedua mata elangnya, masih lekat menatap Sungmin di bawah rengkuhan Joon. Sungguh Sesuatu dalam dadanya berdetak liar kala melihat paras cantik itu.
"Lepaskan aku! hiks! Appaaa."
Wajahnya seketika mengeras, melihat Sungmin makin menangis histeris saat Joon memaksa membuka seragam namja kecil itu.
Dengan geram ia berlari menerjang Joon dengan kakinya, membuat namja kekar itu terpental ke dinding.
"Jangan menyentuhnya!" Desisnya seraya berdiri angkuh menamengi Sungmin.
"Apa yang kau lakukan Yong Guk?!" Ketiga namja yang memegangi tangan dan kaki Sungmin, sempat membelalak lebar dengan sikap tak terduga sahabatnya tersebut...tapi setelahnya mereka berdecih dan membantu Joon berdiri.
"Cih...Kau ingin menikmati anak ini seorang diri...lakukan, aku ingin melihat—
BUAGH
Joon kembali terjungkal ke tanah, begitu mendapat hantaman telak di rahangya. Ia mendesis geram seraya menyeka darah di sudut bibirnya.
"Brengsek! Habisi bedebah itu...cepat!"
.
.
Sungmin hanya mampu meringkuk seraya mendekap erat ranselnya, sesekali ia memejamkan mata dan menjerit melihat beberapa namja jatuh mengglepar di sampingnya.
.
.
"Gwaenchana?"
Matanya membuka cepat dan terkesiap kala seorang namja mengulurkan tangan padanya. Ia makin mencengkeram kuat ranselnya, tak berniat sedikitpun meraih tangan besar itu.
Yong Guk terkekeh pelan. "Aku tak akan menyakitimu...percayalah."
Sungmin mengerjap polos, kemudian mengedarkan pandangan ke sekeliling dan bergidik ngeri melihat 4 namja tergeletak dan merintih kesakitan."G-Gomawo." Lirihnya dengan wajah tertunduk.
"Naiklah ke punggungku...biar ku antar pulang." Ucap Yong Guk sembari berjongkok, berniat memberikan punggung lebarnya untuk namja mungil itu.
"A-aku..
"Akan turun hujan, kau tak mungkin berlari cepat dengan tubuh seperti itu bukan... naik ke punggungku, ppali."
Sungmin kembali mengerjap, tapi sedetik kemudian ia bergerak kikuk mendekati Yong Guk dan berpegang erat pada leher jenjang namja brandal itu.
'Hup'
"Aisshh...kau namja atau yeojja eohh, ringan sekali."
"..."
.
.
.
Semenjak itu, Yong Guk tak pernah sekalipun mengalihkan perhatiannya pada Sungmin. Berkeliaran disekitarnya demi menjaga sosok mungil itu. Hingga ia tak menyadari perasaannya untuk Sungmin semakin berdesir kuat.
.
.
.
"Untukmu..."
"Kau pikir aku perempuan!" Jerit Sungmin seraya menatap tajam sebuket mawar di tangan Yong Guk, sama sekali tak berniat meraihnya.
"Yya...terima atau ku cium kau!"
"Tsk!" Dengan gusar ia berlalu meninggalkan pemuda itu dengan menghentak-hentakkan kaki.
"Yya! Lee Sungmin seharusnya kau menyukai namja sepertiku!" Teriak Yong Guk seraya berlari mengejar langkah Sungmin.
"Apa kau gila?! Aku namja! Sekalipun aku menyukai seseorang...aku hanya ingin dia seperti Appa!"
"Ooh Geurrae! Akan kubuktikan itu Min."
"Kau preman Hyung!"
.
.
.
"Kangin Ahjusshi."
Kangin membulatkan mata lebar begitu seorang namja tiba-tiba merangsak masuk rumah dan memeluk erat kakinya.
"Hyung untuk apa kau kemari?" Tanya Sungmin sembari berkacak pinggang dan menatap tajam pemuda tinggi itu. Namun Yong Guk tak menghiraukannya dan merengek pada pria kekar itu.
"Ahjushi...Jadikan aku seorang polisi sepertimu."
"M-mwoo?"
"Aissshh Ahjushii ini demi masa depan."
Flash Back Off
.
.
"Pulang..." Desisan dingin, tiba-tiba menghamburkan lamunannya...Ia mengernyit heran, begitu melihat seorang namja tinggi menarik paksa lengan Sungmin untuk mengikutinya.
"Sungmin!" Teriak Yong Guk gusar sembari mengejar langkah namja yang membawa pergi Sungmin.
"Siapa kau? apa hubunganmu dengan Sungmin?" Ujarnya seraya membentangkan tangan tepat di hadapan namja berkulit pucat itu.
Kyuhyun hanya mengulas seringaian tipis. "Menyingkir dari hadapanku."
"Yya! Aku bertanya padamu.!...Kau~
Hardikkannya terhenti seketika, begitu dua orang pria besar membekuk kuat lengannya ke belakang. Tak memberinya kesempatan untuk bergerak lebih. "YACK! Apa-apaan ini!" Teriaknya geram.
"Sebaiknya kau tak berurusan denganku Yong Guk~shi." Tukas Kyuhyun setelah membaca name tag di dada Yong Guk.
"Yong Guk Hyung." panggil Sungmin lirih, berkali-kali ia menoleh ke belakang demi melihat kondisi namja garang itu, akan tetapi cengkaraman tangan Kyuhyun di lengannya terlampau kuat memaksanya agar terus berjalan.
"Apa kau memiliki hubungan dengannya Lee Sungmin?"
Sungmin seketika menunduk melihat tatapan tajam manik obsidian tersebut, terlebih ucapan Kyuhyun terdengar dingin dan menusuk.
"Ani."
"Hn Bagus..."
"Pastikan dia tak menghambatku." Desis Kyuhyun lagi pada seorang body guardnya, dan berlalu dengan tenang. Sementara...Sungmin hanya diam mengikuti langkah namja tampan itu. Nyalinya terlalu ciut melihat beberapa pria kekar berjas hitam tiba-tiba saja muncul di sekeliling keduanya.
.
.
.
.
"Akh."
Sungmin memekik sakit ketika Kyuhyun mendorongnya kasar ke dalam mobil, belum sempat ia memposisikan tubuhnya. Namja tinggi itu tiba-tiba mencengkeram dagunya, hingga ia menengadah pasrah.
"Kau tak memiliki alasan untuk lari dariku Bitch!"
"Kkh! Apa mak-sudmu? Aku tidak lari—
"Aku tau...kau sedang merencanakan sesuatu dengannya!"
Sungmin menggeleng, ia tau pertemuannya dengan Yong Guk membuat namja tampan itu menyimpan prasangka terhadapnya. Berulang kali Sungmin meremas tangan Kyuhyun agar melepaskan cengkeramannya, namun namja tampan itu tak bergeming dan makin kuat membuatnya mendongak.
"Ti—dak." Rintih Sungmin lirih.
"Lee Sungmin...kau tau? dengan tangan ini...aku bisa melenyapkan seseorang?"
Sungmin meneguk ludah payah begitu melihat tangan terkepal itu, ia mengangguk seraya memejamkan mata erat...takut Kyuhyun semakin menyakitinya.
"Dan itu akan berlaku untuk polisi itu bahkan...~ Kyuhyun mengendus telinga kanan Sungmin dan menjilatnya sesaat. "Dirimu..." Lanjutnya lagi. Ia menyeringai tajam, lalu membuang wajah pias itu dengan kasar.
.
.
Namja mungil itu menyandarkan tubuh gemetarnya dan meringkuk menghadap jendela, tak berniat sedikitpun melirik namja yang mengemudikan mobil di sampingnya. Sungmin hanya diam dan terus menerus bergumam lirih, berharap Tuhan memberinya sedikit rasa iba dan mengangkatnya dari keterpurukan itu.
Hening mendominasi mercy tersebut, baik Kyuhyun maupun Sungmin begitu enggan untuk sekedar membuka suara. Rasa angkuh dan tekanan batin itu nampaknya terlalu dalam menenggelamkan keduanya.
Detik berganti menit...namun keheningan itu masih tetap terajut di antara keduanya, mungkin hanya pegerakan gusar Sungmin yang terdengar mengusik. Berkali-kali namja cantik itu menggeser posisinya karna terlalu pegal, namun sesuatu menyentuh punggungnya. Membuat Sungmin menoleh ke belakang, dan detik itu pula sorot matanya berubah redup.
'Untuk apa kau membelikan semua baju itu...jika kau memperlakukanku kasar bahkan hanya menganggapku pelacur? Kau membenciku Cho Kyuhyun'. Ucap Sungmin dalam hati.
"Ssshh." Desis Sungmin bosan, demi apapun itu...terjebak dalam kondisi awkward tersebut membuat nafasnya terasa tercekik. Sungguh ia berharap besar...Kyuhyun bersedia mengajaknya bicara walau hanya sepatah katapun. Tapi Sungmin tau... itu sangat mustahil.
Dengan ragu...Kedua manik foxynya melirik Kyuhyun. Tiba-tiba saja nafasnya terasa terhenti. Mungkin bukan pertama kali ini, ia merasa jantungnya berdegup kencang kala melihat Kyuhyun. Tatapan tajam dan segala pahatan menawan yang melengkapi wajahnya, membuat namja itu benar-benar sempurna.
"Aku memang sempurna Lee Sungmin." Ucap Kyuhyun tiba-tiba, membuat Sungmin mengalihkan pandangan cepat. Sungmin tak pernah menduga...namja tampan itu akan menyadari dirinya sedang dipandang demikian.
Sungmin kembali bergerak kikuk menatap jendela mobil dan memejamkan matanya. Mungkin memiih tidur lebih baik...dibandingkan dirinya melakukan hal bodoh seperti beberapa saat lalu.
.
.
"Eomma~."
Kyuhyun menoleh ke samping ketika mendengar igauan lirih itu. senyumnya terulas begitu saja melihat Sungmin beralih posisi menghadapnya. Namja mungil itu tidur meringkuk dengan memeluk kedua kaki yang tertekuk, terlebih helaian rambut yang jatuh menjuntai dan menutupi sebagian matanya, benar-benar terlihat sangat menggemaskan.
Untuk sesaat Kyuhyun menghela nafas, kemudian menepikan mercynya. Ia kembali menatap namja yang tertidur pulas di sisinya.
"Aku membencimu Lee Sungmin." Bisiknya lirih sembari memutar tuas jok Sungmin agar merebah. Kyuhyun menurunkan kaki yang masih tertekuk, membenarkan tidur Sungmin dengan penuh hati-hati, berusaha tidak mengusik tidurnya.
Namja tampan itu kembali memacu laju mobilnya begitu melihat Sungmin sepertinya nyaman dengan posisinya. Walau dendam masih sepenuhnya menguasai , namun jauh dalam lubuk hatinya...Kyuhyun manaruh setitik perhatian untuk namja mungil itu. Entahlah...ia tak tau untuk apa tersenyum dan bersimpati seperti itu...semua tergerak bukan atas logikanya.
"Aku tak akan membiarkan putramu bahagia...Kangin."
.
.
.
#######
"Apa kalian tak melihat siapa diriku!" Sentak Yong Guk setelah dua pria besar itu melepaskan dirinya. Amarahnya makin memuncak melihat body guard tersebut hanya memandang remeh padanya,dengan gusar ia menunjukkan lencananya tinggi-tinggi...bermaksud menciutkan nyali dua pria berotot itu. Namun mereka hanya berdecih sesaat kemudian melangkah angkuh meninggalkannya.
"Aissshh YACK! Berhenti! Kalian harus lihat ini!...Aku Polisi!"
"Ahh! Sial!" Desahnya begitu menyadari semua racauan geramnya tak sedikitpun dihiraukan.
.
.
.
"Hyung...ini terlalu mengerikan." Bisik Zelo, saat namja ulzzang itu menariknya untuk bersembunyi di balik jajaran display pakaian dalam. Berulang kali Zelo mengedarkan pandangan was-was, takut...polisi itu menemukannya. Namun apa yang ia lihat hanya ratusan bahkan ribuan pakaian dalam wanita yang tergantung di sekelilingnya.
"Ini tempat yang aman...polisi itu tidak akan menemukan kita di dalam sini." Ujar Himchan sambil terkikik kecil, dan makin beringsut ke dalam kolong display tersebut.
"Tapi dua ahjjushi besar itu sudah menahannya Hyung, sebaiknya kita pulang saja."
"Yah! belum tentu keadaan aman. Nikmati saja, kau tidak pernah melihat pemandangan sekeren ini bukan? ah...tapi bagaimana dengan Sungmin? 1 minggu lebih anak itu tidak masuk sekolah" Gumam Himchan sembari memainkan bra di sisinya.
"Whoaa kau benar Hyung!...Biar Sungmin bermain dengan Polisi gila itu" Riang Zelo, ia terkikik kecil kemudian mengikuti apa yang namja ulzzang itu lakukan, menarik ulur bra tersebut dengan rusuh.
.
.
"Ooo Daebaaak! Pororo!" Pekik Zelo tiba-tiba begitu melihat bra bergambar tokoh kartun favoritnya. Dengan menggebu-gebu ia meraihnya dan menyodorkannya tepat di wajah Himchan. "Hyung aku ingin memakainya!"
"Pabbo! Memangnya kau memiliki dada sebesar itu?!"
Zelo mengerjap polos, ia menatap dadanya kemudian merabanya berulang-ulang.
"Tidak ada Hyung...sepertinya kempes."
"Tck! Kenapa Yeojja memiliki dada sebesar ini eohh? apa milik Eomma juga sebesar ini?" Ujar Himchan seraya menangkup cup bra tersebut.
Namun dua namja manis yang memperdebatkan payudara itu tak menyadari seorang pelanggan wanita tengah memilah-milah bikini di display tersebut.
"Ommo!" Pekik yeojja itu terkejut, begitu melihat sesuatu yang hitam menyembul dari balik pakaian dalam tersebut. Bibirnya makin mengaga lebar kala menyadari benda hitam itu adalah kepala manusia. "KYAAAAAA!" Jeritnya histeris.
Himchan dan Zelo seketika berdiri karna terlalu terkejut, membuat beberapa potong bikini dan celana dalam tersangkut di kepalanya. Yeojja itu pun makin menggila melihatnya. Tak ayal...itu menarik perhatian seluruh pengunjung stand pakaian dalam wanita tersebut dan turut menjerit histeris.
"H-hyung E-ettohkkae?" Panik Zelo.
Himchan begitu kebas dengan situasi tersebut, sungguh...ia tak menginginkan menjadi bulan-bulanan wanita di tempat seperti itu.
"Lari!" Serunya sambil menyeret Zelo keluar. Namun tiba-tiba alarm berbunyi keras, begitu keduanya merangsak mesin detector, karena memang...bikini itu masih tersangkut di atas kepala mereka.
.
.
"Zeloo! Ppaliyaaa!" Teriak Himchan panik, langkahnya makin oleng karna berlari tak tentu arah...membuat bra di kepalanya terkibas-kibas anggun.
"Aishhh...semuanya hitam! Mataku tak bisa melihat apapun Hyung!" Gumam Zelo, bra itu tiba-tiba merosot turun dari kepalanya, membuat dua cupnya menutup sempurna mata namja manis itu. Tapi ia tetap berlari tersendat-sendat mengimbangi langkah Himchan.
"Berhenti kalian!" Teriak beberapa orang security. Mereka makin jengkel mengejar pelajar berkaca mata bra yang belum di bayar itu.
Keduanya makin ketakutan, namun sedetik kemudian Himchan tersenyum lebar begitu melihat seseorang berdiri jauh di hadapannya. Ia mempercepat langkahnya lalu bersembunyi di balik tubuh kekar namja itu.
"Yya! Apa-apaan kalian!"
"Aku tidak salah." Ucap Himchan sembari mencengkeram kuat-kuat kaki kanan Yong Guk. Zelo pun melakukan hal yang sama, memeluk erat kaki kiri polisi tersebut.
"Permisi Tuan...apa anda wali dari anak-anak tersebut?"
"M-mwo? Wali? Mereka?" Tunjuk Yong Guk pada dua namja yang masih menggelayut erat di kakinya, seketika itu pula ia membulatkan mata lebar. Begitu menyadari kedua bocah tersebut berpenampilan tak lazim. Seorang Namja ulzzang bertopikan sebuah bra merah marun, sementara yang lainnya mengenakannya sebagai kaca mata.
"Pabbo!" Desisinya seraya menhentakkan kaki, membuat tubuh dua namja manis itu terguncang.
"Ahjusshii~...dowajusseyoo. " (help me please). Ucap Himchan sembari mengerjapkan kedua matanya.
"Appaa~." Rengek Zelo tiba-tiba.
"Sebaiknya segera mengikuti kami Tuan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatan anak anda."
"Michiggo annya? (Apa kau gila)...Mereka bukan anakku!"
"Appaaa~..."
"Ahjushiii~."
"Mari tuan..."
"YACKK! BOCAH TENGIK!"
.
.
.
"Mmhh." Lenguh Sungmin. Dengan perlahan ia membuka mata dan mengerjap beberapa kali, namun tiba-tiba saja kedua manik foxy itu membulat lebar begitu melihat langit-langit kamar yang dikenalnya. Seingatnya ia tertidur di dalam mobil...dan kini tubuhnya telah terbaring dengan nyaman di ranjang King size milik namja arogan itu.
"Ah... maldo andwae! Apa yang telah kulakukan?" Ucapnya kalut. Cepat-cepat Sungmin bangkit dan berlari keluar demi menemukan Kyuhyun. Ia harus segera mungkin meminta maaf, sebelum namja tampan itu geram dan makin muak karna kecerobohannya.
.
.
Sungmin melangkah pelan sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut rumah mewah itu. Tak jarang ia memeluk lengan dan mengusapnya kala dingin tiba-tiba menyergap, sweater baby blue yang ia kenakan nampaknya tak cukup menghangatkan tubuhnya dari suhu beku di malam itu.
"Rumah ini besar sekali." Gumamnya masih dengan berjalan tanpa arah, namun tiba langkahnya terhenti saat melihat sebuah ruangan tampak terbiaskan cahaya. Mungkin penguasa rumah itu, memang ada di dalamnya.
Perlahan tapi pasti, ia berjalan mendekat, dan sedikit mengintip ke dalam dari celah pintu yang terbuka.
Bibir cherry itu mengulas senyum manis, sungguh...ia sanggup berdiri berjam-jam dari balik celah pintu, demi melihat siluet di dalamnya. Sungmin yakin...itu pasti ruang kerja Kyuhyun.
Demi apapun...Sungmin tak pernah menduga, ia akan melakukan hal bodoh, bahkan memalukan.. Mengintip namja yang telah memperkosanya dari balik celah. Seharusnya ia menaruh benci bukan...sikap murahan seperti ini. Tapi Sungguh...Kyuhyun benar-benar menjeratnya. Tatapan tajam yang terbingkai kaca mata minus dan wajah yang sepenuhnya datar itu. Terlampau hebat membuatnya jatuh terpana.
"Pabboya Lee Sungmin." Bisiknya lirih, tanpa mengalihkan pandangan dari sosok tampan itu. Namun tiba-tiba ia membelalak lebar, begitu menyadari Kyuhyun tengah menatap pintu. Dengan panik Sungmin beringsut duduk,dan menyandarkan tubuhnya di dinding.
Sesekali namja mungil itu menggigiti kukunya sembari menajamkan pendengarannya dengan was-was. Resah jika Kyuhyun benar-benar menyadari perbuatannya. Namun tak ada langkah mendekat, sepertinya... Ia aman.
Masih dengan tatapan resah, Sungmin menekuk kedua kaki lalu memeluknya erat, mencoba meleburkan suhu dingin dengan panas tubuhnya. Tak jarang namja cantik itu tersenyum manis kala menatap langit-langit rumah Kyuhyun, ia tau jantungnya tengah berdebar kencang saat ini.
Betapa besar harapannya, sosok dengan wajah stoic itu bersedia melindunginya bahkan sedikit memberi perasaan padanya. Entahlah ia merasa...sorot obsidian Kyuhyun, terkadang sehangat milik mendiang Appanya.
"Tidak mungkin." Lirih Sungmin seraya mengusap lengannya.
"Apa kau kemari untuk memuaskanku...Sungmin-shi?"
'DEG'
Sungmin berjengit terkejut begitu mendengar ucapan dingin tepat dibelakangnya, dengan takut-takut ia menoleh ke atas, dan benar saja...Kyuhyun memang berdiri tegap dengan menyilangkan kedua tangannya.
Hatinya kembali berdenyut nyeri, mendengar kalimat merendahkan itu. Ia menggeleng kasar dan bangkit hendak meninggalkan Kyuhyun, namun belum sempat mengambil langkah...namja tampan itu lebih dulu mencekal pergelangan tangannya, dan memaksanya masuk ke dalam ruangan tersebut.
.
.
'CKLEK'
Tubuh mungilnya melangkah ke belakang, begitu menyadari Kyuhyun mengunci pintu dan membuang asal benda bergemricik itu. Dengan panik ia meraba-raba meja di belakangnya, hingga beberapa dokumen penting milik Kyuhyun berjatuhan, Sungmin berusaha sebisa mungkin menghindari Kyuhyun, walau nyatanya semua akan sia-sia.
"Buka bajumu." Titah Kyuhyun telak.
Sungmin membulatkan mata lebar, ia meremas tangan kuat-kuat dan memalingkan wajah. "Aku bukan pelacur."
"Tch..." Decih Kyuhyun sembari mengulas seringaian tajam, namja tampan itu beralih melenggang ke sofanya dan duduk menyilangkan kaki dengan santai. Masih dengan memasang wajah stoic, ia membenarkan letak kaca mata dan menatap remeh Sungmin.
"Sepertinya kau lebih memilih cara kasar hn?"
Nafasnya seketika tercekat, Sungguh...kilat tajam dari lensa minus itu membuat ia menciut gemetar. Kendati demikian, Sungmin tetap bergerak ke belakang menjauhi Kyuhyun.
Merasa apa yang dihadapinya hanya menyita waktu, namja tampan itu beralih bangkit dan melangkah mendekati Sungmin. ia makin menyeringai puas melihat bibir cherry itu tampak bergetar dan terus menerus digigit kuat.
"Apa kau takut?" Bisiknya tanpa melepas seringai dari bibir merahnya.
Namja cantik itu tak sekalipun berniat menjawab, ia hanya memalingkan wajah...masih terus berusaha memutus kontak mata dengan Kyuhyun.
"Apa kau tau...5 tahun lalu, seorang anak kehilangan segalanya bahkan hidupnya? Bertahan dengan ribuan luka dan caci di luar sana, apa kau bisa merasakan jeritannya Lee Sungmin?" Sentak Kyuhyun seraya memalingkan wajah Sungmin menghadapnya.
Sungmin kembali membelalak lebar, ia benar-benar tak mengerti apa yang tengah Kyuhyun bicarakan. Tapi satu hal yang ia yakini...masa lalu itu mendasari kebencian Kyuhyun terhadapnya. Tapi sungguh dirinya tak mengerti apapun.
"Kkhh~." Berulang kali Sungmin mencakar tangan besar yang mencengkeram lehernya, namun semakin ia berontak semakin kuat Kyuhyun mencekiknya, tak hanya itu...Tubuhnyapun turut dihempas di atas meja kerja itu. membuatnya memekik karna punggung yang menghantam lapisan marmer dengan kasar.
"Le—phas!...a-aku khhh~."
"Menangislah...karena itu yang ku inginkan Bitch!"
Dendam kembali menutup mata hatinya, wajah itu benar-benar mengingatkannya pada pembunuh ayahnya. Kyuhyun makin meradang mencekik Sungmin, bagaimanapun namja mungil itu harus menderita di tangannya.
Sungmin menggeleng lemah, ia tak berharap Kyuhyun adalah seorang psychopat. Akan tetapi perlakuan kasar itu terlampau nyata membuatnya tersiksa.
"Nnhh kkh~."
'Aku tak kan membiarkan putramu bahagia...Keparat!'. Umpat Kyuhyun dalam hati.
"Puaskan aku." Ucapnya seraya melepas cengkeramannya.
Namja cantik itu menatap berang, dengan gigi terkatup kuat. meski jauh dalam lubuk hatinya, berdesir perasaan hangat untuk Kyuhyun. namun mendapat perlakuan biadab itu, membuatnya terasa diinjak-injak. "TIDAK!"
Sungmin kembali berusaha bangkit, namun tiba-tiba...
'CKLAK'
Sebuah borgol memasung pergelangan tangannya dalam hitungan detik.
"A-andwae! Jangan melakukannya lagi!" Namja cantik itu makin memekik panik, menyadari Kyuhyun melucuti seluruh pakaiannya hingga naked total, dan hanya menyisakan sweater baby blue yang tersangkut di lengannya.
Alih-alih mendengarkannya...Kyuhyun lebih memilih meraih sesuatu dari balik mejanya. Benda yang jauh-jauh hari telah ia persiapkan untuk kondisi semacam ini.
"Ku mohon...ja—ngan." Pinta Sungmin lagi, ia kembali menggeleng melihat semua benda-benda hitam di tangan Kyuhyun. meski tak paham dan memang tak mengetahuinya, akan tetapi Sungmin tau pasti semua benda asing itu...akan menjadi ancaman bagi dirinya.
"A-pa salahku...hingga kau memperlakukan~Akhh!"
Tubuhnya melengkung ke atas, saat dengan tiba-tiba sesuatu yang dingin dan bergetar keras dilesakkan ke dalam rektumnya dengan sekali hentak.
"Henti~ Ahnn~."
Kyuhyun makin menyeringai puas, melihat Sungmin melengking keras ketika ia menambah intensitas vibratornya menjadi maksimum.
"AH!" Sungmin mendongak hebat, begitu merasakan benda asing itu melesak semakin dalam dan mengorek prostatnya dengan kasar, membuat kedua kakinya secara reflek mengangkang lebar.
"Kau tidak puas hn?" Bisik Kyuhyun tepat di telinga Sungmin. Ia mengambil anal beads di sisinya, menimang-nimangnya sesaat tanpa melepas pandangan dari wajah penuh siksaan nikmat itu.
"Ssshh." Desisnya seraya melesakkan satu beads berukuran sedang itu kedalam rektum Sungmin, Tak ayal...namja mungil itu menggelinjang dengan mata membelalak nanar.
Seolah tak puas dengan reaksi yang di dapatnya, Kyuhyun kembali melesakkan 4 beads itu tanpa jeda. Membuat Sungmin menjerit keras. Air mata itupun makin mengalir deras dari pelupuknya...sungguh apa yang dilakukan Kyuhyun benar-benar menyakitkan. Getaran yang berbaur dengan lima bola keras di dalam lubang analnya membuat bagian intim itu serasa dicabik dengan kasar.
.
.
"Aaaanghhhh~...ah! ahhh! G-geumanhae!" Meski menahan sakit, namun tubuh mungilnya tetap menggigil dan menggeliat nikmat. Semua karna vibrator yang menumbuk dan menekan prostatnya dengan kasar.
"Ku mo—hon~
"Mohon?...Kau ingin memohon cinta lagi? Semudah itu kah kau mengemis padaku Sungmin-shi?"
Sungmin mencelos sakit mendengarnya, meski berulang kali mendapat umpatan bahkan perlakuan kasar. Kata-kata itu lebih menikam ulu hatinya.
"Je—bal...keluar ahhnn~." Lirihnya sembari kembali menggeleng lemah, Sungmin begitu pias menatap Kyuhyun, berharap namja cho itu mengeluarkan semua benda asing itu dalam tubuhnya. Sungmin tak kuat lagi, semua kejut nikmat itu terlalu berlebih menyiksanya.
"Jika itu maumu." Singkat Kyuhyun, tanpa peringatan ia menarik kuat-kuat anal beads tersebut, dan seketika itu pula...
"AAAHHHH!" Sungmin menjerit dengan tubuh melengkung sempurna. Begitu spermanya meletup menyertai tarikan kasar semua anal beads itu dari rektumnya.
.
.
"Kau tidak mengemis cinta lagi hn?"
"Hhh...hhh Breng—sek!"
"Ah... Kau mulai mengumpat padaku lagi...lalu, kemana perginya sikap lemahmu Lee Sungmin? Atau...haruskah kita bercinta, agar kau tunduk padaku?"
Sungmin menatap penuh nanar , bersikap baik pada Kyuhyun rupanya kesalahan yang fatal, karna ia tau Kyuhyun akan semakin melecehkan dan menganggap semua ucapannya lelucon rendah. tak ada yang dapat ia harapkan dari namja sebengis Kyuhyun.
"Bu-nuh aku...jika kau~ ARRGHT!"
"Tutup mulutmu Lee Sungmin!" Geram Kyuhyun sembari mendorong kasar kejantanannya, ke dalam lubang anal yang telah basah itu.
Emosinya tersulut begitu saja...sungguh sesuatu dalam hatinya, tak merelakan Sungmin mengucapkan kata-kata itu.
.
.
"Mhmf~ahh... Akh! Hen-ti..akk~." Desahan itu tak mampu Sungmin redam, meskipun bibirnya telah ia gigit kuat. bahkan karna kuatnya gigitan, membuat lapisan lembut itu berdarah.
Berulang kali kepalanya menggeleng kasar, ia tak menginginkan semua ini. karna ...Kyuhyun tak mencintainya, namja itu hanya ingin menghancurkan hidupnya dengan semua perlakuan rendah itu.
"B-berhenti! Akhh...ahnnn~ Ahh!".
"Nikmati saja...bukankah kau menyukai semua ini? Menangis dan mengemislah padaku...Ssshh." Kyuhyun menekuk kaki Sungmin ke atas hingga menyentuh dada, kemudian kembali menghentakkan penisnya lebih kuat.
"Karena itu yang seharusnya dilakukan pelacur sepertimu!" Desis Kyuhyun lagi.
Hatinya benar-benar hancur detik ini...ia tak kan pernah tau, hingga kapan Kyuhyun menggunakan tubuhnya hanya sebagai pelampiasan nafsu. Kyuhyun tak memeluknya bahkan memberinya ciuman sebagaimana mestinya, setiap hentakan namja tampan itu begitu hambar bahkan tak ada rasa nikmat sedikitpun. Hanya menyisakan lubang besar dalam hatinya.
Merasa tak tahan dengan luka batin itu, Sungmin mengangkat kepalanya...dan membenturkannya sekeras mungkin ke meja. "Ahh." Segalanya menghitam... meskipun kepalanya berdenyut hebat, tapi semua ini yang diinginkannya, tenggelam dalam fraksi berbayang tanpa merasakan hentakkan kasar namja itu.
Sungmin mengulas senyum getir...sebelum ia benar-benar jatuh pingsan.
"S-Sungmin..." Namja tampan itu seketika menghentikan hentakkannya, ia begitu tersentak melihat Sungmin tiba-tiba menghempaskan kepalanya dan jatuh tak sadarkan diri.
Kyuhyun beralih mengeluarkan genitalnya beserta vibrator itu dari dalam rektum Sungmin.
"Apa kau gila?!" Serunya setelah menaikkan zipper celana. Kyuhyun bergerak cepat mengangkat tubuh mungil itu...namun belum sempat ia melakukannya.. kedua matanya terbelalak lebar...begitu menyadari sesuatu merembas dari kepala Sungmin.
Kyuhyun menatap nanar tangan kirinya yang dipenuhi darah segar. Ia tak pernah menduga...Sungmin akan berbuat senekat itu melukai dirinya sendiri. Dengan kalut Kyuhyun mendekap kepala Sungmin berusaha menghentikan rembasan darah tersebut. tak peduli cairan merah pekat itu akan semakin mengotori kemejanya.
Masih dengan sorot mata tak tentu arah, namja Cho itu meraih gadget hitam demi menghubungi dokter pribadinya.
.
.
.
.
Skip Time
"Bagaimana kondisinya?" Sergah Kyuhyun tiba-tiba, begitu namja bermata caramel itu usai menangani Sungmin.
"Apa anak itu terjatuh?"
Kyuhyun mendesah berat, bukan pertanyaan bodoh itu yang diharapkannya melainkan kondisi Sungmin sendiri. Dengan gusar ia melangkah hendak memasuki kamarnya, namun tiba-tiba dokter muda itu menahan tangannya.
"Sungmin baik-baik saja, luka di kepalanya akan sembuh untuk beberapa hari ini. Hanya saja...emosi anak itu tak stabil Kyu, aku tak tau...apa yang kau lakukan padanya selain memperkosanya seperti itu. Tapi ku harap, segera hentikan semua ini...atau kau akan menyesalinya." Tegas Ryeowook meyakinkan. Namun melihat wajah tampan itu mengeras membuatnya lekas memutar tubuh dan membereskan semua peralatan medisnya, ia tau...akan percuma berbicara dengan namja tempramen seperti Kyuhyun.
"Kau masih kecil...menurutlah padaku dan Yesung Hyung." Ucapnya masih dengan membereskan peralatannya.
"Kau—
"Aha!...aku 5 tahun di atasmu, jaga etikamu Kyuhyunnie...panggil aku 'Hyung'...arra? cha aku pergi...annyeong." Namja manis itu terkikik kecil, sebelum benar-benar melenyapkan diri ke dalam mobil silvernya.
Kyuhyun mengumpat lirih, tapi setelahnya ia melangkah memasuki kamarnya. Sorot obsidiannya seketika meredup melihat Sungmin terbaring pasi denga lilitan perban di kepalanya.
Perlahan namun pasti Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin, dan mendudukkan diri di sebuah kursi, tepat di samping namja cantik itu terbaring.
Kyuhyun terdiam dan hanya mengamati lekat paras cantik itu, namun sesuatu dalam dadanya begitu bergemuruh melihat jejak-jejak air mata yang belum sepenuhnya mengering.
Ingatan kala Sungmin melukai kepalanya pun kembali terngiang. Tak hanya kali ini saja Sungmin berbuat senekat itu, sebelumnya ia melihat Sungmin pernah menegak seluruh obat pemberiannya, tanpa sisa. Kyuhyun tau...dirinya lah penyebab semua keterpurukan namja cantik itu.
"Apa kau benar-benar tak waras? Jangan melakukannya lagi." Ujarnya sembari mengelus kepala Sungmin.
.
.
.
Esoknya...
"Ukh..." Rintih Sungmin saat berusaha membuka matanya, kepalanya terasa pecah dan berputar hebat.
"Kau bisa bangun?"
Sungmin membuka mata lebar begitu mendengar suara familiar itu, ia menggigit bibir kuat...dan berusaha bangkit untuk mendudukkan dirinya.
"Biar aku—
"Tak perlu." Singkat Sungmin seraya menyentak tangan Kyuhyun saat berusaha meraih tubuhnya.
Namja tampan itu berdecih lirih, tapi setelahnya ia mengambil sebuah nampan berisi sup dan segelas air putih, lalu diletakkanya di samping Sungmin.
"Makan sup ini...lalu minum obatmu."
Kedua manik foxy itu melirik sesaat, kemudian kembali menatap kosong lantai marmer di bawahnya. "Aku tak butuh makanan itu." Lirihnya.
"Apa kau ingin sakit? Cepat makan~
'PRANK'
Sungmin menghempas kasar nampan tersebut dari tangan Kyuhyun, membuat sup itu menggenang bersama pecahan gelas disekitarnya.
Tak ada reaksi apapun yang ditunjukkanya, wajah itu sepenuhnya datar. Tanpa suara...Kyuhyun melangkah pergi menuju dapurnya, meninggalkan namja cantik yang masih menunduk dengan tatapan piasnya.
.
.
"Makan." Ucap Kyuhyun setelah mengambil sup hangat untuk Sungmin. Ia sepenuhnya mengetahui 1 hari lebih, perut Sungmin tak terisi apapun. Namun namja bermata foxy itu tak sedikitpun bergeming.
Merasa jengah, Kyuhyun menyentuh dagu Sungmin agar menatapnya. "Jangan merepotkanku...cepat habiskan makanan ini."
"Aku hanya pelacur...tak perlu kau beri makan, bukankah kau hanya membutuhkan tubuhku, setelah aku mati...kau bisa mencari tubuh yang lain."
Kyuhyun tersentak mendengarnya, sungguh ucapan yang mengalun dari bibir mungil itu begitu menikam hatinya. Ia tak merelakan Sungmin mengungkapkan semua kalimat itu.
"Lee Sungmin!" Bentaknya sembari memegang kedua bahu namja cantik itu.
Sungmin menatapnya sesaat, tapi setelahnya...ia menepis tangan Kyuhyun ,dan beringsut menuruni ranjang. "Aku akan membersihkan rumah ini." Ucapnya lirih.
Sungmin begitu tertatih menyeret langkahnya, tak peduli darah merembas dari kakinya yang menginjak pecahan gelas.
Dengan gusar, Kyuhyun mengangkat bridal tubuh ringkih itu dan kembali membaringkannya di ranjang.
"Jangan keras kepala!"
.
.
.
Kedua matanya terpejam erat, begitu Kyuhyun menyeka dan mengobati luka di kakinya. Ia tak mengerti untuk apa Kyuhyun sebaik ini terhadapnya, mungkinkah telah berubah? Ataukah hanya saat dirinya sakit, namja tampan itu bersedia bersikap lembut terhadapnya.
Sungmin menggeleng lemah...terlalu mustahil mengira namja itu telah berubah. Bukankah Kyuhyun selalu menganggapnya pelacur...seseorang yang mengemis cinta pada namja seagung dia. Sebesar apapun perasaannya untuk sosok tinggi itu. Kyuhyun...tetap saja memperlakukannya dengan keji.
.
.
"Aku harus pergi...ku harap kau menghabiskan sarapanmu." Ujar Kyuhyun kikuk.
Namja cantik itu membuka matanya, lalu memandang Kyuhyun lekat.
"Apa semua ini...karna aku sakit?"
"Apa maksudmu?"
"Kau...bersikap baik seperti ini, apa karna diriku sakit?...jika benar begitu, aku tak ingin sembuh."
Kyuhyun mengacak surai coklatnya dengan kasar, ia tak pernah menduga...Sungmin begitu kekanakan dan keras kepala.
"Apa kau anak manja?! Yya! Dengar Lee Sungmin, aku tak kan pernah berbaik hati padamu...meskipun kau mati sekalipun!" Ucapnya sarkatis.
"Aku mengerti." Lirih Sungmin, seraya memutar tubuh membelakangi Kyuhyun dan memejamkan matanya. Sesuatu dalam hatinya kembali tersayat mendengar semua penekanan kasar tersebut.
Kyuhyun menghela nafas berat,sungguh demi apapun...kata-kata itu terlontar bukan atas keinginannya. Keangkuhan yang dimilikinya, membuat pribadinya begitu keras dan arogan.
Namja tampan itu bergerak ragu hendak menyentuh kepala Sungmin, namun ia urungkan niat tersebut. Dan hanya melangkah menjauh secara perlahan.
"Aku akan pulang pukul 7 malam." Ucapnya di ambang pintu sembari menatap punggung sempit itu. Senyumnya terulas begitu saja, menyadari Sungmin mengangguk pelan.
"Aku pergi" Ucapnya lagi...lalu melesat cepat menuju mercy hitamnya.
.
.
.
######
"Hentikan semua ini, bukankah dendammu telah terbalaskan dengan menyakiti anak itu?"
Kyuhyun tak sekalipun menaruh hirau, kedua matanya tetap fokus menelisik dokumen-dokumen penting di tangannya.
"Sungmin tak tau apapun Kyu."
".."
Yesung mendengus jengah, menyadari racauannya berbuah percuma. Dengan kesal ia menduduki meja Kyuhyun dan menatapnya tajam.
"Wookie bilang, Kau juga memperkosanya!" Bisiknya seraya menepuk-nepuk kepala Kyuhyun.
"Yesung-shi!"
Kyuhyun menggebrak meja dengan geram, membuat Yesung menuruni meja itu sembari terkekeh pelan.
"Aku hanya memperingatkanmu, apa kau sudah selesai dengan semua dokumen itu?"
Tanpa menatap lawan bicaranya, Kyuhyun mengangguk seraya menautkan jemari di depan keningnya.
"Baiklah...aku pergi, Ah!...1 jam lagi kau ada pertemuan penting dengan Tuan Kwon... ingat, namja aneh itu sudah membuat janji denganmu."
"Hn..."
.
.
.
.
Kyuhyun melangkah gontai memasuki kediaman mewahnya, dengan malas ia melonggarkan ikatan dasi lalu melempar jasnya kesembarang arah.
"Aku sudah menyiapkan makan malammu."
Langkahnya terhenti begitu mendengar suara lembut yang di kenalnya, ia menoleh ke samping dan berdehem kikuk melihat namja cantik itu memungut dan melipat jasnya.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya...meninggalkan Sungmin yang tampak kecewa akan sikapnya.
.
.
.
"Kau yang membuat semua ini?"
"Ya"
Kyuhyun tampak mengangguk sesaat. "Tidak ada racun yang kau letakkan di dalam makanan ini bukan?"
Namja cantik itu menunduk, hatinya kembali berdenyut nyeri...menyadari semua ketulusannya hanya berbuah prasangka. Perlahan namun pasti ia mendekat, dan mengambil satu-persatu hidangan di hadapan Kyuhyun.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Kyuhyun heran.
"Membuangnya."
"M-membuangnya?"
"Aku tak ingin kau sakit karena memakan masakanku...Cho Sajangnim."
Kyuhyun membulatkan mata lebar mendengarnya, dengan gusar ia kembali merampas semua hidangan itu dari tangan Sungmin, dan menyantapnya dengan lahap.
"Kau pikir...semua bahan makanan ini, tak ku beli dengan uang eohh?! Seenaknya saja kau~ Uhuukk~." Serunya dengan mulut terisi penuh dengan makanan, namun karna terlalu menggebu...membuatnya tersedak dan terbatuk-batuk.
"Pelan-pelan." Sungmin tersenyum lembut, sembari membantu meminumkan segelas air mineral untuk Kyuhyun. Meski cara bicaranya tetap kasar...tapi setidaknya namja tampan itu bersedia memakan masakannya.
.
.
"Gomawo."
"Untuk apa?"
"Kau sudah bersedia memakan semua ini." Ucap Sungmin seraya membereskan peralatan makan tersebut.
Kyuhyun berdehem gugup sembari mengedarkan pandangannya ke segala arah, asal bukan Sungmin.
"Cih! Aku hanya tak ingin menghamburkan uangku Lee Sungmin."
Namja cantik itu mengangguk dengan senyum manisnya, biarlah seperti ini...asal Kyuhyun tak memperlakukannya kasar seperti beberapa hari lalu.
.
.
.
Beberapa Jam kemudian
Sesekali ia menguap seraya memijat tengkuknya yang terasa pegal, berkutat selama lebih dari 3 jam di ruang kerjanya, serasa makin merabunkan penglihatannya. Kyuhyun melepas kaca mata minusnya, dan melirik arlojinya.
"Hhhh." Desahnya pelan. Kala melihat jam telah menunjukkan pukul 12 malam, ia bangkit namun tiba-tiba pandangannya menyipit begitu melihat secangkir teh yang telah mendingin di sisinya.
Flash Back On
.
"Apa yang kau lakukan di sana?!" serunya, saat melihat Sungmin sedari tadi bergerak gusar di ambang pintunya. Ia tau Sungmin tengah ragu...tapi itu sangat mengusik konsentrasinya.
Sungmin tersentak, dengan takut-takut namja mungil itu melangkah kecil memasuki ruangannya.
"Aku membuatkan minuman hangat untukmu." Ucapnya sembari meletakkan teh di sisi Kyuhyun. Ia meremas ujung bajunya kuat-kuat...kala namja tampan itu tak sekalipun berniat merespon tutur katanya, nampaknya...semua dokumen itu lebih berharga dari apapun. Bahkan mungkin dirinya yang rendah tak kan mampu menandinginya.
"A-aku pergi." Ucap Sungmin lagi sembari memeluk nampannya, dan berjalan keluar. walau terkadang ia menoleh ke belakang...berharap Kyuhyun menyentuh tehnya. Tapi tetap saja namja arogan itu masih sibuk dengan semua dokumennya.
.
.
Flash Back Off
"Tsk! Jangan harap...kau bisa membuatku luluh." Ujar Kyuhyun sembari menegak teh yang telah mendingin tersebut, hingga tak bersisa.
.
.
.
Kyuhyun melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamar pribadinya, kedua matanya terpejam begitu membaringkan tubuhnya di ranjang king size itu,sungguh...rasa kantuk yang menyergap terasa melemaskan seluruh persendian tubuhnya. namun tiba-tiba ia membuka mata gusar...saat menyadari Sungmin tak di sinya.
Dengan kasar ia menyibak selimut, dan melesat cepat menemukan namja cantik itu.
.
.
"Tck!" Kyuhyun berdcak lidah, melihat Sungmin tidur meringkuk di sofa ruang tamu miliknya. Dengan hati-hati ia mendekat dan mengangkat bridal tubuh mungil itu dalam sekali gerakan.
Sesuatu dalam hatinya kembali bergemuruh kala menatap lilitan perban putih di kepala Sungmin. Kyuhyun sepenuhnya menyadari semua karna dirinya. Tapi bagaimana mungkin namja cantik itu tak menaruh sedikit pun rasa benci terhadapnya, bahkan selalu bersikap penuh perhatian.
'Bodoh'... Gumamnya dalam hati sembari mengulas senyuman hangat.
"Nghh~ K-kyu?" Sungmin terbangun dan membuka mata karena terusik. Namun seketika itu membulatkan mata lebar begitu menyadari Kyuhyun tengah menggendongnya bridal.
".."
Tak ada sepatah katapun. Kyuhyun hanya diam, sama sekali tak menghiraukan raut kalut namja dalam rengkuhan tangannya. Dan berjalan setenang mungkin memasuki kamarnya.
.
.
"Tidur." Tegasnya, sembari membaringkan tubuh mungil Sungmin di ranjangnya.
"B-biarkan aku tidur di luar saja...aku tak ingin mengganggu tidurmu Cho Sajang—
"Tidur! Dan jangan melawanku!" Seru Kyuhyun keras, membuat Sungmin cepat-cepat beringsut ke dalam selimut dan memejamkan mata erat. Nyalinya terlalu ciut melihat Kyuhyun membentaknya seperti itu.
Kyuhyun tersenyum kecut melihatnya, sekali lagi...semua ucapan kasar itu bukan atas keinginan hatinya.
Tangan kanannya terangkat...ingin menyentuh namja mungil itu. dan menyeringai tipis kala menepuk pelan kepala Sungmin yang terbungkus selimut tebal miliknya.
"M-mianhae." Cicit Sungmin lirih.
"Kau tak memiliki opsi lain selain tunduk padaku...Sungmin-shi".
.
.
Sementara itu di tempat lain...
.
.
"Sial! Bocah itu sulit ditaklukkan!"
'BRAKKK'.
Gebrakkan meja itu menggema mengiringi hembusan nafas geram seorang pria berpenampilan eksentrik.
"Haruskah aku membunuhnya...seperti yang pernah kulakukan pada Ayahnya dulu...Kwon Jiyong?"
Pria itu terkikik licik seraya mengecupi buah cherry di tangannya.
"Jika itu bisa membuatku merebut perusahaanya." Ia mengunyah angkuh buah cherry tersebut, hingga cairan merah itu meleleh keluar dari sela-sela bibirnya.
"Bunuh anak itu...untukku" Lanjutnya dengan menyeringai tajam.
.
.
.
.
TBC
Chaa...AWS Chap 3 hadiirrr.
Mohon diingatkan kalau ada Typo...
Kmrn bnyak yang bilang terserah authornya mau lanjutin yang mana dulu. Jdi sya update AWS saja deh kl bgitu
*Near Dark Update wktu dekat ini
*Author g hiatus, selama reader g meninggalkan saya...^^# Yaksokkhae.
Dan untuk:
Cho Na Na , Michelle BunnyKyu , Yuuhee , RithaGaemGyu, cho hyo woon , gyumine , KYUMINTS , Minge-ni, epildedo , bunnyblack FLK 136 , JOYersElFeu , dhian930715ELF, pumpkinsparkyumin , kimteechul , baekhyunniewife , Voice 13Star, Nadya137 , Reva KyuMinElf II , Kim Yong Neul , Ria , kyuminsaranghae , Zahra Amelia, bebek, sissy , GuiMinXian137 , UnyKMHH , Yani137, minhyunJOYers137, syafriska amelia , nova137 , Zen Liu, Glows Kyumin Angel, coffeewie137 , Phia89, hwangpark106 , AreynaSyndrome, HeeKitty, Park Heeni , paprikapumpkin , ChanMoody , Nerz Cici , aprilbunny9, stevani , Ranmayora1817 , wyda joyer, hazelsung , lee13ming , kyuminjoy, Dessy Kyumin Shipper , Chlie hanariunnse , Kang Dong Jae, Bunbunchan, JOYmin137 , ChoKyunnie , BabyMei , WineShipper, reaRelf , teras fanfiction , lee minchan 330 , bunnypinky , stalkyumin, TifyTiffanyLee , LovelyMin, Gyumina, Lady Ze , lee sunri hyun, Ddeokbokkii , Kim Min Ah , kyuminlovelys, manize83 , is0live89 , TsubakiMing , Myst-girl , sary nayolla, zi'Pumpkins , sitapumpkinelf , Lee Hyun Ri , christ, Adila137 , KyuMinrealformELF , mYesungie Wife , Miyoori 29 , younchanzai dvjewelselfsuju , Adekyumin joyer , Mirukia , cottoncandyme , Jie Yoo Park137 , dirakyu, okta , vey900128, hideyatsutinielf , Shin Min Rin, winecouple, sandara, viyaHyerin, luthfieannha aryhanhiiey , kyumin pu, Cho Sungkyu , HwaRin941220 , Sarle, deviyanti137 , ISungyi, imAlfera, liu13769 ,sitara1083 , Ranny, KyuMin48 , Chikyumin, teukiangle , Amelia , hijkLEETEUK, My Bunny Rena , indah elf 9235, Rianichi, kim eun neul, Safira JoyClouds , km137 , ButtCouple137 , ammyikmubmik , SunghyoJoY , shika, fuji , NaizhuAmakusa, Dennis Park , ChL Jemin , lovelykyumin, Chella-KMS , I was a Dreamer , AnjarHana137, lee13ming, keyla HB malik , Kyumin, sha, lemonade, Nari Hima, JoyELF , AutumnCrocus21, 137Real Aiyu , sider imnida, Cungie Cho , dJOYers , maya ajjah 14 , arvita kim, abilhikmah, AnieJOYERS , fariny , ckhislsm137 , KyoKMS26, hyunkikyuminalwas4ever , dan para Guest.
Gomawoooo sudah mereview di chap 2 kemarin...Author sangat menyayangi chingu readers ^^
Ah jika yg kmrn mereview tpi namanya belum ada...Tolong ingatkan saya # author tidak teliti.
Mohon Reviewnya Chinguu
Annyeoooong
SARANGHAAEEEEEE...
