THE DAY
Author : maxiuxiu
this is my first drabble
LuMin
you can bash me if you didn't like pairing in this story, don't bash Luhan or Minseok
Happy Reading
"Will you marry me, Minseok?"ucap luhan malam itu. "Jangan bercanda luhan?" tanyaku. "Nggak, aku serius" jawabmu meyakinkanku. Aku terdiam. Kamu tahu aku masih ragu dengan semua ini. "Percaya padaku, aku ingin kamu menjadi rumahku dan duniaku untuk selamanya. Hingga, maut memisahkan aku dan kamu" jelasnya. "So will you marry me?" Tanyamu lagi. Aku anggukan kepalaku sebagai isyarat padamu bahwa aku mau menjadi istrimu, rumahmu, dan bagian dari duniamu..
…
1 minggu kemudian kamu datang mendatangi rumahku membawa keluarga kita bertemu. Dan kemudian keluarga setuju dengan keputusan yang kita ambil. Tanggal pernikahan kita telah ditentukan dan hal hal yang kita perlukan mulai kita persiapkan.
…
7 hari sebelum hari pernikahan. Kamu mengajakku pergi kepantai. Kita berjalan menyusuri pantai berdua. Kamu genggam tanganku erat.
"Kau tahu. Aku merasa menjadi manusia paling bahagia sekarang" ucapmu.
"kenapa?" tanyaku.
"karena akhirnya aku menemukanmu, kamu rumahku, duniaku, dan kamu yang sebagai pelabuhan terakhirku. Walau suatu saat nanti aku bukan yang terakhir bagimu, tapi aku bahagia karena pernah memilikimu dalam duniaku. Terima kasih karena kamu telah datang dan memperkokoh rumahku. Thanks for anything". Kamu merapatkan tubuh kita, memeluk lembut dan mengecup keningku. Ada terbesit kebingungan dalam benakku, tapi aku hanya diam dalam pelukmu. Menyamankan diri dalam rengkuhanmu.
…
Hari pernikahan kita telah tiba. Aku sudah bersiap dengan busanaku. Namun, hatiku gelisah. Bukan karena rasa gerogi, tapi karena kamu yang tak kunjung datang.
Tiba tiba ibu datang padaku dengan mata penuh air mata. Memelukku erat seakan aku rapuh jiak tidak ditompang.
"Ada apa bu? Kenapa menangis?" tanyaku.
"Minseok, sabar ya, kamu harus kuat. Kamu harus sabar" ucap ibu.
"Apa maksud ibu? Ada apa ini? Kenapa ibu berkata seperti itu? Aku tidak mengerti bu, ini hari bahagiaku lho bu, masa ibu bicara seperti itu. sudah jangan menangis" terangku.
Ibu semakin mengeratkan pelukkannya, "minseok, luhan…" Tatapan ibu berubah menjadi nanar. "iya ada apa dengan luhan bu?" tanyaku. Perasaanku semakin berkecamuk, gundah dan resahku memuncak.
"Dia… Dia meninggal minseok, mobilnya tertabrak truk di jalan tol saat perjalan kesini. Jasadnya hancur dan tidak ada korban yang selamat dalam kecelakaan itu." Ibu kemudian menangis semakin keras. Aku lihat disana banyak orang yang mulai berdatang mengkhawatirkan kondisiku.
"Ibu bercandakan? Ibu ini tidak lucu!" Teriaku meronta ronta.
"tidak minseok, ibu tidak bohong" Ibu kembali mengeratkan pelukanya mencoba menenangkanku.
"Bohong! Ibu bohong! Ibu bohong! Teriakku. Aku melepaskan diriku dan berlari keluar mencoba mencari luhan. Aku terus berlari hingga akhirnya. Semua menjadi gelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END
remember to review..
it's so useful for me ^^
thank you.
